Powered by Blogger.


Joong Won mendekatkan wajahnya ke Gong Shil yang sedang tertidur nyenyak di sofa. Saat wajah mereka semakin dekat, Joong Won tiba-tiba sadar dan langsung menjauh kembali. 

Dia melepaskan genggaman tangannya dan meletakkan dokumen perjanjian itu di pangkuan Gong Shil lalu meniup udara ke telapak tangannya dan memukul tangan Gong Shil sampai dia terbangun, dan seketika itu pula lagu romantisnya ikut berhenti. (hahahaha)


Gong Shil merasa sangat senang bisa tertidur nyenyak disamping Joong Won. Joong Won menunjukkan sisa liurnya di sofa selama dia tertidur dan menyuruhnya untuk membeli sofanya tapi Gong Shil langsung membersihkannya dengan menggosokan bajunya ke sofa itu.

 Lalu Gong Shil mendekat padanya dan mendekap lengannya, menginginkan tidur nyenyaknya diteruskan. (hahaha)



"Silahkan saja, tapi kukira kau punya janji kencan."

Gong Shil langsung bangun teringat kencannya dengan Kang Woo. Joong Won beranjak bangun dan pergi, Gong Shil menyusulnya setelah memberikan dokumen perjanjiannya pada manager toko furniture itu yang memberinya sebuah hadiah.

Sesampainya di luar, Gong Shil memberikan salinan surat perjanjian tadi pada Joong Won dan memberitahunya kalau manager toko itu memberi mereka sebuah hadiah. sepasang kipas untuk mereka bagi berdua.

"Kenapa aku harus berbagi kipas itu denganmu? Aku tak mau terlibat denganmu sebagai 'pasangan'."


Gong Shil mencoba membujuknya dengan mengipas-ngipaskannya ke Joong Won, tapi Joong Won menyuruhnya menjauhkan benda itu darinya. Joong Won bertanya kenapa dia masih belum pergi ke acara kencannya.

"Apa kau tidak akan mengantarkanku?" tanya Gong Shil. 

Tapi malam ini Joong Won tak mau memberinya tumpangan, terutama setelah hampir tertembak gara-gara terlibat dengannya. Gong Shil meminta maaf padanya.

"Kurasa sangat berbahaya bagiku untuk terseret ke dalam dunia yang bisa kau lihat. Aku tak boleh terlibat terlalu jauh. Diantara kita harus ada batas yang jelas." kata Joong Won sambil membuat garis batas yang memisahkan mereka berdua dengan tangannya.

"Maksudmu kau ingin membuat batas dan menyuruhku pergi?"


Maksud Joong Won adalah mereka berdua harus fokus hanya pada kegunaan masing-masing (Joong Won 'tempat berlindung' dan Gong Shil 'radar'). Lalu dia menentukan sebuah area di bagian tangannya yang dia beri nama 'Zona Tae Gong Shil' yaitu mulai dari pergelangan tangan sampai siku.

"Kalau kau butuh tempat berlindung, alih-alih bicara denganku, sentuh saja aku di area ini dan pergi. Bicaralah padaku hanya kalau kau melihat sesuatu yang berguna bagiku, contohnya Cha Hee joo."

"Bagiku, membicarakan segala sesuatu denganmu, membuatku merasa lebih baik." keluh Gong Shil

Tapi Joong Won sama sekali tak terpengaruh dan menyuruhnya untuk tetap fokus pada aturan yang baru dia buat. 

"Aku akan memberikanmu 'Zona Tae Gong Shil'. Tapi jangan menyentuh bagian yang lain. Di area ini tidak ada mata, telinga ataupun mulut. Jadi jangan mengharapkanku untuk melihat, mendengar ataupun bicara." 


Sambil memegang zona barunya, Gong Shil memberitahunya kalau dia bicara padanya karena Joong Won tak takut hantu. 

Joong Won membenarkannya tapi tetap saja ada sesuatu yang dia takuti "Kaulah yang kutakuti, Tae Gong Shil." setelah mendengar pernyataannya Gong Shil langsung melepaskan pegangannya.

Sekretaris Kim datang menjemput mereka tapi saat dia melihat Gong Shil tidak ikut masuk Joong Won memberitahunya kalau dia ada kencan, maka mereka pun pergi meninggalkannya.

Dalam perjalanan ke gedung teater Gong Shil menghibur dirinya sendiri dengan mengatakan kalau reaksi Joong Won barusan memang wajar bagi orang yang hampir mati karena terlibat dengannya. 


Tiba-tiba Tae Yi Ryung memanggilnya dan berbasa basi bertanya adanya apakah dia akan nonton musikal, Gong Shil mengiyakannya dan bertanya balik apa dia juga akan nonton.

"Aku mau pergi. Tapi barusan aku melihat sesuatu yang sangat menarik."

Gong Shil lalu berterima kasih padanya karena sudah menyapanya karena tadinya dia mengira Yi Ryung hanya akan mengacuhkannya. Lalu mereka saling mengucap selamat tinggal dengan menggunakan nama panggilan mereka 'matahari besar' dan 'matahari kecil'.


Setelah Gong Shil pergi, Yi Ryung menduga kalau 'matahari besar' sepertinya tidak tahu menahu atas apa yang sedang terjadi. 

Flashback saat dia mengkonfrontasi Kang Woo. Kang Woo memberitahunya kalau kliennya (ayahnya Joong Won) menyuruhnya untuk mengawasi semua orang yang dekat dengan Joong Won, termasuk Tae Gong Shil.

"Jadi kau akrab dengannya karena kau ingin menyelidikinya?"

"Aku melakukannya untuk melindungi presdir Joo. Mulai sekarang, tolong jangan ikut campur dan mengganggu pekerjaanku."

Merasa senang karena Kang Woo ternyata mengajak Gong Shil berkencan hanya untuk melakukan penyelidikan maka Yi Ryung mengatakan kalau dia tidak akan mengganggu dan menyuruhnya untuk melakukan pekerjaannya dengan baik.


Kembali ke masa kini, Yi Ryung melihat Gong Shil sedang berdandan di kaca.

"Dia pasti datang kesini sambil memikirkan kalau acara ini adalah kencan. Sayang sekali, matahari besar."


Gong Shil berlari ke Kang Woo dan meminta maaf karena telat. Gara-gara terpaksa mengatakan kebenaran pada Yi Ryung tentang kencan palsunya, sekarang Kang Woo jadi tak mau nonton musikal lagi karena dia tak mau melihat orang berakting palsu. Lalu mengajak Gong Shil melakukan sesuatu yang lain.

Gong Shil senang-senang saja mereka tak jadi nonton apalagi dia tak suka gelap. Kang Woo menyuruhnya untuk menentukan sendiri apa yang akan mereka lakukan sebagai pengganti batalnya nonton musikal, dia akan menuruti apapun yang diinginkan Gong Shil.


Di apartemen Joong Won, sekretaris Kim bingung dengan surat perjanjian dari toko yang sudah ditanda tangani oleh Joong Won. Apa dia sudah memeriksa semua detilnya. Joong Won memberitahunya kalau Gong Shil sudah membacakannya untuknya.

"Apa kau memberitahunya tentang disleksiamu?" 

Joong Won mengiyakannya dan sekretaris Kim tersenyum. Joong Won memberitahunya kalau dia tak mau ikut terseret oleh Tae Gong Shil lagi apalagi setelah dia hampir tertembak, dia juga sudah memberi Gong Shil sebuah peringatan.

"Kau pasti sangat shock. Apa satu pil penenang cukup?" tanya sekretaris Kim


Menurut Joong Won satu pil penenang sudah cukup baginya dan memberitahu sekretaris Kim kalau Gong Shil juga punya salinan surat perjanjian itu dan meminta sekretaris Kim segera menghubunginya kalau ada masalah (dengan surat perjanjiannya).

Sekretaris Kim mengatakan kalau dia akan melakukannya besok, karena malam ini Gong Shil ada kencan.

"Aku tak boleh meneleponnya dan merusak acara kencannya." sekretais Kim lalu memberitahunya kalau acara musikal yang ditonton Gong Shil adalah acara musikal yang sama yang akan diundang oleh kingdom untuk acara kebudayaan musim gugur nanti.

"Acara itu pasti menyenangkan."


Tapi Joong Won tersenyum senang memikirkan Gong Shil tak mungkin bisa menikmati acara kencannya dengan baik.

"Kemungkinan dia akan lari sambil berteriak ketakutan pada sesuatu yang tiba-tiba muncul dihadapannya atau dia akan mengejar sesuatu yang dia anggap menyedihkan." kata Joong Won sambil meminum pilnya.

Sekretaris Kim menampik kemungkinan itu karena kalau memang ada masalah, Gong Shil pasti akan menghubunginya dan berhubung tidak ada panggilan yang masuk berarti kencannya pasti berjalan lancar. Senyuman Joong Won langsung hilang saat mendengarnya. Joong Won melihat HaPenya yang diam tak berbunyi dan sekretaris Kim memperhatikannya.


Dan sekretaris Kim jadi semakin getol memanas-manasinya.

"Tae Yang benar-benar egois. Dia berkencan saat Joo Gun disini shock sampai harus minum pil penenang. Kurasa dia tak bisa melewatkan kencannya bahkan sekalipun dia mulai mengkhawatirkanmu." (hahahahaha...sekretaris Kim!)

Sekretaris Kim lalu berbalik untuk batuk-batuk, entah benar-benar batuk atau menyembunyikan tawanya dalam batuk (hehehe). 


Tapi Joong Won menganggap batuknya serius dan menyuruhnya pergi ke dokter, karena Joong Won sangat bergantung pada sekretaris Kim maka dia tidak boleh sakit. Sekretaris Kim meyakinkannya kalau dia takkan sakit sebelum dia menemukan pengganti dirinya (sebagai sekretaris Joong Won).


Joong Won berbaring dan menyuruh dirinya sendiri untuk tidur apalagi tadi sudah minum pil penenang. Tapi matanya sama sekali tak bisa terpejam, kesal pada Gong Shil yang sedang menikmati acara kencannya sementara dia harus berjuang untuk tidur bahkan sekalipun sudah meminum obat penenang.

Dia mengambil HaPenya yang sedari tadi tak ada panggilan masuk "Kurasa seseorang sekarang sedang menikmati saat-saat yang manis."


Sementara itu Kang Woo mengajak Gong Shil pergi ke tepi sungai Han karena Gong Shil tak tahu harus pergi kemana. Gong Shil sangat ketakutan dan mengatakan pada Kang Woo kalau dia dulu pernah hampir tenggelam di sungai itu lalu mengajak Kang Woo untuk pergi dari sungai itu.

Saat mereka keluar dari area tepi sungai, Gong Shil malah bertemu dengan sesosok hantu pelari, Gong Shil mengajak Kang Woo pergi ke arah berlawanan dan berhubung di arah yang ditunjuk Gong Shil ada tempat penyewaan sepeda, dia mengira kalau Gong Shil ingin bersepeda dan Gong Shil langsung mengiyakannya saja.

Saat mereka bersepeda Kang Woo yang berada di depan menikmati udara malam dengan santai sementara Gong Shil dibelakangnya sibuk mengusir hantu pelari yang terus mengejarnya untuk meminta bantuannya 1 kali saja. 


Setelah mereka selesai bersepeda, Kang Woo mengatakan padanya kalau dia sudah lama tidak bersepeda dan tadi rasanya menyenangkan.

"Apa lain kali kau mau kita kembali lagi kesini dan bersepeda lagi?" tanya Kang Woo yang sedari tadi tidak memperhatikan tingkah aneh Gong Shil.

Spontan Gong Shil berteriak pada si hantu "Sudah kubilang aku tak mau, kenapa kau terus memintanya." dan Kang Woo mengira dia menolak ajakannnya.


Gong Shil beralasan kalau yang dia maksud adalah udara panas "Aku tak suka panas. Panas sekali." kata Gong Shil sambil mengipasi dirinya sendiri. Dan saat Kang Woo menawarinya minuman, Gong Shil langsung memintanya membeli minuman ditempat yang cukup jauh. Dan memanfaatkan kepergiannya untuk bertanya pada si hantu apa berlomba sekali cukup.


Maka Gong Shil mengambil pita yang terbuang di tong sampah dan meminta sepasang kekasih yang lewat untuk membantunya memegang kedua ujung pita itu menjadi sebuah garis finis. Gong Shil lalu memberi aba-aba pada si hantu. Dan si hantu berlari sampai menuju garis finis, Gong Shil bertepuk tangan dan si hantu menangis haru. Lalu Gong shil cepat-cepat mengusirnya dan si hantu akhirnya pergi sambil tersenyum.

Gong Shil dengan canggung mengucap terima kasih pada pasangan itu dan langsung kesal karena sekali lagi gara-gara hantu, dia dikira wanita gila.


Gong Shil sama sekali tak bisa menikmati acara kencannya dengan mulus karena dia terus-menerus mengkhawatirkan munculnya hantu, apalagi hantu air dan Kang Woo malah mengajaknya pergi ke jembatan untuk melihat pertunjukkan air, diam-diam Gong Shil memohon agar si hantu air tak muncul.


Bahkan setelah dia sudah sampai kamar apartemennya, dia tetap ketakutan kalau-kalau ada yang mengikutinya pulang. Dia mengeluarkan HaPenya untuk menelepon Joong Won tapi kemudian dia ingat perkataan Joong won, kalau dia takut pada Gong Shil dan akhirnya tak jadi meneleponnya.

Tapi tak disangka dan tak diduga Joong Won lah yang meneleponnya duluan. Gong Shil langsung mengangkat teleponnya sambil menggandeng tangan bonekanya seolah itu Joong won.

"Aku barusan bimbang harus meneleponmu atau tidak, karena aku takut kalau ada hantu yang mengikutiku."

Sementara itu Joong Won meneleponnya untuk menanyakan bagaimana acara musikalnya, dia beralasan kalau dia menanyakannya untuk keperluan bisnis.


"Kami tidak jadi menontonnya."

"Kalian tidak jadi menontonnya?" tanya Joong Won sambil tersenyum senang.

"Kami pergi ke sungai Han untuk menikmati udara malam." kata Gong Shil dan Joong Won langsung cemberut lagi.

Joong won kembali tersenyum saat Gong Shil memberitahunya tentang hantu pelari yang terus mengejarnya dan sangat sulit baginya bersikap layaknya orang normal berkencan.

"Kami juga pergi melihat pertunjukkan air dan hantu air terus menerus muncul dari dalam air. Seandainya kau tahu betapa takutnya aku tadi. Karena itulah aku ingin meneleponmu karena aku takut kalau hantu itu mengikutiku sampai kesini. Tapi kau meneleponku disaat yang tepat. Aku benar-benar berterima kasih."


Joong Won sangat senang karena Gong Shil memikirkannya tapi kemudian cepat-cepat mengubah sikapnya seperti biasa. Menyatakan dengan tegas kalau dia meneleponnya bukan untuk membuatnya merasa berterima kasih.

"Dan juga, aku kan sudah bilang jangan mengatakan hal-hal seperti itu padaku. Kalau kau tak jadi nonton musikalnya yah sudah. Pergi...ah bukan...tutup."


Sekarang setelah dia mendengar cerita Gong Shil, dia merasa kalau Gong Shil juga butuh pil pahit yang tadi diminumnya dan akhirnya dia merasa mengantuk.

Dan demikian pula dengan Gong Shil yang sekarang merasa tidak terlalu takut lagi setelah bicara dengan tempat berlindungnya. Dia memberitahu bonekanya tentang zona Tae Gong Shil dan dia tidak diperbolehkan menyentuh are yang lain. Dan dia merasa zona itu terlalu kecil.


Seung Mo sedang menelepon ibunya yang bekerja dan memberitahunya kalau adiknya sedang sakit, sementara itu Seung Joon berada disampingnya sedang bermain batu/gunting/kertas sendirian dan disebelahnya ada boneka yang tadi mereka ambil.

"Seung Joon, kau sakit dibagian mana? Apa kau benar-benar tak mau makan nasi?"

Dan saat Seung Joon hanya menjawabnya dengan gelengan kepala, Seung Mo memutuskan untuk keluar membelikannya roti. Dan setelah Seung Mo pergi, barulah ketiga hantu anak-anak yang mendiami si boneka muncul dan bermain dengan Seung Joon yang terlihat pucat. 


Sementara itu Seung Mo ternyata pergi menggedor pintu kamar Gong Shil untuk meminta bantuannya karena Seung joon terlihat aneh. Saat Gong Shil membuka pintu kamar kedua anak itu, dia melihat Seung Joon sedang duduk sendirian dan memeluk bonekanya, Seung Mo memberitahu mereka kalau dia akan keluar untuk menjemput ibunya dan Gong Shil pergi untuk mengambilkannya obat.

Setelah Seung Joon ditinggal pergi lagi ketiga hantu anak-anak itu muncul kembali dengan mata serba hitam yang menakutkan dan mengatakan padanya kalau dia sebentar lagi akan menjadi teman mereka karena ibunya takkan datang walaupun dia sakit.


Saat Gong Shil sedang mencari obat, Seung Mo datang bersama ibunya yang berlari kencang menuju kamarnya. Sesampainya di kamar mereka sang ibu langsung memeluk kedua anaknya dan meminta maaf sementara Seung Joon menangis di pelukan ibunya sementara bonekanya tergeletak dan terlupakan di lantai.


Saat sang ibu menggendong Seung Joon untuk membawanya ke rumah sakit, ketiga hantu anak-anak itu memandanginya dengan kecewa karena ternyata ibunya memeluknya dan dia tak bisa menjadi teman mereka. Gong Shil langsung datang dan mengkonfrontasi ketiga hantu yang sudah mengganggu Seung Joon itu, ketiga hantu itu ketakutan dan lari kembali keatas untuk bersembunyi.

Gong Shil mengejar mereka sampai ke kamar Seung Mo, tapi saat dia membuka pintu ketiga hantu itu menghilang dan Gong Shil hanya menemukan sebuah boneka yang tadi diambil Seung Joon. Dia mendekati boneka itu dan bertanya pada ketiga hantu apa mereka bersembunyi di dalam boneka itu dan si boneka menjawabnya dengan menggerakkan matanya.


Keesokan paginya Gong Shil membawa boneka itu ke kantor dan menunjukkannya pada Joong Won.

"Apa itu?"

"Di dalam boneka ini ada anak-anak yang aneh." saat Gong Shil ingin melanjutkan ceritanya Joong Won memotongnya dan memberinya isyarat zona Tae Gong Shil dengan tangannya kalau dia merasa takut, tapi bukan itu yang diinginkan Gong Shil maka sekali lagi Joong Won memotongnya dan mengingatkannya kalau di dalam zona Tae Gong Shil tidak boleh ada percakapan dan menyuruhnya pergi.


Dan saat Joong Won membuka pintu kantornya dan berjalan masuk, Gong Shil diam-diam ikut masuk dan menaruh boneka itu di dalam kantornya. Joong Won berbalik dan marah saat Gong Shil menaruh boneka itu di kantornya.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menaruh benda itu disitu?"

"Benda ini agak berbahaya, jadi aku akan meninggalkannya disini sebentar."

Joong Won berjalan mendekati Gong Shil "kenapa kau menaruh benda berbahaya disini? Untuk membuatku dalam bahaya?"


Tapi maksud Gong Shil yang sebenarnya menaruh boneka itu di kantor Joong Won adalah karena Joong Won tidak takut hantu dan memberitahunya kalau ada hantu di dalam boneka itu. 

Joong Won langsung mengingatkannya kalau kemarin dia hampir saja tertembak. Dan dalam situasi seperti itu seharusnya Gong Shil membawakannya vitamin atau pil penenang supaya Joong Won bisa tidur nyenyak dan bukannya membawakannya boneka isi 3 hantu.

"Apa aku boleh melakukannya? Apa aku boleh mengkhawatirkanmu presdir? Kukira kau membenciku kalau aku mengkhawatirkanmu, jadi aku tidak mengatakan apa-apa. Apa aku boleh mengkhawatirkanmu?"


Dan Joong Won mengizinkannya sambil beralasan kalau dia tak punya pilihan lain selain mendengarkannya karena telinganya punya lubang (Pffft). 

Dan Gong Shil akhirnya menanyakan kekhawatirannya "Presdir apa kemarin kau tidur nyenyak? Kau pasti sangat terkejut kemarin kan?" dan Joong Won tersenyum senang mendengarnya dan menjawabanya dengan anggukan singkat. 


Gong Shil mengeluarkan sebotol pil penenang miliknya sendiri dan memberikannya pada Joong Won dan mengatakan kalau pil ini sangat membantunya saat dia melihat hantu. Joong Won menerima dengan setelah dia yakin kalau obat itu sudah diakui oleh FDA (Food and Drug Administration).

"Mulai sekarang aku akan membagi obat ini denganmu presdir."

"Apa kau mau bilang kalau kau ingin aku mulai sekarang dan selamanya ikut terkejut bersamamu?"

Gong Shil memberikan obat itu untuknya karena dia merasa sejak bertemu Joong Won dia tidak terlalu banyak membutuhkan obat itu lalu memintanya untuk menjaga boneka itu karena dia oadalah orang paling 'aman' di Kingdom. 


Joong Won mengatakan kalau boneka itu memang berbahaya seharusnya boneka itu dibawa ke pihak keamanan lalu menyuruhnya untuk memberikan boneka itu ke si permen manis Kang saja (karena dia bagian keamanan).

Gong Shil menggelengkan kepalanya dan mengatakan kalau dia tak bisa melakukan itu pada Kang Woo yang membenci hantu, dia takut kalau Kang Woo nanti merasa sangat ketakutan.

Joong Won langsung tersinggung karena dia mengkhawatirkan Kang Woo didepan mukanya. Dia tersenyum sinis pada Gong Shil dan mengembalikan botol pilnya.

"Kalau dia (Kang Woo) ketakutan maka suruh dia minum ini dan bawa boneka itu pergi."

Gong Shil meletakkan botol pilnya di lantai dan membawa bonekanya pergi.



Di ruang sekretaris, Gong Shil memberitahu sekretaris Kim tentang zona Tae Gong Shil dan mengeluh kalau zona itu sangat kecil. Sekretaris Kim tersenyum dan mengatakan kalau zona itu nanti akan membesar. Lalu sekretaris Kim memberikan sebuah amplop berisi informasi yang diminta Gong Shil, foto Hee Joo dan kalung milik mendiang ibu Joong Won yang dijadikan tebusan penculikan Joong Won.


Sementara itu di dalam kantornya Joong Won sedang berjongkok memandangi botol pil yang ditinggalkan Gong Shil di lantai.

"Kenapa setiap kali Tae Gong Shil mengalami sesuatu yang manis aku malah merasa pahit?" Joong Won lalu mencoba meminum satu pilnya dan rasanya benar-benar pahit.


Gong Shil menaruh amplopnya di laci mejanya lalu meminta ketiga hantu itu untuk keluar dari bonekanya.

"Kalian anak jahat yang menganggu anak baik kan? Katakan kenapa kalian melakukan perbuatan jahat?" dan karena hantu itu tetap tak mau keluar maka Gong Shil memaksa mereka keluar dengan menguncang-guncang tubuh si boneka tepat saat Kang Woo masuk membawa 2 gelas kopi dan melihatnya marah-marah pada boneka.


"Apa yang kau lakukan pada bonekanya? Apa kau sedang berbicara pada boneka? Aku tahu. Aku sudah melihatnya beberapa kali."

Gong Shil cuma bisa terdiam sedih karena Kang Woo melihatnya saat dia sedang berbicara pada benda mati. Kang Woo lalu menyebutkan saat-saat dia melihatnya sedang berbicara dengan berbagai macam benda mati seperti saat dia melihat Gong Shil sedang bicara pada tong sampah dan pada gambar di dinding.

"Kau melihat semua itu?" tanya Gong Shil sedih


"Waktu aku SMA, di sekolahku ada juga orang seperti itu. Dia bahkan menamai pensilnya dan bicara dengannya. Apa kau tahu dia sekarang dimana?"

Gong Shil menunduk sedih dan menebak "Rumah sakit...jiwa?"

Kang Woo tersenyum "Dia bekerja di NASA. Dulu dia mengatakan kalau dia akan membuat pesawat luar angkasa yang bisa menjelajah Andromeda. Dan dia benar-benar membuatnya. Kurasa kau juga sama imaginatifnya dengan orang itu."


Dan Gong Shil mengiyakannya saja dan membiarkan Kang Woo berpikir seperti itu dan untuk membuatnya semakin yakin, Gong Shil bicara pada kopi yang dibelikan Kang Woo untuknya.

"Selamat mengobrol, kalau kau tak suka suka kopi pahit tambahkan krim saja." kata Kang Woo lalu pamit pergi dan setelah dia pergi, Gong Shil menghela napas kesal.


Setelah itu Gong Shil menceritakan tantang Kang Woo tadi pada kakaknya, Gong Ri menyuruhnya untuk tidak memberitahu Kang Woo kalau dia sering keluar masuk rumah sakit dan kantor polisi. Gong Shil meminta pendapat Gong Ri bagaimana kalau dia mengatakan hal lain saja pada Kang Woo karena Kang Woo tidak suka hantu.

"Aku merasa sangat bersyukur dan bahagia saat seseorang mengatakan padaku kalau dia menyukaiku, tapi aku merasa bersalah membohongi seseorang seperti ini."

Gong Ri bertanya apakah makhluk-makhluk itu masih suka muncul dan saat Gong Shil ingin menjawabnya, Han Joo mengagetkannya dari belakang dan spontan Gong Shil menghantamkan tutup kotak makan siangnya pada Han Joo lalu lari sekencang-kencangnya.


Gong Ri memarahinya karena sudah menakut-nakuti adiknya dan langsung panik saat melihat hidung Han Joo berdarah dan cepat-cepat menyekanya dengan tisu sebelum Han Joo melihat hidungnya berdarah dan mengatakan pada Han Joo kalau hidunganya cuma ingusan karena dia tak bisa membiarkan Gong Shil ditangkap atas tuduhan penyerangan.


Gong Shil sampai ke depan kantor Joong Won setelah lari tadi, Joong Won dan sekretaris Kim melihatnya dari belakangnya.

"Apa kau tak mau menghampirinya?" tanya sekretaris Kim

"Sekretaris Kim, apa sekarang kau mengharapkanku untuk mendatanginya dan mengkhawatirkannya?"

Sekretaris kim beralasan kalau biasanya memang itu yang dilakukan Joong Won saat Gong Shil dalam keadaan seperti itu. Joong Won langsung menyadari kalau selama ini dia terlalu sering mendatangi Gong Shil.

"Aku takkan mendatanginya lagi." lalu Joong Won kembali masuk ke kantornya.


Di ruang kantor Joong Won, sekretaris Kim membacakan laporan pada Joong Won saat dia mulai batuk-batuk lagi. Joong Won menyuruhnya untuk ke rumah sakit tapi sekretaris kim bersikeras kalau pekerjaannya harus didahulukan. 

Tapi kemudian batuk-batuk sekretaris Kim semakin parah dan akhirnya dia menyerah dan meminta Joong Won untuk menyuruh seseorang menggantikan tugasnya selama sehari saja. Siapa?


Gong Shil, dengan senyum dia menghadap Joong Won untuk menjadi sekretarisnya selama sehari sementara Joong Won cemberut karena sekretaris Kim memilih Gong Shil. 

Gong Shil memberitahunya kalau dia cukup berpengalaman sebagai seorang sekretaris. Dia juga menceritakan kenapa dia sampai harus berhenti dari pekerjaannya.


"Dulu, ada hantu menakutkan dengan kapak di kepalanya berada disekitar bosku."

Joong Won menduga kalau dia pasti bekerja di kantor mafia. Tapi Gong Shil memberitahunya kalau dulu dia bekerja di perusahaan pemberi kredit.

"Apa nama perusahaannya?"

"Sera Finance."

Joong Won berpikir sebentar "Tahun lalu, bos perusahaan itu ditangkap atas tuduhan pembunuhan."


Gong Shil terkejut dan Joong Won bertanya apa sewaktu dia melihat hantunya dia tidak membaca berita.

"Berita-berita dia surat kabar seharusnya memang mengatakan kebenaran. Tapi setelah aku bertemu dengan hantu, aku mengetahui kalau tidak semua berita itu."

Dia memberitahu Joong Won kalau ada seorang seniman yang yang muncul di koran setelah memenangkan suatu penghargaan tapi ternyata seniman itu mencuri hasil karya temannya yang sudah meninggal. 


Dia mendekat untuk membisikkan nama seniman itu tapi Joong Won menghentikannya dan menyuruhnya menyimpan rahasia itu sendiri lalu dengan menggunakan jarinya dia mendorong wajah Gong Shil menjauh karena satu-satunya yang ingin dia ketahui hanyalah seorang artis dari Korea Selatan yang berhasil memenangkan suatu penghargaan.

Dia lalu menyuruh Gong Shil membaca berita koran yang sedang dipegangnya dan isi artikelnya adalah tentang acara musim panas Kingdom untuk anak-anak mendapat respon besar dari para konsumen. Joong Won puas dengan judul artikelnya dan menyuruhnya untuk terus membacanya.


Jin Joo melapor paman Do kalau Gong Shil menggantikan posisi sekretaris Kim sekarang.

"Benarkah? Wanita itu pada akhirnya akan menjadi kelemahan presdir Joo." paman Do tersenyum senang

"Kalau bibinya tidak menyetujuinya (hubungan Joong Won dan Gong Shil), bukankah ayahnya juga takkan menyetujuinya?"

Paman Do memberitahunya kalau orang yang paling dibenci oleh Joong Won adalah ayahnya sendiri karena ada rumor yang mengatakan kalau gadis itu (Hee Joo) mati karena ulah ayahnya Joong Won.


Bibi Joo menceritakan hal yang sama pada Yi Ryung kalau ada rumor yang mengatakan bahwa ayahnya Joong Won tidak memberikan tebusan yang diminta si penculik dan karena hal itu pula gadis yang bernama Hee Joo itu mati. Tapi menurut bibi Joo, rumor itu tidak masuk akal dan Yi Ryung sependapat, ayah mana yang tidak mau memberikan tebusan kalau nyawa anaknya yang jadi taruhannya.

"Kuharap Joong Won juga berpikir seperti itu. Menurutku, oppa pergi ke luar negeri adalah untuk menemukan perhiasan yang hilang itu dan memperbaiki kesalah pahaman di antara mereka." kata bibi Joo


Sementara itu ayah Joong Won sedang ditanyai oleh pacar bulenya, kenapa dia mengawasi anaknya sendiri (bulenya pakai bahasa inggris dan ayahnya Joong Won pakai bahasa Korea, dan mereka saling memahami dalam bahasa masing-masing). 

"Menurutku waktu dia (Joong Won) diculik dia pasti melihat wajah penjahatnya. Tapi dia terus menyangkalnya. Aku tak tahu apakah dia jujur atau tidak."

"Apa kau takut kalau penjahat itu akan melakukan sesuatu pada anakmu?" 

Dan ayah Joong Won hanya tersenyum.


Di ruang pengawasan CCTV, Han Joo memberitahu Kang Woo kalau Gong Shil terus-menerus bersama Joong Won karena dia menggantikan posisi sekretaris Kim yang sedang sakit.

"Sudah kubilang padamu mereka punya hubungan seperti itu (hubungan antar pria dan wanita)."

Kang Woo mengingatkannya untuk tidak menyebarkan sembarang gosip yang dia sendiri tak yakin dengan kebenarannya. Tapi Han Joo mengatakan itu hanya dia merasa kasihan pada Kang Woo dan memintanya segera lari dari Gong Shil yang semakin lama semakin penuh misteri.


Joong Won membawa Gong Shil ke rapat para eksekutif dan menyuruhnya untuk mendengarkan rapat itu baik-baik dan mencatat semua informasi. Gong Shil menawarkan bantuannya untuk membaca isi file yang tadi tapi Joong Won ternyata sudah mengingat semuanya dengan baik.

"Karena sepanjang hari ini aku terus mengikutimu, aku menyadari kalau kau ternyata cukup sibuk."

"Walaupun selama ini kau terus memanggilku dengan sebutan presdir kau tidak sadar kalau aku adalah presdir tempat ini."

Gong Shil mengaku kalau dia mengira Joong Won selama ini bermalas-malasan karena dia sering melihat-lihat sesuatu melalui teleskopnya "Apa yang kau lihat melalui benda itu?"

"Kau selalu bicara tentang dunia yang bisa kau lihat. Apa sekarang kau ingin tahu dunia yang kulihat? Perhatikan."


Mereka masuk ke ruang rapat yang sudah penuh orang dan mereka semua menunduk saat Joong Won masuk. Dia duduk di kursi presdirnya dan Gong Shil duduk di belakang agak jauh darinya. Paman Do memperhatikan kalau Joong Won membawa Gong Shil ke rapat para eksekutif.

Rapat dimulai dan Joong Won tetap tenang menghadapi layar presentasi yang huruf-hurufnya kabur didepan matanya. Dari jauh Gong Shil memperhatikan betapa tampannya dan tenangnya dia berkonsentrasi pada layar yang sulit dibacanya itu. 

Paman Do memperhatikan Gong Shil yang memperhatikan Joong Won dan tersenyum.


Saat Gong Shil mengalihkan pandangannya dia melihat sesosok hantu duduk disebuah kursi kosong, sejenak saja pandangannya teralih hantu itu langsung muncul dibelakangnya dan Gong Shil langsung menundukkan wajahnya berusaha tidak berteriak ketakutan.


Joong Won memperhatikannya, lalu dia berdiri dan menghampirinya dan memegang pundaknya dan si hantu langsung jadi asap lalu dengan santainya dia menyuruh para eksekutifnya melanjutkan rapat. Paman Do tersenyum melihat tingkah mereka berdua. Gong Shil kembali memperbaiki posisi duduknya dan tersenyum saat Joong Won lewat didepannya untuk kembali ke kursinya sendiri.



Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon