Powered by Blogger.


Gong Shil bangun dari tidur lelapnya dengan senyum bahagia. Dia berbalik dan melihat Joong Won tertidur disampingnya dan tangan mereka bertautan (OMO!!!). 


Gong Shil tertawa bahagia melihat tangan mereka bertautan di satu ranjang. Keinginannya untuk tidur bersama Joong Won sangat besar sampai dia mengira kalau sekarang ini dia cuma bermimpi.


Dia mengusap-usap tangan Joong Won yang memegang tangannya lalu memeluk tangan itu erat-erat dan karena dia masih mengira ini semua cuma mimpi dia jadi berharap mereka melakukan 'yang lainnya' supaya dia mendapatkan 'energi yang' yang sangat banyak darinya seperti yang selalu dikatakan kakaknya (hahahaha).

Joong Won tiba-tiba terbangun dan Gong Shil menyapanya dengan 'Joo Gun'. Joong Won langsung menyadari perubahan nama panggilannya dari yang kemarin 'Joong Won-ah' sekarang menjadi 'Joo Gun'. 



Gong Shil yang masih mengira dia sedang bermimpi semakin mempererat pelukannya pada tangan Joong Won "Ayo tidur lagi. Aku belum mau bangun dulu." (hahahaha)


Joong Won berusaha menarik tangannya yang sedang dipeluk Gong Shil dengan sebal dan akibatnya Gong Shil malah berguling keatas tubuhnya. 

"Sekarang ini kau siapa?" tanya Joong Won "Tae Gong Shil, iya kan?"

Gong Shil kebingungan dan memperhatikan keadaan sekelilingnya "Iya. Tapi ini bukan mimpi yah?"


Joong Won dengan kasar mendorongnya sampai dia hampir terjatuh dari tempat tidur dan Joong Won sendiri langsung bangun.

"Benar, Kau masih mengira semua ini mimpi bahkan sekalipun kau sudah bangun.  Tapi bagiku, sekarang setelah aku bangun, semua ini lebih terasa seperti mimpi buruk."


Joong Won lalu menyuruhnya untuk tidak berteriak atau membuat keributan tentang mereka yang tidur bersama karena mereka benar-benar hanya tidur sambil berpegangan tangan, tidak lebih.

"Tapi, sekarang ini aku ada dimana?" tanya Gong Shil yang tidak mengenali tempat itu.

"Rumahku." jawab Joong Won.

Gong Shil langsung berdiri kaget "Rumah presdir?" dan sambil melihat-lihat kamar itu dia berkata "Rumahmu bagus."


Joong Won jadi bingung dengan reaksi Gong Shil yang tidak seperti wanita kebanyakan yang biasanya akan bereaksi kaget "Hah? kenapa aku ada disini." saat mereka menyadari mereka kalau mereka terbangun bersama dengan seorang pria di tempat asing.


Gong Shil memberitahunya kalau dia pernah mengalami situasi seperti ini. Suatu kali dia pernah terbangun disebuah area perkuburan. Saat Joong Won mendengar dia mengatakannya seolah bangun di kuburan adalah hal yang lucu Joong Won langsung melotot padanya.


"Aku tahu kau seorang pemurung yang tidak terlalu normal. Tapi apa kau tidak apa-apa bangun di sembarang tempat seperti itu?

"Ehm. Aku memang agak takut dengan hantu. Tapi kadang mereka bisa berguna juga. Kadang mereka memberitahuku kalau ada orang jahat bahkan mereka membantu menakut-nakuti orang jahat itu juga." Gong Shil lalu menyadari sesuatu kenapa Joong Won bertanya seperti tadi "Apa kau mengkhawatirkanku?"

"Bukan kau yang kukhawatirkan tapi orang-orang yang sudah kau takut-takuti. Bagaimana reaksi orang-orang saat melihatmu terbangun di kuburan seperti itu?"


Flashback saat Gong Shil terbangun di balik gundukan kuburan yang berumput. Dia memakai baju putih, wajahnya pucat dan rambutnya berantakan menutupi sebagian wajahnya, lalu dia menguap dan berdiri dan membuat para pelayat berlari ketakutan (hahahaha).


Kembali ke kamar Joong Won, Gong Shil memberitahunya kalau orang-orang itu memang ketakutan. Dia lalu kaget memikirkan kemungkinan kalau Joong Won tadi juga ketakutan saat melihatnya bangun.

"Apa kau menyadari kalau aku juga sangat ketakutan?"

"Tapi aku tadi bangun dengan rapi di tempat tidur."

"Berkat kau, rumahku kemarin kedatangan banyak 'tamu'."


Flashback saat kemarin malam Gong Shil didalam rumah Joong Won kerasukan berbagai macam hantu. Pertama hantu anak hilang, Gong Shil merengek dan menangis di lantai meminta Joong Won mencarikan ibunya. Joong Won mengenggam tangannya dan si hantu dalam tubuhnya keluar jadi asap, saat sudah sadar dia meminta air putih.


Hantu kedua datang saat Joong Won membawakannya segelas air putih, Gong Shil berputar-putar menari balet mendekati Joong Won sambil berbicara dalam bahasa Perancis, lalu dia pingsan di pelukan Joong Won.


Hantu selanjutnya adalah hantu anjing, di atas tempat tidur Gong Shil menggonggong dengan sangat bersemangat bahkan sampai melolong. 


Joong Won yang duduk menonton pertunjukkan itu melempar bantal pada Gong Shil dan menyuruhnya mengigitnya dan Gong Shil benar-benar menggigit bantal itu sampai membuat Joong Won ketakutan (hahahaha).


Kembali ke pagi itu Gong Shil berusaha memasukkan kembali kapas isi bantal ke dalamnya dan Joong Won memberitahunya kalau dia kemarin mabuk dan menjadi anjing.

"Kalau di lihat kekuatanmu saat mengigiti bantal sepertinya kau bukan anjing sekecil cihuahua, tapi anjing besar seukuran Siberian Husky."


Gong Shil jadi bingung kenapa dia jadi anjing padahal dia sangat yakin kalau dia kemarin tidak mabuk (soalnya dia memang tidak tahu kalau coca colanya sebenarnya tidak sengaja tercampur soju).

"Kau baru terdiam saat aku memegangmu, karena itulah aku memegang tanganmu dan tidur." Joong Won lalu mendekatinya "Tapi...apa kau tidak hanya melihat dan mendengar mereka (hantu)? Apa mereka juga datang dan pergi dengan menggunakan tubuhmu?"


Gong Shil memberitahunya kadang hal itu memang terjadi saat dia sedang tidak sadar. Karena itulah dia tidak bisa tidur nyenyak dan selalu hidup dalam kewaspadaan dan karena tak bisa tidur tenang makanya dia selalu punya lingkaran hitam dibawah matanya. Dia lalu tersenyum mengingat kemarin malam dia akhirnya bisa tidur nyenyak. Dia merangkak mendekati Joong Won yang mundur ketakutan kembali ke kursinya.


"Kemarin malam, aku sangat menyukainya."

"Tapi aku membencinya." ujar Joong Won "Kemarin malam kau hanyalah Gae (anjing) Gong Shil."


"Kenapa kemarin bisa jadi anjing yah? Yang kemarin kulakukan cuma makan-makan bersama, mengantuk, lalu kepalaku pusing. lalu aku keluar dan setelah itu..." Gong Shil ingat kalau dia kemarin melihat hantu Cha Hee Joo dan setelah itu dia tidak sadarkan diri.

"Apa kemarin kau juga bertemu Cha Hee Joo? Apa aku datang kesini setelah menjadi Cha Hee Joo?"

Joong Won hanya terdiam.


Flashback saat kemarin malam Gong Joo (Gong Shil/Hee Joo) memberitahunya "Ini aku. Cewek jahat yang kau benci."

"Cha Hee Joo?"


"Pasti sangat berat bagimu untuk membenciku selama ini. Dulu kau sangat menyukaiku." Gong Joo masih berbicara padanya saat mereka mengingat saat-saat bahagia mereka bersama dulu

"Aku yakin rasa sakit yang kau rasakan karena pengkhianatanku sama besarnya dengan rasa sukamu padaku. Kau mungkin tak bisa melupakannya karena pengkhianatanku begitu mengerikan."


Joong Won teringat kembali permintaan maaf tanpa emosi yang diucapkan Hee Joo padanya saat dia disekap dan saat dia menyaksikan kematian Hee Joo.

Sekarang sambil menghadapi Gong Joo, Joong Won berkata "Karena kau mati seperti itu aku tidak bisa membalasmu. Rasanya begitu memalukan sampai aku bahkan tidak bisa mengatakan pada orang lain kalau aku sudah diperdaya olehmu. Berkat kau, kau tetap menjadi kutukan cinta pertamaku yang menyedihkan. Sekarang kau ada disini, seharusnya kau membawa pergi kutukan itu."


"Aku tidak memperdayaimu Joong Won-ah. Aku benar-benar menyukaimu. Aku berharap kau bisa kembali menjadi dirimu yang dulu."

"Yang kuinginkan adalah menemukan penculik yang menghilang itu. Yang kuinginkan adalah mendapatkan uangku kembali. Dimana uangku? Setelah aku menemukan si penculik dan uangku dan melupakan semua yang pernah terjadi, kurasa kutukan itu juga akan ikut terlepas."

Gong Joo mengulurkan tangannya untuk menyentuh Joong Won dan karena sentuhan Joong Won bisa mengusir hantu maka arwah Hee Joo juga terusir oleh sentuhan itu dan dia masih sempat mengucapkan "Aku mencintaimu" sebelum arwahnya keluar dari tubuh Gong Shil. 


Gong Shil terjatuh pingsan dalam pelukan Joong Won. Joong Won mengulurkan tangannya untuk memeluk Gong Shil, tapi dari wajah dan pandangan matanya seperti masih mencintai Hee Joo.

Kembali ke pagi itu, Joong Won memberitahu Gong Shil kalau Hee joo hanya datang untuk mengatakan hal-hal tidak penting lalu menghilang begitu saja. tapi Gong Shil tetap senang karena Joong Won bisa bertemu dengan orang yang sangat ingin ditemuinya itu. 


"Kau bilang kau ingin berada didekat ku kan? Aku akan membiarkanmu berada didekat ku. Tapi ada harga yang harus dibayar untuk melakukan hal itu."

"Berapa?"

"10 milyar won."


Sementara itu Kang Woo menemukan apartemen Gong Shil kosong dan tidak dikunci lalu dia masuk, memakai sarung tangan dan menyenteri kamar Gong Shil yang penuh dengan patung Buddha, berbagai macam jimat, dan seuntai kalung bawang putih tergantung di dinding.


Kembali ke apartemen Joong Won, dia memberitahu Gong Shil kalau Hee Joo adalah satu-satunya orang yang tahu kemana uang 10 milyarnya menghilang dan karena hanya Gong Shil satu-satunya yang bisa berhubungan dengan hantu Hee Joo maka Joong Won akan membuat Gong Shil berada didekatnya.

"Jadi karena uang kau akan meminjamkan tubuhmu padaku?" (Hahahahahahaha)


"Aku hanya memberi apa yang kau inginkan sebagai ganti atas apa yang kuinginkan. Kau bilang aku tempat berlindungmu maka kau adalah radar ku. Dengan menggunakan radar, kalau kau bisa menemukan uangku melalui Hee Joo maka aku juga akan membuka pintu tempat berlindung bagimu selebar-lebarnya."

Gong Shil sangat bahagia mendengarnya "Jadi aku bisa menyentuhmu sesukaku? Baiklah, aku akan jadi radarmu." kata Gong Shil sambil menempatkan kedua jari tangannya di atas kepalanya seperti antena.


"Aku harus menemukan tempat untuk menginstal radarku. Harus ditempat yang dekat denganku." kata Joong Won

Gong Shil memberitahunya kalau dia punya tempat dia ingin diinstal yaitu didekatnya sekretaris Kim. Dan tentu saja Joong Won menolak karena sekretarisnya adalah wajahnya dan tidak mungkin Gong Shil bisa menjadi sekretarisnya dengan penampilannya yang seperti itu lagipula pekerjaan sekretaris itu sama sekali tidak mudah.


Gong Shil memberitahunya kalau dia sebenarnya sangat pintar. Sebelum kecelakaan yang menimpanya dulu, nilai-nilainya di sekolah selalu bagus. Bahkan setelah kecelakaan dan dia sering tidak bisa tidur dia menghabiskan waktunya dengan mempelajari segala macam bahasa asing. 

Tapi Joong Won tetap tidak mau dia jadi sekretarisnya dan menyuruhnya tetap jadi petugas kebersihan dulu sampai dia menemukan tempat yang tepat untuk menginstalnya.


Kang Woo yang sedang menyelidiki kamar kosong Gong Shil melihat banyak koleksi buku-buku dan foto-foto Gong Shil waktu masih kuliah di salah satu universitas ternama dan juga foto kelulusan SMA Gong Shil dan menemukan fakta kalau Gong Shil dan Tae Yi Ryung pernah satu sekolah. 

"Kenapa wanita yang kuliah di suatu universitas ternama, punya banyak teman dan bakat hidup seperti ini?


Kembali ke apartemen Joong Won, Gong Shil menyimpan nomor HaPe yang diberikan Joong Won padanya, Gong Shil memberitahunya kalau dia tidak akan meneleponnya karena memiliki nomor HaPenya saja dia merasa sangat terhibur. Joong Won juga setuju kalau dia tidak meneleponnya. 

"Apa aku boleh mengirim pesan?"

"Jangan. Aku tidak akan membacanya." (dia menderita disleksia soalnya)


Gong Shil lalu bertanya "Apa kau benar-benar berharga 10 milyar won?"

"Kenapa? Apa kau pikir hargaku tidak pantas sebesar itu?"

"Tidak bukan begitu. Hanya saja jumlahnya banyak sekali."


Joong Won memberitahunya kalau menurut perhitungan jaman sekarang uang itu nilainya lebih dari 10 milyar won.

"Kalau bicara masalah harga, Aku juga wanita yang berharga lebih dari 100 milyar won. Aku pernah memberitahumu kalau aku pernah mengalami kecelakaan. Setelah kecelakaan itu aku terbaring koma di rumah sakit dan kakakku menggunakan seluruh tabungan untuk biaya pernikahannya untuk menyelamatkanku."

"Bagi kakakku, uang itu nilainya lebih dari 100 milyar won. Tapi saat aku terbangun. Aku merasa sangat bersalah pada kakakku karena aku malah berubah jadi aneh seperti ini. Aku sendiri juga merasa kalau hidupku menjadi sangat menyedihkan. Aku memang takut pada hantu tapi aku lebih takut pada diriku sendiri yang hisup seperti hantu."


Dan karena itulah dia merasa sangat senang saat dia bertemu dengan Joong Won karena bagi Gong Shil, Joong Won adalah pelipur lara.


Joong Won sepertinya cukup tersentuh dengan cerita Gong Shil sampai menyuruhnya menghapus nomor yang tadi dan memberinya nomor HaPenya sendiri karena yang tadi adalah nomor HaPe sekretaris Kim (hahaha) bahkan dia sendiri yang memasukkan nomor HaPenya ke HaPe Gong Shil.


Dan dia menyuruhnya untuk menggunakan nomor itu sebagai pelipur lara saja dan melarangnya untuk meneleponnya kalau tidak penting dan tidak boleh mengirim pesan juga, dia tidak akan membacanya.


Paman Do dan bibi Joo baru selesai berolahraga pagi dan bibi Joo menanyakan pada paman Do nama wanita yang sudah merusak pernikahan Yi Ryung "Kalau tidak salah Bang Shil, Sang Shil. Pokoknya ada Shil-nya. Aku lupa." (hehehe)

"Gong Shil. Tae Gong Shil. Mungkin karena usiamu, kau jadi sering lupa.

Bibi Joo langsung mengkonfrontasi paman Do "Sayang, Lihat mataku dan katakan sejujurnya. Kau khawatir aku akan pikun sewaktu-waktu kan?"

"Kupikir kau memang cukup menjengkelkan, tapi aku tidak khawatir kalau kau akan pikun."

"Aku suka karena kau jujur. Aku akan sangat sedih kalau kau juga ikut-ikutan menjilatku juga."


Dan karena bibi Joo suka kejujuran maka paman Do juga ingin menyampaikan suatu fakta yang sebenarnya tentang keponakannya Joo Joong Won. Paman Do memberitahu bibi Joo kalau ada rumor yang mengatakan Joong Won memperlakukan Gong Shil secara khusus. 

Tapi bibi Joo tidak mempercayainya, dulu hantu sekarang Bang Shil "Berhentilah bicara omong kosong." kata bibi Joo lalu pergi. 

Paman Do mencoba membenarkan kalau namanya bukan Bang Shil saat dia melihat Gong Shil keluar dari apartemen Joong Won. Paman terburu-buru memanggil bibi Joo tapi saat bibi Joo berpaling Gong Shil sudah tak ada.


Yi Ryung sedang berada si sebuah salon bersama managernya dan dia menceritakan bagaimana dia dulu hanya seorang 'matahari kecil' dan Tae Gong Shil adalah 'matahari besar' dan hal itu membuatnya sedih selama 3 tahun masa SMA-nya.


"Sekarang ini Tae Yi Ryung-lah sang 'matahari besar'. Jangan merasa rendah diri lagi." kata si manager menyemangatinya.

Yi Ryung malah marah mendengarnya "Siapa bilang aku rendah diri."


Saat itu mereka melihat seorang aktris yang sedang mengagumi dirinya sendiri di cermin. Sambil mengaca di cerminnya, Si aktris mengklaim kalau dia akan menjadi yang tercantik di seluruh dunia. 




Yi Ryung dan managernya sama sekali tak melihat sesuatu yang lain selain aktris itu dan cerminnya namun kita para penonton bisa melihat sesosok hantu berwajah putih pucat dan berbibir merah sedang berada sangat dekat dengan si aktris, si hantu sepertinya sedang membujuk si aktris untuk lebih mempercantik dirinya.

Manager Yi Ryung menduga kalau aktris itu sekarang agak berubah, pasti dia operasi plastik.

"Memang kenapa kalau dia operasi plastik. Aku tetap lebih cantik darinya." (Aduh Yi Ryung!)

Yi Ryung lalu berjalan mendekati si aktris dan duduk didekatnya dan si hantu sekarang jadi lebih tertarik dengan Yi Ryung lalu pergi meninggalkan si aktris dan menempel pada Yi Ryung, si hantu berbisik ke telinga Yi Ryung "Kau...sekarang...yang paling...cantik.


Seketika itu juga Yi Ryung langsung berubah. Dia mengambil sebuah cermin bundar kecil dan berkata pada bayangannya di cermin "Ya. Akulah yang tercantik."


Setelah selesai mengambil foto-foto kamar Gong Shil Kang Woo keluar dan 2 anak tetangga memergokinya keluar dari kamar kosong Gong Shil. 

Kang Woo mencoba beralasan kalau dia datang untuk menanyakan masalah lampu mati di lantai 4 tapi ternyata Gong Shil tidak ada. Tapi kedua anak itu tersenyum sinis tak mempercayainya (hahahaha...imut). Lalu dia menggunakan sebuah teknik jitu "Kalian suka es krim?" (hahahaha)


Setelah itu kedua anak tetangga itu duduk berdua di tangga, masing-masing memakan es krim menunggu kedatangan Gong Shil. Saat Gong Shil datang, sang kakak Seung Mo memberinya satu dan memberitahunya kalau Hyung dari kamar No 404 yang membelikannya untuk mereka.


"Noona, Hyung itu sepertinya baik. Coba saja berkencan dengannya." kata Seung Mo

"Apa?"

"Hyung itu bilang kalau dia suka sama Noona."

Gong Shil langsung tersedak "Apa?"


Kedua kakak beradik itu mengangguk seirama. Dan Gong Shil langsung tersipu malu dan bahagia berlari keatas kamarnya. 


Setelah dia pergi Seung Mo berkata pada adiknya "Hyung itu bilang kalau dia masuk kekamarnya karena dia menyukainya. Ayo kita dukung dia. Sepertinya sepanjang musim panas ini kita bisa makan es krim terus." (hahahaha)


Sesampainya didepan kamarnya dia melihat Kang Woo ada disana "Apa anak-anak itu mengatakan sesuatu?" Gong Shil yang sangat malu menyangkal kalau dia tidak bertemu dengan anak-anak (hahaha). 

Kang Woo menunjuk es krim yang sedang dimakan Gong Shil "Es krim itu sama seperti yang kubelikan untuk mereka."


Gong Shil langsung menyembunyikan es krimnya dibalik punggungnya. 

"Apa kau dengar kenapa aku membeli es krim itu?" tanya Kang Woo dan Gong Shil mengangguk sambil kembali memakan es krimnya.


"Menurutmu bagaimana?" tanya Kang Woo. Gong Shil bingung harus jawab apa jadi Kang Woo langsung mengalihkan pertanyaannya "Apa es krimnya enak?"

"Entahlah, esnya masih belum meleleh." kata Gong Shil sambil mencoba menggigit es krimnya.


Kang Woo lalu mengambil es krim itu darinya dan menghancurkan esnya dengan pukulan tangannya dan memberitahunya kalau dia mengkhawatirkannya karena kemarin malam dia tiba-tiba menghilang dan sekarang dia melihat Gong Shil baik-baik saja dia merasa lega.


Kang Woo memberikan kembali es krimnya dan mengatakan kalau esnya pasti akan cepat meleleh sekarang. Gong Shil membenarkannya sepertinya memang akan cepat meleleh (So as your heart, huh? hehehe). 


Gong Shil sangat malu sampai tak mampu lagi menghadapinya dan berlari masuk ke kamarnya. dan setelah dia pergi Kang Woo bicara sendiri "Sepertinya dia percaya pada anak-anak itu."


Di dalam kamarnya Gong Shil terduduk lemas di lantai begitu terpanah karena ada seorang pria yang menyukainya, bukan hantu tapi seorang pria tampan.


Di kamarnya sendiri Kang Woo melapor pada bos misteriusnya kalau dia sudah mengirim email tentang latar belakang Gong Shil dan memberitahu bos misteriusnya kalau menurutnya Gong Shil bukan masalah dan Kang Woo juga tidak ingin lagi mendekatinya karena rasanya agak canggung. 


Dan ternyata bos misteriusnya adalah ayahnya Joong Won (kenapa dia menyelidiki anaknya sendiri?). Ayah Joong Won tinggal disebuah gedung mewah diluar negeri dan memeluk seorang bule cewek yang cantik. 

Ayah Joong Won mengatakan kalau dia ingin Kang Woo menyeidiki Gong Shil karena dia mendengar ada seorang wanita yang dekat dengan anaknya itu dan menyuruh Kang Woo untuk menyelidikinya lebih banyak lagi.

Dan Kang Woo menjawabnya "Iya ayah." (Hah? Kok Kang Woo manggil dia ayah juga?)


Di Kingdom Joong Won semakin khawatir dengan Giant Mall yang sebentar lagi akan selesai dibangun dan bertanya pada sekretaris Kim "Apa tanggal openingnya sudah ditentukan?"


Sekretaris Kim mengatakan kalau presdir Giant Mall dijadwalkan akan menghadiri undangan acara amal Kingdom yang akan dia adakan di ruang pesta Kingdom

"Cobalah tanya sendiri padanya (presdir Giant)." kata sekretaris Kim


Joong Won jadi curiga kenapa dia mau menghadiri acara amal Kingdom. Presdir itu pasti merencanakan sesuatu. Sekretaris Kim lalu menyerahkan laporan detil info acara itu dan daftar tamu undangan VIP pada Joong Won, laporan tertulis dan laporan audio.


Joong Won meminta sekretaris Kim membuat sebuah lowongan pekerjaan.

"Harus dekat denganku tapi harus jauh dari pandangan mataku. Pekerjaan itu tidak perlu mengerjakan hal-hal penting dan orang lain tidak boleh sampai tahu tentangnya."


Gong Shil kagum karena lingkaran hitam di matanya sudah hilang setelah tidur nyenyak semalam (dengan Joong Won). 3 orang satpam yang dipimpin Han Joo mendekati Gong Shil. Han Joo memberinya segelas minuman dan memperkenalkan namanya. 


Dan setelah dia dan rekan-rekannya sudah cukup jauh dari Gong Shil, Han Joo mengatakan pada mereka kalau mereka harus membuat hubungan baik dengan selir raja untuk mencapai kesuksesan.


Jin Joo mencegat mereka dan menyuruh Han Joo menemui paman Do. Paman Do menyuruhnya menceritakan apa yang dia tahu tentang hubungan Joong Won dan Gong Shil. Dan Kang Woo menceritakan padanya bagaimana awalnya dia melihat Gong Shil untuk pertama kalinya sampai saat dia melihat mereka berpelukan melalui kamera CCTV.

Sekarang paman Do yakin kalau dia memang melihat Gong Shil keluar dari apartemen Joong Won. Han Joo takut kalau dia sudah membuat masalah dengan menyebarkan gosip tentang keluarga kerajaan (keluarga Joong Won) dan berjanji pada paman Do kalau mulai sekarang dia akan menutup mulutnya rapat-rapat.


Tapi paman Do tak mau Han Joo menutup mulutnya, Han Joo sangat mengerti maksud paman Do dan berjanji kalau dia akan menjadi mata-mata paman Do. Han Joo juga punya nama panggilan untuk pasangan itu 'Petugas Pembersihnya sang Master'.


Yi Ryung ditemani sang manager memilih baju terbaik untuk dipakai ke acara amal Kingdom, sebuah baju yang akan membuatnya menjadi yang paling cantik dan bersinar secerah mentari di acara amal itu.


Tapi menurut managernya akan jauh lebih baik kalau dia memakai baju yang sederhana saja karena ini kan acara amal. Tapi Yi Ryung langsung memelototinya. Setelah sang manager pergi, Yi Ryung memilih sebuah gaun berwarna hijau dan dari balik tumpukan bajunya dia mendengar suara ketukan dan seorang perempuan berambut pendek sedang duduk membelakanginya.


Perempuan itu terdengar sedang marah-marah sambil menusuk-nusuk foto Gong Shil.

"Aku membencimu...kenapa kau matahari besar dan aku matahari kecil? Pergi...aku membencimu. Apa kau pikir kau hebat hanya karena nilaimu bagus dan lebih populer?"


Yi Ryung memanggil perempuan itu "Apa yang kau lakukan disana?"

Perempuan itu langsung berhenti dan Yi Ryung remaja dengan kacamata tebal dan gigi kawat berbalik menghadap Yi Ryung dewasa. 

"Kau siapa?" Yi Ryung dewasa tak mengenali sosok remaja dirinya yang sedang berhadapan dengannya itu.

Dan Yi Ryung remaja pun menjawabnya "Aku adalah kau."


Yi Ryung sangat kaget sampai menjatuhkan gaun hijaunya dan melangkah mundur menjauhi sosok remaja dirinya dan saat dia berbalik si hantu berbibir merah sudah ada di hadapannya. Yi Ryung berteriak dan terbangun dari mimpi buruknya itu.


Mimpi itu membuatnya merasa ketakutan dan tiba-tiba saja dia merasa kedinginan padahal sang manager sama sekali tak merasa dingin. Managernya memperlihatkan gaun hijau yang dipilihnya tadi dan Yi Ryung langsung ingat dengan semua mimpinya tadi dan si hantu yang mengatakan padanya "sekarang...kau...lebih...cantik."


Yi Ryung bertanya pada dirinya sendiri apa mungkin dia masih merasa rendah diri pada dia (Gong Shil). Lalu dia memutuskan kalau mereka harus pergi ke Kingdom untuk menemui Gong Shil.


Gong Shil sedang ngobrol dengan sang kakak di cafenya. Gong Ri senang karena Gong Shil sekarang bisa keluar dan tidak mengurung diri di kamarnya terus. Gong Shil menggambarkan situasinya yang seperti tikus yang selalu kebingungan mencari lubang untuk melarikan diri dan sekarang dia punya sebuah lubang karena itulah sekarang dia merasa bisa bernapas lega. 



Gong Ri penasaran apakah setelah punya lubang itu dia sekarang tidak melihat hantu lagi. Tapi Gong Shil langsung menyangkalnya dan melihat hantu kopi yang berada disebelahnya dan memberitahu Gong Ri kalau hantu itu sepertinya menyukai kopi di cafe itu (hehehe). 


Yi Ryung datang ke Kingdom dengan memakai gaun hijau dan dandanan mewah bersama managernya. Sementara itu Gong Shil yang sedang bersih-bersih melihat Kang Woo dari kejauhan dan langsung mengaca di cermin salah satu toko untuk merapikan wajah dan rambutnya.

Yi Ryung memanggilnya dan mengatakan padanya kalau dia datang untuk menemuinya (alias mempermalukannya), Gong Shil juga tahu maksud kedatangannya dan Gong Shil hanya bisa diam dan menunduk malu. 


Saat Yi Ryung berbalik untuk lebih mempermalukannya atas pekerjaannya sebagai petugas kebersihan saat itu pula Gong Shil melihat hantu bibir merah tersenyum jahat pada Gong Shil.


Gong Shil sangat ketakutan melihatnya dan langsung melarikan diri dan hampir menabrak Kang Woo yang sedari tadi melihat dan mendengar percakapan mereka. Melihat Gong Shil melarikan diri Yi Ryung merasa sudah menang sekarang.

Yi Ryung melihat Kang Woo dan bertanya apa dia dan Gong Shil saling mengenal, dan Kang Woo mengiyakannya. Yi Ryung memberitahunya kalau dia dan Gong Shil adalah teman sekolah dan Kang Woo tahu tentang hal itu karena dia memang sudah punya info tentang Gong Shil.


Yi Ryung cukup terkejut dan mengira mereka memang dekat lalu mengajaknya pergi kesuatu tempat untuk bicara dan memberinya info tentang kehidupan Gong Shil tapi Kang Woo menolaknya (dia bicara pakai banmal) karena dia tidak suka bicara dengan orang yang tidak disukai oleh temannya (awww!!).


Yi Ryung mengatakan padanya kalau dia takkan punya kesempatan lagi untuk duduk dan makan bersama seorang wanita cantik sepertinya. Dan Kang Woo mengatakan kalau dia akan mempertimbangkan tawaran seperti itu kalau yang mengundangnya benar-benar seorang wanita yang cantik.

"Tapi kau...tidak cantik." kata Kang Woo lalu pergi mendorong troli alat-alat pembersihnya Gong Shil.


Yi Ryung tentu saja sangat tersinggung dengan kata-kata Kang Woo tadi dan si hantu semakin bersemangat membisikinya bujuk rayu.



 Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon