Powered by Blogger.


Gong Shil terus mengawasi Joong Won untuk memastikan Hee Joo tidak ada di sekitarnya. Joong Won menduga pasti sekarang dia sudah pergi ke orang yang harus dia lindungi. 

"Selama 15 tahun, dia takut kalau aku akan menemukan pelakunya. Karena itulah dia terkadang datang untuk mengawasiku."

"Kenapa kau tak pernah bilang kalau ke semua orang kalau Cha Hee Joo adalah pelakunya?"

"Kalau dia hidup aku pasti akan mengatakannya. Aku akan melakukan apapun sampai dia tertangkap. Aku bisa dengan mudah membencinya. Tapi dia mati tepat di depan mataku."


Joong Won ternyata tidak mengatakan kalau Hee Joo pelakunya karena dia merasa kasihan, selama ini dia merasa Hee Joo sudah dimanfaatkan dan dibuang oleh pelaku yang satunya yang kabur meninggalkannya di mobil yang terbakar. Tapi sekarang setelah Hee Joo mengatakan kalau dia harus melindungi pelaku yang satunya, Joong Won merasa dia telah dibodohi habis-habisan.

"15 tahun yang lalu aku terpukul sekali dan bahkan setelah itu aku tetap belum sadar. Hari ini aku merasa terpukul lagi dan akhirnya aku sekarang aku sudah benar-benar sadar."

"Pasti sangat berat bagimu." Gong Shil tersenyum menghiburnya "Kau bilang aku boleh mengkhawatirkanmu dan menghiburmu. Pasti sangat berat bagimu, tak bisa memberitahu tentang masalah ini pada siapapun." 



Gong Shil sekarang mengerti kenapa Joong Won ketakutan dan masih belum mampu membaca karena selama ini dia selalu menutupi lukanya yang hanya membuatnya menjadi semakin terasa sakit. 

"Cewek jahat" sekarang Gong Shil yang memaki Hee Joo "Aku akan memakinya. Kalau aku bertemu dia lagi, aku pasti akan memakinya. Dasar cewek jahat."

Joong Won tersenyum mendengarnya dan sekarang menyadari kalau radar 10 milyar won-nya ternyata cukup berguna. Tapi Gong Shil merasa kalau dia bukan radar 10 milyar won karena dia masih belum bisa menemukan dimana uangnya berada. 

"Kalung itu mungkin masih dimiliki oleh pelakunya"

Joong Won jadi teringat saat dia menuduh ayahnya tidak membayar tebusannya dan ayahnya hanya menyuruhnya untuk mempercayai apapun yang dia yakini, sekarang dia jadi berpikir kalau dulu dia mengatakan kebenarannya pada ayahnya maka dia dulu juga pasti sedang dibodohi.


Kang Woo melaporkan hasil percakapannya tadi pada ayahnya Joong Won. Dia memberitahunya kalau Joong Won menolak mengatakan apapun tentang Hee Joo selama kalungnya masih belum ditemukan.

"Sepertinya dia tidak mau lagi mempercayaiku." kata ayahnya Joong Won

"Seharusnya aku melakukannya diam-diam. Maafkan aku"


Ayahnya Joong Won memberitahunya kalau dia akan segera kembali ke Korea. Dia melihat foto Hee Joo yang berpose bersama bule yang bernama Maria (pacarnya ayahnya Joong Won) di Eropa dan dia berpikir kalau Joong Won melihat foto itu, mungkin ceritanya akan berbeda. Mendengar bos-nya akan kembali ke Korea, Kang Woo merasa sudah saatnya dia keluar dari Kingdom. Tapi ayahnya Joong Won ingin dia tetap bekerja disana sampai dia datang.

"Presdir Joo sudah mengetahui semuanya jadi aku tidak akan bisa tinggal lebih lama lagi"

Ayahnya Joong Won meyakinkannya kalau Joong Won takkan memecatnya karena ayahnya Joong Won-lah yang sudah membuat anaknya merasa gusar duluan.

"Kalau dia adalah putra yang selama ini kukenal. Dia tidak akan membiarkan emosinya menguasainya dan memecatmu. Yang akan dia lakukan hanyalah mengabaikan semuanya"

Sementara itu Joong Won di kantornya bisa memperkirakan kalau ayahnya pasti mengira dia akan mengabaikan semuanya dan membiarkan ketua tim satpam Kang tetap bekerja di Kingdom.

"Kalau aku gugup, ayahku jenis orang yang akan membuatku merasa gusar dengan bersikap tenang dan menjauh. Kalau aku mengabaikannya sedikit saja, ayahku akan datang dan mengatakan apa yang dia ingin katakan." 


Ayahnya Joong Won mengatakan pada Kang Woo kalau dia memperlakukan anaknya sama seperti dia memperlakukan wanita, dorong dan tarik. Dia memberitahu Kang Woo kalau Maria sebentar lagi akan berulang tahun lalu menutup teleponnya.

Setelah dia memutuskan teleponnya. Pacar bulenya yang bernama Maria datang dan memberitahunya kalau dia mengundang beberapa teman ke pesta ultahnya. Ayahnya Joong Won lalu bertanya padanya apakah teman yang berpose bersamanya di foto itu juga akan datang. Maria mengatakan kalau wanita di foto itu akan datang juga. 

"Kalau begitu setidaknya akan ada satu orang yang bisa mengenalinya?" dan Maria mengiyakannya.


Gong Shil memandangi foto Hee Joo dan kalung yang hilang. Dia meminta Hee Joo untuk muncul lagi dan memberinya penjelasan. "Dia (Joong Won) sekarang sedang susah" 

Gong Shil teringat pada Joong Won yang mencengeram meja untuk menahan emosinya "Dia mungkin tak mau mendengarkanmu"


Sekretaris Kim yang sedari tadi mendengarkan cerita Joong Won sekarang bertanya padanya tentang bagaimana nasib Gong Shil kalau dia dan ayahnya yang nantinya menemukan kalung yang hilang.

"Maka dia sudah tidak berguna lagi."

Tapi sekretaris Kim sangat menyayangkan kalau Gong Shil sampai pergi "Sejak dia datang, tempat ini jadi ramai. Tempat ini bisa jadi sepi lagi." Dan sepertinya Joong Won terpengaruh oleh kenyataan itu.


Dalam perjalanan kembali ke tempat kerjanya, Kang Woo bertemu Gong Shil. Kang Woo bertanya padanya apakah dia sudah mendengar dari presdir Joo tentangnya. Gong Shil mengangguk mengiyakannya. 

"Aku menyelidiki apakah kau ada hubungan dengan Cha Hee Joo atau tidak"

Gong Shil sekarang mengerti kenapa selama ini Kang Woo sangat tertarik dengan hubungannya dan Joong Won."Kukira itu semua itu kau lakukan karena kau cemburu"

"Maafkan aku"

"Kalau memang seperti itu, seharusnya kau berterus terang saja. Aku pasti akan mengatakan kebenarannya padamu"

Maka Gong Shil memutuskan untuk mengatakan semuanya pada Kang Woo lalu membawanya ikut dengannya ke tempat lain untuk bicara. 


Di lantai seberang, Joong Won dan sekretaris Kim melihat mereka dan sekretaris Kim berpikir kalau kang Woo pasti mendekati Gong Shil dengan sengaja tapi kalau dilihat dari ekspresi Gong Shil sepertinya dia tidak marah pada Kang Woo. 

Tapi Joong Won menduga walaupun Gong Shil dari luar terlihat baik-baik saja tapi dalam hatinya dia pasti terluka. 


Setelah mereka sampai di tempat yang sepi. Gong Shil mencari sesuatu yang bagus untuk dia jadikan bukti pada Kang Woo tentang kemampuannya melihat hantu. Dia melihat ada seorang nenek yang duduk di bangku di depan mereka dan di sebelahnya ada seekor kucing hantu berwarna putih duduk dengan setia di samping si nenek.


Dia berpaling kembali pada Kang Woo "Aku bisa melihat hal yang tidak bisa dilihat orang lain. Aku bisa melihat hantu"

Gong Shil menjelaskan kalau keberadaan hantu bagi orang lain hanya akan terasa seperti hembusan angin tapi dia bisa melihat dan mendengar mereka. Kang Woo tentu saja tidak percaya dan mengira Gong Shil melakukannya karena marah dan ingin menghukumnya.

"Sebenarnya aku tidak berniat mengatakannya karena kau sangat benci pada hantu. Tapi kalau aku tidak memberitahumu tentang kemampuanku ini maka aku tidak akan bisa menjelaskan apa hubungan ku dan presdir Joo. Aku berada disisi presdir agar aku bisa bicara dengan hantu Cha Hee Joo"


Untuk membuktikannya dia berpaling pada nenek yang sedang duduk di bangku, Gong Shil mengatakan pada Kang Woo kalau nenek itu pasti kehilangan kucing kesayangannya, Kang Woo melihat nenek itu duduk sendirian. Dan Gong Shil mulai mendeskripsikan kucing nenek itu sebagai kucing berbulu putih yang cantik sedang duduk disamping si nenek.

"Aku tidak melihat kucing atau apapun" kata Kang Woo

"Tapi aku bisa melihatnya" kata Gong Shil


Gong Shil pergi dan Kang Woo lalu mendekati nenek itu dan menanyainya tentang kucing. Nenek itu memberitahunya kalau dia memang memelihara kucing tapi beberapa waktu yang lalu sudah meninggal.

"Yebi (nama kucingnya nenek) adalah kucing berbulu putih seputih salju" kata si nenek sambil menyerahkan foto kucingnya yang memang berbulu putih sama persis dengan yang digambarkan oleh Gong Shil


Joong Won datang ke ruang kantor Gong Shil dan berpikir untuk menyingirkan ruangan itu karena menurutnya Gong Shil sudah tidak berguna lagi. Dia membuka pintunya dan melihat Gong Shil sedang duduk di kursi dengan rambutnya menutupi wajahnya. Joong Won mendengar Gong Shil sesenggukan dan Joong Won mengira dia sedang menangis. Tapi kemudian Gong Shil menengadah dan ternyata dia cuma bernapas berat dalam tidur (haha). 

"Sepertinya dalam hatinya dia tidak terluka"


Tiba-tiba ada hantu tak terlihat yang menjatuhkan sebuah barang dan Gong Shil hampir terbangun karenanya. Gong Shil menggerutu kesal dalam kantuknya. Dan Joong Won langsung melindunginya dengan memberi peringatan pada si hantu tak terlihat untuk tidak membangunkannya.

"Dia harus tidur supaya bisa mendengarkan permintaan hantu dan menolong mereka. Saat dia tidur, tinggalkan dia sendiri"


Lalu dia duduk di lengan kursi tempat Gong Shil tidur dan memberitahu si hantu kalau area itu adalah tempat perlindungan Gong Shil lalu mengibaskan tangannya untuk mengusir hantu yang tak terlihat itu. Dia menyandarkan kepala Gong Shil ke lengannya dan memandang ke depan untuk memastikan hantunya hilang. (hehehe)


Dia kembali mengalihkan perhatiannya pada Gong Shil dan teringat perkataannya kalau dia hanya ingin memberi Joong Won ruang untuk bernapas, sekarang dia tersenyum memikirkan kalau Gong Shil cukup berguna untuk sesuatu yang lain. Dia lalu melingkarkan lengannya ke Gong Shil untuk membuatnya lebih dekat padanya. Gong Shil sepertinya bisa merasakan keberadaannya dan mengulurkan tangannya ke atas untuk memeluk Joong Won.

"Enak yah?" tanya Joong Won dan Gong Shil tersenyum dalam tidurnya


Saat Gong Shil terbangun, Joong Won sudah pergi. Dia sangat senang karena tidur nyenyak dan kaget menemukan hantu kopi sedang duduk manis menunggunya bangun. 

"Kenapa kau tidak membangunkanku seperti biasanya?" dan hantu kopi hanya menjawabnya dengan senyum lebar (rambut hantu kopinya sekarang jadi warna-warni...habis nyalon kayaknya)


Setelah itu Gong Shil menyerahkan satu cangkir kopinya ke hantu kopi yang tak terlihat oleh Gong Ri. Gong Shil mengeluh pada kakaknya kalau para hantu pasti sangat menyukainya.

"Sebelumnya, ada seorang wanita paruh baya yang mengatakan sesuatu padaku, kalau orang mati melihatku seperti sinar sangat terang"

Kakaknya memarahinya karena apa gunanya menjadi terkenal di kalangan para hantu.

"Kau benar. Ahjumma itu juga bilang padaku untuk selalu waspada jangan sampai aku tertelan"

"Apa yang dia maksud dengan 'tertelan'?" tanya Gong Ri

Gong Shil menjelaskan kalau yang ahjumma itu maksud adalah orang mati itu akan menggunakan tubuhku untuk kembali hidup.


Joong Won kembali ke kantornya dan melihat tirai jendelanya tertiup angin, dia berjalan mendekat ke jendela, dia yakin kalau ada hantu disana dan mengira hantu itu adalah hantu yang tadi menggangu Gong Shil dan sekarang hantu itu mengikutinya sampai ke kantornya.

"Tidak ada gunanya mengikutiku sampai kesini karena aku tak bisa melihat ataupun mendengarmu. Aku tidak takut sedikitpun"

Dia kembali ke mejanya dan mendengarkan pekerjaan audionya, namun ternyata hantu itu adalah hantu Hee Joo.


Gong Shil masih menjelaskan pada Gong Ri kalau para hantu akan menggunakan tubuhnya untuk mengatakan keinginan mereka pada manusia yang masih hidup. 

"Haruskah aku membiarkan mereka mengambil alih tubuhku?"

Dan tentu saja dia langsung mendapat pukulan dari Gong Ri karena berani memikirkan hal gila dengan menyerahkan tubuhnya pada hantu. 

"Memang benar. Kalau aku menyerahkan tubuhku pada mereka sama saja aku yang mati. Aku tak suka" kata Gong Shil sambil membuat isyarat maaf pada Gong Ri.


Sementara itu di sebuah ruang penyimpanan mayat, Seorang pria mengunjungi mayat istrinya yang sudah dibekukan. Dia mengganti bunga mawar yang beku dengan yang baru.

"Sayang aku datang. Akan kumainkan untukmu latihanku hari ini. Aku tak tahu apakah kau akan menyukainya" pria itu mengeluarkan HaPenya dan memainkan rekaman piano untuk mayat istrinya.

2 orang pekerja, melihatnya dan menggosipkannya kalau pria itu yakin bahwa istrinya akan kembali hidup. Pria itu membelai wajah mayat istrinya dan memberitahunya kalau saat untuk konsernya hampir tiba.

"Aku membutuhkanmu. Kembalilah" tiba-tiba dari belakangnya tangan hantu istrinya menyentuh bahunya dan memandang suaminya dengan sedih.


Di sebuah ruang konser, Jin Ju memberitahu bibi Joo dan paman Do kalau media sangat tertarik dengan konser pianis yang sangat terkenal. Konser itu ternyata akan diadakan oleh Kingdom dan pianis yang akan bermain di konser mereka adalah pianis yang istrinya baru saja meninggal dunia (ah...pria yang mengunjungi mayat istrinya yang tadi).

Bibi Joo dengar sejak istrinya meninggal pianis itu tidak mau menggerakkan jarinya. Dan bibi Joo sepertinya suka sekali mengganti nama orang dengan kata 'Bang'. Dia mengganti nama 'Gong Shil' menjadi 'Bang Shil' dan sekarang nama pianis yang aslinya bernama 'Ru Yi Jang' dia ganti jadi 'Ru Yi Bang'. 

Dan paman Do benar-benar kesal karena dia harus selalu membenarkannya dan sekali lagi setelah bibi Joo melotot, dia menggerakkan tangannya ke atas ke atas kepalanya "Aku mencintaimu" (hahaha).


Joong Won memberitahu Gong Shil kalau kegunaannya sudah dia hitung, Gong Shil mengerti maksud Joong Won yang ingin dia berhenti jadi radar.

"Menurutmu kenapa aku ingin menyingkirkanmu?"

"Kalau aku tidak bisa menemukan uangmu, kau bilang kalau hargaku akan menjadi 0 won. Dan kalau hargaku 0 won, kau bilang kau akan menyingkirkanku"

"Benar. Jadi, menurutmu berapa hargamu?"

Dia berusaha menghitung hasil gajinya dan setelah dikurangi biaya tempat perlindungan maka hasilnya minus. Joong Won memujinya karena selama bekerja padanya, Gong Shil sudah bisa menilai sesuatu dari segi uang.

"Apa kau sudah mengecek rekenongmu? Gajimu seharusnya sudah ditambahkan ke rekeningmu"


Maka Gong Shil pun mencoba mengecek rekeningnya melalui telepon dan matanya langsung melotot senang mendengar berapa banyak jumlah uang rekeningnya.

"Itu adalah jumlah yang telah kuhitung berdasarkan semua yang telah kau lakukan. Kau turut memberi sumbangan besar dalam menyelamatkan dana dari presdir Wang juga saat kau mengurus hotel yang sedang bermasalah, gajimu dihitung dari hal-hal itu. Bahkan sekalipun gajimu dipotong untuk biaya tempat perlindugan, kau masih punya sisa banyak kan?"


Gong Shil mengangguk bahagia tapi Joong Won memberinya suatu peringatan kalau saat ini harganya masih bisa diperhitungkan dan saat harganya sudah tidak bisa diperhitungkan lagi maka saat itulah dia harus menyingkir. Gong Shil menunduk berterima kasih dan senang karena kalau dia bisa menangkap beberapa hantu lagi, dia mungkin bisa membeli sebuah rumah.

"Kau, kalau aku mengatakan padamu untuk pergi. Apa kau akan menghilang dengan diam-diam?"

Gong Shil mengatakan kalau saat Joong Won menyuruhnya pergi, dia tidak merasa sakit hati. Dan karena itulah selama ini dia  selalu bisa tetap berada disisinya.

"Tapi kalau kali ini kau menyuruhku pergi..."

"Kalau aku menyuruhmu pergi, kau akan kembali mengejarku. karena kau hanya akan benar-benar pergi setelah diusir 3 kali"


"Benar. Tapi, kalau kau benar-benar ingin aku pergi dari hidupmu. Maka aku akan pergi setelah diusir hanya sekali."

"Jadi maksudmu, selama ini kau mengacuhkanku seolah aku anjing yang menggonggong yah?"

Gong Shil menjawabnya dengan senyum malu dan Joong Won menyuruhnya pergi tanpa sakit hati dan Gong Shil pergi setelah mengucap terima kasih sekali lagi.


Di luar, Gong Shil memberitahu sekretaris Kim kalau dia baru saja mendapat hadiah besar dan sekretaris Kim memberitahunya kalau presdir Joo mendapat keberuntungan lebih besar lagi berkat Gong Shil. Gong Shil merasa berterima kasih juga pada sekretaris Kim dan mengatakan padanya kalau ada hantu yang menganggunya maka dia siap untuk membantunya. (hehehe)


Saat Gong Shil mau pergi bibi Joo masuk dan tak membalas sapaan Gong Shil sama sekali. Di dalam kantor Joong Won, dia bertanya pada Joong Won kenapa dia masih bersama Tae Yang yang aneh itu kalau dia sekarang mulai menemui Tae Yi Ryung. 

Joong Won memberitahu bibi Joo kalau Gong Shil adalah 'matahari besar' dan Yi Ryung adalah 'matahari kecil'. Joong Won lalu meminta bibi Joo untuk membawa seseorang (wanita untuk dijodohkan dengannya) ke acara makan malam. Bibi Joo langsung senang dan menyarankan padanya untuk menemui seorang wanita dari keluarga kaya yang sekarang sedang belajar di Cina. Joong Won mennyetujuinya.

"Matahari besar tidak akan terbit di Cina kan?" tanya bibi Joo

"Berdasarkan pekiraan cuaca, pada perjalanan bisnis ku ke Cina nanti akan ada badai topan"

"Kalau begitu tidak perlu ada alasan untuk melihat matahari, karena disini nanti juga akan turun hujan lebat"


Kang Woo datang ke kantor Gong Shil dengan lingkaran hitam dimatanya.

"Kang Woo, apa kau sedang susah?" tanya Gong Shil sambil menunjuk lingkaran hitam di matanya

Dan ternyata Kang Woo semalaman tidak bisa tidur gara-gara memikirkan kucing berbulu putih yang sudah mati itu. Gong Shil meminta maaf karena awalnya dia benar-benar tak mau mengatakannnya karena dia tak mau membuat Kang Woo ketakutan.

"Apa disini juga ada hantu?" dia berteriak tapi kemudian berbisik takut didengar hantu "Apa selalu ada sesuatu disekitarmu?"

"Ehm...itu...sebenarnya hantu tidak semua menakutkan" 


Gong Shil menjelaskan kalau tidak semua hantu dengan tampang menakutkan seperti bola matanya hilang berdarah dan Kang Woo cepat-cepat menghentikannya. Gong Shil lalu menyuruhnya untuk mengabaikan kata-katanya saja kalau dia memang takut.

"Bayangkan saja kalau aku tinggal di dunia yang lain dan berpura-puralah tak tahu apa-apa"

"Bagaimana presdir Joo bisa mempercayaimu?"

"Karena presdir adalah orang yang sangat spesial bagiku"


"Kalau aku berpura-pura tak tahu apa-apa. Maka aku takkan tahu bagaimana duniamu yang sebenarnya"

"Aku tak bisa memaksamu untuk mempercayaiku, tapi aku disini untuk melihat hantu Hee Joo. Aku sama sekali tak punya hubungan dengan penjahatnya"

"Aku akan mengawasimu. Aku akan menganggap kalau makhluk-makhluk yang menakutkan itu adalah hukuman bagiku karena aku berbohong. Aku akan berusaha untuk kuat"

Kang Woo berdiri dengan gagah tapi kemudian berteriak ketakutan cuma gara-gara tersandung kardus. Dia melihat Gong Shil dengan canggung karena terlalu malu untuk mengaku kalau dia takut dan Gong Shil pun membalasnya dengan senyum canggung. Setelah Kang Woo pergi, Gong Shil jadi merasa bersalah melihatnya ketakutan seperti itu.


Kang Woo berjalan dengan lesu saat sebuah tangan tiba-tiba menyentuh pundaknya dan spontan Kang Woo langsung memelintir tangan orang itu dan membanting kepalanya ke tembok. Yi Ryung berteriak kesakitan. 

"ternyata manusia" kata Kang Woo lega

"Aku bukan manusia. Aku seorang dewi" Yi Ryung tersenyum pada Kang Woo


Kang Woo berjalan pergi meninggalkannya tanpa bicara apapun. Tapi Yi Ryung memanggilnya dan melihat wajahnya terlihat pucat dengan penuh percaya diri dia menduga kalau Kang Woo tidak bisa tidur karena merasa terlalu bahagia gara-gara seorang dewi yang mengajaknya berkencan.

"Dewi itu se-tipe dengan hantu kan? Aku sangat tidak menyukai hal-hal seperti itu"

"Kalau memang terlalu berat bagimu maka aku akan jadi manusia biasa saja, bukan dewi"


Yi Ryung lalu menanyakan pekerjaannya yang menyelidiki Tae Gong Shil, Kang Woo memberitahunya kalau dia sudah selesai dengan pekerjaan itu. Maka Yi Ryung mengajaknya makan bersama untuk merayakan hari pertama mereka sebagai pasangan.

"Siapa yang berkencan dengan siapa? Sudah kubilang aku tidak mau"

Tapi Yi Ryung tetap percaya diri kalau seiring berjalannya waktu Kang Woo akan jatuh cinta padanya.

"Nanti saat kau kembali mengenang masa lalu. Hari ini adalah hari pertama kita jadian"

"Benarkah? Kalau begitu anggap saja kita berkencan dan mari kita putus sekarang. Tae Yi Ryung terima kasih untuk kenangan indah selama sehari...ah tidak...satu menit 30 detik ini. Semoga kau selalu bahagia" Kang Woo menepuk pundaknya lalu pergi.

"Susah sekali merayu pegawai gaji bulanan" Yi Ryung menggerutu kesal


Sang pianis yang bernama Ru Yi Jang datang ke tempat konser Kingdom dan memainkan tuts pianonya tanpa semangat. Di luar, Kang Woo dan Han Joo sedang patrol saat mereka mendengar denting tuts piano, Kang Woo memutuskan mereka harus mengeceknya dan saat berjalan ke ruang konsernya mereka melewati hantu istri sang pianis.

Mereka bisa merasakan hawa dingin aneh saat mereka melewati hantu itu, tapi Kang Woo tidak mau terlalu memikirkanya dan menyuruh Han Joo untuk berpencar untuk memeriksa semua tempat. Setelah Han Joo pergi baru Kang Woo merasa kedinginan dan takut. 


Pianis itu bimbang antara menutup pianonya atau tidak. Saat Ru Yi Jang melihat Kang Woo masuk dia memutuskan untuk tidak menutup pianonya dan pergi. Kang Woo memeriksa seluruh ruangan gelap itu dengan senternya dan sekilas senternya menyinari hantu istri Ru Yi Jang, namun perhatian utamanya bukan hantu yang tidak bisa dilihatnya tapi seseorang yang sepertinya sedang bersembunyi dibalik piano.

Orang yang bersembunyi itu lari saat Kang Woo mengejarnya dan membuat Kang Woo jadi curiga lalu Kang Woo memelintir tangannya dan membantingnya ke lantai. Satpam yang lain mendengar keributan itu dan menyalakan semua lampunya dan Han Joo mengenalinya sebagai sang pianis.


Setelah kejadian itu tangan Ru Yi Jang harus diperban dan di kantor paman Do dia menjelaskan kalau dia datang untuk mengecek pianonya yang akan dia gunakan untuk latihan.

"Tapi pihak tim keamanan malah mengejarku dan membuat tanganku jadi seperti ini" Ru Yi Jang menunjukkan tangannya yang terluka pada paman Do dan bibi Joo. Paman Do heran karena tangannya bisa terluka separah itu padahal ketua tim satpam bilang dia tidak melukai tangannya terlalu keras.

Tapi Ru Yi Jang tetap bersikeras kalau tangannya terluka parah bahkan sampai tidak bisa digerakkan karena itulah dia tidak mau tampil.


Han Joo bersama Gong Ri sedang berada di kantor Gong Shil. Dia memberitahu mereka kalau pianis yang bernama Ru Yi Jang itu mengalami kemerosotan sejak istrinya meninggal. Han Joo yakin kalau orang itu berbohong saat dia menolak tampil gara-gara tangannya terluka parah dan Kang Woo yang kena sialnya.

"Bagaimana bisa Kang Woo terjebak dalam situasi seperti ini?" tanya Gong Ri

"Malam itu rasanya agak aneh, ketua tim juga bersikap agak berbeda dari biasanya" kata Han Joo

Perkataan Han Joo membuat Gong Shil memikirkan sesuatu


Setelah itu dia menemui Ru Yi Jang dan memperkenalkan dirinya sebagai Tae Gong Shil staf konsultan bagi pelanggan spesial Kingdom dan memintanya untuk bicara dengannya sebentar. Tapi Ru Yi Jang menolaknya karena tak ada yang ingin dia bicarakan dengan Gong Shil.

Setelah si pianis itu pergi, dia mengatakan pada hantu istrinya Ru Yi Jang kalau dia bisa melihatnya dan hantu itu menampakkan diri pada Gong Shil.


Joong Won dan sekretaris Kim berjalan melewati sebuah toko perhiasan dan Joong Won melihat sebuah kalung berbentuk matahari dan poster promo disebelahnya mengatakan. 

Seperti matahari, berikanlah hadiah untuk cinta yang bercahaya. 
Seperti matahari, untuk cinta yang bersinar terang.

Saat Joong Won mengacuhkannya, sekretaris Kim memberitahunya kalau itu Tae Yang.

"Apa?"

"Itu" sekretaris Kim menunjuk ke kalung matahari yang terpajang "Kalau dia memilikinya sebagai jimat, dia akan merasa aman" sekretaris Kim memberitahunya kalau Gong Shil pernah mengatakan sesuatu padanya.


Flashback, Gong Shil memegang pulpen yang biasanya dipakai Joong Won untuk tanda tangan dan meminta sekretaris Kim untuk membiarkannya memegang pulpen itu selama Joong Won pergi ke Cina nanti.

"Kalau aku memiliki pulpen ini sebagai jimat, aku akan merasa aman, walau cuma sedikit"


Sekarang Joong Won mengatakan "Dia bersikap seolah dia baik-baik saja, tapi kurasa dia mencemaskan waktu saat aku pergi nanti"

"Kalung matahari itu jauh lebih baik dari pada pulpen. Dia akan sangat senang kalau kalau memberikannya untuknya. Matahari adalah raja di jaman dulu dan juga digunakan untuk melambangkan kematian."

Tapi Joong Won tetap tak terpengaruh oleh rayuan sekretaris Kim dan pergi begitu saja.


Malam harinya di rumah, Joong Won melihat kalung matahari itu menggantung di tangannya (Pffft). Dia bertanya heran pada dirinya sendiri kenapa dia membeli benda itu "Ini sesuatu yang tak bisa ku hitung"


Bel pintu rumahnya berbunyi dan dia menggenggam kalung itu di tangannya sebelum membuka pintu. Gong Shil berdiri di depan pintunya dan tersenyum manis padanya.

"Kenapa kau datang kesini?"

"Sekretaris Kim tidak memberitahumu?" tanya Gong Shil dan Joong Won menggenggam kalung di tangannya dengan erat 

"Apa?"


"Aku meminta sekretaris Kim suatu bantuan dan dia bilang kau pasti punya dan dia bilang padaku untuk datang dan bicara langsung padamu mengenainya."

"Sekretaris Kim tak mungkin melihatnya..." Joong Won menggenggam kalungnya dengan erat "Aku membelinya sendiri"

"Tapi kau memilikinya kan?" Gong Shil masuk ke dalam rumahnya dan Joong Won menggenggam kalung itu semakin erat

"Ini bukan untukmu" teriaknya sambil mengacungkan kepalan tangannya yang berisi kalung matahari "Aku takkan memberikannya padamu"


"Apa kau bicarakan?" tanya Gong Shil 

Joong Won melirik kalung itu sebentar lalu memberitahu Gong Shil "Jimat"

"Jimat? Kau membeli jimat karena kau takut hantu juga? Aku punya banyak jimat di rumah, kau boleh memintanya padaku"

Sekarang dia mengerti kalau ternyata Gong Shil tidak tahu tentang kalungnya.


"Lalu untuk apa sebenarnya kau datang kesini?"

"Untuk menyelesaikan masalah Ru Yi Jang. Aku bertemu istrinya." 

Gong Shil mendekat pada Joong Won dan membisikinya kalau istrinya Ru Yi Jang saat ini datang bersamanya, Joong Wo juga ikutan berbisik untuk bertanya kenapa dia datang bersama hantu. Gong Shil memberitahunya kalau dia harus membuat sesuatu bersama si hantu dan dia membutuhkan oven dan karena itulah sekretaris Kim menyuruhnya datang dan bicara langsung pada Joong Won dan Gong Shil mengira dia langsung membuka pintu untuknya karena sudah diberitahu sekretaris Kim.

"Jadi cuma itu tujuanmu datang?" tanya Joong Won dan Gong Shil mengangguk. Joong Won menghela napas lega.

Tapi saat Gong Shil kembali menanyakan 'jimat', Joong Won langsung panik dan menyembunyikannya lalu cepat-cepat menyuruhnya masuk dapur dan mengizinkannya memakai ovennya sebanyak yang dia mau.


Joong Won mengawasinya sedang memasak sambil berkomunikasi dengan hantu yang tak terlihat. Diam-diam dia mengeluarkan kalungnya dan menggumam kalau dia begitu terkejut mengira dia datang untuk kalungnya sampai mengizinkannya memakai dapurnya.

Gong Shil berbalik untuk menanyakan apa dia sudah memecahkan semua kacang kenarinya, Joong Won cepat-cepat menyembunyikannya sebelum Gong Shil melihatnya dan langsung melakukan permintaan Gong Shil dengan kesal karena kacang kenarinya dipecah memakai nutcracker-nya yang sangat mahal apalagi dipecah di atas majalah TIME. (hahahaha) 


"Kudengar Ru Yi Jang itu orang yang sensitif. Sebelum konser, dia hanya akan bergerak sesuai dengan jadwalnya. Dan orang yang mengurus semua itu adalah istrinya"

Flashback saat Ru Yi Jang latihan piano, istrinya membawakannya teh dan pie kacang, lalu membenahi baju suaminya. 

Gong Shil mengatakan "Saat dia latihan, Ru Yi Jang sangat benci bau makanan. Jadi, dia hanya makan pie kacang yang baunya tidak terlalu tajam. Istrinya seperti sebuah bayangan, selalu mengurusi suaminya yang suka pilih-pilih. Kalau aku membawakannya pie yang dibuat dengan resep istrinya, dia bilang kalau suaminya tidak akan salah paham pada Kang Woo lagi."


Joong Won menaruh kacangnya di depan Gong Shil dan kesal karena dia ternyata melakukan semua ini untuk si permen manis Kang. Gong Shil memberitahunya kalau gara-gara dia memberitahu Kang Woo tentang kemampuannya melihat hantu, Kang Woo jadi ketakutan.

Dan karena itulah Gong Shil merasa agak bersalah, dan menurutnya kalau konsernya sampai batal maka Kingdom juga akan ikut merugi. Joong Won tahu itu makanya walaupun kesal dia tetap membantunya memecah kacangnya.


Saat Gong Shil kecewa karena menurut si hantu tebal kulit pienya tidak sesuai, Joong Won kesal karena si hantu ternyata lumayan cerewet. Saat Gong Shil berbalik dia tersenggol oleh Joong Won yang berdiri terlalu dekat dengannya dan si hantu pun menghilang.

Melihat si hantu menghilang Gong Shil marah pada Joong Won "Kenapa kau menyentuhku? Aku sedang bicara padanya dan sekarang dia hilang!"

Jong Won balik marah padanya "Apa sekarang kau jengkel padaku? Dulu kau memintaku untuk menyentuhmu karena kau tak mau melihat hantu dan sekarang kau marah karena aku sudah membuatnya menghilang?"


Gong Shil langsung sadar dan meminta maaf "Aku cuma terkejut dia tiba-tiba hilang saat aku sedang bicara dengannya. Dia bilang suaminya sangat pilih-pilih. Bahkan kalau rasanya berubah sedikit saja, dia takkan mau menerimanya. maafkan aku"


Joong Won jadi benar-benar kesal lalu dia mengeluarkan sebotol wine dan menyuruh Gong Shil minum segelas saja dan membiarkan ahjumma itu masuk ke tubuhnya dan biar dia sendiri yang membuat pienya. Tapi Gong Shil ragu karena hal itu agak berbahaya untuk dilakukan.

"Kalau aku tidak berhati-hati, maka tubuhku akan dikuasai sepenuhnya"

Joong Won langsung memasukkan wine-nya kembali dan menunjuk Gong Shil dengan jarinya untuk memberinya peringatan.

"Mulai sekarang jangan pernah minum alkohol. Kalau berbahaya jangan dilakukan."

"Iya"


Gong Shil berbalik dan melihat si hantu sudah muncul lagi. Mereka hampir bertabrakan lagi dan Gong Shil menyuruhnya untuk berhati-hati. Joong Won akhirnya menjauh dan melihatnya memasak dalam diam.



Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon