Powered by Blogger.


Joong Won sedang jalan-jalan di taman mewahnya sambil mengipasi dirinya sendiri saat dia melihat Pil Seung berbaring didepannya (Joong Won bisa melihat hantu?). Anjing itu mengonggong padanya dan berdiri waktu Joong Won mendekatinya. Waktu Joong Won ingin mengipasi dirinya lagi, kipasnya malah berubah menjadi kalung anjing. 

Dan tiba-tiba saja, 5 wanita muncul dihadapannya menarikan lagu Wonder Girls 'nobody' dan Pil Seung ikut bergoyang-goyang. Joong Won bertanya-tanya kenapa dia melihat anjing menari. Joong Won menampar dirinya sendiri tapi tak merasakan apapun.


"Apa ini mimpi?" lalu menampar pipinya lagi dan tak ada yang terjadi dan pada tamparan ketiga, Joong Won terbangun dari mimpinya. Dia melihat kalung anjing yang berada di sebelahnya dan bertanya-tanya apa kalaung anjing itu yang membuatnya bermimpi buruk.



Di kantor Joong Won membawa kalung anjing itu pada Gong Shil. Tapi Gong Shil malah ingin melupakan Pil Seung sekarang. Karena mulai sekarang dia ingin hidup normal. Walaupun dia bisa melihat hantu, dia akan berpura-pura tak melihatnya. 

"Aku tak peduli bagaimana kau akan menjalani hidupmu. Tapi anjing itu datang kedalam mimpiku."

"Mungkin itu cuma 'mimpi anjing' (mimpi buruk) seperti mimpi yang dialami oleh semua orang."

Joong Won lalu mengeluarkan HaPenya dan memainkan lagu 'nobody' dan Gong Shil bisa melihat kalau Pil Seung menggoyangkan tubuhnya dan ekornya mengikuti irama lagu tersebut. 

"Benar. Anjing itu muncul dalam mimpiku. Aku tidak mau bermimpi anjing menari lagi." Joong Won mengeluarkan kalung anjingnya dan menyuruh Gong Shil mengembalikannya pada pemiliknya dan mengirim anjingnya ke surga.


Tapi Gong Shil masih tetap dengan keputusannya untuk mengabaikan Pil Seung dan berusaha meraih Joong Won untuk membuat Pil Seung menghilang tapi Joong Won langsung melompat mundur.

"Ikuti anjing itu. Aku juga akan ikut denganmu."


Yi Ryung datang ke Kingdom untuk menemui Kang Woo dan memberikan 2 buah tiket VVIP sebuah pertunjukan musikal sebagai hadiah atas bantuannya kemarin malam. Pertunjukannya malam ini jam 9 dan Yi Ryung memintanya untuk bertemu satu jam sebelum acaranya dimulai untuk makan malam dan minum teh dulu.

"Baiklah." jawab Kang Woo santai lalu saat dia mau pergi Yi Ryung menyuruhnya untuk menentukan tempat pertemuan mereka nanti.

"Kenapa aku harus menentukan hal itu bersamamu?" tanya Kang Woo

Yi Ryung mengatakan kalau hadiah yang dia berikan bukan tiketnya tapi dirinya sendiri. Sayangnya hadiah yang Kang Woo inginkan cuma tiketnya bukan Yi Ryung-nya, karena dia akan menggunakan tiket itu untuk pergi bersama orang yang diinginkannya. Kang Woo lalu pergi meninggalkan Yi Ryung yang menghentakkan kakinya dengan kesal.


Kang Woo pergi menemui Gong Shil yang sedang mengomeli Pil Seung karena muncul di mimpi Joong Won. Kang Woo mendengarnya dan bertanya apa yang muncul di mimpi siapa.

"Film...aku nonton film dan ada sebuah adegannya yang muncul di mimpiku." 

"Kau suka film? Apa kau juga suka musikal?" Kang Woo lalu menunjukkan tiket pemberian Yi Ryung dan mengajaknya nonton musikal nanti malam. Gong Shil sangat senang dan langsung menerima ajakannya tapi kemudian dia teringat sesuatu.

"Tapi aku tidak bisa berada di tempat gelap terlalu lama. Aku mungkin akan berteriak dan lari keluar dari teater." 

Kang Woo lalu mengulurkan tangannya dan mengatakan pada Gong Shil untuk memegangnya kalau dia ketakutan. Gong Shil akhirnya tersenyum lagi dan berjanji untuk pergi dengannya nanti. Kang Woo mengajaknya bertemu satu jam sebelum acara dimulai.


Joong Won dan Gong Shil pergi untuk mengikuti Pil Seung mencari tuannya dan karena mereka harus mengikuti si anjing yang tak bisa bicara maka mereka tak bisa menggunakan mobil dan akibatnya Joong Won terus-menerus mengeluh apalagi karena cuacanya sangat panas.

"Kau bilang kau takut kalau anjing itu akan muncul lagi di mimpimu. Haruskah kita melupakannya saja?" tanya Gong Shil tapi Joong Won tetap menyuruhnya untuk melanjutkan perjalanan dan berbelok menurut keinginannya sendiri.

"Kau mau kemana? Pil Seung pergi ke arah sana."

Joong Won kesal karena Gong Shil berani mengomelinya yang sama sekali tak bisa melihat anjing hantu itu. Tapi Gong Shil terus mengomelinya untuk menemukan tuannya Pil Seung lebih cepat karena dia ada janji nanti malam.


"Aku harus berdandan."

"Kau bilang kau akan menonton musikal dengan si permen manis Kang yah? Apa kau akan sanggup menontonnya sampai selesai? Bagaimana kau akan tahu apa yang duduk disebelahmu nanti?"

"Aku akan tetap duduk disampingnya (Kang Woo) bahkan sekalipun aku harus menutup mata. Makanya ayo cepat, ke arah sana."

Tapi Joong Won tak mau cepat-cepat karena dia ingin minum yang dingin-dingin dulu (Pffft...sengaja yah biar dia telat?)


Mereka masuk ke sebuah cafe dan Gong Shil langsung memesan patbingsu (es serut dengan berbagai macam topping). Tapi Joong Won memaksanya untuk memesan 2 kopi karena dia tak suka melihat orang makan makanan yang jauh lebih enak dari yang dia makan. Gong Shil menyuruhnya untuk membaca menu tapi tentu saja Joong Won menolaknya dan terpaksalah Gong Shil memesan 2 kopi.

Saat mereka duduk dan menikmati kopinya, Gong Shil bertanya apakah Hee Joo juga pernah muncul di mimpinya. Tapi Joong Won tak pernah sekalipun memimpikan Hee Joo. Dan Gong Shil juga belum pernah melihatnya lagi sejak terakhir kali (sebelum dia dirasuki hantu Hee Joo).

Gong Shil memberitahunya kalau hantu akan muncul kalau seseorang membicarakan mereka atau memikirkan mereka dan memintanya membicarakan Hee Joo dengannya, tapi Joong Won tak punya apapun untuk dibicarakan dengan Gong Shil.


"Apa kau tak mempercayaiku? Apa kau khawatir kalau aku akan melarikan uangmu?" tanya Gong Shil dan Joong Won mengiyakannya.

"Saat seseorang membicarakan diri mereka sendiri, saat itu pula orang itu telah membuka kelemahannya sendiri. Aku tak mau kau tahu tentang kelemahanku."

"Kau tidak mempercayaiku..." Gog Shil berpikir sebentar lalu melihat sekitarnya dan memberitahu Joong Won kalau Pil Seung sudah pergi "Haruskah kita mengikutinya?"

Joong Won langsung berdiri dengan patuh dan Gong Shil langsung menunjukkan padanya kalau dia sebenarnya mempercayainya, buktinya walaupun dia tak bisa melihat Pil Seung tapi dia mau tetap mengikutinya.


Pil Seung menuntun mereka sampai ke sebuah toko furniture. Dan Joong Won mengingatkannya kalau mereka bertemu dengan tuannya Pil Seung yang harus mereka lakukan hanya membicarakan anjingnya dan mengembalikan kalung anjingnya, dia tidak boleh menguliahinya supaya orang itu tidak marah. Gong Shil melihat Pil Seung mengulurkan tangannya padanya seolah ingin bersalaman.

"Mungkin dia ingin mengatakan kalau segalanya akan baik-baik saja." kata Gong Shil


Gong Shil memberitahu Joong Won kalau Pil Seung menunjuk ke atas, mungkin disana tuannya berada. Sekretaris Kim menelepon Joong Won dan melaporkan hasil penemuannya tentang Pil Seung, dia adalah anjing tentara dan tentara yang bertanggung jawab atas anjing itu rupanya telah melarikan diri dari militer dan membawa senjata api.

Si tentara ternyata bersembunyi di gudang kecil toko furniture itu. Dia mengeluarkan senjata apinya dan fotonya saat masih bahagia bersama Pil Seung.


Flashback, tentara itu mendengarkan lagu 'nobody' dan mengajak Pil Seung menari mengikuti iramanya. Namun kehidupannya di militer sangat berat, dia sering melakukan kesalahan dan karena itulah para seniornya sering menghinanya dan menyiksanya dan Pil Seung-lah yang selalu datang menyelamatkannya. 

Pil Seung pula yang selalu menemaninya menjalani hukuman dari para seniornya. "Pil Seung. Tanpa kau, aku mungkin takkan bisa bertahan sampai selesai."

Pil Seung lalu mengulurkan tangannya pada tentara itu "Apa kau mau mengatakan kalau segalanya akan baik-baik saja?" tanya tentara itu pada Pil Seung "Hanya kaulah satu-satunya yang kumiliki, teman."


Suatu hari, Pil Seung sakit parah dan karena faktor usia pula anjing itu harus disuntik mati. Si tentara memohon pada dokter untuk menyelamatkan Pil Seung dan berjanji dia akan merawat Pil Seung sampai dia nanti dibebas tugaskan dari wamil, tapi si dokter malah menyuruh tentara itu sendiri yang menyuntik mati Pil Seung.

Dengan tangan gemetar dan menangis, tentara itu akhirnya terpaksa menyuntik mati Pil Seung dan sejak kepergian Pil Seung siksaan para seniornya semakin menjadi-jadi hingga tentara itu merasa tak tahan lagi lalu memukuli seniornya dan setelahnya dia jadi sangat ketakutan lalu mengambil senjatanya dan melarikan diri.


Kembali ke masa kini di dalam gudang toko furniture, tentara itu menangis dan memanggil nama Pil Seung karena dia merasa sangat ketakutan.

Gong Shil melihat Pil Seung dan dia merasa kalau Pil Seung mengikutinya karena dia ingin meminta bantuan Gong Shil untuk menghentikan tentara itu melakukan hal yang berbahaya. Joong Won memberitahunya kalau sekretaris Kim sudah melaporkan keberadaan tentara itu pada polisi dan pihak militer dan karena pria itu bersenjata maka mereka tak boleh mengikutinya lagi lalu menyuruh Gong Shil mengikutinya keluar.

Sesampainya di luar toko, Gong Shil berpendapat kalau seharusnya menasehati si tentara dulu sebelum polisi datang, Joong Won mengingatkannya kalau tentara itu bersenjata dan kalau mereka bisa saja terbunuh. Gong Shil melihat Pil Seung dan memberitahu Joong Won kalau anjing itu sedang menangis "tentara itu juga pasti sedang menangis."


Joong Won tak peduli dan pergi. Gong Shil memandang Pil Seung dengan sedih tapi dia akhirnya mengikuti Joong Won. Joong Won tiba-tiba berhenti dan berbalik menghadap Gong Shil dan mengingatkannya pada keinginannya yang ingin mengabaikan hantu yang sebenarnya bisa ia lihat.

"Aku memang ingin melakukannya tapi sepertinya aku tak bisa melakukannya dengan baik."  

"Kau TIDAK bisa melihat mereka (hantu)." tegas Joong Won lalu mengulurkan tangannya dan menyuruh Gong Shil memegangnya. Gong Shil ragu dan Joong Won mengingatkannya pada janji kencannya dengan Kang Woo nanti malam.


"Sekarang juga, pulanglah dan cuci rambutmu, pakailah baju yang bagus dan berdandanlah. Datanglah tepat waktu seperti layaknya wanita normal. Kau selalu memintaku memegangmu supaya kau bisa melakukan semua hal itu. Aku akan memegangmu, karena itulah pegang aku." kata joong Won sambil meraih tangan Gong Shil tapi Gong Shil cepat-cepat menyembuyikan tangannya.

"Kurasa aku hanyalah seorang wanita gila yang tak punya harapan. Aku akan segera kembali." kata Gong Shil sambil berlari masuk ke dalam toko, mengikuti Pil Seung dan meniggalkan Joong Won yang marah-marah karena Gong Shil tak menuruti perintahnya.


Di dalam gudang, tentara itu memutuskan untuk mengikuti Pil Seung. Dia mengarahkan senjatanya ke lehernya sendiri dan Pil Seung berlari semakin kencang menuju ke tempatnya. Tentara itu siap menekan pelatuknya dan saat dia sudah menekannya, sebuah benda panjang jatuh menimpa kepalanya dan membuat tembakannya melesat mengenai bantal diatasnya dan membuatnya bulu-bulu isi bantalnya jatuh menghujaninya.


Semua orang di toko termasuk Joong Won yang berada diluar toko mendengar suara tembakan itu, Joong Won langsung berlari masuk kedalam toko. 2 karyawan toko melihat tentara itu keluar dari gudang sambil memegang senjata dan mereka langsung lari ketakutan dan membawa Gong Shil keluar bersama mereka.

Dan tepat saat Gong Shil dibawa keluar, Joong Won masuk kedalam memanggil-manggil nama Gong Shil. Dia naik keatas ke tempat si tentara berada dan saat dia sampai diatas, dia harus berhadapan dengan si tentara dan senjatanya yang dia todongkan ke Joong Won.


Joong Won mengangkat kedua tangannya dalam gerakan menyerah "Aku tak bermaksud untuk mendekat padamu." Joong Won melihat pria itu memegang senjatanya dengan tangan gemetaran.

"Aku tahu kau tak berniat untuk menembakku. Kalau kau punya niat untuk menembakku maka ubahlah niatanmu itu. Kau harus menyadari kalau kau tak berniat untuk menembak." 

Tentara itu akhirnya mulai terpengaruh dan mulai menurunkan todongan senjatanya.

"Aku tak berniat menyakiti siapapun." kata tentara itu lalu menyuruh Joong Won untuk pergi. Tentara itu lalu duduk di sebuah kursi dan Joong Won berbalik untuk pergi.


Tapi kemudian dia mendengar tentara itu sesenggukan dan Joong Won semakin mempererat genggamannya pada kalung anjingnya. Dengan helaan napas akhirnya Joong Won berbalik menghadap si tentara dan mengajaknya keluar bersamanya. tentara itu mengatakan kalau dia mengakhiri segalanya di toko itu lalu mengusirnya lagi. Maka joong Won menggunaka cara yang lebih jitu, Pil Seung.

"Dari mana kau tahu Pil Seung?" tanya tentara itu

Joong Won menunjukkan kalung anjing Pil Seung dan melemparkannya ke kaki si tentara. Tentara itu mengambilnya dan yakin kalau kalung anjing itu memang milik Pil Seung.


"Benar. Pil Seung sekarang sedang berada disampingmu." kata Joong Won

"Apa yang kau bicarakan? Pil Seung itu..."

"Aku tahu. Dia sudah mati. Aku bisa melihat arwah anjing itu." Joong Won berbisik padanya sama seperti saat Gong Shil berbisik memberitahunya kalau dia bisa melihat arwah.


Joong Won lalu berusaha meyakinkannya kalau dia bisa melihat arwah dengan cara menggunakan kata-kata Gong Shil untuk mendeskripsikan anjing itu adalah anjing shepherd yang tampan dan pintar dan juga kesukaannya pada lagu 'nobody'.

"Selama ini Pil Seung selalu berada disampingmu. Dia ingin melindungimu agar kau tidak melakukan hal-hal berbahaya."

"Pil Seung mati karena aku idiot dan dia ingin melindungi orang sepertiku?" tentara itu sekarang benar-benar menangis


Joong Won pura-pura terkejut dan mengatakan pada si tentara kalau Pil Seung sedang mengulurkan tangannya seolah hendak bersalaman dan si tentara langsung menangis teringat saat-saat Pil Seung mengulurkan tangan padanya dan mereka bersalaman. 

"Pil Seung, apa kau ingin mengatakan kalau segalanya akan baik-baik saja?" tentara itu menangis

Gong Shil berada dibelakang mereka menangis melihat apa yang tak terlihat oleh mereka. Pil Seung menangis dan menjilati tangan tuannya. 


Si tentara itu akhirnya melepaskan senjatanya dan menggenggam kalung anjingnya erat-erat sebelum akhirnya dibekuk oleh polisi.

Joong Won melihat Gong Shil dibelakangnya dan saat dia melihat Gong Shil tersenyum dia jadi sangat kesal.


Sekretaris kim bersama tim satpam Kingdom melihat berita penangkapan tentara itu di TV dan Kang Woo memberitahu sekretaris Kim kalau dia akan melapor pada polisi karena tentara itu kemarin bersembunyi di Kingdom. Sekretaris Kim memberitahunya kalau tentara itu adalah penjaga anjing dan Kang Woo bertanya apakah anjingnya juga ikut tuannya tapi sekretaris Kim sendiri juga tak tahu detilnya.

Polisi menyerahkan tentara itu kembali ke pihak militer dan sebelum dia masuk mobil, tentara itu mendengar lagu 'nobody' dan sambil menatap langit dan mengenggam kalung anjingnya erat-erat, dia mengucapkan terima kasih.


Sementara itu Joong Won dan Gong Shil masih berada di dalam toko furniture untuk menghindari wartawan. Manager toko meminta maaf atas insiden tadi dan dia bertanya-tanya kenapa presdir Joo datang ke tokonya padahal dia sendiri tadinya berniat untuk datang ke Kingdom karena dia ingin membuka cabang di Kingdom.

Joong Won beralasan kalau mereka datang untuk membeli sofa dan memberitahu manager toko kalau mereka akan duduk di sofa itu sampai wartawan pergi dan menyuruh Gong Shil duduk bersamanya.

Dan karena sedari tadi Joong Won menggunakan kata 'mereka' (dia dan Gong Shil), maka sang manager mengira mereka adalah pasangan dan menawarkan pada mereka untuk melihat-lihat ranjang juga. (hahahaha)


Gong Shil duduk disebelahnya dan memuji akting melihat hantunya tadi sangat bagus. Joong Won mengatakan kalau dia bisa melakukannya karena dia sering melihat Gong Shil melakukannya.

"Tapi apa kau benar-benar akan memenuhi janjimu pada tentara itu?" tanya Gong Shil

Flashback sebelum tentara itu digiring keluar toko, Joong Won tahu kalau setelah dia dibebas tugaskan nanti akan sulit baginya untuk mendapat pekerjaan apalagi dengan statusnya yang hanya sebagai penjaga anjing. Dia lalu memperkenalkan dirinya sebagai presdir Kingdom dan menjanjikan pekerjaan baginya jika dia berhasil menyelesaikan wamilnya tanpa membuat masalah dan memintanya untuk tidak melupakan Pil Seung.


Kembali ke masa kini, Joong Won tersenyum memuji betapa pintarnya anjing itu. 

"Dia tidak hanya menyeretmu tapi juga ikut menyeretku dan memberi jalan masa depan bagi tuannya."

"Aku senang karena tidak jadi mengabaikannya."


Saat mendengarnya Joong Won langsung melotot dan mendekatinya untuk memberinya peringatan.

"Kau. Kalau lain kali aku menyuruhmu untuk pergi, kau harus segera pergi. Dan kalau aku menyuruhmu jangan pergi, maka jangan pernah pergi."

Gong Shil mengangguk dan Joong Won mendorong dahi Gong Shil dengan jarinya dan menyuruhnya menjauh darinya (dia sendiri yang mendekat dia juga yang suruh orang menjauh. dasar!). 


Tapi sayang perintahnya itu malah membuat Gong Shil semakin mendekat padanya. Gong Shil memintanya untuk membaca dan menandatangani surat pernyataan kalau Joong Won tidak terluka dan takkan menuntut pihak toko atas insiden yang tadi.

Joong Won menyuruh Gong Shil membacanya tapi Gong Shil sudah membacanya dan sekarang giliran Joong Won. Joong Won mencoba menutupi disleksianya dengan alasan kalau tanda tangannya sangat mahal karena itulah dia tak bisa sembarangan tanda tangan dan menyuruh Gong Shil membacanya.

Tapi Gong Shil dengan santainya menyuruhnya membacanya sendiri dan saat Joong Won merebut dokumen itudan mengatakan kalau dia akan menyuruh sekretaris Kim membacanya nanti. Gong Shil bertanya apakah dia tak membaca.


Joong Won langsung terdiam dan akhirnya mengakuinya "Bukannya tak bisa. Hanya saja terjadi sesuatu yang membuatku jadi seperti ini."


Joong Won lalu menceritakan bagaimana dia awalnya menjadi takut pada huruf-huruf. Saat dia diculik dia dipaksa membaca buku yang isinya menceritakan orang-orang yang dibunuh satu-persatu (novel Agatha Christie 'Sepuluh Anak Negro' bercerita tentang 10 orang yang dibunuh satu-persatu di pulau negro).

Setelah selesai membaca bukunya dan semua orang didalam buku itu sudah mati, dia sangat takut kalau dialah yang akan menjadi korban terakhir.

Namun dia berhasil selamat dan hidup. Tapi, setelah insiden itu, setiap kali dia melihat huruf-huruf, dia serasa ingin muntah "Aku takut mambaca."


Setelah mendengarkan ceritanya, Gong Shil jadi bingung apa yang bisa ia lakukan untuk membantunya. Joong Won memarahinya untuk tidak mengkhawatirkan apapun kalau dia memang tak bisa apa-apa. Gong Shil lalu mengulurkan tangannya dan menyuruhnya untuk memegangnya siapa tahu dia bisa membantunya dengan cara itu. 

Tapi Joong Won langsung menampiknya, maka Gong Shil menawarkan bantuan yang lain yaitu membantunya membaca dan Joong Won sekali lagi menolaknya karena sekretaris Kim sudah membantunya untuk melakukan itu, Gong Shil sekarang mengerti kalau yang dia dengarkan dengan earphone setiap hari pasti suara rekaman sekretaris Kim. Akhirnya dia membantu Joong Won dengan mambacakan dokumen perjanjiannya.


Dan selama Gong Shil membaca, Joong Won selalu mengeluh. 

"Aku memang tak bisa membaca tapi bukan berarti aku tak bisa mendengar."
"Apa kau membaca buku untuk anak TK?"
"Terlalu cepat"
"Terlalu rendah (nada suaranya)"


Seung Mo dan adiknya kembali bermain ke taman bermain dan Seung Joo melihat boneka yang kemarin masih ada. Seung Mo akhirnya mengizinkan adiknya mengambil boneka itu karena sepertinya memang sudah dibuang oleh pemiliknya. 

Seung Joon menghampiri boneka itu, menggenggam tangannya dan tersenyum dan mulut si boneka bergerak membalas senyumannya dan mengajaknya bermain bersama. (Aiiiih!)


Sementara itu diluar gedung teater pertunjukan musikal Kang Woo sedang menunggu kedatangan Gong Shil yang masih belum muncul. Yi Ryung datang bersama managernya setelah membeli tiket lagi, tujuannya hanya untuk melihat dengan siapa Kang Woo menonton musikal itu. 

Yi Ryung melihatnya sedang menunggu teman kencannya dan berjalan menghampirinya. Tepat pada saat itu, Kang Woo ditelepon ayahnya Joong Won dan Yi Ryung mendengarkan semua percakapannya tentang presdir Joo dan dia akan terus mengawasinya dan melapor padanya seputar urusan pribadi presdir Joo, Kang Woo juga mengatakan kalau dia ingin berhenti memberi laporan tentang Tae Gong Shil karena dia merasa tak nyaman harus membohonginya.

Setelah Kang Woo menutup teleponnya, Yi Ryung menghampirinya dan bertanya apa dia sedang memata-matai Joong Won. Dan apa yang dia sembunyikan dari Gong Shil. Kang Woo hanya bisa diam.


Sementara itu di Joong Won yang masih di toko furniture menelepon sekretaris Kim untuk menjemput mereka. Dia melihat Gong Shil sedang tertidur disampingnya lalu mengambil dokumen perjanjiannya dan teringat saat Gong Shil ingin sekali bisa membantu Joong Won membaca sambil memegang tangannya sama seperti kalau dia memegang tangan Joong Won, dia jadi tidak bisa melihat hantu, dia mengulurkan tangannya pada Joong Won untuk mencobanya tapi Joong Won hanya diam.


Dan sekarang sambil memegang sokumennya, Joong Won melihat Gong Shil yang sedang tertidur dan perlahan memegang tangannya lalu melihat dokumennya. Lalu dia kembali melihat Gong Shil dan perlahan Joong Won mendekat padanya.



Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon