Powered by Blogger.


Bibi Joo menemui wanita yang dia rencanakan untuk dia jodohkan dengan Joong Won yaitu Yi Ryung. 

Yi Ryung sedang syuting iklan sebuah peralatan memasak dengan kobaran api dimana-mana. Sang sutradara dengan sangat bersemangat menyuruhnya menari melompat terbang menirukan gerakan api. Yi Ryung jadi marah karena dia capek dan para staffnya mengipasinya dan memberinya minum, managernya memberitahunya kalau dia cuma perlu syuting 1 adegan lagi dan Yi Ryung langsung kesal karena dia benar-benar kecapean.


Bibi Joo memanggilnya lalu mereka bicara berdua. Yi Ryung memberitahunya kalau konsep iklan itu sebenarnya adalah pengantin baru, tapi berhubung pernikahannya batal maka konsepnya berubah.

"Sepertinya kau mengalami banyak kesulitan sejak pernikahanmu batal. Seandainya saja temanmu itu tidak kesana, pernikahanmu pasti akan berjalan dengan lancar." 


Yi Ryung tidak mengerti yang dimaksud bibi Joo dengan 'teman'. Dan bibi Joo berpura-pura lupa untuk mengatakan padanya kalau yang membuat pernikahannya batal adalah temannya SMA-nya sendiri yang sekarang bekerja di Kingdom.

"Apa maksudmu, Tae Gong Shil?" tanya Yi Ryung dan bibi Joo mengangguk.

Yi Ryung langsung marah dan bersamaan dengan kemarahannya, api di lokasi syutingnya berkobar makin hebat. (hahaha)



Kembali ke rumah kediaman presdir Wang, dia memberitahu Joong Won dan Gong Shil (Gong Shil sudah ganti baju lagi) kalau akhir-akhir ini dia dan perusahaannya mengalami banyak masalah, mulai dari kehilangan salah satu divisi perusahaan sampai kematian cucu kesayangannya. Banyak orang yang menyalahkan hantu Ji Woo sebagai biang keladi atas semua kesialan yang menimpa keluarga dan perusahaan.

"Bisnis anda tidak lancar itu karena masalah perekonomian global, dan di setiap keluarga pasti ada salah satu yang sakit. Kenapa malah menyalahkan hantu?" tanya Joong Won.


Presdir Wang menunjuk seguci mawar hijau yang terletak didekat jendela dan memberitahu mereka "Karena bunga itu. Ji Woo sudah meninggal lebih dari 100 hari tapi bunga itu masih belum layu. Tak ada seorang pun yang bisa memindahkannya dan semua orang jadi ketakutan."


Gong Shil memberitahunya kalau Ji Woo bilang padanya kalau dia sedang menunggu kedatangan orang yang dia suka. Presdir Wang tak tahu kalau Ji Woo ternyata menyukai seseorang karena selama ini dia selalu di rumah karena sejak kecil dia sakit, setahu presdir Wang cucunya itu tak punya teman dan selalu dijauhi oleh semua orang karena kepribadiannya yang sensitif.


Flashback saat Ji Woo minum obat dan saat dia meminum tehnya dia melemparkan gelasnya kembali dengan kesal pada pelayan karena tehnya masih panas.


Kembali ke masa kini, presdir Wang menangis karena dia tak pernah tahu kalau cucunya ternyata menyukai seseorang "Aku juga ingin sekali bertemu dengannya sekali lagi."

Joong Won punya ide bagus di kepalanya lalu mengatakan pada presdir Joo kalau dia tahu cara untuk membantunya bertemu kembali dengan sang cucu. Lalu dia berpaling pada Gong Shil yang tidak yakin kalau dia bisa membantu karena Ji Woo terus-menerus mengayunkan tinjunya.

Joong Won kesal padanya lalu berpaling kembali pada presdir Wang dan menyakinkannya kalau karyawannya akan bicara pada hantu Ji Woo dan mencari tahu (perempuan yang disukai Ji Woo). Presdir Wang mengingatkannya pada tujuan utamnya datang ke rumahnya adalah untuk menjemput karyawannya dan Joong Won langsung menyangkalnya.

"Yang terpenting bagiku hanyalah anda, presdir. Yang membuka pintu tadi sungguh bukan aku." (hahahaha)


Saat Joong Won ingin membicarakan masalah investasi, Gong Shil melihat Ji Woo berdiri menghadap jendela lagi. Dia mengikutinya menuju jendela dan bersama-sama mereka melihat di jalan masuk rumah itu ada seorang pria pengantar susu yang baru datang mengantarkan susu. Gong Shil terburu-buru turun kebawah, tapi saat dia sudah turun, si pengantar susu itu sudah pergi.


Gong Shil bertanya pada pelayan apakah tuan mudanya dekat dengan pria pengantar susu tadi tapi pelayan tidak yakin kalau mereka saling mengenal. Tapi kemudian pelayan itu ingat kalau tuan mudanya dulu cukup dekat dengan pria pengantar susu yang sebelumnya, mereka sering ngobrol dan bermain games bersama.


Gong Shil melaporkan hasil temuannya pada Joong Won yang sangat mengharapkan siapa 'wanita' yang disukai Ji Woo, namun Gong Shil mengejutkannya dengan mengatakan kalau yang ditunggu oleh Ji Woo adalah seorang 'pria' pengantar susu.


Presdir Wang muncul dibelakang mereka dan bertanya pada Gong Shil apakah dia sudah menemukan orang yang disukai oleh Ji Woo. Saat Gong Shil ingin memberitahunya, Joong Woo mencegahnya.

"Dia masih belum terlalu yakin. Kami akan datang lagi besok."

Presdir Wang memandang mereka agak curiga dan saat berjalan melewatinya Gong Shil merasa tak enak padanya. 


Sesampainya mereka di luar, Gong Shil mengeluh karena presdir Wang sangat ingin bertemu cucunya.

"Apa kau menyarankan agar kita melempar bom nuklir ke wajah seorang nenek yang sedang menunggu kedatangan cinta pertama cucunya yang cantik? Tidak bisa. Aku tidak ingin mencari cinta pertama si hantu tapi sangat penting untuk membuat nenek itu tetap bahagia."

"Lalu apa yang akan kau lakukan?"


Lalu Joong Won menyarankan pada Gong Shil untuk mengatakan pada presdir Wang kalau cinta pertama Ji Woo adalah suster di rumah sakit tempat dia dirawat atau guru pianonya.

"Setelah itu, buat perjanjian dengan si hantu." perintah Joong Won

Gong Shil mengingatkannya kalau itu namanya kebohongan dan Joong Won tak suka dengan kebohongan.

"Saat aku berbohong dan mengarang cerita tentang Hee Joo, kau bilang kau tak suka dibohongi kan? Kasihan Ji Woo. Dia tak punya siapa-siapa. Dia hanya menunggu satu orang yang sangat dia suka. Aku ingin mempertemukan mereka."

Saat Joong Won terlihat ragu, Gong Shil mengatakan padanya kalau dia akan menuruti apapun yang dia perintahkan padanya.

"Kita akan pergi seperti ini atau masuk kembali dan mengatakan kebenarannya pada nenek, silahkan anda putuskan sendiri."


Joong Won berpikir sejenak lalu berjalan pergi dan membuat Gong Shil kecewa, tapi kemudian dia berhenti dan mengajak Gong Shil untuk pergi...mencari pria pengantar susu itu. Gong Shil langsung tersenyum dan lari mendekatinya dan Joong Won memperingatkannya untuk memaksa Ji Woo mengatakan pada neneknya kalau yang ditunggunya bukan cinta pertamanya tapi teman baiknya.


Tae Yi Ryung yang memakai hood jaketnya di kepala dan sedang marah besar pada Gong Shil menunggu kedatangannya di rumahnya yang memang sedang kosong, dia melihat surat-surat Gong Shil dan meremasnya dengan kesal saat Kang Woo membanting kepalanya ke dinding, mengira dialah si penguntit. (hahahaha)


Kang Woo membuka hood jaketnya dan Yi Ryung mengeluhkan lebam di pipinya akibat bantingannya tadi. Kang Woo memberinya es untuk mengatasi lebam wajahnya. Yi Ryung memperingatkannya kalau dia sampai tak bisa syuting iklan maka dia akan menuntutnya.

"Sepertinya tidak terlalu parah. Kalau kau memang sibuk, kenapa kau datang kesini?"


Yi Ryung memberitahunya kalau dia datang untuk balas dendam pada Gong Shil.

"Tapi sepertinya kau tidak datang untuk balas dendam secara fisik. Apa yang akan kau lakukan?"

Yi Ryung memberitahukan rencananya kalau dia berencana untuk merebut pacar Gong Shil yaitu presdir Joo Joong Won.

"Aku datang untuk memperingatkannya kalau akan merayu presdir Joo dan akan kubuat Gong Shil menangis."


Kang Woo memberitahunya kalau dalam sebuah perang dibutuhkan sebuah senjata rahasia dan menawarkan dirinya sendiri sebagai senjata rahasia untuk Yi Ryung tapi dia menginginkan sebuah syarat sebelum menjadi senjata rahasianya.

"Selidiki alasan kenapa presdir Joo Joong Won tertarik pada Tae Gong Shil."

"Kenapa kau ingin tahu masalah itu? Apa kau suka pada Tae Gong Shil?"

Kang Woo memberi jawaban tak jelas "Ehm, anggap saja seperti itu."

Dia lalu mendekatkan wajahnya untuk memeriksa lebam di wajah Yi Ryung dan membuat Yi Ryung jadi gugup. 


Dia cepat-cepat menjauhkan diri darinya dan bertanya dengan kesal kenapa dia bicara dengan memakai banmal padanya.

"Kau terlihat lebih muda dariku."

Dan Kang Woo langsung menyetujuinya "Kau memang tampak lebih tua dariku. Kau ingin aku memperlakukannya layaknya orang tua? (bicara padanya pakai jondae)."

Yi Ryung jadi semakin kesal padanya "Baiklah, pakai banmal saja." (hehehe)

Dia lalu mengajak Kang Woo pergi minum-minum untuk merayakan kerja sama mereka tapi Kang Woo menolaknya dan menyuruhnya untuk minum-minum sendiri.


Sementara itu Joong Won dan Gong Shil sudah menemukan perusahaan pengantar susu tempat kerja si pengantar susu yang ditunggu-tunggu oleh Ji Woo. Gong Shil melihat pria yang tadi dilihatnya mengantar susu ke kediaman presdir Wang lalu bertanya padanya tentang pengantar susu sebelumnya yang mengantar susu ke kediaman presdir Wang. 

Pria itu menunjuk seseorang yang berada dibelakangnya, dan yang dilihat oleh Gong Shil dan Joong Won adalah seorang pria yang agak gemuk dan memakai kaos hitam berdiri membelakangi mereka.

Gong Shil mendekatinya dan bertanya apakah dia mengenal Ji Woo tapi malah seorang gadis yang berada disebelah pria tadi yang menjawab pertanyaan Gong Shil. Gadis itu memberitahu mereka kalau dialah yang sebelumnya mengantar susu ke rumah Ji Woo. Gong Shil bingung karena sepengetahuannya orang itu seorang pria.

"Dulu aku sering dikira pria sebelum aku memanjangkan rambutku." kata gadis itu


Pria disebelahnya menggodanya kalau dia memang wanita diluar pria didalam dan gadis itu lalu melakukan gerakan tinju sama persis seperti yang dicontohkan Ji Woo pada Gong Shil. Gong Shil sekarang yakin kalau pasti gadis itu yang ditunggu Ji Woo.

Flashback saat gadis itu mengantar susu ke rumah Ji Woo. Ji Woo yang sedang menyiram bunga di lantai atas marah-marah padanya karena gadis itu meletakkan susunya dengan cara melemparnya ke tanah, Ji Woo takut kalau karton susunya remuk.

"Rasanya sama saja walaupun sedikit remuk." kata gadis itu

"Rasanya mungkin sama, tapi aku tak suka dengan sesuatu yang jelek, sepertimu." ejek Ji Woo

"Aku juga tak suka dengan sesuatu yang keji...sepertimu." gadis itu balas mengejeknya sambil mengayunkan tinjunya pada Ji Woo akibatnya Ji Woo langsung menyiramnya dari lantai atas dengan selang air yang tadinya untuk menyiram bunga-bunganya. Ji Woo tertawa menggodanya kalau dia memang seorang wanita, wanita yang jelek.


Kembali ke Joong Won yang berbisik pada Gong Shil kalau dia merasa lega karena orang yang ditunggu Ji Woo adalah wanita tak masalah bagaimanapun penampilannya.


Tapi gadis itu tak mau bertemu dengan Ji Woo dan mengusir mereka.

"Dia punya sesuatu untuk ditunjukkan padamu. Akan jauh lebih baik kalau kau datang kesana dan melihatnya." kata gong Shil tapi gadis itu kelihatan tak peduli. 

Gong Shil lalu memberitahunya kalau yang ingin ditunjukkan oleh Ji Woo padanya adalah bunga mawar hijau dan gadis itu langsung berhenti, dia sangat terkejut sampai menjatuhkan wadah tempat susunya.


Flashback saat Ji Woo memperlihatkan kebun bunganya pada gadis itu, Ji Woo memberitahunya kalau bunga mawar banyak jenisnya dan banyak warnanya.

"Lalu, apa ada bunga mawar hijau? Aku suka hijau."

"Ada." 

"Wah, bunga itu pasti cantik."


Dan sekali lagi Ji Woo menghina gadis itu "Bunga mawar hijau itu tidak cantik, warna bunganya terlihat seperti daun selada, sepertimu."

"Kalau aku memanjangkan rambutku dan merapikan penampilanku, aku juga akan terlihat cantik."

Ji Woo menunduk dan semakin menggodanya "Kau jelek. Aku bahkan tak bisa membedakan apakah kau pria atau wanita."

"Lalu kau sendiri bagaimana. Kau sangat kurus seperti perempuan."


Ji Woo lalu mencium gadis itu. Setelah berciuman mereka berdua sama sama malu dan untuk memecahkan kecanggungan diantara mereka Ji Woo malah semakin menghinanya.


"Seperti yang kukira. Tidak terlalu menyenangkan...dengan anak yang bahkan tidak terlihat seperti perempuan."

Si gadis pun merasa sangat terhina dan hampir tak bisa menahan tangisnya saat dia membalas ejekannya "Aku juga tidak peduli denganmu, pria kurus dan suka menanam bunga. Aku benar-benar benci dengan orang sepertimu."

Gadis itu berlari pergi dan Ji Woo menyesali perbuatannya.


Lalu penyakit Ji Woo semakin parah, dia terbaring di kamarnya memandang bunga mawar hijau di dalam guci sampai ajal menjemputnya.


Kembali ke masa kini, gadis itu akhirnya datang ke rumah Ji Woo dan menyentuh bunga mawar hijau yang berada di kamarnya. Dia menangis "Bunga ini sangat cantik. Kau berbohong kalau bunga ini jelek. Aku juga memanjangkan rambutku untuk kutunjukkan padamu, tapi kau malah meninggal."


Ji Woo akhirnya muncul dan mencium gadis itu dan akhirnya bunga itu berubah menjadi asap dan menghilang. presdir Wang menghampiri guci itu dan menangis mengucap selamat tinggal pada cucu kesayangannya.


Dalam perjalanan pulang dengan mobil Joong Won, Gong Shil memberitahunya kalau bunga mawar hijau adalah lambang cinta yang mulia yang hanya ada di surga.

Gong Shil senang karena presdir Wang, Ji Woo dan gadis yang disukainya akhirnya saling mengetahui perasaan masing-masing dan Joong Won juga senang tapi dengan alasan yang berbeda dari Gong Shil karena dia senang hari ini mereka mendapat 'panen besar'.

"Kau juga ikut menyumbang, jadi aku akan mengantarmu pulang." kata Joong Won


Tak disangka Gong Shil malah menolaknya "Kalau aku keluar dari mobilmu dan ada seseorang yang melihatnya, aku akan merasa canggung padanya."

"Apa maksudmu ketua tim satpam Kang? Kalian tinggal bersama yah?" tanya sekretaris Kim

"Kang Woo sangat tertarik padaku. Jadi dia sangat ingin tahu tentang apa yang kukerjakan bersamamu pak presdir. Pertanyaan itu agak canggung untuk dijawab kan?"

"Kurasa kau pasti menyembunyikan fakta tentang radar spesialmu dari ketua tim satpam Kang."


"Tentu saja. Dia terus bertanya apa yang membuatku selalu ketakutan dan khawatir, tapi aku cuma bilang kalau yang kutakuti adalah penguntit. Lalu dia bilang dia ingin menjadi bodyguard ku." Gong Shil tertawa senang sementara Joong Won tertawa sinis (hehehe).

"Apa kau sedang menyombongkan diri sekarang?" singgung Joong Won


Tapi Gong Shil malah berterima kasih padanya, karena Joong Won lah, dia bisa bekerja dan bertemu dengan orang baik juga. 

Joong Won tersenyum sinis lalu marah dan menyuruh sekretaris Kim menghentikan mobilnya sekarang juga dan mengusir Gong Shil padahal mereka masih agak jauh dari rumahnya. (Pfft...cemburu nih?)

Dan sebelum Gong Shil keluar dari mobilnya diam-diam dia mengulurkan tangannya ke tangan Joong Won lalu langsung menggenggamnya dan memeluknya ke pipinya. Joong Won melotot padanya tapi Gong Shil hanya ingin mengambil tawaran pelukan gratis yang tadi dikatakan sendiri oleh Joong Won.


Gong Shil berjalan pulang sendirian, dia bertanya-tanya kenapa setelah menggenggam tangan Joong Won dia tidak merasa ketakutan. Saat itu 2 orang pria (mereka manusia) tiba-tiba muncul di belakang Gong Shil. Gong Shil bisa merasakan kalau 

mereka bukan hantu lalu kenapa mereka mengikutinya.


Mereka mengejarnya dan setelah berhasil menangkap Gong Shil mereka memintanya ikut dengan mereka dan karena Gong Shil ketakutan dan mencoba melawan, mereka malah menggenggam tangan Gong Shil lebih erat. Tiba-tiba sebuah tangan kuat melepaskan pegangan salah satu pria itu dari Gong Shil.

Kang Woo muncul entah dari mana dan menyelamatkan Gong Shil. Gong Shil bersembunyi di belakangnya lalu mundur. 


Kang Woo menghajar dan mengalahkan kedua pria itu dengan mudah. Kang Woo bertanya Gong Shil apa mereka penguntit yang selalu mengikutinya. Gong Shil malah sedang kebingungan sendiri kenapa mereka yang manusia mengikutinya.


Madam Go datang menghentikan mereka semua, kedua pria itu ternyata bodyguardnya madam Go. Madam Go bicara berdua dengan Gong Shil sementara Kang Woo menunggunya di kejauhan.

Madam Go memberitahu Gong Shil "Kau bersinar sangat terang. Karena itulah para penghuni kegelapan mencarimu."

"Kau melihat cahaya memancar dariku?" tanya Gong Shil

"Mereka mungkin mengeluh dan meminta bantuan. Tapi kau harus selalu waspada." madam Go memperingatkannya.


Bersamaan dengan peringatan madam Go, Joong Won yang sedang berada di rumahnya dan melihat-lihat tangannya yang tadi digenggam oleh Gong Shil sementara hantu Hee Joo bergentayangan di luar jendela rumahnya mengawasinya dengan sedih.


"Ada beberapa hantu yang diam-diam menunggu kesempatan untuk menggunakanmu untuk mencari jalan kembali (hidup). Pada akhirnya kegelapan akan menelan terang, dan pada akhirnya yang mati akan menelan yang hidup. Berhati-hatilah jangan sampai kau tertelan." (BAAAAH! mungkin maksudnya Hee Joo akan menggunakan tubuh Gong Shil untuk kembali hidup nanti)

Madam Go lalu pergi meninggalkan Gong Shil yang ketakutan.


Kedua anak tetangga Gong Shil, Seung Mo dan adiknya Seung Joon sedang bermain ayunan sambil menunggu kedatangan ibu mereka yang sebentar lagi akan pulang kerja. Bola yang dipegang Seung joon terjatuh dan menggelinding ke kaki seorang anak kecil. Anak itu lalu mengayunkan tangannya memanggil Seung Joon untuk datang padanya.

Saat Seung berbalik menghadap adiknya, Seung Joon ternyata sudah menghilang. Seung mo melihat bola adiknya ada di pojokan tapi adiknya sendiri tak ada. 


Dia terus menelusuri taman bermain itu dan akhirnya menemukan Seung Joon sedang menatap sebuah boneka. Seung Mo memarahi adiknya karena pergi tidak bilang-bilang dan Seung Joon menunjukkan pada kakaknya boneka perempuan yang sedari tadi ditatapnya. 


Seung Joon ingin mengambil boneka itu tapi Seung Mo menghentikannya "Tidak boleh. Seseorang mungkin meninggalkannya disini. Kalau boneka itu tetap disini nanti, maka itu berarti boneka ini memang sudah dibuang. Setelah itu baru kita boleh mengambilnya."


Seung Mo lalu menggandeng tangan adiknya dan menuntunnya pulang, Seung Joon berbalik kembali menghadap boneka itu dan disekitar boneka itu 3 hantu anak-anak melambaikan tangan selamat tinggal pada Seung Joon, dia membalas lambaian tangan mereka dan tiba-tiba mata kosong boneka itu bersinar dan bergerak.



Kang Woo mengantar Gong Shil sampai ke depan kamarnya dan bertanya bagaimana dia sampai mengenal madam Go (Kang Woo mengira madam Go itu penipu). Gong Shil sekali lagi hanya memberinya jawaban singkat kalau dia mengenalnya saat sedang bekerja. 

Kang Woo juga memperhatikannya kalau setiap kali dia bertanya Gong Shil tak pernah memberinya jawaban yang detil. Gong Shil agak ragu tapi kemudian dia bertanya pada Kang Woo apa dia benar-benar menyukainya. 

"Apa karena kau menyukaiku, kau selalu ingin tahu tentangku? Alasan kenapa aku tak bisa membicarakan tentang diriku adalah karena aku sangat bahagia ada seseorang yang menyukaiku. Karena aku takut kalau orang itu tahu, dia akan melarikan diri. Kau pasti bertanya-tanya kan apa hebatnya wanita itu sampai dia menakutimu seperti ini? Mungkin wanita itu mata-mata Korea Utara atau mungkin seorang kriminal atau mungkin dia sebenarnya seorang pria (Pffft). Kau pasti berpikir seperti itu kan? Tapi apapun yang kau pikirkan, kau akan jauh lebih terkejut (kalau Kang Woo tahu Gong Shil bisa melihat hantu). Aku sudah memperingatkanmu. Jangan dekat-dekat denganku lagi. Terima kasih banyak untuk bantuanmu tadi."


Tapi Kang Woo tak mau Gong Shil berterima kasih padanya, karena jika dia melakukannya, Kang Woo malah merasa bersalah padanya karena bukan Gong Shil satu-satunya yang punya rahasia.

"Aku juga punya sesuatu yang tidak kukatakan padamu. Setelah mendengarkan peringatanmu. Aku jadi merasa sedikit takut kalau aku mengecewakanmu." Kang Woo lalu pamit pulang.

Gong Shil juga jadi merasa bersalah, dia memandang kepergian Kang Woo dan bimbang harus memberitahu Kang Woo tentang rahasianya atau tidak.

"Kang Woo. Aku bisa melihat hantu. Bagaimana caranya untuk mengatakan semua itu." 


Keesokan paginya, Joong Won memberitahu Gong Shil kalau presdir Wang sudah membuat keputusan untuk bekerja sama dengan Kingdom, bukan Giant Mall. 


Gong Shil memberitahu Joong Won kalau presdir Wang juga menawarinya sebuah pekerjaan dan ingin membawa Gong Shil ke Cina. Wajah Joong Won langsung kaku dan bertanya pada Gong Shil apakah dia menerima tawaran itu. 


Tapi ternyata Gong Shil menolaknya karena Joong Won ada disini dan Joong Won tersenyum mendengarnya (hehe).

"Walaupun aku sangat ingin menerima tawaran itu, tapi aku menolaknya." kata Gong Shil dengan suara lemas.

"Jadi karena masalah itu, kau jadi murung begini? Apa menolak tawarannya kau jadi sangat kecewa?" tanya Joong Won sambil tersenyum


Gong Shil memberitahunya kalau ada hal lain yang dia tolak. "Aku merasa sedih karena harus melepaskan yang satunya lagi."

"Apa itu?" tanya Joong Won

"Orang yang bilang kalau dia suka padaku." kata Gong Shil


Di ruang pengawasan CCTV, seorang gadis kecil mengucap terima kasih dan memberi kang Woo sebuah permen lolipop sebagai hadiah karena Kang Woo sudah membantunya bertemu kembali dengan ibunya. Kang Woo tersenyum melihat permennya.


Kembali ke ruang kantor Joong Won, Gong Shil memberitahu Joong Won kalau dia tak bisa mengatakan pada Kang Woo kalau dia bisa melihat hantu. 

"Sekarang setelah dia bilang kalau dia menyukaiku, rasanya jadi jauh lebih sulit untuk memberitahunya. Kalau hubungan kami tidak berhasil nantinya, aku hanya akan berpura-pura kalau aku orang yang normal. Tapi, aku benar-benar merasa tertekan. Kenapa aku harus melihat hantu?"


Joong Won menyentuh pundaknya dengan simpati dan mencoba membuatnya bersemangat dengan mengatakan kalau dia sekarang terlihat jauh lebih normal daripada saat pertama kali mereka bertemu dulu. Joong Won lalu melepaskan pegangan tangan di pundaknya "Mungkin dia berpikir kalau kau menolaknya karena kau sombong."


Gong Shil mengatakan kalau sejak dia punya lubang untuk bernapas, dia jadi sering memikirkan hal-hal lain. Dan menurut Joong Won perasaan seperti itu memang sifat dasar manusia yang selalu menginginkan lebih saat mereka hidup enak.

"Terima kasih presdir, bagiku kau tidak hanya tempat berlindung tapi juga seorang penasehat."

Joong Won lalu berbaik hati kalau dia akan memberikan sedikit diskon padanya karena Gong Shil sudah berhasil membawa presdir Wang ke pihaknya bahkan sampai kehilangan orang yang menyukainya. Gong Shil lalu memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajak Joong Won ikut pulang bersamanya nanti karena hari ini dia sedang sedih dan tak ingin melihat hantu. Dan Joong Won sudah pasti menolaknya.


Han Joo sedang bagi-bagi makanan dan minuman pada para ahjumma petugas kebersihan dengan maksud menyebarkan gosip tentang Joong Won dan Gong Shil. Paman Do dan Jin Joo melihatnya dari kejauhan dengan senang karena mulut Han Joo punya kemampuan hebat dalam menyebarkan gosip.


Para ahjumma itu bingung dengan gosip antara Joong Won dan Gong Shil karena setahu mereka Gong Shil sudah punya pacar. "Dia tinggal bersama dengan seorang satpam Kingdom. Mereka bahkan pernah pulang bersama." kata salah satu ahjumma. Dan Han Joo langsung membuat kesimpulan kalau ini adalah cinta segitiga dan ingin tahu siapa pacar Gong Shil. 


Kang Woo sedang menatap lolipopnya sambil memikirkan sesuatu. Saat dia hendak pergi, Han Joo datang dan memberitahu Kang Woo kalau ada salah satu anggota satpam mereka yang tinggal bersama Tae Gong Shil. 

Kang Woo menanggapi pertanyaannya dengan santai kalau Gong Shil dan pria yang tinggal bersamanya tidak hanya pulang bersama tapi juga pergi kerja bersama, orang itu juga bilang kalau dia ingin menjadi bodyguard pribadi Gong Shil.  


Han Joo jadi bingung bagaimana caranya Gong Shil berhasil menggoda para pria itu dengan lingkaran hitam di matanya. 

"Siapa orang idiot yang berhasil digodanya itu?" tanya Han Joo

Dan dengan santainya Kang Woo menjawab "Aku orangnya."


Han Joo hanya bisa terdiam kebingungan dan saat Kang Woo hendak beranjak pergi dia memegang pundak Han Joo dan memperingatkannya kalau dia akan memberi batasan untuk Han Joo. 

"Apa sebenarnya tujuanmu?" tanya Kang Woo curiga

Dan Han Joo hanya bisa meminta maaf.


Gong Shil sedang berjalan menggendong barang-barang di gudang ruang kantornya sambil mengeluhkan pekerjaan barunya saat Kang Woo memanggilnya dan berjalan mendekatinya. 

Joong Won keluar dari ruang kantornya dan mengatakan pada sekretaris Kim kalau mereka nanti akan membawa Tae Gong Shil bersama mereka. Sekretaris Kim senang.


Kang Woo meletakkan lolipopnya di atas tumpukan barang-barang yang dipegang Gong Shil dan menyatakan perasaannya pada Gong Shil.

"Aku ingin mengenalmu lebih baik. Aku akan menjadi pemberani. Dan kau harus kuat." Kang Woo tersenyum pada Gong Shil yang membalas senyumannya, lalu Kang Woo pamit pergi.


Adegan mereka berduaan ternyata di lihat oleh Joong Won dari lantai atas. 

Joong Won lalu turun, mereka berjalan berdampingan tapi terpisah oleh kaca, Gong Shil diluar dan Joong Won didalam. Gong Shil tidak memperhatikan Joong Won yang berjalan mengikutinya sambil melihatnya melalui kaca yang memisahkan mereka dan saat mereka sama-sama sampai di pintu masuk, Joong Won menghadangnya. (aku suka banget sama adegan ini)


Dengan penuh kebahagian Gong Shil memberitahu Joong Won.

"Presdir, orang yang menyukaiku mengatakan kalau dia akan menjadi pemberani untukku, dia juga mengatakan padaku agar aku kuat."

"Lalu, setelah kau kuat, apa kau akan pergi? (ke Kang Woo)."

"Iya, aku akan pergi. Aku ingin pergi." kata Gong Shil sambil tersenyum bahagia.



Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon