Powered by Blogger.

Gong Shil dan Joong Won masuk ke ruang pribadi ketua dan Gong Shil melihat hantu ketua sedang duduk di kursi dekat tempat tidur. Joong Won tidak bisa melihatnya tapi tetap meminta permisi dengan sopan pada hantu ketua. Gong Shil disuruh oleh ketua untuk menghapus foto wanita di kameranya.


Saat Gong Shil mencari kameranya, Joong Won melihat kamar itu penuh dengan barang-barang wanita dan malah dia duluan yang menemukan kamera ketua. Gong Shil serta merta merebut kamera itu dari tangannya.

"Ketua bilang tidak boleh diperlihatkan pada orang lain"

"Lupakan saja. Aku juga tidak mau melihatnya. Cepat hapus dan keluar dari sini"


Gong Shil melihat-lihat gambar di kameranya dan memuji hasil jepretan foto ketua. Tiba-tiba mereka kaget mendengar suara seseorang dari luar. Ternyata Jae Suk juga datang ke rumah peristirahatan itu dan ingin masuk ke ruang pribadi ayahnya untuk membereskan dan membakar barang-barang ayahnya.



Jae Suk mencoba membuka pintunya tapi malah terkunci dan biang keladinya adalah Joong Won yang diam-diam mengunci pintunya dari dalam. Jae Suk mengambil segerombolan kunci dari laci meja dan mulai mencoba kuncinya satu persatu. Di dalam Joong Won dan Gong Shil panik karena kamar itu tak punya jalan keluar yang lain juga tidak ada tempat untuk bersembunyi.

"Aku harus cepat-cepat menghapusnya"

Tapi Joong Won langsung melarangnya "Kalau dia sampai menemukan kita, setidaknya kita harus menjelaskan situasi ini"

"Tapi ketua meminta supaya anaknya jangan sampai tahu"


Joong Won tetap bersikeras kalau mereka harus menunjukkan foto itu pada Jae Suk supaya mereka bisa keluar dari rumah itu. Jae Suk sendiri tetap tidak menyerah mencoba membuka kunci kamar itu, melihat keadaan mereka terdesak, Joong Won mulai memutar otaknya.


Jae Suk mendapat telepon dari seseorang yaitu Joong Won yang diam-diam meneleponnya dari kamar ketua dan mengatakan pada Jae Suk kalau dia ingin mempertimbangkan kembali masalah akses jalan mobil menuju Mall yang tadinya mereka sepakati akan menjadi milik Kingdom.

Dengan berat hati Joong Won bersedia mempertimbangkan kembali situasi Giant Mall "Tolong kembalilah ke Kingdom sekarang"

"Tapi aku sekarang sedang di Cheong Pyeong"

"Tolong datang sekarang juga. Sebelum aku berubah pikiran...cepat datang"

"Baiklah. Aku akan segera kesana" Jae Suk lalu pergi

Setelah memutuskan teleponnya Joong Won membenturkan kepalanya ke tembok dan memarahi Gong Shil karena dia baru saja kehilangan banyak uang. 


Gong Shil memberitahunya kalau ketua merasa bersyukur. Joong Won lalu meminta kamera itu biar dia saja yang menghapusnya. Tapi Gong Shil tidak memperbolehkannya karena ketua tak mau fotonya dilihat orang lain. 

"Kalau begitu cepatlah. Aku juga tak mau melihatnya"

Gong Shil mulai mencari foto wanita kekasih gelap ketua.

"Tapi ketua itu, lebih mementingkan menyembunyikan kekasih gelapnya dan tidak peduli tentang anaknya. Dia adalah seorang pengusaha. Tapi dia kehilangan akal sehatnya sampai dia tidak bisa membuat sebuah keputusan penting. Dan setelah bertemu denganmu, daripada menyembunyikan kekasih gelapnya bukankah seharusnya dia menyuruhmu menyampaikan pesan misalnya dia menyesal atau dia merasa malu pada anaknya?"

Hantu Ketua sedih mendengar perkataan Joong Won.


"Kalau dia ingin mengakhiri hidupnya dengan cara seperti ini seharusnya dia menyelesaikan dulu segalanya dan menyuruh anaknya menyiapkan mentalnya. Dia menyembunyikan semuanya secara menyeluruh dan malah membuat anaknya mendapat kejutan mental seperti terkena bom nuklir"


Gong Shil akhirnya berhasil menemukan foto seorang wanita, Joong Won dan hantu ketua langsung berpaling pada Gong Shil. Namun setelah memperhatikan fotonya, Gong Shil merasa ada yang aneh. 

Gong Shil bolak-balik melihat foto lalu melihat hantu ketua untuk menyakinkan dirinya sendiri. Sementara itu hantu ketua hanya bisa menunduk sedih saat Gong Shil menyadari keanehan foto itu.

"Apakah ini orangnya?" tanya Gong Shil pada hantu ketua yang hanya menjawabnya dengan menunduk malu. (ooh...jangan-jangan...)


Joong Won menyuruhnya menghapus foto itu secepatnya dan pergi tapi Gong Shil memberitahunya kalau ketua ingin memperlihatkan foto itu pada Joong Won. Joong Won menolaknya tapi ketua ingin tahu bagaimana perasaan anaknya kalau dia melihat foto wanita di kamera itu.

"Ketua ingin kau melihatnya dan memikirkannya baik-baik"

Joong Won merasa tidak akan terlalu terkejut kalau dia melihat foto itu, karena dia sudah terbiasa melihat ayahnya yang suka berpacaran dengan berbagai macam wanita dari segala usia dan ras. Gong Shil menyerahkan kamera itu padanya dan setelah mengamatinya, Joong Won malah sangat terkejut.


Jae Suk yang sedang dalam perjalanan kembali ke Kingdom melihat foto besar ayahnya di sebuah dan langsung menghinanya sebagai orang munafik lalu melempar koran itu dengan sebal. Joong Won meneleponnya lagi dan kali ini dia menyuruh Jae Suk kembali ke rumah peristirahatan ayahnya lagi.

"Aku sekarang berada di rumah peristirahatanmu di Cheong Pyeong. Di dalam kamar tempat ayahmu meninggal dunia"


Jae Suk kembali ke rumah peristirahatan itu dan melihat Joong Won bersama Gong Shil dan saat melihat Gong Shil dia kembali menuduh Gong Shil kekasih gelap ayahnya. 

"Sadarkan dirimu, dia ini milikku. Dan wanita yang ayahmu sembunyikan ada disini" Joong Won menaruh foto yang sudah di-print ke atas meja, dia menaruh foto itu terbalik jadi Jae Suk tidak langsung melihatnya. 


Jae Suk menduga kalau Joong Won menggunakan foto itu untuk mengancamnya. Dan Joong Won santai saja menanggapinya.

"Kalau begitu pergilah membawa Giant Mall-mu dari Kingdom-ku"

"Apapun yang ditinggalkan oleh ayahku, itu adalah masalah ayahku sendiri, aku mungkin akan terkejut tapi aku tidak akan goyah dan tidak akan jatuh. Aku bisa membenci ayahku sendiri, tapi aku tidak akan membiarkan orang lain menghinanya"

"Kalau begitu lihatlah foto itu" Joong Won lalu berpaling ke kursi kosong tempat hantu ketua duduk "Ketua, daripada kau yang melindungi putramu akan jauh lebih baik kalau putramu saja yang menlindungimu"


Gong Shil menyerahkan foto itu pada Jae Suk dan membeitahunya kalau foto itu satu-satunya di dunia "Dia adalah wanita yang ayahmu sembunyikan dan ayahmu lindungi sepanjang hidupnya"

Jae Suk membalik foto itu dan melihat foto ayahnya sendiri dalam balutan pakaian dan make-up wanita (OMO...dugaanku benar). 


"Sepanjang hidupnya...dia tidak bisa menunjukkan wanita ini pada siapapun"

Flashback saat ayahnya mencukur kumisnya, berdandan, memakai perhiasan, menyemprot parfum dan memotret dirinya sendiri.

"Ada banyak hal yang harus ayahmu lindungi, jadi dia harus menyembunyikan jiwa sejatinya. Bau parfum yang kau cium dari ayahmu pasti bau jiwa sejatinya, sebelum dia meninggal, dia ingin memotret satu foto dirinya. Dia ingin mengadakan pemakamannya sendirian, tapi tiba-tiba dia terjatuh. Dia ingin menyembunyikannya karena dia mengira kau akan jijik saat melihatnya"


Jae Suk duduk termenung melihat foto ayahnya dalam dandanan wanita, sementara hantu ayahnya duduk di depannya. Jae Suk memutuskan kalau dia akan melindungi apa yang selama ini ayahnya lindungi. 

Jae Suk membakar foto itu dan mengatakan pada ayahnya kalau anaknya sndirilah yang akan mengadakan acara pemakaman bagi wanita malang di foto itu, hantu ketua melihat anaknya dengan penuh rasa terima kasih dan akhirnya arwahnya pun menghilang dengan tenang.


Joong Won diberitahu sekretaris Kim kalau ayahnya besok akan pergi ke luar negeri lagi "Dan dia masih tidak mau kesini untuk menemuiku dulu?"  

"Aku sudah memberitahunya kalau kau menunggu kedatangannya"

"Apa menurutmu alasan dia tidak datang untuk menjelaskan keberadaan kalung itu karena dia benar-benar menyembunyikannya di suatu tempat?"

Menurut sekretaris Kim mungkin alasannya bisa salah satu diantara melindungi kalungnya atau melindungi anaknya. 


Sekretaris Kim memberitahunya kalau Kang Woo sudah memberitahu ayahnya tentang Tae Gong Shil dan ayahnya khawatir kalau Joong Won akan terperdaya oleh cerita hantu konyol.

"Kalau kau tidak memberitahunya sendiri dia mungkin akan memanggil Tae Yang melalui Kang Woo"


Tiba-tiba mereka melihat di lantai bawah Jae Suk datang dengan membawa buket bunga besar dan sekali lagi sekretaris Kim memanfaatkan kesempatan itu untu memanas-manasi Joong Won.

"Kalau dilihat dari bunga yang sedang dibawanya, kurasa dia datang bukan untuk menemuimu. Saat seseorang mulai merasakan kehangatan hati Tae Yang, orang itu cenderung ingin terus mencarinya. Buket bunga yang dibawanya itu sangat besar" (hahahaha)


Joong Won langsung kesal mendengar kata-kata panas itu "dia benar-benar tak punya kerjaan yang lebih baik. Dia kan bisa mengirimnya saja"

"Memberikan bunga secara langsung akan membuatnya sangat bahagia dan juga dengan begitu kau akan yakin kalau bunganya sampai ke orang yang dituju setelah kau melihatnya sendiri" 

Joong Won melihat sekretaris Kim dengan sebal. (Heeeee)


Setelah itu Joong Won menemui hantu tong sampah dan meminta hantu tong sampah (Joong Won tidak bisa melihat hantunya) untuk memberitahunya apakah dia sudah menyampaikan kalung itu pada Gong Shil atau tidak. Hantu tong sampah tidak menjawabnya, maka Joong Won duduk disebelahnya dengan sopan.


"Kalau dia mengambilnya tolong putar tutup sampahnya" pinta Joong Won pada si hantu dan karena Joong Won meminta dengan sopan maka kali ini si hantu menjawabnya dengan memukul tutup sampahnya dan membuat tutup sampahnya berputar. Joong Won senang karena Gong Shil sudah mengambil kalungnya lalu dia bertanya lagi.

"Apa dia menyukainya" si hantu tidak menjawabnya maka Joong Won menduga kalau Gong Shil tidak menyukainya, tapi tiba-tiba si hantu memutar tutup sampahnya lagi.

"Dia menyukainya sebesar itu? Kalau aku memberikannya secara langsung, aku pasti bisa melihat sebesar apa dia menyukainya. Tapi aku malah memberitahu diriku sendiri kalau aku takkan melakukannya. Tidak akan" Joong Won duduk termenung sendirian.


Sebelum Jae Suk memberikan bunganya secara langsung ke Gong Shil, sekretaris Kim menghadangnya dan memberitahunya kalau Gong Shil adalah orang yang sangat spesial bagi Joong Won.

"Apa Tae Yang harus tinggal di Kingdom?"

"Iya, dia adalah mataharinya tuan Joo. Akan kusampaikan ucapan terima kasihmu padanya"

"Sayang sekali" Jae Suk menyerahkan buket bunganya pada sekretaris Kim, tapi sebelum dia pergi, Jae Suk menyuruh sekretaris Kim menyampaikan sebuah pesan pada Joong Won.

"Aku juga punya teleskop" (Pffft...selama ini mereka saling meneropong)


Gong Shil lagi-lagi minum kopi bersama para hantu. Mereka memberitahu Gong Shil berbagai macam info mulai dari kesalahpahaman antar 2 orang sampai info barang hilang, dan gara-gara ada salah satu hantu yang menakutinya, Gong Shil malah mengancam mereka kalau dia tidak akan membantu mereka malah dia akan memanggil Joong Won.

"Kalian semua tahu apa yang terjadi kalau aku menyentuhnya kan?" Gong Shil mengancam para hantu itu sambil menggenggam erat kalung mataharinya.


Wanita yang ada hubungan dengan Hee Joo datang ke Kingdom dan bertemu dengan bibi Joo, bibi Joo memberitahunya kalau keponakannya adalah presdir Kingdom dan suaminya adalah wakil direktur. Tiba-tiba bibi Joo sangat tertarik dengan status kawinnya wanita itu.

Wanita itu memberitahu bibi Joo kalau dia belum menikah karena selama ini selalu bekerja. Bibi Joo lalu mengundangnya makan malam dirumahnya, bibi Joo juga memberitahunya kalau dia tinggal sekompleks dengan keponakannya. Wanita itu berterima kasih lalu pamit pergi. Bibi Joo suka pada wanita itu tapi dia malah lupa menanyakan namanya.


Wanita itu berhenti dan melihat Joong Won berjalan dan dia bicara sendiri "Lama tak bertemu, Joo Joong Won" 


Ayahnya Joong Won memasukkan foto Hee Joo di Eropa dan kartu posnya ke dalam sebuah amplop saat Joong Won datang menemuinya. 

"Kukira kau tidak akan datang"

"Aku datang karena aku takkan mempedulikan jawaban ayah"

"Kalau kau ingin jawabanku maka kau harus bicara dulu"


"Baiklah, Hee Joo adalah penculiknya. Aku benar-benar telah dibodohi olehnya dan memberitahunya tentang kalung ibu"

"Aku benar-benar mengorbankan kalung itu demi nyamamu. Aku juga yakin kalau Hee Joo datang mengambil kalung itu. Aku mengorbankan kalung itu seperti orang bodoh karena aku harus menyelamatkan nyawamu dulu"

"Kalau begitu kita berdua sudah sangat dibodohi oleh Cha Hee Joo" 

"Sebentar lagi kasus ini akan segera ditutup dan saat itu terjadi maka insiden ini akan keluar dari hidupku sepenuhnya"


Sebelum Joong Won beranjak pergi ayahnya bertanya apakah dia masih belum bisa membaca gara-gara insiden itu, dan kalau dia masih seperti itu bagaimana dia akan mengakhirinya semua masalahnya.

"Aku tidak akan membaca. Tapi, ada satu yang sangat ingin kubaca"


"Alasanku datang kemari adalah untuk menunjukkan sesuatu padamu" ayahnya Joong Won menunjukkan amplop yang dibawanya 

"Kalau kau melihat ini kau mungkin akan sangat terkejut. Tapi mampukah kau melihatnya dan mengatasinya?"

"Apa ada hubungannya dengan Hee Joo?"


"Benar, kalau kau tak mau melihatnya maka aku akan menyerahkannya ke Kang Woo dan menyuruhnya untuk menjaganya. Putuskan sendiri apakah kau mau melihatnya atau tidak. Dan kalau kau memutuskan untuk melihatnya mintalah penjelasan pada Kang Woo"

Dan sebelum mereka berpisah bapak-anak itu malah saling mencurigai lagi (DUH!). Tapi karena Joong Won sudah mengambil amplopnya ayahnya Joong Won merasa senang.


Joong Won kembali ke kantornya dan bimbang antara membuka amplop itu atau tidak, namun pada akhirnya dia memutuskan untuk tidak membuka amplopnya dan menyimpannya di kotak penyimpanan. Sekretaris Kim datang membawakannya buku cerita serigala dan kambing. Mata Joong Won membelalak karena ternyata buku itu terdiri dari 6 seri dan banyak kata-katanya juga.


"Apa kau mau aku bantu membacakannya?"

Joong Won menolak tawaran sekretaris Kim karena dia ingin mencoba membacanya sendiri. Dia menghela napas dan memakai kacamata bacanya dan berjuang keras untuk membaca satu baris kalimat "Di suatu...malam...yang...penuh hujan...badai"

"Wah, kebetulan sekali kau dan Tae Yang pertama kali bertemu juga pada malam yang penuh hujan badai"


Kang Woo datang menemui Gong Shil untuk bertanya apakah dia juga sudah tahu kalau Cha Hee Joo adalah pelakunya. Kang Woo memberitahu Gong Shil kalau hari ini presdir Joo baru saja menemui ayahnya dan memberitahu segalanya.

"Benarkah?"

"Apa kau tidak bisa mencari tahu penjahat yang satunya bahkan setelah bertemu dengan hantu Cha Hee Joo" 

"Aku memang bertemu dengannya, tapi aku tidak menemukan hal yang penting"


"Presdir Joo tidak akan melepaskanmu sampai dia menemukan Cha Hee Joo kan?"

"Mungkin"

"Kurasa semua ini akan berakhir setelah kita menemukan penjahatnya"

"Aku ingin membantu menyelesaikan masalah ini. Tapi setelah itu apa kau akan berhenti bekerja di Kingdom?"

Kang Woo mengatakan kalau dia harus tetap tinggal untuk melihat sendiri akhirnya agar dia bisa memulai hidup baru (Mungkin maksudnya Kang Woo ingin melihat sendiri Gong Shil dan Joong Won berpisah, dengan begitu dia bisa yakin kalau dia akan punya kesempatan untuk mendekati Gong Shil setelah perpisahan mereka).


Dia juga akan mengatakan akan pindah setelah semuanya selesai tapi Gong Shil seperti tak mau Kang Woo pindah. Maka Kang Woo menggoda Gong Shil untuk menyuruhnya tetap tinggal terutama karena Gong Shil manager apartemen tempat tinggal mereka, kalau Kang Woo pindah mereka akan kehilangan satu pelanggan.

Gong Shil akhirnya memohon padanya agar dia tidak pindah. Kang Woo menggodanya lagi karena dia sudah memilih apartemen tapi karena manager memohon maka dia tak bisa menolaknya dan memutuskan untuk tidak pindah.


Sekembalinya dia ke ruang pengawasan, Han Joo memperlihatkan namanya yang menjadi daftar pencarian nomor 1 di internet sebagai pacar Yi Ryung. Sementara itu Yi Ryung sendiri sedang melakukan interview dan menjelaskan pada reporter kalau Kang Woo yang difoto bersamanya di subway bukan pacarnya tapi presdir Kingdom Joo Joong Won. (Aduh Yi Ryung!) 


Paman Do dan bibi Joo yang sedang makan malam juga mendapat kabar kalau gosip tentang Yi Ryung yang berpacaran dengan Joong Won akan tersebar melalui media besok. Dan ternyata mereka makan malam bersama wanita yang ada hubungan dengan Hee Joo. Dia menanyakan apakah keponakan bibi Joo sudah punya pacar.

Bibi Joo menyakinkannya kalau gosip itu tidak benar, tapi kemudian dia berubah pikiran. Dia ingin menanyakan kebenarannya dulu pada Joong Won. Bibi Joo meminta maaf karena makan malam pertama mereka terganggu oleh masalah keluarga. Wanita itu tidak mempermasalahkannya dengan sopan dan menurutnya semua ini cukup menarik. Namun raut mukanya diam-diam terlihat kesal.


Saat Gong Shil mau pulang kantor. Joong Won menghadangnya untuk menanyakan kemana dia ingin pergi berkencan saat mereka tak jadi melakukannya gara-gara kematian ketua Giant Group. Joong Won sekarang ingin mengajaknya ke tempat yang ingin didatanginya.

Joong Won lalu menyuruhnya menunggu sebentar dan setelah Joong Won pergi, Gong Shil mengeluh karena dia cukup bingung dengan kata-kata Joong Won, dia menyuruh Gong Shil untuk tidak jatuh cinta tapi kemudian dia merayu Gong Shil jadi sekarang dia menyuruh Gong Shil menunggu atau tidak.


Mereka kembali ke ruang kantor masing-masing dan bibi Joo ternyata sudah menunggu kedatangan Joong Won. Joong Won menyuruh bibi Joo untuk mengatakan apapun yang ingin dikatakannya 10 menit karena dia sedang tidak ada waktu. 

Joong Won mengira kalau bibi Joo akan membicarakan masalah batalnya pernikahannya. Tapi bibi Joo mengejutkannya dengan berita gosip dia berpacaran dengan Tae Yi Ryung. 


Sementara itu Gong Shil kembali ke kantornya untuk berdandan dan walaupun awalnya bimbang untuk memakai kalung mataharinya atau tidak namun pada akhirnya Gong Shil memutuskan untuk memakainya dan menunjukkannya pada Joong Won.


Joong Won mengatakan pada bibi Joo kalau dia tidak mau peduli dengan gosip itu dan karena Yi Ryung adalah model Kingdom maka dia akan menghentikan gosip ini demi menjaga image Yi Ryung. Bibi Joo bertanya apakah dia berniat menghentikan gosip ini demi menjaga image Yi Ryung dan bukan karena Gong Shil.

"Kau orang yang tidak peduli tentang pemutusan pertunangan. Jadi aku berharap kau juga tidak mempedulikan namamu yang disebut di beberapa artikel yang tidak akan kau baca. Tapi kudengar Tae Yi Ryung adalah teman sekelas Tae Gong Shil. Bukankah kau ingin menghentikan gosip ini karena ada yang kau pedulikan?"


"Tae Gong Shil tidak akan peduli dengan hal-hal seperti itu. Seperti yang aku bilang sebelumnya. Dia tidak akan meninggalkanku hanya karena masalah seperti ini."

"Hal itu malah jauh lebih aneh lagi. Bagaimana bisa seseorang tidak memperdulikan hal-hal seperti ini? Bahkan saat sedang membicarakan masalah pernikahanmu yang dia pedulikan cuma gucinya dan membicarakan hal lain"


Dari balik tempat mereka bicara terlihat kaki Gong Shil yang berhenti saat mendengar pembicaraan mereka namun baik Joong Won maupun bibi Joo tidak melihat kehadiran Gong Shil. Maka mereka tetap melanjutkan percakapan mereka.

"Benar. Anggap saja dia hidup di dunia lain dan tinggalkan dia sendiri. Bibi tidak akan bisa menakutinya dengan cara bibi yang biasanya. Dia tidak akan terpengaruh"

Saat Joong Won beranjak pergi dia berhenti saat dia melihat Gong Shil ternyata mendengar semua pembicaraan mereka. Bibi Joo masih belum melihat Gong Shil maka dia bertanya lagi pada Joong Won.

"Apa dia bahkan punya harga diri? Apa dia mencintaimu sebesar itu?"

Joong Won melihat Gong Shil memakai kalungnya dan Gong Shil cepat-cepat menutupinya dengan tangannya. Lalu Joong Won menjawab pertanyaan bibi sambil melihat Gong Shil.


"Wanita itu tidak punya harga diri. Dia punya alasan kenapa dia tidak bisa meninggalkanku jadi dia tidak punya harga diri untuk dipertahankan. Bahkan sekalipun aku bilang aku mencintainya, dia juga tak berdaya untuk menggenggam cinta itu. Jadi dia aman" 

Lalu pada kalimat yang terakhir dia menanyakannya pada Gong Shil "Benarkan?"

Sekarang bibi Joo melihat Gong Shil dan Gong Shil dengan sedih mengiyakan pertanyaan Joong Won. Namun Joong Won terlihat sedih sendiri karena sepertinya Gong Shil salah paham dengan maksud perkataannya yang sebenarnya sama sekali tak ada maksud untuk menghina Gong Shil.


Bibi Joo mengerti kenapa Joong Won hanya memberinya waktu 10 menit, pasti untuk mengajaknya keluar. Joong Won mengajak Gong Shil pergi namun sebelum mereka sempat pergi bibi Joo menyela duluan.

"Tae Gong Shil, rupanya kau sudah mendengar semuanya. Apa kau masih ingin memegang Joong Won dan pergi dengannya"

Gong Shil menunduk sedih dan mengiyakannya "Tidak masalah bagiku. Karena aku tak berdaya. Ayo pergi" 


Gong Shil lalu pergi sambil menahan tangisnya dan Joong Won juga memandanganya dengan sedih.

"Joong Won, kurasa wajahmu terlihat tidak aman"

Joong Won tidak mempedulikan bibinya lagi dan pergi untuk menyusul Gong Shil. 


Di luar dia menggenggam tangan Gong Shil dan Gong Shil dengan mata berkaca-kaca berbalik padanya dengan tetap mennyembunyikan kalung itu dengan tangannya, dia memberitahu Joong Won kalau dia memutuskan tempat yang akan dia tuju adalah rumahnya sendiri.

"Aku mau pulang. Aku lelah" Joong Won mencoba menghentikannya tapi Gong Shil tetap pergi dan Joong Won pun akhirnya melepaskan genggaman tangannya. Gong Shil pulang sendirian dan menangis sepanjang jalan. 


Joong Won juga pulang ke rumahnya dan melihat tumpukan buku seri serigala dan kambing. Dia berpaling ke kaca dan melihat bayangannya sendiri disana lalu memutuskan untuk pergi. Gong Shil melepas kalung itu lagi menyesal karena tadi dia memperlihatkan kalung itu pada Joong Won. 


Joong Won tiba di depan kamar Gong Shil lalu menggedor pintunya dan memaksa Gong Shil karena dia tahu dia ada di dalam. Gong Shil keluar dan memandangnya dengan penuh kebencian.

"Kau bilang kau mampu menanganinya, jadi kenapa kau menangis? Tangisanmu itu menggangguku"


Gong Shil berbalik dan memandangnya dengan dingin lalu bicara padanya memakai banmal "Kau siapa? Ah, kau Joo Joong Won yang kejam dan kasar itu yah?"

"Joo Joong Won? Kau kenapa?"

"Kenapa kau kesini? Apa dia ini (Gong Shil) gampangan bagimu? Kenapa kau membuat semuanya jadi sesuai keinginanmu sendiri. Baji***n"


Joong Won memperhatikan tingkah Gong Shil yang aneh dan menduga kalau dia kerasukan hantu "Apa kau bukan Tae Gong Shil?"

"Bukan, baji***n. Ku dengar kau mempermainkannya. Dia bilang begitu. Kalau dia merasa kotor dan murahan bermain denganmu"

Saat Gong Shil mengatakan itu pandangan mata khawatir Joong Won berubah, dia tahu kalau Gong Shil sedang berbohong. Sementara Gong Shil tetap melanjutkan sandiwaranya.

"Jadi biarkan saja dia meminjamkan tubuhnya dan jangan dekat-dekat dengannya lagi dan pergilah" 


Dan saat Gong Shil mau pergi, Joong Won langsung menggenggam tangannya dan mendorongnya kembali kehadapannya. Dan setelah dia menggenggam tangan Gong Shil, Gong Shil tetap saja marah-marah dan membuat Joong Won semakin yakin kalau dia cuma berbohong. 

"Kenapa kau masih belum pergi? Padahal aku sudah memegangnya?"


Gong Shil cepat-cepat menutupi kebohongannya dengan kebohongan lainnya dan mengatakan kalau dia tadi pergi dan langsung kembali masuk ke tubuh Gong Shil lagi.

"Hal seperti itu bisa terjadi. Tahu apa kau tentang hantu?"

"Aku tidak tahu banyak tentang hantu. Tapi aku sudah sering mengusir mereka"


"Karena kau sering mengusir mereka, dia jadi tidak bisa berbuat apa-apa. Dan dia sangat terluka. Dia bilang, dia sangat terluka, baji***n"

Mendengar Gong Shil merasa terluka, Joong Won bersikap lebih lembut dan tetap tidak mengatakan pada Gong Shil kalau dia tahu Gong Shil sedang berbohong dan terus saja mengikuti sandiwara Gong Shil.

"Aku mengerti, jadi biarkan aku bicara dengan Tae Gong Shil sekarang"

"Dia bilang tak ada yang ingin dia bicarakan denganmu, pergilah"


Sebelum Gong Shil pergi, Joong Won cepat-cepat memanggilnya lagi "Kau tidak tahu bagaimana caranya hantu nutcraker pergi kan?"

"Kenapa? Apa kau memukulnya?"

"Perhatikan baik-baik dan kembalilah"

Joong Won lalu menarik Gong Shil ke pelukannya dan mereka KISS.


Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon