Powered by Blogger.

Gong Shil kembali ke kamarnya dan mengganti gaun pemberian Joong Won dengan baju casualnya yang tadi. Untunglah dia cepat pergi sebelum benar-benar merasa malu. Dia memandang bayangannya di cermin dan bertanya-tanya kenapa dia merasa sangat sedih. Dia teringat kata-kata Kang Woo tentang hati yang tidak jujur maka rasa sakit yang akan menjawabnya.


Joong Won menunggu di tepi kolam dan teringat saat tadi melihat Gong Shil berlari kembali ke kamarnya memakai gaun pemberiannya. Dia memutuskan untuk pergi dan di lobi si manager menawarinya sampanye dan bunga dan Joong Won langsung menolaknya mentah-mentah.

"Sepertinya dia salah paham." gumamnya


Gong Shil berjalan ke lobi dan 2 karyawan hotel yang melewatinya menertawainya.

"Sepertinya dia diusir setelah masuk dengan memakai baju yang bagus. Sepertinya tidak ada acara khusus juga." mereka mengejek Gong Shil.

Tiba-tiba Joong Won menghadangnya dan melihat dia sudah ganti baju.

"Iya. Kukira memakai baju itu rasanya tidak terlalu nyaman tadi."

"Kau tadi terlihat cantik. Ayo pergi." kata Joong Won sambil memegang tangannya dan saat Gong Shil sepertinya ingin menarik tangannya, dia malah memeluk tangannya dan membuat kedua karyawan tadi tercengang.



Gong Shil memberitahunya kalau tidak ada yang menakutkan di hotel itu. Joong Won memberitahunya kalau orang-orang jauh lebih menakutkan dari hantu. Gong Shil mengingatkannya kalau yang sedang dia lakukan hanya akan membuat orang mengira 'apa yang mereka pikir sedang mereka lakukan?.'

"Aku tidak peduli pada apa yang mereka pikirkan. Aku hanya melihatmu yang sedih karena omongan orang-orang itu. Tae Gong Shil, kau merasa sedih kan?"

Gong Shil mengiyakannya dengan suara pelan. Joong Won memberitahunya kalau lari dengan memakai gaun tadi membuatnya terlihat seperti Candy.


"Kalau dipikir-pikir. Kau mengundangku kesini, membelikanku makan malam, memberiku baju. Tentu saja itu membuatku menjadi Candy. Kau seharusnya tinggal bilang saja agar aku menjadi radar. Kenapa melakukan hal seperti ini?"

"Kalau aku sebagai tempat berlindungmu, memaksamu saat kau tak menginginkannya. Aku akan merasa bersalah."

Gong Shil tersenyum mendengar penjelasannya "Aku merasa lebih baik sekarang. ayo kita tangkap hantu air itu."

"Ayo." kata Joong Won sambil memeluk tangannya lagi.

Gong Shil mencoba melepaskan tangannya tapi kemudian dia menunjukkan para karyawan hotel yang sedang menonton mereka maka akhirnya Gong Shil tidak melepaskan pelukan tangannya karena dia tak mau orang mengira dia Candy.


Kang Woo menemui Yi Ryung di sebuah cafe untuk melaporkan hasil penyelidikannya. Dari teman terdekat Gong Shil Yi Ryung mendapat info kalau Gong Shil dan kakaknya dibesarkan oleh orang tua kandungnya sendiri dan hubungan keluarga mereka sangat dekat. Yi Ryung bahkan merekam hasil penyelidikannya.

"Apa kau mau mendengar rekamannya?"

"Tidak kirim saja padaku, terima kasih." kata Kang Woo sambil beranjak pergi dan membuat Yi Ryung langsung berteriak kesal padanya. Tapi kemudian dia ingat kalau dia sedang berada di tempat umum dan segera menutupi wajahnya dengan hood jaketnya lalu lari mengejar Kang Woo.


Setelah berhasil menyusul Kang Woo, Yi Ryung mengomentari kalau mereka benar-benar seperti mata-mata.

"Aku selalu ingin menjadi mata-mata."

"Bukankah kau seorang penyanyi?"

"Aku juga bermain film. Apa kau tak pernah menyelidikiku? Kau bisa menemukan semua info tentangku di internet."

"Sampai kapan kau akan mengikutiku?" Kang Woo sekarang kesal padanya

"Pegawai gajian, kau tak punya mobil kan? Mobilku ada di depan. Ayo pergi dengan mobilku."

"Aku akan naik subway. Subway bisa membawa semua orang. Kalau kau juga bisa menaikinya, naiklah (subway)."

"Pria itu benar-benar...." Yi Ryung mengikat hood jaketnya semakin rapat lalu pergi mengikutinya


Gong Shil dan Joong Won menunggu di tepi kolam renang.

"Tae Yang, kita sudah cukup lama duduk disini. Apa kau tidak melihat sesuatu?"

"Aku tidak melihat satupun. Apa mungkin ada didalam air?" Gong Shil lalu memutuskan untuk mencari di dalam air tapi Joong Won menyuruhnya menunggu sebentar, siapa tahu hantu itu akan muncul kalau sudah agak gelap.

Gong Shil memberitahunya kalau saat paling menakutkan melihat hantu adalah saat mereka tiba-tiba muncul, sama seperti kalau kita melihat jarum sebelum jarum itu menusuk tubuh kita.

"Aku ingin menangkap hantu itu sebelum acara kembang api dimulai. Aku harus cepat menemukannya." Gong Shil memakai kaki kataknya.

"Apa kau akan baik-baik saja?"

Gong Shil memberitahunya kalau hantu air itu sangat menakutkan, sekali menangkap mangsa, hantu itu akan menyeretnya ke dalam dan takkan melepaskannya.

"Kau akan menolongku kalau aku tidak muncul dari air kan?" tanya Gong Shil sambil memakai kacamata selamnya tapi Joong Won merebut benda itu darinya.

Karena khawatir dia menyuruh Gong Shil untuk melupakannya saja dan beristirahat dan menikmati acara kembang api. Tapi Gong Shil tetap ingin menangkap hantu itu sekarang juga apalagi kolamnya sedang kosong. Joong Won punya alternatif lain, dia akan mengosongkan air kolamnya selama beberapa hari.


Lalu Joong Won berjalan pergi, saat itu Gong Shil mendengar suara ceburan air. Joong Won melangkah mendekat ke kolam yang airnya terlihat bergerak dengan cepat ke arahnya dan saat kakinya telah berada di ujung kolam hantu itu melompat keluar ke arahnya dan langsung menghilang saat Joong Won datang menyentuhnya dan mencegahnya jatuh ke air.

"Kau hampir terjatuh."

Gong Shil memberitahunya kalau di dalam air ada seorang ahjumma yang menakutkan.


Sementara itu Gong Ri dan Han Joo berhasil mengikuti pria yang melarikan uangnya Gong Ri sampai ke rumahnya. Saat Gong Ri berniat untuk keluar dan melabraknya, dia melihat seorang wanita hamil mendekati pria itu. Pria itu menyentuh perut istrinya dengan sayang dan Gong Ri hanya bisa diam dan sedih di mobil.


Di dalam sebuah subway yang ramai penumpang, Yi Ryung duduk bersama Kang Woo dengan menutupi kepalanya dengan hood jaketnya dan kacamata hitam. Kang Woo melihatnya dengan kesal dan Yi Ryung membalasnya dengan senyuman. Sepasang kekasih yang berdiri tepat di depan mereka sedang menggosipkan Yi Ryung yang menurut mereka sama sekali tidak berbakat.

"Dulu dia sangat cantik, tapi sekarang semakin dia menua, dia pasti operasi plastik."

Kang Woo melihatnya dengan prihatin sementara Yi Ryung cuma diam saja. Pasangan itu terus menggosipkannya bahkan membanding-bandingkannya dengan penyanyi yang jauh lebih populer dan berbakat IU. Kang Woo memegang tangannya dan mengajaknya turun di pemberhentian berikutnya.


Tiba-tiba Yi Ryung berdiri dan membuka samarannya di depan pasangan itu dan mengumumkan dirinya ke semua orang yang berada di dalam subway itu. Dia melambaikan tangannya lalu memberitahu pasangan yang menggosipkannya tadi, kalau dia masih sangat populer dan tentang IU, Yi Ryung tiba-tiba menyanyikan lagunya IU 'Good Day'.

"Aku sangat menyukai oppa (menunjuk Kang Woo pakai aegyo). Aigoo. apa yang harus kulakukan?" (hahahaha)

Semua orang memotretnya dan Kang Woo membawanya pergi layaknya seorang bodyguard artis. 


Sesampainya di stasiun, Yi Ryung protes karena dia merusak kesenangannya. Kang Woo memberitahunya kalau dia benar-benar penyanyi yang buruk.

"Begitukah? Tapi aku tetap cantik kan?"

"Kau benar-benar sudah gila yah?"

"Iya. Jadi aku memutuskan. Ayo kita berkencan."

"Aku tidak mau."


"Bagaimana bisa kau menolakku begitu cepat. HEEEEIIII." teriakannya membuat semua orang melihatnya dan mengenalinya, tiba-tiba semua orang di stasiun berkumpul untuk memotretnya dan kali ini Yi Ryung tidak merasa nyaman. Tapi Kang Woo berlari kembali padanya untuk menyelamatkan, dia memegang tangannya dan menariknya keluar dari kerumunan dan mereka berlari pergi sambil bergandengan tangan dan Yi Ryung melihatnya dengan penuh cinta.


Di tepi kolam renang Gong Shil melihat hantu air ahjumma itu sudah keluar dari air dan duduk di kursi panjang, dia memberitahu Joong Won kalau hantu ahjumma itu sedang berdandan. Joong Won bingung hantu itu berdandan untuk diperlihatkan pada siapa. Gong Shil merasa ada yang aneh. Dia melihat hantu ahjumma itu beranjak pergi.

"Kalau dia hantu air, bukankah dia seharusnya menetap di air?" tanya Joong Won

"Sepertinya dia bukan hantu air." Gong Shil mundur ketakutan saat hantu itu berjalan mendekat tapi anehnya hantu ahjumma itu cuma melewati mereka tanpa melakukan apapun.


Mereka mengikuti ahjumma sampai ke sebuah kamar ganti wanita dan Joong Won harus mondar-mandir menunggu mereka keluar. Hantu ahjumma akhirnya keluar diikuti Gong Shil, Joong Won menghampiri Gong Shil yang memberitahunya kalau ahjumma itu barusan mandi, pergi ke sauna bahkan mengetuk pintu sebelum masuk ke toilet.

"Memangnya ada hantu sesopan itu yah?"

"Kurasa dia tidak tahu kalau dia sudah mati."

Mereka lalu mengikuti hantu ahjumma yang sedang menikmati makan malamnya, lalu setelah itu mereka mengikutinya dan melihatnya sedang membaca majalah sambil minum. 


Lalu mereka mengikutinya lagi sampai ahjumma itu menembus pintu ke sebuah kamar yang paling mahal di hotel itu. Joong Won menghentikan salah seorang pelayan untuk bertanya tentang tamu yang menginap di kamar itu tapi si pelayan mengatakan kalau kamar itu kosong.

Mereka lalu masuk ke kamar itu dan Gong Shil menemukannya sedang duduk menikmati wine mahal sambil melihat pemandangan malam di luar jendela.

"Dia bersikap layaknya manusia yang masih hidup."

"Kalau dia bersikap seperti manusia dan bukannya hantu. Lalu apa yang dia lakukan di kolam renang?"

"Dia tidak berpikir kalau dia mati, jadi mungkin saja dia cuma menyingkirkan orang-orang yang sedang menghalanginya berenang."


JoonG Won berpikir sebentar lalu menyuruhnya untuk mendekati hantu ahjumma dan memberitahunya kalau dia sudah mati dan check out.

Gong Shil menghampiri hantu ahjumma "Ahjumma, maaf harus mengatakan ini, tapi kau tidak boleh tinggal disini seperti ini."

Hantu ahjumma mengambil tasnya lalu mengambil secarik kertas dan memperlihatkannya pada Gong Shil, Gong Shil membacanya dan mengerti maksudnya. Dia kembali ke Joong Won untuk melapor kalau ahjumma itu memang diperbolehkan tinggal disini karena dia memenangkan voucher menginap gratis disini, voucher yang sama persis dengan yang diberikan Joong Won padanya.


Dan dari voucher itulah akhirnya Joong Won dan Gong Shil bisa melacak identitasnya. Manager hotel memberitahu mereka kalau wanita itu bernama Kang Gil Ja yang memenangkan voucher menginap di royal suite room. Manager hotel mengingat wanita itu dengan sangat baik lebih dari para pemenang yang lain.

Flashback saat ahjumma itu pertama kali datang ke hotel dengan baju yang sederhana, manager hotel menyapanya dengan ramah lalu menuntunnya ke kamarnya dan sepanjang jalan ahjumma itu terkagum-kagum betapa bagusnya hotel Kingdom bahkan berharap dia bisa selalu tinggal di tempat seperti itu. 

"Aku ingat, dia sangat bahagia selama tinggal disini." kata manager hotel


Sekarang Joong Won berpikir "Jadi dia sangat menyukai tempat ini. Dia pasti takkan melupakan tempat ini bahkan sekalipun dia mati."

Manager hotel jadi bingung kenapa mereka bilang wanita itu sudah mati "Kurasa kalian salah paham, dia masih hidup. Kudengar dia sekarang sedang di rumah sakit."

Joong Won berbisik pada Gong Shil apa hantu semacam itu mungkin ada. Dan ternyata Gong Shil sendiri baru pertama kali ini bertemu hantu yang jasadnya belum meninggal.


Di sebuah rumah sakit, Kang Gil Ja terbaring koma. Keluarganya yang terdiri dari putinya, suaminya dan mertuanya, menungguinya di sampingnya, tapi mereka ribut sendiri saling menyalahkan siapa yang bersalah sampai membuatnya koma seperti itu.


Joong Won dan Gong Shil kembali ke kamar hotel Kang Gil Ja dan membujuknya untuk meninggalkan hotel tapi hantu Kang Gil Ja sama sekali tak menghiraukannya dan terus saja berdandan. "Kau harus kembali secepatnya, kalau tidak kau bisa benar-benar mati." 

Gong Shil berpaling pada Joong Won memberitahunya kalau dia tetap tak mau pergi. Joong Won berpikir sejenak lalu terlintas sebuah ide.


"Siapa nama putrinya tadi?" tanyanya pada Gong Shil

"Joo Yeon" saat mendengar nama itu, hantu Kang Gil Ja langsung berhenti dari kegiatannya berdandan. Gong Shil memperhatikan reaksinya.

"Ibunya Lee Joo Yeon, kau tidak boleh tinggal disini. Keluargamu sedang menunggu. Kau harus kembali hidup."

Dan bujukan Gong Shil sepertinya berhasil. Dan Joong Won yang sedari tadi memperhatikan Gong Shil bicara pada hantu yang tak bisa dia lihat akhirnya menyadari sesuatu, kalau sekarang dia jadi terbiasa melihatnya melakukan hal itu.


Gong Shil berpaling pada Joong Won dan memberinya isyarat OK. Gong Shil memberitahunya kalau hantu Kang Gil Ja akan pergi setelah dia melihat acara pertunjukkan kembang api, karena hanya itulah keinginannya. Gong Shil lalu memberitahunya kalau dia akan ikut melihat bersama hantu Kang Gil Ja.

Gong Shil melihat hantu Kang Gil Ja sudah berganti memakai gaun yang lebih bagus lalu memberitahukannya ke Joong Won. Maka Joong Won menyuruhnya untuk berganti baju juga. 


Gong Shil kembali memakai gaun pemberian Joong Won dan mereka berjalan mengikuti hantu Kang Gil Ja. Saat hantu itu berjalan semakin cepat, Gong Shil memanggilnya "Ahjumma. Ahjumma, tunggu, ayo pergi bersama."

Joong Won langsung menghentikannya dan Gong Shil menyadari kalau ada banyak orang yang memperhatikannya.

"Ada banyak mata yang melihat. Berpura-puralah bicara padaku, bukan pada ahjumma." Joong Won menggandeng tangannya dan merek pun berjalan bergandengan tangan.


Mereka bertiga duduk di kursi panjang masing-masing. Hantu Kang Gil Ja dan Gong Shil melihat ke atas pertunjukkan kembang api dengan senyum, Joong Won juga senang melihat Gong Shil tersenyum. Gong Shil mengalihkan perhatiannya pada hantu Kang Gil Ja yang melihat kembang api itu dengan haru. 

"Ini mimpi yang sangat indah. Kurasa...sekarang aku harus bangun."

Gong Shil melihat hantu Kang Gil Ja menghilang lalu kembali memandang ke atas kembang api, dan Joong Won yang tidak bisa melihat hantunya hanya bisa mengikuti arah pandangan Gong Shil yang tersenyum melihat kembang api itu.


Di rumah sakit Kang Gil Ja akhirnya sadar, dia berbalik melihat putrinya yang sekarang berjanji kalau dia akan lebih patuh padanya, Kang Gil Ja tersenyum memandang putrinya.


Gong Shil masih belum memberitahu Joong Won kalau hantu Kang Gil Ja sudah pergi, maka Joong Won menganggap dia masih disana dan bertanya pada Gong Shil apa Kang Gil Ja menyukai pertunjukkan kembang apinya. Gong Shil berpaling padanya dan mengiyakannya.

"Dia bilang dia sangat menyukainya." 

Joong Won tersenyum bangga dan Gong Shil melanjutkan perkataannya.

"Dia bilang rasanya seperti mimpi di malam musim panas. Dia mengira kalau dia bermimpi sesuatu yang membuatnya terpesona."

Joong Won masih tersenyum dan Gong Shil kembali melanjutkan perkataannya


"Hatinya terasa berdebar dan bahagia dan juga terasa sakit. Karena dia sangat suka melihatnya dari sini." Gong Shil berpaling memandang Joong Won yang juga memandangnya sekarang tanpa senyum. Mereka saling berpandangan seperti itu cukup lama sampai Gong Shil tersadar lalu memberitahunya kalau hantu Kang Gil Ja sudah pergi.


"Sejak kapan?"

"Baru saja"

"Aku harus percaya padamu karena aku tak bisa melihatnya kan?"

"Iya"

"Kembang apinya sudah selesai. Hari ini aku sudah membangunkan seseorang dari mimpi indahnya" kata Gong Shil sambil beranjak pergi, Joong Won memandangnya sejenak lalu mengikutinya.


Tae Yi Ryung membaca gosip tentang dirinya di internet dan tersenyum melihat fotonya bersama Kang Woo di subway.


Gong Ri menangis karena dia tak tahu kalau pria itu sudah menikah, dia melihat hiasan mobilnya dan Han Joo membantunya melepaskan benda itu dan Gong Ri malah menangis semakin keras. Han Joo tidak tahu harus bicara apa dan akhirnya berusaha menghiburnya dengan menepuk-nepuk pundaknya.


Kang Woo pulang dan menemukan Seung Mo dan adiknya sedang bermain boneka Dooly/Gong Shil dan Kang Woo harus menghela napas saat mereka membuat kedua boneka itu berciuman. (hahahaha)


Keesokan harinya, Joong Won dan sekretaris Kim melihat Gong Shil dari kejauhan sedang bekerja. Sekretaris Kim memberitahunya kalau Joong Won ada jadwal kerja ke Cina selama seminggu.

"Seminggu itu cukup lama. Haruskah aku memberitahunya?"

Sekretaris Kim memberitahunya kalau Gong Shil sudah mengetahuinya. Joong Won heran melihatnya sepertinya baik-baik saja setelah mengetahui kalau dia aan pergi selama seminggu. Sekretaris Kim memberitahunya kalau Gong Shil mengatakan sesuatu padanya.


Flashback saat Gong Shil memberitahu sekretaris Kim.

"Bagiku, bertemu presdir rasanya seperti mendapat voucher menginap gratis di hotel berbintang lima. Sebuah keberuntungan yang sangat besar, tapi aku tidak bisa berada disana untuk waktu yang lama. Aku harus membiasakan diri tanpanya kalau aku ingin hidup normal nanti."


Sekarang perkataan Gong Shil pada sekretaris Kim itu membuat Joong Won jadi bingung dengan perkataan Gong Shil di tepi kolam renang kemarin.

"Apa kau merasa tak enak?" tanya sekretaris Kim

"Aku baik-baik saja. Aku sangat lega, dia tidak membutuhkanku."

"Saat hatimu tidak jujur, maka rasa sakit yang akan menjawabnya. Itulah yang dikatakan oleh Tae Yang. Sepertinya dia sudah menemukan jawabannya."

Joong Won melotot memandangnya lalu ke Gong Shil "Dulu aku sering mendengar kata-kata itu dari seseorang."

"Siapa?"

"Cha Hee Joo"


Flashback, Joong Won remaja bersama Hee Joo di sebuah perpustakaan. Hee Joo memegang wajahnya dan memberitahunya saat hati tidak jujur maka rasa sakitlah yang akan menjawabnya. 

"Maksudmu kau akan mengerti hanya setelah dipukul?"

"Benar. Karena kau menyukaiku lebih dari aku yang menyukaimu. Wajar kalau kau yang lebih terluka."

"Jadi kau ingin aku terluka kalau aku ingin menyukaimu?"

"Benar. Aku ingin kau sangat terluka"


Kembali ke masa kini, Joong Won bertanya pada Gong Shil dari mana dia dengar kalimat itu. 

"Apa Hee Joo yang memberitahumu?"

Tapi Gong Shil masih belum pernah lagi melihat Cha Hee Joo. Lalu dari mana dia tahu perkataan yang sering di ucapkan Hee Joo.

"Aku mendengarnya dari Kang Woo."


Joong Won langsung curiga dan menyuruh sekretaris Kim membawakannya resume Kang Woo. Hal itu mengingatkan sekretaris Kim kalau dia pernah melihat Kang Woo di panti asuhan tempat Cha Hee Joo dulu diasuh. Jong Won jadi semakin curiga.


Lalu dia menanyakannya pada paman Do yang memberitahunya kalau dia menerima Kang Woo karena rekomendasi dari seseorang.

"Siapa orang yang memberi rekomendasi itu? Ayahku?"

Paman Do terkejut karena ternyata dia tahu padahal ayahnya Joong Won menyuruhnya untuk tidak memberitahu Joong Won. Dan paman Do tidak memberitahunya karena dia pikir Joong Won tidak akan suka kalau pekerjaannya diganggu oleh ayahnya. 

"Aku mempertimbangkan kedua belah pihak" kata paman Do

"Lain kali saat kau mempertimbangkan sesuatu, jangan membaginya ke kedua belah pihak. Kau harus jelas berada di pihak siapa. Pihakku atau yang satunya."


Joong Won bicara berdua dengan Kang Woo dan Kang Woo jujur menjawab pertanyaannya kalau dia memang dikirim oleh ayahnya untuk mengawasi orang-orang di sekitar Joong Won. Karena ayahnya yakin kalau orang yang punya hubungan dengan Cha Hee Joo akan datang untuk menemuinya.

Ayahnya menduga kalau pelaku utama penculikan itu adalah orang yang punya hubungan dengan Cha Hee Joo dan dia juga menduga kalau Cha Hee Joo sebenarnya bukan korban tapi kaki tangan.

Kang Woo melihat ekspresi diam Joong Won "Apa dugaannya benar?"


Flashback setelah Hee Joo meninggal dunia. Joong Won remaja dan ayahnya saling mencurigai satu sama lain. Ayahnya curiga kalau Joong Won pasti melihat wajah penculiknya dan Joong Won curiga ayahnya tidak memberikan tebusannya.

"Apa kau pikir, Hee Joo mati karena aku tidak membayar tebusannya?"

"Kalau dugaanku salah, kenapa ayah khawatir apakah aku melihat wajah penculiknya atau tidak?"

Dan ayahnya hanya menjawabnya dengan singkat "Percayai saja apa yang kau yakini"

Dan Joong Won pun menyuruh ayahnya melakukan hal yang sama.


Kembali ke Joong Won dewasa. Dia mengatakan pada Kang Woo untuk menyampaikan pesannya pada ayahnya.

"Bilang padanya untuk datang dan menjelaskannya padaku. Kenapa dia tiba-tiba khawatir lagi setelah 15 tahun. Bilang juga padanya karena dia menyuruhku untuk mempercayai apa yang ingin ku yakini. Aku yakin kalau kalung yang hilang itu tidak ada padanya. Aku sangat berharap kalau dia tidak sedang mencarinya karena sekarang aku sedang mencarinya"


Gong Shil menaruh file di meja Joong Won dan bertanya-tanya apa hubungan Kang Woo dengan Cha Hee Joo. Dan Cha Hee Joo menjawabnya dengan menampakkan dirinya. Hee Joo mengatakan sesuatu yang membuat kaki Gong Shil lemas sampai dia terduduk di lantai.

Joong Won yang baru kembali ke kantornya menemukan Gong Shil dalam keadaan seperti itu langsung menghampirinya dengan cemas. Gong Shil memberitahunya kalau Cha Hee Joo barusan ada di kantor itu. 


Gong Shil berdiri lagi "Dia memberitahuku tentang kenapa dia cewek jahat"

"Karena kau melihat Hee Joo aku yakin suatu hari kau pasti akan mengetahuinya kalau dia adalah salah satu pelaku penculikan"

Joong Won lalu menanyakan apa yang dikatakan Hee Joo tentang siapa orang lain yang ikut merencanakan penculikannya.

"Dia bilang dia tidak bisa memberitahuku. Dia bilang dia harus melindungi orang itu."


Joong Won menerima penjelasannya tapi kemudian dia memegang tepi mejanya erat-erat dan berusaha menahan kesedihannya. Saat Gong Shil ingin pergi, Joong Won menghentikannya.

"Jangan pergi. Tinggallah disini. Aku tidak mau dia melihatku seperti ini. Karena kau bisa melihatnya, tinggallah disisiku dan lindungilah aku."


Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon