Powered by Blogger.


Setelah selesai berciuman. Joong Won menyandarkan kepala Gong Shil di bahunya dan memeluknya sementara Gong Shil hanya bisa termenung dalam pelukannya. Joong Won membelai rambutnya dengan lembut lalu berkata.

"Kalau hantu nakal itu sudah pergi dan jika Tae Gong Shil kembali, maka dengarkan baik-baik. Karena kau tak bisa mengatakannya secara langsung tapi berpura-pura menjadi hantu sebagai tameng. Maka aku yakin kalau sebenarnya kau tidak mau aku pergi. Aku memulai semua ini karena kau bilang kau sanggup menanganinya. Tapi kalau kau tak sangggup lagi, maka kita akan berakhir seperti ini saja. Sekarang apa yang akan kau lakukan?"


Joong Won melepaskan Gong Shil dari pelukannya dan Gong Shil dengan canggung menjawab pertanyaan nya, mengatakan kalau barusan ada sesuatu (hantu) yang masuk ke tubuhnya dan sekarang sudah pergi.

"Terima kasih sudah mengusirnya"

"Syukurlah kau kembali dengan selamat"



Gong Shil lalu bertanya kenapa Joong Won datang ke rumahnya. Joong Won mengingatkannya kalau dia tadi sudah memutuskan untuk pergi ke rumahnya.

"Kau memutuskan lokasi kencan kita di rumahmu kan?" tanya Joong Won, lalu dengan mengangkat alisnya, Joong Won menggoda Gong Shil "Kau lebih berani dari yang kukira" (Pfffft)

Gong Shil terkejut dan malu mendengar perkataan Joong Won barusan dan Joong Won langsung saja masuk ke rumahnya. 


Gong Shil protes karena Joong Won masuk ke rumahnya padahal yang tadi dia maksud adalah dia sendiri yang mau pulang ke rumahnya bukannya mengundang Joong Won ke rumahnya.

Joong Won protes balik karena dulu Gong Shil datang ke rumahnya asal masuk saja padahal Joong Won tak pernah mengundangnya masuk ke rumahnya. 

"Bagi 2 orang yang bahkan sudah 'tidur' bersama pada malam pertama mereka, apa maksudmu dengan undangan?"


Saat Joong Won sedang mencari-cari tempat untuk duduk, Gong Shil menyuruhnya untuk pergi. Usirannya itu malah membuat Joong Won mengeluh karena Gong Shil bahkan tak punya tempat duduk untuk menjamu tamu. Joong Won melihat-lihat kamar apartemennya yang sangat kecil dan mengeluh lagi kalau kamar itu tak punya tempat bagi hantu untuk bersembunyi. 

Dan saat melihat sekeliling kamarnya, tak sengaja pandangan mata Joong Won jatuh ke pakaian dalam Gong Shil yang tergeletak di atas kasurnya (hahahahaha) dan saat Gong Shil menyadari apa yang sedang dilihat Joong Won, dia berlari secepat kilat untuk menyembunyikan pakaian dalamnya itu. 


Joong Won dengan santainya langsung duduk di kasur "Apa aku boleh duduk disini?"

"Presdir, aku mengerti maksudmu. Aku juga ingin aman, jadi pergilah"

"Aku tidak datang kesini untuk membuat diriku dalam bahaya. Haruskah aku datang untuk menghadapi bahaya itu? Tapi aku masih belum siap" (hahahahaha...)


Gong Shil mengingatkannya kalau dia duluan yang membuat situasi mereka dalam bahaya (ciuman tadi maksudnya). Joong Won menjelaskan kalau yang dilakukannya tadi hanyalah untuk mengusir hantu nakal. Gong Shil memberitahunya kalau mengusir hantu bisa menyentuh dengan jari atau kaki atau bibir, sama saja. Bahkan Joong Won juga bisa mengusir hantu dengan menampar wajahnya.

"Aku tak punya harga diri untuk membantahmu aku juga tak punya hati untuk terluka. Apa peduliku kalau aku ketakutan sampai mau mati?"

"Aku juga sama. Aku merasa terganggu karena hatiku selalu menuju padamu dan harga diriku merasa terluka karena aku tak bisa mengontrol hatiku (awwwwwww...so sweet). Jadi aku juga ketakutan sampai mau mati. Tapi bagaimanapun aku tetap datang jadi jangan usir aku pergi. Rasanya memang agak janggal untuk mengatakan ini setelah aku masuk tapi...tolong undang aku masuk ke rumahmu"


Joong Won mengingatkannya kalau Gong Shil juga pernah mengundang hantu datang ke kantor dan minum kopi bersama mereka dan sekarang Joong Won ingin Gong Shil membuatkannya kopi juga. Gong Shil akhirnya luluh dan menuruti keinginannya, hanya saja Gong Shil akan membuatkannya kopi sesuai kesukaan Joong Won, kopi yang sangat-sangat pahit.

"Terima kasih sudah mempertimbangkan seleraku"

Maka Gong Shil pun ke dapur untuk membuatkannya kopi. Joong Won melihat boneka kucing besar di kasur dan memberitahu si boneka kucing kalau dia adalah tamu yang diundang.

"Tempat ini sempit, jadi pergilah" Joong Won lalu melempar boneka itu ke lantai (hahaha...). 


Bibi Joo masih di kantor Joong Won untuk bertanya pada sekretaris Kim.

"Dia (Gong Shil) bilang kalau dia bahkan tidak terlalu mencintainya. Lalu kenapa dia tetap mendekati Joong Won dengan tidak tahu malu seperti itu?"

Sekretaris Kim memberitahunya kalau bagi orang lain kematian Cha Hee Joo adalah kutukan tapi menurut Gong Shil itu cuma luka. Dan menurut sekretaris Kim, Gong Shil adalah orang yang bisa menyembuhkan luka itu. Bibi Joo tidak mengerti apa yang membuat Gong Shil merasa dia bisa melakukannya.

"Untuk menyembuhkan luka, kau harus mendekatinya. Tapi Joo Gun tidak pernah mengizinkan siapapun mendekatinya."


Sekretaris Kim menjelaskan kalau Gong Shil berbeda dengan orang lain yang tak bisa mendekati Joong Won, karena kalau Gong Shil diusir, dia pasti kembali. Bahkan kalau dia ditarik pergi, dia akan mendekat lagi. Tapi menurut bibi Joo itu semua cuma karena Gong Shil sudah berhasil menangkap Joong Won dan segala kelemahannya.

"Hatinya (Joong Won) juga ikut tertangkap" (heee...benar juga)

Saat sekretaris Kim mengatakan kalau Joong Won pernah berusaha keras untuk mencari jalan keluar, bibi Joo merasa senang karena mengira Joong Won sebenarnya tak menyukai Gong Shil. 

"Kurasa Joo Gun mengira kalau hubungan mereka akan ada jalan keluarnya, tapi aku tidak yakin dia akan menemukannya." sekretaris Kim tertawa senang sementara bibi Joo mendesah kecewa.


Joong Won melihat-lihat apartemen kecilnya Gong Shil sementara Gong Shil sendiri sedang mengupas buah untuknya. 

"Jadi sebelum bertemu denganku kau bersembunyi di tempat kecil ini?"

"Iya, setidaknya disinilah aku merasa paling nyaman"


Joong Won lalu membuka kulkasnya dan terkejut melihat ada beberapa kaleng bir di dalamnya, terutama karena Gong Shil bilang dia tidak bisa minum. Dengan santainya Gong Shil menjawab kalau bir itu punya Kang Woo.

"Kenapa bir-nya Kang Woo ada di dalam kulkasmu?"

"Karena kami kadang minum bersama di bangku depan. Dia meninggalkannya disini supaya lebih nyaman"


"Kalau Kang Woo minum bir di bangku depan, lalu apa yang kau lakukan?"

"Karena aku tak bisa minum alkohol jadi aku minum cider (sari apel)"

Karena kesal plus cemburu Joong Won mengeluarkan kaleng-kaleng bir itu dari dalam kulkasnya dengan alasan kulkasnya sudah terlalu penuh. Gong Shil tahu Joong Won berbohong dan menyuruhnya mengembalikan kaleng-kaleng bir itu kembali ke kulkas. Dan dengan liciknya Joong Won mengocok-ngocok kaleng birnya sebelum dia mengembalikannya ke kulkas. (hehehe)


"Aku menyetor uang gaji yang lumayan besar ke dalam rekeningmu. Pindahlah ke tempat yang lebih baik" 

"Aku kan sudah bilang kalau tempat ini adalah tempat yang paling nyaman bagiku"

"Gaji Kang Woo juga lumayan besar. Kenapa dia tinggal di tempat ini?"

Saat Gong Shil memberitahunya kalau Kang Woo berencana untuk mencari apartemen lain Joong Won merasa senang. 


Tiba-tiba Gong Shil mendapat sms, setelah membacanya dia langsung pergi meninggalkan Joong Won. Joong Won protes karena dia pergi padahal sedang ada tamu, tapi Gong Shil hanya menyuruhnya untuk minum kopi dan makan buah, lalu pergi.

Joong Won menduga kalau sms itu dari Kang Woo, dia melihat HaPenya Gong Shil dan melihat pengirim smsnya terdiri dari dua kata dan nama Kang Woo juga terdiri dari dua kata. Dia mencoba membuka smsnya dan melihat isinya lumayan panjang dan Joong Won frustasi melihat huruf-huruf di dalamnya bergerak-gerak.


Beberapa saat kemudian dia menyuruh 2 anak tetangga Gong Shil, Seung Mo dan adiknya untuk membacakan isi sms itu dan menjanjikan mainan sebagai balasannya dengan menyerahkan kartu namanya pada Seung Mo untuk mengambil bonekanya di Kingdom. 


"Tapi, ahjussi kan orang dewasa. Apa kau tak tahu Hangeul (abjad Korea)?"

Joong Won beralasan kalau dia tahu bahasa Inggris, Jepang, Cina, Spanyol, total 5 bahasa. Tapi ada alasan kenapa dia tidak membaca Hangeul. Maka Seung Mo mulai membacakannya untuknya.

"Tae Gong Shil. Aku minta tolong, kudengar hari ini akan hujan. Tolong angkatkan selimutku di atap. Jangan membersihkan sampah sendirian" 

Dan pada kalimat terakhir, Joong Won sangat terkejut saat Seung Mo membaca (Sarangheyo) "Aku mencintaimu". Lalu Seung Mo membacanya sekali lagi dan menyadari kalau dia ternyata salah baca (Chorangheyo) "Mari kita lakukan bersama (membersihkan sampah)"


Joong Won kesal karena Gong Shil membawa selimut Kang Woo ke atap, dia sangat kesal sampai berpikir untuk membeli seluruh bangunan apartemennya itu saja. Seung Mo bertanya apakah dia sang presdir.

"Kenapa? Apa Tae Gong Shil mengatakan sesuatu tentang presdir?"

"Iya, Gong Shil noona bilang kalau presdir adalah orang yang paling spesial sedunia"

Joong Won sangat senang mendengarnya terutama dari mulut anak-anak yang polos dan jujur dan Joong Won juga sangat yakin kalau mereka tidak menyanjungnya hanya untuk dapat mainan, dan karena itulah dia memberi mereka kartu nama lebih banyak untuk mengambil banyaaaaaaak mainan di Kingdom.


Kang Woo datang menemui Yi Ryung dan Yi Ryung mengingatkannya kalau fotonya tersebar luas di internet, jadi tidak baik kalau dia sembarangan datang apalagi kalau sampai tertangkap reporter. 

"Apa kau melakukan ini dengan sengaja?" tanya Kang Woo

"Aku kan sudah bilang kalau reporter pasti akan menulis berita ini gara-gara foto kita di stasiun kereta. Jangan khawatir karena besok akan muncul artikel yang berbeda"

Yi Ryung memberitahunya kalau berita besok adalah tentang orang yang terlibat skandal dengannya dan orang itu bukan Kang Woo tapi Joong Won. Dan semua ini Yi Ryung lakukan demi melindungi Kang Woo.


"Kenapa? Apa kau mengkhawatirkan Tae Gong Shil?" tanya Yi Ryung kesal

"Lalu kau bagaimana? Kau tak punya hubungan apapun dengan presdir Joo. Apa kau tidak akan apa-apa dengan berita skandal ini? Kau kan selebritis"

"Kau...tidak perlu mengkhawatirkanku. Kau mencampakkanku dan sekarang kau menggantungkanku? Jangan memandangku seperti itu. Pelototi saja aku dan marah-marah"


Kang Woo benar-benar tulus mengkhawatirkannya tapi Yi Ryung terlalu marah untuk menerima ketulusan Kang Woo, lagipula gosip semacam ini bukan pertama kalinya baginya jadi dia tahu apa yang harus dia lakukan.

Lalu Yi Ryung mengusir Kang Woo yang menanggapi usirannya dengan santai "Telepon aku kalau kau butuh sesuatu"


Gong Shil kembali ke kamarnya dan di bangku depan kamarnya dia melihat Joong Won sedang merenung, Gong Shil lalu menghampirinya.

"Kau masih belum pergi?"

"Aku diundang jadi aku harus pergi hanya setelah diantar oleh sang tuan rumah"

"Sampai jumpa"


Tapi bahkan sekalipun Gong Shil mengusirnya, Joong Won menolak pergi dan mengalihkan perhatiannya ke selimut Kang Woo dan membersihkan sampah. 

Gong Shil kaget karena dia tahu isi smsnya. Joong Won memberitahunya kalau dia membaca smsnya tapi Gong Shil bingung karena Joong Won kan tidak bisa membaca. Joong Won membenarkan kalimatnya bukan 'tidak bisa' membaca tapi 'tidak' membaca.

"Tapi walaupun aku tidak membacanya dengan mataku sendiri. Kalau aku ingin membacanya, aku punya banyak cara untuk melakukannya"


"Tentu saja. Kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan. Kalau kau mau tahu, kau akan tahu. Kalau kau tak mau tahu, maka kau tidak akan mempedulikannya. Kau beruntung"

"Tapi aku melakukannya dengan memberi imbalan"

"Presdir, aku memikirkan suatu cara untuk membuatmu tenang mengenai hubungan kita. Kau tahu cerita tentang serigala dan kambing? Apa kau tahu kenapa kambing merasa aman bahkan sekalipun dia berada disisi serigala yang bisa memakannya setiap saat? Karena kambing tahu seberapa besar serigala itu menyukainya. Serigala sangat menyukai kambing sampai kambing yakin kalau serigala tidak akan pernah memakannya tapi melindunginya. Jadi kambing merasa tenang. Kau juga tenanglah. Aku akan melindungimu seperti serigala. Percayalah padaku"


Gong Shil lalu menyuruhnya pulang karena sebentar lagi akan hujan, Gong Shil lalu masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Joong Won sendirian. 

Di dalam kamarnya Gong Shil memandang keluar jendela dan ketakutan karena sebentar lagi hujan. Joong Won tiba-tiba muncul dibelakangnya dan mengagetkannya.

"Kenapa kau masih belum pergi?"

Joong Won beralasan kalau ada hantu yang muncul disaat hujan turun maka hantu itu pasti hantu air, hantu yang sangat ditakuti Gong Shil.

"Pada saat seperti ini, bukankah kau sangat membutuhkanku?"


"Saat hujan memang cukup menakutkan" Gong Shil lalu menggumam pelan merasa kesal karena Joong Won tidak pergi padahal dia sudah mengusirnya dengan gaya yang cool.

"Kau bilang kau akan melindungiku dan mempercayaimu, jadi aku mempercayaimu dan pergi nanti saja" 


Joong Won lalu mengantarnya ke tempat tidur dan dia sendiri duduk di lantai. Dia menyuruh Gong Shil tidur dan karena situasi mereka yang lumayan canggung maka Joong Won memperingatkannya kalau mereka hanya akan tidur sambil berpegangan tangan, tidak boleh memikirkan yang lainnya.

"Aku percaya padamu" Joong Won lalu merasa kepanasan dan melepas jasnya. (heeeee) 


Melihat Gong Shil belum berbaring, Joong Won mengangkat kaki Gong Shil naik ke kasur lalu memegang tangannya dan menyuruhnya tidur. Dan karena Gong Shil tidak langsung menurut maka Joong Won mendorong dahinya sampai Gong Shil berbaring dan tersenyum.


Hujan benar-benar turun diiringi kilat dan petir, namun Gong Shil tertidur dengan lelap dalam pegangan tangan Joong Won. Joong Won masih belum tidur karena dia terus memandangi Gong Shil sambil memegang tangannya. Joong Won teringat saat Gong Shil mengatakan kalau dia merasa terluka, sangat terluka.

Dia mengatakan pada Gong Shil yang sedang tidur kalau dia tidak bermaksud untuk memeluk Gong Shil karena dia merasa terluka tapi menggunakan hantu sebagai alasan untuk memeluk Gong Shil. Joong Won lalu membelai lembut rambut Gong Shil.


Tengah malam, Gong Shil terbangun dan melihat Joong Won tertidur sambil duduk di lantai dan memegang tangannya, Gong Shil meraih rambutnya tapi kemudian menarik tangannya lagi. Dia teringat saat Joong Won mengatakan kalau dia sangat menyukainya sampai harga dirinya terluka dan dia bahkan tak bisa menghentikan perasaannya itu dan karena itulah Joong Won merasa ketakutan. 

Gong Shil berpikir kalau Joong Won sangat ketakutan sampai tidak bisa membaca jadi dia tidak boleh menakutinya juga. Keesokan paginya Gong Shil terbangun sendirian.


Berita skandal Yi Ryung dengan 2 orang pria muncul di media. Siapakah kedua pria itu?

Joong Won dan Kang Woo saling berhadapan dan saling menyuruh untuk mengaku sebagai kekasih Yi Ryung. Kang Woo meminta Joong Won mengaku karena sudah ada 4 wanita yang terlibat dengan Joong Won sebelumnya jadi kali ini tidak akan terlalu masalah dan Joong Won menyuruh Kang Woo saja yang mengaku karena foto wajahnya sudah tersebar luas di internet.


Sekretaris Kim menyela mereka karena kalau mereka tak ada yang mau mengaku maka nama Yi Ryung akan jadi jelek. Kang Woo punya ide bagaimana kalau mereka bilang saja kalau Yi Ryung mempermainkan mereka berdua. Tapi Joong Won tidak bisa membiarkan image Yi Ryung rusak karena dia adalah model Kingdom. Dia lalu memutuskan kalau dia dan Kang Woo harus bersama-sama tidak mengaku. Kang Woo menyetujuinya.


Joong Won bertanya pada sekretaris Kim apakah Tae Gong Shil sudah membaca berita gosip itu. Sekretaris Kim memberitahunya kalau Gong Shil sudah membacanya tapi kelihatannya dia tidak peduli karena sekarang dia sedang mencari hantu yang sedang berada di sekitar jalan masuk Kingdom.


Di taman, Gong Shil dan Gong Ri melihat seorang ahjumma sedang menyebarkan selebaran pada orang-orang yang lewat. Selebaran itu berisi info tentang anaknya yang hilang. 


Gong Shil sangat kasihan melihat ahjumma yang begitu frustasi ingin menemukan anaknya itu karena yang paling menyedihkan adalah Gong Shil bisa melihat anaknya sedang berada di samping ibunya dalam wujud hantu.

"Unni, haruskah aku memberitahu ibu itu (kalau anaknya sudah meninggal)?"

"Bagaimana kau akan mengatakan pada seorang ibu kalau anaknya sudah meninggal? Kalau dia mendengarnya, dia mungkin akan pingsan. Jangan melakukannya"


Saat ahjumma itu hampir pingsan kelelahan, seorang pria menahannya dan membantunya menyebar selebaran. Melihat ahjumma itu seperti itu, Gong Shil jadi berpikir kalau dia membiarkan ibu itu tidak tahu apa-apa maka dia akan mencari anaknya selamanya. Tiba-tiba Gong Shil hantu anak itu sudah tidak ada disisi ibunya lagi.


Gong Shil melihat hantu itu berlari ketakutan, lalu dia berlari mengejarnya. Gong Shil menemukan hantu anak itu sedang bersembunyi di bawah tangga cafetaria Kingdom. Dia mencoba bicara pada hantu anak yang bernama Woo Jin itu dengan ramah, dia juga membawakan snack kesukaan Woo Jin. 


Namun sayangnya saat dia bicara pada hantu, beberapa karyawan Kingdom melihatnya dari belakang sedang bicara sendiri seperti orang gila. 

Para karyawan termasuk Jin Ju lalu melihat Yi Ryung dan Jin Ju memberitahu mereka kalau yang disukai kedua pria yang digosipkan dengan Yi Ryung sebenarnya menyukai Gong Shil.


Yi Ryung datang ke kantor Joong Won untuk memberitahu mereka kalau dia sudah megklarifikasi gosip itu sendiri, jadi kedua pria itu tidak perlu khawatir. 

Dia memperingatkan kedua pria itu untuk tidak membuatnya marah, karena kalau salah satu dari mereka membuatnya marah maka dia akan mengungkap ke media bahwa orang itulah yang terlibat skandal dengannya, dan Joong Won cepat-cepat memberi isyarat kalau dia tidak mau terlibat.

Yi Ryung juga mengatakan kalau kontraknya dengan Kingdom sudah hampir berakhir jadi dia tidak akan datang ke Kingdom lagi. Tapi Joong Won malah ingin memperbarui kontrak Yi Ryung dengan Kingdom karena dia tidak mau orang-orang berpikir dia mengakhiri kontraknya hanya karena masalah skandal.


Sekretaris Kim mengatakan kalau Yi Ryung masih akan menjadi model Kingdom maka pada saat acara temu fans musim gugur nanti, Yi Ryung akan dikawal oleh Kang Woo. Kang Woo mengiyakannya karena itu sudah menjadi tugasnya sebagai satpam Kingdom. 


Yi Ryung pura-pura jual mahal tapi dia terlihat senang karena kalau kontraknya di perbarui maka dia akan punya banyak alasan untuk datang ke Kingdom alias ketemu Kang Woo.


Saat Yi Ryung keluar dari kantor Joong Won dia bertemu dengan Gong Shil yang sedang menyuruh hantu Woo Jin mengikutinya. Yi Ryung bertanya apakah dia sudah membaca berita gosipnya, Gong Shil mengiyakannya. 

Yi Ryung tahu Gong Shil tidak mempedulikan berita itu, malah sekarang Gong Shil yang mengkhawatirkan Yi Ryung. Yi Ryung mengatakan kalau dia benci dengan pegawai gajian dan juga pria yang dikutuk.

"Apa kau mendekati presdir Joo karena kau ingin menjadi korban kutukan kelima?" tanya Yi Ryung


"Aku memang mendekatinya tapi aku tidak ada niat untuk melepaskannya jadi aku tidak akan terkena kutukan itu" Gong Shil sewot

"Kalau kau yang tidak terkena kutukannya maka presdir Joo yang akan kena. Memangnya kau pikir kau bisa menghindari kutukan hanya karena kau ingin menghindarinya?" Yi Ryung lalu pergi

"Kalau kutukan itu berasal dari orang mati, kurasa aku bisa menghindarinya karena aku bisa melihat arwah. Iyakan? Ayo" kata Gong Shil pada hantu Woo Jin yang berada disebelahnya.


Orang yang membantu ibunya Woo Jin di taman tadi sekarang sedang berada di bengkel, dia melihat selebaran Woo Jin dan panik sendiri karena ibunya Woo Jin masih mencari anaknya.

Dia lalu mengambil baju Woo Jin yang berlumuran darah dan berniat untuk membakarnya dan membuang sesuatu yang berada di bagasi mobilnya. (Omo...dia pembunuh Woo Jin kah?. Hantu Woo Jin tadi lari ketakutan waktu pria itu membantu ibunya menyebar selebaran)


Ketiga pria di kantor Joong Won bersedekap kaku saat melihat Gong Shil membawa hantu Woo Jin ke kantor Joong Won. Gong Shil memberitahu mereka kalau anak itu duduk di sebelahnya. 

Gong Shil mengatakan kalau ibu anak itu berpikir anaknya masih hidup dan terus mencarinya, karena itulah Gong Shil yakin pasti anak itu mengalami sesuatu yang sangat buruk.

"Apapun yang kutanyakan padanya, dia ketakutan dan tak mau bicara apapun"


"Jadi maksudmu kau ingin kami menghibur anak yang tak terlihat?" tanya sekretaris Kim

Mendengar pertanyaan sekretaris Kim, Joong Won dengan angkuhnya membagi pengalamannya berbicara pada sesuatu yang tak terlihat oleh matanya, awalnya memang terasa membingungkan bahkan dia pernah mengikuti anjing yang tak terlihat.


"Apa yang harus kulakukan?" tanya Kang Woo

Joong Won tak suka mendengar pertanyaan Kang Woo itu, maka dia mengingatkan Kang Woo kalau dia tidak suka sesuatu yang menakutkan.

"Kalau kau tak sanggup menanganinya, kau boleh pergi"


"Aku memutuskan untuk tidak menghindari sesuatu yang menakutkan. Dan aku merasa kasihan pada anak itu dan ibunya. Tae Gong Shil apa yang harus kulakukan?"

Gong Shil membaca info di selebaran kalau anak itu suka lagu anak-anak dan karena Gong Shil mengatakan kalau anak itu memakai kaos beruang maka Kang Woo ingin menyanyikan lagu '3 beruang' (lagu yang pernah dinyanyikan di drama 'Full House').


Saat Kang Woo mau menyanyikannya, sekretaris Kim tiba-tiba menghentikannya. Karena Kang Woo akan merasa malu kalau harus menyanyikannya sendirian maka dia juga ingin menemani Kang Woo menyanyikannya dan meminta Joong Won untuk ikut berpatisipasi juga. (hehehe)


Maka mereka bertiga mulai bergiliran menyanyikan lagu '3 beruang'. Kang Woo dan Joong Won menyanyikannya dengan gaya yang sangat kaku. 

gom sema-ri-ga (ada tiga beruang)
han chi-be-yi-so (di sebuah rumah)
appa gom (papa beruang)
omma gom (mama beruang)
ae-gi gom (bayi beruang)
appa gommun tung-tung-hae (papa beruang gendut)
omma gommun nal-shin-hae (mama beruang kurus)
ae-gi gommun neo-mu gwi-yo-wo (bayi beruang sangat lucu)
eus-seuk eus-seuk  cha-rhan-da (Shrug! Shrug! kau melakukannya dengan baik)


Tapi walaupun mereka menyanyikannya dengan gaya yang sangat kaku, lagu itu mampu menghibur Woo Jin, maka Gong Shil meminta mereka menyanyikannya sekali lagi, Joong Won ingin protes tapi dia menahan dirinya.


Mereka bertiga kali ini menyanyikannya secara bersamaan dan tidak kaku lagi seperti tadi apalagi Joong Won yang sangat menghayati lagunya sampai dia terus mengulangnya lagi dan lagi sampai sekretaris Kim memintanya berhenti. (heeee...)


Han Joo melaporkan hasil penyelidikannya tentang kecelakaan yang menimpa Gong Shil pada paman Do. Gong Shil mengalami kecelakaan di umur 24 tahun, pada sebuah kecelakaan entah kecelakaan apa, dia terbaring koma selama 3 tahun. Pada usia 27 tahun, tiba-tiba Gong Shil terbangun dari komanya, dan setelah itu dia hidup tak karuan sampai dia mulai bekerja di Kingdom. 

Paman Do ingin tahu kecelakaan macam apa yang telah menimpa Gong Shil. Han Joo mengatakan kalau dia masih belum mendapat info tentang kecelakaannya, dan dia sudah mengajak kakak Gong Shil untuk makan-makan bersama untuk menggali info lebih dalam tentang kecelakaan macam apa yang menimpa Gong Shil.


Han Joo menemui Gong Ri di cafenya, Gong Ri berterima kasih atas makanan yang Han Joo traktir kemarin malam. Gong Ri ingin membalasnya dengan mentraktirnya makan nanti malam, tapi Han Joo cepat-cepat menolaknya. 

Han Joo lalu berusaha membujuk Gong Ri untuk menceritakan kecelakaan yang menimpa Gong Shil. Tapi Gong Ri malah berjanji untuk tidak akan lagi menceritakan cerita yang menyedihkan, dia lalu pergi meninggalkan Han Joo, dan sekali lagi Han Joo merasakan sebuah perasaan bersalah pada Gong Ri.


Setelah hantu Woo Jin merasa terhibur, dia sekarang mempercayai Gong Shil dan mau menceritakan dimana dia kecelakaan. Woo Jin ternyata kecelakaan di jalan, hanya saja Gong Shil bingung kalau Woo Jin mati di tempat umum kenapa tidak ada orang yang melihatnya. Apa mungkin orang yang menabraknya menyembunyikan mayatnya.


Pembunuhnya Woo Jin datang bertanya pada Gong Shil apa yang sedang dicarinya, dan saat melihat pria itu hantu Woo Jin langsung ketakutan dan menghilang. 

Gong Shil tidak melihat hantu Woo Jin menghilang dan dengan polosnya bertanya pada pria itu apakah disekitar jalan itu ada kecelakaan dan pria itu mengatakan kalau tidak ada kecelakaan disana, dia melihat selebaran Woo Jin dan bertanya apakah dia mencari anak itu dan Gong Shil mengiyakannya.

Gong Shil akhirnya menyadari kalau hantu Woo Jin menghilang dan pergi untuk mencarinya, pria itu panik, takut kalau Gong Shil melihat sesuatu.


Flashback saat pria itu menyetir tapi tak terlalu fokus ke jalan karena dia sedang memegang HaPenya (makanya kalau lagi nyetir itu jangan mainan HaPe!) dan gara-gara tidak fokus saat menyetir itulah dia menabrak Woo Jin yang saat itu sedang berjalan santai didepannya.

Dia panik saat melihat Woo Jin tergeletak berlumuran darah dan langsung menggendonngnya dan memasukkan tubuh Woo Jin ke dalam bagasi mobilnya.

Sekarang pria itu meyakinkan dirinya sendiri kalau tidak ada seorang pun yang meihatnya, lagi pula kalau wanita itu melihatnya, dia pasti mengenalinya wajahnya.


Gong Shil menemukan hantu Woo Jin berada di dekat ibunya yang masih belum menyerah menyebarkan selebaran itu, dia sangat prihatin melihat ibunya Woo Jin dan hantu Woo Jin yang tak berdaya melihat ibunya bersedih.


Gong Shil kembali ke kantor Joong Won untuk meminta pendapatnya, apakah dia harus mengatakan kebenaran tentang kematian Woo Jin pada ibunya atau tidak. 

"Kalau ibunya tidak tahu kalau anaknya sudah meninggal, maka dia akan hidup dalam penderitaan. Tapi kalau dia tahu mungkin dia ingin ikut mati bersama anaknya" kata Joong Won


"Dia akan hidup menderita sepanjang hidupnya dengan hantu anaknya yang akan terus mendampinginya. Aku ikut sedih"

"Ibu anak itu tak bisa melihat hantu anaknya. Kalau kau mengatakan padanya kalau kau bisa melihat hantu anaknya. Dia akan sangat ketakutan padamu. Kalau kau sudah menemukan mayatnya, jangan melakukan apapun sendirian, panggil saja polisi"


"Memang itu yang harus kulakukan. Apa kau juga begitu saat pertama kali aku mengatakan padamu kalau aku bisa melihat hantu Cha Hee Joo? Apa kau takut padaku?"

"Aku tidak suka kalau selama ini ternyata dia berada didekatku"


Joong Won lalu kembali ke kurisinya dan Gong Shil terlihat merasa bersalah saat melihat Joong Won termenung sedih. 



Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon