Powered by Blogger.


Seusai rapat Gong Shil dan Joong Won kembali ke kantor Joong Won dan Gong Shil berterima kasih atas bantuannya tadi. Joong Won beralasan kalau dia melakukannya karena mereka sudah berjanji untuk saling membantu saat dibutuhkan. 


Dia mengeluhkan sakit kepala karena harus mengingat semua isi rapatnya dan Gong Shil mengatakan kalau dia akan menyusun hasil rapat untuk diberikan pada sekretaris Kim nanti.

Joong Won mengisyaratkan padanya untuk pergi tapi Gong Shil meminta izinnya ingin melihat teropongnya dan saat dia bingung apa yang dilihatnya melalui teropong. 

Joong Won menghampirinya dan dari belakangnya mengarahkan teropongnya untuk memperlihatkannya apa yang dia lihat melalui teropong, gedung Giant Mall, pintu masuk mobil Kingdom dan pintu keluar mobil Kingdom dan posisi mereka sangat-sangat dekat seperti back hug. 



Lalu dia mengambil alih teropong itu dengan masih memeluk Gong Shil, Gong Shil terdiam dalam pelukannya mendengarkan ocehannya tentang betapa sibuknya dia untuk membuat Kingdom menjadi sempurna. Saat mereka saling menatap mata, Gong Shil langsung merasa canggung dan menjauh dari pelukannya.

Joong Won mengira kalau dia melihat sesuatu lagi dan Gong Shil beralasan kalau dia ingat hantu di ruang rapat tadi. 

"Tadinya aku ingin berteriak. Tapi berkat kau, rapatnya berjalan dengan lancar."


"Tae Gong Shil, bagimu pasti rapatnya berjalan mulus karena tempat berlindungmu menangkap sesuatu di radar. Tapi ada sesuatu yang telah benar-benar kau abaikan selain fakta kalau aku adalah seorang presdir."

Gong Shil menyangkal kalau dia mengabaikannya dan Joong Won tetap bersikeras kalau dia mengabaikan sesuatu.

"Fakta kalau tempat berlindungmu adalah seorang pria, itulah yang telah kau abaikan." 

Gong Shil sama sekali tak tahu harus bilang apa.


"Kalau kau pernah berpikir tempat berlindungmu adalah seorang pria, kau takkan sembarangan masuk dan mengajakku tidur bersama hanya dengan berpegangan tangan, kau pasti mengira aku ini semacam beton. Rapat tadi sama sekali tidak terdengar hening. Sejak kau datang, duniaku serasa sangat berisik."

Gong Shil mengatakan kalau dia memaksa masuk dalam hidup Joong Won karena dia hanya ingin bertahan hidup, dia tak tahu kalau dia akan membuat hidup Joong Won jadi bertambah sulit. Joong Won memberitahunya kalau dia sudah memutuskan untuk hidup dengan segala macam kesulitannya saat dia mulai memperkerjakannya. 


"Sekarang sudah waktunya acara Kids Mall. Ayo pergi."

Joong Won keluar terlebih dahulu dan diam-diam Gong Shil menyuruh dirinya sendiri untuk memikirkan Joong Won hanya sebagai beton (bukan pria).

Lalu Gong Shil menyusul Joong Won dan memanggilnya untuk memberitahunya kalau dia merasa bersalah kalau harus memanggilnya beton.


"Kau adalah marmer berkualitas tinggi." kata Gong Shil sambil mengelus marmer tembok kantornya Joong Won.

"Apa itu kau sebut pujian?"

"Maksudku aku sangat menghargaimu."

Joong Won lalu berjalan menghampirinya, memukulkan tangannya ke tembok dan membuat posisinya mereka hampir tak ada jarak. 

"Marmer ini bukan marmer biasa. Ini adalah marmer termahal di dunia. Sesuatu yang takkan pernah bisa kau miliki kalau kau hanya seorang wanita biasa. Aku mengizinkanmu menyentuhnya hanya karena kau radar yang spesial, hanya sejengkal." kata Joong Won sambil menunjuk zona Tae Gong Shil.


Kang Woo melihat Gong Shil berjalan bersama Joong Won saat Yi Ryung memanggilnya. Yi Ryung bertanya apakah dia sedang melakukan pekerjaan mata-matanya. Kang Woo memberitahunya kalau dia sedang tidak memata-matai tapi sedang cemburu.

"Melihat wanita yang kusuka sedang jalan dengan pria lain itu kan namanya cemburu."


"Kau bilang kau berbohong padanya kalau kau menyukainya."

"Maksudku bukan itu masalahnya. Tapi kenapa kau selalu muncul di hadapanku? Apa kau memata-mataiku? Atau..."

"Atau...Apa? Apa kau pikir aku mengikutimu karena aku menyukaimu? Kenapa aku harus melakukan itu? Aku ini bintang top. Selebritis top. Dan kau hanya karyawan dengan gaji bulanan."

"Kalau kau memang bintang top, bukankah akan sangat sulit untuk bertemu denganmu? Melihatmu terlalu sering membuatku jadi mengira kau anak tetangga." 


Kang Woo lalu mendekatkan wajahnya dan mengatakan padanya kalau Yi Ryung terlihat cantik di TV dari pada dilihat secara langsung.

"Apa maksudmu aku terlihat biasa-biasa saja di dunia nyata?"

Kang Woo hanya memberinya jawaban tak jelas "Begitukah maksudnya?"

Setelah Kang Woo pergi, Yi Ryung benar-benar harus memutar otak karena Kang Woo membuatnya bingung.

"Maksudnya aku ini cantik atau tidak? Dia memata-matai Tae Gong Shil atau cemburu?"


Joong Won dan Gong Shil melihat acara Kids Mall. Gong Shil melihatnya tersenyum dan mengira Joong won pasti menyukai anak-anak. Tapi sayangnya yang disuka oleh Joong Won hanyalah berapa banyak uang akan dikeluarkan oleh orang-orang dewasa untuk membelikan berbagai macam barang untuk  anak-anak mereka, cucu-cucu mereka dan keponakan-keponakan mereka.

"Ada anak tetangga ku yang bermain boneka yang dia ambil di jalanan karena dia hanya punya 1 orang tua yang kurang mampu."

"Kalau hal itu mengganggumu, bagaimana kalau kau menggunakan uangmu sendiri untuk membelikannya mainan?" saran Joong Won

"Aku akan membelikannya di tempat lain." kata Gong Shil sambil beranjak pergi

"Apa dia sedang menghinaku?" gumam Joong Won kesal

Gong Shil masih kebingungan apa yang harus dilakukannya pada boneka berhantu itu. Sementara itu si boneka berhantu yang berada di ruang kantor Gong Shil, tiba-tiba saja matanya bergerak. 


Seorang anak kecil mendekati ibunya yang sedang melihat-lihat tas di salah satu toko di Kingdom, dia mengatakan pada ibunya kalau tas sekolahnya hilang. Dan ibunya yang kelihatannya galak menyuruh anaknya untuk mencari tasnya.


Maka anak itu akhirnya mencari tasnya ke berbagai macam tempat sendirian sampai akhirnya dia bertemu dengan salah satu hantu anak kecil yang tadinya mendiami tubuh si boneka. Hantu itu menuntunnya sampai ke ruang kantor Gong Shil dan saat anak itu masuk dan menemukan bonekanya dia mendengar suara tawa dari dalam bonekanya.

"Kau siapa?" tanya anak itu pada si boneka

Mata kosong boneka itu tiba-tiba hidup dan bergerak "Halo, ayo berteman. Bawa kami bersamamu. Kau sama dengan kami."

Lalu anak itu menggendong si boneka keluar.


Gong Shil melihat boneka berhantu itu dibawa oleh seorang anak kecil yang sedang dituntun ibunya. Lalu dia mengejar anak itu tapi waktu dia berbelok si anak dan ibunya sudah tidak ada.

"Apa yang harus kulakukan? Anak-anak didalamnya akan mengganggunya seperti yang mereka lakukan pada Seung Joon."

Sementara itu si ibu bermuka galak tadi menyuruh anaknya berjalan lebih cepat karena dia akan memarahinya di rumah karena sudah menghilangkan tasnya. 


Gong Shil meminta bantuan Kang Woo untuk mencari anak itu, melalui rekaman kamera CCTV anak itu memang menggendong bonekanya dan ternyata ibunya adalah salah satu member Kingdom jadi Kang Woo bisa melacak alamatnya.

"Apa boneka itu benar-benar penting?" tanya Kang Woo sambil menyerahkan alamat rumah anak itu.

Dia lalu mengajak Gong Shil mencari boneka itu bersama sepulang kerja nanti tapi Gong Shil harus menemukan boneka itu sekarang juga. Kang Woo bertanya apa tidak masalah baginya meninggalkan pekerjaannya sebagai pengganti sekretaris Kim sehari hanya untuk sebuah boneka. Dan Gong Shil meyakinkannya kalau Joong Won sangat mengerti apa yang sedang dia kerjakan.

Setelah Gong Shil pergi, Kang Woo menggumam sendiri kenapa Joong Won bisa mengerti Gong Shil yang meninggalkan pekerjaannya untuk sebuah boneka.


Gong Shil kembali ke kantor Joong Won untuk menjelaskan betapa berbahayanya boneka itu, gara-gara boneka itu seorang anak tetangganya jadi sakit.

"Apa kau yakin kalau anak itu sakit karena bonekanya?"

"Aku yakin. Anak yang mengambil boneka tadi juga akan sakit."

Joong Won berpikir sejenak dan akhirnya mengizinkan Gong Shil untuk menelepon ke rumah anak itu untuk menanyakan boneka yang tadi diambil anaknya. 


Gong Shil mengatakan pada ibu anak itu kalau boneka itu agak bermasalah jadi dia akan pergi ke rumahnya untuk mengambil boneka itu.

Namun ibu itu dengan suara galak malah menyangkal kalau anaknya mengambil boneka dan protes balik karena anaknya tadi kehilangan tas sekolahnya di Kingdom dan menyuruh Gong Shil mencarikan tas itu untuknya dan sebelum Gong Shil menjawab, ibu itu menutup teleponnya.

"Anak itu mengambilnya tapi kenapa dia berbohong? apa menurutmu anak itu menyembunyikannya?" tanya Gong Shil pada Joong Won

"Hentikan, kalau memang masalah ini tidak akan merugikan Kingdom maka berhentilah sampai disini."

Gong Shil menunjukkan alamat rumah anak itu dan meminta Joong Won ikut bersamanya, tapi Joong Won tak mau ikut dengannya dan memperingatkannya untuk tidak melibatkannya keluar dari zona Tae Gong Shil.


Sementara itu di rumahnya, ibu anak itu mengambil sebuah payung dan saat berada di depan kamar anaknya, dia mencengkeram payung itu dengan erat. 

Sementara itu di dalam kamarnya, anak itu bertanya-tanya pada si boneka apakah ibunya marah, apa yang harus dia lakukan. Dan saat ibunya masuk anak itu langsung mundur ketakutan ke pojokan. 

"Apa kau tahu kesalahan yang telah kau lakukan?" tanya ibu itu dan anaknya langsung ketakutan memohon maaf padanya. Tapi si ibu kejam itu tetap menghukum anaknya dengan memukulinya pakai payung tak mempedulikan tangis anaknya sama sekali.


Gong Shil yang tidak diizinkan Joong won pergi, duduk gelisah di ruang kantornya saat Kang Woo datang membawakannya sebuah barang hilang yang tadi dilaporkan ke pihak keamanan, sebuah tas. Dan karena tadi Gong Shil mengatakan kalau anak itu kehilangan tasnya, apa mungkin tas yang baru ditemukan itu milik anak itu. Gong Shil mengambil tasnya dan melihat foto anak itu yang tertempel di depan tasnya.

"Benar, ini tasnya." Gong Shil membaca label namanya 'Chang Min'.

Kang Woo sekali lagi mengajaknya pergi ke rumah anak itu seusai kerja dan menawarkan untuk membelikan anak itu boneka yang lebih bagus. Dan Gong Shil tersenyum berterima kasih padanya.

Setelah Kang Woo pergi, Gong Shil mengambil buku gambar anak itu dan isi gambar-gambar di dalamnya membuat Gong Shil tercengang.


Sementara itu, bibi Joo mengatakan pada Joong Won kalau dia berencana untuk membeli beberapa lukisan dari seorang seniman yang cukup hebat dan menawari Joong Won untuk membeli juga. Joong Won bertanya siapa nama senimannya.

"Baek Hwang Sul, yang tahun ini memenangkan sebuah perhargaan bergengsi tingkat dunia."

Joong Won jadi teringat perkataan Gong shil tentang seorang seniman yang memenangkan suatu perhargaan padahal sebenarnya dia mencuri hasil karya temannya yang sudah meninggal. Joong won bertanya-tanya apa mungkin seniman itu (Baek Hwang Sul) yang dimaksud Gong Shil.

"Kalau aku tidak tahu (tentang seniman pencuri), aku takkan pernah ragu untuk membeli investasi yang sangat bagus ini."

"Apa kau tidak mau membelinya?" tanya bibi Joo

"Akan ku pikirkan lagi." kata Joong Won


Joong won datang ke ruang kantor Gong Shil untuk menanyainya tentang seniman pencuri yang dia maksud. Dia mengungumkan kedatangannya dengan berteriak memanggil Gong Shil dan membuka pintunya. Tapi Gong Shil tidak ada di kantornya. Dia melihat tas anak itu di meja kerja Gong Shil lalu mengeluarkan buku gambarnya.


Sementara itu Gong Shil sudah sampai ke apartemen si anak dan menunggu kesempatan sampai si ibu keluar.

Joong Won membuka gambar pertamanya, seorang anak yang menangis sendirian.


Gong Shil membuka pintu apartemen anak itu setelah si ibu keluar, rumah itu kosong dan di jalan masuk ada beberapa payung.

Joong Won membuka gambar keduanya, sebuah dunia hitam yang berisi seorang ibu yang memukuli anaknya dengan payung sampai anaknya menangis.


Gong Shil masuk ke kamar anak itu dan melihat bonekanya tergeletak di lantai bersama payung yang tadi dipakai si ibu untuk memukuli anaknya. Dia mengambil bonekanya dan mengguncangnya untuk memaksa hantu-hantu itu keluar.

"Aku tahu kalian bukan anak jahat. Keluarlah."

Dan akhirnya ketiga hantu itu keluar. Dia menanyakan keberadaan Chang Min pada mereka. Dan ketiga hantu itu menunjuk ke sebuah lemari yang pintunya diikat.

Joong Won sangat tercengang saat membuka gambar ketiganya, seorang anak yang menangis dan terkurung dalam sebuah lemari.


Gong Shil membuka lemarinya dan menemukan Chang Min yang pingsan dan berkeringat dingin. Gong Shil membangunkannya dan memapahnya sambil membawa bonekanya keluar. Tapi saat itu si ibu sudah kembali pulang.


"Siapa kau?" tanya si ibu

"Kita harus membawanya ke rumah sakit."

"Kenapa kau peduli? Tinggalkan dia dan pergi." kata ibu itu sambil merebut Chang Min kembali dari Gong Shil

Gong Shil langsung tahu kalau ibunyalah yang sudah melakukan tindak kekerasan itu pada anaknya sendiri. Dan si ibu beralasan kalau dia melakukannya hanya untuk menghukumnya. 

"Kau menghukumnya dengan membuat anak itu jadi seperti itu? Apa kau benar-benar ibunya?"


Saat ibu itu mengusirnya dengan galak, Gong Shil berusaha merebut Chang Min dan dalam pertengkaran mereka si ibu mendorong Gong Shil sampai dia menabrak sebuah benda yang tergantung di tembok sampai kepalanya terluka gara-gara tabrakan itu.

Gong Shil melihat Chang Min yang sedih dan langsung berlari dan menubruk si ibu sampai dia terjatuh dan akhirnya berhasil menggendong Chang Min keluar dari apartemennya. Dia keluar sambil menggendong Chang Min tepat saat Joong Won sampai di depan pintunya. 


Joong Won melihat anak yang digendong Gong Shil dan tanpa bicara apapun dia mengambil alih anak itu dari gendongan Gong Shil. Gong Shil memberitahunya kalau anak itu harus dibawa ke rumah sakit dan Joong Won sudah tahu apa yang harus dilakukannya. 

Dia membawa anak itu pergi sementara Gong Shil memegangi bonekanya. Di rumah sakit, dokter menemukan banyak luka di sekujur tubuh Chang Min.


Joong Won dan Gong Shil membawa bonekanya keluar, Gong Shil memberitahu Joong Won kalau boneka itu adalah satu-satunya yang menemani anak-anak itu sebelum mereka meninggal dunia.

Flashback, anak pertama yang mati membeku di salju di luar rumah sambil ditemani si boneka, karena ibunya menghukumnya dengan tidak memperbolehkan anaknya masuk rumah padahal cuaca saat itu sangat dingin.

"Tak ada seorangpun yang menolong mereka. Tak ada seorangpun yang datang untuk mereka."


Lalu anak kedua yang meninggal sambil memeluk si boneka setelah dipukuli ayahnya yang suka main judi online. 

"Tak ada seorangpun yang merasa bersedih untuk mereka."


Lalu anak ketiga yang ditinggal sendirian di rumah yang semua persediaan makanannya habis, anak itu memeluk si boneka dan meninggal karena kelaparan.

"Karena itulah, anak-anak yang merasakan luka yang sama itu, berkumpul di dalam boneka ini dan berteman."


Sekarang, sambil memeluk boneka itu, Gong Shil meminta maaf pada anak-anak itu karena tak ada seorang pun yang datang menolong mereka. Ketiga hantu itu sekarang muncul dihadapannya dengan wajah normal mereka dan tersenyum pada Gong Shil, mereka melambaikan tangannya dan menghilang ke langit.


Kang Woo melihat-lihat boneka di sebuah stan dan menemukan sebuah boneka Dooly (karakter kartun dinosaurus dari Korea) berwarna pink. Si penjual memberitahunya kalau yang berwarna pink itu pacarnya Dooly dan namanya adalah Gong Shil. Kang Woo mengambil boneka Dooly dan memasangkannya dengan boneka Gong Shil dan memuji kalau Dooly dan pacarnya terlihat serasi.

Kang Woo membawa boneka Dooly/Gong Shil ke ruang kantor Gong Shil yang kebetulan sedang kosong, dan karena dia tidak ada maka dia meletakkan boneka Gong Shil di laci meja kerjanya tepat di atas amplop berisi foto Hee Joo dan untunglah Kang Woo tidak membuka amplop itu.


Gong Shil dan Joong Won kembali ke masuk ke dalam UGD setelah membakar si boneka, dan mereka dihadang oleh seorang polisi yang datang untuk menangkap mereka karena si ibu melaporkan mereka atas tuduhan masuk rumah tanpa izin, penyerangan dan penculikan.


Bibi Joo dan Yi Ryung datang ke kantor Joong Won dan bertemu dengan sekretaris Kim yang sedang terburu-buru untuk keluar, dia sepertinya sudah sembuh dari sakitnya. Bibi memberitahunya kalau dia datang ingin mengajak Joong Won makan malam, tapi sekretaris Kim memberitahunya kalau hal itu agak sulit dilakukan saat ini.


Gong Shil dan Joong Won di tempatkan di penjara yang berbeda. Gong Shil berusaha menghibur Joong Won yang menyuruhnya untuk diam karena dia sedang berusaha menahan amarahnya.

"Aku sedang berpikir sejauh mana aku bisa sampai kesini. Dan seberapa jauh aku akan mengikutimu di masa depan nanti."

Gong Shil memintanya untuk tidak khawatir karena dia sudah pernah beberapa kali ditahan disitu dan rasanya tidak terlalu buruk dan Seolleongtang (sup kaldu tulang sapi) disitu juga enak. 

"Apa kau mau dipesankan? Siapa tahu kau lapar."

"Tae Yang. Aku tidak lapar. Tolong diam saja." Joong Won benar-benar sedang berusaha menahan amarahnya


Sekretaris kim datang ke UGD tempat ibu Chang Min sedang menunggui anaknya dan si ibu langsung merasa terganggu atas kedatangannya. 

Sekretaris Kim memberitahunya kalau psikolog anak dari Kingdom baru saja melaporkan si ibu atas tuduhan kekerasan pada anak.

"Siapa psikolog anak itu?" tanya si ibu marah-marah

Sekretaris Kim menunjukkan tanda pengenalnya dan memperkenalkan dirinya sendiri sebagai psikolog anak Kingdom (hahahahaha). 


Lalu dia juga memberitahunya kalau pengacara Kingdom telah mengklaim bahwa apa yang dilakukan sang presdir dan karyawannya saat menyelamatkan anak itu adalah penyerangan yang tidak disengaja.

"Pengacara Kingdom?"

Dan sekali lagi sekretaris Kim menunjukkan tanda pengenal dalam bentuk lain yang menunjukkan kalau dia adalah pengacara Kingdom (hahahahaha). 


"Anakmu akan dirawat selama kau dalam proses penyelidikan, dan setelah itu dia akan dikirim ke lembaga perlindungan anak."

Saat si ibu protes bersikeras kalau dia tidak bersalah, sekretaris Kim langsung memukul dahi si ibu dan beralasan ada nyamuk yang menghisap darahnya (hahahahaha). Si ibu mengeluh sakit.

"Jadi kau tahu rasanya sakit?" (hahahaha...sekretaris Kim DAEBAK!)


Setelah si ibu dibawa ke kantor polisi, sekretaris Kim memberitahu sang dokter kalau Kingdom akan membayar semua biaya perawatan dan perlindungan Chang Min.


Yi Ryung memberitahu Kang Woo kalau Joong Won sedang ditahan di kantor polisi dan Kang Woo yang memang diperintahkan oleh ayahnya Joong Won untuk menjaganya langsung panik pergi ke kantor polisi.


Sementara itu sekretaris Kim sudah sampai duluan ke kantor polisi, akhirnya bisa membebaskan Joong Won dari penjara. 

Sekretaris Kim memberitahunya kalau pengacara Kingdom akan menyelesaikan masalahnya lalu mengajaknya pergi dan membuat Gong Shil panik karena dia masih dipenjara.

"Apa kau takkan membawaku denganmu?"

Joong Won berpaling padanya dan melihatnya hampir menangis, Gong Shil memberitahunya kalau sebenarnya sedari tadi ada hantu ahjumma yang berada dalam satu penjara bersamanya.


"Aku takut." Gong Shil mengulurkan tangannya dari terali besi. Tanpa mengatakan apapun Joong Won mendekat padanya dan memberinya zona Tae Gong Shil dan baru sedetik Gong Shil memegangnya, Joong Won menariknya kembali dan berlalu pergi meninggalkannya dan si hantu ahjumma kembali lagi.


Sesampainya di luar kantor polisi, sekretaris Kim mengatakan masih ada urusan yang harus dia tangani dan meminta Joong Won pergi duluan, Sekretaris Kim kembali ke dalam kantor polisi dan berpapasan dengan Gong Shil dan mereka saling tersenyum.

Gong Shil meminta maaf pada Joong Won tapi Joong Won tidak marah padanya malah memuji tindakannya (menyelamatkan Chang Min). Joong Won berbalik menghadapnya dan menemukan luka di pelipisnya akibat pertengkarannya dengan ibu Chang Min tadi.


"Ibu itu benar-benar harus dihukum. Dia membuat anaknya terluka dan sekarang dia membuat anak orang lain jadi seperti ini? Tae Yang, ayo ke rumah sakit." kata Joong Won sambil memegang dagu Gong Shil untuk melihat lukanya lebih jelas.

Gong Shil memegang dagu yang baru saja disentuh Joong Won dan agak terpanah dengan sentuhannya. 


Kang Woo dan Yi Ryung datang tepat saat Gong Shil masuk ke mobil Joong Won dan Yi ryung mengira kalau Joong Won pergi ke kantor polisi karena Gong Shil.


Kang Woo yang sedang cemburu datang ke ruang kantor Gong Shil, sekarang dia benar-benar merasa curiga dengan hubungan mereka berdua dan mengeluarkan amplop mencurigakan di laci meja kerja Gong Shil. Dia menemukan foto kalung tebusan dan Cha Hee Joo dan teringat perkataan Gong Shil kalau sekarang Joong Won percaya padanya dan memberinya suatu misi yang penting.


Joong Won dan Gong Shil berjalan keluar dari rumah sakit setelah Gong Shil selesai diobati. Gong Shil merasa senang karena Joong Won menemaninya ke rumah sakit dan Joong Won dengan sinisnya mengatakan kalau dia juga senang karena bisa dipenjara gara-gara Tae Gong Shil.

"Tapi kenapa panas tubuhku jadi meningkat?" kata Joong Won sambil mengipasi tubuhnya dengan tangannya


Gong Shil lalu mengeluarkan sepasang kipas yang kemarin diberi oleh manager toko furniture dan mengipas-ngipaskan salah satunya ke Joong Won. Gong Shil langsung ingat kalau Joong Won tak mau dilibatkan dengannya sebagai pasangan.

Saat dia berniat untuk memasukkan kipas itu kembali ke tasnya, Joong Won mencegahnya dan mengambil kipas itu darinya. Saat Gong Shil tiba-tiba menunduk dan menutupi wajahnya dengan kipas, Joong Won melihat sekeliling dan langsung menyentuh tangan Gong Shil, mengira kalau dia melihat hantu lagi. 


Gong Shil memberitahunya kalau area yang dipegangnya itu bukan zona Tae Gong Shil tapi karena sudah terlanjur Joong Won memberitahunya untuk tetap menggunakannya saja.

"Aku tidak melakukannya karena hantu. Aku cuma sakit kepala, mungkin karena kepalaku tadi terpukul terlalu keras."

Karena Joong Won tetap memegang tangannya maka Gong Shil sendiri yang melepaskan pegangannya.


"Pakai saja untuk pencegahan karena sakit kepalamu itu hanya akan semakin memburuk kalau kau melihat hantu dalam kondisi seperti itu. Aku memberikanmu hadiah karena kau sudah bekerja dengan baik hari ini. Ini mahal." kata Joong Won sambil mengulurkan tangannya di depan wajah Gong Shil.

Gong Shil tersenyum "Kukira kau takkan membiarkanku memegang tanganmu waktu di penjara tadi. Rasanya agak aneh mendengarkanmu menyuruhku menggunakannya karena aku bekerja dengan baik." 

Gong Shil berbalik karena merasa malu. Dan saat dia berjalan pergi, Joong Won menghentikannya dan membalik tubuhnya.

"Saat sebuah matahari gila terbit di duniaku. Aku mencoba berbagai cara untuk mengeluarkanmu. Tapi aku menyadari kalau aku-lah yang telah terseret ke dalam dunia suram-mu. Aku berjuang untuk berhenti dan keluar, tapi hari ini di penjara aku menyadari. Kalau aku sudah melangkah terlalu jauh. Kau ingin berada disisiku kan? Selamat. Kau berhasil."


"Presdir, aku menangkap sinyal aneh di radarku."  kata Gong Shil sambil menyentuh dadanya

Mengira dia melihat hantu, Joong Won mengulurkan tangannya dan menyuruhnya untuk menggunakannya. Gong Shil mengulurkan tangannya juga...terus sampai menyentuh wajah Joong Won.


"Kau tidak merasakan apapun kan saat aku menyentuhmu seperti ini?"

"Apa kau benar-benar berpikir aku ini tempat berlindung yang terbuat dari marmer?" 

Joong Won menjatuhkan kipasnya dan memegang tangan Gong Shil lalu membawa tangan itu ke dadanya.

"Itu tidak mungkin."


Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon