Powered by Blogger.


Yi Ryung dan managernya menemukan poster sepak bola Yi Ryung dipajang di Kingdom dan sang manager sangat marah melihatnya dan Yi Ryung mengejutkan sang manager dengan tidak mempermasalahkan poster itu sama sekali.


"Menurutku lebih baik memakai pakaian ini dan menendangnya saja sejauh mungkin daripada harus dikasihani orang dengan memakai pakaian rumah sakit."

Managernya bingung bagaimana harus menghadapinya kali ini (hehehe). Yi Ryung lalu mengajaknya mencari wanita yang merusak pernikahannya setelah makan nati. Saat dia berbalik dia melihat Tae Gong Shil lewat didepannya memakai seragam petugas kebersihan, tapi kemudian Yi Ryung memutuskan mungkin dia cuma salah lihat.


Di rumah duka, ibunya hantu high heel menangis histeris dan tak melihat si suami mengeluarkan air mata buaya. 


Gong Shil mendatangi Jin Joo untuk menanyakan dimana dia menemukan sepatu itu. Lalu Gong Shil bersama hantu high heel tiba di TKP tempat sepatu itu ditemukan dan mereka bersama-sama melakukan olah TKP saat Joong Won dan sekretaris Kim datang.



"Dia bilang sepatunya terjatuh disini. Dan kurasa tempat ini cukup dekat dengan toko suaminya." Gong Shil memberitahu Joong Won.

"Sepatu itu terjatuh disini?" tanya Joong Won dan Gong Shil mengangguk

"Kalau begitu benda itu adalah sampah dan kau sebagai petugas kebersihan sudah menjadi tugasmu untuk membuang sampah ke tempatnya." ujar Joong Won


"Sepatu ini bukan sampah." bantah Gong Shil "Presdir kan tahu sendiri apa yang ingin kulakukan."

Joong Won lalu ikut berjongkok bersamanya dan memberitahunya kalau dia tidak tahu apa yang sedang dilakukannya.


"Bagiku, kau terlihat seperti pemalas yang melakukan hal-hal gila. Seorang karyawan yang terancam kehilangan pekerjaannya." kata Joong Won sambil mendorong kepala Gong Shil dengan jarinya.

Tiba-tiba seorang wanita (manusia) lewat didepan mereka memakai sepatu high heel berwarna pink yang sama persis dengan sepatu si hantu. 

"Sepatu itu! Kau melihatnya juga kan? Sepatunya sama dengan sepatu ini." kata Gong Shil sambil menunjukkan sepatu si hantu pada Joong Woon.

Joong Won melihat lagi sepatu yang digunakan oleh wanita yang lewat barusan "Lalu?"


"Walaupun aku tidak mau tahu, aku tidak bisa mengacuhkannya kalau aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Aku orang yang seperti itu." kata Gong Shil lalu pergi mengikuti wanita itu meninggalkan Joong Won yang kesal karena menurutnya Gong Shil melakukan hal-hal tidak berguna lagi.


Wanita itu masuk ke toko si suami hantu high heel yang sebenarnya masih tutup lalu dia melihat si suami itu juga masuk ke dalam tokonya. Gong Shil berusaha melihat mereka melalui jendela kaca display tapi pandangannya tertutup oleh tas-tas yang dipajang di jendela itu. 

Lalu dia mendapat ide, dia mengukur tinggi heel sepatu itu lalu berjinjit menyamakan tinggi tubuhnya seolah dia memakai sepatu itu.


Dan akhirnya dia bisa melihat mereka berdua didalam sedang bermesraan. Dia hampir saja ketahuan lalu menunduk dan duduk dilantai di luar toko itu.


Flashback saat hantu high heel masih hidup, waktu kejadian itu malam hari dan Kingdom sudah gelap dan sepi, dia datang ke toko suaminya sambil mengenakan sepatunya saat dia melihat suaminya bermesraan dengan selingkuhannya melalui jendela kaca display sama seperti yang dilakukan Gong Shil.


Karena sepi dia bisa mendengar dengan jelas rencana jahat suaminya yang ingin membunuhnya saat mereka mendaki gunung nanti di akhir pekan dan kalau dia ikut juga maka dia tidak akan dicurigai. Dan saat itu pula dia melihat istrinya memergoki mereka dan mendengar semua pembicaraan mereka.


Istrinya sangat ketakutan lalu berlari dan si suami itu mengejarnya. Dia bersembunyi di toko lain dan saat suaminya pergi mencari ditempat lain dia malah mendengar suara ketukan sepatunya dan berlari mengejarnya, dia kehilangan sepatunya dalam usahanya melarikan diri dari suaminya dan suaminya terus mengejarnya sampai mereka kebut-kebutan di jalan.


Dia mengebut berusaha menghindari suaminya dalam keadaan emosi yang labil dan saat dia mengecek apakah suaminya itu masih mengejarnya dan tidak memperhatikan jalan didepannya dia menubruk sebuah truk yang mengangkut sebuah besi besar dan panjang dan besi itu masuk menembus mobilnya dan membunuhnya.


Kembali ke Gong Shil yang masih duduk termenung didepan toko si suami itu dan  mendengarkan percakapan mereka. Selingkuhannya sekarang merasa bebas memakai sepatu yang bentuknya sama dengan sepatu istrinya itu dan si suami sekarang tinggal menunggu waktu si mertuanya juga mati dan akan mewarisi semua harta kekayaan mereka.


Saat mereka tertawa bahagia, mereka tak menyadari kehadiran sosok hantu istrinya yang menangis darah melihat dan mendengar kebahagiaan mereka.


Di ruang kantornya, Joong Won mengamati perkembangan Giant Mall dengan teropongnya, dia sangat kesal karena saingannya itu ingin mencuri pelanggan mereka. Dan untuk mencegah semua pelanggan mereka pindah ke Giant Mall itulah mereka berkeliling menyapa semua pemilik toko dengan tersenyum sampai mulut mereka sakit.


"Tindakan itu sangat murah dilakukan untuk memastikan mereka menetap disini, terutama toko 'Dahlia' (tokonya suami hantu high heel)." kata sekretaris Kim 

"Kurasa mulutku jauh lebih sakit saat aku melihat pemilik toko itu." keluh Joong Won

Sekretaris Kim memberitahunya kalau wanita yang diikuti Gong Shil tadi adalah seorang pegawai di toko Dahlia, dia takut kalau Gong Shil akan membuat masalah disana dan Joong Won juga jadi ikut khawatir.


Di toko Dahlia, ibu mertua si suami itu datang membawakannya makan siang karena sekarang dia sudah tak punya putri untuk diajak makan bersama. Si suami lalu mengajak ibu mertuanya mendaki gunung sama seperti yang selalu dilakukannya bersama istrinya dulu (Jangan mau bu. Dia pembunuh >.<)


Saat itu Gong Shil masuk, menunjukkan pada mereka sepatu istrinya dan memberitahu mereka kalau istrinya menyuruhnya untuk menyerahkan sepatu ini kembali padanya lalu memberitahu sang ibu kalau putrinya meninggal dunia setelah dia melihat suaminya berselingkuh dan sangat terkejut sampai melarikan diri meninggalkan sepatunya.


Si suami awalnya gugup namun dia bisa bersikap tenang dan berbohong kalau sepatu yang dipegang Gong Shil bukan milik istrinya bahkan dia bilang polisi sendiri yang menemukan sepatu itu di TKP. 

Dia berjalan menuju meja kerja selingkuhannya dan memberinya isyarat mata untuk melepas sepatunya dan memperlihatkan sepatu selingkuhannya pada Gong Shil dan ibu mertuanya, dia mengklaim kalau sepatu itu milik istrinya.

"Tidak benar. Sepatu itu milik wanita lain. Wanita itu ada di toko ini." kata Gong Shil sambil mendekati wanita selingkuhannya tapi si suami bergerak cepat untuk mencegahnya.

"Siapa kau? Apa yang kau inginkan?" tanya si suami

"Dia bilang kalau dia akan selalu mengawasimu." Gong Shil lalu berpaling pada sang ibu "Aku ingin melindungimu. Pria ini orang jahat."

Dan sekarang si suami mulai mengeluarkan jurus air mata buayanya berpura-pura sedih atas kematian istrinya bahkan dia sampai merasa ingin ikut mati bersamanya "Kenapa kau melakukan ini pada orang yang hidup dalam penderitaan?


Gong Shil tertawa sinis mendengar semua kata-katanya "Apa kau masih bisa mengucapkan kata-kata itu bahkan jika istrimu ada disini bersama kita?"


"Kalau dia disini bersama kami, dia akan tahu seberapa besar rasa cintaku padanya, seberapa besar penderitaanku. Aku yakin dia akan tahu." kata si suami dengan air mata buayanya.


Gong Shil melihat hantu high heel itu di belakang suaminya melihat suaminya dengan amarah dan tangis darah.


"Bohong. Air mata itu bohong." Gong Shil menyerang si suami tapi pegawai toko menyeretnya keluar dan sepanjang jalan dia seret Gong Shil berteriak histeris layaknya orang gila dan akhirnya menjadi tontonan dan gunjingan orang-orang di mall itu.


Di ruang pengawasan CCTV, Kang Woo mendapat laporan kalau seorang petugas kebersihan yang bernama Tae Gong Shil membuat keributan di toko Dahlia.


Yi Ryung melihat Gong Shil diseret dan berteriak histeris dan dia jadi yakin kalau rumor yang mengatakan Tae Gong Shil sudah jadi aneh memang benar.


Gong Shil didorong sampai terjatuh ke lantai. Han Joo dan rekannya membantunya berdiri dengan lembut saat mereka disuruh oleh pegawai toko dahlia mengusirnya keluar. 


Gong Shil hampir menangis dan tidak mampu untuk berdiri bahkan sekalipun di bantu Han Joo dan rekannya saat dia melihat orang-orang mengelilinginya dan menganggapnya gila. Saat si suami mau mengajak ibu mertuanya pergi, Joong Woon datang memanggil Tae Gong Shil.


"Kenapa kau duduk disitu seperti orang gila? Berdirilah." perintah Joong Won dan Gong Shil hampir menangis melihatnya datang.

"Aku bilang berdirilah." kata Joong Won sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Gong Shil berdiri. Gong Shil menerima uluran tangannya dan berdiri.


"Apa kau sudah menemukan pemilik sepatu itu?" tanya Joong Won.

Sambil menunjuk si suami Gong Shil mengatakan "Iya, aku sudah menemukannya. Tapi pria itu menyangkal kalau sepatu ini bukan milik istrinya."


Si suami menunjukkan sepatu yang dipegangnya "Aku tidak berbohong, sepatu yang ini milik istriku." lalu sambil menunjuk Gong Shil "Wanita itu mengatakan hal-hal gila."


Joong Won tersenyum sinis mendengarnya "Kurasa kita bisa membuktikan apakah wanita ini yang gila atau kau yang berbohong dengan memasangkan sepatu itu bersama."


Sekretaris Kim mengeluarkan sebelah sepatu yang sama pada Joong Won "Ini adalah sepatu yang dipakai istrinya saat dia meninggal dunia." lalu dia berjalan mendekati si suami "Aku memungut sepatu ini setelah kau membuangnya di tong sampah diluar rumah sakit."


Joong Won merebut sepatu yang dibawa si suami lalu memasangkannya dengan sepatu yang dia bawa dan ternyata ukurannya tidak sama. 


"Sepatu yang kau punya tidak pas." kata Joong Won pada si suami lalu dia berbalik pada Gong Shil dan memberinya isyarat untuk mendekat padanya. Dia menjatuhkan sebelah sepatu milik si suami dan mengambil sepatu yang dibawa Gong Shil dan ternyata ukurannya sama "Sedangkan yang ini pas."


Sang ibu sangat terkejut karena itu memang sepatu putrinya "Lalu, sepatu siapa yang kau bawa tadi?" tanya sang ibu pada menantunya.


Joong Won melihat selingkuhannya bersembunyi di pojokan toko dan menyuruh satpam membawa wanita itu keluar dan akhirnya siapa pemilik sepatu itu terbukti saat si selingkuhan ketahuan hanya memakai satu sepatu.


"Jadi selama ini kau berbohong?" sang ibu hampir terjatuh pingsan kalau pegawainya tidak memeganginya.


Gong Shil mendekati si suamu dan menyampaikan pesan istrinya "Istrimu akan selalu mengawasimu bahkan sampai akhir hayatmu...sama seperti yang kau lakukan padanya."


Gong Shil mengembalikan sepatu itu pada sang ibu "Apa putriku sedang melihat kita?"

"Iya." Gong Shil melihat ke belakangnya dan hantu high heel yang sekarang sudah berwujud normal melihat ibunya dengan sedih.


Sang ibu menangis memeluk sepatu itu dan putrinya ikut menangis bersamanya dan memeluknya dari belakang. Gong Shil menangis haru melihat ibu dan anak itu. Lalu sepertinya sang ibu bisa merasakan putrinya sekarang harus pergi untuk selama-lamanya, sang ibu dan Gong Shil bersama-sama melihat langit.


Yi Ryung dan managernya membicarakan kejadian tadi dan si manager kagum dengan Joong Won yang membela pegawainya, tapi Yi Ryung malah bingung kenapa dia bersikap seperti itu karena biasanya Joong Won bukan tipe orang sebaik itu. 


Saat itu dia melihat Kang Woo berjalan didepannya dan mengejarnya lalu memegang tangannya dan Kang Woo yang menganggap pegangan itu sebagai ancaman langsung memelintir tangannya Yi Ryung.

"Ini aku! Tae Yi Ryung! lepaskan!" pintanya. Kang Woo melepaskannya.


Yi Ryung bertanya apakah dia bekerja di Kingdom dan membaca label namanya "Kang Woo? Apa namamu Kang Woo?"

"Iya benar."


Yi Ryung ingin berbicara tentang kejadian di rumah sakit waktu itu tapi Kang Woo memotongnya karena sekarang dia sedang ada tugas. Lalu pergi meninggalkan Yi Ryung untuk kedua kalinya (hehehe).


Kang Woo tiba di toko Dahlia setelah semuanya selesai. Han Joo memberitahunya kalau Joo Goon sendiri yang membantu menyelesaikan masalah tadi. 


Han Joo dan rekannya lalu pamit pergi dan saat mereka belum pergi jauh, Kang Woo mendengar Han Joo bergosip tentang Gong Shil.

"Aku bersumpah Tae Yang itu pacar rahasianya Joo Gun. Aku sangat yakin dengan apa yang kulihat. Tapi tadi aku tidak memegang wanita itu terlalu kuat kan? Aku tidak boleh membuatnya marah." kata Han Joo


Di ruang kantornya Joong Won, Gong Shil berterima kasih atas bantuan Joong Won tadi walaupun awalnya dia bilang kalau dia tidak mempercayainya dan tidak akan mempedulikannya.

"Tidak perlu berterima kasih padaku. Aku hanya ingin balas dendam. Pria itu tidak hanya mengkhianati istrinya tapi juga mengkhianati Kingdom ku. Dia sudah menandatangani kontrak untuk pindah ke Giant Mall. Baji***n. Aku hanya balas dendam atas pengkhianatannya."


"Bukankah kau mengawasinya karena kau juga sebenarnya prihatin?"

"Aku hanya tak sengaja melihat sebuah kejadian yang tidak penting saat aku sedang salah arah."


Flashback saat Joong Won menuruti arah yang ditunjukkan oleh si nona GPS untuk belok kanan dan ternyata dia benar-benar kembali ke rumah sakit. Saat Joong Won marah pada si nona GPS dia tak sengaja melihat melalui kaca spionnya saat si suami itu membuang sepatu istrinya ke tong sampah. 


Kembali ke ruang kantor, Gong Shil memberitahunya kalau kadang orang menemukan barang mereka yang hilang di tempat-tempat yang tidak biasa, atau kadang datang ke tempat yang tidak biasa saat mereka salah arah. "Kadang kita pikir kalau kejadian itu karena kebetulan sedang beruntung atau sedang sial. Tapi tidak semua kejadian itu hanya suatu kebetulan."

"Jadi kau bilang kalau aku tersesat waktu itu bukan karena kebetulan?"


Gong Shil lalu tersenyum sambil mendekatkan wajahnya dan menirukan suara si nona GPS "Belok kanan."


Wajah Joong Won langsung kaku saat dia menoleh melihat Gong Shil. Flashback saat si nona GPS mengatakan pada Joong Won untuk belok kanan dan ternyata selama kejadian itu berlangsung hantu high heel berada disebelahnya.


Kembali lagi ke kantor Joong Won sekarang ketakutan memandang Gong Shil bahkan saat Gong Shil menggodanya dengan berpura-pura ketakutan melihat keatas, Joong Won juga ikut-ikutan malah sampai kebingungan mencari sesuatu yang ditakuti Gong Shil itu (hehehe). Melihatnya seperti Gong Shil langsung tertawa.

"Pak presdir, kurasa ada cara bagiku agar menjadi orang yang spesial bagimu."


"Dengan cara apa kau bisa jadi spesial bagiku? Apa kau tahu nomor lotere yang akan menang nanti?"

Gong Shil sekali mendekatkan wajahnya pada Joong Won "Cha Hee Joo. Dia orang yang sangat spesial bagimu kan?"

Saat mendengarnya Joong Won terlihat tidak senang.

Gong Shil melanjutkan "Aku punya kemampuan untuk melihatnya."

"Benar. Kau bilang Hee Joo ada disisiku kan? Kalau kau selalu didekatku, kau bisa melihatnya lagi kan?" tanya Joong Won


"Iya." Gong Shil mengangguk senang "Aku bisa jadi spesial kalau aku bisa Cha Hee Joo lagi kan?" Lalu dia berbisik pada 

Joong Won "Kalau aku melihatnya lagi, aku akan memberitahumu." Gong Shil lalu pamit pergi.

"Aku harus melihat Hee Joo lagi?" gumamnya setelah kepergian Gong Shil.


Di kantor wakil direktur bibi Joo memberi paman Do sebuah peringatan sehubungan dengan kejadian pengkhiatan si suami hantu high heel.

"Aku tidak peduli kalau menikahiku hanya karena uang. Yang perlu kau lakukan hanyalah melihatku sampai akhir hayat kita.


Saat mendengarnya paman Do langsung memperbaiki posisi duduknya.

Bibi Joo melanjutkan "Dada wanita cantik akan kempis saat mereka menua." Saat mendengarnya pandangan paman Do turun ke dada bibi Joo (hahahahaha)


Bibi Joo melanjutkan lagi "Akan tetapi, uangku tidak akan pernah mengering. Karena itulah kau harus selalu menjaga kesetiaan dan kepercayaanmu padaku. Dan tidak melihat ke tempat lain. Hanya itu saja yang kubutuhkan darimu."


Paman Do meyakinkan bibi Joo "Aku tidak akan pernah merubah pikiranku yang selalu mencintaimu. Aku hanya akan melihatmu (pakai bahasa inggris)"

"Okeeeey...Kalau kau berpaling sedikit saja." Bibi Joo membuat gerakan melintang di leher dengan tangannya "Aku akan membuangmu tanpa melihat kembali ke belakang."

"Hal itu tidak akan pernah terjadi. Tidak akan pernah."


Di cafe Gong Ri, Han Joo membelikan Gong Shil segelas minuman dan mengajaknya bergabung makan bersama tim satpam nanti malam. Gong Shil yang sudah lama tidak makan bersama teman kerja tentu saja senang. Tapi sepertinya keadaannya tidak memunginkan baginya untuk ikut ke acara yang akan banyak minum-minumnya itu karena akan terjadi masalah besar kalau dia sampai mabuk. 


Tapi Gong Ri tetap bersikeras supaya dia ikut karena akan ada Kang Woo juga di acara itu dan Gong Ri memaksanya untuk ikut untuk mendapatkan 'energi lelaki' darinya dan menyuruhnya makan snack saja kalau dia tidak bisa minum.


Malam itu juga akhirnya Gong Shil dan Gong Ri ikut pesta makan bersama tim satpam. Dan yang dilakukan Kang Woo sepanjang acara itu hanyalah mengawasi Gong Shil. 


Han Joo memberinya segelas coca cola yang secara tak sengaja tercampur soju. Dan Gong Shil menghabiskan minuman itu tanpa tahu kalau dia baru saja minum cola campur soju.

Setelah meminumnya Gong Shil jadi bingung kenapa kepalanya tiba-tiba terasa sakit. Dan Gong Ri menggunakan kesempatan itu untuk membuatnya duduk bersandar di sofa di sebelah Kang Woo. 


Gong Shil memberitahu Kang Woo kalau sudah cukup lama dia tidak ikut acara makan bersama dengan rekan kerja. Melihat Gong Shil terus menerus memegang kepalanya dan mengeluh sakit Kang Woo bertanya "Apa kau baik-baik saja? Apa kau yakin tidak sedang mabuk?"

Gong Shil sangat yakin dia tidak meminum alkohol "Aku tidak bisa minum. Aku takut berubah menjadi orang lain kalau aku mabuk."

"Semua orang juga pasti akan menjadi orang lain kalau mabuk." kata Kang Woo


"Saat aku mabuk aku benar-benar berubah menjadi 'orang lain'." kata Gong Shil


Saat Gong Shil sedang bersenang-senang dengan tim satpam, Joong Won termenung sendirian di ruang kantornya mengingat masa remajanya saat masih bersama Hee Joo.


Flashback saat Joong Won remaja dan Hee Joo di sebuah taman bermain.

"Cha Hee Joo, Apa benar kalau kau menyukaiku hanya karena aku berasal dari keluarga kaya?"


Hee Joo tidak segera menjawab ataupun membela diri yang membuat Joong Won remaja jadi sakit hati.


"Aku hanya berpura-pura seolah aku masih ragu supaya kau tidak merasa sakit hati. Kalau aku langsung mengakuinya, kau akan terluka." kata Hee Joo


Kata-katanya tadi membuat Joong Won benar-benar sakit hati, saat dia akan pergi meninggalkannya, Hee Joo memanggilnya dan bertanya apa dia marah. Joong Won tidak menjawab dan terus berjalan.


"Kau akan memaafkanku kalau aku memanggilmu 3 kali. Joo Joong Won (One)."


Joong Won berhenti tapi masih belum berbalik. Hee Joo melanjutkan.

"Joo Joong Two." Hee Joo tersenyum tahu kalau dia sebentar lagi akan menang "Joo Joong Three."

Dan Joong Won remaja memang akhirnya kalah saat dia tertawa dan berbalik pada Hee Joo.


"Tidak lucu." kata Joong Won remaja sambil tersenyum padanya

Hee Joo membalas senyumnya "Memang tidak lucu, tapi kau memaafkanku kan?"

Joong Won remaja tertawa dan memaafkannya.


Kembali ke Kingdom, Joong Won berjalan keluar dari kantornya dengan marah "Cewek jahat.

Di belakangnya Gong Shil berjalan sempoyongan memegang kepalanya yang pusing. Dia melihat Joong Won berdiri didepannya membelakanginya dan hantu Hee Joo tiba-tiba muncul dibelakang punggung Joong Won. Hantu Hee Joo memandang Joong Won dengan sedih lalu berbalik menghadap Gong Shil.


Kang Woo melapor pada bos misteriusnya di telepon kalau menurutnya, wanita yang dia laporkan padanya kemarin (Gong Shil) punya hubungan spesial dengan Joong Won. Dia juga bilang pada bos misteriusnya kalau dia akan akan terus menyelidiki apakah Gong Shil punya hubungan dengan Cha Hee Joo atau punya informasi tentangnya. (Bosnya misterius Kang Woo sendiri juga misterius)


Gong Shil berjalan menuju suatu gedung apartemen mewah (kali ini jalannya tidak sempoyongan seperti tadi). Joong Won kedatangan tamu dan dia adalah Gong Shil. Dia menemuinya di bawah, marah karena dia berani datang ke apartemennya. Gong Shil berbalik menghadapinya dengan senyum lalu memanggilnya "Joong Won-ah."


Joong Won menjadi lebih marah lagi karena Gong Shil sekarang jadi berani memanggil namanya langsung dan bukan 'presdir' seperti biasanya. Gong Shil berjalan mendekatinya "Apa kau marah?"

"Aku marah. Sangat. Kau dipecat. Jangan berani muncul dihadapanku lagi. Pergi." Joong Won mengusirnya dengan kibasan tangan lalu berbalik pergi, tapi baru selangkah dia berjalan Gong Shil menghentikannya.


"Apa kau masih akan memaafkanku kalau aku memanggilmu 3 kali?"

Joong Won langsung berhenti, dia tahu siapa pemilik asli kalimat itu.


"Joo Joong Won (One). Joo Joong Two. Joo Joong Three."

Joong Won berbalik dan menatap Gong Shil yang tersenyum padanya.


"Tidak lucu. Kau. Siapa kau?"

"Ini aku. Cewek jahatmu." (Hooooooh! Dia kerasukan hantu Hee Joo!)



Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon