Powered by Blogger.


Joong Won dan Gong Shil duduk berhadapan di atas atap hotel. Joong Won mengatakan kalau dia sangat terkejut saat ia melihat Gong Shil sampai mengira kalau dia cuma berkhayal, tapi ternyata dia benar-benar melihat Gong Shil.

"aku juga terkejut, kukira aku melihat hantu"

"Apa radarmu masih berfungsi? Apa kau masih bisa melihat hantu? Apa tamumu itu hantu? Apa kau sedang minum bersama dengan hantu?"

Gong Shil menundukkan wajah saat Joong Won bertanya tapi kemudian dia mengauku kalau dia tidak mau bertemu lagi dnegan Joong Won dalam keadaan yang sama dengan dulu dan sekarang dia sudah berhasil menghilangkan kemampuannya itu. Dia sudah tidak lagi melihat hantu.

"Benarkah?"

"Iya. Karena itulah mari kita berhenti membicarakan hantu. Bagaimana kabarmu?"


Joong Won bertanya kenapa baru sekarang di tempat ini dan dalam situasi seperti ini Gong Shil penasaran dengan kabarnya padahal selama ini Gong Shil bahkan tak pernah menghubunginya.

"Karena aku ingin tahu, apakah aku harus pergi untuk menemuimu"

"Jadi maksudmu kau sangat baik-baik saja sampai kau jadi ingin tahu tentang keadaanku?"

Gong Shil memberitahu Joong Won kalau dia memang baik-baik saja, dia juga sudah berkeliling dunia dan dia sudah berubah. Joong Win setuju, Gong Shil memang terlihat berbeda. 



Tiba-tiba Jin Ju datang, ia melihat Gong Shil yang menyapanya dengan anggukan kepala. Joong Won bertanya apakah orang-orang dari Sejin Group sudah datang, Jin Ju mengiyakannya dan dengan agak canggung memberitahu Joong Won kalau nona Park So Yeon (mantan tunangan Joong Won) juga sudah datang. Joong Won menyuruh Jin Ju untuk menyampaikan pesan pada orang-orang itu kalau dia sedang ada pertemuan penting, jadi dia mungkin akan sedikit terlambat.

"Rupanya kau ada pertemuan yang harus kau hadiri" kata Gong Shil

"Iya, ini adalah pertemuan yang melibatkan uang yang sangat banyak. Tiap detiknya aku bisa kehilangan 100 juta won dan aku mengorbankannya untukmu"


Melihat Jin Ju yang menemaninya ke pertemuan itu, membuat Gong Shil bertanya apakah sekretaris Kim sudah tidak bekerja bersamanya lagi. Joong Won mengatakan kalau sekretaris Kim masih bekerja padanya hanya saja karena masalah usia, dia jadi tidak banyak bekerja di luar kantor.

Gong Shil lalu ingat kalau nona Park dari Sejin Group adalah wanita yang dulu pernah bertunangan dengan Joong Won. Joong Won membenarkannya.

"Aku akan memegang tangannya (bekerja sama dalam bisnis) dan membuka mall Kingdom di Shanghai"

"Sepertinya kau membuat banyak uang dengan memegang tangannya" Gong Shil cemburu tapi dia tetap menunjukkan senyum pada Joong Won.


Gong Shil akhirnya menyadari kalau saat ini bukan waktu yang tepat baginya untuk bertemu dengan Joong Won karena dia sedang ada pertemuan untuk menghasilkan banyak uang. Joong Won mengatakan kalau bulan depan dia akan pergi ke Cina dan akan tinggal disana selama beberapa tahun, jadi tentu saja waktunya sangat tepat.

Gong Shil mengatakan selama dia di luar negeri, dia juga menghasilkan banyak uang, walaupun tidak sebanyak uang yang dihasilkan Joong Won. Uang yang ia hasilkan cukup banyak sampai bisa membuatnya berinvestasi dan membeli sebuah rumah di Inggris.


"Melihatmu membanggakan uangmu, aku akan memberimu selamat. Tapi, apa kau benar-benar tidak bisa melihat hantu lagi?"

"Iya, aku sudah tidak melihat hantu lagi"

Joong Won bertanya apakah karena itu sekarang dia sekarang merasa tenang dan menikmati waktunya sendirian dengan minum-minum. Gong Shil membenarkannya, akhir-akhir ini dia bisa menikmati waktunya dengan tenang dan juga bisa minum-minum.


"Itu adalah sesuatu yang memang patut untuk dibanggakan, jadi kurasa sekarang kau harus minum segelas"

Joong Won lalu menuang segelas air putih untuk dirinya sendiri, dia tidak bisa minum alkohol sekarang karena dia harus pergi menghadiri pertemuan penting lalu menuang segelas alkohol untuk Gong Shil yang langsung melotot khawatir saat Joong Won menuang minuman itu untuknya. 

Joong Won memberinya ucapan selamat karena radarnya sekarang sudah mati, jadi sekarang pasti tidak apa-apa bagi Gong Shil untuk minum-minum karena tidak akan ada hantu yang memasukinya. Tapi Joong Won lalu menyadari ekspresi khawatirnya dan bertanya apakah dia masih takut untuk minum karena takut akan ada hantu yang menguasai tubuhnya.


"Apa kau tidak mau memastikan apakah kau sudah benar-benar terbebas dari hantu atau tidak?"

"Aku baik-baik saja" kata Gong Shil sambil cepat-cepat mengambil gelas alkoholnya dan langsung meminum semuanya walau[un sebenarnya dia terlihat gugup. 

Dan setelah berhasil meminum semuanya dia menunjukkan pada Joong Won kalau dia sekarang benar-benar baik-baik saja. Joong Won lalu menuangkan segelas lagi untuknya. Gong Shil berterima kasih atas ucapan selamat dari Joong Won lalu meminum habis gelas keduanya.


"Aku punya indera yang sangat kuat dalam hal keuangan. Waktunya sangat tidak tepat. Mari kita bertemu lagi di lain waktu yang lebih baik"

"Kalau kau sudah menemukan waktu yang jauh lebih baik, apa kau berpikir untuk datang padaku?"

"Iya, aku memang berpikir untuk melakukan itu. Aku pergi dulu" kata Gong Shil sambil terburu-buru beranjak pergi.

Setelah Gong Shil pergi, Joong Won menggumam sendiri "Dia memang terlihat lebih baik, tapi dia tidak melihatku"


Sesampainya di lobi, Gong Shil merasa pusing karena mabuk dan langsung berbalik memarahi sesosok hantu yang ternyata sedari tadi mengikutinya sambil membawa botol alkohol. 

"Jangan mengikutiku lagi. Kau bilang kau mabuk sampai kau kecelakaan. Tapi kenapa kau malah datang dang menangis padaku untuk membelikanmu minuman disaat seperti ini? Aku ingin bertemu dengan orang itu hanya sebagai Tae Gong Shil bukan radar yang bisa melihat hantu" kata Gong Shil pada si hantu lalu pergi dengan kesal.


Gong Shil lalu pergi dengan taksi. Di dalam taksi, Gong Shil menundukkan wajahnya dan terlihat sangat mabuk dan melihat keadaannya seperti itu, pak supir bertanya apakah dia baik-baik saja. Pak supir lalu menawarinya untuk membuka jendela kalau dia memang merasa tak enak badan.


Tiba-tiba Gong Shil menyuruh pak supir untuk mengantarnya ke Mangwoori (area pekuburan). Pak supir jadi bingung kenapa dia tiba-tiba mengubah arah tujuannya. Gong Shil lalu mengangkat wajahnya dan mengatakan kalau dia harus pergi ke Mangwoori.

"Sebelum kesana, aku harus membeli gunting rumput dulu. Dimana aku aku bisa membelinya?" tanya Gong Shil pada pak supir

"Untuk apa membeli gunting rumput?" tanya pak supir agak ketakutan

"Ranting pohon terus menerus menyodokku. Aku harus memotongnya" 

"Apa kau mabuk? Tidak ada ranting pohon disini"


Gong Shil yang tadinya tanpa ekspresi, lalu memandang pak supir dengan senyum menakutkan dan bertanya pada pak supir "Ahjussi, apa kau pernah dikubur di dalam tanah?"


Pertanyaannya itu langsung membuat pak supir ketakutan dan semakin takut saat tiba-tiba mobil di belakangnya mengklaksonnya dan mengikutinya. Mobil itu ternyata mobilnya Joong Won yang berniat untuk menyusul Gong Shil dan memberi aba-aba pada pak supir untuk berhenti. 

"Ahjussi, hentikan mobilnya" teriak Joong Won

Pak supir langsung menghentikan taksinya dan Joong Won lalu keluar dari mobilnya dan membuka pintu penumpang taksi yang ditumpangi Gong Shil. 

"Tae Gong Shil, lupakan tentang masalah waktu dan keluarlah"

Pak supir bertanya apakah wanita itu kekasihnya, baguslah. Pak supir lalu meminta Joong Won untuk membawa wanita itu bersamanya ke Mangwoori dan meminta Gong Shil untuk keluar saja dari taksinya. Joong Won curiga apa maksud pak supir dengan pergi ke Mangwoori.


Gong Shil cuma diam lalu keluar dari taksi. Setelah taksi itu pergi, Gong Shil mengajak Joong Won untuk pergi ke Mangwoori. Melihat ekspresi Gong Shil dan tingkahnya yang tidak seperti biasa, Joong Won sadar kalau ada hantu yang memasuki tubuh Gong Shil. 

Joong Won mengibaskan tangannya dan menyuruh si hantu untuk pergi, dia memegang kedua bahu Gong Shil dan seketika itu juga si hantu keluar dari tubuh Gong Shil dan Gong Shil langsung terjatuh di pelukan Joong Won, tak sadarkan diri. Joong Won lalu merangkulkan kedua tangannya untuk memeluk Gong Shil.


"Kalau kau melarikan diri karena hantu. Maka aku akan membiarkannya, Tae Gong Shil"

Joong Won mempererat pelukannya dan mereka berpelukan di tepi jalan raya yang sepi itu cukup lama.


Keesokan harinya, Gong Shil terbaring di ranjang Joong Won yang saat itu sedang tersenyum memandangi Gong Shil yang sedang tertidur dan tangannya menggenggam erat tangan Gong Shil. 

Saat Gong Shil membuka mata, Joong Won mempererat genggaman tangannya dan bertanya apakah dia sudah bangun. Gong Shil memandanganya dengan kebingungan.


"Kau pasti keheranan seberapa besar keinginanmu untuk tidur bersama pria ini sampai memimpikan mimpi semacam ini kan? Karena kau bermimpi, apa kau merasa sayang karena situasi ini terlalu 'biasa'? Aku tak keberatan melakukannya bahkan setelah matahari terbit. Apa kau mau aku melakukannya? Kemarilah" kata Joong Won sambil menariknya mendekat.


Gong Shil cepat-cepat bangun dan menyilangkan kedua tangannya di dada. Dia sangat terkejut dan bertanya khawatir apa yang terjadi. Kenapa dia bisa ada di sini. Melihat reaksinya yang sangat berbeda dari sebelumnya, Joong Won menyadari kalau Gong Shil sekarang benar-benar sudah berbeda, tidak seperti Tae Yang yang dulu yang pasti akan menempel padanya seperti lem. 

"Apa yang terjadi?" teriak Gong Shil "Aku yakin kalau aku naik taksi"


"Kemarin kau mabuk. Aku mengikuti taksi yang kau tumpangi, dan aku datang menyelamatkamu setelah kau diusir keluar dari taksi karena kau membuat kekacauan"

"Apa kau baik-baik saja waktu itu?"

"Aku...yang tidak baik-baik saja. Kemarin kau merayuku dengan berbagai macam cara"

Joong Won lalu pura-pura sedih dengan menutupi wajahnya dengan tangannya.


Flashback saat kemarin malam, Joong Won melihat Gong Shil yang sedang dirasuki hantu, sedang merunduk di meja dan meminta es krim pada Joong Won.

"Ahjussi berikan aku es krim. Tolong berikan aku es krim. Es krim"


Dan setelah menghabiskan satu gelas besar es krim, si hantu es krim masih belum puas dan berlari ke kulkas untuk mengambil es krim lagi. Tapi Joong Won cepat-cepat menghalanginya. 

"Tidak boleh. Kalau kau makan lagi, Gong Shil bisa sakit perut. Dia bisa sakit dan gendut"

Tapi si hantu es krim menangis memohon padanya untuk memberinya lebih banyak es krim. Joong Won tetap bersikeras melarangnya. Lalu dia menyentuh dahi Gong Shil dengan jarinya dan seketika itu juga si hantu es krim pergi dan Gong Shil terjatuh pingsan.


Lalu saat Joong Won membawakan selimut untuknya, Joong Won malah tak melihat Gong Shil yang seharusnya berada di sofa. Saat dia mencari keberadaannya, dia melihat Gong Shil sedang diam berjongkok di sofa belakangnya. Dia bertanya jadi apa lagi dia sekarang.

"Kalau dilihat dari posenya, sepertinya bukan anjing. Apa mungkin...Meong?"

"Meong" jawab Gong Shil (hahahaha)


Joong Won sudah menduga, karena di lantai bawah memang ada kucing, mungkin kucing itu sekarang sudah mati. Dia menyuruh si hantu kucing untuk datang padanya tapi saat Joong Won mendekat Gong Shil si hantu kucing malah ingin mencakar Joong Won. Joong Won bertanya-tanya kalau dulu hantu anjing datang bahkan sampai merobek bantal kursi yang ia lempar, kali ini apa yang harus ia lempar.

Tiba-tiba Joong Won melihat selimut yang sedang dibawanya dan mendapat ide bagus, dia menyibakkan selimutnya lebar-lebar dan pelan-pelan mendekati si hantu kucing lalu cepat-cepat melemparkan selimut itu menutupi seluruh tubuh Gong Shil, si hantu kucing langsung kebingungan karena tak bisa melepaskan dirinya dari selimut bahkan sampai terjatuh ke lantai.


Setelah itu, Joong Won memutuskan untuk tidur di sofa dan memejamkan mata saat Gong Shil tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan 'sayang' yang ia ucapkan dengan mesra dan dalam bahasa perancis. Lalu dengan gaya yang sangat menggoda, Gong Shil berbaring di atas sofa tempat Joong Won tidur.

Joong Won melihat Gong Shil sedang memegang botol skincare wajahnya seolah sedang memegang gelas wine, dia memberitahu si hantu kalau itu skincare bukan alkohol, untuk dipakai di muka bukan untuk diminum.


"Aku sangat kesepian malam ini. Jangan tinggalkan aku sendiri" rayu si hantu dalam bahasa Perancis

"Hei, orang Paris. Kalau aku menyentuhmu, kau akan dengan sangat terpaksa harus meninggalkan tubuhnya. Aku tak bisa memberimu apa yang kau mau. Sangat berat bagiku untuk tidur sambil berpegangan tangan saja"


Si hantu Paris malah mengulurkan tangannya mengundangnya dan merayunya untuk menyentuh tangannya. Joong Won menyuruhnya untuk tidur saja terpisah darinya. Tapi si hantu tetap keras kepala dan menggelengkan kepalanya.

"Tidak? Kau mau aku bicara dalam bahasa Perancis denganmu?" Joong Won lalu bangkit dan duduk lalu mengibaskan tangannya dan menyuruh si hantu untuk pergi dalam bahasa perancis.


Tapi si hantu malah semakin ingin menyentuh Joong Won dan saat dia menyentuh Joong Won dengan jarinya seketika itu juga, si hantu keluar dari tubuhnya dan Gong Shil terjatuh pingsan di atas tubuh Joong Won. (hahahahaha...)

"Aku benar-benar bisa gila. Aku harus berusaha untuk menahannya (godaan)"


Sekarang, Joong Won memberikan secangkir teh untuk Gong Shil, Gong Shil bertanya padanya apakah saat dia mabuk kemarin dia melakukan sesuatu yang aneh. 

Joong Won tidak memberitahunya tentang berbagai macam hantu yang merasuki tubuhnya kemarin malam dan hanya memberitahunya kalau kemarin malam Joong Won menyadari sesuatu, yaitu sekarang Gong Shil sudah memiliki keseksian yang dulu tidak dimilikinya.

"Kau mabuk dan terus menerus datang padaku untuk menggodaku, tapi aku berusaha keras untuk tidak menanggapinya. Tidur hanya dengan berpegangan tangan itu sangat berat bagiku"

"Apa kau kemarin benar-benar wanita yang cuma mabuk"

Joong Won mengiyakannya, dia cuma mabuk sama seperti orang lain yang kalau minum juga pasti mabuk, kemarin dia cuma Tae Gong Shil yang mabuk. Gong Shil merasa lega mendengarnya, dia lalu meminta maaf pada Joong Won.


Flashback kembali saat Gong Shil sebelum kerasukan, Joong Won memegang tangan Gong Shil yang menyandarkan kepalanya yang pingsan di meja. Joong Won lalu memanggilnya untuk membangunkannya.

Saat Joong Won mau pergi mengambilkan air untuknya, Gong Shil yang sedang mabuk langsung memeluk tangannya dan menempelkannnya di wajahnya.

"Presdir, aku merindukanmu"

"Karen kau masih melihat hal-hal itu, apa sekarang kau merindukan tempat perlindunganmu?"


Gong Shil menggelengkan kepalanya "Sama sekali bukan seperti itu. Aku cuma sangat-sangat-sangat merindukanmu. Tapi aku masih bisa melihat hantu. Aku tak bisa menemukan cara untuk hidup normal"

"Jadi karena itukah kau tidak mau datang padaku?"

"Aku sudah mempersiapkan diri untuk merayumu"


Gong Shil lalu menceritakan rencana yang sudah ia persiapkan yaitu, saat dia menjadi wanita yang normal dan mengagumkan, dia akan muncul secara tiba-tiba dihadapan Joong Won dan akan membuat Joong Won jatuh cinta padanya. Dan kalau Joong Won sudah jatuh cinta padanya baru dia akan memberitahu Joong Won kalau dia masih bisa melihat hantu.

"Aku sudah jatuh cinta padamu, lalu apa pentingnya yang mana duluan"


"Tentu saja penting. Aku tak mau bertemu denganmu lagi sebagai seorang wanita bukan sebuah radar yang sangat bergantung pada tempat berlindungnya. Aku bahkan sudah berhasil menghasilkan banyak uang yang selalu kau sukai. Tapi sekarang semuanya kacau"

Gong Shil menangis menunduk di meja dan Joong Won tersenyum melihatnya.


Sekarang, Gong Shil meminta maaf karena sudah membuat keributan lalu berterima kasih atas tehnya dan saat Gong Shi akan beranjak pergi, Joong Won memanggilnya.

"Biasanya, saat kau menghabiskan malam di rumah seorang pria bukankah seharusnya memberikan nomor Hapemu padanya dan bertanya kapan kalian bisa bertemu lagi dan mengatakan kalau kau pasti akan menyediakan waktu untuk bertemu dengannya?"

"Apa maksudmu menyediakan waktu? Aku bukan wanita gampangan"


Joong Won lalu merubahnya menjadi Tae Gong Shil yang angkuh dan karena dia tahu kalau Gong Shil adalah wanita angkuh dengan santainya Joong Won mengatakan kalau dia diam-diam sudah mengambil nomor HaPenya Gong Shil saat ia mabuk kemarin. 


Joong Won memperingatkannya untuk jangan pernah bersikap angkuh dan tidak menjawab telepon darinya saat dia meneleponnya nanti, kalau tidak, Joong Won mengancam akan menyebarkan gosip kalau Gong Shil adalah wanita gampangan.

"Tolong jangan meneleponku. Aku yang akan meneleponmu. Aku yang akan memutuskannya"


Joong Won menyetujuinya mengingat Gong Shil sedang mempertimbangkan apa yang mana yang harus dahulukan, maka dia akan berusaha untuk mengerti dan peduli akan keputusannya itu. 

"Apa aku boleh kirim sms?"

"Iya" kata Gong Shil sambil pamit pergi

Dan setelah kepergian Gong Shil, Joong Won berkata "Tae Gong Shil, kau harus berusaha keras merayuku. Lakukan apapun yang kau bisa, semangat" Joong Won mengepalkan tangannya ke udara.


Setelah keluar dari rumah Joong Won, Gong Shil merasa sangat lega mengira dia baik-baik saja setelah minum-minum "Benar akhir-akhir ini memang tidak ada hantu yang keluar masuk. Oh, syukurlah" 


Paman Do datang tepat setelah Gong Shil pergi dan dia masih sempat melihat Gong Shil yang baru saja pergi dari rumah Joong Won. 


Bibi Joo heran saat melihat paman Do kembali tanpa membawa Joong Won bersamanya. Paman Do memberitahu bibi Joo bahwa Joong Won sepeertinya tidak dalam kondisi yang tepat untuk berolahraga.

"Benarkah? Sebenarnya apa yang terjadi kemarin malam. Dia bahkan membatalkan pertemuan pentingnya bersama Sejin Group"

"Entahlah, tapi dia terlihat tersenyum seperti 'Bang Shil' (nama panggilan Gong Shil sekaligus kata yang digunakan untuk ekspresi senyum bahagia)"

Menurut paman Do sepertinya Joong Won tidak akan bisa jatuh cinta pada wanita lain (selain Gong Shil). Tapi bibi Joo tetap percaya kalau Joong Won pasti akan segera melupakannya mengingat sudah setahun dia tidak melihat 'Bang Shil' lagi. 


Paman Do tidak setuju, dia merasa mulai sekarang Joong Won akan tersenyum seperti 'Bang Shil'.

"Bang Shil, semangat" kata paman Do yang senyumnya sendiri langsung hilang segera setelah melihat bibi Joo cemberut mempelototinya.

"Tiba-tiba saja aku tidak suka dengan kata 'Bang Shil, semangat' sama sekali"


Sekarang setelah Joong Won tidak jadi ikut, bibi Joo juga jadi tidak bersemangat untuk pergi, lagipula ia merasa kondisi tubuhnya sekarang tidak terlalu sehat. 

Paman Do jadi cemburu karena dia merasa istrinya itu lebih mencintai keponakannya daripada suaminya sendiri. Dan bibi Joo sama sekali tidak menyangkalnya, baginya saat ini Joong Won nomor 1 dan suaminya nomor 2.


"Kurasa aku harus punya anak yang nantinya akan membelaku" kata paman Do sambil tertawa. Namun dia langsung ketakutan melihat bibi Joo mempelototinya.

"Becanda, becanda. Di umur kita seperti ini, sebaiknya kita saling mencintai saja. Bang Shil! Bang Shil! Bang Shil! Aku mencintaimu" kata paman Do sambil berusaha membuat bibi Joo tersenyum.


Gong Ri mendapat telepon dari Gong Shil yang mengabarinya kalau dia sudah kembali ke Korea dan Gong Ri berjanji padanya untuk menemuinya nanti setelah pulang kerja. Han Joo sedang bersama Gong Ri saat itu dan bertanya apakah Gong Shil sedah kembali.

"Kenapa apa kau mau menyebarkannya dengan mulut murahanmu itu?"


Han Joo yang ternyata sekarang sudah naik jabatan sebagai kepala tim satpam, memberitahu Gong Ri kalau sekarang mulutnya sudah tidak murahan lagi, dia menggoda Gong Ri kalau dia tahu sendiri kalau mulutnya sekarang sudah menjadi mewah. 

Gong Ri memperingatkannya untuk tidak berkeliaran dan menyebarkan berita kalau Gong Shil sudah kembali karena bagaimanapun dia pasti akan lebih membela adiknya.


"Tapi kalau Joo Gun tahu, dia bisa gila. Setelah Tae Yang konsultan pelayanan pelanggan spesial meninggalkan Kingdom, ada gosip yang mengatakan kalau Joo Gun jadi agak tidak waras. Ada beberapa orang yang melihat Joo Gun duduk di sebuah bangku dan bicara pada dirinya sendiri" (hahahahaha...padahal dia kan lagi ngomong sama hantu tong sampah)

Gong Ri menghela napas khawatir karena adiknya ternyata sudah merusak hidup seseorang. Menurut Gong Ri seharusnya adiknya itu bertanggung jawab karena sudah membuat hidup seorang pria jadi seperti itu. 


Mendengar kata tanggung jawab membuat Han Joo menepuk bahu Gong Ri dan meminta pertanggung jawaban Gong Ri padanya.

"Memangnya apa yang sudah kulakukan?" tanya Gong Ri kebingungan

Han Joo mengingatkan Gong Ri akan malam-malam yang mereka habiskan berdua, melakukan...itu. (hahahahaha). Gong Ri cepat-cepat menyuruhnya diam karena bisa-bisanya Han Joo mengucapkan kata-kata itu dengan lantang.


Han Joo lalu memegang tangan Gong Ri "Sekarang setelah adikmu kembali, kau akan memperkenalkanku secara resmi padanya kan? Kau harus bertemu keluargaku dan selama hubungan kita ini masih belum mendingin, kita harus menandainya (menikah) dan kau harus bertanggung jawab padaku"

Gong Ri setuju untuk menikah dengannya, Han Joo lalu membuat rencana pernikahan duluan, MC pernikahan mereka nanti harus Kang Woo, dan lagunya nanti harus dinyanyikan oleh Yi Ryung. Gong Ri ragu kalau mereka akan mau melakukan semua hal itu untuk mereka. 

Tapi Han Joo tetap yakin pasti mereka akan mau, terutama Yi Ryung yang pasti akan melakukannya kalau dia mendengar nama Kang Woo.


Gong Ri sebenarnya sangat berharap kalau Ging Shil dan Kang Woo akan saling jatuh cinta. Tapi ternyata Kang Woo malah jatuh cinta pada 'matahari kecil'

Tapi kalau Kang Woo tahu Gong Shil sudah kembali, Han Joo khawatir kalau dia akan kembali mengharapkan Gong Shil. Gong Ri menyuruhnya tidak mengkhawatirkan masalah itu.


Sementara itu Kang Woo sekarang sudah bekerja sebagai pengawal para diplomat. Saat sedang mengawal kedatangan seorang diplomat dan istrinya, tidak sengaja ibu diplomat itu tersandung dan hampir jatuh, Kang Woo dengan sigap membantu ibu diplomat itu supaya tidak terjatuh dengan memegangi tubuhnya.

Dan diantara para reporter dan kamerawan, ada manager Yi Ryung diam-diam menyusup untuk mematai-matai Kang Woo atas perintah dari Yi Ryung. Managernya kesal sendiri pada Yi Ryung yang menyuruh managernya sendiri untuk menjadi paparazi.


Yi Ryung mendapat kiriman foto Kang Woo dari managernya, foto Kang Woo yang saat itu memegangi tubuh ibu diplomat yang cantik, hal itu membuat Yi Ryung mengeluh kenapa istri diplomat itu cantik-cantik.


Manager Yi Ryung sedang melihat-lihat hasil foto jepretannya, saat Kang Woo muncul dibelakangnya dan melihatnya dengan curiga karena dandanan si manager memang terlihat mencurigakan. Kang Woo langsung memelintirnya dan menuntut jawaban kenapa dia memotretnya.

"Kang Woo, ini aku" kata manager dengan senyum canggung.


Malam harinya, Kang Woo dan Yi Ryung bertemu di tepi sungai Han yang sepi. Yi Ryung meminta Kang Woo untuk pindah saja ke tempat yang banyak ahjussi-nya daripada di tempat pengawalan diplomat.

"Hei, paus berkumis hitam. Apa kau mau menelan dan menyingkirkan semua wanita yang ada disekitarku"

Yi Ryung membenarkannya, dia merasa masih belum terlalu yakin kalau dia adalah satu-satunya ikan di akuriumnya. Setiap kali mereka bertemu, meraka pasti akan bertemu di suatu tempat yang sepi, tak ada orang sama sekali dan itupun cuma sebentar.


"Itu karena kau adalah Tae Yi Ryung. Aku melakukan ini untuk melindungi posisimu"

Mendengar perkataan itu Yi Ryung jadi merasa terharu lalu dia menghampiri Kang Woo, karena kalau Kang Woo mengatakan bahwa dia ingin melindungi Yi Ryung itu berarti hati Kang Woo sekarang sudah menjadi milik Yi Ryung. 

Kang Woo menuduhnya tidak punya sense. Selama ini hati Kang Woo memang sudah menjadi milik Yi Ryung tapi Yi Ryung malah baru mengatakannya sekarang.

"Aku kecewa" goda Kang Woo


Yi Ryung lalu mengajak Kang Woo untuk datang ke festival film bersamanya, untuk membuktikan kebenaran kata-kata Kang Woo tadi. Sebuah festival film yang ada karpet merahnya dan mereka akan berjalan melewati karpet merah itu sambil berpegangan tangan. Dengan cara itu, Yi Ryung bisa menunjukkan kepada seluruh samudera pasifik kalau Kang Woo adalah miliknya.

"Ah, sudah kuduga. Paus berkumis hitam terlalu berat bagiku. Karpet merah juga terlalu berat bagiku"

"Itu adalah jalan yang harus kau lalui kalau kau ingin melindungiku, karena aku adalah orang yang harus berdiri diatas jalan itu. Tak bisakah kau berada disisiku?"


Kang Woo akhirnya menyadari kalau tempat disisi Yi Ryung adalah tempat semacam itu, hanya saja Kang Woo merasa tidak cocok untuk berdiri di tempat semacam itu. Melihat keadaan mereka seperti itu, Kang Woo sekarang bertanya-tanya apakah dia masih bisa tetap melindungi Yi Ryung dengan baik. 

"Ayo pergi bersama" bujuk Yi Ryung


Gong Ri menemani Gong Shil pindah kembali ke kamar atapnya. Gong Ri heran kenapa Gong Shil kembali lagi ke tempat itu. Gong Shil mengatakan diantara semua tempat yang pernah ia datangi, kamar itu adalah tempat yang membuatnya merasa sangat nyaman. 

Gong Ri bertanya apakah Gong Shil masih melihat hantu, apakah saat bersama Yoo Jin Woo kemampuannya itu tidak menghilang.

Gong Shil menggelengkan kepalanya "Bukan seperti itu, kurasa sekarang aku tahu kenapa aku menjadi seperti ini"


Gong Ri lalu bertanya dimana Jin Woo sekarang. Gong Shil mengatakan kalau dia masih di luar negeri tapi dia akan segera kembali ke Korea. Gong Shil lalu mengatakan pada Gong Ri kalau dia berniat untuk membeli gedung tempat tinggalnya itu.

"Kau memang pernah bilang kalau kau menghasilkan banyak uang, tapi sebanyak itu kah?"

Gong Shil mengangguk "Saat aku di Eropa, aku tinggal di sebuah rumah seram yang penuh dengan hantu. Aku bicara dengan semua hantu yang ada disana untuk mengambil alih rumah itu, merenovasinya lalu aku menjualnya dengan harga yang sangat tinggi"


"Kalau kau punya banyak uang kenapa tinggal di tempat ini"

"Aku merasa nyaman di tempat ini, tempat ini juga sangat bagus untuk belajar. Dan seseorang mengatakan padaku bahwa dia akan melihatku kalau gedung ini milikku"


Keesokan harinya, Gong Shil datang menemui agen real estate untuk menanyakan pemilik gedung tempat tinggalnya itu benar-benar tidak keberatan untuk menjualnya. 

Agen real estate mengatakan bahwa tahun kemarin ada pergantian pemilik gedung, dan saat ia menghubunginya dan memberitahunya tentang keinginan Gong Shil yang ingin membelinya, pemilik gedung itu setuju untuk bertemu dengannya. Tapi Gong Shil khawatir kalau pemilik baru gedung itu akan menetapkan harga tinggi untuknya.

Agen real estate memberitahu Gong Shil bahwa orangnya sudah datang, dan masuklah sekretaris Kim (Omo...jangan-jangan yang punya gedung Joong Won). Gong Shil tersenyum senang melihatnya.

"Lama tak bertemu Tae Yang. Kau masih sangat bersinar" sapa sekretaris Kim


"Tapi apa yang kau lakukan disini?"

Sekretaris kim mengatakan kalau dia adalah wakil dari pemilik baru gedung tempat tinggal Gong Shil. 

"Kalau begitu, pemilik baru itu..."


Dan sampailah Gong Shil dihadapan pemilik baru gedung tempat tinggalnya...Joong Won, yang menatap Gong Shil dengan wajah kaku. Dia membenarkan kalau dia memang membeli tempat itu. 

Karena tempat itu berada diantara tempat yang ingin dibangun oleh 2 Group bisnis saingannya dan dia membelinya dengan tujuan untuk mencegah kedua Group saingannya itu berbisnis.


"Kau mengabaikan semua sms ku yang menanyakan kapan kau akan meneleponku. Tapi sekarang kau datang menemuiku hanya untuk mencari tahu harga gedung itu?"

"Jadi kalau aku ingin membelinya, kau mengatakan aku harus memberimu banyak uang?"

"Kapan kau akan meneleponku?"

"Kukira aku bisa membelinya dengan harga pasar. Uangku tidak terlalu banyak sekarang ini" gumam Gong Shil


"Kau tidak sedang berpikir untuk pergi keluar negeri lagi setelah menghasilkan lebih banyak uang kan? Daripada kau melakukan itu, kau punya nomor telepon pemilik gedung di HaPemu. Teleponlah nomornya itu. Kalau kau bicara manis padanya, dia mungkin akan memberimu diskon. Aku mengenal orang itu dengan sanagt baik. Dia adalah orang yang sangat baik"

"Aku masih belum mau menelepon. Setelah kau memutuskan berapa banyak yang kau inginkan untuk harga gedung itu, minta sekretaris Kim menghubungiku. Aku pergi" kata Gong Shil sambil beranjak pergi

Joong Won menghela napas dan berusaha keras menahan rasa kesalnya "Setidaknya balas smsku"

"Baiklah"


Setelah Gong Shil pergi, sekretaris kim bertanya pada Joong Won, bukankah alasannya membeli gedung itu karena ada 'seseorang' yang mengatakan bahwa atap gedungnya adalah tempat yang paling nyaman. 

Joong Won mengatakan kalau tujuan investasi adalah kepentingannya yang pertama. Dan kepentingan keduanya adalah saat 'seseorang' itu kembali, orang itu mungkin akan lebih menyukai tempat itu daripada villanya yang mewah.

"Apa Tae Yang masih belum memutuskan untuk tinggal disisimu?"

"Dia sudah memutuskannya, hanya saja urutannya agak kacau. Susah sekali mengikuti jalan pikirannya"


Sekretaris kim lalu mengingatkannya kalau Joong Won bukan jenis orang yang mau mengikuti seperangkat urutan. Joong Won juga bukan jenis orang yang akan mau menunggu saat ada sesuatu yang harus ia miliki. Joong Won setuju, dia memang aslinya seperti itu. 

"Apa aku boleh melakukannya?" tanya Joong Won meminta pendapat sekretaris Kim.


"Bukankah kau memintaku untuk memberimu nasehat selama aku berada disisimu. Kau boleh berbuat curang kalau tujuannya adalah untuk mendorong Gong Shil lebih dekat padamu"

Nasehat itu langsung membuat Joong Won bersemangat untuk pergi mengejar Gong Shil. dan sekretaris Kim bertepuk tangan "Bravo"


Bibi Joo datang ke rumah sakit untuk mengatahui kenapa kondisi tubuhnya akhir-akhir ini terasa tidak sehat. Kedua dokter yang memeriksanya berpandangan dengan khawatir. Melihat ekspresi kedua dokternya, bibi Joo sudah mempersiapkan diri untuk mendengar berita buruk, tapi dia tetap berharap bukan penyakit yang sangat parah.

"Tolong katakan padaku"


"Nyonya, kau hamil" (Woah! bibi Joo hamil >.<)

Dokter memberinya selamat atas kehamilannya yang sudah masuk minggu kelima. Bibi Joo menyentuh perutnya, tidak percaya kalau dia hamil diumurnya yang sudah menua itu. 

"Waktu aku masih muda, kukira aku tidak akan bisa punya anak. Tapi aku hamil diumurku yang sekarang?"


Dokter menyarankannya untuk berhati-hati mengingat usianya dan karena dulu bibi Joo pernah keguguran. Bibi Joo mengatakan pada dokternya bahwa ia tidak percaya diri kalau dia akan mampu menjaga bayi itu. Dokter mengatakan kalau sang ibu tidak merasa percaya dengan kemampuannya sendiri maka...

"Apa aku akan kehilangannya?"

Dan dokter menjawabnya dengan anggukan kepala.


Bibi Joo datang ke kantor paman Do. Melihat ekspresi istrinya, paman Do jadi khawatir dengan hasil tes kesehatannya. Bibi Joo tidak memberitahu paman Do tentang kehamilannya dan hanya mengatakan kalau dia sehat, tidak ada masalah. 

Paman Do jadi lega, dengan begitu perjalanan mereka untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang kelima bisa tetap dilanjutkan.


"Semua kegiatan yang akan kita lakukan nanti apakah akan banyak melibatkan kegiatan fisik?"

"Tentu, pasti akan sangat menyenangkan nanti. Kita bisa menerbangkan pesawat atau berkuda di mongolia. Aku juga sudah mengepak semua hal yang kau sukai dan sudah mempersiapkan semuanya untukmu"

"Kedengarannya...sangat mendebarkan dan berbahaya" kata bibi Joo sambil diam-diam menyilangkan kedua tangannya di perutnya


"Kenapa? Aku tak mau pergi?"

"Tidak. Aku ingin hidup dengan bebas berdua dengamu sepanjang hidupku"

Paman Do lalu menggenggam tangan bibi Joo "Aku mencintaimu"


Saat Gong Shil berjalan melewati tong sampah sambil mengeluh karena semua rencananya untuk merayu Joong Won berantakan, hantu tong sampah memukul tutup sampahnya keras-keras dan mengagetkan Gong Shil. 

"Ahjussi, kau masih disini. Lama tak bertemu. Apa kau baik-baik saja?"

Hantu tong sampah menjawabnya dengan anggukan kepala dan senyum lebar. 


Saat itu dari belakangnya, Joong Won datang dan memanggilnya. 

"Ahjussi, kau tidak bicara padaku. Kita harus pura-pura kalau kau tak melihatku" bisik Gong Shil pada hantu tong sampah, dan hantu tong sampah menganggukkan kepalanya.


Joong Won melihat tong sampahnya tapi Gong Shil berpura-pura tak melihat apapun dan bertanya kenapa dia memanggilnya. 

Joong Won bertanya pada Gong Shil apakah dia mau membicarakan masalah harga gedung dengannya sambil makan siang bersama, tapi sayangnya Gong Shil baru saja makan siang.

"Kalau begitu bagaimana kalau kita sekarang pergi menghabiskan waktu ke suatu tempat lalu membicarakan masalah itu lagi sambil makan malam?"

"Aku sudah punya janji dengan kakakku malam ini"


Joong Won jadi kesal mendengarnya dan dengan angkuhnya mengatakan kalau banyak orang yang ingin makan bersamanya, Joong Won lalu berusaha membuat Gong Shil cemburu.


"Asal kau tahu saja bibiku terus menerus meneleponku dan berusaha untuk menjodohkanku dengan seseorang yang nantinya akan membuat sweet home denganku. Akhir-akhir ini aku punya banyak sekali janji pertemuan makan malam. Apa kau akan membiarkanku melakukannya?"

"Jadi...berapa banyak pertemuan makan malam yang sudah kau hadiri?"


Joong Won akhirnya sadar kalau topik ini jauh lebih berguna daripada membicarakan harga gedung, sekarang dia bertanya-tanya berapa banyak yang harus ia katakan untuk mendapat reaksi kuat dari Gong Shil.

"Ternyata kau memang menghadiri pertemuan perjodohan itu. Aku sudah menduga. Kau pernah bilang sesuatu seperti mau pergi ke Cina dan memegang tangan wanita dari Sejin Group itu kan?"


"Kau cemas kan? Karena itulah sekarang sama sekali bukan waktunya untuk melakukan segalanya sesuai urutan. Abaikan saja urutannya dan sekarang, rayu aku dulu, telepon aku maka aku akan langsung datang"

Mendengar kata-kata Joong Won itu, Gong Shil curiga jangan-jangan saat mabuk waktu itu, dia mengatakan sesuatu yang aneh-aneh. 


Joong Won membenarkannya, waktu itu Gong Shil sudah mengatakan padanya semua rencana yang sudah dibuatnya.

"Lakukan saja rencanamu itu, aku tidak peduli apakah kau masih atau tidak melihat ahjussi yang duduk di bangku itu"

Gong Shil sadar kalau ternyata Joong Won tahu kalau dia masih bisa melihat hantu. Joong Won membenarkannya, dia bertanya pada Gong Shil apakah dia masih tidak suka dengan kemampuannya itu.


Saat itu tiba-tiba hantu tong sampah langsung bereaksi keras melihat sepasang ibu dan anak perempuannya berjalan melewati mereka. Dia memukul tutup tong sampahnya mengagetkan Gong Shil dan Joong Won. 

Joong Won mengeluh kesal kenapa hantu selalu mengganggu mereka di saat-saat yang sangat penting, lalu bertanya pada Gong Shil, ada apa dengan si hantu kali ini.


Gong Shil tiba-tiba heran melihat hantu tong sampah yang selama ini tak pernah meninggalkan tong sampahnya tiba-tiba berdiri dan berjalan mengikuti pasangan ibu dan anak itu.

"Tunggu dulu, kukira kau bilang ahjussi itu tidak bergerak?"

"Iya. Ahjussi kau mau kemana?" teriak Gong Shil.


Saat Gong Shil mau mengikuti hantu tong sampah, Joong Won ingin ikut karena ahjussi itu sekarang sudah menjadi temannya. Gong Shil akhirnya sadar kalau dia dan Joong Won tidak akan bisa menghindari pembicaraan tentang hantu.



Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon