Powered by Blogger.


Kang Woo termenung di depan piano saat Yi Ryung datang karena dia dengar kalau Kang Woo baru saja membuat masalah.

"Apa kau takut kalau kau akan dipecat?"

"Tinggalkan aku sendiri, dewi"

Tapi Yi Ryung tidak mau, malah langsung duduk disamping Kang Woo dan menyemangatinya untuk dipecat saja biar Kang Woo menjadi bodyguard pribadinya. Yi Ryung memegang tangan Kang Woo erat-erat dan menyandarkan kepalanya di bahu Kang Woo. Kang Woo melepaskan pegangan tangannya.


"Apa kau tak memikirkan perasaan orang lain sama sekali? Apa kau cuma peduli pada perasaanmu sendiri? Aku sungguh tidak bisa mengerti orang sepertimu?"

"Aku cuma khawatir kau akan kehilangan pekerjaanmu . Apa kau tersinggung?"

Tiba-tiba Kang Woo menanyainya tentang apa yang dia rasakan kalau ada orang dari dunia lain yang menyukainya. Yi Ryung mengatakan kalau dia akan mencoba untuk tidak menyukai orang itu.

"Bagaimana kalau kau tidak berhasil?"

"Kalau begitu lakukan saja"

"Kalau sesuatu yang tak pernah kau pikirkan menakutimu tanpa kau sangka-sangka, apa kau pikir kau mampu menanganinya?" 



"Kau lebih menyukainya. Kalau kau sangat menyukai seseorang, matamu akan berkedip-kedip. Kalau kau sangat menyukai orang itu sampai matamu berkedip-kedip, akankah matamu takut melihat sesuatu yang menakutkan?"

"Benar. Aku cuma perlu menyukai lebih menyukainya saja"


Dan Yi Ryung menjawabnya dengan tersenyum dan mengangguk menyetujuinya, Kang Woo senang ternyata menyukai seseorang sebenarnya sangat mudah. Dan Yi Ryung dengan penuh percaya diri mengira Kang Woo sedang membicarakannya lalu memberitahu Kang Woo kalau dia masih belum cukup menyukai Kang Woo sampai membuat matanya berkedip-kedip.

"Syukurlah" kata Kang Woo sambil beranjak pergi dan sekali lagi membuat Yi Ryung kesal karena dia pergi cuma setelah mengatakan apapun yang dia inginkan, dia mencengkeram kursi menahan dirinya sendiri untuk tidak mengikuti Kang Woo sambil mengedip-ngedipkan matanya dengan cepat. (hehehe)


Kang Woo berjalan sambil tersenyum saat dia melihat Gong Shil berjalan bersama Joong Won. Dia melihat Joong Won memberitahu Gong Shil kalau benda yang dibawanya itu tidak berhasil maka dia harus berhenti dan lupakan saja pertunjukkannya. Dan melihat mereka bersama-sama membuat Kang Woo jadi sedih mengingat Gong Shil pernah mengatakan padanya kalau presdir adalah orang yang sangat spesial baginya.


Kang Woo melihat Gong Shil menepuk lengan Joong Won untuk memberinya semangat dan Kang Woo hanya bisa menunduk sedih. Saat itu Yi Ryung muncul dari belakangnya dan melihatnya sedang melihat Gong Shil yang sedang jalan berdua dengan Joong Won dan akhirnya mengerti kalau mereka tadi sebenarnya sedang membicarakan Gong Shil dan bukan dirinya.

"Ah, sial. Aku menyuruhnya untuk lebih menyukainya"


Sementara itu, Ru Yi Jang kembali mengunjungi mayat istrinya dan mengganti bunganya yang beku dengan yang baru. Dia memberitahu istrinya kalau dia merasa dia takkan bisa tampil kalau istrinya tidak ada. Seseorang meneleponnya.

Dia sekarang duduk di kantor Joong Won dan Gong Shil membawakannya sebuah kotak hadiah dan dia mengira kalau mereka sedang ingin menjilatnya. Gong Shil berpaling pada Joong Won yang memberinya isyarat untuk membuka kotak hadiahnya. Gong Shil membukanya dan menunjukkan padanya pie kacang kesukaannya. 

Gong Shil memberitahunya kalau jumlah kacang di dalamnya sesuai dengan jumlah tuts hitam pianonya, dan jumlah lipatan kulit pienya sama dengan jumlah tuts putih pianonya. Ru Yi Jang melihat Gong Shil dengan heran.

"Kau harus makan ini supaya nanti tidak membuat kesalahan saat tampil kan?" tanya Gong Shil 

"Bagaimana kau tahu tentang ini? Aturan itu cuma aku dan istriku yang tahu"


"Istrimu yang memberitahuku. Waktu kau mencoba dengan sengaja untuk melukai tanganmu. Istrimu meminta bantuan dan Kang Woo tanpa sengaja membantumu"

"Jadi maksudmu istriku sedang mengawasiku?"

Gong Shil tahu kalau tangannya sebenarnya tidak terluka, dan Ru Yi Jang menjawabnya dengan menggerakkan tangannya yang dia bilang terluka. Tiba-tiba dia menyentuh tangan Gong Shil dan bertanya apakah dia bisa melihat istrinya.


"Biarkan aku melihatnya. Atau setidaknya, biarkan aku bicara dengannya"

Gong Shil menggelengkan kepalanya, Ru Yi Jang terus memohon pada Gong Shil untuk membiarkannya melihat istrinya sekali saja, dia begitu frustasi karena istrinya meninggal begitu tiba-tiba dan dia bahkan tak bisa melihat istrinya di akhir hidupnya. Dia menangis di pangkuan Gong Shil dan Joong Won langsung melotot kesal melihatnya.


Gong Shil melihat hantu istrinya Ru Yi Jang sedang berdiri dibelakang suaminya dan melihatnya dengan sedih. Lalu Gong Shil menepuk-nepuk punggung Ru Yi Jang untuk menenangkannya lalu berpaling pada Joong Won yang memberinya isyarat tangan untuk melepaskan diri dari pria itu tapi Gong Shil menggelengkan kepalanya dan membuat Joong Won jadi semakin kesal.


Setelah itu Ru Yi Jang pergi menemui Kang Woo setelah melepaskan perban tangannya dan meminta maaf karena sebenarnya dia memang melukai tangannya. Kang Woo senang karena dia tidak terluka, tapi dia tetap tidak mengerti kenapa Ru Yi Jang datang ke tempat kerjanya hanya untuk meminta maaf.

"Orang yang menyampaikan pesan istriku, memintaku untuk meminta maaf padamu"

"Bukankah istrimu sudah meninggal?"

Ru Yi Jang tersenyum dan memberitahunya kalau selama ini istrinya selalu berada disisinya, dan dengan keyakinan kalau istrinya selalu berada disampingnya, dia berjanji akan menampilkan kemampuan terbaiknya di konsernya nanti. 


Gong Shil memberitahu Joong Won saat seseorang meninggal secara tiba-tiba, orang yang ditinggalkan kadang sulit untuk menerima kematian itu, pasti itu juga yang terjadi pada Ru Yi Jang. Joong Won menyuruhnya untuk tidak mengkhawatirkan orang itu lagi karena sejak dia menerima pie kacangnya, pria itu sudah berjanji akan menampilkan yang terbaik di konsernya nanti.

"Apa kau baik-baik saja memeluk dan memegang sembarangan orang? Pria itu terus memegangmu."

"Lalu apa yang harus kulakukan saat dia terlihat bersedih seperti itu?"

Tapi Joong Won tetap kesal karena jika dia tidak menyela mereka tadi, maka pria itu pasti akan memeluk Gong Shil dan menangis sepanjang malam. 


"Kau selalu mengkhawatirkan orang lain. Apa kau tidak mengkhawatirkan dirimu sendiri?"

"Aku kenapa?"

"Mulai besok, aku akan pergi dari duniamu selama seminggu. Apa kau tidak khawatir? Satu-satunya orang yang bisa memeluk dan memegang tanganmu akan menghilang, apa kau tidak cemas?"

"Akhir-akhir ini, hantu-hantu tidak terlalu menakutkan seperti biasanya. Dulu saat mereka mengerumuniku, aku pasti ketakutan. Tapi sejak aku punya sedikit kedamaian. Melihat mereka rasanya jadi tidak terlalu menakutkan"

"Begitu yah? Kalau begitu, aku heran kenapa kau mengambil pulpen kesukaanku?" 


Gong Shil langsung kaget ternyata dia tahu kalau dia mengambil pulpennya. Joong Won meminta pulpennya dikembalikan. Gong Shil menggerutu pelan karena sekretaris Kim ternyata memberitahunya. Mereka berdua lalu saling mencari di tas dan kantung celana masing-masing.

Saat Joong Won masih mencari-cari barang di kantung celananya, Gong Shil berbohong sepertinya pulpennya tidak ada. Dan tepat saat Joong Won mengeluarkan kalung matahari dari kantung celananya, Gong Shil berlari pergi karena takut jimat pulpennya diambil dan tidak melihat kalung matahari yang sedang dipegang Joong Won.

"Baiklah, Tae Gong Shil. Ambil saja pulpen itu dan pergilah" ujar Joong Won kesal


Gong Shil datang ke ruang kantornya dan melihat Ru Yi Jang sedang berdiri menunggunya di depan ruang kantornya. Dia datang karena dia ingin memilih baju untuk tampil nanti dan biasanya istrinya yang memilihkannya untuknya. Dan karena hanya Gong Shil yang bisa melihat istrinya, maka dia ingin meminta bantuannya. Gong Shil agak ragu tapi kemudian dia tetap menurutinya.


Dalam perjalanan, Ru Yi Jang memberitahunya kalau istrinya selalu mendengarkannya dan memberinya masukan pada latihan terakhirnya dan meminta Gong Shil memberitahunya apa yang dikatakan oleh istrinya. Kang Woo melihat mereka dari belakang dan akhirnya mengerti siapa yang pianis itu maksud sebagai orang yang menyampaikan pesan istrinya.


Dia kemudian datang menemui Joong Won yang sedang meneropong di kantornya dan bertanya padanya apakah Gong Shil melihat hantu istrinya Ru Yi Jang. Joong Won membenarkannya dan memberitahunya kalau Kang Woo bisa terbebas dari masalah berkat Gong Shil. 

Kang Woo bertanya apakah Joong Won percaya pada dunia Gong Shil dan apakah dia memahaminya. Joong Won memberitahunya kalau dia hanya menggunakan radar unik yang dimiliki oleh Gong Shil. Dan kalau Kang Woo sulit menerima kenyataan tentang dunia Gong Shil maka berpura-pura saja tidak tahu apa-apa.


"Waktu kau bilang 'menggunakan'. Apa maksudmu kau menggunakannya untuk melihat Cha Hee Joo?"

"Benar"

Sekarang Kang Woo mengerti kalau selama ini Joong Won menjaga Gong Shil tetap disisinya adalah untuk mengunakan kemampuannya sama seperti yang dilakukan oleh pianis itu. Kang Woo mengerti kalau yang spesial bagi Joong Won bukan Gong Shil karena selama ini dia cuma menggunakan kemampuan Gong Shil untuk melihat seseorang yang spesial (Cha Hee Joo).

Joong Won kelihatan bingung dengan perkataan Kang Woo tadi tapi kemudian menyetujui perkataannya. Kang Woo merasa senang mendengarnya dan pamit pergi.

"Radar 10 milyar won. Aku sudah menghitung harganya dengan benar. Tapi dia (Kang Woo) bilang kalau aku sama seperti si pianis. Aku jadi merasa bersalah. Tapi dia benar."


Gong Shil memilihkan baju untuk Ru Yi Jang sesuai dengan yang dipilihkan oleh istrinya. Ru Yi jang senang karena baju yang dipilihnya memang sangat sesuai dengan selera istrinya. Saat Ru Yi Jang pergi untuk berganti baju, Gong Ri datang membawakannya teh kayu manis. Ternyata teh itu adalah pesanan istri Ru Yi Jang, dia bertanya apakah tehnya itu sudah cukup enak. 

Tapi menurut istrinya rasanya kurang kuat. Gong Shil memberitahu Gong Ri kalau ada hantu si pianis yang hari ini akan tampil di konser dan dia cuma membantunya saja. Gong Ri marah-marah karena Gong Shil menuruti semua perintah si hantu. Gong Shil memberitahunya kalau si pianis bilang istrinya harus selalu berada disisinya agar dia bisa menyelesaikan penampilannya dengan baik.

Gong Shil memberitahu Gong Ri kalau pianis itu sangat pemilih sampai dia ingin sekali si hantu masuk ketubuhnya dan membantu suaminya secara langsung. Gong Ri langsung marah dan memukulnya karena Gong Shil pernah bilang kalau hantu masuk ke tubuhnya, ada kemungkinan mereka takkan mau keluar lagi. Dan pembicaraan keras mereka didengar oleh Ru Yi Jang yang sedang ganti baju.


Gong Shil meminta maaf pada Gong Ri karena barusan membuatnya cemas. Gong Ri menyuruhnya untuk menyerahkan minuman itu pada si pianis lalu langsung pergi saja. Tapi sayangnya Gong Shil masih harus membantunya melakukan sesuatu yang lain sebelum konser. Gong Shil tiba-tiba teringat perjalanan bisnis Joong Won lalu segera lari pergi.

Joong Won masih di kantornya sambil melihat kalung mataharinya saat sekretaris Kim datang dan memberitahunya kalau sudah saatnya dia pergi. Saat berjalan melewati tong sampah, Joong Won ingat kalau Gong Shil pernah memberitahunya bahwa ada seorang hantu ahjussi yang selalu duduk didekat tong sampah.

Dia menghampiri tong sampah itu. Karena tak bisa melihat hantunya maka Joong Won mengetuk tong sampahnya dan mencoba berkomunikasi dengannya.

"Tuan, apa kau dekat dengan Tae Gong Shil?" 

Joong Won mengeluarkan kalung mataharinya dan mengatakan pada hantu tong sampah kalau dia akan membuang kalung itu disitu. 

"Bilang pada temanmu itu (Gong Shil) untuk memungutnya atau tidak." Joong Won menaruh kalung itu di sandaran bangku dekat tong sampah lalu pergi. 


Saat ada 2 orang wanita yang ingin duduk di bangku dekat tong sampah itu, hantu tong sampah melindungi kalung titipan itu dengan membuat tutup tong sampahnya bergoyang-goyang sampai membuat kedua wanita itu takut dan tidak jadi duduk dibangku.


Gong Shil tiba di kantor Joong Won dan sangat kecewa menemukan kantor itu sudah kosong. Sementara itu si pianis memasukkan obat tidur kedalam teh yang akan dia hidangkan untuk Gong Shil.

"Pil yang biasanya ku minum supaya aku tidur saat kau tak ada...akan segera memanggilmu"

Dia membelai sebuah gaun merah milik istrinya dan mengatakan pada hantu istrinya kalau dia ingin melihatnya sebentar dalam balutan gaun itu. Gong Shil kembali dan memberitahu Ru Yi Jang kalau dia pergi sebentar untuk menemui seseorang. Dia memberi Gong Shil teh yang sudah ia campur pil tidur dan memintanya minum dengan alasan kalau dia harus melakukannya sebagai pengganti istrinya. Gong Shil meminumnya.


Joong Won masih menunggu pesawat di bandara sambil mendengarkan rekaman pekerjaan audionya. Dia merasa tak enak lalu menghubungi Gong Shil yang saat itu sudah terlelap setelah meminum tehnya dan tak bisa menjawab teleponnya sama sekali. Dia memberitahu hantu istrinya kalau Gong Shil sudah siap. Dan hantu istrinya pun mendekati tubuh Gong Shil yang tertidur lalu memasukinya dan Gong Shil terbangun.


Sekretaris Kim datang dan memberitahunya kalau sudah saatnya mereka masuk ke pesawat.

Bibi Joo menyuruh paman Do untuk mengecek tangan pianis itu sekali lagi sebelum konser. Paman Do meyakinkannya kalau dia melihat semua jarinya bergerak dengan baik. Mereka masuk ke ruang tunggu si pianis yang saat itu sedang bersama Gong Shil yang sudah mengganti bajunya dengan gaun merah.


Mereka menyapa Ru Yi Jang dengan ramah dan Gong Shil berdiri membelakangi mereka. Bibi Joo bertanya siapa wanita itu dan betapa kagetnya bibi Joo dan paman Do saat melihat 'Bang Shil' tersenyum pada mereka berdua.


"Dia adalah inspirasi abadiku dalam bermusik. Aku takkan bisa mengucapkan selamat tinggal seusai konser. Kami akan segera terbang ke Perancis setelah konser." 

Ru Yi Jang lalu pergi bersama istrinya/Gong Shil. Paman Do dan bibi Joo hanya bisa tercengang melihatnya.

"Bang Shil yang memakai gaun adalah inspirasi Ru Yi Jang? Sejak kapan?" tanya paman Do pada bibi Joo

"Dia (Gong Shil) itu sebenarnya apa?"


Han Joo dan Kang Woo berpapasan dengan Ru Yi Jang dan Gong Shil yang tidak menyapa ataupun melirik mereka sama sekali. Mereka berdua heran melihatnya bergandengan tangan dengan si pianis dan Han Joo mengatakan kalau Gong Shil terlihat seperti orang lain, Kang Woo juga merasa seperti itu.


Saat sekretaris Kim menyerahkan boarding pass mereka untuk diperiksa petugas bandara. Joong Won mendapat telepon dari paman Do yang meneleponnya untuk menanyakan apakah dia sudah putus dengan Tae Gong Shil. 

"Tae Gong Shil sekarang sedang bersama Ru Yi Jang."

"Benarkah, kurasa dia akhirnya pergi tanpa mampu menolak" kata Joong Won

"Kau tahu juga? Apa Tae Gong Shil benar-benar inspirasi bagi Ru Yi Jang?"

Joong Won tentu saja tidak mengerti apa maksud paman Do. Pama Do lalu memberitahunya kalau Gong Shil terlihat seperti orang lain.


"Ah, apa kau tahu kalau Tae Gong Shil akan pergi ke Perancis bersamanya?"

"Dia mau pergi kemana?"

"Dia akan pergi bersama Ru Yi Jang. Mereka bilang kalau mereka akan pergi langsung pergi ke Perancis setelah konsernya selesai."

Joong Won langsung khawatir.


Sementara itu Ru Yi Jang sangat senang istrinya sudah kembali. Dan menurutnya kalau mereka pergi maka mereka akan bisa hidup bersama seperti dulu. Istrinya/Gong Shil tersenyum. Karena Ru Yi Jang takut ada orang yang mengenali Gong Shil dan menhentikan aksi mereka, maka Ru Yi Jang berencana untuk menyelesaikan konsernya sendirian dan menyuruh istrinya/Gong Shil pulang dan bersembunyi di rumah mereka.


Kang Woo yang tidak tahu kalau Gong Shil sedang kerasukan, hanya mengkhawatirkannya yang tadi terlihat seperti orang lain sambil tetap melakukan pekerjaannya.


Ru Yi Jang memaksa istrinya/Gong Shil untuk segera pergi, dia akan menyelesaikan konsernya sendirian. Maka istrinya memanfaatkan kata-katanya itu untuk membuat suaminya sadar kalau sebenarnya Ru Yi Jang bisa melakukan segalanya sendirian tanpa istrinya. Ru Yi Jang berusaha membela diri kalau semua ini karena situasinya sedang mendesak.

"Benar, orang bisa berubah saat situasi mereka juga berubah. Aku sudah tak ada disini lagi. Jadi kau juga harus berubah" 

Tapi Ru Yi Jang tetap ngotot kalau sekarang istrinya sudah kembali.

"Aku cuma meminjam tubuhnya untuk sementara. Untuk membuatmu sadar diri untuk yang terakhir kalinya." kata istrinya/Gong Shil sambil menampar Ru Yi Jang. 


"Aku luamayan senang saat melihatmu seperti orang bodoh tanpa ku. Aku selalu hidup terkekang seperti sebuah bayangan yang selalu mengikutimu. Kalau aku melihatmu hidup dengan baik tanpa ku, aku akan merasa terganggu"

Ru Yi Jang dengan takut-takut bertanya pada istrinya "Apakah karena aku membuat hidupmu terasa sesak, kau pergi meniggalkanku? Aku benar-benar tak tahan mendengar jantungmu tiba-tiba berhenti berdetak karena ulahku. Aku tak bisa melepaskanmu sebelum menemukan alasan yang lain."


"Aku hidup untukmu saat jantungku masih berdetak. Tapi sekarang setelah jantungku berhenti berdetak, tolong lepaskan aku. Kau membuatku melakukan segalanya utukmu dengan tanganku sendiri. Tapi di panggung terakhirmu, kau naik panggung sendirian kan? Sekarang lakukanlah semua itu sendirian. Kau bukan orang yang sangat sensitif, kau cuma sangat malas. Perbaiki sikap malasmu itu"

Ru Yi Jang menangis sampai berlutut "Sayang...sayang"


Saat Ru Yi Jang memainkan pianonya dia panggung sambil menangis. Di luar, Joong Won bejalan cepat ke ruang tunggu pianis. Han Joo dan Kang Woo melihatnya. "Tapi Joo Gun pergi ke Cina" kata Han Joo


Joong Won membuka pintunya dan memanggil Tae Gong Shil. Joong Won melihatnya sedang duduk dan pelan-pelan Joong Won berjalan sambil mengamatinya. Gong Shil/istri si pianis tersenyum melihatnya dan menyapanya sebagai tuan Joo Joong Won.

"Apa kau istri yang datang ke rumahku dan membuatku memecah kacang kenari?"

"Apa kau kesini untuk menyelamatkan Tae Yang?"

"Aku sudah datang, jadi sudah saatnya kau pergi."

Saat Joong Won berjalan mendekat, Gong Shil/istri pianis mengatakan padanya kalau dia pergi maka dia takkan bisa memberitahu Joong Won sebuah rahasia.

"Apa kau tidak penasaran? Apa yang wanita ini pikirkan tentangmu?"


Flashback saat mereka bertiga di dapur Joong Won. Gong Shil diam-diam tersenyum melihat Joong Won yang sedang memecah kacang kenari. Dia berpaling malu-malu pada hantu istri si pianis.

"Apa kau bertanya padaku, apakah aku menyukai orang itu? Kelihatan jelas yah? Tapi dia sudah punya seseorang yang sangat dia suka"


Gong Shil diam-diam melihat Joong Won lagi yang sedang sangat berkonsentrasi pada kacang-kacangnya lalu dia berpaling kembali ke hantu istri si pianis dan memitanya untuk merahasiakan perasaannya itu.


Sekarang hantu istri si pianis yang sedang merasuki tubuh Gong Shil mengatakan pada Joong Won kalau dia bisa saja mengatakan rahasia yang di ketahuinya itu. Tapi Joong Won tak mau tahu rahasia itu.

"Kenapa? Karena kau takut kalau kau tidak akan bisa lagi membuat perhitungan saat kau tahu tentang rahasia itu?"

Gong Shil/istrinya si pianis berdiri "Kau sudah tidak bisa lagi membuat perhitungan, lalu kenapa kau masih tetap menjaganya disisimu? Aku juga penasaran dengan rahasiamu, jadi aku tidak mau meninggalkan tubuhnya."


"Perhatian baik-baik dan pergi" Joong Won memperingatkannya lalu berjalan mendekatinya dan menangkup wajah Gong Shil dalam genggaman tangannya dan menciumnya. Saat Gong Shil menutup mata hantu dalam tubuhnya pun terusir keluar. Setelah ciuman itu berakhir Joong Won menyandarkan kepala Gong Shil yang tak sadarkan diri di bahunya.


Tangannya mengambang di belakang punggung Gong Shil, bimbang untuk memeluknya atau tidak namun akhirnya dia melingkarkan kedua tanganya di tubuh Gong Shil dan memeluknya. 


Dia menjaga Gong Shil yang tertidur supaya tetap aman dengan memegang tangannya. Saat dia mempererat genggaman tangannya, Gong Shil terbangun dan Joong Won cepat-cepat melepaskan genggaman tangannya dan pergi. Saat Gong Shil membuka mata, samar-samar dia melihat punggung Joong Won yang berjalan pergi.


Saat Gong Shil sudah benar-benar sadar, Kang Woo datang.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Kang Woo

Gong Shil tidak tahu apa yang barusan terjadi padanya dan memberitahu kang Woo kalau dia tertidur.

"Bukankah presdir Joo barusan datang?"

"Presdir datang? Dia kan sedang dalam perjalanan bisnis." Gong Shil tiba-tiba sadar kalau dia memakai sebuah gaun yang tidak ia ingat pernah memakainya

"Apa kau tidak ingat kalau kau tadi bersama Ru Yi Jang?"

"Pasti ada sesuatu yang salah. Apa yang telah kulakukan?" 

Karena Gong Shil terlihat tidak baik-baik saja maka Kang Woo mengantarkannya pulang.


Joong Won kembali ke bandara dan sekretaris Kim duduk disampingnya.

"Apa Tae Yang baik-baik saja?" tanya sekretaris Kim

"Aku yang tidak baik. Kau berasaha keras supaya wanita itu tetap disisiku kan?"

"Rupanya kau tahu yah?"

"Kenapa kau melakukannya?"

"Karena rasanya bagus sekali melihatmu berubah"

"Selama wanita itu berada disisiku, aku akan terus berubah kan? Aku...tidak mau berubah" 


Seminggu kemudian.

Gong Shil melewati tong sampah sambil tersenyum senang karena hari ini Joong Won akan kembali dari Cina. 

"Seminggu penuh dia tidak menjawab teleponnya"

Saat itu tiba-tiba tong sampahnya berbunyi keras dan bergerak sampai mengagetkan Gong Shil. Gong Shil bertanya pada hantu tong sampah kenapa dia tiba-tiba ingin bicara dengannya.

Si hantu memberitahu Gong Shil kalau di bangku ada sesuatu dan Gong Shil akhirnya melihat kalung mataharinya tersampir di sandaran bangku. Dia mengambilnya dan si hantu memberitahunya kalau kalung itu dari presdir.

Gong Shil sangat senang karena kalung itu untuknya dan bentuknya matahari. Tiba-tiba Han Joo berlari menghampirinya.


"Apa kau sudah dengar?" tanya Han Joo

"Apa?"

Han Joo yakin kalau Gong Shil pasti belum tahu, karena kejadiannya memang begitu cepat. Han Joo memberitahunya kalau Joong Won baru saja tiba dari Cina dan sebelum Han Joo melanjutkan ceritanya Gong Shil langsung berlari pergi karena terlampau bahagia ingin menyambutnya.

"Dia akan sangat shock kalau dia cuma pergi seperti itu. Masalah besar" kata Han Joo setelah Gong Shil berlari pergi


Sesampainya di bawah, dia bertemu sekretaris Kim dan menanyakan padanya apakah Joong Won sudah datang. Sekretaris Kim mengiyakannya dengan tawa canggung (ada yang gak beres nih!).

Sekretaris Kim ingin mengatakan sesuatu saat Bibi Joo dan paman Do datang dan bertanya pada sekretaris Kim apakah dia sudah memberitahu Gong Shil. sekretaris Kim mengatakan kalau dia belum memberitahunya. Maka bibi Joo lah yang memberitahu Gong Shil.

"Tolong beri selamat pada Joong Won saat kau bertemu dengannya nanti. Joong Won...ah bukan...presdir Joo...akan segera menikah"


Gong Shil sangat shock sampai tak bisa mengatakan apapun. Bibi Joo melihat Joong Won dan tunangannya sudah datang. Joong dan wanita tunangannya (Seo Hye Rim) berjalan mendekati mereka dan Joong Won berjalan melewati Gong Shil seolah dia tidak melihatnya.


Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon