Powered by Blogger.


Gong Shil berterima kasih pada Joong Won. Merasa kalau Gong Shil sekarang sudah tenang maka Joong Won melepas pelukannya, tapi Gong Shil malah tetap memegang jasnya. Gong Shil meminta maaf dan mengatakan padanya kalau memegangnya membuatnya merasa aman. Maka Joong Won menggenggam tangannya dan mengajaknya pergi dari tempat itu.


Setelah mereka sudah cukup jauh, Joong Won bertanya apa sekarang sudah tak apa-apa. Gong Shil melepas genggaman tangan Joong Won untuk memeriksa keadaan sekitarnya dan setelah yakin tak ada hantu dia malah kembali menggenggam tangan Joong Won (hehe). 

Joong Won tentu saja merasa terganggu "Kenapa memegang tanganku kalau memang hantu-hantu itu sudah tidak ada."



Gong Shil akhirnya sadar dan melepaskan genggaman tangannya dan memberitahunya "Tanganku selalu ingin meraih dan menyentuh tubuhmu." (Pffft)

"Aku bukan makanan murahan yang bisa kau ambil sesuka hatimu bahkan sekalipun tanganmu tak mau lepas dariku."

"Kau benar, Kau memang presdir yang sangat mahal." Gong Shil juga mengira kalau Joong Won terlalu marah padanya dan takkan mengizinkannya menyentuhnya selamanya "Terima kasih sudah membantuku, pak presdir."

Joong Won mengatakan kalau dia melakukannya karena dia menilai Gong Shil dengan sangat tinggi dan dia takkan membuang sesuatu yang sangat mahal. Gong Shil jadi ingat kalau dia adalah radar 10 milyar won.


"Kau hanya akan berharga 10 milyar won kalau kau menjadi radar yang jujur, kalau lain kali kau berbohong maka hargamu adalah nol. Sekali lagi kau berbohong, kau akan ke pecat selamanya."

Gong Shil sekali lagi meminta maaf menyatakan alasan dia melakukannya hanya untuk membuatnya merasa lebih baik. Joong Won mengingatkannya kalau dia hanya ingin menggunakan kemampuannya untuk menemukan Cha Hee Joo. Maka Gong Shil berjanji mulai sekarang dia hanya akan menggunakan kemampuan indera keenamnya dan tidak melewati batas.

Joong Won lalu memberitahunya untuk datang ke kantornya besok karena dia sudah menemukan pekerjaan yang cocok untuknya. Gong Shil sangat terharu mendengarnya karena sejak dia bisa melihat hantu, dia tak pernah punya pekerjaan tetap.

"Terima kasih banyak, pak presdir. Mulai sekarang aku akan melakukan yang terbaik untuk melihat hantu."


"Sekarang setelah kau dekat dengan tempat berlindungmu maka tunjukkanlah kemampuanmu."

"Iya, aku akan melakukan yang terbaik. Tapi, apa kau benar-benar akan memotong gajiku setiap kali ku menyentuhmu?"


Joong Won lalu memberitahunya kalau memegang tangan harganya 100 ribu won dan pelukan 1 juta won "Kau baru saja menghabiskan gajimu sebulan." kata Joong Won sambil tersenyu sinis lalu pergi tapi Gong Shil cepat-cepat menahannya dengan menggenggam tangannya lagi dan Joong Won harus mengingatkannya kalau harga pegang tangan itu 100 ribu won.


Gong Shil melepaskan pegangannya dan berjanji kalau dia takkan memegangnya sembarangan lagi. Joong Won memperingatkannya kalau dia terus-menerus menyentuhnya hanya karena dia tak bisa mengontrol tanganya maka dia akan memastikan Gong Shil takkan pernah melihat wajahnya lagi.

"Karena itulah sebelum kau menyentuhku, berpikirlah baik-baik dan sentuh aku hanya saat kau merasa sangat ketakutan sampai tak bisa bernapas."

"Kau bilang kau tidak akan menjauhkanku, tapi kau malah memberi harga tinggi untuk dirimu sendiri."

Joong Won mengatakan kalau komplainnya sama sekali bukan masalah baginya "Aku adalah satu-satunya orang yang kaubutuhkan di dunia ini. Yang artinya, walaupun aku memberi harga mahal untuk diriku sendiri, aku adalah suatu penyelesaian masalah yang tak bisa kau tolak."


Gong Shil setuju tapi kemudian dia mengingatkannya kalau dia juga satu-satunya yang dibutuhkan Joong Won untuk menghubungi Hee Joo. Tapi Joog Won tak mau kalau situasi mereka  disama-samakan karena jika dia tak ada didekt Gong Shil maka Gong Shil akan menderita tapi kalau Gong Shil tidak berada didekatnya maka "Aku merasa 'ah sayang sekali' itu saja."


Di rumahnya Joong Won melihat tangannya dan ingat bagaimana tangan itu memegang tangan Gong Shil dan juga saat dia memeluknya lalu memutuskan kalau harga yang dia patok untuk dirinya terlalu murah karena harga untuk pegangan tangannya tidak sebanding dengan harga sebotol wine dan harga pelukannya tidak sebanding dengan harga kulkas.


Di kamar apartemennya, Gong Shil menceritakan pada boneka kucing besarnya bagaimana Joong Won tadi menyelamatkannya dan memeluknya "Dia tadi benar-benar keren."

Dia lalu menampar bonekanya dan menyuruhnya untuk sadar karena Joong Won memeluknya bukan karena dia suka tapi untuk membantunya mengusir hantu.


"Kalau kau terus memikirkan yang tidak-tidak maka kau akan kehilangan tempat berlindungmu. Aku mengerti kalau sebagai manusia pasti merasa berdebar-debar. Bisa melihat hantu bukan berarti diri sendiri hantu kan?"

Dia lalu memeluk bonekanya "Benar aku adalah orang spesial seharga 10 milyar won."


Di sebuah rumah mewah yang kelihatannya seram. Seorang ahjumma membawa kotak besar dan dibelakangnya seorang perempuan memakai baju cina berwarna merah mengikutinya. Ahjumma itu datang menemui seorang nenek dan dan cucunya, si ahjumma meletakkan kotak besarnya di meja lalu mereka berempat duduk mengelilingi sebuah meja bundar.

Si ahjumma itu berbicara dalam bahasa Mandarin pada nenek dan memberitahunya kalau dia sudah menemukan seorang gadis yang sempurna untuk cucunya. Si nenek juga berbicara dalam bahasa Mandarin dan menanyakan apakah gadis itu seumur dengan cucunya yang bernama Ji Woo.


Sekarang dengan menggunakan bahasa Korea si ahjumma mengatakan kalau gadis itu seumur dengan Ji Woo dan juga meninggal diusia yang sama dengan Ji Woo. Dan saat kamera fokus ke kedua muda mudi itu, terlihatlah kalau wajah mereka memang sepucat hantu. Keduanya lalu sama-sama menghilang.


Si ahjumma membuka kotak besar yang dibawanya tadi dan isinya adalah sepasang boneka cowok/cewek. Sang ahjumma mengatakan kalau dia mempersiapkan boneka itu untuk acara pernikahan arwah cucunya. Kedua hantu muda mudi itu sekarang kembali lagi.

"Aku sudah memeriksa horoskop mereka dan sudah memilihkan tanggal pernikahan yang baik." kata ahjumma sambil menyerahkan secarik kertas bertuliskan huruf-huruf mandarin berwarna merah.

Dan walaupun dia tadi menuntun si hantu perempuan tapi nyatanya dia hanya bisa merasakan kehadiran hantu tapi tak bisa melihatnya. Sang ahjumma mengatakan pada nenek kalau mereka sudah menemukan pasangan yang tepat untuk cucunya maka dia pasti akan pergi dengan tenang.

Nenek yang juga tak bisa melihat hantu cucunya, melihat boneka yang dibawa si ahjumma dan bicara pada hantu cucunya melalui boneka yang dibawa si ahjumma. 

"Ji Woo, kalau aku melakukan ini apakah kau akan pergi dengan tenang?"


Hantu Ji Woo menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat hingga wajahnya berubah menjadi tengkorak dan membuat keributan dengan cara menjatuhkan lukisan dirinya yang tergantung di dinding, meniup angin, menjatuhkan air ke kertas dan memadamkan lilin. Si ahjumma mengerti kalau itu berarti Ji Woo tak suka dengan gadis pilihannya tadi, lalu berjanji pada nenek kalau dia akan mencari gadis lain.


Pagi harinya Gong Shil berdandan dan memakai pakaian kerja yang lebih baik dengan senyum kebahagiaan. Kang Woo juga turun dari kamarnya untuk pergi bekerja saat 2 anak tetangga menyapanya untuk memberikan susu untuknya tapi Kang Woo memberikan susunya untuk Seung Mo dan Seung Mo memberitahunya kalau Gong Shil noona sudah berangkat duluan.


"Hyung, jagalah noona dengan baik. Noona bilang banyak orang-orang menakutkan yang selalu mengikutinya dan mengganggunya."

"Orang-orang yang seperti apa?" tanya Kang Woo

"Kau akan tahu nanti. Hyung pemberani kan? Jangan melarikan diri. Jagalah Gong Shil noona. Kau kan bilang suka pada noona." kata Seung Mo


Saat melewati belokan gang, Gong Shil dikejutkan oleh hantu kopi yang selalu mengikutinya, Gong Shil berteriak padanya untuk pergi "Tolong biarkan aku hidup dengan normal, berhentilah mengikutiku."


Dari belakangnya Kang Woo melihat dan mendengar semuanya dan karena dia tak bisa melihat hantu dan Gong Shil terlihat seperti berbicara pada seseorang dibalik kelokan gang, maka Kang Woo mengira kalau orang itu ada di kelokan gang tersebut dan saat dia berhasil mengejar Gong Shil di kelokan gang dia melihat tak ada orang disana, Kang Woo mengira orang itu sudah lari dan dia berlari untuk mengejarnya.


Hantu kopi muncul lagi dan Gong Shil langsung berjanji untuk membelikannya kopi nanti lalu berlari menyusul Kang Woo. Kang Woo yang memang mengejar orang yang sebenarnya tak pernah ada, mengira kalau dia sudah kehilangan jejaknya.

"Siapa orang yang mengejarmu? Pemerkosa? Pencuri?" tanya Kang Woo

"Bukan apa-apa. Tidak usah mengkhawatirkannya."

"Kudengar dari Seung Mo kalau ada orang-orang menakutkan yang mengejarmu?"

Gong Shil bingung bagaimana harus menjelaskannya dan akhirnya memberinya jawaban tak jelas "Yah. Memang ada sesuatu yang seperti itu."

"Selama ini aku selalu berpikir kalau memang ada yang aneh. Kau selalu bersikap waspada dan tidak tenang. Kau juga mengambil jalur memutar yang lebih jauh untuk pulang dengan sengaja kan? Tae Gong Shil, apa mungkin orang yang mengejarmu itu lintah darat? Apakah tukang kredit yang mengejarmu dan menganggumu?" (Pffft)

Gong Shil meggelengkan kepalanya "Tidak." 

"Lalu siapa?"

Gong Shil agak ragu tapi kemudian dia membisiki Kang Woo kalau dia bisa melihat hantu "Sekarang ini, ada satu hantu di belakangmu." Kang Woo perlahan-lahan berbalik dan melihat hantu kopi tersenyum padanya dan Kang Woo langsung pingsan. 


Dan Gong Shil langsung tersadar dari imaginasinya (hahahaha), kenyataannya dia sedang kebingungan bagaimana harus menjelaskan situasi yang sebenarnya pada Kang Woo. 


Dan akhirnya dia memberi penjelasan ambigu kalau orang yang mengejarnya adalah 'penguntit yang seperti hantu'.

"Dia (penguntit yang seperti hantu) mengikutiku siang dan malam dan mengangguku."

Kang Woo menyuruhnya melaporkan orang itu ke polisi bahkan dia mau menemaninya ke polisi sekarang juga. Dan Gong Shil langsung menolak, dia menjelaskan kalau akhir-akhir ini dia menemukan cara untuk hidup, jadi Kang Woo tak perlu khawatir. 

Lalu Kang Woo menawarkan sebuah bantuan yaitu menjadi bodyguard pribadinya. Gong Shil sangat senang tapi dia terpaksa harus menolaknya karena Kang Woo tidak akan bisa mengatasi 'penguntit yang seperti hantu' itu dan Kang Woo mengira kalau Gong Shil meragukan kemampuan teknisnya (sebagai bodyguard), lalu menyatakan padanya kalau dia takkan menuntut bayaran atas jasanya. Dan tak bisa lagi mencari alasan maka Gong Shil menerimanya saja.

Sepanjang jalan Kang Woo benar-benar bersikap seperti bodyguard saat dia menjauhkan Gong Shil dari orang yang akan menabraknya. 

Dan adegan mereka jalan berduaan dilihat oleh sekretaris Kim dan Joong Won dari dalam mobil. Menurut sekretaris Kim, Tae Yang hari ini terlihat sangat bersinar di hari pertamanya bekerja.

"Karena hari ini Tae Yang (matahari) bersinar sangat terik, aku jadi kepanasan, menyebalkan." keluh Joong Won sambil memakai kacamata hitamnya (cemburu nih?)


Di trotoar Kang Woo mengatakan kalau presdir pasti sudah tidak memperlakukannya seperti orang gila lagi karena sekarang dia memberinya pekerjaan. Gong Shil membenarkannya malah dia sekarang mempercayakan suatu pekerjaan penting pada Gong Shil. 

Kang Woo langsung berhenti dan mengira kalau Gong Shil membantu Joong Woon melakukan pekerjaan yang bersifat pribadi. Saat Gong Shil mau menjelaskan pekerjaan apa yang diberikan Joong Won padanya, dia melihat mobil Joong Won melintas dan karena takut telat dia langsung lari meninggalkan Kang Woo.

Joong Won berjalan ke kantornya dan Gong Shil menghadangnya di pintu masuk menyapanya, Joong Won dan sekretaris Kim sangat kaget karena dia muncul sangat cepat bagai hantu. Gong Shil mengatakan kalau sekretaris memang harus datang lebih dulu dari presdir.


"Sekretaris? Siapa? Kau? Siapa yang memberitahumu?" tanya Joong Won lalu berpaling pada sekretaris Kim yang langsung memberitahunya kalau dia memang belum mengatakan apapun pada Gong Shil.

"Apa aku tidak akan menjadi sekretarismu disini?" 

"Tempat ini bukan tempat kerjamu."

"Lalu dimana?"


Joong Won berpaling pada sekretaris Kim. Sekretaris Kim menunjukkan pada Gong Shil ruang kerjanya, sebuah ruang kecil yang awalnya adalah tempat untuk menjamu tamu VIP tapi kemudian hanya menjadi gudang. 

"Lalu apa posisiku disini?" tanya Gong Shil


"Nama profesimu adalah Konsultan Pusat Pengaduan Pelanggan Khusus, tapi pekerjaanmu yang sebenarnya hanyalah mengurusi gudang." kata sekretaris Kim yang sedikit merasa tak enak pada Gong Shil apalagi saat dia melihat raut kekecewaan di wajah Gong Shil.


Sekretaris Kim membeitahu Joong Won tentang kekecewaan Gong Shil akan pekerjaan barunya tapi Joong Won dengan sinisnya mengatakan "Sayang sekali, padahal pekerjaan itu sangat cocok untuknya."


Di ruang kantor kecilnya, Gong Shil membaca kartu nama bisnisnya dengan kecewa dan bertanya-tanya sendiri "Apa akan ada pelanggan khusus yang datang?" 


Tiba-tiba saja pintu ruang kantornya membuka dengan sendirinya, Gong Shil tak melihat apapun atau siapapun di luar pintu, dan tiba-tiba saja pintu itu menutup sendiri dengan sangat keras dan Gong Shil mengeluh karena pelanggan pertamanya adalah hantu kopi (hehehe).

Dan 1 kata yang tertempel di label nama ruangannya terlepas dan meninggalkan 2 buah kata menjadi 'Gwi Shil' (ruang hantu).


Si ahjumma yang kemarin datang ke Kingdom dan semua orang memandangnya seperti orang aneh. Paman Do dan bibi Joo juga melihatnya dan saat mereka berpapasan si ahjumma berhenti sebentar untuk melihat bibi Joo, bibi Joo dan ahjumma itu walaupun tak mengatakan apa-apa tapi sepertinya mereka saling mengenal.


Di ruang kantornya paman Do, bibi Joo menjelaskan kalau si ajuhmma itu adalah orang Cina yang sangat terkenal di kalangan para konglomerat sebagai mak comblang.

Paman Do kelihatan tidak tertarik tapi kemudian bibi memberitahunya kalau ahjumma itu bukan sembarang mak comblang karena dia adalah mak comblangnya orang yang sudah meninggal dunia dan paman Do hampir tersedak mendengarnya.


"Orang yang sudah meninggal dunia?"

"Dia menikahkan arwah. Banyak orang yang berpikir kalau anak mereka meninggal sebelum menikah maka arwahnya akan membawa masalah bagi keluarga yang ditinggalkan. Kudengar dia menjodohkan arwah-arwah itu satu sama lain. Nama panggilannya adalah madam Go karena dia adalah perencana pernikahan para hantu (Go diambil dari kata Ghost)."

Bibi lalu menanyakan perihal pekerjaan baru Bang Shil dan paman langsung kesal karena dia terus-menerus memanggilnya Bang Shil, tapi sikapnya langsung berubah setelah bibi memandanginya dan mengatakan "Aku mencintaimu". (hahaha)


Gong Shil menunjukkan kartu nama bisnisnya pada Gong Ri dan memberitahunya kalau kantornya memang tidak terlalu kelihatan tapi ruangan itu terlihat seperti gudang saat menuju ke kantor presdir. Sang kakak senang karena dia akhirnya bisa bekerja lagi dan khawatir dengan hantu karena hantu tak boleh mengikutinya sampai ke kantor.

Tapi sayangnya hantu itu sudah datang, lalu dia memberikan gelas kopi satunya ke sebelahnya dan memberitahu Gong Ri kalau hantu itu pasti sangat menyukai kopi di cafe itu karena dia terus minta kopi di cafe itu. Hantu kopi duduk berjongkok disebelahnya, wajahnya sangat senang karena Gong Shil membelikannya kopi. Gong Shil memberitahunya hantu kopi itu adalah pelanggan khusus pertamanya.


Saat Gong Shil mau kembali ke kantornya, si hantu tetap mengikutinya dan membuat Gong Shil kesal.

"Kenapa kau selalu ingin kopi dan tak mau bicara yang lain?" tanya Gong Shil dan Madam Go yang lewat di belakangnya langsung berhenti untuk melihat Gong Shil sedang berbicara pada kekosongan di depannya. Gong Shil berbalik memandangnya dan madam Go langsung mengalihkan pandangannya tanpa mengatakan apa-apa.


Gong Shil lalu berjalan kembali ke kantornya dan madam Go mangikutinya, dia membaca label ruang kantor Gong Shil dan menggumam sendiri dalam bahasa mandarin "Seseorang yang menapakkan kakinya ke dalam kematian saat dia masih hidup...nona itu pasti bisa melakukannya."


Di ruang kantor Joong Won, paman Do memberitahu Joong Won kalau kemarin karena dia tak ada maka dia yang menggantikannya 'bertukar sapa' presdir Giant Mall. Joong Won bertanya curiga "Apa kau melakukan hal lain selain 'bertukar sapa' dengan lawan bisnis kita?"

Paman Do duduk di mejanya Joong Won dan mengatakan kalau presdir itu sepertinya punya dana investasi yang sangat banyak. 


"Apa kau tahu presdir Wang dari perusahaan Distribusi Shanghai? Dia seorang keturunan Cina-Korea. Presdir itu bilang kalau dia ingin bekerja sama dengannya."

Joong Won tahu siapa presdir Wang, dia juga dengar beberapa waktu yang lalu baru saja ditinggal mati cucu kesayangannya dan mengundurkan diri dari dunia bisnis. Dan ternyata presdir Wang adalah nenek yang kemarin ingin menikahkan arwah cucunya yang bernama Ji Woo.

Joong Won tidak khawatir karena kalau presdir Wang sudah mengundurkan diri dari dunia bisnis maka kerja sama itu takkan tercapai. Tapi menurut paman Do kalau kerja sama itu sampai terealisasi maka kerja sama itu akan bernilai milyaran dolar. 


"Mencari info terlebih dahulu bukan hal yang buruk. Lagi pula presdir Wang adalah pelanggan VIP di Kingdom." kata paman Do sambil bermain-main dengan pulpen Joong Won yang langsung direbut kembali oleh pemiliknya yang tak suka barang-barangnya disentuh orang lain. Paman Do lalu memberitahunya kalau bibinya baru saja menemui Gong Shil di ruangannya.


Joong Won datang ke ruang kantor Gong Shil, Joong Won mondar mandir sambil mendengar penjelasan Gong Shil kalau bibinya memang baru saja datang dan memberinya pekerjaan sebelum dia pergi. 

"Dia bilang padaku untuk mengunjungi presdir Wang. Dia menyuruhku untuk mengunjungi orang yang 'spesial' ini." kata Gong Shil sambil menunjukkan barang-barang yang diberikan bibi Joo padanya.


Joong Won ingat kalau cucu presdir itu beberapa waktu yang lalu meninggal dunia "Kalau kau pergi kesana, apa kau takkan melihat hantunya?"

Gong Shil langsung bergidik ketakutan mendengarnya "Kurasa aku tak bisa pergi kesana kalau begitu."

Joong Won berpikir sebentar lalu menyuruh Gong Shil untuk tetap pergi kesana untuk mencari tahu apakah perusahaan presdir Wang punya rencana kerja sama dengan Giant Mall atau tidak, dia menyuruh Gong Shil bertanya pada nenek itu tentang rencana bisnisnya.

"Apa presdir Wang orang yang penting?" tanya Gong Shil

"Dia orang yang SANGAT penting."

Maka Gong Shil memutuskan untuk datang dan membantunya "Tapi kalau ada hantu yang sangat menakutkan mengejarku, aku takkan bisa tidur lagi." Gong Shil hampir menangis memikirkan kemungkinan itu.

Joong Won lalu merentangan kedua tangannya lebar-lebar dan mengatakan "Kau punya tempat berlindung, bekerjalah dengan baik dan kembalilah. Kalau kau ketakutan, aku akan memelukmu...gratis." (hahaha)

Mata Gong Shil langsung terbelalak bahagia mendengarnya dan mengulurkan tangannya seakan ingin menyentuh tubuh Joong Won.


Gong Shil akhirnya datang ke rumah mewah presdir Wang dan madam Go menuntunnya sampai ke dalam dan memperkenalkannya pada presdir Wang. Gong Shil melihat sekitarnya dan melihat lukisan Ji Woo. 

Madam Joo lalu memintanya berganti baju, memakai pakaian Cina berwarna merah sama seperti yang dipakai hantu perempuan yang dijodohkan dengan Ji Woo kemarin. Gong Shil agak ragu tapi setelah mendengar permohonan presdir Wang, dia akhirnya mau menerima baju itu.


Di ruang kantor Joong Won, bibi Joo memberitahu Joong Won kalau dia tidak terlalu mempermasalahkan Gong Shil adalah karena menurut bibi Joo akan jauh lebih baik bagi Joong Won untuk bersamanya dari pada dengan Hee Joo yang sudah meninggal dunia, Gong Shil memang terlihat tak punya banyak uang tapi setidaknya dia wanita yang normal.


Joong Won langsung menbantahnya karena Gong Shil sama sekali tidak normal "Dan juga, wanita itu bekerja hanya kalau aku yang memberinya tugas. Jadi tolong jangan beri dia tugas lebih banyak lagi."

Bibi Joo membela diri kalau dia tidak memberinya tugas, dia mengirim Gong Shil ke rumah presdir Wang karena madam Go sendiri yang membuat permintaan khusus pada bibi Joo untuk mengirim Gong Shil kesana.


"Madam Go?"

"Madam Go adalah orang yang bekerja menikahkan arwah orang yang sudah meninggal dunia. Melihatnya datang dan pergi ke kediaman presdir Wang, rumor itu pasti benar adanya."

"Rumor apa?"

"Rumor kalau dia ingin menikahkan arwah cucunya dan sedang berusaha mencari mempelai yang cocok. Tapi aku bingung kenapa wanita itu menginginkan Bang Shil datang kerumahnya."

Joong Won langsung curiga.


Di rumah mewah presdir Wang, Gong Shil baru saja selesai mengganti bajunya dengan baju merah saat Ji Woo berjalan melewatinya. Saat Gong Shil mau mengikutinya Joong Won meneleponnya dan menayakan apa yang dia lihat di rumah itu. 

Gong Shil memberitahunya kalau dia bisa merasakan hantu cucunya presdir Wang ada di rumah itu, dia juga melihat lukisannya, dia masih muda dan tampan.


"Dia (Ji Woo) sakit sejak kecil dan meninggal di rumah ini tanpa sekalipun punya pacar. Dan neneknya sangat sedih karena hal itu."

"Apa yang kau lakukan di rumah itu sekarang?"

Gong Shil memberitahunya kalau dia diminta mencoba baju cantik seperti yang dipakai di film-film Cina "Kurasa orang-orang menamainya 'Gaun Pengantin Cina'."

Joong Won langsung memarahinya dan menyuruhnya melepaskan baju itu dan keluar dari rumah itu.

"Kau bilang ini pekerjaan yang penting? Aku akan berusaha keras mencari tahu apa yang bisa kulakukan di rumah ini sebelum aku pergi." kata Gong Shil sambil menutup teleponnya dan pergi.


Joong Won kesal tapi kemudian memutuskan kalau Gong Shil sendiri yang pergi kesana, tapi kemudian dia ingat kalau Gong Shil pergi kesana karena pekerjaan ini sangat penting bagi Joong Won.

"Kalau dia punya kemampuan melihat hantu, dia seharusnya punya kemampuan untuk merasakan sesuatu yang salah dan meninggalkan rumah itu. Kenapa dia mengikuti semua ucapanku." ujar Joong Won kesal


Gong Shil mengikuti hantu Ji Woo sampai ke sebuah kamar dan ikut masuk ke dalam kamar itu. Kamar itu kosong dan ada seguci mawar hijau terletak di dekat jendela. 


Tiba-tiba saja pintu kamarnya menutup dengan keras dan madam Go yang berada di luar kamar itu menguncinya rapat-rapat. Madam Go memohon pada Gong Shil "Tolong tinggallah di kamar itu semalam saja. Walaupun kau bukan orang yang sudah meninggal dunia. Kau tetap bisa melakukannya. Untuk membantu cucunya nenek pergi dengan tenang. Tolong Tinggallah bersamanya semalam saja."


Gong Shil memohon untuk dibebaskan tapi madam Go pergi dan meninggalkan kuncinya pada seorang pelayan. Merasa tak ada harapan baginya untuk dibebaskan maka dia berjalan menelusuri kamar itu dan melihat hantu Ji Woo berdiri menghadap jendela, 

walau ketakutan Gong Shil berjalan mendekatinya dan hantu Ji Woo berbalik menghadapnya lalu menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat hingga berubah menjadi tengkorak untuk menakuti Gong Shil.


Sementara itu diluar, presdir Wang kedatangan seorang tamu yaitu Joong Won yang datang secara khusus untuk menjemput karyawannya yang dikirim ke rumah itu.

"Dimana dia (Gong Shil)?"


"Kenapa presdir Joo secara pribadi pergi mencari karyawan wanitanya yang tidak penting?" sindir presdir Wang

"Kalau dia tidak penting, anda takkan memanggilnya kesini." Joong Won balas menyindirnya

"Aku mengundangnya karena aku punya permintaan khusus. Aku akan menjamunya sebagai tamuku dengan baik, jadi berpura-puralah kau tak tahu apa-apa dan tolong pergi."

"Siapa yang menjamunya? Cucu keluarga ini yang sudah meninggal dunia?"


Presdir Wang lalu berbicara dalam bahasa Mandarin, menyuruhnya untuk tidak ikut campur karena masalah ini adalah masalah keluarganya yang sangat penting.

"Dia adalah karyawanku yang sangat penting. Jadi aku akan ikut campur." kata Joong Won lalu pergi sendiri menelusuri rumah itu untuk mencari Gong Shil.

Dia melihat seorang pelayan tengah memunguti pakaian Gong Shil dan Joong Won memaksanya untuk memberitahu keberadaan Gong Shil. Joong Won menemukan sebuah kamar yang dijaga oleh seorang pelayan, pintu kamar itu terkunci dan dia menyuruh si pelayan untuk membukanya, si pelayan takut untuk membukanya.


Presdir Wang datang di belakangnya bersama madam Go dan menyuruh si pelayan membuka pintu itu maka pelayan itu membuka kuncinya dan saat Joong Won memegang gagang pintu untuk membukanya, presdir Wang menghentikannya.

"Kau akan menyesal kalau kau membuka pintu itu. Saingan bisnismu datang menemuiku. Aku bisa saja memutuskan untuk bekerja sama dengan mereka. Tapi sekarang semuanya tergantung padamu. Apa yang akan kau lakukan?"

Joong Won bimbang lalu dia melepaskan genggamannya pada gagang pintu dan berbalik itu menghadapinya dan menjawabnya "Kalau begitu, tentu saja, aku harus..."

Kata-katanya terpotong saat Gong Shil tiba-tiba saja membuka pintunya dan keluar "Pak presdir."

Dan Joong Won langsung mendorong kepalanya kembali masuk ke kamar itu dan menutup pintunya (hahahaha). Joong Won berusaha meyakinkan presdir Wang kalau bukan dia yang membuka pintunya (hahahaha).


Gong Shil yang tidak mengerti apa-apa keluar lagi dan menyapa Joong Won dengan riang "Pak presdir, kau datang."

Presdir Wang marah memandang Joong Won yang juga marah memandang Gong Shil. Gong Shil lalu melihat presdir Wang dan mengatakan padanya kalau cucunya ingin bicara dengannya.


Gong Shil lalu menyampaikan pesan cucunya dengan meniru gaya bicara cucunya dan berteriak pada presdir Wang.

"Nenek, kau sudah pikun yah? Hentikan (menjodohkan Ji Woo). Ahjumma (madam Go) bawa pergi boneka menjijikan itu dan buang saja." Gong Shil lalu meninju bokongnya dan mengacungkan tinjunya kedepan. Presdir Wang sangat terharu karena dia yakin kata-kata itu memang pasti berasal dari cucunya. 


Joong Won senang dan tersenyum pada Gong Shil dan Gong Shil mengedipakan sebelah matanya pada Joong Won. 


Bibi Joo mengkhawatirkan Joong Won, takut kalau Joong Won sampai jatuh cinta pada Bang Shil. Dia ingin menjauhkan Joong Won darinya dan caranya adalah membuat Joong Won dekat dengan wanita lain yang jauh lebih baik dari Gong Shil. Paman Do bertanya siapa wanita itu (yang akan bibi Joo jodohkan dengan Joong Won).

"Seseorang." jawab bibi Joo





Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon