Powered by Blogger.


Bibi Joo mengumumkan kedatangan Joong Won dan wanita tunangannya (Seo Hye Rim). Joong Won berjalan melewati Gong Shil tanpa menoleh sama sekali. Mereka berhenti didepan bibi Joo dan paman Do yang menyapa wanita bernama Seo Yeon itu dengan senyum ramah. Seo Yeon menoleh memperhatikan Gong Shil yang langsung menunduk sedih sementara Joong Won tetap membelakanginya.


Bibi Joo mengajak mereka berdua naik ke lantai atas. Seo Yeon berhenti untuk bertanya pada Joong Won tentang Gong Shil.

"Apa nona itu juga karyawan disini? Dia terus melihat kita"

"Berhentilah melihatnya dan cepat pergi. Aku tidak tahan" Tapi baru selangkah Joong Won berhenti lagi dan menyuruh Seo Yeon naik duluan. Dia berbalik pada Gong Shil untuk menanyakan bagaimana keadaannya selama seminggu ini, Gong Shil sepertinya terlihat baik-baik saja. Tapi bagi Joong Won selama seminggu ini dia merasa seperti di neraka.



Gong Shil tidak menjawab pertanyaannya dan hanya bertanya balik dengan sedih "Apa kau benar-benar akan menikah?"

Joong Won teringat saat hantu istri si pianis bertanya apa dia tidak penasaran dengan perasaan Gong Shil pada Joong Won. Dan sekarang Joong Won menggumam.

"Apanya yang rahasia? Aku bisa melihatnya dengan jelas"

"Apa yang bisa kau lihat?"

"Sesuatu yang sama menakutkannya dengan hantu yang bisa kau lihat"


Gong Shil menduga kalau Joong Won menikah untuk menghindarinya, supaya Joong Won tidak perlu bertemu dengannya lagi. Dan Joong Won semakin membuat Gong Shil sedih saat dia dengan dinginnya mengatakan kalau Gong Shil tidak cukup penting baginya sampai bisa mempengaruhi pernikahannya. Lalu Joong Won melarang Gong Shil untuk bertanya-tanya lagi dan dan dia pun tidak merasa perlu untuk menjawabnya.


Seo Yeon menunggunya di depan lift dan memberitahunya kalau bibi dan pamannya sudah naik duluan. Saat dia ingin menyentuh lengan Joong Won. Spontan Joong Won mengisyaratkan 'stop' padanya dan memberitahunya sekali lagi kalau dia benar-benar benci ada orang yang menyentuh tubuhnya.

"Bahkan sekalipun kau tersandung dan terjatuh, berusahalah untuk tidak menyentuhku"  

Han Joo dan Kang Woo melihat mereka dari belakang.

"Joo Gun itu orang yang sangat dingin dan kasar, bahkan pada tunangannya" kata Han Joo "Kalau dia tidak membiarkan tunangannya menyentuhnya, lalu kenapa dia mau menikah?" 


Gong Shil duduk di tangga dan melihat kalung matahari pemberian Joong Won dengan sedih.

"Seharusnya dia memberitahuku dulu. Teganya dia bahkan tidak menjawab teleponku"

Kang Woo melihatnya dengan khawatir lalu menghampirinya. Kang Woo menyapanya dan Gong Shil cepat-cepat menyembunyikan kalungnya. Di bertanya apa sebelumnya dia tidak tahu kalau presdir Joo akan menikah dan Gong Shil mengiyakannya.

"Aku agak terkejut...karena beritanya begitu tiba-tiba"


Dia lalu bertanya tentang malam konser Ru Yi Jang. 

"Bukankah waktu itu presdir Joo datang dan bukannya pergi ke perjalanan bisnisnya? Waktu kalian bertemu malam itu, apa terjadi sesuatu?"

Tapi Gong Shil memang tak tahu kalau malam itu dia datang, tapi kemudian dia ingat kalau malam itu smar-samar dia melihat punggung Joong Won yang berjalan pergi.

"Kalau begitu, apa orang yang kulihat malam itu...presdir?"

"Kurasa aku benar. Malam itu dia memang datang kesini untuk menemuimu"


Gong Shil memberitahunya kalau malam itu dia hampir kehilangan akal sehatnya, malam itu dia bukan dirinya sendiri. Gong Shil yakin kalau yang ditemui Joong Won malam itu bukan dia tapi hantu istri si pianis yang saat itu sedang merasuki tubuhnya.

"Apa yang mereka bicarakan malam itu?" Gong Shil ingat perkataan Joong Won "Rahasia apa? Aku bisa melihat semuanya dengan jelas"

"Dia pasti sudah mengatakan padanya tentang rahasiaku" kata Gong Shil pada kang Woo yang tidak mengerti rahasia apa yang dia maksud.

Gong Shil jadi panik "Kurasa dia sudah memberitahu presdir kalau aku menyukai presdir. Bagaimana ini?"


Di kantornya, sekretaris Kim bertanya pada Joong Won.

"Walaupun kau membutuhkannya (Seo Yeon) untuk bisnismu, apa tidak apa-apa menggunakan 'pernikahan' untuk mendapatkan apapun yang kau inginkan?" 

"Tidak apa-apa. Aku sudah menggunakan otakku untuk menghitung semua resiko dan dan aku sudah mendapatkan jawaban yang bagus"

"Tae Yang sepertinya sangat terkejut dan agak terluka oleh berita ini. Apa yang akan kau lakukan?"


Joong Won memberitahunya kenapa dia tak bisa menemukan jawaban jika dia memikirkan Gong Shil adalah karena Gong Shil tidak berada di dalam kepalanya tapi di tempat lain. (Ehm...apakah di hati?)

Saat Joong Won menyadari kenyataan itu dia sangat terkejut, tapi kemudian dia mampu menerimanya. Sekretaris Kim tetap bersikeras agar Joong Won mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada Gong Shil.

"Katakan juga padanya kalau kau sebenarnya tidak akan menikah" 

"Aku tidak mau"


Dia memberitahu sekretaris Kim alasannya tak bisa membaca adalah bukan masalah otak (Joong Won menunjuk kepalanya) tapi masalah hati (Joong Won menunjuk dadanya). Dia ingin hidup dengan menggunakan otaknya yang masih baik-baik saja. Tapi menurut sekretaris Kim, Gong Shil pasti bisa membantu permasalahan Joong Won dan menyelesaikannya karena Gong Shil adalah orang yang bisa melihat roh dan hantu. 

Kalau begitu Joong Won memutuskan kalau dia akan mendatangi dan memberitahu Gong Shil nanti saja saat dia meninggal dan menjadi hantu.


Gong Shil di ruang kantornya dan curhat pada Kang Woo kalau Joong Won pasti sedang berusaha untuk menyingkirkannya. 

"Tapi aku tak bisa hidup tanpanya"

Kang Woo bertanya apakah hanya Joong Won satu-satunya tempat berlindungnya. Gong Shil mengiyakannya, Joong Won adalah tempat berlindung satu-satunya di dunia. Dan dia baru saja dia diizinkan untuk tinggal disisinya setelah memohon-mohon seperti orang gila.


Kang Woo memberitahunya kalau tindakan Joong Won yang memberitahunya kalau dia akan menikah adalah untuk memberitahu Gong Shil untuk tidak tinggal disisinya sebagai wanita.

"Sekarang dia akan menikah. Kalau dia tahu aku menyukainya, dia akan memintaku untuk pergi kan?"

"Kau bilang kau menyukainya. Dicampakkan seperti ini, apa kau tidak merasa sakit?"

Gong Shil menghela napas karena Kang Woo mengira dia adalah Candy dan presdir adalah pangeran tampan berkuda putih. Tapi sebenarnya Gong Shil hanyalah sebuah radar hantu dan presdir adalah tempat berlindung dimana dia bisa bersembunyi di tempat itu. Gong Shil tidak bisa jadi Candy dan presdir juga tidak mau jadi pangeran tampan. Dan selama Ging Shil masih bisa berfungsi sebagai radar, dia akan tetap bisa tinggal disisinya.

"Kurasa aku harus menemuinya sekarang" kata Gong Shil sambil beranjak pergi dan meninggalkan Kang Woo


Gong Shil masuk ke kantor Joong Won yang saat itu sedang mendengarkan pekerjaan audionya. Saat melihat Gong Shil masuk, Joong Won melepaskan earphone-nya dan bersedekap dengan penuh percaya diri di kursinya.

"Presdir, selamat atas pertunanganmu" Gong Shil tersenyum padanya

Sebuah reaksi yang sangat tidak disangka-sangka oleh Joong Won.


"Tadi aku sangat terkejut sampai tidak bisa memberitahumu sesuatu yang penting. Selamat atas pertunanganmu dan kuharap kau akan berbahagia"

"Kau jadi menakutkan, kenapa kau mengatakan hal itu?"

"Karena presdir akan menjadi sweet home seseorang. Kau mungkin merasa tak nyaman menjadi tempat berlindung seseorang. Tapi...alih-alih menyingkirkan tempat berlindung itu, bagaimana kalau kau menurunkannya ke bawah tanah saja, sekitar 2 tingkat dari lantai bawah. Kalau kau mau melakukannya maka aku akan menggunakannya dengan hati-hati sesekali tanpa membuatmu merasa tidak nyaman. Maukah kau melakukannya?" Gong Shil menunjuk Joong Won dengan jarinya.

Dan Joong Won sambil melihat jari Gong Shil menunjuk padanya mengatakan padanya kalau dia tidak suka yang manis-manis.


"Kalau begitu cepatlah buat seorang putra" (hahahahaha) Joong Won langsung melotot mendengarnya

"Buatlah seorang putra yang punya kekuatan yang sama denganmu dan biarkan aku yang mengasuhnya" pinta Gong Shil

"Kau datang secara tiba-tiba dan sekarang kau memintaku untuk membuat seorang putra..."


Joong Won bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri Gong Shil. Dia bertanya apakah Gong Shil bersikap seperti ini gara-gara rahasia yang ia katakan pada hantu nutcracker (hantu istrinya si pianis). 

"apakah hantu istri itu mengatakan rahasiaku?"

Joong Won memberitahunya kalau dia tidak mendengar rahasianya. Kalau itu rahasia maka artinya Gong Shil ingin menyembunyikannya dan dia tidak bertanya apa-apa lagi pada si hantu.

"Aku menolaknya dengan sopan kalau aku tak mau mendengarnya. Kau merasa berterima kasih kan?"


"Itukah yang kau lakukan? Rahasia itu tidak terlalu penting kok"

"Aku tidak mendengarnya, tapi melihat sikapmu, sepertinya isi rahasia itu terlihat jelas sekali. Kau begitu canggung sampai aku mulai curiga apakah kau bahkan punya keinginan untuk tetap merahasiakanya"

Apalagi melihat sikap Gong Shil yang tiba-tiba datang ke kantornya untuk mengucap selamat dan semoga berbahagia. Sikapnya barusan sama persis dengan yang dikatakan oleh wanita terkenal itu (Candy), dia (Candy) pernah mengatakan kalau dia tidak akan menangis walau ia kesepian dan sedih. Dan Gong Shil barusan sedang mengikuti jejaknya. Dia benar-benar sama seperti dia (Candy).


"Lupakan itu, biar ku permudah saja. Kau berusaha untuk memberiku selamat, mengatakan padaku kau akan pindah ke ruang bawah tanah di sweet home ku. Dan kau juga mengatakan kalau kau akan menjadi pengasuh dari tempat perlindungan kecilku (putraku), maka supaya kau tidak merasa malu maka aku akan bersikap seolah aku tak melihat atau mendengar apapun. Kau senang?" Joong Won tersenyum sombong

Gong Shil awalnya menunduk malu tapi kemudian dia menegakkan kepalanya dengan percaya diri dan mengatakan pada Joong Won kalau dia sudah salah paham, orang dia sukai bukan Joong Won tapi orang lain dan senyum sombong Joong Won langsung hilang.


"Kau juga tahu orang itu." Gong Shil memaksakan sebuah senyum "Aku suka...yang manis-manis. Juga selama ini aku tinggal disisimu walaupun kau suka mengatakan hal-hal buruk, itu semua karena kau adalah tempat pelindunganku. Sebagai seorang wanita, aku benci pria sepertimu! Pria yang kejam dan kasar"

Joong Won merasa harga dirinya terluka maka dia juga balas berteriak kalau Gong Shil juga bukan tipenya.


"Kalau begitu, aku akan pergi sebelum kau mengatakan padaku untuk pergi. Kata itu sangat membuatku terluka" Gong Shil berbalik pergi namun Joong Won memanggilnya lagi hanya untuk membuat dirinya sendiri puas dengan mengusir Gong Shil pakai kata 'pergi'.

Kali ini Gong Shil benar-benar sakit hati dan benar-benar pergi, setelah Gong Shil keluar dari kantornya, Joong Won menggerutu kesal kenapa dia harus menggunakan si permen manis Kang sebagai tameng.


Diluar, Gong Shil menggeleng sedih pada sekretaris Kim. gong Shil kembali ruang kantornya dan melihat Jin Ju sedang menunggunya karena bibi Joo ingin bertemu dengan Gong Shil.


Bibi Joo memanggil Gong Shil sebenarnya untuk memamerkan padanya sebuah guci yang diberikan oleh keluarga tunangan Joong Won sebagai hadiah pernikahan, namun bibi Joo memakai alasan kalau Gong Shil pasti mengerti seni karena Ru Yi Jang pernah mengatakan kalau Gong Shil adalah inspirasinya.

Gong Shil mengambil guci itu dan melihat kedalamnya saat bibi Joo mengatakan padanya kalau guci itu sangat mahal, berkelas dll namun Gong Shil hanya melihat sebuah wajah menakutkan mengapung dari dalam guci itu sampai membuatnya ketakutan dan menjatuhkan guci itu tanpa sengaja.


Untunglah guci mahal itu tidak pecah. Gong Shil meminta maaf karena dia cuma terkejut dan bibi Joo mengira Gong Shil terkejut karena guci itu adalah barang mahal. Dan percakapan antar bibi Joo dan Gong Shil pun berlanjut ke dua arah yang berbeda. 

"Kurasa benda ini terlalu berat untuk kau tangani, benarkan?" tanya bibi Joo

"Iya" kata Gong Shil


"Kau pasti takut memikirkan bagaimana kalau guci itu sampai pecah, benarkan? kau pasti berpikir seharusnya aku tidak menyentuh benda ini" 

"Iya, benda semacam ini, jangan disentuh, mereka jahat"

Bibi Joo merasa tersinggung. Paman Do memberitahu Gong Shil kalau guci itu barang mahal, jadi dia tidak boleh asal mengatakan 'barang semacam ini'.


"Itu semua karena orang mengatakan barang ini sangat berharga, tapi sesungguhnya barang itu cuma wadah air biasa. Tolong jangan mengatakan kalau barang itu terlalu berharga untuk dipegang orang lain. Benda ini akan menjadi kasar dan sombong"

Dan kali ini bibi Joo benar-benar marah karena dia mengira Gong Shil sedang menghina dirinya. 

"Aku cuma membicarakan tentang guci ini" Gong Shil mencoba menjelaskan

Paman Do pergi menghindar karena dia tahu sebentar lagi istrinya akan segera mengamuk. Bibi Joo memperingatkan Gong Shil untuk tidak mendekati Joong Won dan menghancurkan pernikahannya.

"Aku mencoba mengatakan hal ini dengan cara baik-baik, tapi apa? kasar dan sombong"


Gong Shil menjelaskan kalau yang dia maksud sebenarnya adalah guci itu. Guci itu aslinya cuma sebuah wadah air biasa, tapi orang-orang melihatnya sebagai sebuah benda berharga dan kalau orang-orang terlalu memberi hati pada guci itu maka makhluk yang menakutkan bisa keluar dari dalamnya.

"Sekali kau tersihir dengan cara yang salah, maka satu-satunya cara mengembalikan ke keadaan yang semula adalah dengan memecahkannya"

Bibi Joo tetap mengira kalau Gong Shil ingin menghancurkan rencana pernikahan Joong Won bahkan sampai menenuduh Gong Shil wanita yang berbahaya.

"Kurasa kau tidak paham karena kau tak bisa melihatnya. Aku bahkan pergi memberinya selamat atas pertunangannya. Kalau kau menangani guci ini dengan cara yang salah, dia bisa menjadi sangat berbahaya untukmu, tolong berhati-hatilah" 


Gong Shil beranjak pergi dan sebelum dia keluar dia berbalik kembali untuk melihat guci itu sekali lagi dan memberitahu mereka untuk yang terakhir kali kalau benda itu harus dihancurkan, seseorang bisa tersihir oleh benda itu.

Paman melihat Gong Shil dengan kagum, mungkin karena dia berani melawan bibi Joo. Lalu diam-diam dia berbisik "Bang Shil, semangat" dan bibi Joo langsung melotot mendengarnya.

"Benda menakutkan bisa muncul? tersihir?" bibi Joo tidak mengerti maksud Gong Shil dan mengira 'Bang Shil' sedang membicarakan dirinya sendiri. Di dalam guci muncul sebuah wajah pemuda jaman Joseon.


Gong Shil menceritakan pada Gong Ri kalau dia barusan dipanggil ke kantor wakil direktur dan dia agak ketakutan disana. Gong Ri sedih mengira kalau Gong Shil takut karena barusan diperlakukan layaknya cewek matre yang mengejar pria kaya.

"Tidak, aku melihat hantu. Aku memperingatkan mereka tapi mereka tak bisa memahami perkataanku"

Gong Ri memarahinya yang selalu disalah pahami orang lain yang mengira dia sudah dicampakkan presdir. Gong Shil hanya bisa menghela napas karena orang-orang melihatnya sebagai Candy.

"Saat seperti ini, hanya hantu-hantu yang bisa memahami kisahku"


Joong Won berada di kantor paman Do dan melihat-lihat guci yang tadi. Bibi Joo memberitahunya kalau pernikahannya sudah diumumkan dan bertanya apakah sekarang dia akan menyingkirkan Gong Shil.

"Aku tidak berniat untuk melakukan itu. Aku mau menikah supaya aku bisa tetap menjaganya disisiku dengan aman" 

"Kau akan membiarkannya tetap tinggal disisimu? Apa dia menolak untuk pergi"

"Aku yang tidak mau melepaskannya. Karena aku tidak bisa kalau tidak melihatnya. Untuk sekarang ini, aku menjaga jarak darinya dengan alasan pernikahan supaya aku tetap bisa melihatnya"


"Sampai kapan?"

"Sampai aku tak mau bertemu dengannya lagi"

Dia mengambil guci itu lalu memutar-mutarnya untuk mengamatinya. Paman Do memberitahunya kalau Gong Shil sangat terkejut bahkan hampir memecahkan guci itu saat mereka memberitahunya kalau guci itu sangat mahal. Joong Won menggumam penasaran jangan-jangan ada sesuatu yang menempel di guci itu karena Gong Shil bukan tipe orang yang akan terkejut oleh barang mahal. 


Dan karena Joong Won tak bisa melihat apa-apa dia langsung menjatuhkan guci itu sembarangan. Paman Do dan bibi Joo sangat terkejut tapi untunglah guci itu tidak pecah.

"Karena pamer uang tidak akan berhasil membuatnya ketakutan, maka lain kali, jangan lakukan itu lagi" Joong Won beranjak pergi setelah menepuk guci itu.

Paman Do sekali lagi berbisik "presdir Joo...semangat"


Yi Ryung sedang bersama teman-teman SMA-nya dan mereka sedang membicarakan 'matahari besar' yang kabarnya sedang berkencan dengan presdir Kingdom. Yi Ryung tidak percaya karena presdir Joo akan segera menikah dengan putri dari Sejin group. Tapi teman-teman Yi Ryung memberitahunya kalau salah seorang teman mereka yang bekerja di hotel Kingdom, melihat mereka bersama-sama.


Yi Ryung yakin itu karena presdir Joo cuma ingin bermain-main dengan Gong Shil karena status mereka yang sangat berbeda. Salah satu temannya membela Gong Shil karena Gong Shil pintar, cantik, kemampuan olahraganya juga bagus dan kepribadiannya juga baik. Gong Shil menjadi 'matahari besar' bukan tanpa alasan.

Teman Yi Ryung yang satunya lagi juga berpendapat presdir Kingdom juga orang yang sangat cocok bagi Tae Yang. Yi Ryung langsung tersinggung dan menyuruh mereka melihat Gong Shil yang sekarang supaya mereka sadar. Lalu mengajak mereka untuk mengadakan reuni saja.


Gong Shil melihat kalung mataharinya dan saat Joong Won datang dia langsung menyembunyikannya. Joong Won menanyakan keadaannya dan apa yang ia lihat di dalam guci. "Apa ada makhluk menakutkan yang mengikutimu?"

"Makhluk itu tidak mengikutiku. Tapi benda itu sesuatu yang berbahaya, jadi tolong peringatkan mereka untuk berhati-hati. Mereka sepertinya tidak memahamiku"

"Lalu kenapa kau tidak datang langsung padaku? Kalau kau datang padaku karena kau membutuhkanku, aku sudah bilang aku tidak akan menghindarimu. Setelah memberitahuku untuk memindahkan tempat berlindung ke ruang bawah tanah di sweet home ku, kenapa kau malah tak mau memakainya?"


Gong Shil bertanya apakah dia boleh jujur dan Joong Won mengizinkannya. Gong Shil memberitahunya kalau dia takut orang yang dia sukai akan salah paham.

"Apa kau akan tetap ngotot kalau orang itu adalah si permen manis Kang?"

"Apa kau akan tetap salah paham kalau orang itu kau?"

"Salah paham?"


Gong Shil lalu menceritakan sebuah kisah di sebuah film animasi yang pernah ia tonton. Di sebuah malam yang penuh badai, ada seekor serigala yang bertemu dengan seekor kambing. Supaya serigala itu bisa bertahan hidup, ia harus memakan si kambing. Tapi serigala itu sangat mencintai si kambing sampai dia tidak tega untuk memakannya dan hampir mati kelaparan.

Kalau dia ingin terus hidup, seharusnya serigala itu melihat si kambing sebagai makanan bukan sebagai sesuatu yang ia cintai.

"Serigala itu bodoh yah? Aku tidak akan melakukan hal seperti itu"

"Jadi maksudmu, kau adalah 'serigala' yang menganggap 'kambing' ini (Joong Won menunjuk dirinya sendiri) sebagai sumber makanan?"


Gong Shil mengiyakannya "Karena itulah kau harus berhenti bertanya apakah serigala menyukai si kambing atau tidak"

"Baiklah, anggap saja serigala itu seperti itu. Lalu bagaimana dengan kambingnya?"

Gong Shil memberitahunya kalau di dalam film, si kambing juga menyukai serigala. Si kambing sangat menyukainya sampai dia menyuruh serigala memakan dirinya. Joong Won langsung kaget.

"Kambing itu sudah gila" (hahahahaha) Joong Won menggelengkan kepalanya lalu pergi.


Setelah Joong Won pergi, Gong Shil bicara sendiri "Apa serigala akan tega memakan si kambing? Kalau serigalanya sangat menyukai si kambing"


Di kantornya, Joong Won menutupi wajahnya dengan tangannya menyesali perbuatannya yang tidak mau mendengarkan rahasia Gong Shil dari hantu istri si pianis.


Kang Woo memberitahu sekretaris Kim kalau ayahnya Joong Won akan kembali ke Korea karena putranya akan segera menikah. 

Hanya saja Kang Woo tidak tahu apa yang harus ia laporkan tentang pernikahan ini. Sekretaris Kim bimbang tapi kemudia memutuskan untuk memberitahu Kang Woo yang sebenarnya kalau pernikahan ini cuma pernikahan palsu demi kepentingan bisnis antar kedua belah pihak.


Flashback saat Joong Won di Cina, dia, sekretaris Kim dan Seo Yeon bicara bertiga di suatu ruang khusus. Seo Yeon menawarkan sebuah pinangan bisnis yang akan sangat menguntungkan baginya dan Joong Won. 

Seo Yeon mengatakan padanya kalau dia berada di Cina bukan untuk belajar tapi karena diasingkan oleh ibu tirinya. Saat dia nanti kembali ke Korea dengan membawa alasan pernikahan maka dia akan bisa menghindari kontrol ibu tirinya, segera setelah itu dia akan mengganti rekening bank atas nama ayahnya menjadi atas nama lain dan dia juga akan mengganti nama perusahaannya dengan nama lain.


Joong Won bertanya apakah alasan pernikahan selama seminggu cukup. Seo Yeon menjanjikan sebuah bantuan besar bagi Joong Won supaya dia bisa melebarkan sayap bisnisnya di Cina kalau Joong Won mau membantunya. Dan Joong Won menerima pinangan itu.


Sekarang, sekretaris Kim memberitahu Kang Woo kalau setelah seminggu nanti, pernikahan ini akan menjadi sesuatu yang tidak akan pernah terjadi. Dia juga menyuruh Kang Woo untuk memberitahu ketua (ayahnya Joong Won) untuk tidak terlalu khawatir.

Kang Woo bertanya apakah Gong Shil mengetahuinya. Sekretaris Kim mengatakan kalau Gong Shil belum mengatahuinya dan meminta Kang Woo untuk tidak memberitahunya dulu sebelum Joong Won sendiri yang menjelaskan padanya.


Bibi Joo mengelus guci putih itu dengan penuh kekaguman karena baginya guci putih terlihat seperti sarjana yang bermartabat. Paman Do memperingatkannya untuk berhati-hati karena Gong Shil bilang tidak bagus kalau sampai menyentuh benada itu, tapi bibi Joo sama sekali tak mempercayainya.

Saat paman Do menaikkan kakinya ke meja dan menggaruk-garuknya, bibi Joo merasa jijik melihatnya. Paman Do berusaha membela diri kalau tidak ada yang sedang melihat jadi tidak apa-apa dia berbuat sembarangan seperti itu. Tapi bibi Joo protes kalau dia yang melihatnya dan dia benci dengan orang yang tidak bermartabat lalu menyuruh paman menggaruk kakinya di kamar mandi.


Setelah paman Do pergi ke kamar mandi, bibi Joo bingung sendiri bagaimana bisa dia jatuh cinta pada pria seperti itu padahal paman Do sama sekali bukan tipenya. Dia kembali mengalihkan perhatiannya pada si guci dan mengatakan padanya kalau dia menyukai pria yang terlihat seperti sarjana yang bermartabat dan tanpa bibi Joo ketahui, wajah seorang sarjana Joseon kembali muncul dari dalam guci. 


Malam harinya, bibi Joo tertidur dengan guci itu terletak di meja samping tempat tidurnya. Tiba-tiba dia terbangun oleh suara alunan seruling. Di luar rumahnya dia berjalan ke sebuah gazebo ala Joseon yang di dalamnya ada seorang pria yang memakai hanbok ala Joseon sedang memainkan seruling.

Pemuda pemain seruling itu menghentikan permainan serulingnya saat bibi Joo bertanya siapa dia. Wajah pemuda yang sama dengan yang muncul dari dalam guci berbalik untuk memandang bibi Joo dengan senyum. Bibi Joo bertanya apakah dia yang memanggilnya dan pemuda itu hanya mengulurkan tangan padanya dan bibi semakin mendekat padanya. 


Dan saat dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan si pemuda Joseon, pemuda itu tiba-tiba menghilang dan bibi Joo terbangun dari tidurnya dengan kaget karena tangan paman Do yang tanpa sengaja memeluk leher bibi Joo dalam tidurnya. 

Karena kesal bibi Joo langsung memukul suaminya dan berteriak padanya kapan dia mau memperbaiki kebiasaan tidurnya yang menyebalkan itu.


Paman Do bingung kenapa dia tiba-tiba marah-marah padahal biasanya juga dia tidur seperti itu, bahkan bibi Joo pernah bilang kalau dia imut saat tidur seperti anak kecil.

"Tidak sopan, tidur di kamar lain sana" perintah bibi Joo

Bibi Joo kembali berbaring dan menggumam kalau dia bertemu dengan seorang sarjana (dalam mimpinya). 


Malam itu juga, Gong Shil masih di Kingdom dan mengatakan pada Kang Woo kalau dia akan pergi ke kantor wakil direktur. Kang Woo ingin menemaninya tapi Gong Shil menolaknya karena menurutnya akan lebih baik kalau kang Woo tidak ikut dengannya. Kang Woo mengerti maksud Gong Shil yang pasti ada hubungannya dengan hantu.


Gong Shil memberitahunya kalau dia melihat sesuatu di kantor wakil direktur karena itulah dia ingin pergi kesana untuk mengeceknya dan meminta pada Kang Woo untuk memberinya kunci ruangan itu biar dia bisa pergi sendiri. Tapi Kang Woo menguatkan dirinya untuk menemani Gong Shil karena kalau dia tidak ikut mengeceknya, dia takkan bisa melewati kantor wakil direktur lagi.

Dia pergi mengambil kunci, dan ternyata sekretaris Kim sedari tadi mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu. Dan saat Kang Woo sudah mengambil kucinya, sekretaris Kim langsung pergi sebelum dia ketahuan.


Sekretaris Kim kembali ke kantor Joong Won untuk bertanya padanya apakah dia mau lembur. Dan Joong Won mengiyakannya karena pekerjaannya jadi menumpuk gara-gara perjalanan bisnisnya ke Cina, Joong Won lalu memnyuruh sekretaris Kim pulang duluan. 

Sekretaris Kim menurut dan berbalik untuk pergi tapi tiba-tiba dia berhenti untuk menggoda Joong Won.

"Tae Yang masih disini, tapi haruskah kami pergi bersama? ah tidak...kurasa Kang Woo akan mengantarnya pulang. Ehem" (hahahahaha)


Setelah sekretaris Kim pergi Joong Won tahu apa maksud sekretaris Kim "Dia mengatakannya supaya aku mendengarnya, tapi aku tidak mendengar apapun" lalu kembali melanjutkan pekerjaannya. Tapi kemudian akhirnya dia pergi juga ke kantor Gong Shil, namun sayang kantornya gelap dan kosong. 


Gong Shil dan Kang Woo masuk ke ruang kantor paman Do yang gelap, dari belakangnya Kang Woo membantunya menyinari tempat itu dengan senternya. Gong Shil melihat tangan Kang Woo yang memegang senter gemetaran maka Gong Shil menawarkan tangannya untuk dipegang Kang Woo kalau dia takut.

Tapi dia memilih alternatif lain yaitu merangkul bahu Gong Shil alasannya karena dia tidak mau berpegangan pada Gong Shil seperti anak kecil apalagi dia sudah terbiasa merangkul seperti itu. Gong Shil menerima alasan itu tapi dia meminta Kang Woo untuk sedikit melonggarkan genggamannya. Dan Kang Woo melonggarkan genggamannya pada bahu Gong Shil.


Gong Shil melihat meja tempat tadinya si guci berada sudah kosong dan gucinya sudah tak ada, dia juga tak melihat ada hantu disekitar tempat itu. Mendengar tak ada hantu, Kang Woo langsung duduk dengan lega.

"Tae Gong Shil, apa kau tidak takut?"

"Aku juga takut. Hanya saja aku sudah lebih terbiasa dengan hantu"


Kang Woo menduga pasti selama ini Gong Shil hidup dalam persembunyian karena dia ketakutan. Gong Shil membenarkannya tapi sejak dia bertemu Joong Won, dia merasa jauh lebih baik.

"Hidupku mulai terasa berbeda sejak aku menemukan ruang untuk bernapas"

"Presdir Joo memberimu sesuatu yang takkan pernah bisa kuberikan"

"Tapi sekarang dia akan segera menikah. Kurasa aku takkan bisa tetap tinggal disisinya"


Kang Woo teringat perkataan sekretaris Kim yang mengatakan padanya kalau umur pernikahan palsu itu cuma seminggu setelah itu pernikahan palsu itu akan menjadi sesuatu yang takkan pernah terjadi. Sekarang, Kang Woo bangkit dari kursi dan meminta Gong Shil untuk mengetes dirinya sendiri apakah dia benar-benar membutuhkan presdir Joo atau tidak.

"Walapun dia tidak ada disini, kau tetap datang bekerja dan menahan ketakutanmu dengan baik"

Tapi Gong Shil tetap tak yakin apakah dia akan bisa tidak berpegangan padanya kalau Joong Won berada tepat disebelahnya. 


Kang Woo menyemangatinya untuk tetap mengetes dirinya tanpa Joong Won, seminggu saja tanpa Joong Won dan memikirkan semuanya dengan baik dan kalau dia menyadari dia bisa baik-baik saja tanpa Joong Won.

"Maka jangan kembali padanya" 

Gong Shil hanya bisa terdiam merenungkan kata-kata Kang Woo.


Setelah tak bisa menemukan hantu maka mereka pergi, dan saat menuruni tangga Kang Woo mengajaknya makan malam bersama di kedai ramyun yang berada didekat tempat tinggal mereka. Gong Shil memberitahunya kalau di kedai ramyun itu ada hantunya maka Kang Woo meminta Gong Shil membawanya ke tempat yang tidak ada hantunya dan Gong Shil menyarankan mereka pergi ke kedai kimbab saja karena di tempat itu tidak ada hantunya dan juga tidak ada rasanya alias makanannya tidak enak.


Tapi Kang Woo menyetujuinya, lalu Gong Shil menyuruh Kang Woo untuk memegang lengannya dan Joong Won melihat mereka dari atas tangga lalu melihat Kang Woo memegang lengan Gong Shil dengan patuh.


Yi Ryung pergi mengunjungi Kang Woo di tempat kerjanya tapi sayang cuma ada Han Joo disana. Han Joo memberitahunya kalau Kang Woo sedang patroli. Han Joo mengatakan kalau dia sering sekali melihat Yi Ryung dan Yi Ryung langsung marah apakah Han Joo juga melihatnya seperti gadis anak tetangga gara-gara Han Joo sering melihatnya.

"Tidak, tentu saja kau seorang dewi. Seorang dewi yang turun ke kantor satpam kami" Han Joo tertawa memujinya Yi Ryung melihat boneka Dooly hijau di meja kerja Kang Woo. Han Joo memberitahunya kalau boneka itu milik Kang Woo, Yi Ryung mengambil bonekanya dan senang karena Kang Woo ternyata punya sisi imut. Han Joo memanfaatkan kesempatan itu untuk minta foto bersama.


Kang Woo berjalan sendirian di sebuah koridor yang sepi saat dia tiba-tiba merasakan sesuatu di toilet wanita yang berada di belakangnya. Dia mencoba menguatkan dirinya melawan ketakutannya demi bisa pergi bersama Gong Shil nanti. Dengan tekat bulat itu perlahan-lahan dia mendekati toliet wanita.


Yi Ryung tiba-tiba melompat didepannya dan Kang Woo spontan menutupi matanya dengan kepalan tangannya. Yi Ryung bengong melihat tingkah Kang Woo. Pelan-pelan Kang Woo membuka kepalan tangannya dan kesal sekaligus lega saat melihat Yi Ryung didepannya.


"Kang Woo...kau sangat imut. Apa kau tadi menutupi matamu dengan kepalan tanganmu karena kau takut? Lakukan lagi" Yi Ryung tersepona terpesona dengan keimutan Kang Woo.

Kang Woo tentu saja tidak mau "Untuk apa kau kesini lagi?"


Yi Ryung dengan senangnya memberitahunya kalau mungkin akan ada artikel tentangnya dan Kang Woo karena insiden mereka terpotret bersama di subway. Besok dia akan bertemu dengan seorang reporter kenalannya dan meminta Kang Woo untuk ikut bersamanya minum bir supaya reporter itu menulis tentang Kang Woo sebagai bodyguard yang imut tapi kalau dia tidak mau maka Yi ryung mengancam akan memberitahu reporter kalau Kang Woo adalah pacarnya.

Alih-alih ikut dengannya, Kang Woo mengajaknya makan kimbab bersamanya dan Gong Shil apalagi mereka berdua teman. Saat Kang Woo berjalan pergi, Yi ryung memanggilnya. 


Lalu dalam gerakan slow motion, Yi Ryung berlari mendekatinya dan mencium kemeja Kang Woo di dadanya. Setelah Yi ryung mencium kemejanya dia tersenyum puas melihat hasilnya lalu menyuruh Kang Woo untuk memperlihatkannya pada 

Gong Shil kalau warna noda lipstik di dadanya dan warna lipstik yang dipakainya sama. Akhirnya Kang Woo menelepon Gong Shil untuk membatalkan acara makan malam mereka.


Gong Shil pergi ke kantor Joong Won dan melihat pintu ruang kantornya sedikit terbuka yang artinya Joong Won masih belum pulang. Maka Gong Shil berjalan ke kantornya namun saat dia melongok ke dalam, dia tak melihat siapapun. Dia berbalik untuk pergi saat sesuatu dari kegelapan tiba-tiba muncul disampingnya dan mengagetkannya.


Gong Shil memarahinya karena barusan mengira dia hantu dan Joong Won yang berdiri dalam kegelapan mengatakan padanya kalau Gong Shil pasti lebih suka kalau seandainya Joong Won adalah hantu karena dengan begitu Gong Shil jadi tidak perlu peduli pada orang lain dan bisa memiliki Joong Won sepenuhnya untuk dirinya sendiri. Gong Shil memberitahunya kalau Joong Won adalah hantu, maka Joong Won-lah yang harus berpegangan padanya bukan sebaliknya. 


"Aku sangat terkenal dikalangan para hantu. Rupanya bagi para hantu, mereka melihatku bersinar secerah matahari"

"Aku bahkan bukan hantu, tapi kenapa aku seperti ini?" gumam Joong Won (hahaha...rupanya dia melihat Gong Shil bersinar secerah matahari juga walaupun dia bukan hantu)

Gong Shil tidak mengerti apa maksud Joong Won, tapi Joong Won cuma menyuruhnya masuk ke kantornya.



Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon