Powered by Blogger.


Gong Shil kembali ke ruang kantornya dan terkejut melihat bibi Joo sudah menunggunya disana. Dia datang untuk memperingatkan Gong Shil untuk tidak mendekati Joong Won lagi, dia juga yakin kalau keponakannya baik-baik saja jadi Gong Shil tidak perlu repot-repot beralasan ingin menyembuhkannya.

"Tapi dia masih belum bisa membaca" bantah Gong Shil

"Rupanya kau benar-benar menangkap kelemahannya. Baiklah. Apa yang bisa kau lakukan? Apa kau bisa memanggil arwah Cha Hee Joo?"


"Kalau aku memanggilnya, apakah lukanya akan sembuh?"

Bibi Joo sekali mendapatkan jawaban yang sangat tidak diharapkannya, karena inti dari kedatangannya menemui Gong Shil adalah menyuruh Gong Shil meninggalkan Joong Won. 

Bibi Joo yakin kalau Joong Won sudah mengubur masa lalunya dengan baik dan sekarang dia baik-baik saja, lagipula kasus penculikannya itu sebentar lagi akan ditutup. Dan kalau Gong Shil tetap bersamanya dan membuat Joong Won memikirkan Cha Hee Joo yang sudah mati, maka keadaan Joong Won akan memburuk lagi.


"Bibi, kalau aku membicarakan Hee Joo lagi, apakah benar-benar sangat menakutkan?"

"Akhirnya kau mengerti, benar, sangat menakutkan, jadi tinggalkan dia sendiri" 

Setelah bibi Joo pergi, Gong Shil menunduk sedih.


Malam harinya, Joong Won kembali mencoba membaca buku cerita serigala dan kambing. Dia berjuang keras membaca banyaknya kata-kata di dalam buku itu sampai dia merasa haus. Saat minum, di kulkasnya dia melihat kaleng bir dan penasaran apakah Gong Shil minum bir dengan Kang Woo.



Setelah itu, sampailah ia di depan kamar Gong Shil sambil membawa satu paket kaleng bir dan langsung menerobos masuk dan mengatakan kalau kulkasnya tidak muat menampung birnya itu.

"Yang benar saja. Kulkasmu sebesar kamarku ini. Bagaimana mungkin tidak muat menampung bir itu?"

"Tidak muat. Apa kau mau lihat? Bawa cidermu dan datanglah ke rumahku" (Pffft...maunya)

"Lupakan saja. Di kulkas kecilku ini tak ada tempat untuk birmu itu. Tolong bawa pulang kembali"

"Kalau kau membuatkan tempat maka akan ada tempat"


Joong Won mengeluarkan kaleng-kaleng bir Kang Woo dan memasukkan kaleng birnya sendiri ke dalam kulkas. Merasa senang karena semua kaleng birnya bisa masuk dengan sempurna ke dalam kulkas kecilnya Gong Shil. Tapi kemudian dia menyadari kalau kaleng bir Kang Woo berkurang satu. Jangan-jangan Kang Woo sudah meminumnya. 

"Bagaimana kau tahu? Kami baru minum-minum tadi. Teman polisinya Kang Woo bilang dia akan memeriksa tempat tadi aku pergi (tempat kecelakaan Woo Jin) dan minum bir"


Joong Won langsung marah-marah karena Gong Shil memberitahu Kang Woo dan bukan dia. Gong Shil mengingatkannya kalau dia tadi merasa ketakutan dan Gong Shil mengerti dengan ketakutannya itu karena itulah dia akan menangainya sendiri.

"Kau tidak perlu menangani masalah Hee Joo"

"Presdir, kau bilang kau melihat Hee Joo melalui aku (waktu Gong Shil kerasukan). Apakah dia mengatakan sesuatu waktu itu? Apakah dia mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan?"


Joong Won akhirnya mengaku kalau Hee Joo memang mengatakan sesuatu yang mengejutkan, Hee Joo mengatakan kalau dia tidak membohonginya, Hee Joo juga mengatakan pada Joong Won untuk kembali menjadi dirinya yang dulu dan terakhir Hee Joo mengatakan kalau dia mencintai Joong Won.

Setelah mendengarnya Gong Shil bertanya padanya, apakah Joong Won tidak merasa ada sesuatu yang aneh dari perkataan Hee Joo tadi. Kang Woo pernah memberitahu Gong Shil kalau dia menemukan ada sesuatu yang aneh tentang Hee Joo. Gong Shil menyuruhnya untuk menanyakannya pada Kang Woo. Tapi Joong Won tak mau mengetahuinya, karena dia merasa ketakutan. 


"Lalu apa kau mau menanganinya? Setelah kupikir-pikir, kalau kau ingin tinggal disisiku, akan ada suatu masalah ini mungkin akan menjadi hal terbesar yang harus kau tangani yaitu saat kita bersama dan Hee Joo muncul, maka kau akan melihatnya. Kalau kau melihat hantu yang mencintaiku, kau mungkin akan merasa kotor. Jadi walaupun kau melihatnya, jangan biarkan aku tahu. Sentuh aku diam-diam maka dia akan menghilang walaupun kau mungkin akan merasa jauh lebih buruk karena telah mengusirnya pergi. Tapi walaupun begitu, hal itu jauh lebih baik untuk dilakukan daripada kita bertiga bersama-sama."


Joong Won bertanya apakah Gong Shil yakin bisa menanganinya. Joong Won yakin kalau Gong Shil tidak akan bisa menanganinya, jadi dia meminta Gong Shil untuk tidak mengganggunya lagi. 

Saat Joong Won mau pergi, Gong Shil memegang lengannya dan mengatakan kalau dia sanggup menanganinya, karena menangani sesuatu seperti itu adalah kemampuan terbaiknya. Dia meminta Joong Won untuk tidak cuek dengan kasus Hee Joo dan mencari tahu tentang keanehan yang ditemukan oleh Kang Woo.


"Kau bahkan tidak bisa membaca selama 15 tahun. Apa kau tidak berpikir kalau sekarang sudah saatnya bagimu untuk membaca? Melarikan diri dari ketakutan itu sangat memalukan"

"Lepaskan aku mau pergi" tapi Gong Shil menahannya

"Aku malu, jadi lepaskan aku" Gong Shil melepaskannya dan Joong Won langsung pergi.


Sesampainya di rumah, Joong Won memutuskan untuk menghadapi ketakutan masa lalunya agar dia tidak merasa malu lagi dan bertekad jauh lebih kuat dari sebelumnya untuk membaca buku cerita serigala dan kambing sampai selesai. 

Dia ingin tahu berapa lama serigala mampu bertahan (tidak memakan kambing) dan seberapa besar keangkuhan kambing (yakin kalau serigala tidak akan memakannya). Dia kembali memakai kacamata bacanya dan berjuang membaca buku itu setiap malam.


Kang Woo melapor ke ayahnya Joong Won kalau Joong Won masih belum bertanya padanya tentang Hee Joo, dia akan terus menunggu Joong Won untuk menanyainya.

Han Joo datang dan memberitahu Kang Woo kalau Yi Ryung dirawat di rumah sakit. Tetapi karena Kang Woo pernah melihat Yi Ryung pura-pura sakit gara-gara batal menikah, sekarang Kang Woo yakin kalau dia dirawat di rumah sakit juga dengan alasan dan tujuan yang sama.


Tapi saat dia sendirian, Kang Woo malah khawatir jangan-jangan Yi Ryung benar-benar sakit. Namun kekhawatirannya itu tak perlu lama-lama karena saat itu juga Yi Ryung dengan dandanan glamor, berjalan dengan angkuh menuju Kang Woo. Kang Woo hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Yi Ryung itu.


"Kang Woo, apa menurutmu kau tidak keterlaluan?"

"Tentang apa?"

"Aku tahu kau membaca beritanya, tidak bisakah setidaknya kau mengunjungiku dengan membawa cumi kering dan soju?"

"Bukankah itu namanya 'merawat akuarium' (memberi harapan palsu)?" 


Tetapi kemudian Yi Ryung membuat peribahasa ini menjadi lebih harfiah.

"Hanya dengan soju dan cumi-cumi, apa kau pikir aku ini ikan yang bisa ditampung di akuriumnya pegawai gajian? Aku adalah ikan paus terkenal, bahkan samudera pasifik pun mengenalku"

"Benar kau bisa jadi ikan paus. Berkat kau, temanku yang berada di Cina menghubungiku dan mengatakan kalau dia melihatku di koran"


"Akuariummu tidak cukup besar untuk memelihara ikan paus kan?"

"Iya, aku tak sanggup menangani ikan paus"

"Bagaimana kalau lumba-lumba?" tanya Yi Ryung penuh harap (hahahaha...she's so deeply in love)


"Bahkan sekalipun kau menurunkan levelmu ke tingkat anchovy (sejenis ikan kecil seperti teri). Aku takkan memeliharamu di akuriumku."

"Siapa yang bilang aku akan menurunkan levelku ke tingkat anchovy? Apa kau sudah gila?" ujar Yi Ryung tersinggung.


Kang Woo cuma menanggapinya dengan senyum cuek. Tapi saat dia kembali ke ruang pengawasan, dari kamera CCTV dia melihat Yi Ryung diam-diam menangis dan Kang Woo terlihat merasa bersalah.


Sekretaris Kim datang dan memberitahu Kang Woo kalau Joong Won ingin mendapat laporan tentang Hee Joo. Sesampainya di kantor Joong Won, dia menyerahkan amplop dari ayahnya pada Kang Woo dan memberitahunya kalau ayahnya ingin Kang Woo saja yang menjelaskan.

"Jadi tolong jelaskan" pinta Joong Won


"Kau memanggilku cukup cepat"

"Ini adalah instruksi terakhir yang ayahku berikan padamu. Apa setelah ini kau akan pergi?"

"Aku tidak akan pergi"

"Kau menjaga sebuah mall dengan kemampuan lebih dari cukup untuk menjadi pengawal Blue House (istana presiden Korea Selatan)"

Joong Won sudah mendengar kalau Kang Woo ternyata punya apartemen lain lalu kenapa dia masih tinggal di kompleks apartemen Gong Shil.

"Aku akan menunggu sampai kau menyelesaikan masalah Cha Hee Joo dan Tae Gong Shil menjadi tak berguna bagimu"


Sudah cukup dia mendengar ocehan Kang Woo dan menyuruh Kang Woo cepat-cepat memberinya penjelasan seputar isi amplop itu. Kang Woo mengeluarkan isinya, foto Cha Hee Joo berpose bersama Maria di Inggris dan juga kartu pos. Semua itu ditemukan tanpa sengaja oleh ayahnya Joong Won.

Joong Won terkejut melihat foto itu "Cha Hee Joo"

"Dia (ayahnya Joong Won) menduga kalau Cha Hee Joo masih hidup dan dia juga yakin kalau Hee Joo berada didekatmu"

"Hee Joo sudah mati. Siapa wanita yang sangat mirip dengannya ini?"


Dari isi kartu posnya kemungkinan dia adalah penggemar berat Agatha Christie. Bahkan dia menggunakan nama fiksi yang dia ambil dari karakter novel Agatha Christie 'Sepuluh Anak Negro' yaitu Wargrave (Lawrence Wargrave) adalah karakter pembunuh 9 orang di pulau negro, dia lalu membunuh dirinya sendiri sebagai korban terakhir.

Dan Joong Won tentu saja mengenal karakter Wargrave dengan baik karena dia pernah dipaksa membaca buku itu selama masa penculikannya sampai membuatnya disleksia.

"Hee Joo adalah yatim piatu. Apa dia punya saudara kembar? Kalau memang iya, apakah kembarannya yang ingin ia lindungi?"


Wanita yang ada hubungan dengan Hee Joo datang ke rumah duka untuk mengunjungi Hee Joo. Dia melihat foto Hee Joo dan ingatannya kembali saat Hee Joo terjebak di mobil yang terbakar lalu meninggal saat mobilnya meledak.


Dari kejauhan, partnernya Hee Joo dalam penculikan Joong Won yang selalu memakai samaran, ternyata memang kembaran identik Hee Joo. Dia mengeluarkan kalung Joong Won dari sakunya dan sambil tersenyum kejam pergi meninggalkan TKP dan saudaranya yang mati terbakar di mobil. 

Dan kembaran Hee Joo yang sekarang sudah dewasa itu ternyata masih memiliki kalungnya. (jadi dia penculik dan penguntit Joong Won!)


Joong Won juga datang ke untuk mengunjungi Hee Joo. Dia bertanya pada foto mendiang Hee Joo, siapa yang sebenarnya yang mati. 

Hee Joo yang berpacaran dengannya dan selalu tersenyum ceria dan Hee Joo yang dingin yang dia lihat di tempat penculikannya, mungkin adalah 2 orang yang berbeda tapi berwajah sama.

"Orang yang ingin kau lindungi harus kutemukan" kata Joong Won pada foto mendiang Hee Joo


Dari kejauhan kembaran Hee Joo melihat Joong Won keluar dari rumah duka dan langsung masuk ke mobilnya tak melihat wanita itu sama sekali. Tapi sekretaris Kim melihatnya dan saat wanita kembaran Hee Joo itu sadar kalau sekretaris Kim melihatnya, dia cepat-cepat masuk ke mobilnya. 

Setelah kembaran Hee Joo itu melihat mobil Joong Won pergi, dia bicara sendiri dan tersenyum licik "Joo Joong Won, apa kau kesini untuk menemui Cha Hee Joo? Aku berterima kasih"


Walaupun Woo Jin sudah mengatakan tempat kematiannya, tapi dia masih belum mau bicara dimana mayatnya berada. Joong Won mengetuk pintunya dan bertanya apakah anak hilang itu masih di kantornya. 

"Iya, dia masih belum mau bicara"


"Setelah ikut terseret kedalam duniamu, aku mendengarkan kata-katamu tentang apa yang kau lihat dan kau dengar, tapi sebenarnya, aku tidak bisa melihat atau mendengar apapun. Aku hanya mendengarkanmu dan melihatmu. Setelah melihatmu seorang, kurasa aku sudah sepenuhnya terpikat" Joong Won tersenyum pada Gong Shil

Namun perkataan manisnya itu diartikan lain oleh Gong Shil yang malah menyalahkan dirinya sendiri karena sudah membuat Joong Won seperti itu dan membuat senyum Joong Won langsung hilang.

"Benar semua ini salahmu. Aku tahu semua hal tentang Hee Joo juga salahmu. Tae Gong Shil, aku baru saja mengunjungi Hee Joo"


Gong Shil senang mendengarnya. Joong Won juga memberitahunya kalau beberapa hari ini dia membaca buku. Gong Shil bertanya apa dia sudah bisa membaca. Tentu saja tidak semudah itu, malah tidak ada perkembangan sama sekali, tapi tetap saja Joong Won membacanya.

"Buku apa?"

"Sebuah buku...sangat berkelas tinggi. Terdiri dari 6 seri. Dijilid dengan hard cover gaya barat. Dan ketika aku membacanya, kurasa otakku mau remuk"


"Buku itu pasti sangat bagus. Kau harus membacanya sampai selesai"

"Benar, setelah aku membacanya sampai selesai, maka aku akan mengalami perkembangan dan tidak akan malu lagi. Aku harus pergi meeting. Aku akan menemanimu untuk memberitahu ibu anak ini nanti"

"Terima kasih sudah mau menemaniku"


Sebelum pergi rapat, Joong Won meminta sekretaris Kim untuk mendatangi panti asuhan Cha Hee Joo. Joong Won menunjukkan foto kembaran Hee Joo pada sekretaris Kim, dan Joong Won meminta sekretaris Kim mencari tahu tentang kembarannya itu dan tentang detilnya Joong Won akan menceritakannya setelah rapat selesai. Setelah Joong Won pergi, sekretaris Kim tertegun dan bicara sendiri.

"Kurasa dia sudah tahu. Apa karena itu dia mengunjungi Hee Joo? Lalu wanita ini apa dia Hanna?" (Aaaaack! Sekretaris Kim tahu kalau Hee Joo punya kembaran? Apa dia juga penjahatnya? Oh no...he's one of my favourite character =_=)


Bibi Joo mengajak Hanna masuk ke rumah Joong Won. Bibi Joo memperkenalkan Hanna pada pengurus rumah Joong Won, satu-satunya ahjumma pengurus rumah yang betah dengan tingkah rese' Joong Won. Hanna berterimah kasih pada bibi Joo atas bantuannya dan memperkenalkan dirinya dengan ramah pada ahjumma pengurus rumah Joong Won.


Bibi Joo melihat tumpukan buku seri serigala dan kambing dan ahjumma memberitahu bibi Joo kalau Joong Won meminta agar buku itu tidak disentuh. Bibi Joo terkejut karena Joong Won punya buku dan Hanna keceplosan bertanya apakah keponakannya bibi Joo masih belum bisa membaca.

Bibi Joo curiga bagaimana Hanna bisa tahu dan Hanna dengan tenangnya beralasan kalau bibi Joo pernah bilang padanya saat paman Do agak mabuk karena minum wine dan bibi Joo langsung tidak curiga lagi padanya, malah meminta Hanna untuk tutup mulut. (aigoo bibi Joo! =_=)


Hanna tahu buku itu dan memberitahu bibi Joo cerita tentang serigala dan kambing yang saling menyukai. Bibi Joo tidak percaya ada 2 makhluk yang sangat berbeda bisa saling menyukai. Hanna menyetujuinya, mengatakan kedua makhluk itu tidak seharusnya bersama karena itulah satu dari mereka yang lebih menyukai yang satunya berakhir mati. Dan itu adalah serigala.


Gong Shil masih belum berhasil membujuk hantu Woo Jin, karena itulah dia curhat padanya kalau dia tak mau ibunya Woo Jin menderita terluka yang sangat lama seperti Joong Won. Dia berusaha membujuk Woo Jin untuk memberitahu ibunya dimana mayatnya berada sekarang. Dan akhirnya hantu Woo Jin mau bicara.

"Di tempat yang gelap"

Gong Shil mengelus lembut rambut hantu Woo Jin dan mengajaknya pergi bersama, tanpa mengajak Joong Won (Oh tidak!). 


Hantu Woo Jin menuntun Gong Shil sampai ke sebuah bengkel. Pria pembunuh Woo Jin ada di bengkel itu dan langsung mengenali Gong Shil yang pernah bertanya tentang kecelakaan di jalan. Dan Gong Shil sendiri pun mengenali pria itu waktu bicara dengannya di jalan tempat kecelakaan Woo Jin. 

Pria itu bertanya apakah Gong Shil mencari sesuatu di bengkelnya dan Gong Shil mengiyakannya. Saat Gong Shil mau pergi, pria itu menahannya dengan alasan dia ingin menanyakan sesuatu, lalu pria itu pergi keluar sebentar. Setelah pria itu pergi, Gong Shil kembali melihat Woo Jin yang menunjuk ke bagasi salah satu mobil.


Di luar pria itu memakai sarung tangannya dan merencanakan sesuatu. Gong Shil menelepon Joong Won dan memberitahunya kalau dia sudah menemukan mayatnya Woo Jin, namun saat itu pria itu kembali masuk dan menutup pintu bengkel (Aaaarg!). Gong Shil langsung menunduk di balik mobil untuk bersembunyi.

Joong Won langsung panik memanggil namanya terutama saat dia mendengar suara seorang pria yang menanyakan pada Gong Shil apa dia di sana (sedang bersembunyi di belakang mobil). Dan karena takut suara Joong Won terdengar oleh si pembunuh maka Gong Shil langsung memutuskan hubungan teleponnya.


Joong Won panik tidak tahu apa yang harus dilakukan (kenapa gag kepikiran Kang Woo? >.<). Gong Shil lalu mengetik sms yang lumayan panjang tentang tempat ia dan mayat Woo Jin sekarang berada di sebuah bengkel Kimpo Eun Seong, sementara si pembunuh semakin mendekat dari belakangnya dan Gong Shil sama sekali tak menyadarinya.

Dan tepat setelah Gong Shil berhasil mengirim smsnya, dia menyadari kalau pria itu sudah ada dibelakangnya, Gong Shil berusaha lari tapi pria itu menariknya dan melemparnya sampai Gong Shil membentur meja besi sampai pingsan. Lalu pria itu menendang HaPenya Gong Shil.


Joong Won sekarang benar-benar panik karena dia tidak bisa menghubungi HaPe Gong Shil sama sekali. Sms dari Gong Shil terkirim namun Joong Won susah untuk membacanya karena huruf-hurufnya sangat kabur di matanya. Joong Won memohon pada dirinya sendiri untuk membaca sms itu.

"Kau harus membacanya. Kau harus membacanya. Kau bisa membacanya. Kau akan membacanya. Tae Gong Shil dimana kau?"

Dia berusaha membacanya lagi dan kali ini Joong Won bisa membaca bagian inti dari sms panjang itu 'bengkel mobil Kimpo Eun Seong'


Gong Shil terbangun dalam keadaan tangan terikat di mobil yang di bagasinya ada mayat Woo Jin dan di sampingnya ada si pembunuh. Untuk menyelamatkan dirinya sendiri, pembunuh itu berencana untuk menjadikan Gong Shil kambing hitamnya. 

Rencana si pembunuh adalah menjadikan Gong Shil penjahatnya dan karena Gong Shil merasa bersalah karena membunuh Woo Jin maka sekarang Gong Shil ingin bunuh diri dengan membawa mobil yang berisi mayat Woo Jin itu terjun ke danau.

Gong Shil menyadari kalau pembunuh itu sebenarnya ketakutan, dia tidak sengaja menabrak Woo Jin karena waktu itu dia tidak melihat Woo Jin lewat. Gong Shil lalu bertanya kenapa dia tidak langsung membawa Woo Jin ke rumah sakit saat itu.


"Bagaimana kau tahu? Apa kau melihatku? kau melihatku?" pembunuh itu menyentak Gong Shil

"Woo Jin yang memberitahuku"

Tentu saja si pembunuh tidak percaya dan mengganggap Gong Shil wanita gila.

"Apa kau pikir setelah seseorang mati, semuanya akan berakhir? Bahkan sekarangpun, dia (Woo Jin) sedang melihatmu. Dia melihatmu sama persis saat kau membunuhnya. Bahkan sekarangpun dia sedang melihatmu, tepat dihadapanmu"

Pria itu memandang ke depan dan hantu Woo Jin saat itu memang sedang melihatnya dari luar kaca mobilnya, pria itu tiba-tiba teringat wajah Woo Jin saat dia menabrak Woo Jin dan ingatan itu membuatnya sangat ketakutan sampai dia menunduk. 


Gong Shil langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil semprotan pembersih kaca mobil dan menyemprotkannya ke mata si pembunuh. Saat si pembunuh itu kesakitan, Gong Shil langsung berlari keluar dari mobil.

Joong Won menyalakan mobilnya dan berangkat untuk menyelamatkan Gong Shil. Sementara itu Gong Shil berusaha membuka pintu bengkelnya tapi pintu itu terkunci. Gong Shil lari saat pembunuh itu semakin mendekatinya. Pembunuh itu mengambil obeng panjang dan mendekati Gong Shil.


Tiba-tiba dari luar terdengar suara Joong Won memanggil-manggil nama Tae Gong Shil, Gong Shil berteriak untuk menjawabnya. Pembunuh itu semakin mendekati Gong Shil. Gong Shil berusaha melempari pembunuh itu dengan berbagai barang yang ia temukan di dekatnya.

Dan saat pembunuh itu berada tepat di depannya dan siap untuk menusuk Gong Shil dengan obeng. Tiba-tiba Joong Won berlari dan memeluk Gong Shil untuk melindunginya. Si pembunuh itu ketakutan dan melarikan diri. 


Joong Won melepaskan pelukannya dan memarahi Gong Shil karena tidak berhati-hati. Joong Won melihat dahi Gong Shil terluka dan Gong Shil meyakinkannya kalau dia baik-baik saja.

"Apa kau sudah menghubungi polisi?"

"Iya, syukurlah kau baik-baik saja"


Tetapi tiba-tiba Joong Won merasa pusing lalu jatuh pingsan di pelukan Gong Shil. Gong Shil meraba punggung Joong Won dan menemukan obeng tertancap di punggungnya (TT_TT). Gong Shil melihat tangannya sudah berlumuran darah dan langsung menangis.

Polisi datang dan mengangkat tubuh Joong Won dari pelukan Gong Shil untuk dibawa ke rumah sakit. (erhm...kenapa di rumah sakit Joong Won telentang yah? padahal punggungnya yang ditusuk). Dia dibawa ke ruang operasi dan Gong Shil tidak diperbolehkan masuk.


Sementara itu bibi Joo membaca buku serigala dan kambing. Di buku dikatakan 'Mei (kambing) terus memanggil Gabu (serigala) tanpa kenal lelah. Selamat tinggal, Gabu.'

Bibi mengeluh karena pada akhirnya mereka tidak bersama dan ternyata benar yang mati adalah yang paling menyukai.

"Cerita macam apa ini?" bibi Joo menangis


Gong Shil duduk di lantai rumah sakit, menunggu operasi Joong Won selesai, dia melihat kalung mataharinya saat seseorang mendekatinya. Orang itu berhenti di depannya dan saat Gong Shil menengadah, dia melihat Joong Won sedang menunduk melihatnya dan Joong Won terlihat seperti baik-baik saja. Gong Shil menyadari ada yang aneh darinya lalu berdiri. 

"Ternyata memang benar. Kau...bersinar secerah matahari"  

Gong Shil menyadari kalau Joong Won yang ada dihadapannya itu adalah rohnya.


"Apa aku sudah mati? Rasanya tidak adil...tapi karena kekasihku bisa melihatku, setidaknya aku bisa mengatakan ini sebelum aku pergi"

Gong Shil menangis dan Joong Won mengulurkan tangannya untuk mengusap air mata Gong Shil.  

"Tae Gong Shil. Aku mencintaimu" Joong Won tersenyum dan pelan-pelan sosoknya menghilang kedalam cahaya.

Gong Shil terduduk lemas di lantai dan menangis.


2 comments

ceritanya seru , lucu dan romantis ... :)

This comment has been removed by the author.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon