Powered by Blogger.

Kang Woo berpamitan pada anak buahnya karena dia juga sudah mengundurkan diri dari Kingdom, Han Joo sekarang penasaran siapa yang akan menjadi ketua tim satpam.


Yi Ryung datang dan memberitahu Kang Woo kalau dia akan pergi ke Amerika tapi sebelumnya dia ingin mengajak Kang Woo makan bersama. 

Kali ini Yi Ryung memaksa karena selama ini semua janjinya batal gara-gara Kang Woo. Kali ini Kang Woo tidak menolak malah dia yang ingin mentraktir Yi Ryung, dimanapun Yi Ryung ingin makan. 


Dan betapa kagetnya Kang Woo karena Yi Ryung bukannya mengajak makan di restoran mewah yang bisa menguras habis seluruh gajinya tapi malah mengajak makan di tempat biasa untuk makan ddeokbokki (kue beras pedas).

Yi Ryung ingin makan di tempat itu karena dia ingin tahu sebagus apa dan seberapa lezatnya makanan di tempat yang dulu pernah Kang Woo janjikan padanya untuk mentraktirnya makan disitu tapi batal. 



Kang Woo menyuruhnya makan sebanyak mungkin dan tidak perlu khawatir karena dia sudah memesan seluruh restoran itu mengingat Yi Ryung adalah artis.

"Anggap saja kita bertemu saat SMA lalu makan Ddeokbokki dan berpisah" kata Kang Woo sambil mengajak Yi Ryung bersulang coca-cola.

"Lupakan itu, ambilkan acar yang banyak untukku"


Saat Kang Woo pergi untuk mengambilkan acar untuknya, Yi Ryung cepat-cepat mengambil sebotol minuman beralkohol dari dalam tasnya dan mencampurkannya ke dalam gelas coca-cola Kang Woo dan ke botol coco-colanya, karena dia tidak mau berpisah semudah itu dengan Kang Woo. Saat Kang Woo kembali, Yi Ryung mengajaknya minum coca-cola dan memintanya untuk langsung menghabiskannya. 


Kang Woo menyetujuinya dan langsung meneguk habis minumannya bahkan sampai satu botol yang seluruhnya sudah tercampur alkohol. Setelah itu, Kang Woo menggumam kalau ia merasa mabuk. Setelah yakin kalau Kang Woo sudah mabuk, Yi Ryung mengatakan pada Kang Woo kalau dia tidak mau berpisah dari Kang Woo.


Yi Ryung mengatakan kalau dia memang sengaja membuat Kang Woo mabuk karena Kang Woo selalu menolaknya, Kang Woo dalam mabuknya mengatakan kalau dia menolak karena dia memang tak bisa minum. 


"Apa kau tak merasa kalau aku ini cantik? Bahkan saat mabuk apa kau tetap tak merasa aku cantik?"

"Kau cantik. Tae Yi Ryung sangat cantik. Kadang saat kau tiba-tiba muncul aku berpikir 'wow, cantiknya'."

"Kalau aku cantik, kenapa kau tidak menyukaiku?"


"Ada seseorang yang harus ku lindungi. Dia tidak tahu kalau selama ini selalu melindunginya"

"Apa kau bodyguard-nya Tae Gong Shil?" teriak Yi Ryung

"Iya, kalau dia memanggil namaku sekali saja, aku akan muncul secara tiba-tiba dihadapannya. Tapi dia tidak memanggilku. Jadi aku...hanya akan terus mengawasinya. Aku ingin orang itu tidak merasa ketakutan lagi dan selalu aman. Hanya dengan begitulah aku bisa meninggalkannya" Kang Woo menunduk sedih.

"Aku tak mau melindungimu, karena itulah aku membuatmu mabuk. Karena aku ingin memilikimu seorang diri, karena itulah aku seperti ini" Yi Ryung menangis mengawasi Kang Woo yang tertidur karena mabuk.


Gong Shil menunjukkan buku fotografi Jin Woo pada kakaknya dan memberitahu Gong Ri kalau dia mau pergi ke luar negeri ke tempat-tempat yang ada di buku itu bersama Jin Woo. 

"Unni, ada seseorang yang sama seperti ku. Dia ingin aku ikut dengannya"

"Ada seseorang yang seperti itu? Dia benar-benar sama denganmu?"

"Iya, aku tidak ingat, tapi orang itu mengatakan kalau dia sangat mengenalku. Unni, saat aku koma selama 3 tahun, dia bilang rohku bersamanya"


Sementara itu di tempat lain, Jin Woo bertanya pada hantu kopi, apakah Gong Shil benar-benar akan datang padanya. Kalau Gong Shil pergi bersamanya, Gong Shil akan lebih mudah untuk meninggalkan Joong Won. Mendengar perkataan Jin Woo, hantu kopi jadi bimbang.


"Kau melihat mereka sejak awal kan? Menurutmu apa yang akan terjadi pada mereka?"

Hantu kopi menjawabnya dengan senyum lebar.


Gong Ri mengatakan pada Gong Shil, kalau dia bersama Jin Woo yang bisa melihat hal yang sama dengannya, dia memang pasti akan mengerti tapi apakah Gong Shil yakin bisa meninggalkan orang yang sangat ia suka. 

Menurut Gong Shil, Joong Won selama ini selalu melihat dan mendengar apa yang dia inginkan saja dan menganggap apa yang dilihat dan didengar Gong Shil tidak berguna, maka kalau mereka bersama maka Joong Won takkan hidup dengan tenang. Gong Ri merasa prihatin atas keadaan Gong Shil yang sulit, dia mengelus bahu adiknya untuk memberi Gong Shil semangat.


Keesokan paginya, Joong Won pergi mencari Hee Joo di bandara, dia menemukannya sedang duduk menunggu pesawat. 

"Kau melarikan diri lebih cepat dari dugaanku"

"Kukira kau akan membiarkanku pergi, apa sekarang kau datang untuk menangkapku?"

"Apa kau benar-benar mengira kalau aku akan melepaskanmu begitu saja?"

"Bukankah kau mengatakan dihadapan pamanku kalau kau percaya padaku"


Joong Won mengatakan kalau dia tidak mencurigainya sebagai penjahat dihadapan pamannya karena dia tidak mau melihat sekretaris Kim terluka.

"Agen rahasia yang disewa ayahku cukup hebat, awalnya aku ingin dia menangkapmu dan menyerahkanmu ke polisi. Tapi aku memutuskan untuk tidak melakukan hal itu. Mari kita berdua akhiri saja segalanya disini, sekarang juga. Kembalikan kalungku dan setelah itu pergilah"


"Kau sangat yakin kalau aku adalah penjahatnya. Apakah wanita yang mengaku bisa melihat arwah Hee Joo, Tae Gong Shil, tidak mengatakan apapun yang ia dengar dari arwah Hee Joo?"

"Jangan bawa-bawa wanita itu. Apa kau mau mati dan bertemu kembali dengan Hee Joo? Kalau memang itu yang kau inginkan, lakukan saja"

"Wanita itu pasti sangat spesial. Apa kau sudah melupakan Cha Hee Joo sepenuhnya? Menunggumu selama 15 tahun ternyata sia-sia"


"Lalu bagaimana denganmu? apa kau berusaha untuk mendekatiku lagi seperti yang kau dan Hee Joo lakukan di masa lalu? Merayuku mungkin bukan keahlianmu. Bahkan sekalipun kalian kembar, aku tidak pernah sekalipun tertarik padamu"

Senyum Hee Joo langsung menghilang mendengar perkataan Joong Won. Dia lalu membeberkan kebenaran kalau wanita yang ia suka bukan Cha Hee Joo tapi kakaknya Hanna.


Sementara itu, Gong Shil sedang mengepak barang-barangnya untuk pergi bersama Jin Woo, tiba-tiba hantu Hanna muncul. Gong Shil memberitahu hantu Hanna kalau dia mau pergi. Hantu Hanna memohon padanya untuk membantunya. Hantu Hanna mengatakan maaf pada Gong Shil lalu langsung masuk ke tubuhnya (Wah? kok bisa? Dia kan gag lagi mabuk).


Joong Won tidak percaya kalau wanita yang ada dihadapannya itu adalah cinta pertamanya. Hee Joo mengatakan kalau Hee Joo hanya bisa melihatnya dan Hanna-lah yang berpura-pura menjadi Hee Joo dan mendekatinya menggantikan Hee Joo.


Flashback, saat Hanna mendekati Joong Won remaja di perpustakaan dan langsung menyapanya dengan akrab dan membuat Joong Won tersenyum, sementara Hee Joo hanya bisa melihat dari jauh.


Sekarang, Hee Joo mengatakan kalau Hanna adalah gadis yang ceria dan memiliki segalanya dan pada akhirnya dia berhasil mendapatkan Joong Won juga. Semua itu adalah hal yang sangat Hee Joo inginkan, dan Hanna mengambil semuanya dari Hee Joo. Karena itulah Hee Joo menjadi marah dan melakukan semua hal jahat itu.


"Kalian berdua yang merencanakan semuanya" tuduh Joong Won

"Cha Hee Joo melakukan semuanya sendiri. Hanna tidak mungin melakukannya karena dia seperti malaikat. Pikirkanlah. Gadis yang pernah kau suka"


Joong Won teringat saat ia bersama Hanna yang selalu tersenyum ceria padanya.

"Salah satu dari mereka mati. Kau melihatnya sendiri kan? Saat gadis itu mati?" 

Joong Won teringat saat Hanna tersenyum padanya sebelum mobilnya meledak.

"Menurutmu siapa yang mati? Hanna atau Hee Joo?"


"Kau siapa? Apa kau Cha Hee Joo?"

Hee Joo tetap bersikeras kalau dia adalah Hanna yang baik hati dan yang mati adalah Cha Hee Joo yang jahat. Bukankah selama 15 tahun, Joong Won juga percaya kalau Hee Joo si cewek jahat yang mati. 

"Situasinya akan menjadi tragedi kalau gadis yang baik hati malah yang meninggal"


Namun Joong Won masih sangat yakin kalau wanita yang dihadapannya itu adalah Cha Hee Joo. Hee Joo teringat saat mobil mereka terjatuh ke parit dan terbakar. 


Dia keluar dari mobil dan membuka samarannya dihadapan Hanna yang sangat terkejut melihatnya (Ah, Hanna bukan penjahatnya).

"Cha Hee Joo mati disini, atau kalau tidak aku akan membunuh Joo Joong Won. Tolong, matilah sebagai Cha Hee Joo"

Hanna yang terluka parah dan takut dengan ancaman Hee Joo akhirnya pasrah mengorbankan nyawanya.


Sekarang Hee Joo tetap bersikeras kalau dia yang masih hidup adalah Hanna yang baik hati. Dia adalah Hanna yang dicintai oleh Joong Won karena itulah dia kembali pada Joong Won. Dia mengira kalau dia kembali, Joong Won akan mencintainya lagi tapi tak disangka sudah ada wanita lain yang bersamanya.

"Bukan, kau palsu"


"Kenapa sekarang kau seperti ini? Kau sangat terluka sampai kau tak pernah memikirkan dan tak mau mengerti akan apa yang terjadi pada gadis yang sudah meninggal itu. Kalau kau tetap mempercayai apa yang selama ini kauyakini, kau akan hidup dengan tenang"

"Apa benar gadis yang meninggal itu mati karena aku?"

"Iya, dia mati karenamu"

Joong Won sedih menyadari gadis yang meninggal itu ternyata mati demi melindunginya sementara Hee Joo tetap bersikeras kalau dia adalah Hanna. Walaupun Joong Won yakin kalau dia bukan Hanna, Hee Joo sangat yakin kalau Joong Won takkan bisa membuktikannya. 


Dan sebelum Hee Joo pergi dia mengatakan hal yang sama persis dengan penjahat yang datang padanya saat dia culik.

"Maaf atas segalanya, Joo Joong Won"


Setelah Hee Joo pergi, Joong Won terduduk lemas menyadari kalau wanita itu adalah penjahat yang telah menculiknya bahkan sampai membuatnya disleksia. 


Sementara itu sekretaris Kim mendatangi abu Hanna di rumah duka, dia melihat ada 2 patung malaikat di sebelah foto Hanna.


Hee Joo berjalan pergi saat Gong Shil tiba-tiba memanggilnya sebagai 'Cha Hee Joo'. Hee Joo langsung berhenti mendengar Gong Shil memanggilnya dengan nama 'Cha Hee Joo'. Setelah itu Gong Shil bicara dengan memakai banmal padanya.

"Hee Joo, ini aku. Satu-satunya yang tahu kalau kau adalah Cha Hee Joo. Apakah hidup sebagai Hanna Brown menggantikanku menyenangkan?"

"Apa maksudmu?"

"Aku ingin sekali bertemu dan bicara padamu, jadi aku meminjam tubuh wanita ini"

"Tidak mungkin. Pergi" Hee Joo mundur ketakutan


"Kau tak percaya padaku?" Gong Shil berjalan mendekatinya "Haruskah aku mengatakan kata-kata terakhir yang kau ucapkan padaku?" 

Gong Shil lalu mengucapkan kata-kata ancaman Hee Joo pada Hanna sebelum dia meninggalkan Hanna mati terbakar.

"Aku mati demi kau dan membiarkanmu hidup untukku. Kenapa kau kembali Hee Joo?"

"Kau benar-benar Hanna?"


Gong Shil yang kerasukan hantu Hanna mengangguk, dia mengatakan kalau dia mencuri tubuh Gong Shil demi bertemu dengan Hee Joo. Hanna dalam tubuh Gong Shil lalu mengajak Hee Joo untuk pergi bersama. Cha Hee Joo bisa tetap hidup sebagai Hanna Brown dan dia akan hidup sebagai Gong Shil. Hanna memohon pada Hee Joo untuk membantunya hidup kembali.

Hee Joo menyukai ide itu, dia akan membantu Hanna untuk hidup sebagai Gong Shil. Dan setelah itu mereka tak boleh kembali pada Joong Won, dengan begitu Gong Shil akan menghilang dari hidup Joong Won.

"Aku sangat benci melihat wanita ini berada disisinya. Kalau wanita ini menghilang, maka Joo Joong Won akan sendirian lagi. Aku suka sekali dengan kutukan Cha Hee Joo yang selalu menghantui Joong Won. Aku akan meninggalkannya agar dia tetap hidup dengan kutukan itu"


Joong Won masih duduk termenung. Dia teringat perkataan Gong Shil yang memintanya untuk tidak melarikan diri hanya karena takut, kalau dia lari bukankah hal itu akan sangat memalukan. Akhirnya dia memutuskan untuk mengejar Hee Joo dan melihatnya sedang berbincang dengan Gong Shil.


Hanna bertanya pada Hee Joo kenapa dia mengatakan semuanya pada Joong Won padahal dia bisa pergi tanpa mengatakan apapun, apa Hee Joo memang berniat untuk menyiksa Joong Won. 

Hee Joo mengira kalau dia kembali sebagai Hanna, dia akan bisa memiliki Joong Won, tapi Joong Won malah mengatakan kalau dia palsu.


Joong Won berjalan mendekati mereka berdua dan saat dia semakin dekat, sebuah tangan langsung menariknya. Kang Woo mengisyaratkan pada Joong Won untuk diam, karena mereka sedang beroperasi, dia menunjukkan sebuah alat recorder yang sedang ia pegang.

Mereka melihat kedua wanita itu sedang bicara, dan di belakang kerah baju Gong Shil ada sebuah mic kecil (Oooh, Gong Shil cuma pura-pura kerasukan). 


Gong Shil yang masih berpura-pura sebagai Hanna mengatakan pada Hee Joo kalau Joong Won mengatainya palsu adalah karena Joong Won tahu kalau dia bukan gadis yang pernah disukainya.

"Benar, aku memang bukan Hanna yang ia cintai"

"Joong Won tidak pernah tahu Cha Hee Joo yang sebenarnya"

"Benar. Karena dia tidak pernah bertemu dengan Cha Hee Joo yang asli dengan semestinya. Tetapi, nama yang akan tetap berada di hatinya sebagai kutukan adalah namaku, Cha Hee Joo"


Hee Joo lalu mengajak Hanna pergi, dia juga akan melindungi Hanna seperti Hanna yang juga selama ini ingin melindunginya. Hee Joo mengulurkan tangannya pada Gong Shil yang langsung menggenggam tangannya. Setelah itu Gong Shil mengubah cara bicaranya menjadi Jeondae.

"Arwah Hanna mengatakan kalau dia ingin melindungi Cha Hee Joo yang masih hidup, bahkan walaupun dia dituduh bersalah seorang diri. Dengan kata lain Hanna telah melakukan pengorbanan, kesetiaan dan cinta. Tapi kau tak pernah menyadarinya bahkan sampai saat terakhir, Cha Hee Joo"


Hee Joo akhirnya sadar kalau dia sedang dijebak, dia berusaha melepaskan genggaman tangan Gong Shil, namun Gong Shil menangkap tangan Hee Joo lagi.

"Kau bukan Hanna kan? Kau membohongiku"

"Orang yang membuat Hanna meninggal dan membohongi semua orang adalah kau Cha Hee Joo, iya kan?"

Hee Joo melepaskan genggaman tangan Gong Shil darinya dan mengatakan padanya kalau dia tidak akan bisa membuktikannya karena tidak ada bukti tertinggal. 


Tiba-tiba sekretaris Kim datang dan memanggil Hee Joo. Bersamaan dengan sekretaris Kim, polisi dan detektif yang menangani kasus penculikan Joong Won juga tiba disana.

Sekretaris Kim menunjukkan pada Hee Joo patung malaikat kecil yang tadinya ada di kotak penyimpanan abu Hanna. Sekretaris Kim mengatakan kalau Hee Joo baru saja meninggalkan sesuatu disisi anak yang sudah meninggal itu. Hee Joo terkejut melihat patung malaikat kecil yang digenggam sekretaris Kim.

Sekretaris Kim menjatuhkan patungnya dan saat patung itu pecah kalung berlian Joong Won keluar dari dalamnya. 


Kang Woo memberi isyarat pada para polisi dan pak detektif untuk segera menangkap Hee Joo. Pak detektif bersyukur karena masih ada waktu 2 hari sebelum kasus penculikan ini ditutup. pak detektif memborgol Hee Joo.


Flashback saat Hee Joo menggenggam 2 buah patung malaikat di depan kotak penyimpanan abu Hanna. Hee Joo mengatakan kalau yang ia curi sebenarnya bukan kalungnya tapi hidup Hanna, tapi tak ada seorangpun yang tahu. Dia menaruh kedua oatung malaikat itu disebelah foto Hanna.

"Maaf Hanna, saudara kembarku" saat itu Hee Joo tidak menyadari kalau hantu Hanna sedang berada disisnya dan mendengarkan semuanya dengan sedih.


Sekarang Hee Joo di bawa oleh polisi dan sekretaris Kim menyusulnya untuk mengatakan pada Hee Joo kalau dia akan selalu mendampingi Hee Joo. Kang Woo dan Gong Shil melihat Hee Joo dibawa pergi oleh polisi. 


Kang Woo mengatakan kalau segalanya sudah selesai. Gong Shil menyetujuinya, dia melihat Joong Won yang masih berdiri termenung dan masih shock atas semua kejadian tadi. Gong Shil berjalan menghampiri Joong Won dan tersenyum padanya. 


Mereka bicara berdua di luar bandara. Gong Shil mengatakan kalau hantu Hanna ingin mengatakan sesuatu pada Joong Won, Gong Shil juga yakin kalau Joong Won juga ingin mengatakan sesuatu pada Hanna.


Tiba-tiba Joong Won melihat Hanna di depannya.

"Joong Won. Kuharap aku tidak lagi menjadi luka bagimu"

Saat kamera berbalik terlihat sosok Joong Won remaja berdiri dihadapan hantu Hanna.

"Maaf, karena telah membencimu tanpa mengetahui kebenarannya. Maafkan aku"


Hantu Hanna menyentuh wajah Joong Won remaja dan tersenyum padanya sebelum akhirnya arwahnya menghilang.


Sekarang, Joong Won dewasa dan Gong Shil melihat kepergian arwah Hanna ke langit. Gong Shil menangis, Joong Won bertanya kenapa dia menangis, Gong Shil mengatakan kalau dia menangis menggantikan Joong Won yang tidak bisa menangis. 


Sementara itu Jin Woo sudah ada dibandara menunggu Gong Shil.


Joong Won memuji kerja keras radar 10 milyar won-nya dan mengajaknya pergi makan, dia ingin mentraktir Gong Shil. Tapi Gong Shil menolaknya karena dia harus pergi. Gong Shil merasa lega karena kasus Cha Hee Joo sudah berhasil diselesaikan dan dia sebagai radar ternyata cukup berguna.

"Apa maksudmu, kau mau pergi kemana?"


"Aku bertemu dengan orang yang melihat dan mendengar hal yang sama denganku, aku berjanji untuk pergi bersama orang itu. Presdir, waktu kau datang padaku sebagai roh, kau mengatakan kalau aku bersinar secerah matahari. Kurasa aku adalah matahari yang harus bersinar hanya untuk orang yang sudah meninggal saja. Aku ingin menjadi matahari yang bersinar dan terkenal diantara para hantu. Tapi saat aku melihatmu, aku merasa aku adalah matahari yang berbahaya yang bisa membuat seseorang mati. Aku menjadi sangat ketakutan dan membenci diriku sendiri" Gong Shil menangis

Joong Won sangat terkejut menyadari bahwa ternyata dia adalah orang yang telah membuat Gong Shil merasa ketakutan dan membenci dirinya sendiri. Gong Shil mengatakan kalau dia tak mau tinggal disisinya dan menjadi matahari semacam itu, dia meminta Joong Won untuk menyuruhnya pergi.


"Kenapa selama ini aku bisa selalu mengatakan 'pergi' padamu tanpa sedikitpun merasa takut adalah karena aku selalu merasa yakin kalau kau akan datang padaku lagi dan bersinar kembali sebagai matahari dalam hidupku. Akan kucoba melakukan yang kau minta. Pergilah, Tae Yang"


Gong Shil membungkuk padanya lalu berbalik pergi masuk ke dalam bandara. Joong Won melihat Gong Shil pergi semakin menjauh tanpa melihat kembali ke belakang. 

"Kalau 'matahari' pergi dari hidupku seperti ini, aku akan hancur"



Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon