Powered by Blogger.


Joong Won mengatakan pada Gong Shil kalau dia adalah orang yang spesial bagi Gong Shil, satu-satunya di dunia ini. Tanpa dia Gong Shil akan mati. 

Gong Shil berusaha untuk mengingkarinya dengan mengatakan kalau sekarang ini tanpa Joong Won, dia cuma merasa sedikit merindukannya saja. Tapi Joong Won tidak percaya.

Gong Shil melepaskan pegangan tangan Joong Won dan mengatakan kalau dia memang sudah menunggu ingatan Joong Won kembali. Dia bisa saja menunjukkan kalung matahari itu pada Joong Won supaya ingatan Joong Won bisa cepat kembali, tapi dia terus menahan kalung itu dan tidak mengembalikannya.

Joong Won kaget mendengar Gong Shil tak mau mengembalikan kalung matahari padanya yang berarti Gong Shil tak mau ingatannya kembali. 


"Kukira akan jauh lebih mudah bagi kita berdua kalau kau tidak memiliki ingatan. Karena aku memungut kalung yang sudah kau buang ini, aku berniat untuk membuangnya. Presdir, kau boleh memiliki ini" Gong Shil menyerahkan kalung matahari itu kembali pada Joong Won.

"Apa kau benar-benar ingin membuangnya?"

"Iya"

"Seandainya aku tidak segera menemukan ingatanku kembali, kau pasti sudah membuang kalung ini dan aku pasti tidak bisa menemukan ingatanku kembali"

"Benar. Bagaimanapun juga, aku sudah membuangnya sekarang"




Joong Won lalu bertanya apakah dia juga harus membuangnya. Gong Shil mengatakan kalau kalung itu miliknya, dia boleh melakukan apa saja yang ia mau. Joong Won menyetujuinya, dia akan membuang kalung itu. Joong Won berjalan ke tepi gedung itu membuang kalung itu, dan Gong Shil berjalan pergi supaya dia tidak perlu melihat kalung itu terbuang.

Sebelum Joong Won sempat melempar kalungnya, dia melihat Gong Shil berjalan pergi. Dia tidak mau membuang kalung itu maka dia cepat-cepat berpura-pura berteriak kesakitan yang langsung membuat Gong Shil berhenti dan kembali untuk mengecek keadaan Joong Won.



"Apa kau sakit?"

"Iya sakit. Punggungku rasanya mau pecah"

Gong Shil jadi bingung karena sepengetahuannya Joong Won sudah baik-baik saja. Joong Won langsung membela diri dengan bertanya pada Gong Shil, apakah Gong Shil pernah ditusuk pakai obeng, kalau obeng itu menusuknya lebih dalam maka obeng itu sudah pasti menusuk jantungnya.

Joong Won lalu dengan santainya membalik tubuh Gong Shil dan merangkulkan lengannya sendiri ke bahu Gong Shil untuk menopangkan tubuh 'sakitnya' pada Gong Shil.


Gong Shil bertanya apakah dia benar-benar kesakitan. Joong Won mengatakan bahwa saat ingatannya kembali, dia juga mengingat trauma yang ia rasakan saat dia ditusuk.

"Kalau begitu kau harus pulang"

"Benar, kurasa aku memang harus pulang, ayo ke tempat parkir"

Gong Shil berniat untuk meminta bantuan orang lain, namun Joong Won langsung menarik Gong Shil kembali ke pelukannya dan menuntut pertangggung jawaban Gong Shil karena Gong Shil adalah penyebab Joong Won terluka.

"Baiklah, ayo pergi"


Untuk lebih meyakinkan Joong Won berpura-pura berteriak kesakitan lagi (hahahaha). 

"Waktu aku di rawat di rumah sakit, kau tidak pernah datang menjengukku yah?"

"Kau kan tidak ingat untuk apa mengeluh?"

"Apa kau tahu betapa sakitnya aku, bahkan sampai sekarang, setiap kali aku bernapas rasanya sakit"

Gong Shil akhirnya mau mengerti kalau Joong Won memang benar-benar sakit, namun nada suaranya yang terdengar tidak meyakinkan dan tidak tulus, membuat Joong Won protes lagi, maka dia Gong Shil membuat nada suaranya terdengar lebih meyakinkan. Dan Joong Won malah berteriak kesakitan sepanjang jalan.



Sesampainya di tempat parkir, Joong Won menyerahkan kunci mobilnya pada Gong Shil dan menyuruhnya menyetir, Gong Shil protes dan Joong Won protes balik, masa dia yang sedang kesakitan yang harus menyetir. 


Di dalam mobil, Joong Won menyentuh bahu Gong Shil dengan alasan demi keamanannya sendiri karena dia takut kalau tiba-tiba ada sesuatu yang muncul didepan Gong Shil saat Gong Shil menyetir. Gong Shil menerima alasan itu.

Dan saat Gong Shil sibuk sendiri dengan mobilnya, Joong Won diam-diam memandangnya dan mengelus rambutnya. Gong Shil berbalik melihat Joong Won yang langsung menyuruhnya untuk konsentrasi menyetir saja, Joong Won mengatakan kalau dia sanggup menahan rasa sakitnya.


Di pesta, bibi Joo meminta maaf pada Hanna atas sikap Joong Won yang tadi, mungkin dia sekarang pulang karena sakit. 

Paman Do mengatakan pendapatnya, kalau menurutnya Joong Won pasti menemui Gong Shil, walaupun ia tidak ingat tapi pasti ada suatu kekuatan yang membuatnya tertarik kembali pada Gong Shil saat ia melihat Gong Shil. Bibi Joo langsung mempelototinya, namun kali ini paman Do mengacuhkannya. 


"Maksudku...karena Gong Shil adalah orang yang sangat disukai Joong Won, bahkan dia sampai mengorbankan tubuhnya untuk menyelamatkan Gong Shil"

"Joo Joong Won terluka demi menyelamatkan wanita itu?" tanya Hanna

Bibi Joo ingin mengingkarinya tapi paman Do langsung mengiyakannya. Hanna sekarang mengerti betapa berartinya Gong Shil bagi Joong Won. Dia menyibakkan rambutnya sama persis seperti yang dilakukan Hee Joo waktu dia remaja.


Flashback, saat Hanna (baju putih) dan Cha Hee Joo (baju hitam) saling berhadapan dan bicara.

"Kau dan aku memang serupa, tapi yang disukai Joong Won bukan kau" kata Hanna



"Joong Won mengira kalau dia menyukai Cha Hee Joo" kata Hee Joo

"Aku ingin memberitahunya siapa aku yang sebenarnya. Maafkan aku Hee Joo" kata Hanna

Hee Joo merasa marah dan mengepalkan tangannya. (Ah, jadi yang pacaran sama Joong Won itu Hanna dan yang mati juga Hanna. Hee Joo masih hidup dan memakai identitas Hanna)



Sekretaris Kim menceritakan pada Kang Woo kalau adiknya yang sudah meninggal memiliki 2 putri kembar, namun sekretaris Kim tak bisa membesarkan mereka. Maka salah satu dari mereka di adopsi oleh orang tua dari Inggris dan mereka mengadopsi Hanna.

Dan saudara kembarnya Hee Joo, dibesarkan di panti asuhan di Korea. Sekretaris Kim teringat saat dia bertemu dengan Hanna di Inggris. Dia ingin sekali menemukan saudara kembarnya di Korea. Sekretaris Kim memperlihatkan pada Kang Woo foto Hanna dan Hee Joo yang mereka ambil setelah mereka berdua bertemu.



Saat sekretaris Kim ingin kembali ke Korea untuk bertemu dengan kedua keponakan kembarnya itu, Hanna malah kembali ke Inggris duluan dan memberitahunya kalau Hee Joo meninggal dalam suatu kecelakaan mobil, dia teringat saat Hanna yang kembali ke Inggris memberitahu sekretaris Kim kalau Hee Joo sudah meninggal dan menuntut jawaban sekretaris Kim kenapa dia tidak pernah mencari Hee Joo malah meninggalkannya sendirian.

"Setelah kejadian itu, aku tidak bisa menemukan Hanna. Tapi kenapa dia kembali muncul dihadapan Joo Gun setelah 15 tahun?"

"Kemungkinan besar dia adalah komplotan penculiknya" 

"Hanna, dia bukan orang yang akan melakukan hal seperti itu"



"Presdir Joo akan sangat terkejut saat dia tahu kalau Hanna Brown adalah saudara kembar Cha Hee Joo yang sudah meninggal, tapi kalau dia tahu sekretaris Kim ternyata juga hubungan darah dengan saudaranya Cha Hee Joo, presdir Joo akan sangat shock"

Kang Woo memperingatkan sekretaris Kim bahwa Joong Won mungkin saja akan mencurigai sekretaris Kim. Sekretasi Kim sangat mengerti akan resiko itu.


Joong Won tetap berpura-pura sakit bahkan setelah sampai ke dalam rumahnya. Gong Shil memapahnya dan membantunya duduk di sofa. Setelah Joong Won sudah duduk, Gong Shil berpamitan pergi dan Joong Won langsung menarik tangan Gong Shil sampai dia terduduk di sofa.



Joong Won langsung berdiri dan berjalan dengan tegak ke kulkas untuk mengambil minuman untuk Gong Shil, sama sekali tidak terlihat kesakitan. Karena Joong Won tak punya cider maka dia menyuguhkan air mineral untuk Gong Shil.

"Kau bilang kau sakit"

"Apa kau pikir aku membawamu kesini hanya karena punggungku sakit? Walaupun kau tahu tidak sakit tapi kau tetap datang" kata Joong Won sambil menyerahkan botol air mineralnya pada Gong Shil.



Joong Won lalu meminta Gong Shil untuk melupakan perjanjian mereka tentang berpura-pura tidak saling mengenal, dan mulai membicarakan segalanya dari awal lagi lalu meringkasnya. Gong Shil menyetujuinya dan memintanya untuk bicara.

Joong Won mengerti kalau Gong Shil ingin melarikan diri karena merasa bersalah melihat Joong Won terluka. Gong Shil mungkin berpikir kalau menarik Joong won ke dalam dunianya adalah salahnya. Tapi Joong Won sendiri juga salah karena pergi menyelamatkannya tanpa rencana terlebih dahulu. Karena itulah mulai sekarang mereka harus lebih berhati-hati.



Joong Won memang sempat mengira kalau hubungan mereka pasti akan ada akhir dan dia juga pernah berusaha mencari jalan keluar dari hubungan mereka. Tetapi setelah dia mati dan melihat akhir hidupnya dan hubungan mereka, dia menjadi sangat yakin kalau dia tidak mau mengakhiri hubungan mereka. 

"Aku takkan mengakhirinya, tinggallah disisiku, selamanya. Aku yang akan bertanggung jawab"


"Jadi kau sudah membuat keputusanmu?"

"Benar, jadi kalau aku berusaha untuk merayumu, kau hanya perlu untuk menerimanya saja"

Tapi Gong Shil menanggapi perkataan Joong Won itu dengan mengatakan kalau dia takkan tertarik dengan rayuan Joong Won. Baginya, Joong Won tidak lagi menjadi seseorang yang sangat diinginkannya, Joong Won sudah tidak lagi menjadi seseorang yang mencuri hatinya.

Joong Won terkejut dengan perkataan Gong Shil itu, mengira kalau kekuatannya mengusir hantu sudah hilang gara-gara tertusuk obeng. 



"Bukan, bukan itu. Aku sudah tidak terlalu takut pada hantu, jadi bahkan sekalipun kau adalah tempat perlindungan, sekarang kau tidak terlalu berguna lagi. Dengan kata lain, walaupun kau kaya dan terkenal tetapi kualitasmu yang selama ini aku hargai, sesuatu yang selama ini membuatku tertarik...sudah hilang"

Joong Won tidak terlalu mempercayai perkataan Gong Shil itu dan mengingatkan Gong Shil bagaimana dulu Gong Shil sangat membutuhkannya sampai merayunya sebagai tempat perlindungan yang terbuat dari marmer terbaik. 

"Dan sekarang kau mengatakan kalau kau tidak terlalu takut pada hantu, jadi sekarang aku...tidak menarik?"



Gong Shil membenarkannya, dengan kata lain, kalau misalnya dia menyukai seorang pria kaya raya lalu sekarang pria itu jatuh miskin, maka Gong Shil merasa tidak tertarik lagi dengannya.

"Kukira aku merendahkan diriku dan berusaha untuk menyesuaikan dengan levelmu, tapi karena sekarang kau bilang hargaku sudah menurun drastis, apakah kau ingin membuat sebuah penyelesaian yang baru?"

Gong Shil menggelengkan kepalanya dan meminta Joong Won untuk tidak merendahkan diri ataupun menyesuaikan diri dengan levelnya, bukankah dia sudah pernah mengatakan pada Joong won kalau bukan itu yang dia inginkan.

"Aku pergi"

"Baiklah, pergilah sekarang. Aku akan bercermin dan berusaha keras untuk menemukan kualitas menarik lainnya dari diriku lalu akan pergi dan membuat penyelesaian baru" kata Joong Won sambil mengangkat jarinya.

"Baiklah" kata Gong Shil cuek sambil berlalu pergi.



Setelah Gong Shil pergi, tangan Joong Won menunjuk ke dirinya sendiri "Kau, dia bilang kau tidak menarik. Ini pertama kalinya kau dengar kan?"

Tangan Joong Won tiba-tiba gemetaran dan Joong Won memerintahkan si tangan untuk tidak gemetaran dan tidak boleh marah, dia masih harus pergi untuk membuat penyelesaian baru. Si tangan mengepal penuh amarah dan Joong Won memerintahkan si tangan untuk menahan amarahnya dan tidak boleh mengepal.

"Sama sekali tidak lucu. Aku tidak menarik?"



Joong Won kembali ke hotel untuk menemui madam Go yang ia lihat saat itu sedang diberikan uang oleh kliennya yang tadi menikah. Pria kliennya madam Go mengenali Joong Won dan langsung pergi ketakutan, takut bernasib sama dengan Joong Won yang ditusuk dengan obeng.



Joong Won menawari berapapun jumlah uang yang akan diminta madam Go sebagai ganti kontrak yang dibuat Gong Shil dengannya, Joong Won ingin kontrak yang dibuat Gong Shil dengan madam Go segera diakhiri.

"Kalau setelah kontrak itu berakhir dan kau masih mendatanginya, maka aku yang akan menjadi mak comblang dan akan kunikahkan kau dengan hantu, dan untuk melakukan itu maka terlebih dahulu...kau harus mati" (pffffft)

Madam Go langsung berjanji untuk tidak akan pernah lagi menyembunyikan 'matahari' dari Joong Won. (hehehe)



Setelah menyelesaikan masalah kontrak dengan madam Go, Joong Won datang ke apartemen Gong Shil dan mengejutkan Gong Shil yang saat itu sedang ngobrol akrab dengan hantu.

Si hantu yang tak terlihat, langsung tertarik pada Joong Won. Gong Shil memarahi si hantu karena berani menyukai manusia yang masih hidup. 



"Malam ini mau hujan dan kau mau GT lagi?"

"Apa itu GT?"

"Yang madam Go suruh padamu untuk melakukannya, Ghost Training (pelatihan hantu)"



Joong Won bertanya apakah sejak Gong Shil berburu hantu, sekarang dia sudah peka dengan hal-hal yang dulu menakutkan baginya. Gong Shil mengatakan kalau itu semua karena dia punya kontrak. Joong Won dengan bangganya memberitahu Gong Shil kalau dia sudah menyelesaikan masalah kontraknya itu.

Dengan pedenya dia berkata kalau Gong Shil tidak perlu merasa berterima kasih, karena dia cuma ingin Gong Shil memberinya kembali beberapa nilai untuk mendongkrak daya tariknya yang dia bilang sekarang sudah mulai menurun.



"Ah, kau sudah menyelesaikannya? Kerja bagus. Kurasa kau sudah dengar kalau aku membuat perjanjian untuk menyelamatkanmu. Kupikir, betapa leganya saat kau bangun dan tidak terluka, tapi aku merasa sedikit tidak adil karena harus menanggung pekerjaan semacam ini seorang diri"

Joong Won protes dengan pilihan kalimatnya tentang 'menanggung', karena menurut Joong Won seharusnya dia menggunakan kata-kata semacam pengorbanan, kesetiaan dan cinta.



Gong Shil mengatakan kalau kata-kata indah semacam itu hanya ada di dalam dongeng. Serigala dan kambing yang bertemu di malam hujan badai dan saling peduli satu sama lain juga kelihatannya indah, karena mereka cuma dongeng. Tapi dalam dunia nyata, serigala dan kambing adalah musuh.

"Aku kembali hidup setelah hampir saja mati dan aku bahkan mengabaikan kenyataan untuk masuk ke dunia dongeng, tapi kau malah ingin keluar"

Gong Shil mengatakan kalau itu adalah dongeng jahat. Cerita tentang seseorang yang menjadi hantu setelah dia mati dan datang untuk mencari orang lain. Gong Shil mengatakan kalau dia takut dengan dunia dongeng yang jahat itu karena itulah dia ingin keluar.

Gong Shil menyarankan Joong Won untuk kembali saja ke tempat ia berasal. Joong Won protes karena seharian ini, Gong Shil sudah mengusirnya sebanyak 3 kali yang berarti dia sudah bersabar selama 3 kali. Gong Shil mengingatkannya kalau dia sendiri yang bilang kalau ada seseorang yang tidak pergi setelah dia diusir itu namanya anjing jalanan.



"Kurasa kaulah yang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi"

Joong Won membenarkannya, dia sama sekali tidak mengerti apapun bahkan sekalipun dia melihat dan mendengar segalanya dengan baik.

Tiba-tiba saja percakapan mereka terganggu oleh hantu nenek supermarket yang datang lagi. Joong Won protes berat karena Gong Shil mengacuhkannya saat mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting. Tapi Gong Shil tak mengacuhkan protesnya untuk berkonsentrasi pada permintaan nenek.

"Anak nenek melakukan itu disana lagi? Itu berbahaya, ayo pergi" kata Gong Shil pada nenek



Joong Won mencoba mengulurkan tangannya untuk menyentuh dan menghentikan Gong Shil yang mau pergi. Tapi Gong Shil cepat-cepat menghindari tangan Joong Won dan memperingatkannya untuk tidak menyentuhnya karena sekarang bukan saatnya untuk menyentuh tempat perlindungan.

"Pulanglah"

"Itu adalah keempat kalinya dia mengusirku" geram Joong Won.



Melihat Gong Shil benar-benar pergi meninggalkannya. Joong Won berlari mengejarnya dan mengikutinya. Joong Won mencoba menakutinya kalau sebentar lagi akan hujan, Gong Shil kan takut hujan. Gong Shil langsung menyentak Joong Won kalau dia sekarang bisa menangani ketakutannya dan kembali mengalihkan perhatiannya pada nenek supermarket.

"Apakah keadaan anak nenek buruk? Nenek tak bisa pergi karena anak nenek terus melakukan hal-hal yang membuat nenek sedih kan?"

Joong Won sangat kesal karena Gong Shil mengacuhkannya dan tidak mau memberitahunya tentang si nenek. Gong Shil merasa Joong Won tidak perlu mengetahuinya karena dia tidak bisa melihat si nenek. Joong Won semakin kesal saat Gong Shil tertawa sendiri dan tidak mau memberitahu apa yang ia tertawakan.

"Dia (Joong Won) memang seperti itu kan?" kata Gong Shil pada nenek supermarket

Walaupun Joong Won tidak bisa mendengar nenek tapi dari cara bicara Gong Shil, Joong Won sangat yakin kalau mereka sedang menjelek-jelekkannya.



Gong Shil tetap mengacuhkannya dan akhirnya menemukan anaknya nenek supermarket sedang mabuk dan terbaring di bawah truk.

Joong Won tahu kalau ahjussi itu bukan hantu karena dia bisa melihatnya dan mengendus bau alkohol darinya. Gong Shil memanggil ahjussi itu untuk membangunkannya tapi si ahjussi tidak bereaksi sama sekali, Gong Shil bertanya pada nenek supermarket, haruskah ia membangunkannya seperti waktu itu.



Si nenek yang saat itu ditemani hantu kopi mengangguk pada Gong Shil. Maka Gong Shil langsung bertepuk tangan dan bernyanyi sekeras-kerasnya dan si ahjussi langsung terbangun, si ahjussi yang mabuk berat mengoceh pada Gong Shil kalau dia adalah pemenang pertama kejuaraan menyanyi nasional. Gong Shil lalu menyuruh si ahjussi untuk tidak berbaring di bawah truk karena berbahaya.



Si ahjussi akhirnya mau pulang dan nenek berjalan mengikuti anaknya dari belakang. Joong Won melihat Gong Shil dan protes karena tak mau memberitahunya tentang hal seperti itu. 

"Seandainya dia orang yang berbahaya, apakah kau akan mengorbankan dirimu untuk melindungiku seperti waktu itu? Bagaimana kalau dia memiliki pistol? Kau akan melindungiku dengan menerima pelurunya kan? Karena itulah aku bilang aku tidak mau menyeretmu ke dalam duniaku lagi"

"Kalau memang berbahaya, haruskah aku meninggalkanmu?" protes Joong Won



Gong Shil mengatakan kalau mereka bersama-sama maka situasinya akan jauh lebih berbahaya karena mereka tidak melihat atau mendengar hal yang sama. Joong Won mengulurkan tangannya dan menyuruh Gong Shil untuk menyentuhnya, dengan begitu Gong Shil tidak akan melihat atau mendengar para hantu itu.

Tetapi Gong Shil menolak karena dia tidak bisa terus menerus bergantung pada Joong Won saat dia memiliki dunianya sendiri. Joong Won sekarang paham kalau Gong Shil memang bersungguh-sungguh saat Gong Shil mengatakan bisa hidup tanpanya. 



Gong Shil mengatakan kalau Joong Won bisa terpikat padanya karena dia terus-menerus memegangnya, sesuatu yang tak pernah bisa dilakukan wanita lain pada Joong Won. Dia tetap muncul bahkan sekalipun Joong Won menjambak rambutnya. Dia juga tetap memegangnya bahkan sekalipun Joong Won mengusirnya ratusan kali. Tapi sebenarnya Joong Won sama sekali tak punya alasan untuk membiarkan Gong shil terus berpengangan padanya.

"Kau benar aku terpikat sampai kehilangan akal sehatku. Kau mengatakan segala hal yang pintar dan benar, tapi aku sama sekali tak memahami apapun. Aku...pasti sudah mejadi anjing kampung"

Gong Shil mengatakan Joong Won bisa kembali mendapatkan akal sehatnya kalau dia menjauhkan diri dari Gong Shil dan memikirkan segalanya dengan baik. Joong Won lalu pamit pergi sebelum Gong Shil mengusirnya untuk kelima kalinya, dia meminta Gong Shil untuk berhati-hati dengan hantu saat pulang nanti.


Gong Shil melihat Joong Won berjalan pergi dan menghela napas sedih. Hantu kopi yang berada di belakanganya sedih melihat Gong Shil bersedih, namun saat Gong Shil berbalik dia langsung menunjukkan senyum lebar.

"Kau masih disini? Apa? seseorang ingin bertemu denganku?" tanya Gong Shil pada hantu kopi yang langsung menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya "Sekarang? Siapa?"



Gong Shil pergi ke suatu cafe dan melihat hantu kopi sedang duduk dihadapan Chun Hee. Saat melihat Gong Shil Chun Hee langsung berdiri dan menyapanya dengan akrab dan memakai banmal.

"Aku ingin bertemu denganmu, jadi aku meminta Joon Suk untuk memanggilmu"



Chun Hee memberitahu Gong Shil kalau Joon Suk adalah nama hantu kopi yang selama ini mengikutinya. Gong Shil mengerti kalau pria itu juga bisa melihat hantu.

"Gong Shil, apa kau ingat padaku?"

Gong Shil mengangguk, karena ia pernah melihat Chun Hee dalam mimpinya. Chun Hee memberitahunya kalau semua itu bukan cuma mimpi. Sebenarnya Chun Hee selalu berada disisi Gong Shil selama 3 tahun yang Gong Shil kira cuma mimpi.



Joong Won pulang ke rumahnya dan teringat semua kenangannya bersama Gong Shil. Dia melihat kalung mataharinya dan teringat perkataan Gong Shil yang tak mau lagi bergantung pada Joong Won. Joong Won menggenggam kalung itu dengan erat.



Gong Shil pulang kembali ke rumahnya dan melihat buku fotografi Chun Hee yang ternyata nama karakternya adalah Yoo Jin Woo. 



Flashback saat Jin Woo memberitahu Gong Shil kalau dialah orang yang pertama kali menemukan Gong Shil saat Gong Shil tersesat di gunung. Waktu itu roh Gong Shil datang padanya dan memberitahukannya tentang keberadaan tubuhnya. Dan saat Gong Shil terbaring di rumah sakit, rohnya tidak kembali ke tubuhnya dan selama 3 tahun, roh Gong Shil selalu bersamanya.

"Aku hidup sebagai hantu selama 3 tahun? Apa karena itu sekarang aku bisa melihat hantu?"

"Aku juga tidak tahu alasan kenapa kau bisa melihat hantu. Aku juga tidak tahu kenapa aku sendiri bisa melihat hantu"

"Selama 3 tahun kemana kita pergi?"

Jin Woo menunjukkan buku fotografinya dan memberitahu Gong Shil kalau roh Gong Shil sebenarnya ada di semua foto di dalam buku itu. 



Sekarang Gong Shil membuka buku itu dan di dalamnya terdapat banyak foto-foto indah di luar negeri dan teringat ajakan Jin Woo padanya untuk kembali mengunjungi tempat-tempat yang dulu pernah mereka datangi, dengan begitu Gong Shil juga bisa mengingat kembali masa-masa saat dia hidup sebagai hantu.

"Kurasa di dunia ini ada seseorang yang bisa melihat dan mendengar hal-hal yang sama denganku" gumam Gong Shil sambil menutup bukunya dan melihat foto Jin Woo.



Saat Hee Joo (yang pura-pura jadi Hanna) pulang, dia menyadari kehadiran seseorang. Sekretaris Kim datang dan Hee Joo tersenyum padanya dan sadar kalau pamannya pasti sekarang sudah mengenalinya. 

"Aku tidak tahu karena kau sudah banyak berubah Hanna"

"Aku sudah dengar kau mencariku sampai ke Inggris dan menemui semua teman-temanku. Kenapa kau melakukannya?"

Sekretaris Kim bertanya apakah dia dan Hee Joo melakukan sesuatu bersama, apakah dia terlibat dalam kematian Hee Joo (sekretaris Kim belum tahu kalau yang meninggal itu Hanna). Hee Joo cuma menjawabnya dengan senyum.



Keesokan harinya, Joong Won berjalan ke kantor dengan lesu. Tapi saat melihat sekretaris Kim telah kembali ke kantor, Joong Won langsung tersenyum ceria. Joong Won memberitahu sekretaris Kim kalau ingatannya sudah kembali selama dia pergi, dan dia merasa hampir gila karena tak punya teman bicara, dengan sangat bersemangat Joong Won menyuruh sekretaris Kim masuk ke kantornya untuk bicara.

Tetapi sekretaris Kim ingin membicarakan sesuatu yang lain dengan Joong Won. Sekretaris Kim lalu memberitahu joong Won kalau dia sudah menemukan saudara kembar Hee Joo dan kedua anak kembar itu adalah keponakannya. Joong Won sangat terkejut mendengarnya.



Sementara itu, Gong Shil diberitahu oleh Kang woo kalau sekretaris Kim adalah paman dari Cha Hee Joo. Kang Woo memberitahunya kalau kakak kembar Hee Joo yang selama ini di curigai sebagai komplotan penculik ternyata selalu mengikuti Joong Won.



Hee Joo datang ke kantor Joong Won dan menyangkal tuduhan Joong Won sebagai komplotan penculik. Joong Won menunjukkan kartu pos yang Hee Joo (Joong Won dan sekretaris Kim masih mengira dia Hanna) kirim kepada temannya dan kartu pos itu menunjukkan kalau Hee Joo selalu berada di semua negara yang Joong Won pernah kunjungi.

Hee Joo mengatakan kalau kelihatannya saja dia seperti mengikutinya tapi semua itu karena pamannya selalu berada di sisi Joong Won, pamannya selalu mengiriminya email dan mengatakan dimana saja dia selalu berada, dan pamannya selalu ingin dia belajar di semua tempat yang ia kunjungi.

Dia mendengarkan semua kata-kata pamannya makanya dia pergi mengunjungi tempat-tempat yang pernah dikunjungi pamannya yang juga pernah dikunjungi Joong Won. Joong Won memandang sekretaris Kim dan sekretaris Kim membenarkannya, dia memang selalu mengirimi keponakannya email.



Hee Joo berpura-pura kaget kalau saudara kembarnya adalah penjahat lalu meminta pendapat pamannya apakah dia orang yang akan melakukan kejahatan semacam itu. Sekretaris Kim yakin kalau keponakannya Hanna takkan melakukan kejahatan demi uang karena dia tumbuh dalam sebuah keluarga yang sangat kaya, Hanna yang dikenal sekretaris Kim adalah seorang anak yang ceria. Hee Joo tersenyum senang mendengarnya.

Hee Joo mengatakan kalau Hee Joo adalah anak yang pendiam dan sangat tamak. Namun Joong Won sepertinya tidak terpedaya oleh kata-kata Hee Joo, Joong Won sangat yakin dia berbohong dengan berpura-pura menjadi Hanna dan menuntut jawaban kenapa dia selalu muncul dihadapannya. Hee Joo dengan tenang menceritakan pada Joong Won bagaimana mereka saat pertama kali bertemu.



Flashback, Hanna (putih) dan Hee Joo (hitam) melihat Joong Won sedang membaca buku di perpustakaan panti asuhan. Hee Joo menceritakan pada Hanna kalau Joong Won selalu datang setiap natal dengan berbagai macam hadiah. Hee Joo selalu menyukai Joong Won sejak ia kecil, tapi tak pernah berani menyapanya karena Hee Joo selalu merasa dia sangat lusuh melihat Joong Won yang tampak seperti pangeran, Hanna berusaha menyemangatinya tapi cinta itu malah berubah menjadi tragedi.



Sekarang Hee Joo (dia masih pura-pura jadi Hanna) mengatakan pada Joong Won kalau dia datang karena dia sangat penasaran dengan Joong Won yang sangat disuka oleh Hee Joo, dan karena mereka kembar, jadi dia mengira kalau Joong Won juga pasti tertarik.

"Tapi kau bilang aku bukan yang asli (yang pernah berpacaran dengan Joong Won)"

"Benar. Kau palsu. Aku percaya kalau yang kaukatakan adalah benar karena sekretaris Kim yang menjaminnya"



Hee Joo mengatakan kaau dia akan kembali ke Inggris, dia ingin mengucapkan selamat tinggal pada Hee Joo setelah kasus penculikan itu ditutup, tapi sekarang semuanya berantakan. Joong Won berpaling melihat sekretaris Kim yang terlihat merasa sangat bersalah.



Joong Won dan sekreatris Kim bicara berdua, sekretaris Kim menjelaskan pada Joong Won kalau dia datang padanya karena dia ingin tahu seperti apa anak yang terlibat dengan keponakannya, tapi saat dia melihat Joong Won dia melihat Joong Won terlihat sangat terluka karena itulah dia memutuskan untuk berada disisinya dan membantunya, demi keponakannya yang telah meninggal.

"Saat pertama kali aku melihatmu aku menceritakan tentang alat perekam. Selama ini aku terlalu banyak bercerita" kata Joong Won yang sepertinya tak bisa lagi mempercayai sekretaris Kim.

"Kalau kehadiranku membuatmu tak nyaman. Aku takkan tinggal lebih lama lagi" kata sekretaris Kim pasrah

"Silahkan"

Sekretaris Kim pamit pergi.  (T_T)



Hee Joo berterima kasih pada sekretaris Kim yang sudah membantunya membersihkan namanya dari tuduhan komplotan penculik.



Mereka bertemu dengan Gong Shil. Sekretaris Kim tahu kalau Kang Woo pasti sudah menceritakan semuanya pada Gong Shil, Gong Shil mengangguk mengiyakannya. 

"Apa kau juga salah paham padaku?" 

"Tidak. Kau tahu kalau aku bisa melihat arwah Cha Hee Joo. Arwah Hee Joo tidak pernah melihatmu"

Hee Joo bertanya pada Gong Shil apakah dia bisa melihat arwah. Gong Shil membenarkannya.

"Arwah Hee Joo mengatakan kalau dia ingin melindungi penjahatnya"



Saat mendengar itu senyum Hee Joo langsung menghilang, dia terlihat panik namun cepat-cepat dia menguasai diri dan mengatakan kalau penjahatnya pasti sulit ditemukan kalau hantu saja sampai melindunginya. Setelah itu dia pergi.



"Dia bukan penjahatnya kan?" tanya sekretaris Kim pada Gong Shil

Gong Shil teringat akan permintaan hantu Hanna yang ingin meminjam tubuhnya dan meyakinkan Gong Shil kalau dia pasti akan menemukan penjahatnya "Aku tidak menginginkannya tapi sepertinya aku harus mengabulkan permintaan hantu Hee Joo"



Kang Woo menemui Joong Won dan bertanya apakah dia tidak mencurigai Hanna Brown karena sekretaris Kim mempercayainya. Joong Won mengatakan kalau dia sangat yakin kalau Hanna adalah komplotan penjahatnya. 

"Kalau begitu kita harus menemukan bukti-bukti untuk menangkapnya, kalau dia kembali ke Inggris maka segalanya akan berakhir"

Namun Joong Won ragu kalau mereka akan bisa menemukan bukti, dilihat dari cara wanita itu datang sendiri padanya dengan penuh percaya diri bahkan sampai berusaha merayunya.



"Tapi walaupun begitu, apa kau hanya akan duduk dan melihat saja?"

Joong Won mengatakan kalau dia sudah mengetahui semua yang ia tahu, dia ingin tahu siapa komplotan penjahatnya dan sekarang ia tahu, Joong Won yakin kalau hantu yang mengatakan kalau dia ingin melindungi si penjahat adalah sang kakak.



"Hanya seperti itu sajakah akhirnya? Cha Hee Joo sudah meninggal. Sebesar apapun kebencianmu padanya, bukankah seharusnya kau mau memahami bagaimana semua kejadian itu terjadi"

"Kalau memang begitu, jangan katakan hal itu di hadapanku, seperti yang kau lakukan sebelumnya, lakukanlah diam-diam dibelakangku dengan ayahku. Pergilah"

"Baiklah, aku akan meninggalkan Kingdom dan akan kusediki kasus ini diluar" kata Kang Woo pada Joong Won lalu pamit pergi.



Gong Shil datang menemui Joong Won, Joong Won memintanya untuk tidak membicarakan Hee Joo karena dia tidak mau mengusirnya juga. Gong Shil memberitahunya kalau dia sudah memasang radar 10 milyar won-nya. Radarnya mendeteksi keberadaan hantu Hee Joo bahkan sampai ke kantornya Joong Won.

Joong Won menceritakan pada Gong Shil, pada saat dia menjadi roh dia melihat hantu Hee Joo, dia juga membaca buku 'And Then There Were None' (judul asli novel sepuluh anak negro) sampai selesai dan menutup bukunya. Saat itu ia merasa damai, dia juga bisa melihat semua huruf dengan jelas. 

"Sekarang, aku sudah tidak membenci Hee Joo lagi. Bukankah itu berarti semuanya sudah selesai?"



Tapi Gong Shil merasa masalah ini masih belum karena dia masih melihat hantu Hee Joo juga seorang wanita bernama Hanna. Joong Won sangat yakin kalau orang yang ingin si hantu lindungi adalah wanita yang mengaku bernama Hanna itu, Joong Won juga yakin kalau uangnya yang hilang tidak akan kembali bahkan sekalipun mereka menanyai kembarannya. Saat itu tiba-tiba, hantu Hanna muncul dan memandang Joong Won dengan sedih.

"Aku ingin berhenti sampai disini"

"Tapi..." Gong Shil memandang hantu Hanna yang memintanya untuk tidak bicara apapun pada Joong Won.



Joong Won mengatakan kalau dia akan melepas kasus ini, kasus ini memang tidak adil, karena sebagai korban dia tidak bisa berbuat apapun pada si penjahat karena dia tak bisa melihat ataupun mendengarnya.



Joong Won mendekati Gong Shil dan memintanya untuk tidak menemui arwah lagi, dia menyentuh bahu Gong Shil dan hantu Hanna langsung menghilang. Gong Shil mengatakan kalau dia mengerti karena Joong Won selama ini hanya bisa melihatnya, dia juga takkan memaksa Joong Won untuk mengerti.

"Presdir kau harus hidup dengan baik. Tapi kasus ini harus kuselesaikan. karena itulah aku tidak membutuhkan ini" kata Gong Shil sambil melepaskan tangan Joong Won dari bahunya.



Namun Joong Won malah menyentuh kedua bahu Gong Shil semakin erat. Dia mengingatkan Gong Shil bahwa dulu Gong Shil sangat benci dengan hantu bahkan sampai mengejar-ngejarnya untuk berlindung padanya, tapi sekarang dia malah tidak berguna lagi bagi Gong Shil yang masih bersikeras ingin melihat para hantu.

Gong Shil mengatakan kalau saat ini mereka sudah saling tidak berguna untuk satu sama lain, karena itulah sekarang dia ingin membuat hidup Joong Won menjadi lebih nyaman, membuat hidup mereka berdua menjadi lebih mudah. Joong Won melepaskan genggaman tangannya dia bahu Gong Shil.



"Tanpamu, aku merasa aku tak bisa melakukan apapun, karena itulah aku berjalan untuk menemukanmu. Tapi sekarang kau tanpaku, menjadi jauh lebih mandiri. Ini sama sekali tidak adil. Kalau aku terus melihatmu, aku merasa situasi ini akan menjadi semakin tak adil dan mungkin aku akan menyuruhmu untuk pergi. Pergilah" kata Joong Won sambil memalingkan mukanya tak mau melihat Gong Shil

Gong Shil langsung menurut dan pergi.




Bersambung ke part 2


Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon