Powered by Blogger.


Gong Shil berlari sambil tersenyum, rambutnya berkibar-kibar dalam gerakan slow motion. Terdengar suara Kang Woo saat dia menyatakan perasaannya pada Gong Shil, dia akan menjadi pemberani dan Gong Shil harus kuat. Gong Shil berlari menuju Kang Woo yang sedang menunggunya di luar dan berteriak memanggil namanya.


Perlahan-lahan Kang Woo berbalik padanya dan saat mereka sudah saling berhadapan, Gong Shil memberitahunya kalau sekarang dia sudah punya kekuatan untuk mengatakan rahasianya pada Kang Woo. Kang Woo menyuruhnya untuk mengatakannya, dia akan mendengarkannya dengan penuh keberanian.

"Aku...aku...bisa melihat hantu." Sambil menunjuk segala arah Gong Shil memberitahu Kang Woo "Di sana ada hantu, di situ ada hantu. Hantu muncul dimana-mana. Karena itulah aku melarikan diri seperti wanita gila. Apa menurutmu tidak apa-apa?"


Kang Woo mendekat padanya dan memegang kedua lengannya, menggelengkan kepalanya dan dengan wajah dramatis mengatakan.

"Bahkan sekalipun kau mengatakan padaku kalau kau diculik alien, aku tak peduli." (hahahahahaha...)

Kang Woo lalu menarik Gong Shil ke pelukannnya dan mereka berpelukan erat dengan penuh emosi (hahahaha...). Tiba-tiba sekumpulan hantu muncul mengelilingi mereka dan bertepuk tangan dan pesawat UFO muncul menyinari mereka. (wuaneh banget) 



Terdengar suara Gong Shil bertanya-tanya mungkinkah mimpi bisa menjadi nyata. Dan ternyata semua itu hanyalah khayalan Gong Shil yang sedang dia ceritakan pada Joong Won di ruang kantornya sambil memeluk lolipop pemberian Kang Woo.

Joong Won berada di belakangnya dan mendengarkan semua khayalan Gong Shil dengan wajah sinis. "Kalau kau membandingkannya dengan mimpi, kau pasti sadar kalau kemungkinannya untuk terwujud sangat tipis."

"Tapi bukan berarti tidak mungkin kan?"


Gong Shil lalu menceritakan padanya kalau dulu dia pernah bertemu dengan seseorang di rumah sakit yang mengaku kalau dia diculik alien.

"Tapi bahkan pria seperti itu akhirnya menemukan seorang istri yang memahaminya, mereka bahkan membangun sebuah benteng di sebuah pegunungan dan hidup bersama disana."

Joong Won langsung berbalik padanya "Apa kau, orang yang bisa melihat hantu, menghina orang yang mengaku bisa melihat alien?"



"Orang itu duluan yang menghinaku sebagai orang gila. Awalnya, aku mendengarkan semua cerita aliennya, aku bahkan berjanji untuk pergi bersamanya untuk memotret pesawat UFO-nya. Ku kira kami sudah cukup dekat, jadi kuceritakan padanya kalau aku bisa melihat hantu. Tapi orang itu malah mengataiku gila."


"Baiklah, kau pasti merasa marah. Tapi bagiku, sayang sekali. Kalau waktu itu kau ikut pria itu dan ditangkap alien, maka kau takkan ada dihadapanku sekarang."

Gong Shil menyetujuinya "Kalau hantu itu memang ada, maka alien juga pasti ada."

Joong Won kebingungan dengan omongan Gong Shil karena Joong Won sebenarnya cuma bercanda tapi Gong Shil malah membawa candaannya ke tingkat yang jauh lebih serius.

"Bicara denganmu membuatku merasa seperti orang idiot. Kenapa aku harus mendengarkan cerita semacam ini." keluh Joong Won dengan kesal.


"Apa orang itu akan mendengarkanku juga? Seperti presdir. Apa dia juga mau mendengarkanku? Aku tak mau kehilangan kesempatan yang sulit didapat ini. Dulu kukira aku takkan mendapatkan kesempatan seperti ini, tapi saat sudah memilikinya rasanya benar-benar menyenangkan."


Joong Won lalu memberinya suatu nasehat "Jangan memulainya melalui penglihatan. Mulailah dengan kepercayaan. Jangan langsung mengatakan padanya kalau kau bisa melihat hantu. Tanyakan dulu padanya, apa dia percaya pada hantu. Buat dia penasaran dulu. Dengan begitu kesempatan bagi mimpimu untuk terwujud akan jauh lebih besar."

Gong Shil mengerti dan berterima kasih padanya. Joog Won lalu menyuruhnya untuk membicarakan segala macam hal gila dengan Kang Woo saja setelah mereka berhasil menyelesaikan masalah hantu yang menghalangi hubungan mereka.

"Pergilah dan selesaikan permasalahanmu dengan si permen manis Kang." Joong Won mengibaskan tangannya menyuruhnya pergi. Dan Gong Shil langsung menurut dan berbalik pergi.


Joong Won melihatnya pergi dan yakin kalau dia pasti sedang sangat bahagia karena kali ini dia pergi hanya dengan 1 kali kata 'pergi' padahal biasanya Joong Won harus mengucapkan kata 3 kali baru Gong Shil mau pergi.   

Tapi Gong Shil lalu berbalik kembali padanya, berterima kasih karena Joong Won tidak menertawakan mimpinya dan mau mendengarkannya. Dengan kesal Joong Won memberitahunya kalau dia mendengarkannya kalau dia mendengarkannya bukan karena dia mau tapi karena dia punya lubang telinga. (hahahaha)

Sebagai balas jasa, Gong Shil menawarkan lubang telinganya sendiri untuk mendengarkan semua hal yang tak bisa Joong Won katakan pada orang lain. Tapi Joong Won menolaknya lalu mengusirnya dengan kata 'pergi' untuk kedua kalinya.


Gong Shil berbalik pergi tapi kemudian berbalik kembali pada Joong Won yang kali ini benar-benar marah. Sayangnya Gong Shil tidak terpengaruh oleh kemarahannya karena dia hanya ingin bertanya apakah dia bekerja sambil mendengarkan musik (Gong Shil melihat Joong Won memakai earphone MP3 playernya). Joong Won berusaha menahan amarahnya dan akhirnya untuk ketiga kalinya dia harus mengusirnya dengan kata 'pergi'.

Dan kali ini Gong Shil benar-benar pergi.

"Dia selalu membuatku harus mengatakan 'pergi' sampai 3 kali. Kalau dia menempel ke si permen Kang, dia takkan menggangguku lagi." kata Joong Won yang tidak terlalu senang saat mengatakannya.


Gong Shil pulang sendirian melalui gang yang sepi sambil bertanya-tanya sendiri bagaimana nanti dia harus memulai pembicaraan tentang hantu pada Kang Woo saat seseorang tiba-tiba melompat menghadangnya dan  Gong Shil reflek menghantam orang itu dengan tasnya dan langsung berlari sekencang-kencangnya. (hahahaha). Han Joo terduduk di tanah menahan sakit kepalanya yang baru saja dihajar oleh tasnya Gong Shil. 


"Aku cuma bercanda." keluhnya dengan suara lemah

Jin Joo, Gong Ri dan Kang Woo menghampirinya. "Karena itulah aku bilang, jangan mengejutkan Gong Shil." keluh Gong Ri.


Setelah itu mereka semua berkumpul di atap apartemen untuk makan-makan bersama. Gong Ri memarahi Han Joo yang sudah mengejutkan Gong Shil tapi Han Joo sendiri juga pada akhirnya jadi korban dan Gong Shil meminta maaf padanya.

"Kau muncul begitu tiba-tiba. Aku tak tahu kalau kau manusia." kata Gong Shil 

Han Joo kesal "Kalau bukan manusia memangnya aku hantu?"

Gong Shil dan Gong Ri langsung terdiam dan saling bertukar pandang.


Kang Woo membela Gong Shil dan memberitahu Han Joo kalau Gong Shil hanya bersikap waspada karena ada penguntit yang mengejarnya. Dan Gong Shil langsung mengangguk.

"Karena itu kau ketakutan seolah melihat hantu." kata Han Joo

Gong Ri berusaha menutupi rahasia adiknya dengan mengatakan mana ada orang yang bisa melihat hantu. Tapi Han Joo mengatakan kalau dia pernah melihat hantu dan bertanya apa mereka mau mendengarkan cerita hantunya dan Kang Woo langsung melarangnya.

"Kenapa kau ingin menakuti orang yang sudah cukup ketakutan? (Gong Shil)."

Tapi Gong Shil tidak keberatan mendengarkan cerita hantunya, maka Han Joo mulai bersemangat untuk bercerita. Ada hantu lift, hantu kamar mandi, hantu tentara dll dan selama Han Joo bercerita, Gong Shil melihat reaksi Kang Woo yang hanya diam dan makan dengan sangat bersemangat sementara raut mukanya terlihat kesal. 


Sementara itu dibelakang mereka mata-mata paman Do, Jin Joo melapor pada paman Do kalau Gong Shil dan Kang Woo memang tinggal di satu kompleks dan menurut Jin Joo mereka tinggal di tempat yang sangat murah. 

Paman Do menyuruhnya untuk terus mengawasi mereka. Paman Do bingung karena Joong Won bilang dia sudah membuka tubuhnya untuk Gong Shil tapi sepertinya dia masih belum membuka dompetnya untuk Gong Shil (karena Gong Shil masih tinggal di apartemen murahan).

"Kalau dia belum membuka dompetnya maka itu artinya dia belum membuka hatinya. Apa mungkin dia akan membuka hatinya pada Tae Yi Ryung?"


Tae Yi Ryung sedang memulai aksi balas dendamnya pada Gong Shil dengan cara merayu Joong Won di sebuah restoran yang sudah diatur oleh bibi Joo. Dan caranya menggoda Joong Won adalah dengan cara menyebutkan berbagai macam bisnis dan bangunan milik keluarganya seperti bangunan tertinggi di Shinsadong.

Yi Ryung juga menyebutkan kalau dia adalah anak tunggal yang artinya kekayaan keluarganya nanti akan menjadi miliknya. Setelah mendengarnya Joong Won langsung memesan makanan yang banyak (supaya mereka bisa bicara lebih banyak).


Kembali ke apartemen Gong Shil, satu-persatu Han Joo, Gong Ri dan Jin Joo menceritakan berbagai pengalaman mereka masing-masing seputar hantu. Han Joo dan hantu tanpa kepala, Jin Joo dan hantu kong kong kong, lalu Gong Ri dan patung yang menangis darah di tengah malam di sekolah. Dan Kang Woo lah satu-satunya yang tidak bicara dan terus makan.


Gong Shil bertanya khawatir "Kang Woo, apa kau tak suka cerita semacam ini?"

Dan Kang Woo mengiyakannya "Menurutku cerita semacam ini tidak menyenangkan."

Tapi menurut Han Joo, Kang Woo bukan tidak suka cerita hantu bukan karena tidak menyenangkan tapi karena takut. Dia bahkan menertawakan daun selada yang sedang dipegang Kang Woo terlihat bergetar.


"Kudengar kalau kau membicarakan hantu, mereka akan datang dan mendengarkan." kata Han Joo

Dan Gong Shil mengatakan kalau ada hantu yang memang sudah datang. 

"Di belakangmu." kata Gong Shil pada Han Joo. Dan ternyata memang ada sesosok hantu yang sedang berdiri di belakang Han Joo. 


Perlahan Han Joo berbalik ke belakangnya dan Kang Woo langsung menggebrak meja dan mengagetkan mereka semua. Dia marah dan menyuruh mereka menghentikan cerita hantu mereka. 

"Aku benar-benar benci cerita semacam itu. Cerita semacam itu sangat bodoh." 

Gong Ri memandang Gong Shil yang kecewa dan Han Joo berusaha menenangkan Kang Woo kalau mereka melakukannya hanya untuk kesenangan saja. Tidak perlu terlalu mempercayai mereka.

kang Woo langsung berteriak marah-marah "Aku tidak percaya kalau hantu ada. Aku benci pada orang yang menakuti orang lain dengan berusaha meyakinkan mereka kalau hantu itu ada. Aku benar-benar membencinya. Hantu...aku benci pada orang yang mengatakan kalau mereka bisa melihat hantu. Orang-orang seperti itu sangat menyedihkan dan aku benar-benar tak tahan pada orang seperti itu." Kang Woo lalu pergi.

Gong Shil hanya bisa memandanginya dengan penuh kekecewaan dan Gong Ri berbisik pada Gong Shil untuk tidak mengatakan apapun pada Kang Woo.


Kang Woo pergi ke kamar mandi dan ketakutan oleh bayangannya sendiri di kaca. Ternyata dia memang takut hantu. (He's such a complete difference of Joong Won)


Kembali ke restoran, bibi Joo meninggalkan Joong Won dan Yi Ryung berduaan. Yi Ryung berbasa-basi mengatakan kalau dia teman Gong Shil dan takut kalau Joong Won merasa tak nyaman dengan pertemuan ini, apalagi mereka sepertinya cukup dekat dan Joong Won meyakinkannya kalau kekhawatirannya sama sekali tidak beralasan. 


Maka mulailah Yi Ryung menjalankan rencana balas dendamnya untuk merusak hubungan Gong Shil dan Joong Won dengan cara mengatakan pada Joong Won tentang kejelekan Gong Shil. Gong Shil itu sudah gila, dulu dia memang normal tapi sekarang dia sudah hancur dan Yi Ryung yakin kalau Gong Shil pasti pernah mengalami sesuatu yang dramatis. Dekat-dekat dengan orang sesial Gong Shil...


Jong Won yang bosan mendengarkan ceritanya lalu memotong pembicaraannya "Tae Yi Ryung, apa tujuanmu datang kesini adalah untuk meletakkan Tae Gong Shil ke piring ini (piring berisi shasimi, lalu Jong Won menusukkan sumpitnya pada shasimi itu dengan kasar) dan mengoyaknya?"

"Tentu saja tidak." jawab Yi Ryung agak ketakutan

"Kalau begitu mari kita lanjutkan pembicaraan kita tentang real estate. Cerita tentang resort pamanmu kedengarannya sangat menarik."

Akhirnya Yi Ryung harus mengakhiri aksi balas dendamnya dengan menceritakan tentang bisnis keluarganya pada Joong Won. 


Sementara itu paman Do yang masih berada di Kingdom sampai tengah malam, berjalan melewati sebuah koridor saat dia mendengar suara siulan, dia memutuskan untuk melihat dari mana datangnya suara siulannya dan suara siulan itu menuntunnya sampai ke ruang kantor Gong Shil dan disana pula suara siulan itu berhenti.


Paman Do masuk ke ruangan yang gelap itu dan melihat tak ada siapapun atau apapun disana dan saat dia mau berbalik pergi, dia mendengar suara gemerisik yang berasal dari tumpukan kardus-kardus. Perlahan dia mendekati tumpukan kardus itu dan melihat sebuah mata merah dibalik tumpukan kardus.

Paman Do jadi semakin penasaran lalu mengangkat tumpukan kardusnya dan seekor anjing mengonggong padanya, paman Do berteriak ketakutan dan langsung keluar setelah tangannya digigit oleh anjing. Anjing itu besar dan bermata merah.


Paman Do memanggil semua orang kembali ke Kingdom dan memberitahu mereka kalau ada anjing besar di Kingdom yang mengigitnya. Kang Woo memberi instruksi pada anak buahnya kalau mereka harus berhasil menangkap anjing itu sebelum Kingdom buka besok pagi.


Semua satpam berlarian mencari keberadaan anjing itu dan Gong Shil juga ikut kembali ke Kingdom karena paman Do digigit anjing itu di ruang kantornya. Gong Shil memberitahu Han Joo dan rekannya kalau dia tidak memelihara anjing. Han Joo menyuruhnya memeriksa barang-barangnya siapa tahu ada yang hilang.

Gong Shil melihat sekeliling kantornya dan dia melihat ada banyak remah-remah snack berceceran di lantai. Gong Shil bertanya-tanya siapa yang membuat kantornya berantakan seperti itu "Apa benar-benar ada anjing yang datang kesini?"

"Apa kau yakin bukan kau yang membuat anjing itu kesini." Joong Won tiba-tiba muncul dibelakangnya dan menanyakan padanya apa selain mengurusi hantu, dia juga memelihara anjing di kantor dan Gong Shil membantahnya.


Joong Won tiba-tiba mengendus bau daging dan menuduh Gong Shil telah meninggalkan daging di kantornya dan membuat si anjing datang karena bau dagingnya. Gong Shil lalu mengendus bau rambutnya sendiri dan memuji hidung Joong Won yang setajam hidung anjing.

"Aku datang kesini setelah makan daging bersama Kang Woo." 

Joong Won langsung cemberut mendengarnya dan lebih cemberut lagi saat Gong Shil teringat pada permen lolipopnya dan khawatir kalau anjing itu memakannya. Dan waktu Gong Shil menemukan permen itu dalam keadaan sudah pecah jadi 2, Joong Won tersenyum senang.


Tak sengaja dia melihat ada kalung anjing yang terjatuh diantara tumpukan kardus "Benar-benar ada anjing." kata Joong Won.


Kang Woo mengantarkan Yi Ryung keluar saat Yi Ryung memberitahu Kang Woo kalau dia tadi makan malam dengan Joong Won dan mereka tadi juga membicarakan Gong Shil dan dari hasil pembicaraan mereka, Yi Ryung merasa kalau Tae Gong Shil sama sekali tak berarti bagi Joong Won. 

"Saat aku mencoba menbicarakan Gong Shil, dia langsung memotongnya." kata Yi Ryung

"Pasti ada alasan kenapa dia (Joong Won) memberinya pekerjaan didekatnya." kata Kang Woo

"Kenapa kau begitu ingin tahu apa hubungan mereka? Kau benar-benar menyukai Tae Gong Shil?"

"Anggap saja seperti itu."


Yi Ryung lalu mulai membuat Kang Woo kesal dengan membicarakan pekerjaannya dan berapa gaji yang dia dapat dari kerja lemburnya mencari anjing itu. Kang Woo hanya menjawabnya dengan menyuruhnya keluar dari mall itu sendiri.

Yi Ryung berjalan pergi dan tak menyadari kalau ada seseorang yang mengawasinya dan mengikutinya.


Di ruang kantor Gong Shil, Joong Won yang baru saja menemukan kalung anjing itu stres karena kalau anjing tidak ditemukan besok Kingdom tidak akan bisa buka. Dan kalau Kingdom tidak buka maka festival musim panas Kingdom akan batal.

Menurut hasil pengamatan Gong Shil pada ceceran remah-remah keripik di lantainya, anjing itu pasti lapar. Dia melihat di kalung anjing itu ada nama 'Pil Seung' (kemenangan), pasti itu nama anjingnya.

"Presdir, mari kita tangkap anjing itu dan membuka acara festival acara musim panas. Aku akan mencari anjing itu. Pil Seung" ujar Gong Shil menyemangati Joong Won.


Dan ide Gong Shil untuk menangkap anjing itu adalah menggoda anjing itu dengan 2 buah sosis, dia dan Joong Won berkeliling Kingdom dengan 2 tusuk sosis sambil memanggil nama Pil Seung.  Joong Won tidak suka dengan idenya tapi menurut Gong Shil ide ini cukup bagus karena anjing suka daging.

Gong Shil lalu bertanya pada hantu tutup tong sampah, apakah dia pernah melihat seekor anjing lewat. Hantu itu hanya menjawabnya dengan memukul tutup tong sampahnya dan membuat Gong Shil cepat-cepat menjauhinya.


Joong Won bertanya apa yang sedang dilakukannya. Dan Gong Shil memberitahunya kalau di bangku dekat tong sampah itu ada hantu ahjussi yang wajahnya sangat menakutkan, mulutnya terbelah sampai ke pipinya dan matanya....

Joong Won langsung memotongnya khawatir kalau hantu itu mendengar Gong Shil menjelek-jelekkannya. Tapi Gong Shil sama sekali tidak khawatir "Kan ada presdir." kata Gong Shil sambil mengulurkan jarinya pada Joong Won.


Gong Shil lalu ingat kalau di salah satu bilik toilet juga ada hantunya "Haruskah aku bertanya padanya?"

"Sepertinya, selama kau bekerja disini. Kau punya banyak 'teman'."

Gong Shil memberitahunya kalau kadang ada hantu yang mendiami suatu tempat dan tidak pindah-pindah.

"Awalnya aku memang takut, tapi lama-kelamaan aku merasa kasihan pada mereka. Setelah beberapa kali bertemu mereka sekarang mereka seperti rekan kerjaku."

"Apa itu artinya kau dan para hantu itu juga jalan bersama dan makan bersama?"

"Kenapa kau membuat lelucon yang menakutkan seperti itu? Saat mereka bersama, mereka sangat menakutkan. Berkumpul bersama rekan kerja seharusnya seperti malam ini, memanggang daging, tertawa bersama dan ngobrol."

Tiba-tiba tawa Gong Shil berubah menjadi kekecewaan saat teringat acara makan malam mereka berantakan gara-gara cerita hantu. Joong Won tersenyum senang, dia menebak kalau Gong Shil masih belum bisa membicarakan masalah kemampuan melihat hantunya dengan si permen manis Kang.


Gong Shil mengangguk "Kang Woo bilang kalau hantu adalah hal yang paling dia benci di dunia ini."

Dan Joong Won langsung tersenyum bangga. (hahahaha)


Gong Shil melanjutkan ceritanya "Kang Woo bilang kalau dia jauh lebih membenci orang yang mengatakan bisa melihat hantu. Apa yang harus kulakukan?"

"Kenapa bertanya padaku? Aku juga benci pada orang yang bisa melihat hantu, tapi aku membiarkanmu dekat denganku karena aku merasa kau cukup berguna."

Lalu Gong Shil membuat keputusan kalau dia juga akan menjadi berguna bagi Kang Woo dengan cara membantunya menemukan anjing itu. Dan Joong Won langsung cemberut lagi (hehehe). 


Gong Shil memutuskan untuk bertanya pada hantu toilet dan menyuruh Joong Won menunggu. Joong Won ngomel-ngomel karena dia bukan anjing kampung yang sedang menunggu kedatangan pemiliknya. Dia langsung teringat kalau anjing itu punya kalung dan nama maka dia pasti bukan anjing liar dan pasti punya pemilik. Joong Won bertanya-tanya apa pemilik anjing itu juga ada di Kingdom bersama anjingnya.


Seorang pria yang membawa senjata api sedang mengintai Yi Ryung yang ingin naik lift. Saat semua isi tas Yi Ryung terjatuh termasuk dompetnya, pria itu langsung berlari ke arahnya dan menubruk Yi Ryung untuk mengambil dompetnya. Yi Ryung terjatuh dan berteriak dan Kang Woo mendengar suara teriakannya dan berlari menghampirinya.


Gaun Yi Ryung sedikit tersingkap, dia sangat shock dan ketakutan. Pria itu mendengar suara langkah kaki Kang Woo yang semakin mendekat lalu berlari sekencang-kencangnya. Kang Woo memberitahu anak buahnya kalau ada seorang pria yang sedang melarikan diri menuju blok A namun sayang saat Han Joo tiba di blok A, dia terlambat dan tak melihat pria itu sudah turun.

Gong Shil tidak mendapat hasil apapun dari hantu toilet lalu saat dia ingin bertanya pada hantu gudang, dia mendengar suara berisik, lalu berjalan mencari asal suara itu.

Pria bersenjata tadi berusaha keras mendobrak pintu mall yang sudah terantai, dia terlihat gugup dan ketakutan dan anjing yang tadi menggigit paman Do, berada di sebelah pria itu dan terus menerus mengonggong pada pria bersenjata itu. 


Tapi pria itu sepertinya pria tak menyadari kalau ada anjing yang sedang mengonggong padanya. Merasa putus asa karena tak bisa membuka pintu yang terantai, maka pria itu lari mencari jalan keluar yang lain.

Gong Shil tiba setelah pria itu sudah pergi, si anjing tetap disana dan menatap Gong Shil dengan mata merahnya. Gong Shil akhirnya menyadari kalau anjing yang dicarinya ternyata adalah seekor anjing hantu.


Pria itu terus berlari hingga menabrak Han Joo, Han Joo mengarahkan senternya ke wajah pria itu sebelum pria itu melarika diri lagi. Han Joo merasa pria itu mirip dengan salah satu pekerja paruh waktu Kingdom yang saat ini sedang wamil, tapi kalau dia sedang wamil kan tak mungkin dia berkeliaran di Kingdom.


Yi Ryung sangat shock sampai kakinya lemas, sepertinya punggungnya juga terkilir. Kang Woo melepaskan jasnya untuk menutupi bahu Yi Ryung yang terbuka gara-gara gaunnya yang tersingkap lalu menggendongnya untuk dia antar ke rumah sakit. Dan Yi Ryung sudah mulai jatuh cinta.


Kang Woo melapor pada Joong Won kalau dia sudah mengantar Tae Yi Ryung ke rumah sakit bersama salah satu rekannya. Dia juga sudah melapor ke kantor polisi. Joong Won menyuruhnya untuk memeriksa apakah ada kerusakan di toko-toko sebelum mereka buka besok. 

Paman Do lalu bertanya tentang anjingnya, apa mereka tak menemukan anjingnya, apa mungkin pencuri yang tadi yang membawa anjingnya. Kang Woo memberitahunya kalau kamera CCTV tidak melihat pencuri itu membawa anjing. 

"Kurasa kau digigit oleh pencuri itu, manusia, bukan anjing." kata Joong Won pada paman Do


Sekretaris Kim datang untuk meminta Joong Won ikut dengannya. Sekretaris Kim mengantarkannya ke Gong Shil Gong Shil. Gong Shil memberitahunya kalau dia sudah menemukan anjingnya, tapi Joong Won yakin kalau pelakunya adalah pencuri.

"Ada anjing juga. Dia ada disini." kata Gong Shil sambil mengelus kepala anjing bermata merah yang sedang duduk disebelahnya. Tapi Joong Won tak melihat apapun selain lantai. 

Kang Woo diam-diam membuka pintu ruang kantor Joong Won dan menangkap pembicaraan mereka tentang anjing yang memang benar-benar ada.


Mereka ke ruang kantor Gong Shil dan dia memberitahu Joong Won kalau anjing itu adalah anjing shepherd yang tampan, dia memerintahkan si anjing untuk duduk dan anjingnya menyalak patuh, dia lalu menyuruh si anjing bersalaman dan sekali lagi si anjing mematuhi perintahnya. Gong Shil memberitahu Joong Won kalau anjing itu pintar dan mengerti semua perintahnya.

"Apa anjing itu juga menyelinap kemari untuk mencuri?" tanya Joong Won

"Entahlah. Kurasa dia memang datang bersama si pencuri. Waktu pencuri itu melarikan diri, anjing ini menatap mataku dan mengikutiku."


"Kalau begitu apa kalung anjing ini miliknya? Pil Seung." dan segera setelah Joong Won mengucap nama itu si anjing langsung menjawabnya dengan gonggongan. Gong Shil melihat ada kalung nama yang sama di leher si anjing.

"Kalau pencuri itu membawa kalung anjing ini sambil mencuri, anjing itu pasti sangat berarti baginya."


Si pencuri itu akhirnya berhasil melarikan diri dan di luar sebuah rumah makan dia melihat berita tentang tentara yang melarikan diri 2 hari yang lalu dan dia langsung menyembunyikan wajahnya dari pandangan orang-orang. 

"Pil Seung, apa yang harus kulakukan?" tanya orang itu pada dirinya sendiri dan Pil Seung yang berada di ruang kantor Gong Shil langsung mengonggong mendengar suara tuannya.


Gong Shil memberitahu Joong Won kalau anjing itu sepertinya ingin mereka mengikutinya ke suatu tempat lalu dia berdiri untuk mengikuti si anjing, tapi tiba-tiba Joong Won ikut berdiri untuk menyentuh Gong Shil dan akibatnya Pil Seung menghilang.

"Presdir, kalau kau menyentuhku, anjing itu jadi hilang. Aku harus mengikutinya." Gong Shil malah kesal karena Joong Won menyentuhnya.


"Apa maksudmu 'mengikutinya'. Tae Yi Ryung diserang oleh si pencuri dan sekarang berada di rumah sakit. Kau tak tahu apa yang akan terjadi padamu kalau kau pergi kesana. Kami sudah melaporkannya ke polisi jadi dia akan segera ditangkap. Biarkan anjingnya mengunjungi tuannya nanti." 

Tapi Gong Shil yakin kalau Pil Seung memutuskan untuk mengikutinya dan bukan tuannya pasti ada alasannya, kalau Gong Shil berhasil menemukan si pencuri maka dia bisa membantu mereka. Tapi menurut Joong Won dia bertingkah segila itu hanya untuk membuat si permen manis Kang terkesan padanya.

"Orang itu kriminal. Kau kira kemana kau akan pergi? Terlalu berbahaya. Kau tidak boleh pergi."

Gong Shil langsung memandangnya dengan kagum dan Joong Won langsung menyuruhnya untuk tidak memandangnya seperti itu.


"Ku bilang tidak boleh. Kalau aku bilang sekali, tolong dengarkan."

Gong Shil tersenyum senang "Kurasa aku sudah salah paham padamu. kukira kau akan mengatakan padaku untuk mengejar si anjing dan menemukan pencurinya."

"Apa kau mengatakan kalau kau ingin menemukan pencuri itu karena kau ingin membuatku terkesan?"


Gong Shil memegang tangan Joong Won yang masih belum melepaskannya sedari tadi "Terima kasih sudah mengkhawatirkanku, presdir."

Joong Won melepaskan pegangan tangannya dan menuntut bayaran 100 ribu won atas sentuhan tangannya karena menurutnya tidak ada yang namanya gratisan dan dia akan memotongnya dari gajinya.

Gong Shil memukul lengannya "Kau bilang kau akan memberiku diskon." 

"Kalau begitu 50 ribu won." kata Joong Won sambil cepat-cepat melarikan diri


Gara-gara dia mendengar Gong Shil mengatakan pada Joong Won kalau memang anjing. Kang Woo menyuruh Han Joo memeriksa semua rekaman kamera CCTV, tapi sama sekali tak ditemukan adanya anjing.


Gong Shil pergi dalam keadaan lesu gara-gara permennya pecah jadi 2 dan saat Kang Woo memanggilnya dia cepat-cepat menyembunyikan permennya di saku belakang. Dia mulai menanyai Gong Shil tentang apa yang dia lihat, dia juga mengatakan padanya kalau dia mendengarnya bicara dengan presdir Joo kalau dia melihat ada anjing.

"Tak ada seorangpun yang melihat anjing bahkan kamera CCTV tidak merekam adanya anjing. Apa sebenarnya yang kau lihat?"

Saat Gong Shil ingin menjelaskan, dia teringat kalau Kang Woo benci hantu dan orang yang bisa melihat hantu. Maka dia berbohong kalau presdir Joo menyuruhnya mencari seseorang dan yang dia maksud 'gae' bukan 'gae (anjing)' tapi 'gae (dia)'.

"Maksudku gae (dia) tadi ada disini. Kurasa kau salah paham."


"Baiklah, anggap saja aku salah paham. Tapi, apa yang barusan kau sembunyikan? Apa aku salah lagi? Bagaiman kau akan menjelaskannya kali ini?"

Gong Shil lalu mengeluarkan permennya yang pecah dan meminta maaf "Kau memberikan ini padaku dengan penuh ketulusan tapi aku...maafkan aku." Gong Shil menunduk minta maaf lalu pergi.


Sesampainya di apartemennya, Kang Woo melaporkan kejadian tadi pada ayah Joong Woon, pencuri itu memang bersembunyi di kantor Tae Gong Shil tapi bukan presdir Joo targetnya.

Dia pergi menemui Gong Shil di atap, dari belakangnya dia melihat Gong Shil sedih memandangi permennya yang patah. Kang Woo duduk di sebelahnya lalu meminta maaf.


"Tidak, akulah yang seharusnya minta maaf, Kang Woo."

"Aku minta maaf karena tadi berteriak dan marah padamu waktu kalian membicarakan hantu."

Gong Shil meyakinkannya kalau dialah yang seharusnya meminta maaf padanya karena tak tahu kalau Kang Woo sangat benci pada hantu. Kang Woo memberitahunya kalau dia bukannya benci hantu, tapi takut.

"Waktu aku masih menjadi tentara, aku melihat begitu banyak kematian yang mengerikan. Bahkan gara-gara mimpi buruk aku pernah sampai harus konseling. Karena itulah kalau ada yang mengatakan hantu itu ada, rasanya sangat berat bagiku untuk mendengarnya."


Gong Shil meyakinkannya kalau tidak ada hantu disekitarnya. Bahkan satupun tidak ada "Percayalah padaku. Aku sangat yakin."

"Aku percaya padamu." Kang Woo lalu memintanya untuk tidak terlalu memikirkan permen yang patah itu. Permen memang harus dipatahkan supaya bisa dinikmati bersama. Kang Woo mengambil permen itu, memakan yang setengah dan memberikan setengah satunya pada Gong Shil, dan keduanya menikmati permen itu sambil berpandangan dan tersenyum. 


Bersambung ke part 2


Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon