Powered by Blogger.


Joong Won menyuruh Gong Shil untuk menyampaikan pesannya pada Hee Joo, dan pesannya adalah "Ce..wek..Ja..hat." Joong Won tersenyum setelah mengatakannya.


"Apa kau barusan memakinya?" tanya Gong Shil

"Benar sekali. Sampaikan itu...pada 'hantu' yang bisa kau lihat." kata Joong Won

Lalu Gong Shil membuat kesimpulan sendiri "Kurasa kau sangat marah ditinggal sendirian. Kau pasti sangat menyukainya sampai memakinya." (hahahahahaha). Joong Won jadi kebingungan sendiri.


"Kalau aku melihatnya akan kukatakan padanya...kalau kau masih sangat menyukainya." kata Gong Shil (hahahahaha)


Joong Won memberitahunya kalau dia benar-benar dalam artian yang sebenarnya 'memakinya cewek jahat' dan Gong Shil 'mengerti'. 

"orang yang memaki mantannya 'cewek jahat...cewek jahat'. Itu artinya mereka masih merindukannya." (hahahaha)

Sambil membuat gerakan isyarat dengan jarinya Joong Won berkata "Kalau kau memberitahunya seperti itu sebaiknya kau pergi, Tae Yang."


"Biarpun begitu, aku sangat senang kau percaya padaku."

"Aku tidak mempercayaimu. Jangan senang."

Tapi Gong Shil tetap senang karena sebelumnya dia selalu kesepian dan ketakutan tapi sejak bertemu dengan Joong Won dia seperti menemukan cahaya terang. 

"Kau tak tahu seberapa amannya aku karena memiliki tempat berlindung, tempat aku bisa melarikan diri saat aku merasa sangat ketakutan."


Tapi Joong Won tak mau jadi tempat berlindungnya "Coba saja kau melarikan diri padaku dan mengetuk pintuku. Aku takkan pernah membukanya."

"Tolong dibuka." Gong Shil memohon padanya

"Tidak akan pernah." ujar Joong Won dengan licik dan tegas.

Dari kejauhan Kang Woo melihat dan mendengar percakapan mereka.



Malam itu juga di salah satu tempat di Kingdom, Ahn Jin Joo dalam perjalanan pulang saat dia melihat sebuah sepatu high heel berwarna pink tanpa pasangannya tergeletak di lantai. 


Karena sepatu itu sepatu designer yang sangat mahal maka dia memutuskan untuk menyerahkannya ke pusat pengembalian barang hilang dan saat itu seseorang/sesuatu mengikutinya dari belakang. (tutup mata >.<)


Jin Joo mendengar suara ketukan sepatu dari belakangnya tapi saat dia berbalik tidak ada siapapun/apapun di belakangnya, lalu dia berjalan lagi dan saat dia berbalik pergi sesosok hantu wanita yang satu matanya berdarah menginginkan sepatunya kembali. (aaaaaaaaaahhhh)


Saat Jin Joo mau naik lift dan si hantu mengikutinya lalu menjatuhkan spanduk dan membuat lampu berkedip-kedip untuk menunjukkan keberadaan dirinya. Jin Joo ketakutan dan berlari menuju tangga. Saat dia berlari menuruni tangga tiba-tiba sebuah tangan mencengkal kakinya sampai Jin Joo terjatuh dari tangga.


Joong Won, Gong Shil dan Kang Woo mendengar teriakan Jin Joo dan bergegas menuju tangga. Sesampainya disana mereka menemukan Jin Joo terjatuh tapi untunglah dia tidak terluka parah cuma kakinya saja yang terkilir. 


Jin Joo memberitahu mereka kalau dia terjatuh karena sesuatu diatas tangga. Joong Won berlari keatas untuk mengeceknya tapi tak menemukan siapapun atau apapun.


Akhirnya dia menyalahkan bagian kebersihan sebagai biang keladinya karena kurang bersih saat membersihkan lantai dan membuat lantai jadi licin. lalu menyuruh Gong Shil membersihkannya sekali lagi sampai bersih dan tidak licin, sekarang juga (Pffft). Dan Kang Woo disuruh mengantar Jin Joo ke rumah sakit.


Karena mereka tidak jadi pulang bersama maka Kang Woo dan Gong Shil saling menyatakan penyesalan mereka.

"Sampai jumpa di rumah."

"Iya. Sampai jumpa di rumah."


Joong Won mendengarkan percakapan mereka dan terlihat kesal (hehe) dia berbalik menghadap Gong Shil dengan wajah cemberut dan saat Gong Shil ingin menjelaskan kalau mereka tinggal dalam satu kompleks apartemen Joong Won memotongnya dan berpura-pura tidak peduli lalu pergi meninggalkannya sendirian.


Sekretaris Kim memberitahu Joong Won kalau Jin Joo punya dokumen penting untuk diserahkan ke wakil direktur dan karena dia sekarang sedang dirumah sakit maka sekretaris Kim ingin membantunya menyerahkan surat itu ke paman Do. 

Joong Won mengerti dan menyuruhnya pergi dan meminta kunci mobilnya, dia akan pulang dan menyetir sendiri. Sekretaris Kim bimbang untuk menyerahkan kunci itu padanya, mengkhawatirkannya karena dia harus pulang sendirian. Tapi Joong Won menyuruhnya untuk tidak khawatir, dia akan baik-baik saja.


Joong Won sampai di tempat parkir mobilnya dan ternyata kekhawatiran sekretaris Kim cukup beralasan pasalnya Joong Won bahkan tidak tahu mana tombol yang harus ditekan untuk membuka pintu mobilnya sendiri (hahahaha). Dia malah menekan tombol untuk membuka bagasi bahkan sampai membuat semua lampu mobilnya berkedip-kedip (hahahaha).


Di tangga Gong Shil yang harus kembali bekerja mengeluh sendiri karena ketidakberuntungannya pulang dengan pria seperti orang normal lainnya saat dia melihat sepatu high heel berwarna pink terselip di pilar tangga itu.


Sama seperti semua wanita yang kalau melihat sepatu cantik pasti senang, Gong Shil juga seperti itu. Dia mengambilnya dan mencoba sepatu itu ke kakinya sendiri (aaaahhh). 

Dan saat itu pula si hantu muncul dan menakuti Gong Shil, dia spontan berlari meninggalkan sebelah sepatunya dan membawa lari sepatu high heel itu bersamanya.

Gong Shil terus berlari dan si hantu ngesot mengejarnya dan tiba-tiba saja si hantu berdiri dan berlari terpincang-pincang mengejarnya. Gong Shil terus berlari menuju lift dan menekan tombol lift berulang-ulang sebelum si hantu sampai kesitu. Pintu lift akhirnya menutup sebelum si hantu sempat masuk (Fuuuuuuh). 


Sudah bisa merasa tenang kah? Ternyata tidak. Karena liftnya tiba-tiba saja bergoyang-goyang, lampunya berkedip-kedip dan pintunya membuka disebuah lantai yang sangat gelap.

Di dalam mobilnya Joong Won mengalami kesulitan membaca huruf-huruf di GPS mobilnya dan betapa leganya dia saat berhasil membaca kata 'home' dan si nona GPS mengumumkan kalau dia akan menuntun arahnya, Joong Won bahkan sampai memuji dirinya sendiri dan si nona GPS (aduh kasihan). 


Hanya dengan memakai satu sepatu dan masih menenteng sepatu high heel berhantu itu, Gong Shil melihat keadaan sekitar lantai yang gelap itu tapi tak ada siapapun atau apapun disana. Tapi kemudian lampu lift berkedip dan si hantu muncul dibelakangnya (aaaaaaaaaaahhhhhhh). 


Sama seperti Gong Shil hantu itu juga cuma memakai satu sepatu dan kakinya yang tak bersepatu berdarah. Hantu itu mendekatkan wajahnya ke telinga Gong Shil dan membisikkan sesuatu pada Gong Shil dengan suara yang mengerikan. Gong Shil sangat ketakutan dan lari setelah mendengarnya.


Dia berlari sampai ke tempat parkir dan masih sempat menghentikan mobil Joong Won sebelum pergi, dia mengetuk kaca mobilnya memohon padanya untuk membuka pintu. Tapi Joong Won tidak mau membukanya, mengibaskan tangannya dan menyuruhnya pergi lalu meninggalkannya sendirian. Gong Shil bisa merasakan kalau si hantu berjalan mendekatinya dari belakang.


Joong Won tiba-tiba berhenti dan melihatnya merunduk ketakutan dari kaca spion. Saat si hantu semakin mendekatinya Joong Won memundurkan mobilnya (YEAHHHH!!!). 


Dia keluar dari mobilnya dan bertanya dengan kesal kenapa dia membuat keributan. Gong Shil tanpa mengatakan apapun langsung berlari memeluk Joong Won erat-erat (OMO). 


Jong Won sama sekali tak menyangka kalau dia akan dipeluk seperti itu dan walaupun dia sebenarnya ingin menghentikannya tetapi mungkin dia merasa kalau Gong Shil memang sangat ketakutan dan butuh perlindungan hingga pada akhirnya dia diam saja.


Dan siapa sangka kalau adegan peluk-pelukan mereka terekam kamera CCTV dan satpam Lee Han Joo yang melihat mereka berpelukan di layar monitornya mengira kalau Gong Shil adalah pacarnya Joong Won (hahahahaha).


Joong Won membiarkan Gong Shil memeluknya sampai Gong Shil sendiri yang melepaskan pelukannya. Joong Won melihatnya hanya memakai satu sepatu dan menenteng sepatu lain. Gong Shil memberitahunya kalau pemilik sepatu high heel yang sudah meninggal itu yang mengejarnya. 


Di suatu jalan ditemukan seorang wanita yang diduga mengemudi sambil mabuk yang mengakibatkan mobilnya tabrakan dan membuat wanita itu meninggal dunia. Mayat wanita itu dibawa ke ambulance hanya dengan memakai satu sepatu high heel berwarna pink.


Di luar gedung rumah sakit Kang Woo menunggu Jin Joo yang sedang diobati saat seorang pasien mencurigakan memakai hood jaket yang menutupi kepalanya dan kacamata hitam yang menyembunyikan matanya, dia terlihat menghindari seseorang lalu bersembunyi di belakang Kang Woo dan setelah itu berjalan cepat ke arah tempat parkir.


Kang Woo mengikutinya dan melihat tingkahnya yang sangat mencurigakan saat pasien itu tiba-tiba naik ke atas sebuah mobil mewah dan berusaha meraih sesuatu dari dalam mobil melalui sunroof mobil yang terbuka. Pasien mencurigakan itu tak lain dan tak bukan adalah Tae Yi Ryung. 

Kang Woo mendekatinya dan bertanya apa yang dia lakukan. Yi Ryung mengusirnya yang membuat Kang Woo malah semakin mencurigainya dan memberinya peringatan untuk menghentikan aksinya itu atau dia akan menahannya. Dan yang Yi Ryung lakukan malah menendangnya dan membuat Kang Woo marah lalu menariknya turun dengan kasar. Setelah melihat wajahnya Kang Woo langsung mengenalinya.


Yi Ryung menjelaskan padanya kalau mobil itu adalah mobilnya dan dia ingin membeli sesuatu tetapi berhubung managernya sedang tidak ada maka dia ingin membeli sendiri dengan uangnya yang ada di dalam mobil itu.


Akhirnya Kang Woo memutuskan untuk membantunya mengambilkan uangnya, Kang Woo naik dan masuk ke dalam mobil itu melalui sunroof dengan sangat mudah dia mengambil dompetnya dan ternyata isinya cuma 1000 won.


Akhirnya Kang Woo berbaik hati membelikan apa yang diinginkan Yi Ryung yaitu 2 botol soju dan 2 jenis ikan.

"Kalau kau cukup sehat untuk meminum 2 botol soju. Kenapa kau sampai dirawat di rumah sakit?" tanya Kang Woo

Yi Ryung mengakui kalau dia cuma berpura-pura sakit apalagi timingnya sangat sesuai setelah pernikahannya gagal "Kenapa? apa kau akan melaporkannya ke wartawan?" tantang Yi Ryung.

"Tidak, aku mengerti kalau kau harus merasa bersedih."

"Apa kau mengasihani aku? Jangan mengasihani aku yang sudah ditinggalkan di altar.

"Bukankah kau berpura-pura sedih dan patah hati karena kau ingin dikasihani orang?" kata Kang Woo (hahaha)


Yi Ryung tidak menjawabnya malah meminta nomor HaPenya supaya nanti dia bisa membayarnya kembali. Tapi kang Woo menolaknya "Aku hanya berharap semoga 2 botol soju yang kebelikan bisa membantumu 'sembuh' dari 'kesedihanmu' lebih baik dari pada rumah sakit ini." (hahahahaha)

Kang Woo pamit pergi meninggalkan Yi Ryung yang sakit hati karena Kang Woo menolak diberi nomor HaPenya (hehehe)


Di rumah sakit seorang pria datang terburu-buru karena mendapat kabar kalau istrinya yang bernama Choi Yoon Hee baru saja meninggal dunia dalam kecelakaan mobil. Pria itu terlihat cukup shock saat dia berjalan perlahan mendekati mayat sang istri yang tertutup kain putih.


Wanita yang meninggal itu adalah orang yang sama dengan hantu high heel yang mengikuti Gong Shil. Si suami itu jatuh berlutut menangisi jasad istrinya dan membuat polisi dan dokter yang melihatnya dari belakang ikut terharu. Namun saat mereka mendengar si suami itu menangis mereka tak melihat senyum jahat yang diam-diam terbentuk di mulutnya. (OMO)


Joong Won mengantarkan Gong Shil ke rumah sakit mencari mayat si hantu high heel. 

"Kau yakin wanita yang meninggal itu ada disini?" tanya Joog Won

"Iya, ayo masuk."


"Tapi apa kau benar-benar akan masuk dalam keadaan seperti itu?"

Karena sepatu Gong Shil ketinggalan maka dia menggunakan kotak tisu sebagai pengganti alas kakinya. Gong Shil memberitahu Joong Won kalau kotak tisu itu cukup nyaman tapi bukan kenyamanan yang ditanyakan Joong Won.

"Apa kau tidak malu dilihat seperti itu?"

Tapi bagi Gong Shil kotak tisu itu masih jauh lebih baik daripada pengalamannya di masa lalu yang jauh lebih memalukan.


Sebelum mereka masuk ke dalam rumah sakit untuk mencari mayat si hantu high heel Joong Won mengancamnya kalau dia akan memasukkan Gong Shil ke rumah sakit bersama kotak tisunya kalau mayat si hantu tidak ada di rumah sakit itu.


Mereka masuk ke ruang gawat darurat dan segera setelah mereka masuk Gong Shil melihat hantu seorang pria yang masih berdiri menunggui jasadnya sendiri yang baru saja meninggal. 


Hantu high heel menunjukkan pada Gong Shil jasadnya yang sedang dibawa pergi. Gong Shil memberitahu Joong Won yang mana jasad si hantu dan saat mayat itu dibawa pergi melewati mereka sebelah sepatunya yang lain terjatuh dan dipungut oleh suaminya. Joong Won melihat sepatu itu sama persis dengan yang dipegang Gong Shil.


Mereka keluar dari ruangan itu dan Gong Shil bertanya pada Joong Won apakah sekarang dia percaya padanya setelah dia melihatnya sendiri. 

"Sekarang kau mengerti kan betapa takutnya aku? Apa kau tidak takut kalau hantu itu benar-benar ada?" tanya Gong Shil

"Tidak, aku tidak takut. Aku tidak peduli pada apa yang tidak bisa kulihat. Aku tidak mau buang-buang waktu memikirkan hal-hal yang tidak berguna." tegas Joong Woon

"Tapi hantu itu mengejarku sambil menyeret kakinya seperti ini" teriak Gong Shil sambil menirukan gerakan menakutkan si hantu saat mengejarnya tadi.


Dan Joong Won yang mengaku tak takut hantu malah memalingkan pandangannya dan mengatakan "Jangan" (hahahaha). 

Gong Shil mengira kalau Joong Won menyuruhnya mengatakan 'jangan' pada si hantu maka dia memberitahu Joong Woon kalau kata itu sama sekali tak ada artinya karena mereka terus muncul dihadapannya, Gong Shil mengatakannya sambil menirukan gerakan si hantu sampai membuat Joong Won mundur ke pintu kaca. 

Joong Won sebenarnya ketakutan juga tapi dia tidak mau mengakuinya "Baiklah, aku akui kalau hantu itu pasti sangat menakutkan bagimu." (hahahaha)


Gong Shil lalu memegang jasnya dan bersandar di dadanya "Kalau aku memegangmu seperti ini, hantu-hantu itu akan pergi. Apa kau bisa mengerti kenapa aku memelukmu seperti ini?"  

Disaat yang bersamaan di tempat yang lain, sekretaris Kim memberitahu paman Do dan bibi Joo kalau Joo Gun tidak pernah membiarkan siapapun dekat dengannya. Dia akan menganalisa terlebih dahulu apakah orang tersebut berguna atau akan berguna di masa depan nanti dan hanya akan membuka telinga dan matanya kalau dia sudah memutuskan orang tersebut sesuai standarnya. 

"Dan karena itu pula dia jadi sedikit pilih-pilih masalah wanita yang akan jadi istrinya nanti." kata sekretaris Kim 


"Jadi maksudmu, Joo Gun tidak menghindari wanita karena mantannya Hee Joo yang sudah meninggal?" tanya bibi Joo

Paman Do menduga kalau Joo Gun mencari seorang wanita kaya yang bisa membantu bisnisnya. Tapi menurut sekretaris Kim ada orang-orang yang tidak bisa dinilai dengan cara normal. (Gong Shil???)


Kembali ke rumah sakit Gong Shil yang masih bersandar di dada Joong Won memberitahunya "Aku seperti ini padamu bukan karena kau kaya atau tampan tapi karena aku bisa melihat hantu. Aku bukan Candy yang ingin menggodamu." (kenapa imagenya Candy berubah jadi cewek matre???)


Joong Won menempatkan kedua tangannya di depan dadanya seperti ingin berdoa lalu dengan kedua tangan itu dia melepaskan pegangan Gong Shil dari tubuhnya. 

"Jadi kau bilang kau punya indera keenam?" tanya Joong Won. Gong Shil mengangguk

"Kukira kau bersikap seperti Candy yang sedih untuk menggodaku, tapi kau cuma ketakutan gara-gara indera keenammu? Kalau kau mengikutiku gara-gara han...(Joong Won menggelengkan kepalanya)...makhluk itu, kenapa mereka mengikutimu?"


Gong Shil menjelaskan kenapa para hantu itu mengikutinya sambil berjalan mencari suami si hantu high heel.

"Mereka datang padaku meminta bantuanku. Mereka tidak pernah menjelaskan permasalahan mereka dengan cara sopan dan santun seperti manusia yang masih hidup. Mereka cuma muncul dimana-mana sesuka mereka. Dan setelah mengatakan keinginan mereka, mereka akan terus muncul dan menyiksaku sampai aku mau menuruti kemauan mereka."

"Lalu apa yang diinginkan pemilik sepatu itu darimu?" tanya Joong Won


"Dia ingin aku menyerahkan sepatu ini kembali ke suaminya. Dia bilang dia akan mengawasi dan menjagaku tetap aman."

Mereka melihat si suami duduk termenung memandangai sebelah sepatu istrinya. Saat melihat pria itu Joong Won mengenalinya sebagai salah satu pemilik toko di Kingdom. Gong Shil menduga kalau hantu itu pasti meninggal dalam perjalanan menemui suaminya.

Gong Shil bertanya-tanya "Apa sepatu ini punya arti spesial baginya?

Mereka melihat si suami itu pergi menelepon seseorang, Gong Shil dan Joong Won mengikutinya. Dari balik dinding Gong Shil dan Joong Won melihat suami itu tersenyum dan mendengarkan percakapan telepon kejam pria itu.

"Dia sudah mati. Ini benar-benar keajaiban. Betapa baiknya dia mau mati dengan sendirinya.


Joong Won dan Gong Shil merasa sudah cukup mendengarkan percakapan kejam itu dan memutuskan untuk pergi sebelum si suami melihat mereka. Mereka duduk di lobi.

"Senyum di wajah suaminya lebih menakutkan dari hantu. Waktu aku ketakutan tadi, aku meninggalkan sepatuku begitu saja dan lari. Mungkin hal yang sama juga terjadi padanya. Menurutmu apa yang dia lihat sampai meninggalkan sepatunya ini?"


"Aku tidak mau membayangkan hal-hal yang tidak berguna."

"Bagaimanapun juga, aku merasa dia melihat sesuatu yang membuatnya sangat marah dan merasa tidak adil."


Flashback saat Gong Shil dan Joong Won mendengarkan percakapan si suami yang kejam itu. Gong Shil melihat si hantu high heel juga ada disana mendengarkan percakapan suaminya dengan penuh amarah.


Kembali ke masa kini di lobi, "Pria itu tidak akan menertawakanku kan, kalau aku mengatakan padanya kalau istrinya yang sudah meninggal sedang mengawasinya?" tanya Gong Shil. 

Dia lalu berdiri mengajak Joong Won menemui pria itu lagi tapi Joong Won tak mau pergi bersamanya malah menyuruhnya membantu si hantu balas dendam lalu berbalik pergi meninggalkannya. Gong Shil menahannya dan ingin dia ikut bersamanya karena di rumah sakit pasti menakutkan dan mungkin akan ada hantu-hantu lain yang mengikutinya.

"Aku membutuhkanmu." kata Gong Shil

"Aaah...tempat persembunyian yang spesial? Kalau kau menyentuhku kau tidak bisa melihat hantu, iya kan? Kalau kau ketakutan, kau ingin melarikan diri dan memelukku, iya kan?" Kata Joong Won sambil mengulurkan tangannya.


Gong Shil tersenyum mengulurkan tangannya sendiri untuk menyentuhnya tapi Joong Won dengan liciknya menarik tangannya ke atas.


"Tapi...apakah hantu-hantu itu juga pernah memberimu info-info yang berguna? Misalnya info tempat dimana kau bisa menginvestasikan sahammu, dimana kau bisa menemukan minyak atau dimana kau akan menemukan harta karun tersembunyi atau...nomor lotere mana yang akan menang minggu depan?"


Dan saat Gong Shil menjawabnya dengan gelengan kepala maka Joong Won memutuskan kalau dia sama sekali tidak membutuhkan Gong Shil.

"Kalau 'indera keenammu' hanya bisa kau gunakan untuk melihat hantu-hantu yang tidak berguna. Maka 'indera keenammu' itu tidak berharga bagiku. Bagaimanapun juga, aku akan memberimu saran berdasarkan pada apa yang kulihat dan kudengar setelah aku datang kesini. Orang-orang memandangmu seolah kau wanita gila karena kau berlarian mengatakan kau bisa melihat hantu sambil mengenakan kotak tisu di kakimu. Sadarlah dan jaga imagemu.


Sebelum Joong Won beranjak pergi Gong Shil mengatakan padanya "Pak presdir, kau tahu aku tidak gila. Kau melihatnya sendiri jadi kau sudah percaya padaku."

"Tidak, aku hanya akan melihat apa yang ingin kulihat dan mempercayai apa yang ingin kupercayai. Aku melihatmu sebagai wanita gila dan aku tidak mempercayai omonganmu." kata Joong Won lalu pergi meninggalkannya sendirian. Gong Shil hanya bisa pasrah melihat kepergiannya dengan sedih.

Gong Shil akhirnya berjalan pulang dengan memakai kotak tisu dan sepanjang jalan orang-orang melihatnya dan menertawakannya. Gong Shil sangat malu dan kesal pada hantu yang terus menerus mengikutinya tapi tidak tahu apapun tentang harga saham ataupun nomor lotere. 

"Beritahu aku tentang hal-hal itu dulu sebelum minta bantuan padaku." ujarnya kesal pada si hantu. Dan dia semakin kesal karena uangnya kurang untuk naik taksi.


Jong Won mau pulang dengan mobilnya saat dia sekali lagi salah menekan tombol pembuka bagasi dan bukannya pembuka pintu mobil. Saat dia mau menutup bagasinya dia menemukan sepasang sepatu dan sandal di dalamnya.

Dia memikirkan Gong Shil tapi kemudian dia melihat kotak tisu lain di bagasinya, dia menekan-nekan kotak tisu itu "ini cukup kokoh dan nyaman." tapi kemudian kotak tisu itu robek bersamaan dengan robeknya kotak tisu Gong Shil.


Gong Shil berusaha mengembalikan tisu-tisunya kembali kedalam kotak dan saat itu Kang Woo yang sedang menunggu bis melihatnya. Kang Woo memberitahunya kalau dia baru pulang dari rumah sakit setelah mengantar Jin Joo berobat. Kang Woo melihat kakinya memakai kotak tisu dan Gong Shil merunduk malu dan menduga kalau Kang Woo juga berpikir dia wanita gila. 

Tapi dia salah Kang Woo malah memujinya "Tidak. Kau pintar karena menggunakan kotak tisu itu untuk melindungi kakimu." (aaawwwww)

Gong Shil sangat senang karena Kang Woo bisa mengerti, dia memang memakai kotak tisu itu dengan tujuan yang jelas (melindungi kakinya) dan bukan karena dia gila. Tapi sekarang dia kebingungan karena kotak itu robek. Kang Woo sekali lagi membuatnya bahagia dengan memanggilkan taksi supaya mereka bisa pulang bersama lebih cepat.


Saat Kang Woo pergi memanggil taksi, Gong Shil berbicara sendiri "Tempat perlindunganku tertutup, tapi kurasa aku baru saja menemukan pelindung baru." Gong Shil lalu menyingkirkan tangan jail gaib yang sedari tadi mengganggunya dan menyuruhnya diam. (hahahaha)


Di dalam mobilnya Joong Won yang ingin menyusul Gong Shil untuk memberinya sepatu, dimarahi si nona GPS karena rute pulang yang diambilnya salah dan Joong Won dengan kesal menyuruhnya diam (hahaha). Joong Won tiba didepan halte tempat Gong Shil tadi bersama Kang Woo tapi saat dia sampai disana dia sudah tidak ada dan makin kesal karena si nona GPS terus menerus memberitahunya kalau dia salah jalan.


Saat itu secarik tisu yang tadinya di kotak tisu yang dipakai Gong Shil melayang menuju mobilnya dan menempel di pintu mobilnya. Joong Won memutuskan untuk pulang saja tapi sekarang si nona GPS malah membuatnya bingung karena dia menyuruh Joong Won belok kanan yang artinya kalau dia belok kanan maka dia akan kembali lagi ke rumah sakit.


Di rumah sakit keluarga mendiang hantu high heel yang cuma ada 2 yaitu suaminya kejam dan ibunya, diberitahu oleh polisi kalau dugaan mereka salah, dia tidak sedang mabuk saat menyetir dan yang aneh dia menyetir hanya dengan memakai satu sepatu. 


"Menantu, apa polisi tadi bilang kalau kematian putriku bukan karena kecelakaan?" tanya sang ibu yang sangat sedih atas kepergian putrinya.


Menantunya berusaha memnenangkannya dengan memberi alasan mungkin dia cuma kehilangan sepatu itu di suatu tempat dan dia akan berusaha untuk mencarinya. Pria itu keluar dan menelepon seseorang.

"Apa kau sudah mencari sepatu yang hilang itu? Tidak ada? oke." kata pria itu lalu membuang satu sepatu istrinya yang ada padanya ke tong sampah.


Sesampainya di apartemen mereka Gong Shil yang sudah memakai sandal baru berterima kasih pada Kang Woo dan Kang Woo menginginkan sesuatu darinya sebagai balasannya, dia lalu menanyai Gong Shil...eeehm...lebih tepatnya menginterogasi.


"Waktu kau bilang padaku kalau kau punya 'seseorang yang spesial' di Kingdom, apakah yang kau maksud presdir Joo Joong Won?"

"Iya."

"Apa dia juga alasan kau bekerja di Kingdom?"

"Ehm. Iya."


"Waktu itu aku melihatnya datang kemari untuk menemuimu, apa kalian berdua punya hubungan spesial?"

Saat Gong Shil agak ragu untuk menjawabnya Kang Woo mencoba menenangkannya dengan membuat alasan apakah nantinya tidak akan apa-apa kalau mereka pulang bersama, karena rasanya akan sangat canggung kalau dia pulang bersama dengan pacar bosnya.

Gong Shil tertawa "Aku bukan wanita spesial semacam itu. Bagi pak presdir aku hanyalah...wanita yang membingungkan."


"Kalau begitu lain waktu mari kita pulang bersama lagi." kata Kang Woo lalu pamit pergi ke kamarnya.

Gong Ri ternyata juga ada disana masih sempat melihat Kang Woo sebelum dia pergi. Dia lalu menghampiri Gong Shil 


"Siapa cowok cute itu?"

Gong Shil tidak menjawabnya dan hanya memeluk kakaknya sambil tersenyum melihat kepergian Kang Woo.


Gong Ri baru diberitahu kalau Kang Woo adalah kepala satpam di Kingdom dan tinggal di kamar No 404. 

"Apa pria itu tahu tentang...dunia gaibmu?"

"Kalau dia tahu, kurasa dia tidak akan menawariku untuk pulang bersama."

"Gong Shil, kurasa kau seperti ini...mungkin karena kau kekurangan energi 'Yang'. Bertemanlah dengan pria itu dan dapatkan 'energi lelaki' darinya."

"Energi lelaki?"

"Dalam dongeng dikatakan kalau cenayang yang bisa melihat arwah, kehilangan kekuatan mereka saat mereka mulai menjalin dengan pria. Melihat makhluk-makhluk itu sama seperti cenayang. Siapa yahu, kalau kau mendapat 'energi lelaki' kau jadi normal kembali."

"Begitukah? Hmmm...apa mungkin pria itu jadi spesial karena dia punya 'energi lelaki' yang kuat?" Gong Shil memikirkan Joong Won.

Kakaknya juga tahu dia sedang membicarakan pria lain "'Pria itu' siapa?"

"Seseorang."

"Siapapun dia, dekati saja dia dan hisap energinya."


"Bagaimana bisa aku melakukannya kalau dia bahkan tidak mengizinkanku menyentuh tangannya."

"Kalau begitu kita mulai saja dari pria No 404 itu. Ayo tidur."


"Aku tidak bisa tidur. Bahkan sekalipun aku tidur nyenyak, hantu-hantu akan tetap datang untuk mengangguku."

Kakaknya ketakutan melihat sekitar kamarnya "Apa...ada sesuatu disini?"

Gong Shil tidak menjawab dan hanya melihat sepatu high heel yang dibawanya.


Keesokan harinya di Kingdom, Joong Won beserta rombongan stafnya yang mengikutinya dari belakang berkeliling Kingdom untuk menyapa para pemilik toko disana. Paman Do sangat senang karena profit musim panas kali ini lebih tinggi dari sebelumnya. 

Tapi Joong Won tidak bisa setenang itu karena sebentar lagi saingannya yaitu Giant Mall akan segera opening dan menyuruhnya untuk lebih meningkatkan strategi bisnis untuk semakin meningkatkan profit.

Paman Do mengajaknya berkeliling toko-toko yang menghasilkan profit besar, mereka sampai ke sebuah toko paling laris ketiga dan Joong Won tersenyum ramah menyapa sang pemilik toko. Lalu mereka sampai ke sebuah toko yang tidak terlalu laris dan Joong Won berlalu begitu saja tanpa menyapa pemiliknya. 



Lalu mereka sampai ke sebuah toko yang paling laris pertama dan Joong Won langsung tersenyum bahagia dan membungkuk sambil mengucap banyak-banyak terima kasih pada sang pemilik toko (Dan aku cuma bisa ketawa sambil geleng-geleng kepala ngelihat tingkahnya Joong Won).


Hal selanjutnya yang mereka lakukan melihat para pekerja menempel poster besar Yi Ryung yang menggunakan pakaian olahraga dan menendang bola. Poster itu diambil sebelum pernikahan Yi Ryung batal dan paman Do khawatir dengan reaksi Yi Ryung nanti kalau mereka masih memajang poster itu.

Tapi Joong Won bersikeras untuk tetap memajang poster itu dan apa pedulinya kalau Yi Ryung protes, kan dia yang membayar Yi Ryung.


Gong Shil mendatangi toko milik suami hantu high heel, tapi toko itu sedang tutup. Dan saat dia pergi Joong Won beserta rombongan staffnya datang ke toko itu. Paman Do memberitahunya kalau istri pemilik toko itu beberapa hari yang lalu meninggal dunia dalam kecelakaan mobil. 


Toko itu ternyata toko paling laris keempat di Kingdom. Paman Do tahu kalau pemilik toko itu beberapa kali menghubungi Gian Mall untuk pindah kesana, tapi paman yakin hubungan baiknya dengan pemilik toko itu tidak akan membuatnya pindah ke Giant Mall. 

Tapi Joong Won tidak bisa mempercayai orang itu begitu saja terutama setelah apa dia lihat di rumah sakit waktu itu. Lalu dia menyuruh paman Do menyelidiki orang itu dan paman Do yang tidak mau repot menyerahkan tugas itu ke sekretaris Kim.


Di cafe Gong Ri, satpam Lee Han Joo dan temannya sedang menggosipkan kematian istri salah satu pemilik toko di Kingdom. Gong Ri ikutan nimbrung dalam percakapan mereka.


"Kudengar pria itu sangat baik pada istrinya." kata satpam temannya Han Joo

"Sebelumnya aku sering melihat pasangan itu." kata Gong Ri

Flashback saat Gong Ri melihat pasangan suami istri itu tertawa bahagia bersama di cafenya. Mereka sering membuat rencana mendaki gunung dan liburan di akhir pekan. "Pria itu sangat baik."


"Istrinya sangat kaya. Karena itulah pria itu harus baik pada istrinya yang sudah memberinya sebuah toko. Ibu mertuanya malah jauh lebih kaya lagi. Kudengar dia punya beberapa gedung di Gangnam. Hmmm...putri tunggalnya sudah meninggal dunia dan satu-satunya keluarga yang tertinggal cuma menantunya...kalau begitu semua kekayaannya nanti...Wah banyak sekali. Dia sangat beruntung." kata Han Joo


"Bagaimanapun juga, dia pria yang sangat baik pada istrinya jadi dia pantas mendapatkannya." kata Gong Ri


Gong Ri berbalik dan terkejut dengan kehadiran Gong Shil dibelakangnya.

"Unni, Kalau aku bilang ada seseorang yang jahat padahal semua orang yang lain menganggapnya orang baik...mereka pasti takkan percaya kan?"


"Apa sesuatu datang lagi?"

Gong Shil menggelengkan kepalanya "Tidak."

Gong Ri mengenggam tangan adiknya "Gong Shil, mari kita tinggal untuk jangka waktu yang lama disini (bekerja di Kingdom). Kau harus bersikap baik disini biar kau bisa pulang dengan pria tampan dan mendapat 'energi lelaki'."


"Baiklah. Aku pergi." pamit Gong Shil

Setelah dia pergi Gong Ri seperti bisa merasakan sesuatu datang bersama dengan adiknya dan saat itu pula gelas-gelas yang tadinya tertata rapi di meja tiba-tiba saja terjatuh dengan sendirinya dan membuat Gong Ri ketakutan. 


Han Joo kemudian mendekati Gong Ri dan bertanya apakah Gong Shil itu adiknya. Gong Ri bertanya kenapa dia ingin tahu kalau Gong Shil adiknya dan Han Joo beralasan kalau dia hanya ingin berteman dengannya. (Aku yakin dia cuma ingin bersikap baik dihadapan Gong Shil yang dia anggap pacar bosnya)





Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon