Powered by Blogger.


Kang Woo datang mengunjungi Yi Ryung di rumah sakit sambil membawa makanan dan sebotol soju. Namun ternyata Yi Ryung sedang tidur. 

Kang Woo menghampirinya dan mengeluh karena sekarang Yi Ryung tidur setelah tadi mengancam Kang Woo untuk datang mengunjunginya karena dia harus pura-pura dirawat di rumah sakit. Kang Woo melihat skrip film hollywood yang telah Yi Ryung batalkan gara-gara akting sakitnya. 

"Sepertinya ini proyek besar yang akan disutradarai oleh sutradara yang terkenal. Apa dia tidak membuat kesalahan besar dengan melepaskan kesempatan ini"


Kang Woo lalu mendekat untuk melihat wajah Yi Ryung yang sedang tertidur dan melihatnya tidur dengan tenang seperti itu membuat Kang Woo merasa bahwa Yi Ryung baik-baik saja. Tiba-tiba Yi Ryung membuka mata lalu bangkit dan mencium Kang Woo. 

Dan setelah memberi Kang Woo ciuman kilat, Yi Ryung kembali berbaring dan menutupi wajahnya yang malu dengan selimut. (hehehehe)



"Apa-apaan? Apa barusan kau menyerangku?...Walaupun aku agak gugup gara-gara serangan kejutanmu tadi. Tapi sebenarnya aku aku sudah mempersiapkan diri (untuk diserang/dicium). Jadi aku tidak akan marah padamu. Tapi apa kau yakin bahwa yang tadi sudah cukup? Aku bahkan sudah mempersiapkan diri untuk serangan yang jauh lebih ganas mengingat kau adalah paus berkumis hitam (hahahahahaha...). Tapi terima kasih yah, karena kau telah membuatnya lebih mudah untukku"


Yi Ryung langsung membuka selimutnya dan bangkit lalu dengan sangat antusias bertanya apakah Kang Woo benar-benar tidak akan marah kalau dia melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar ciuman tadi. Kang Woo meyakinkannya kalau dia tidak akan marah. 

Kang Woo menggodanya bahwa ini adalah kesempatan yang didapatnya setelah kehilangan kesempatan main film ke Hollywood, sayang sekali dia sudah melewatkannya.


Kang Woo lalu berbalik untuk pergi, namun Yi Ryung berlari mengejarnya lalu menangkup wajah Kang Woo dengan kedua tangannya dan mengatakan pada Kang Woo bahwa kali ini dia akan melakukannya dengan benar. 

Saat Yi Ryung mendekat untuk menciumnya lagi, Kang Woo langsung mecegahnya dan memperingatkannya bahwa diluar banyak sekali reporter, jadi Yi Ryung tidak boleh keluar.

Setelah Kang Woo pergi meninggalkannya, Yi Ryung terduduk kesal di lantai, menyesal karena seharusnya tadi dia melompat saja pada Kang Woo.


Gong Shil pulang kembali ke kamar atapnya dan melihat Joong Won sudah duduk menunggunya di bangku depan kamarnya. Gong Shil memaksa dirinya untuk tersenyum sebelum menghampiri Joong Won.


Joong Won mengatakan bahwa ia sedang berpikir keras agar ia bisa membicarakan masalah mereka sekali lagi, dan selama ia berpikir ia menemukan banyak ketidak adilan didalamnya, semakin dipikirkan rasanya jadi makin lucu.

"Apanya?"

"Kau dan aku telah sama-sama membicarakan tentang akhir hubungan kita padahal sebenarnya, kita bahkan belum pernah memulai hubungan ini. Kita bahkan belum pernah makan bersama atau berpegangan tangan tanpa melibatkan hantu. Apa kau tidak merasa lucu saat kita membicarakan akhir tanpa adanya permulaan?"


Gong Shil menyetujuinya "Memang lucu. Aku sudah terlalu sering memegangmu dan memelukmu sampai bisa dilaporkan sebagai pelecehan seksual. Tapi aku belum pernah sekalipun menyentuhmu karena aku menyukaimu"

Joong Won lalu mengulurkan tangannya dan meminta Gong Shil untuk memegang tangannya dan melupakan semua pembicaraannya tentang pergi lalu makan bersamanya. Gong Shil agak ragu namun perlahan ia mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Joong Won.


Mereka saling tersenyum dan Gong Shil merasa aneh, karena ini adalah pertama kalinya baginya memegang tangan Joong Won tanpa kehadiran hantu.

"Lihatkan? Bukankah rasanya terlalu tidak adil kalau kita mengakhirinya hanya setelah berpegangan tangan sekali seperti ini?"

Gong Shil mengangguk, dan karena mereka sudah berpegangan tangan maka Gong Shil mengajaknya makan bersama setelah ia ganti baju. Joong Won menyuruhnya untuk cepat-cepat ganti baju.


Setelah ganti baju, Gong Shil lalu mengajak Joong Won makan udon di restoran favoritnya. Gong Shil sangat menyukai udon sampai ia memakannya lima kali dalam seminggu. Joong Won baru tahu bahwa ternyata Gong Shil sangat menyukai udon.

"Apa kau juga suka udon?"


Joong Won menggelengkan kepalanya. Dia benci dengan mie gendut pakai kuah panas itu, dia lebih menyukai mie dengan rasa yang jauh lebih segar seperti mie naengmyeon (mie dingin, rasanya segar karena kuahnya pakai es batu). 

"Jadi kau suka naengmyeon?"

Joong Won mengatakan bahwa ia menyukai naengmyeon hanya karena itu adalah satu-satunya menu yang ia suka di sebuah restoran favoritnya, tapi sejak nenek pemilik restoran favorit Joong Won itu meninggal dunia, rasanya jadi berubah dan sejak itu ia berhenti makan naengmyeon.


"Benarkah? Kalau aku tahu lebih awal, aku pasti akan datang ke restoran itu. Kalau arwah nenek yang sudah meninggal itu masih disana, apakah menurutmu aku bisa menemukan alasan kenapa rasanya berubah?"

"Kalau kau pergi, bahkan kesempatanku untuk bisa merasakan kembali naengmyeon yang kusuka itu juga akan ikut menghilang. Yang itu juga tidak adil"

Gong Shil bertanya dimana letak restoran naengmyeon itu, Gong Shil mengatakan bahwa ia akan pergi kesana sebelum ia pergi. Joong Won menyuruh Gong Shil untuk tidak berpura-pura peduli kalau Gong Shil tetap ingin pergi dan meninggalkannya. 

"Makanlah sebelum mie gendutmu itu menjadi semakin gendut. Kuharap kau akan benar-benar menikmatinya dan merasakan sebuah kerinduan setiap kali kau makan udon"

Gong Shil memperhatikan Joong Won yang melahap udonnya dengan sedih. 


Setelah selesai makan udon, mereka berjalan bergandengan tangan di sebuah taman tempat Gong Shil biasanya berolahraga. 

Gong Shil mengatakan kalau ia sangat pintar dalam olahraga, terutama tenis. Joong Won mengatakan bahwa ia pinta dalam olahraga lain selain tenis. Seperti berkuda, golf dan panahan.

Gong Shil menduga bahwa Joong Won banyak mencurahkan banyak waktunya untuk berolahraga karena Joong Won tidak bisa membaca sementara ia tidak bisa banyak keluar karena banyak yang harus ia baca.


"Sayang sekali. Kita bisa hidup bersama dengan kau merekomendasikan buku-buku yang akan kubaca dan aku mengajarimu semua olahraga yang kubisa. Kalau kau pergi, sama saja kau menghancurkan susunan dasar 'memberi dan menerima'"

"Kau benar. Aku selalu ingin belajar berkuda dan golf"

"Aku punya kuda, lapangan golf, kolam renang dan lapangan tenis. Aku punya semuanya. Dengan kata lain. Bisa dibilang aku ini punya keanggotaan tetap seumur hidup pada semua tempat itu"


"Kau punya kuda? Aku pernah melihat hantu kuda"

"Tapi kau tidak bisa menunggangi kuda semacam itu. Tapi kau akan bisa menunggangi kuda yang kumiliki"

Mereka lalu berjalan bergandengan tangan menuju matahari.


Mereka tiba di dekat sebuah bangku pinggir kolam. Gong Shil memberitahunya bahwa dibangku itu ada hantu yang suka mengganggu setiap pasangan yang duduk di bangku itu sampai membuat mereka putus. Saat itu Gong Shil melihat ada pasangan yang duduk di bangku itu.

Saat Gong Shil mau pergi untuk memperingatkan pasangan itu, Joong Won mencegahnya. Gong Shil protes bahwa kalau dia tidak bertindak maka pasangan itu akan putus. 

"Hubunganku sendiri terancam mau putus. Aku tidak mau melihat pasangan lain berakhir bahagia" (dasar!)


Mereka lalu melihat penyanyi jalanan bersama para pasangan lain. Joong Won merangkul bahunya. Saat penyanyi itu melantunkan lagu romantisnya, Joong Won memandang Gong Shil dengan sedih. Joong Won mempererat pelukannya dan suasana diantara mereka menjadi sedih.

"Tae Gong Shil, jangan pergi"

Gong Shil menggenggam tangan Joong Won dan menangis.


Sekretaris Kim memberitahu Kang Woo bahwa Gong Shil mengatakan padanya kalau dia ingin pergi demi dirinya sendiri, karena itula ia merasa bahkan Joong Won sekalipun takkan bisa memaksanya untuk tidak pergi.

Kang Woo mengatakan bahwa ia mengalah karena ia selama ini merasa Joong Won bisa melakukan sesuatu untuk Gong Shil, hal yang tidak bisa ia sendiri lakukan untuk Gong Shil.

"Tapi, kalau Tae Gong Shil sendiri yang mengatakan kalau dia sangat ketakutan pada dirinya sendiri maka satu-satunya yang bisa presdir Joo lakukan adalah mengalah dan menunggunya sama seperti yang telah kulakukan"

"Joo Gun tidak pernah sekalipun menerima keputusan seseorang apa adanya. Aku sendiri tidak yakin apakah dia akan bisa memahami dan peduli dengan keputusan Tae Yang"


Gong Ri sedang minum-minum sendirian. Dia merasa sangat kesal dan menyesal telah makan bersama dengan dengan Han Joo yang ternyata adalah si mulut murahan yang selama ini ia cari-cari. Saat Gong Ri mau minum lagi, Han Joo datang dan menghabiskannya sendiri.

"Hei, mulut murahan. Itu tadi minumanku. Aku menuangnya bukan untuk kau masukkan ke mulut murahanmu itu"


Han Joo hanya menghela napas dan menuang segelas lagi dan menghabiskannya sendiri. Gong Shil menuntutnya untuk mengatakan sesuatu.

"Mulut murahanmu itu tidak berguna selain untuk menggosip kan?"

Dan Han Joo langsung menjawabnya dengan sebuah ciuman (hahahahahaha).


"Apa yang barusan kau lakukan dengan mulut murahanmu itu?"

"Itu adalah satu-satunya penjelasan yang bisa diucapkan oleh mulutku" kata Han Joo sambil menuang segelas alkohol lagi

"Penjelasanmu...sangat pendek" (hahahahahaha...)

"Lalu...haruskah aku memberimu penjelasan yang jauh lebih panjang?" (LOL)

Tapi sebelum Han Joo bisa memberi penjelasan yang jauh lebih panjang, Gong Ri memberinya syarat untuk mabuk terlebih dahulu karena dia tidak mau mabuk sendirian.


Joong Won dan Gong Shil sedang berada di dalam mobil Joong Won. Joong Won mengatakan bahwa ia sangat menyukai kamar atap Gong Shil, dia sekarang mengerti kenapa Gong Shil sangat menyukai tempat itu, karena memang tempat itu sangat cocok untuk minum bir.

"Aku ingin mengisi kulkasmu penuh dengan bir dan aku ingin datang berkunjung setiap hari untuk minum bir. Tae Gong Shil, berapa banyak bir yang harus kubeli untuk mengisi kulkasmu? Haruskah aku beli satu untuk malam ini atau langsung kuisi sebanyak yang ku mau?"

"Untuk sekarang...cukup satu pak saja"

"6 kaleng bir?"

Gong Shil mengangguk "Aku juga ingin minum bir sambil menggenggam tanganmu. Kalau cuma 6 kaleng bir, kita mungkin bisa menghabiskan semuanya malam ini atau kalau kalau masih ada sisa maka kau bisa kembali lagi lain waktu"

Joong Won lalu keluar dari mobil untuk membeli satu pak kaleng bir. Gong Shil merasa kalau mereka harus minum satu pak bir sebelum ia pergi, karena kalau tidak rasanya akan tidak adil. Sementara itu, Joong Won mengambil satu pak bir dari sebuah supermarket.



Saat Gong Shil menunggu di dalam mobil, hantu Woo Jin muncul di luar mobil dan memohon bantuan Gong Shil untuk ibunya. Gong Shil berusaha keras untuk menolaknya, tapi hantu Woo Jin malah muncul di dalam mobilnya dan kembali memohon padanya. 

Gong Shil melihat Joong Won yang sedang membayar di kasir.

"Aku tidak mau pergi denganmu. Pergilah. Ku bilang aku tak mau pergi denganmu"


Namun saat Joong Won kembali ke mobilnya, Gong Shil sudah tidak ada di dalam mobilnya. Joong Won berusaha meneleponnya. 


Tapi Gong Shil yang saat itu sedang berada di sebuah taksi bersama hantu Woo Jin tidak mengangkat telepon dari Joong Won. Pak supir bertanya pada Gong Shil, apakah dia tidak mau mengangkat teleponnya. Gong Shil lalu mematikan HaPenya.


Joong Won teringat perkataan Kang Woo yang pernah mengatakan padanya bahwa ia secara diam-diam telah menempatkan alat pelacak di tas Gong Shil. Joong Won menemukan GPS yang pernah diberikan Kang Woo padanya di mobil, lalu dia menyalakan alat itu dan alat pelacak kecil di tas Gong Shil menyala.


Gong Shil meminta pak supir berhenti di tepi jalan dan saat dia keluar dia melihat ibu hantu Woo Jin sedang berdiri di tepi jembatan, hendak berniat untuk bunuh diri. Joong Won ngebut menyusul Gong Shil berdasarkan petunjuk dari GPS dan Gong Shil berlari naik ke atas jembatan untuk menghentikan ibu Woo Jin bunuh diri.

"Woo Jin, ibu akan menyusulmu"

Ibu hantu Woo Jin mulai menaiki pagar jembatan dan Gong Shil berhasil menyusulnya sebelum ia melompat. Gong Shil berhasil menarik ibu Woo Jin yang menjerit-jerit dan berusaha memberontak dari pelukan Gong Shil. Joong Won tiba disana dan menyaksikan semua kejadian itu.


Mereka membawa ibu Woo Jin kembali ke rumah sakit. Gong Shil melihat Woo Jin menangis mengawasi ibunya yang sudah dibius. Joong Won menghampirinya dan Gong Shil memberitahunya bahwa hantu Woo Jin sedang berada disisi ibunya, hantu Woo Jin datang menemuinya untuk meminta bantuan karena ibunya sedang dalam situasi yang berbahaya.


"Dulu saat aku mengikutinya aku membuatmu hampir mati, tapi aku malah mengikutinya lagi. Walaupun aku sekarang menghentikannya, tapi mungkin dia akan melakukannya lagi lain waktu"

"Itu adalah hidupnya, bagaimana bisa kau mengharapkan dirimu sendiri untuk menangani semua hal itu sendirian?"

Gong Shil mengatakan bahwa semua itu karena dia terlalu terpengaruh karena terus menerus melihat dan mendengar hantu. Dia membenci kemampuannya itu tapi kemampuannya itu juga bagian dari dirinya sendiri. Dan kalau dia tidak bisa mengendalikan kemampuannya sendiri lalu bagaimana bisa Joong Won akan menanganinya nanti. Gong Shil tak bisa lagi menahan tangisnya dan Joong Won memeluknya. 


Setelah itu, mereka duduk bergandengan tangan di depan kamar ibu Woo Jin. Joong Won bertanya apakah kalau Gong Shil pergi bersama Jin Woo, dia tidak akan lagi melihat hal-hal yang tidak ingin dilihatnya. 

"Entahlah. Tetapi apa menurutmu, setidaknya aku harus mencari tahu kenapa aku bisa berakhir seperti ini? "


"Aka kuterima keputusanmu. Baiklah, Semuanya berakhir disini" kata Joong Won sambil melepaskan pegangan tangannya dan bangkit berdiri.

Dia mengatakan pada Gong Shil bahwa sekarang mereka hanya 2 orang yang pernah berpegangan tangan sekali saja, maka mulai sekarang mereka harus saling melupakan.

"Aku...akan melupakanmu" kata Joong Won

"Baiklah, kalau kau sangat membenciku, kau boleh memakiku dan memanggilku cewek jahat yang telah meninggalkanmu setelah memikatmu"


Joong Won merasa hal itu tidak perlu dilakukan mengingat mereka cuma berpegangan tangan dan makan bersama sekali saja. Gong Shil memandangnya dengan sedih. Joong Won lalu pamit pergi padanya dan berbalik pergi meninggalkan Gong Shil. Setelah Joong Won pergi, Gong Shil menangis sendirian.


Setelah berjalan cukup jauh, Joong Won berhenti dan menyadari bahwa bahkan sampai mereka berpisah, Gong Shil tak pernah sekalipun mengatakan bahwa ia mencintai Joong Won. Joong Won menyandarkan tangannya di dinding untuk menopang tubuhnya dan menangis. Joong Won menghapus air matanya dan berjalan pergi.


Joong Won terbangun di pagi hari "Hari ini adalah hari ke-375 sejak 'matahari' pergi dari hidupku. Tapi ternyata aku tidak hancur"


Joong Won bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan ke lemarinya dan bertanya-tanya baju apa yang akan ia kenakan hari ini. Joong Won mulai memilih-milih baju setelan jas dan segala aksesoris yang akan ia kenakan ke Kingdom. 


Sesampainya di kantor, ia bertanya pada sekretaris Kim dan Jin Ju apakah semuanya sudah siap. Sekretaris Kim mengiyakannya. Di dalam kantornya, Joong Won rapat bersama para anak buahnya dan memberi mereka perintah bahwa Kingdom harus bisa mengalahkan Giant Mall.

Paman Do mengatakan bahwa ia sudah mempersiapkan acara khusus menjelang akhir tahun. Joong Won mengatakan bahwa akhir musim nanti dia akan pergi ke Shanghai, karena itulah ia ingin melihat Kingdom mengalahkan Giant Mall sebelum ia pergi nanti.



Setelah selesai rapat, bibi Joo memberitahu paman Do bahwa setelah Joong Won pergi ke Shanghai, maka paman Do yang akan menggantikan Joong Won sebagai presdir. Paman Do sangat senang karenanya. Namun bibi Joo masih mengkhawatirkan Joong Won yang masih sendirian, dan bermaksud untuk melakukan segala cara untuk menikahkan Joong Won sebelum ia pergi ke Shanghai.


Bibi Joo lalu meminta bantuan paman Do untuk mencoba menjodohkan kembali Joong Won dengan mantan tunangannya yaitu Park So Yeon dari Sejin Group. Tapi paman Do ragu, karena setiap kali bertemu mereka selalu membiacarakan tentang uang.

"Kenapa kau tidak mencoba mengatur makan malam atau sesuatu yang lain setelah semua pertemuan itu?" 

"Uhm...baiklah. Tapi...kalau menurutku presdir Joo masih menunggu"


"Apa menurutmu masuk akal kalau Joong Won mau saja menunggu seseorang? Seandainya dia mau, aku bisa mengumpulkan semua wanita untuknya yang akan berbaris mulai dari sini sampai ke bulan. Tapi...Bang Shil? Memangnya dia itu apa? tuan putri dari luar angkasa atau apa? Kenapa juga Joong Won mau menunggunya?" teriak bibi Joo


Joong Won duduk di bangku tempat nongkrongnya hantu tong sampah, dia mengatakan pada si hantu bahwa ia sedang menunggu mataharinya terbit kembali.

"Kalau kau percaya bahwa matahari itu akan terbit kembali, tolong pukul dan putar tutup tong sampahmu"

Dan si hantu memukul tutup tong sampahnya. Joong Won berterima kasih pada si hantu yang telah menghiburnya dengan memukul tutup tong sampahnya. Joong Won menepuk-nepuk bangkunya dengan ringan sebagai ungkapan terima kasih.


Sekretaris Kim yang sepertinya sedang sakit, bertanya pada Jin Ju apakah ia sudah memberitahu Joong Won kalau tempat pertemuan dengan Sejin Group di Palace Hotel. Jin Ju mengiyakannya dan Sejin Group juga sudah menelepon untuk memastikan tempat pertemuannya.

Sekretaris Kim jadi bingung sekarang karena ternyata dia sudah mengatakan pada Joong Won bahwa tempat pertemuannya di Kingdom Hotel agar Joong Won lebih merasa nyaman. 


Jin Ju mengatakan bahwa kalau ia sekarang merubah tempatnya maka Joong Won akan tiba lebih awal dan dia bisa marah-marah kalau dia tiba terlalu awal dari jadwal yang sebenarnya. Sekretaris Kim meyakinkannya kalau dia sendiri yang akan bertanggung jawab nanti.

"Bagaimana bisa aku melakukan kesalahan seperti ini? Apa aku sudah tersihir oleh hantu?"


Saat Joong Won tiba, ternyata dia benar-benar tiba lebih awal dan belum ada satupun yang datang. Dia bertanya-tanya bagaimana bisa sekretaris Kim melakukan kesalahan seperti ini, apa dia sakit. Joong Won lalu menyuruh anak buahnya untuk pergi dan menelepon sekretaris Kim, dia tidak memperhatikan bahwa di belakangnya ada Gong Shil yang lewat.


"Sekretaris kim, apa kau sudah ke rumah sakit? Walaupun cuma flu kau tetap harus memikirkan usiamu. Cutiah beberapa hari dan istirahat"

Saat itu dibelakangnya, Gong Shil duduk sendirian dan menuang segelas alkohol.


"Kau bisa menulariku dengan flumu. Aku akan mengirim dokter, jadi tinggallah di rumah dan janga pergi kemana-mana. Apa kau sudah makan malam? Aku akan mengirim bubur tuna kesukaanmu. Tidak, kau tidak boleh makan es krim" (hahahaha...)

Sementara itu Gong Shil sedang didatangi oleh seorang pria yang mengajaknya untuk berkenalan. Gong Shil mengatakan pada pria itu bahwa ia sedang menunggu seseorang. Namun pria itu tidak percaya karena sedari tadi ia memperhatikan Gong Shil sendirian. 


Gong Shil melihat seorang pelayan lewat dan meminta padanya agar tempat duduknya diganti. Pelayan hotel mempersilahkannya, pria itu mengerti bahwa Gong Shil tak ingin diganggu lalu ia pergi.


Pelayan membantunya membawakan botol alkoholnya ke meja lain di atap. Gong Shil memperhatikan pemandangan malam Seoul yang indah dan bertanya-tanya apakah Seoul selalu seindah ini. 

Joong Won datang dibelakangnya dan memanggilnya "Hei, nona. Apa kau mau minum bersamaku?"


Gong Shil langsung menolaknya tanpa berbalik untuk melihat siapa yang bicara dengannya dan mengusirnya. Joong Won mengatakan bahwa ia mirip dengan seseorang yang dikenalnya, dan Gong Shil hanya tersenyum sinis menganggapnya sebagai rayuan gombal biasa.

"Apa kau benar-benar tak mau melihatku?" 

"Aku bersama dengan seseorang"

Joong Won berjalan mendekatinya "Siapa? Hantu?"


Gong Shil akhirnya berbalik dan melihat Joong Won dihadapannya.

"Ternyata memang benar kau Tae Gong Shil. Cewek jahat yang sudah memikatku lalu pergi meninggalkanku"



Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon