Powered by Blogger.


Tubuh Joong Won terbaring di kamar operasi dan monitor pendeteksi detak jantung menunjukkan garis lurus, sementara rohnya pergi menemui Gong Shil untuk mengucapkan "Aku mencintaimu" sebelum rohnya menghilang ke dalam cahaya. Gong Shil terduduk di lantai dan menangis.


Dokter berusaha menyelamatkan nyawanya dengan defibrilator (alat kejut). monitor menunjukkan satu detak jantung...dua kali...tiga kali. 

Sementara itu Gong Shil termenung menunggu di luar kamar operasi, bibi Joo dan paman Do datang dan saat melihat Gong Shil bibi Joo langsung melabraknya.



"Kudengar semua ini terjadi karenamu. Aku tahu kalau kau itu memang pembawa sial. Aku sudah bilang tinggalkan dia sendiri" teriak bibi Joo sementara Gong Shil cuma bisa terdiam sedih. Paman Do berusaha menenangkan istrinya


Dokter datang dan memanggil bibi Joo dan memberitahu mereka kalau keadaan Joong Won memang sempat drop tapi sekarang sudah cukup stabil tapi operasinya masih berlangsung. Bibi Joo begitu lega mendengarnya sampai hampir pingsan.

"Dia tidak mati, presdir masih hidup?" tanya Gong Shil

"Beruntung jantungnya tidak sampai tertusuk. Operasinya pasti akan berhasil"


Tapi kata-kata dokter itu tetap tidak berhasil menenangkan Gong Shil yang baru saja melihat roh Joong Won mendatanginya dan mengira kalau dia mati. 

Gong Shil berusaha memberitahu bibi Joo kalau Joong Won mengira dia mati dan kata-kata itu sangat membuat bibi Joo marah sampai dia menampar Gong Shil karena Gong Shil berani mengatai Joong Won sudah mati.

"Kau...jangan pernah menunjukkan mukamu lagi di hadapan Joong Won" ancam bibi Joo


Gong Shil menangis dan menunggu operasi Joong Won selesai. Beberap saat kemudian sekretaris Kim datang dan memberitahunya bahwa operasinya sudah selesai tapi Joong Won masih belum bangun. Sekretaris Kim memberitahu Gong Shil bahwa saat ini bibi Joo sedang tidak ada, lalu menyuruh Gong Shil untuk menjenguknya sebentar sebelum bibi Joo kembali.


Saat Gong Shil masuk ke kamar Joong Won, dia menangis melihat Joong Won terbaring dengan selang dan monitor untuk membantunya tetap hidup. 


Dia teringat saat Joong Won mengatakan bahwa masuk terlalu dalam ke dunia Gong Shil itu berbahaya. Lalu saat Joong Won mengatakan bahwa ia sudah masuk terlalu dalam ke dunia Gong Shil. Lalu saat Joong Won mengatakan bahwa ia sudah sangat terpikat oleh Gong Shil. Semua kenangan itu membuat Gong Shil menangis lagi.

"Maafkan aku" kata Gong Shil disela-sela isak tangisnya.


Sekreataris Kim menunggu didepan kamar Gong Shil saat Kang Woo datang. Kang Woo menanyakan keadaan Joong Won, sekreatris Kim menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Kang Woo bertanya apakah Gong Shil masih disini, sekretaris Kim menganggukkan kepalanya.


Gong Shil ingin menggenggam tangan Joong Won namun dia mengurungkan niatnya itu dan menggenggam kalung mataharinya erat-erat. Kang Woo masuk dan sedih melihat Gong Shil sedang memandangi Joong Won. Gong Shil melihat Kang Woo masuk, lalu mengatakan pada Kang Woo bahwa tadi ia melihat roh Joong Won.


"Dia datang untuk mengucapkan selamat tinggal karena dia mengira dia sudah mati. Bagaimana kalau dia tidak kembali? Aku memang bisa melihat hantu tapi aku tidak bisa memanggil mereka"

Gong Shil tiba-tiba teringat dengan madam Go dan memutuskan untuk menemuinya.


Madam Go mengatakan bahwa roh Joong Won mengira bahwa dia sudah mati adalah karena rohnya melihat matahari dalam perjalanannya menuju kematian. Rohnya mungkin tak mengerti bahwa ia masih hidup dan harus kembali ke tubuhnya.

"Karena dia melihatku, dia tidak bisa kembali?"

"Mungkin dia sedang bersiap untuk menghilang selamanya"


Sementara itu roh Joong Won sedang duduk di suatu ruang kosong sambil membaca buku And Then There Were None (judul asli novel Sepuluh Anak Negro). Saat itu tiba-tiba didepannya muncul hantu Hee Joo. Hantu Hee Joo bertanya apakah sekarang Joong Won bisa membaca.

"Karena aku sudah mati" jawab Joong Won

"Sekarang kau bisa melihatku. Sekarang kita bisa bersama"


Gong Shil bertanya pada madam Go, apakah madam Go bisa memanggil roh Joong Won karena dia harus memberitahu Joong Won bahwa dia masih hidup, dan harus kembali ke tubuhnya. Madam Go mengatakan bahwa ia memang tidak bisa melihat hantu seperti Gong Shil tetapi ia bisa mengendalikan hantu. (iiiiiiiiih!...that's creepier, mam)


"Aku harus segera memanggilnya. Kalau terlambat, dia mungkin tidak akan kembali"

"Kalau aku membantumu, apa yang akan kau lakukan untukku? Aku membutuhkan kemampuanmu. Apa kau mau memberikan dirimu sebagai pengorbanan?"

"Apa yang akan terjadi kalau aku menjadi pengorbanan?"

"Kau tidak akan bisa hidup sesuai keinginanmu lagi. Kenapa? Apa kau mau melakukan perhitungan terlebih dahulu? Waktunya sudah semakin mendesak"


"Akan kulakukan apapun yang kau inginkan. Tolong bawa dia kembali"

"Kalau begitu kita sepakat. Baiklah sekarang aku akan memanggil kekasihmu itu"

Tetapi untuk bisa memanggil Joong Won, madam Go membutuhkan sesuatu. Sesuatu yang dikenal baik oleh Joong Won. Gong Shil menyentuh kalung matahari pemberian Joong Won. Madam Go bertanya apakah kalung itu adalah tanda bahwa Gong Shil adalah mataharinya Joong Won. Gong Shil mengangguk mengiyakannya.


Maka madam Go meminta kalung itu sebagai alat untuk memanggil Joong Won kembali. Gong Shil cepat-cepat melepaskan kalung itu dan memberikannya pada madam Go. Madam Go mengatakan pada Gong Shil bahwa memanggil Joong Won ada resikonya karena rohnya tadi sudah melihat Gong Shil yang bersinar secerah matahari maka setiap kenangan akan Gong Shil yang bersinar cerah akan terhapus.

Yang berarti Joong Won tidak akan bisa mengingat Gong Shil sama sekali. Gong Shil teringat roh Joong Won yang mengatakan pada Gong Shil bahwa ia mencintai Gong Shil. Madam Go mengatakan bahwa semua pilihan bergantung padanya. 


Walaupun sedih, namun jika Joong Won kembali hidup maka dia tidak akan peduli kalau memang Joong Won nantinya akan melupakannya. Matahari yang gila ini akan menghilang dari kehidupan Joong Won.

Maka mulailah madam Go memanggil roh Joong Won, dia menjatuhkan kalung matahari di sebuah wadah besar dan mulai melakukan ritual pemanggilan arwah. Madam Go membakar sebuah kertas merah dan menjatuhkannya di atas kalung matahari yang langsung bersinar-sinar.


Sementara itu roh Joong Won sudah selesai membaca novelnya, lalu bangkit berdiri berhadapan dengan hantu Hee Joo. Sebuah pintu tiba-tiba membuka di belakangnya, sebuah pintu menuju cahaya. Hee Joo mendahului Joong Won menuju pintu itu dan Joong Won mengikutinya dari belakang.

Namun tiba-tiba angin berhembus kencang menerpanya dan hantu Hee Joo tiba-tiba menghilang. Joong Won menutupi wajahnya dengan tangan untuk melindungi wajahnya dari angin dan saat itu kalung matahari tiba-tiba muncul di tangannya. 


Terdengar suara madam Go "Kau belum mati, kau harus kembali. Cahaya itulah yang akan menghilang"

Kalung matahari di tangannya mulai menghilang dan pintu menuju cahaya tertutup. Roh Joong Won berada dalam kegelapan total dan tubuh Joong Won di rumah sakit mulai menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan.


Gong Shil berlari kembali ke rumah sakit sambil mengingat peringatan madam Go tentang perjanjian yang telah mereka sepakati.


Hanna datang mengunjungi Joong Won lalu menyentuhnya, dia mengatakan pada Joong Won yang masih belum tersadar untuk bangun, dia sudah menunggu selama 15 tahun sampai kasus penculikan itu ditutup untuk menemui Joong Won.

"Bangunlah" kata Hanna


Sementara itu, Gong Shil sambil memegang kalung mataharinya masih berlari menuju kamar pasien tempat Joong Won dirawat, memohon agar Joong Won segera sadar. 

Joong Won tiba-tiba sadar dan membuka matanya dan orang pertama yang dilihatnya adalah Hanna. Hanna tersenyum padanya dan memberitahu Joong Won bahwa bibinya sedang menunggu diluar. Hanna lalu memberitahu semua orang bahwa Joong Won sudah sadar.


Gong Shil tiba bersamaan dengan bibi Joo, bibi Joo memberitahunya bahwa Joong Won sudah sadar dan memohon dengan sangat pada Gong Shil untuk tidak menemui Joong Won lagi. Gong Shil menunduk diam. Bibi Joo lalu masuk ke kamar Joong Won.


Sekretaris Kim tidak ikut masuk dan Gong Shil mengatakan padanya bahwa ia sangat lega karena Joong Won sudah sadar. Sekretaris Kim menyuruh Gong Shil untuk menunggu, kalau Joong Won sudah benar-benar sadar, Gong Shil akan bisa menemuinya. 

Tapi Gong Shil menggelangkan kepalanya, dia mengatakan bahwa dia harus berhenti sampai disini, dia tidak boleh meneruskannya lagi.


"Yang ingin ditemui presdir pertama kali adalah Tae Yang" kata sekretaris Kim

Gong Shil menggelengkan kepalanya dengan sedih "Kemungkinan tidak. Aku tidak akan muncul lagi dalam hidupnya"


Dokter memeriksa keadaan Joong Won. Bibi Joo sangat lega Joong Won selamat. Joong Won sama sekali tak ingat apa yang terjadi padanya. Bibi Joo memarahinya karena dia sudah pernah mengatakan pada Joong Won untuk mengusirnya (Gong Shil).

"Kau hampir mati gara-gara mengikutinya"

"Aku mengikuti siapa? Siapa yang kau bicarakan?"


Bibi Joo kebingungan sendiri. Saat sekretaris Kim masuk, Joong Won bertanya padanya kenapa dia bisa terluka seperti itu.

"Apa aku benar-benar tersambar petir?" tanya Joong Won

Bibi Joo dan sekretaris Kim kebingungan dengan pertanyaan Joong Won.


Gong Shil memberitahu Kang Woo bahwa Joong Won tidak akan mengingat apapun tentang Gong Shil. kang Woo tidak mengerti apa maksud Gong Shil. Maka Gong Shil menjelaskan pada Kang Woo bahwa itulah yang dikatakan madam Go.

Yang dikatakan oleh madam Go adalah Joong Won tidak akan ingat bahwa ia pernah terluka karena Gong Shil, tidak akan ingat saat rohnya datang pada Gong Shil. Semua kenangan tentang Gong Shil akan terhapus dari ingatan Joong Won. 


Joong Won ternyata hanya ingat bahwa ia pernah pergi bersama sekretaris Kim untuk mendatangi rumah ahjussi yang menghalangi pembangunan lapangan golfnya. 

Dia ingat ahjussi itu mengutuknya tersambar petir dan Joong Won malah menantang petir dilangit untuk menyambarnya. Namun ia tidak ingat apakah ia benar-benar tersambar petir. Dan ingatan Joong Won hanya sampai pada saat itu. Sekretaris Kim memberitahunya bahwa kejadian itu sudah sangat lama.


"Joong Won, apa kau benar-benar tidak mengingat setelah kejadian itu?" tanya bibi Joo

Joong Won mengatakan bahwa karena ia merasakan sangat yang amat sangat teringat kalau ada sebuah obeng yang sangat besar telah menusuk punggungnya. Yang tidak ia mengerti adalah kenapa dia bisa tertusuk benda itu sampai jadi seperti ini.


Saat paman Do mau menjelaskan perihal kecelakaannya karena Tae Gong Shil. Bibi Joo cepat-cepat mencegahnya sebelum paman Do sempat menyelesaikan nama Gong Shil. Karena Joong Won tak bisa mengingat Gong Shil, bibi Joo cepat-cepat menggunakan kesempatan itu supaya Joong Won tidak mengingat Gong Shil kembali.

"Pertama-tama, tenangkan dirimu. Biarkan tubuhmu beristirahat dan kita bicarakan masalah ini nanti saja" kata bibi Joo


Joong Won melihat Hanna dan bertanya siapa dia, semua orang berpaling untuk memandang Hanna dan bibi Joo mengatakan bahwa ia akan menperkenalkannya pada Joong Won nanti saja dan menyuruhnya untuk beristirahat terlebih dahulu. Bibi Joo lalu mengajal mereka semua pergi. 


Saat sekretaris Kim berjalan pergi, ia merasa suatu perasaan aneh saat melihat Hanna, melihat sekretaris Kim memandanginya, Hanna langsung menundukkan pandangannya. Hanna tersenyum pada Joong Won sebelum ia pergi. 


Dokter mengatakan pada Joong Won bahwa ia harus segera melakukan pemeriksaan, kemungkinan dia hanya kehilangan ingatan sesaat.

Walaupun tak ingat apapun tentang Gong Shil maupun saat ia menjadi roh, tapi Joong Won merasakan suatu perasaan aneh akan sesuatu yang pernah ia pegang, berkilat-kilat lalu menghilang.


Gong Shil pulang ke kamar atapnya dan menangis mengingat saat dia pernah mengatakan pada Joong Won bahwa kalau suatu saat Joong Won sudah tidak menginginkannya dan menyuruhnya untuk benar-benar pergi, maka ia akan langsung pergi. Dia menyadari bahwa mungkin sekaranglah saatnya dia harus pergi.


Bibi Joo rapat dengan paman Do dan sekretaris Kim, dia bersyukur bahwa Joong Won hilang ingatan dan memperingatkan mereka bertiga untuk tidak pernah menyebut nama Gong Shil didepan Joong Won. 

Paman Do dan sekretaris Kim sebenarnya ingin membantu Joong Won, namun mereka tak berdaya melawan bibi Joo, maka keduanya mengiyakan permintaan bibi Joo.


Han Joo dan Gong Ri sedang membicarakan tentang rumor yang mereka dengar bahwa Joong won hampir mati saat bersama dengan Gong Shil. Gong Ri mengatakan bahwa mereka pergi untuk mencari seorang anak yang hilang dan bertemu dengan penjahatnya dan Joong Won terluka demi menyelamatkan Gong Shil.

Han Joo bingung bagaimana Gong Shil bisa tahu bahwa anak yang mati itu ada di bengkel. Gong Ri memberitahunya bahwa ia tidak perlu tahu masalah itu. 


Han Joo mengatakan bahwa bibi Joo telah meminta semua orang untuk tidak mengatakan apapun tentang Gong Shil secara lantang. Gong Ri sangat menyetujui hal itu, malah mengatakan pada Han Joo untuk tidak membicarakan tentang Gong Shil secara diam-diam juga.


Walaupun belum sembuh benar, Joong Won sudah memaksa untuk pulang. Bibi Joo masih sangat mengkhawatirkannya dan Joong Won mengatakan padanya bahwa ia jauh lebih nyaman berada di rumah. Bibi Joo khawatir kalau harus meninggalkan Joong Won sendirian di rumahnya dan memintanya untuk tinggal bersama di rumah mereka saja.

"Akan kusiapkan makanan yang kau suka" kata bibi Joo

"Tolong bawakan aku makanan. Aku lapar"


Mendengar Joong Won kelaparan, bibi Joo cepat-cepat pergi untuk mengambilkannya makanan. Saat paman Do ingin pergi mengikutinya, Joong Won diam-diam mengisyaratkan paman Do untuk tetap tinggal bersamanya. Paman Do melihat istrinya sudah pergi, maka dia merasa aman untuk duduk bersama Joong Won dan bertanya pada Joong Won, apakah dia ingin mengatakan sesuatu.

Walaupun Joong Won hilang ingatan tapi ia tidak bodoh dan bisa melihat dengan jelas bahwa bibinya menyembunyikan sesuatu darinya, dia meminta paman Do untuk menjelaskan kebenarannya padanya. Tapi paman Do yang telah diberi peringatan oleh istrinya untuk tidak mengatakan apapun, hanya mengatakan bahwa ia tidak bisa bicara banyak.

Paman Do hanya memberinya informasi seputar Kingdom, bisnis mereka berjalan lancar juga rencana pembukaan cabang di Shanghai. Dan tentang kecelakaannya di bengkel mobil, paman Do mengatakan bahwa Joong Won pergi kesana bersama seorang karyawannya dan kebetulan bertemu dengan penjahatnya.


Namun bukan itu yang ingin didengar Joong Won, ia merasakan sebuah perasaan aneh bahwa ada sebuah hal sangat penting telah menghilang dan dia yakin paman Do mengetahuinya. Paman Do ingin mengatakan sesuatu, tapi dia berusaha menahan dirinya.

Melihat dari gerak-gerik paman Do, Joong Won bisa tahu bahwa ia sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Dia meminta paman Do untuk mengatakan kebenarannya selama bibinya pergi. Sambil menunguu paman Do memberinya jawaban, Joong Won mengangkat kakinya ke meja dan melihat tumpukan buku serigala dan kambing di mejanya.


Joong Won bingung kenapa dia bisa memiliki buku anak-anak di rumahnya. Paman do juga bingung terutama karena Joong Won tidak bisa membaca. Mendengar paman Do menghinanya bahkan menertawakannya, Joong Won langsung mempelototinya.


Joong Won membuka buku serigala dan kambingnya dan sangat terkejut karena tiba-tiba dia bisa membaca huruf-huruf didalamnya dengan sangat jelas. Sementara Joong Won kebingungan dengan kemampuan bacanya yang sudah pulih, paman Do mengatakan bahwa ia benar-benar tak punya sesuatu untuk dikatakan pada Joong Won.

"Kenapa aku seperti ini?" tanya Joong Won kebingungan sambil membuka bukunya dan membaca cerita didalamnya.


"Ah, mana kutahu. Aku benar-benar tidak punya apapun untuk dikatakan" kata paman Do

"Kenapa aku bisa membaca apa yang tertulis disini?"

Paman Do keheranan mendengar perkataan Joong Won. Paman Do bertanya apakah dia sekarang benar-benar sudah bisa membaca. Joong Won sangat kebingungan sampai mengira kalau dia pasti sudah benar-benar tersambar petir.

"Apa yang sebenarnya terjadi?"


Gong Shil memakai kalung mataharinya dan merasa lega karena sekarang dia bisa memakainya sesuka hati, lagipula Joong Won tidak akan mengenalinya. Gong Shil menyemangato dirinya sendiri bahwa dia hanya membutuhkan kalung itu, dengan kalung itu dia akan baik-baik saja.

"Tae Gong Shil, kau punya perlindungan di lehermu" kata Gong Shil menyemangati dirinya sendiri.


Dia datang ke Kingdom dan melihat Joong Won sedang berjalan ke arahnya. Dia melihat Joong Won tersenyum bahagia, Gong Shil cepat-cepat memegangi kalung matahari untuk menyembunyikannya dari Joong Won. Joong Won berjalan menuju arahnya dan melewatinya begitu saja, tidak mengenali Gong Shil sama sekali.


Gong Shil hanya diam dan menunduk sedih saat Joong Won berjalan melewatinya. Melihat Joong Won lewat begitu saja, hantu tong sampah memukul dan memutar tutup tong sampahnya sampai membuat Joong Won terkejut. Saat itulah Joong Won melihat Gong Shil berdiri membelakanginya.


Joong Won merasa aneh melihat Gong Shil, Gong Shil sadar untuk cepat-cepat pergi dan saat Joong Won ingin mengikutinya, bibi Joo melihatnya dan cepat-cepat memanggil Joong Won. Bibi Joo heran kenapa Joong Won sudah pergi kerja padahal seharusnya dia masih harus beristirahat.

"Bibi bilang kalau obeng besar menusuk punggungku kan? Kurasa obeng itu membawa keajaiban untukku. Aku sekarang bisa membaca semua huruf dengan sangat jelas dan lancar"


Joong Won membuktikan pada bibi Joo kalau dia sudah bisa membaca dengan membaca sebuah poster yang tertempel di dinding. Dia sudah berjalan ratusan kali dan benar-benar membaca semuanya dengan lancar. 

Tapi kata-kata di poster tentang mewujudkan impian terdengar sangat murahan, Joong Won bertanya-tanya ide siapa itu, jangan-jangan suaminya bibi Joo yang membuatnya.


Gong Shil datang untuk mengepaki semua barang-barangnya, dia memberitahu boneka Gong Shil bahwa hantu tong sampah memberitahunya bahwa sekarang Joong Won sudah bisa membaca. Dia lalu memasukkan boneka Gong Shil untuk dia bawa pulang.


Di kantornya, Joong Won memberitahu sekretaris Kim bahwa sekarang ia sudah bisa menangani semua dokumen kerjanya seorang diri. Jadi sekarang pekerjaan sekretaris Kim sekarang bisa agak berkurang. 

Sekretaris Kim sudah bisa menduga bahwa Joong Won pasti bisa berubah. Dia sudah berusaha keras untuk bisa membaca. Joong Won keheranan mendengar bahwa dia pernah berusaha untuk membaca.


Jin Ju datang membawakannya sekeranjang besar bunga, Joong Won heran melihat karangan bunga itu dikirim oleh presdir Giant yang memberinya ucapan selamat atas kesembuhannya. 

"Aku dan presdir Giant Mall punya suatu hubungan 'memberi dan menerima'?"

"Kalian berdua akhir-akhir ini juga bermain golf bersama"

"Golf? sangat tidak masuk akal"


Sekretaris Kim lalu memberitahunya bahwa polisi meneleponnya dan mereka ingin memberi Joong Won sebuah penghargaan atas keberaniannya. Joong Won bingung kenapa polisi ingin memberinya penghargaan. Joong Won bertanya apakah para polisi ingin memberinya penghargaan karena setelah ia tertusuk obeng besar, mayat anak yang hilang itu ditemukan.

Sekretaris Kim mengatakan bukan cuma karena masalah itu, tapi juga atas apa yang pernah ia lakukan pada tentara bersenjata yang melarikan diri, dia yang telah membuat tentara itu sadar. Karena itulah mereka ingin berterima kasih padanya.


Joong Won tentu saja tidak ingat tentang tentara yang pernah ia selamatkan itu dan sangat yakin kalau yang melakukannya pasti bukan Joo Joong One (Won), mungkin Joo Joong Two atau Joo Joong Three yang melakukannya. Joong Won merasa semua hal itu sangat tidak lucu sampai membuatnya tertawa. Sekretaris Kim hanya memandanginya dan tidak ikut tertawa bersamanya.

"Sama sekali tidak lucu kan?"

"Kau yang melakukannya, Joo Joong Won"


Sekretaris Kim lalu mengingatkannya untuk segera membayar dana bantuan untuk pusat perlindungan anak yang sudah ia dirikan sendiri. Joong Won terkejut lagi mendengarnya. Semua hal yang tak diingatnya itu membuat Joong Won jadi pusing. 

"Aku membangun pusat perlindungan anak?"

Dia heran karena dia membangun pusat perlindungan anak dan bukannya lapangan parkir Kingdom atau sebuah paviliun. Sekretaris Kim mengatakan bahwa ia sendiri yang ingin mendanai pusat perlindungan anak itu. 


"Bibi pasti sudah memberiku obat yang aneh-aneh. Aku harus tanya obat apa yang sudah ia berikan padaku. Semua ini salah, kurasa otakku harus diperiksa lagi"


Saat Joong Won mau pergi, dia tiba-tiba menyadari sesuatu. Yaitu sekretaris Kim terlihat tidak keheranan melihat Joong Won melakukan hal-hal yang selama ini tidak pernah dilakukannya. Sekretaris Kim hanya menjawabnya dengan gerakan bahu.

"Apakah selama waktu yang tidak kuingat itu. Matahari terbit dari arah berlawanan?" 

"Entahlah. Mungkin ada sebuah matahari (Tae Yang) spesial yang terbit hanya untukmu" kata sekretaris Kim mencoba memberinya petunjuk.


Kang Woo datang ke ruang kantor Gong Shil dan bertanya padanya apakah Joong Won benar-benar tak ingat pada Gong Shil. 

"Iya, dia tidak ingat. Lucu kan? Kukira ahjumma aneh itu hanya seorang dukun palsu. Tapi ternyata dia benar-benar dukun yang hebat"


"Bukankah kau seharusnya bicara dengannya. Presdir sudah benar-benar sembuh dan baik-baik saja"

Kang Woo mengatakan bahwa Joong Won terluka itu sama sekali bukan salah Gong Shil. Gong Shil sangat tahu kalau itu memang cuma kecelakaan, namun hal itu membuatnya sadar.


"Joong Won selalu mengatakan bahwa orang yang melihat hantu itu lebih menakutkan dari hantu. Saat aku ketakutan akan kenyataan dan hal-hal yang hanya bisa kulihat, aku bertemu dengannya. Aku terlalu bahagia tinggal disisinya karena menemukan suatu tempat dimana aku bisa berlindung. Tapi kurasa aku telah menyeretnya terlalu dalam kedalam duniaku, dunia yang tak bisa dilihatnya. Aku yang bisa melihat dunia itu telah bertindak ceroboh dan membuatnya, yang tak bisa melihat duniaku, berada dalam bahaya besar"


Karena itulah sekarang Gong Shil sadar bahwa ia sekarang harus sadar dan terus melanjutkan hidupnya. Dia merasa bahwa untuk membuat seseorang sadar, maka orang itu harus kehilangan sesuatu yang spesial baginya. 

Tapi bukan begitu maksud Kang Woo, dia sangat tahu bahwa Gong Shil sangat menyukai Joong Won. Karena itulah dia sangat mengkhawatirkan perasaan Gong Shil. Gong Shil mengatakan bahwa ia sudah menyegel perasaannya pada Joong Won didalam kalung mataharinya, dia menyembunyikannya dengan baik didalam kalung itu karena itulah dia akan baik-baik saja.


Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon