Powered by Blogger.


Joong Won baru melepaskan pegangannya setelah mereka sudah keluar dari ruangan itu.

"Kau bisa melihat hantu?"

"Iya, kau takut kan? Candy setidaknya lebih lucu"

Gong Shil memberitahu Joong Won kalau karena kemampuannya melihat hantu itulah, Joong Won akhirnya mempekerjakannya sebagai Pusat Pengaduan Pelanggan Spesial, dan pelanggan spesial itu adalah hantu.


"Kau bilang aku mempekerjakanmu supaya kau bisa melihat hantu?"

Gong Shil memberitahu Joong Won kalau dia adalah radar 10 milyar won yang ia gunakan untuk menemukan kalungnya yang hilang. Tapi karena dia mampu menyelesaikan beberapa kasus hantu, Joong Won lalu memberinya bayaran per kasus. Itulah alasan Joong Won mentransfer banyak uang ke rekeningnya.



"Semua hal yang tidak kumengerti tapi kulakukan selama aku tidak memiliki ingatan. Semua itu karena hantu?"

"Akan jauh lebih baik kalau kau tidak mengingatnya. Kau takut kan?"

Joong Won mengatakan kalau dia tidak takut pada hantu yang tidak bisa ia lihat, dia jauh lebih takut pada manusia yang masih hidup dan bisa ia lihat. 


Gong Shil setuju manusia memang jauh lebih menakutkan, apalagi karena dialah (manusia hidup), Joong Won jadi terluka. Gong Shil mengatakan kalau dia sebagai manusia memang menakutkan, sangat sesuai dengan bakatnya yang juga menakutkan, jadi dia berencana untuk terus seperti itu. Tapi tiba-tiba Joong Won terluka karenanya dan karena dia merasa menyesal jadi dia memutuskan untuk berhenti bekerja.


"Jadi karena itu kau berhenti bekerja padaku lalu pergi ke madam Go dan bekerja padanya?"

"Tidak masalah bagimu kan? Akan jauh lebih baik kalau aku tidak lagi melihatmu. Jangan berpura-pura mengenalku"

Joong Won memegang tangan Gong Shil saat dia mau pergi, tapi Gong Shil langsung menrik tangannya dari pegangan Joong Won dan memperingatkannya untuk tidak menyentuhnya lagi dan menyatakan kalau dia tidak suka Joong Won menyentuhnya. 


Malam harinya, Joong Won kembali ke ruang kantor Gong Shil yang gelap. Dia termenung memikirkan radar 10 milyar won lalu melihat sekeliling ruang kecil itu, tapi tetap saja tidak ada ingatan yang muncul.


Gong Shil pulang dan duduk ditangga sambil memegang kalungnya. Dia teringat saat Joong Won menyapanya dengan sebutan radar 10 milyar won, lalu saat Joong Won memelukanya dan menghindarkannya dari hantu yang muncul dari tempat kecelakaan dan mengatakan pada Gong Shil untuk bersembunyi karena tempat perlindungannya sudah datang.

Juga saat Joong Won menyelamatkannya dari hantu di ruang rapat. Dan juga saat dia, Joong Won dan hantu ahjumma di hotel dan menonton pertunjukkan kembang api bersama-sama.

"Aku tak bisa terus menahannya untuk menjadi tempat perlindunganku" gumam Gong Shil

Kang Woo melihat Gong Shil termenung sedih di tangga.


Di rumahnya, Hanna melihat kalungnya Joong Won lalu melihat bayangannya sendiri di cermin.

"Kalau wanita itu tidak berbohong. Kau...benar-benar tetap disini sebagai hantu? Mungkinkah...kau berada disisiku?"

Saat itu hantu Hee Joo muncul di cermin, tapi Hanna tidak bisa melihat hantunya. 

"Kalau kau memang berada disisiku, aku akan meminta maaf. Aku minta maaf, unni" 
(Hah??? Hanna yang kembali ke Inggris bilang kalau yang mati itu adiknya, tapi sekarang dia malah bilang 'unni'. Berarti yang mati Hanna donk. Terus yang hidup itu pasti Hee Joo yang memakai nama Hanna.)

Hanna/kemungkinan Hee Joo tersenyum licik memandang bayangannya cermin (she's A freak!). 


Kang Woo memperlihatkan foto Hanna pada Joong Won yang ditemukan ayahnya Joong Won. Joong Won bertanya pada Kang Woo apakah selama ini dia berusaha untuk menemukan komplotan Hee Joo dalam kasus penculikannya. Kang Woo membenarkannya terutama setelah Joong Won tahu kalau Cha Hee Joo ternyata punya kembaran.


"Kau bilang aku menggunakan Tae Gong Shil dalam kasus Cha Hee Joo? Kalung yang hilang itu memang berharga 10 milyar won. Karena itukah dia radar 10 milyar won?"

"Begitulah. Apakah kau mengingat sesuatu? Bahkan walaupun cuma sedikit?"

"Aku tidak ingat. Tapi kurasa dia (Gong Shil) melakukan pekerjaan yang sesuai nilainya dengan baik. Melihat aku tidak lagi membenci Hee Joo dan bahkan bisa membaca"

"Karena semuanya sudah terhapus. Apakah sekarang Gong Shil sudah menjadi orang yang tak berguna bagimu? Aku juga berharap presdir menjadi orang yang tidak berguna lagi baginya"


Setelah Kang Woo pergi, entah kenapa Joong Won merasakan sebuah perasaan yang sangat pahit. Tiba-tiba ia merasa punggungnya sakit.

"Orang yang menusuk punggungku, dia akan mati kalau dia tertangkap nanti"


Pembunuh Woo Jin sekaligus penusuk punggung Joong Won datang ke Kingdom, dia memakai topi dan berusaha menyembunyikan wajahnya setiap kali ada satpam lewat.

"Wanita itu bilang dia adalah karyawan Kingdom" gumam pria itu.

Dia teringat saat Gong Shil mengatakan kalau kematian bukan akhir bahkan hantu Woo Jin selalu mengikutinya. Ingatan itu membuat kepalanya pusing dan seorang satpam menghampirinya namun dia tidak mencurigainya malah menunjukkan jalan yang benar menuju Mall, karena area itu khusus untuk karyawan saja.


Pria itu berjalan menuju ruang kantor Gong Shil dan Kang Woo melihatnya. Pria itu membuka ruang kantor Gong Shil dan masuk ke dalam ruang kantor kosong itu. Kang Woo curiga melihat pria itu masuk ke ruang kantor Gong Shil. Kang Woo memanggilnya dan melihat reaksi terkejut pria itu, Kang Woo langsung bersiap untuk duel.

Pria itu berusaha melawan Kang Woo dan melemparinya dengan kardus, berusaha memukulnya dengan tongkat bahkan berusaha untuk meninju Kang Woo, tapi Kang Woo jauh lebih kuat dan cekatan darinya. Kang Woo mampu secara spontan menghindari lemparan kardusnya, menghalangi semua jalan keluarnya, menendangnya lalu memelintirnya.


Kang Woo ingin memukulnya tapi langsung mengurungkan niatnya dan membawanya ke ruang satpam. Han Joo mengatakan kalau dia sudah melapor ke polisi, mereka akan segera datang. 

Pria itu memohon pada mereka untuk mempertemukannya dengan Gong Shil. Dia sangat ingin bertemu dengan Gong Shil karena setelah mendengarkan perkataan Gong Shil, dia merasa dia mau gila. 

"Apa kau datang kemari untuk melukai Tae Gong Shil?"


"Tolong biarkan aku menemuinya" pria itu hampir menangis memohon pada mereka "Dia (Gong Shil) mengatakan kalau anak yang mati itu melihatku. Karena perkataannya itu aku merasa tak bisa melakukan apapun"

"Kurasa, itu adalah sesuatu yang harus kau alami sepanjang hidupmu untuk membayar dosamu" kata Kang Woo


Joong Won datang bersama paman Do dan bertanya pada pria itu, apakah dia yang telah menusuk punggungnya dengan obeng. 

"Aku tidak bermaksud untuk menusukmu. Kau tertusuk untuk melindunginya, karena itulah kau yang tertusuk dan bukannya wanita itu"

Joong Won sangat tidak percaya kalau dia tertusuk untuk melindungi seseorang.

"Kau tiba-tiba muncul dan membuatku terkejut juga. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk menusukmu"


Mendengar perkataan pria itu, Joong Won jadi kebingungan tentang apa yang sebenarya terjadi. Dia bertanya pada paman Do, apakah benar dia tertusuk demi melindungi Tae Gong Shil. Paman Do bingung bagaimana harus menjawabnya maka Kang Woo-lah yang membenarkannya.


Kang Woo mengepalkan tangannya erat-erat dan akhirnya memberitahu Joong Won kebenarannya, kalau dia memang benar hampir mati demi menyelamatkan Gong Shil.


Joong Won kembali ke ruang kantor Gong Shil, merasa sangat frustasi karena tak bisa mengingat apapun. 

"Aku mau gila rasanya. Tempat ini seharusnya adalah ruangan hantu. Segila apa aku pada wanita itu. Seharusnya ada sesuatu disini. Apa kalian tahu?" dia bertanya frustasi pada ruang kosong yang ia kira ada hantunya.

Tiba-tiba Joong Won merasakan sebuah perasaan yang sangat pahit lagi.


Gong Shil menemui madam Go untuk protes padanya agar tidak sembarangan menjodohkan hantu, para hantu juga punya selera pasangan ideal masing-masing, jadi kalau Gong Shil malah membawa hantu yang tidak sesuai selera mereka, hantu-hantu itu akan mendatanginya di malam hari dan mengganggunya.


Dia lalu bertanya pada madam Go apakah ada kemungkinan baginya untuk mencari tahu kenapa dia bisa punya kemampuan untuk melihat hantu.

"Kau bilang kau terbaring koma selama 3 tahun kan? Kalau rohmu mengembara selama 3 tahun. Maka akan sangat mungkin bagimu untuk bisa melihat hantu"

"Mengembara? Kemana?"

"Aku juga tidak tahu"


Gong Ri memberi Han Joo info tentang bagaimana Gong Shil koma selama 3 tahun. Ternyata Gong Shil dulu pernah tersesat di gunung. Dia hilang selama 10 hari di gunung sebelum akhirnya ditemukan dan entah kenapa sejak saat itu dia tak sadarkan diri selama 3 tahun, padahal selama dia koma dokter menyatakan kalau tubuh Gong Shil sebenarnya baik-baik saja.


Seorang pria (diperankan oleh Chunderella, erhm maksudnya...Lee Chun Hee : P). datang ke cafe Gong Ri dan membeli 2 gelas kopi, yang satunya ia serahkan pada kursi kosong di depannya. 

"Minumlah" kata Chun Hee (gag tahu nama karakternya)

Dan hantu kopi yang selama ini selalu mengikuti Gong Shil langsung menghirup kopi itu dengan nikmat. (Wah...dia juga bisa lihat hantu). Dia bertanya pada hantu kopi apa akhir-akhir ini dia sedih karena Gong Shil tidak memberinya kopi. Hantu kopi mengiyakannya dengan senyum lebar.


"Kita tidak bisa membiarkannya berkeliaran seperti itu. Teruslah mengawasinya" kata Chun Hee pada hantu kopi yang menjawabnya dengan anggukan kepala.

"Apakah hubungannya dengan pria itu benar-benar sudah berakhir?" 

Hantu kopi menjawabnya dengan mengangkat bahunya sebagai tanda kalau dia sendiri tidak tahu. Chun Hee penasaran apakah sekarang sudah waktunya bertemu dengan Gong Shil. Apakah Gong Shil akan mengenalinya. Hantu kopi menjawabnya denan senyum lebar. 


Gong Shil pulang dan bertemu dengan Kang Woo. Kang Woo khawatir melihat Gong Shil terlihat kelelahan. Kang Woo bertanya apakah dia sedang mengalami kesusahan. 

"Untuk menjadi orang hebat itu memang susah" kata Gong Shil yang tak mau Kang Woo tahu tentang kegiatannya berburu hantu di kuburan.

Gong Shil sudah mendengar dari polisi kalau pembunuh Woo Jin sudah tertangkap waktu dia ke Kingdom. Tapi Kang Woo malah tak mau mengaku kalau dia yang sudah menangkap penjahat itu, bahkan pura-pura tak tahu siapa yang sudah menangkapnya. Gong Shil merasa sangat berterima kasih pada siapapun yang telah menangkap penjahat itu.


"Panggil namaku sekali saja kalau kau merasa sangat ketakutan. Siapa tahu, aku akan muncul secara tiba-tiba seperti hantu"

"Aku sangat berterima kasih atas niat baikmu. Selamat malam" kata Gong Shil


Kang Woo melihat Gong Shil naik ke atas dan mengingat sesuatu.

Flashback saat Kang Woo diam-diam mengikuti Gong Shil yang sedang berburu hantu di kuburan. Kang Woo melihat Gong Shil ketakutan dan terus mengikutinya sampai Gong Shil selesai dan pulang. 


Sekarang, Kang Woo melihat Gong Shil yang kelelahan sama seperti waktu dia mengikutinya dulu naik kembali ke kamarnya. 

"Kalau kau ketakutan, setidaknya sekali saja, panggillah namaku" gumam Kang Woo


Bibi Joo, paman Do dan Hanna sedang bertamu di rumah Joong Won, mereka bertiga duduk di meja makan di dapur, sementara Joong Won termenung sendirian di sofa ruang tamu. 

Hanna (kemungkinan dia Hee Joo) membawa hadiah sebuah wine. Bibi Joo sangat senang melihat wine itu apalagi itu jenis wine kesukaan Joong Won. Bibi Joo lalu mengingatkan Joong Won kalau dia ingin mengajak teman wanita ke sebuah acara perayaan ulang tahun Palace Hotel, tapi Joong Won sama sekali tak ingat. 

Bibi Joo lalu menyarankan Joong Won untuk mengajak Hanna saja, dan tentu saja Hanna tidak menolaknya. Paman Do menghampiri Joong Won dan membisikinya sebuah info kalau selama dia dirawat di rumah sakit, Gong Shil setiap hari datang menjenguknya dan menangis.


"Kau bilang jantungku berhenti berdetak selama aku dioperasi kan?"

Itulah yang paman Do dengar, pada dasarnya Joong Won sudah mati tapi kembali hidup lagi. Menurut paman Do kalau ingin hidup dengan baik, Hanna memang pilihan yang tepat tapi Joong Won mengorbankan hidupnya untuk orang lain, yaitu Tae Gong Shil yang bisa melihat hantu.

"Aku tidak ingat" kata Joong Won sambil beranjak pergi, namun kalung matahari yang dipakai Hanna menarik perhatiannya lagi.


Bibi Joo melihat Joong Won sedang memandangi Hanna dan memberitahunya kalau Hanna bersedia menemaninya pergi ke acara perayaan ulang tahun Placae Hotel. Joong Won menyetujuinya dan melihat kalung itu sekali lagi sebelum berlalu pergi. 


Setelah Joong Won pergi Hanna meminum winenya sementara hantu saudara kembarnya melihatnya dengan sedih dari luar rumah Joong Won.


Gong Shil mendapat sms dari sekretaris Kim kalau dia ingin menanyakan sesuatu pada Gong Shil dan memintanya datang ke kantor, tapi sesampainya ia di meja kerja sekretaris Kim, orangnya malah tidak ada. Gong Shil bingung apa yang harus ia lakukan, apakah dia harus menunggunya. 

Tiba-tiba saja pintu kantor Joong Won terbuka dengan sendirinya dan Gong Shil langsung masuk kedalam mengira sekretaris Kim ada di dalam kantor Joong Won. Setelah dia masuk pintu tiba-tiba ditutup oleh Joong Won.

"Apa ini?" tanya Gong Shil

"Apa kau pikir aku ini hantu?" tanya Joong Won


Gong Shil bertanya tentang sekretaris Kim dan Joong Won memberitahunya kalau dialah yang sebenarnya mengiriminya sms karena dia tidak menjawab teleponnya dan tidak ada di rumahnya saat dia datang, dan karena sekarang dia sudah bisa membaca dan mengetik sms jadi dia berpura-pura menjadi sekretaris Kim supaya bisa bertemu Gong Shil.

"Untuk apa kau memanggilku?"

"Ada beberapa hal yang telah satukan dan aku ingin kau memastikannya"


Joong Won lalu menyuruh Gong Shil untuk mengikutinya, lalu ia mempersilahkan Gong Shil duduk.

"Aku mulai memikirkannya selangkah demi selangkah. Aku terpikat oleh 'yook gam' (indera keenam/keseksian) seorang wanita miskin. Dan saat aku berusaha untuk menyelamatkanmu, aku tertusuk oleh obeng di punggungku dan hampir mati. Benar begitu?"


Gong Shil membenarkannya. Sekarang Joong Won sangat ingin tahu apa yang dia rasakan di saat terakhirnya itu dan menduga kalau Gong Shil pasti tahu. Tapi Gong Shil berbohong dengan mengatakan kalau dia tidak tahu.

"Selama aku dioperasi, kau ada di rumah sakit. Jantungku sempat berhenti saat aku dioperasi, yang artinya aku waktu mati. Saat seseorang meninggal, mereka menjadi hantu dan kau bisa melihat hantu. Kau melihatku kan?"

Gong Shil tidak menjawabnya.

"Aku hampir mati karenamu, jadi bukankah seharusnya aku datang menemuimu?"

Kali ini Gong Shil menjawab dan membenarkan kalau Joong Won memang waktu itu datang mencarinya. Joong Won langsung tersenyum dan ikut duduk disebelahnya.


"Orang akan menjadi sangat jujur di saat terakhir hidupnya karena saat itu orang merasa tidak ada beban dan penghitungan. Waktu itu aku pasti mengatakan apa saja yang ingin kukatakan. Apa yang waktu itu yang kukatakan padamu? Kau menghindariku karena kau merasa ketakutan setelah mendengarnya kan?"

Gong Shil membenarkannya, dia memang mendengar sesuatu yang sangat menakutkan. Joong Won bingung kenapa Gong Shil bisa sampai ketakutan, apa dia mengatakan pada Gong Shil kalau dendam pada Gong Shil karena setelah bertemu dengannya Joong Won malah mati, Gong Shil menggelengkan kepalanya.


Apa mungkin dia waktu itu mengganggu Gong Shil dan memaksa ikut kemanapun Gong Shil pergi karena dia merasa tak mau sendirian, Gong Shil menggelengkan kepalanya lagi.

"Kalau memang aku mengatakan hal sampai sejauh itu maka aku ingin ingatanku kembali. Karena aku sanggup menangani sampai sebatas itu. Tapi kurasa aku mengatakan hal yang jauh lebih buruk dari perkiraanku" 

Gong Shil teringat roh Joong Won yang mengatakan padanya "Aku mencintaimu."

Joong Won mendekatkan wajahnya pada Gong Shil dan bertanya-tanya seandainya rohnya mengatakan dia dendam pada Goong Shil atau ingin mengikuti Gong Shil bukankah seharusnya dia mengingat saat dia merasa teramat sangat bahagia setelah dia mengatakan itu, tapi kenapa dia tak mengingat apapun.


Gong Shil tidak mau memberitahunya apa yang rohnya katakan waktu itu, lagi pula Joong Won takkan mendapatkan ingatannya kembali karena ingatannya sudah diamankan dengan baik.

"Jadi jangan khawatir" kata Gong Shil

Joong Won bertanya apakah Gong Shil benar-benar yakin kalau dia akan baik-baik saja. Gong Shil mengiyakannya tapi tetap memalingkan wajahnya dari Joong Won.

"Baiklah. Kukira aku kehilangan ingatanku karena itulah aku ingin mencarinya, tapi aku takkan mencarinya lagi sekarang. Aku juga tidak akan berkeliaran mencarimu lagi ataupun meneleponmu"

"Itu juga yang kuinginkan"


Joong Won mengatakan kalau saat dia bertemu dengan Gong Shil nanti dia akan berpura-pura tidak mengenalnya dan tidak akan memegangnya juga. Gong Shil mengatakan kalau dia juga akan melakukan hal yang sama padanya, lalu dia pamit pergi. Joong Won mengibaskan tangannya dan mengusirnya. 

Saat melihat Gong Shil pergi, Joong Won bergumam pada Gong Shil untuk berbalik padanya kalau Gong Shil merasa tak bisa hidup tanpanya, kalau Gong Shil mau berbalik padanya maka Joong Won pasti akan berusaha mencari ingatannya yang hilang. Namun sayangnya Gong Shil sama sekali tak berbalik. 


Setelah Gong Shil menutup pintu tanpa sekalipn berbalik padanya, Joong Won sekali lagi merasakan suatu perasaan pahit. Sementara itu di luar Gong Shil mengatakan pada dirinya sendiri sekarang semuanya sudah berakhir.


Kang Woo pergi mencari info tentang Hanna Brown di sebuah galeri seni, tempat dimana Hanna Brown yang akan bertanggung jawab untuk acara pameran di musim gugur nanti. Kang Woo mengatakan pada pekerja galeri kalau dia membutuhkannya demi keamanan waktu pameran nanti. 

Pekerja itu mengatakan kalau dia memiliki brosur tentang Hanna Brown, lalu pergi mengambilnya. Kang Woo menemukan foto Hanna Brown lengkap dengan tulisan tangannya. Kang Woo ingat betul pernah melihat tulisan tangan yang persis seperti itu.


Kang Woo kembali ke Kingdom untuk mencocokkan tulisan tangan Hanna Brown dengan tulisan di kartu pos atas nama Wargrave. Tulisan tangannya sama, tapi foto orangnya teramat sangat berbeda.


Saat Kang Woo turun, dia bertemu dengan sekretaris Kim yang baru datang setelah mengambil cuti. Kang Woo memberitahunya kalau orang yang kemungkinan kembaran Hee Joo muncul. 

"Apa dia Hanna Brown?" tanya sekretaris Kim

Kang Woo terkejut karena sekretaris Kim bisa tahu. Sekretaris Kim lalu memberitahu Kang Woo kalau Cha Hee Joo dan Hanna Brown adalah keponakannya. Dan karena alasan itu juga selama ini dia selalu mendampingi Joong Won.


Joong Won pergi ke acara pesta bersama Hanna. Hanna memegangi kalung matahari palsunya sementara Joong Won terus merenung menatap keluar jendela mobil dan tak mempedulikan Hanna sama sekali. Hanna lalu memanggilnya dan bertanya apakah dia mau pergi bersamanya karena permintaan bibinya. Joong Won mengatakan kalau dia tidak mempermasalahkannya.

Dia melihat kalung matahari yang sedang dipakai Hanna sebelum kembali mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil lagi. Hanna tersenyum merasa senang Joong Won memperhatikannya.


Madam Go dan Gong Shil melihat acara pernikahan pria kliennya madam Go, Gong Shil mengatakan pada si hantu kalau pria itu sekarang sudah menikah jadi sudah saatnya dia pergi. Si hantu melihat pria mantan tunangannya itu sekarang mencium pengantinnya.

"Bagi pria itu kau cuma sebuah kenangan masa lalu. Kau tak bisa menjadi masa depannya seperti pengantin yang sekarang mendampinginya, karena kau sudah meninggal"

Setelah mendengar perkataan Gong Shil, si hantu menghilang. 


Gong Shil memberitahu madam Go kalau si hantu sudah pergi, dia bertanya pada madam Go apakah dia juga bisa pulang sekarang. Madam Go mengiyakannya namun saat mereka berbalik, Gong Shil melihat Joong Won berjalan bersama Hanna, karena ternyata tempat acara pesta yang akan dihadiri Joong Won juga berada di tempat yang sama.

Joong Won melihatnya, tapi Gong Shil langsung menundukkan wajahnya. Gong Shil melihat Hanna dan madam Go mengatakan kalau Joong Won ternyata sudah punya masa depan lain disisinya (Hanna). 


Gong Shil dan Joong Won saling berpandangan, Gong Shil menyentuh kalung mataharinya untuk menyembunyikannya dari Joong Won dan Joong Won melihat apa yang dilakukannya.

Gong Shil mengalihkan pandangannya supaya Joong Won tidak melihat kesedihannya, Hanna memanggi Joong Won untuk menyadarkannya, Joong Won lalu naik eskalator menuju tempat pesta. 


Gong Shil melihatnya pergi dan saat dia berbalik, hantu Hee Joo (kemungkinan si hantu ini Hanna) sudah ada di depannya. Gong Shil mengusirnya tetapi hantu Hee Joo memandanganya dengan sedih.


Joong Won dan Hanna sampai ke pesta dimana bibi Joo dan paman Do sudah tiba terlebih dahulu. Saat bibi Joo dan Hanna minum wine.


Paman Do menghampiri Joong Won dan membisikinya informasi kalau Gong Shil sedang bersama madam Go, Joong Won tidak mau peduli tapi saat paman Do mau pergi, Joong Won menghentikannya untuk memberinya informasi lebih lanjut. (hahahaha)

Paman Do memberitahu apa yang ia dengar dari bibi Joo kalau Gong Shil terikat kontrak aneh seumur hidup dengan madam Go. Dan Gong Shil tampaknya sudah menjadi milik dunia lain.


Gong Shil bicara berdua dengan hantu Hee Joodi atap gedung. Gong Shil menolak permintaan hantu Hee Joo yang ingin meminjam tubuhnya. Dia juga punya kehidupan karena itulah dia tidak bisa meminjamkan tubuhnya.


Joong Won menemui madam Go untuk menanyainya tentang kontrak Gong Shil. Melihat Joong Won begitu tertarik dengan masalah Gong Shil, madam Go menduga kalau dia pasti ingin sekali menemukan ingatannya kembali. Joong Won mengingkarinya, dia cuma ingin tahu kontrak apa yang dibuat Gong Shil dengan madam Go.

"Apa kontrak itu bisa diganti rugi dengan uang? Berapa yang kau mau? Tapi, kalau aku ingatanku kembali, apa ingatanku bisa kembali"


Madam Go mengatakan kalau ingatannya bisa kembali dan dia bersedia memberitahukannya pada Joong Won kalau dia tertarik. Joong Won menolaknya, dia tidak mau tahu. Tapi madam Go tetap memberitahukannya, caranya sangat mudah yaitu Joong Won harus mengingat dan mencari sesuatu yang hilang saat dia terbangun (kalung matahari?).

"Aku kan sudah bilang aku tak mau tahu. Aku sudah memutuskan untuk hidup tanpa ingatan itu"


Joong Won mengatakan kalau dia sudah membuang kata-kata semacam 'kau akan mati', 'semuanya sudah berakhir', 'tak ada masa depan'. Joong Won tak mau membuat hidupnya sulit dengan berurusan dengan kata-kata semacam itu lagi. 

Madam Go mengatakan kalau kata-kata yang sudah dibuangnya itu, telah dipungut oleh Gong Shil dan ia urusinya seorang diri.

"Aku tahu itu. Karena itulah hal itu selalu menggangguku" kata Joong Won

"Aku mengerti. Mataharimu sudah mulai aus. Jadi berbahagialah dengan dirimu yang sekarang"

"Tolong katakan saja padaku berapa biaya untuk kontrak itu"

"Wanita itu...memberikan seluruh dirinya"


Joong Won sangat terkejut dengan perkataan madam Go. Madam Go menyuruhnya untuk menghitung sendiri berapa harga wanita itu.


Joong Won kembali ke tempat pesta dengan lesu dan bersandar di sebuah lemari kaca. Dia teringat saat dia melihat Gong Shil duduk di ruang kantornya yang gelap. Bibi Joo khawatir apakah Joong Won sakit, Joong Won membenarkannya dia merasa sangat sakit.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Hanna.

Joong Won melihat kalung matahari palsu yang dipakai Hanna "Aku tertarik sejak pertama kali aku melihatnya, aku terus melihatnya tapi apakah aku ingin mengabaikannya?"

Joong Won berbicara sendiri tentang kalungnya, namun Hee Joo merasa tersanjung mengira Joong Won sedang membicarakannya. 


Joong Won melihat tangannya dan akhirnya teringat saat dia menjadi roh dan melihat kalung matahari di tangannya yang menghilang sebelum dia terbangun.

Dia mengepalkan tangannya dan bibi Joo mengira dia sangat kesakitan. Joong Won mengatakan kalau dia mau pergi mencari sesuatu yang ia hilangkan. 


Namun saat Joong Won mau pergi, Hanna menghentikannya. 

"Joo Joong Won, sesuatu yang kau cari itu apakah bukan aku?" tanya Hanna sambil memegang kalung matahari palsunya

"Memang sama tapi yang itu bukan yang asli" (Aw...yes..yes..yes *fistpump*) 

Joong Won cepat-cepat pergi meninggalkan Hanna dan bibi Joo yang sangat terkejut mendengar perkataan Joong Won.


Gong Shil mengatakan pada hantu Hee Joo kalau dia dan Joong Won sudah berakhir. Dia membuktikannya dengan melepas kalung itu dan berniat untuk membuangnya dan meminta hantu Hee Joo untuk tidak datang lagi padanya. Gong Shil berjalan ke tepi gedung untuk melempar kalung itu tapi dia merasa bimbang. 


Pada percobaan kedua untuk membuang kalung itu, tiba-tiba sebuah tangan menariknya sebelum ia sempat melempar kalungnya, dan hantu Hee Joo langsung menghilang. Joong Won memegang tangan Gong Shil erat-erat.

"Apa kau benar-benar bisa hidup tanpa tempat perlindunganmu?"

"Kau sudah bisa mengingat kembali?"

"Iya, aku tak mau tapi aku tetap mengingatnya"


"Kalau kau tak mau mengingatnya kenapa kau malah datang mencariku?"

"Apa kau pikir aku senang mencarimu? Tanpa ingatan, aku bisa hidup bahagia di dalam duniaku yang sangat nyaman tanpa harus terlibat dengan duniamu"

"Benar, aku juga bahagia tanpamu. Aku jauh lebih bahagia tanpamu. Tanpamu, aku akhirnya merasa kalau aku bisa hidup jadi kenapa kau malah mencariku?"


"Jangan bohong. Tidak mungkin kau merasa bisa hidup tanpaku. Tae Gong Shil, kau takkan mungkin merasa kau bisa hidup tanpaku. Tanpa aku, kau pasti merasa mau mati"

Mereka berdua berdiri di tepi gedung saling memandang.



Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon