Powered by Blogger.


Mereka dan hantu tong sampah mengikuti pasangan ibu dan anak itu sampai ke aula Kingdom, ibu dan anak itu ke sana untuk mencari tempat pernikahan karena anak ibu itu sebentar lagi akan menikah. 

"Sepertinya mereka istri dan anaknya ahjussi" kata Gong Shil pada Joong Won

"Sepertinya mereka datang untuk melihat-lihat tempat untuk pernikahan"


"Kurasa begitu. Ahjussi, apa kau masih belum pergi karena kau masih mengkhawatirkan istri dan anakmu?"

Hantu tong sampah menggelengkan kepalanya dengan sedih. 


Mereka lalu mendatangi ibu dan anak itu dan menanyakan pada mereka tentang kematian hantu tong sampah. Sang ibu mengatakan kalau suaminya meninggal 3 tahun yang lalu, karena lotere. 

Nomor lotere yang selalu dia beli, tiba-tiba menjadi pemenang pertama. Joong Won menduga mungkin ahjussi itu meninggal gara-gara serangan jantung karena terlalu bahagia.



Tapi ternyata bukan itu penyebab kematiannya. Istri hantu tong sampah memberitahu mereka bahwa suaminya menghilangkan tiket loterenya.

"Dia bilang kalau dia tidak sengaja membuangnya saat dia membuang sampah dari dompetnya"

Putri hantu tong sampah mengatakan, memang sayang sekali mereka kehilangan uang itu, tapi dia tidak mempermasalahkannya karena memang tidak ada yang bisa mereka lakukan. Tapi sejak saat itu ayahnya sakit selama beberapa bulan ditambah lagi tekanan darahnya memang tidak baik dan akhirnya ayahnya meninggal dunia.


Mereka kembali mendatangi hantu tong sampah di bangku tempat tong sampahnya berada. Joong Won menduga kalau ahjussi kehilangan tiket loterenya di tong sampah itu dan hantu tong sampah membenarkannya dengan memukul tong sampahnya.

"Jadi karena itu dia tidak bisa meninggalkan tempat ini dan tetap duduk disini. Walaupun dia sudah meninggal tapi dia pasti merasa sangat kecewa"


Hantu tong sampah sangat sedih. Gong Shil mengatakan pada Joong Won kalau hantu itu berkata bahwa jika dia mendapatkan uangnya, dia bisa membiayai kuliah anaknya, juga pernikahannya dan istrinya tidak akan kesusahan. Joong Won mengerti, kehilangan uang sebanyak itu pasti sangat mengecewakan.


"Putrimu sangat cantik dan baik dan istrimu juga mengatakan kalau dia sangat bahagia memiliki menantu yang sangat baik. Walaupun tanpa uang itu, orang-orang yang kau cintai, hidup dengan bahagia. Dan karena ahjussi juga sudah tahu kalau mereka bahagia, sebaiknya ahjussi pergi dengan damai"

Namun hantu tong sampah masih terlalu sedih dan tetap tak bisa pergi dengan tenang.


Anak hantu tong sampah mengatakan pada ibunya kalau tempat itu memang sangat bagus untuk pernikahan, tapi harganya terlalu mahal, dia memegang tangan ibunya agar tidak kecewa dan mengatakan kalau dia akan mencari tempat lain bersama tunangannya nanti.

"Tapi ayahmu ingin kau menikah di tempat yang terbaik. Tapi kalau kau dan menantu tidak mempermasalahkannya, baiklah"


Saat mereka mau beranjak pergi, Joong Won datang dan memperkenalkan dirinya yang sebenarnya sebagai presdir Kingdom pada ibu dan anak itu. 

"Almarhum suami dan ayah kalian adalah teman dekatku. Lebih tepatnya, dia adalah penyelamatku"

Kedua ibu dan anak itu sangat terkejut karena suami dan ayah mereka bisa mengenal presdir Kingdom dengan baik. 


Joong Won mengatakan kalau dia sangat merasa berterima kasih padanya, karena itulah ingin membantu pernikahan putrinya. 

"Kuharap kalian mau menerimanya"

Joong Won lalu memerintahkan karyawannya untuk membuat resevasi aula pernikahan sesuai waktu yang diinginkan ibu dan anak itu dan mempersiapkan upacara pernikahan dan resepsi yang paling mewah.


"Dan untuk masalah gaun pernikahan. Kalau kau tidak keberatan, kami, di Kingdom, akan menyiapkannya untukmu. Bagaimana?"

Putri hantu tong sampah tersenyum senang dan menerima semuanya dengan senang hati. Setelah itu Joong Won menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan semuanya, lalu pergi meninggalkan mereka. 


Karyawan Kingdom lalu mengajak mereka melihat gaun-gaun pernikahan yang sangat cantik.

"Ayah, terima kasih"

 

Di kantor Joong Won, Gong Shil mengaku kalau dia memang masih melihat hantu. Joong Won lalu bertanya apakah kepergiannya selama ini tak ada artinya, bukankah Gong Shil mengatakan kalau dia sudah berubah.

"Sepertinya kau sekarang kau punya jalan pikiran lain. Apa yang terjadi?"

Gong Shil mengatakan kalau dia pergi ke tempat-tempat saat dia hidup sebagai roh selama 3 tahun dengan panduan Yoo Jin Woo. Saat rohnya pergi ke berbagai macam tempat, dia bertemu dengan hantu-hantu lain.


Sementara itu di tempat lain, Jin Woo sedang berada di sebuah cafe dan melihat-lihat foto-foto hasil jepretannya saat dia keliling dunia bersama roh Gong Shil.

"Dan alasan kenapa aku bisa melihat hantu saat aku terbangun dari koma adalah karena saat rohku berkeliling ke berbagai macam tempat, aku membuat janji. 


Jin Woo melihat sebuah foto langit saat dia memotret apa yang saat itu dilihat oleh roh Gong Shil yang sedang memandang langit dan angin berhembus menerpanya.

"Janji bahwa aku akan kembali hidup dan membantu menyampaikan perasaan mereka yang tak berdaya. Aku membuat banyak sekali janji dan janji itulah yang membuatku bersinar sangat cerah"


Gong Shil mengatakan dulu saat terbangun dia sangat benci dan ketakutan karena tiba-tiba dia bisa melihat dan mendengar hantu, tapi sekarang dia sudah tidak lagi membenci dan takut pada mereka, karena janji pada merekalah yang telah membuatnya bersinar secerah matahari. Dia juga tidak menyesal telah membuat janji-janji itu.

"Kau benar-benar sudah berubah"

"Berada disisi Yoo Jin Woo membuatku belajar bagaimana cara mengontrol roh yang tiba-tiba muncul. Kalau mata kami saling memandang dan mereka mendekat, maka aku harus menahan napasku, seperti itu. Dia melihat hantu jauh lebih lama dariku, jadi dia bisa mengajariku banyak hal"


Jin Woo menutup bukunya lalu bertanya pada hantu kopi apakah dia sudah menjadi pemandu yang baik bagi Gong Shil. Apakah Gong Shil sekarang sudah berada di jalan yang benar. Hantu kopi menjawabnya dengan menggerakkan bahunya sebagai tanda tidak tahu.


"Apa kau tak merasakan apapun melihat Gong Shil? Kau juga harus kembali" (Ooooh...hantu kopi juga masih hidup ternyata)

Tapi hantu kopi menggelengkan kepalanya. Jin Woo bertanya apakah dia seperti ini karena tak mau mengikuti tes ujian masuk universitas setelah dia hidup lagi nanti. Dan hantu kopi menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya (hahahahaha).


"Hidup itu memang ujian. Ini bukan sesuatu yang bisa seenaknya kau hindari bahkan sekalipun kau berusaha menghindarinya. Kembalilah. Dan seperti Gong Shil, ikutilah jalan hidupmu sendiri"

Hantu kopi tersenyum dan akhirnya ia menghilang. 


Di kantornya, Joong Won tiba-tiba bangkit dari duduknya dengan penuh kecemburuan bertanya pada Gong Shil "Kau dan fotografer itu hanya mendiskusikan tentang hantu kan? Kau tidak tertarik pada pemandumu seperti kau tertarik pada tempat perlindunganmu kan?"

"Bukankah kau sendiri selalu datang ke acara makan malam perjodohan dengan bibimu?"


"Aku tidak makan. Apa kau tahu kalau aku sangat kelaparan karenamu?"

"Benarkah? Kalau begitu apa kau mau makan bersamaku kapan-kapan?"

Joong Won langsung bahagia mendengarnya dan bertanya apakah Gong Shil mengajaknya makan bersama sekarang. Tapi Gong Shil menggelengkan kepalanya dan mengatakan kalau dia akan meneleponnya nanti. Joong Won langsung marah lagi dan menyuruh Gong Shil untuk cepat-cepat meneleponnya.

"kenapa kau masih belum meneleponku setelah kau mengatakan kalau kau ingin merayuku? Apa kau sedang menggodaku? Atau menguji kesabaranku?" (hahahahaha...)


Gong Shil cuma tersenyum melihatnya marah-marah dan menyuruhnya untuk menemui dan bicara dengan hantu tong sampah. Joong Won protes lagi kenapa Gong Shil malah membicarakan masalah hantu disaat penting seperti ini.

"Kau bilang kau berteman dengan ahjussi itu. Apa kau mau dia terus duduk didekat tong sampahnya setiap hari? Karena dia temanmu, jadi pergilah dan bicaralah baik-baik dengannya" Kata Gong Shil sambil berlalu pergi.


Melihat Gong Shil pergi, Joong Won akhirnya sadar kalau Gong Shil memang sudah berubah. Sekarang Gong Shil bisa mempermainkannya naik-turun sesuka hatinya, Gong Shil sekarang benar-benar sudah berubah menjadi makhluk licik.

"Telepon aku" teriak Joong Won sebelum Gong Shil keluar dari kantornya.


Di luar kantor Joong Won, Gong Shil bertemu dengan bibi Joo. Bibi Joo sangat terkejut melihatnya dan Gong Shil membungkuk hormat pada bibi Joo. Bibi Joo lalu mengajaknya bicara berdua di kantor suaminya.

"Jadi kau sudah kembali?"

"Iya kau sudah kembali"

"Apa kau berencana untuk mempermainkan perasaan Joong Won lagi?"

Gong Shil menggelengkan kepalanya dan mengatakan kalau dia berencana untuk memegang Joong Won dengan erat dan tinggal disisinya. 


Mendengarkan perkataan Gong Shil yang penuh keyakinan itu membuat bibi Joo menyadari perubahan Gong Shil sementara Gong Shil juga bisa melihat perubahan pada bibi Joo. Bibi Joo mengatakan kalau dia sama sekali belum berubah, dia masih tetap tidak menyukai Gong Shil.

"Bukan itu maksudku. Kau sedang mengandung roh lain di dalam perutmu"


Bibi Joo langsung menyilangkan tanganya di perutnya, terkejut karena Gong Shil juga bisa mengetahui hal-hal semacam itu. Gong Shil mengatakan bahwa roh itu sangat lemah dan sangat memerlukan perlindungan dari bibi Joo.

"Jangan biarkan orang lain tahu. Jangan beritahu Joong Won juga. Aku masih belum memutuskan apa yang akan kulakukan (pada janinnya)"


"Membuat keputusan dan melindungi sesuatu adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Bahkan setelah kau membuat keputusan, tak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan saat kau membuat sebuah keputusan yang sangat sulit, keputusan itu mungkin akan membuatmu berada dalam situasi yang akan jauh lebih sulit. Memeluk seseorang dengan cinta memang tidak selamanya membawa kebahagiaan tetapi membuat pilihan tergantung pada tiap orang itu sendiri"

"Kau sedang bicara tentang dirimu sendiri dan Joong Won atau tentang aku dan bayiku?"

"Aku hanya membicarakan tentang orang yang mencintai orang lain. Hal yang paling sulit dilakukan oleh hati seseorang yang masih hidup adalah saat hati mereka memeluk hati yang masih belum terlahir atau hati yang sudah pergi"


Joong Won melakukan apa yang diperintahkan Gong Shil padanya, dia mendatangi hantu tong sampah dan mencoba meyakinkannya untk pergi dengan teang setelah nanti putrinya menikah, dia juga sudah membantu mengurusi pernikahan putrinya agar putrinya bisa menikah dengan penuh kemewahan.

"Dan jangan lagi memikirkan masalah tiket lotere yang sudah terbuang itu"


Melihat tutup tong sampahnya cuma diam maka Joong Won mencoba lagi, dia mengatakan bahwa uang yang hantu tong sampah hilangkan sama sekali tidak seberapa jika dibandingkan dengan uang yang bisa ia dapatkan jika ia mau menikah dengan putri dari sejin group atau putri kaya yang lainnya.

"Tapi aku sama sekali tidak mneyesali kehilangan uang sebanyak itu"

Kali ini hantu tong sampah bereaksi dengan memukul tutup tong sampahnya keras-keras, dia sangat tahu Joong Won sedang berbohong. 


"Kau benar. Aku memang sedikit menyayangkannya. Tapi aku membuangnya tanpa memikirkannya lagi. Karena wanita yang kucintai adalah matahari yang bersinar di angkasa. Luar biasa kan?"

Joong Won lalu meminta hantu tong sampah untuk memujinya luar biasa dengan cara memutar tutup tong sampahnya. Dan hantu tong sampah akhirnya memberinya pujian itu dengan memukul tutup tong sampahnya hingga berputar-putar.


"Wanita itu tidak hanya bersinar untuk orang-orang yang sudah meninggal sepertimu. Tapi dia juga bersinar sangat cerah sampai membutakan mataku"

Joong Won lalu meminta izin hantu tong sampah agar ia dan Gong Shil bisa menikah lebih cepat dari putrinya.


Bibi Joo masih berada di kantor suaminya sendirian merenungi perkataan Gong Shil yang mengatakan padanya bahwa jika ia memilih untuk mencintai maka ia takkan sendirian. Bibi Joo lalu membayangkan ia dan suaminya tertawa bahagia bersama dengan putri mereka.

Dia teringat kembali perkataan Gong Shil "Semua kesulitan yang kau hadapi demi melindungi orang yang kau cintai akan terganti saat kau memandang mata mereka, makan bersama mereka dan tersenyum bahagia bersama mereka"

Bibi Joo akhirnya memeluk perutnya dan menyadari bahwa jika ia kehilangan bayinya ia takkan pernah tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang.


Saat Gong Shil pulang ia bertemu dengan kakak-beradik Seung Mo dan Seung Joon yang ternyata mau pindah ke sebuah rumah yang punya 2 kamar tidur. 

"Apa noona mau tinggal disini lagi?"


Gong Shil mengangguk. Seung Mo lalu bertanya bagaimana dengan ahjussi yang spesial itu alias Joong Won.

"Apa yang harus kulakukan padanya? Apakah aku harus membawanya tinggal disini?" 

"Noona tidak bisa hidup tanpa ahjussi itu kan?" kata Seung Mo

"Ahjussi itu juga sepertinya tidak bisa hidup tanpa noona. Dia juga tidak bisa membaca" kata Seung Joon untuk pertama kalinya akhirnya bicara

Gong Shil mencubit pipi Seung Joon dengan gemas dan mengatakan kalau ahjussi itu sekarang sudah bisa membaca, tapi ahjussi itu memang tak bisa hidup tanpanya. 


Saat itu, Gong Shil melihat Kang Woo turun dari tangga.

"Kau sudah kembali?"

"Iya, aku kembali. Apa kau datang karena kau tahu aku kembali tinggal disini?"

Tapi sayangnya kali ini Kang Woo datang bukan demi Gong Shil tapi untuk membantu kedua anak itu pindahan. Kang Woo lalu melemparkan sarung tangan pada Gong Shil dan memintanya untuk ikut membantu mereka pindahan. 


Setelah selesai, mereka duduk berdua di bangku depan kamar Gong Shil sama seperti dulu. Gong Shil mengatakan bahwa ia membaca berita tentangnya dan Yi Ryung. Kang Woo mengatakan bahwa bersama Yi Ryung memang beresiko fotonya tersebar dimana-mana. Gong Shil menyetujuinya.

"Kalau dipikir-pikir 'matahari kecil' juga matahari yang hidupnya cukup sulit karena banyak orang yang mengikutinya kemanapun ia pergi. Lindungilah dia dengan baik"

Kang Woo mengatakan kalau Yi ryung selalu bersikap semaunya sendiri jadi cukup sulit baginya untuk melindungi Yi Ryung. 


Gong Shil mengatakan karena itulah Kang Woo sangat cocok bersamanya, karena dia sangat heat dalam melindungi orang. Kang Woo akhirnya juga menyadari bahwa sekarang Gong Shil sudah berbeda.

"Kau sekarang terlihat sudah tidak ketakutan atau merasa tidak aman lagi"

Gong Shil mengatakan bahwa ia telah bekerja keras mengumpulkan semua cahaya agar bisa menjadi matahari yang bersinar sangat cerah supaya ia bisa kembali kesisi orang yang ia cintai.


"Apa kau ingat kita pernah bersulang ditempat ini dan berjanji untuk menjadi orang yang hebat?"

Gong Shil mengangguk dan Kang Woo memberinya pujian karena sekarang dia sudah menjadi orang yang hebat dengan mengumpulkan semua kekuatannya.

"Terima kasih Kang Woo. Kau juga harus emngumpulkan semua kekuatanmu untuk melindungi 'matahari kecil' yang sangat terkenal itu"


"Untuk saat ini aku tidak tahu apakah aku punya cukup keberanian. Aku harus berhasil melewati 'jalan merah' (karpert merah) yang tidak pernah sekalipun kupikirkan. Aku agak takut"

Gong Shil memberinya semanagt untuk bisa mengumpulkan semua keberaniannya karena dia yang bisa melihat hantu saja bisa mengumpulkan semua keberaniannya. Dia lalu mengajak Kang Woo untuk bersulang.


Paman Do berbicara panjang lebar tentang semua kegiatan fisik ekstrem yang akan mereka lakukan pada liburan perayaan ulang tahun pernikahan mereka nanti sementara bibi Joo cuma duduk diam di depannya. Bibi Joo memotong pembicaraannya dan mengatakan bahwa dia sedang membutuhkan keberanian yang sangat besar.


Bibi Joo mengatakan dia sama sekali tak bisa melakukan berbagai macam aktivitas fisik itu karena dia harus melahirkan bayi. Paman Do langsung gemetaran mendengarnya. 

"Di umurku ke 50 tahun. 5 tahun menikah. Janin berumur 5 minggu sedang berada di dalam perutku. Sayang, apakah menurutmu aku yang sudah sangat tua sampai kadang aku lupa apakah namamu Seok Cheol ataukah Cheol Seok, bisa memiliki bayi ini?"


Paman Do langsung bangkit berdiri dan menghampiri bibi Joo, lalu duduk berlutut didepan bibi Joo, menggenggam tangannya dan menyatakan bahwa ia mencintai bibi Joo.

"Karena aku memilikimu. Aku akan berusaha melakukan yang terbaik. Kau juga harus membantuku" kata bibi Joo

Paman Do mengangguk dan menarik bibi Joo kedalam pelukannya.


Yi Ryung sedang mencoba gaun yang nantinya akan ia pakai ke festival film. Dia bertanya-tanya apakah permintaannya pada Kang Woo terlalu berlebihan. 


Namun saat ia berbalik, ia melihat Kang Woo datang. Kang Woo berjalan menghampirinya dan mengatakan bahwa ia sudah memutuskan untuk mencoba berjalan di 'jalan merah' yang menakutkan itu.

"Kalau kau takut. Kau boleh memegangku. Aku akan memegangmu dengan erat agar kau tidak tersesat" kata Yi Ryung sambil mengulurkan tangannya pada Kang Woo.

Kang Woo tersenyum lalu menggenggam tangan Yi Ryung.


Sekretaris Kim menyerahkan surat perjanjian penjualan gedung itu pada Gong Shil. Gong Shil mengeluh karena Joong Won sama sekali tidak memberinya diskon. Sekretaris kim mengatakan bahwa setidaknya Joong Won tidak menaikkan harga jualnya.

"Gedung ini adalah investasi kepemilikan yang terbaik" kata sekretaris Kim


Gong Shil memberitahu sekretaris kim apa yang dulu pernah dikatakan oleh Joong Won padanya yaitu 'Jika gedung ini adalah milikmu, maka setidaknya aku akan melihatmu'. Bukankah itu artinya dia sekarang sudah berhasil memenuhi syarat yang pernah ditentukan oleh Joong Won itu.

"Tae Yang, saat aku pertama kali bertemu denganmu dan sejak hari pertama aku membawa presdir ke rumahmu aku selalu mendukungmu"

"Kalau saat itu sekretaris Kim tidak menghentikan mobilnya. Aku tidak akan sampai sejauh ini. Terima kasih"


"Melihat Joo Gun jatuh cinta padamu rasanya seperti melihat putraku sendiri tumbuh dibawah sinar matahari. Aku merasa sangat senang. Bahkan sekalipun dia tidak mau dengar atau bersikap terlalu angkuh atau mengatakan sesuatu yang terlalu blak-blakan. Cobalah untuk memahaminya dan selalu berada disisinya"


Malam harinya, Joong Won sama sekali tak bisa berpaling dari HaPenya. Dia bertanya pada hantu ahjumma dari Perancis yang mungkin saja masih berada di rumahnya. Apakah Gong Shil akan meneleponnya atau tidak. Apakah dia harus meneruskannya atau tidak.

Saat itu tiba-tiba HaPenya berdering (ringtone-nya Phantom of the Opera) dan yang meneleponnya adalah 'matahari kematian' alias Gong Shil. 


Joong Won menyuruh dirinya sendiri untuk bersabar.

"Aku akan mengangkatnya pada dering kelima...satu...aaaaiiih" Joong Won langsung mengangkat teleponnya sebelum hitungan kedua (hahahaha).


"Kau meneleponku cukup cepat setelah mengetahui nomor HaPeku"

"Apa kau sudah menunggu?"

"Benar"

"Terus menerus memandang HaPemu dan memikirkanku?"

"Benar. Aku benar-benar sudah jatuh kedalam jebakanmu"


"Tuan Joo Joong Woon. Kalau begitu, aku ingin mengundangmu secara resmi ke rumahku. Apa kau mau datang?"

"Undangan?"

"Benar, undangan. Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu juga"


Joong Won mengeluh karena Gong Shil melakukan semuanya terlalu biasa. Membuat persiapan lalu mengirim undangan dan saat mereka bertemu pandang, Gong Shil akan berharap bahwa Joong Won akan jatuh cinta padanya. Gong Shil mengatakan bahwa ia memang orang yang suka mengikuti aturan.

"Apa kau mau datang padaku?"

"Kalau begitu aku, akan menerimanya secara resmi juga. Aku akan datang. Tunggu aku. Nona Tae Gong Shil"


Setelah memutuskan telepon, Joong Won sangat menghela napas lega lalu bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan terlebih dahulu. Dia lalu ingat untuk mandi dulu. Lalu bangkit untuk mandi dengan sangat bersemangat.

Sementara itu Gong Shil mulai untuk berdandan, memakai parfum, memakai baju yang jauh lebih menggoda dan menyemangati dirinya sendiri.


Joong Won tiba di depan kamar atap Gong Shil yang sudah berubah menjadi sebuah ruang terbuka yang romantis dengan bunga-bunga disekitar mereka. 

Joong Won memakai jas resmi dan dasi kupu-kupu dan Gong Shil (ehm...I don't think her clothes is provocative) berdiri di seberang meja yang memisahkan mereka dan mengatakan bahwa dia sudah mengabaikan seleranya dan menyiapkan semua ini menjadi sangat spesial dan manis.

"Kurasa kau tidak tahu bahwa aku sudah berubah. Akhir-akhir ini suka sekali dengan yang manis-manis" kata Joong Won


"Ah, gedung ini...milikku" bisik Gong Shil

"Kau sudah memiliki kekayaan dengan usahamu sendiri di usia muda? Aku tidak tahu kemampuan apa yang kau punya. Tapi kau telah membuat kekayaan yang cukup besar. Tanah disini cukup mahal. Aku mengagumimu"


Gong Shil lalu mempersilahkannya untuk duduk. Joong Won berjalan menghampirinya dan memberinya buket bunga besar yang sedari tadi disembunyikannya di belakang punggungnya. Gong Shil menerimanya dengan senyum bahagia.


Setelah mereka berdua duduk, Gong Shil menuang segelas sampanye untuk Joong Won. Dan sebelum mereka minum, dia terlebih dahulu memberi Joong Won peringatan bahwa ia punya kebiasaan buruk saat mabuk. Joong Won pura-pura terkejut mendengarnya.

"Saat aku mabuk, terkadang, hanya terkadang, aku berubah menjadi orang lain atau sesuatu yang lain. Daan saat itu terjadi, jangan terlalu takut dan cukup sentuh aku dengan ringan"

"Aku mengerti cara untuk mencegah hal itu terjadi dengan sangat baik"


"Dan juga, seperti yang sudah kau ketahui. Aku mungkin akan melihat kearah yang lain dan bicara hal-hal diluar topik yang sedang kita bicarakan. Dan saat itu terjadi, cukup pikirkan saja bahwa aku sedang menelepon seseorang karena sedang ada keperluan yang sangat penting"

"Kalau kau memang mendapat telepon penting maka kau harus menerimanya. Aku mengerti"


"Aku...punya dunia yang tidak akan bisa kau lihat ataupun kau dengar. Aku mungkin akan tenggelam ke dalam dunia itu dan menangis sedih. Kau mungkin tidak akan bisa memahamiku, tapi cukup pikirkan bahwa aku memang seperti itu dan pahami aku"

"Di dalam semua hubungan, tidak mungkin seseorang bisa sepenuhnya memahami dunia orang yang satunya. Kalau aku mengacuhkanmu karena aku tidak memahamimu, cukup pikirkan saja bahwa aku memang seperti itu dan pahami aku"

Gong Shil memperingatkannya bahwa jika ia bersama Joong Won maka mungkin saja ia akan membuat masalah untuknya dan mempersulit keadaannya.

"Tapi aku tak mau merasa sedih dan kesepian tanpamu. Aku akan datang padamu dan berada disisimu. Karena kau adalah orang yang sangat spesial bagiku. Aku mencintaimu. Aku akan berada disisimu dan memberimu banyak cinta. Namaku Tae Gong Shil. Aku Tae Yang (matahari). Apakah aku boleh terbit disisimu?"


Joong Won awalnya tersenyum namun kemudian dia menyadari sesuatu yang membuat senyumnya menghilang. 

Dia bangkit dari dudukya dan menyatakan bahwa ia tak bisa menerima undangan pertemuan ini, lalu berjalan pergi. Gong Shil serta merta berdiri dan merentangkan tangannya untuk menghalangi Joong Won pergi.


"Undangan adalah sesuatu yang kulakukan sesaat lalu pergi, aku tak punya niat untuk melakukan itu. Aku akan terus menerus...hidup disisimu"

Joong Won lalu mengeluarkan kalung matahari yang digenggamnya dan mengatakan bahwa ia tak pernah sekalipun melepaskan Gong Shil.


"Karena Tae Gong Shil adalah matahariku. Aku adalah bumi yang akan hancur tanpa matahari"

"Terima kasih karena tidak melepaskanku" kata Gong Shil lalu memberi Joong Won ciuman kilat. 


Joong Won lalu menariknya dan menciumnya lebih lama dan Gong Shil balas memeluknya.


Paman Do dan bibi Joo berjalan berdampingan membicarakan calon bayi mereka. Paman Do mengatakan bahwa ia sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Bibi Joo mengatakan pada paman Do untuk tinggal saja disisinya. Saat nanti dia sudah melahirkan bayi itu dengan selamat maka paman Do yang harus membesarkannya karena dia lebih muda dari bibi Joo.

"Tentu saja, setelah bayi itu keluar, serahkan saja semuanya padaku, aku akan mengurus semuanya"


Kang Woo dan Yi Ryung tiba di festival film dan disana sudah menunggu banyak sekali wartawan dan kamerawan. Yi Ryung melambaikan tangannya dengan senyum sementara Kang Woo sangat gugup. 

Yi Ryung khawatir melihatnya dan mengulurkan tangannya pada Kang Woo. Kang Woo tersenyum melihatnya lalu menggandengkan tangan Yi Ryung pada tangannya dan mereka berjalan melewati karpet merah.


Yi Ryung berbisik pada Kang Woo, apakah dia baik-baik saja. Kang Woo mengatakan bahwa setelah ia menginjakkan kakinya di karpet merah itu ternyata rasanya tidak terlalu menakutkan.

"Kang Woo. Apa kau boleh menciummu disini?"

"Paus berkumis hitam, itu agak...aku yang akan menciummu nanti" bisik Kang Woo

"Janji yah. Kau harus melakukannya dengan penuh gairah" (LOL)


Gong Ri dan Han Joo sedang berkencan di tempat berkumpulnya para pasangan yang sedang berkencan. Gong Ri bertanya-tanya siapa diantara semua pasangan itu yang nantinya akan menjadi belahan jiwa sejati.

"Cuma satu yaitu kita" kata Han Joo penuh percaya diri

"Aku tidak terlalu yakin kalau kau adalah belahan jiwaku"

"Kau tak yakin? Berikan tanganmu"


Han Joo lalu menempatkan tangan Gong Ri ke dadanya dan bertanya apakah dia tak bisa merasakan hatinya yang berdetak kencang. Tapi Gong Ri pura-pura tak merasakannnya.

"Aku kan sudah bilang kalau kita adalah belahan jiwa sejati. Apa kau tak bisa mengetahuinya?"

"Aku tahu. Betapa menyenangkan rasanya jika punya kemampuan yang bisa memberitahumu siapa belahan jiwamu hanya dengan menyentuhnya. Tapi tidak mungkin ada sesuatu semacam itu. Jadi kalau nanti aku bertemu dengan belahan jiwaku yang lain di tempat lain. Aku mungkin akan melewatinya tanpa tahu"

"Kemampuan untuk mengetahui hal itu hanya dengan menyentuh jari. Pasti menyenangkan"

"Dengan kemampuan itu maka seseorang harus berusaha keras agar tidak kehilangan belahan jiwanya apapun kesulitan yang dia hadapi. Seperti kita" kata Gong Ri sambil meletakkan tangannya didada Han Joo.


Apakah benar-benar tidak ada yang memiliki kemampuan itu?. Hmmm...Flashback mengingatkan kita bahwa ada yang memiliki kemampuan itu, saat Gong Shil pertama kali bertemu dengan Joong Won dan menumpang di mobil Joong Won dan secara tidak sengaja dia menyentuh tangan Joong Won dan seketika itu pula dia merasakan sebuah sensasi geli yang sangat kuat, sebuah sensasi yang juga dirasakan oleh Joong Won namun dia menolak untuk mengakuinya, tapi Gong Shil bersikeras kalau dia merasakan sebuah sensasi geli yang sangat kuat.


Sekarang, Gong Shil yang sudah memakai kembali kalung mataharinya merasa bahwa kemampuannya melihat hantu telah membantunya langsung mengenali orang yang spesial baginya dan menangkapnya.

"Itu adalah sebuah kemampuan yang sangat berguna. Apa jadinya kalau kau tak bisa melihat hantu"

"Baiklah. Aku sudah memutuskan. Ayo kita pergi ke tempat selanjutnya"


"Apa kita harus pergi sampai ke laut timur hanya untuk melihat matahari terbit? Matahari terbit dimana-mana. Walaupun kita tidak melihatnya sekarang tapi matahari tetap bersinar dibelahan bumi lain, Jadi untuk apa kita pergi jauh-jauh melihat matahari sampai ke laut?"

"Apa-apaan ini? Baru sesaat yang lalu kau memintaku untuk terbit disisimu. Dan sekarang kau bilang matahari terbit dimana-mana?"

"Kau menghilang selama setahun, dasar tidak tahu malu. Sekarang kau berkewajiban untuk terus menerus merayuku. Rayu aku disini, sekarang juga"


Gong Shil mengatakan kalau sebenarnya dia sudah menyiapkan sesuatu untuk memikatnya. Joong Won mengatakan bahwa ini adalah terakhir kalinya ia bersabar dan mengikuti permainan Gong Shil. Mulai sekarang ia akan melakukan apapun yang ingin dilakukannya.

Gong Shil lalu membisikinya kata-kata rayuan bahwa waktu dia di Amerika dia bertemu dengan hantu yang sangat ingin Joong Won temui yaitu hantunya Steve Jobs (Pffft...beliau adalah presdir Apple.Inc). 

"Benarkah? Apa kau bicara dengannya?" tanya Joong Won antusias


"Iya. Kalau dia masih hidup. Kurasa hari esok akan berbeda"

"Beri aku penjelasan lebih detil. Apa lagi?"

"Seharusnya aku tidak memberitahumu. Karena masa depan itu harus dibuat oleh manusia yang masih hidup"

"Tapi aku kan spesial. Katakan hanya padaku saja"

Tapi Gong Shil tetap menolaknya, Joong Won jadi kesal dan mau pergi. Tapi Gong Shil menahannya dan membisikinya bahwa Steve jobs itu....bla-bla-bla.

"Benarkah?" Joong Won terkejut

"Iya, lalu...pst-pst-pst"


"Steve Jobs orang yang seperti itu..."

"Dan juga...ah, aku tidak boleh mengatakannya"

"Ah, ya sudah aku mau pulang saja"

"Ah, tunggu dulu. Aku tidak tahu apakah aku boleh mengatakan ini padamu"

"Ah, katakan"

"Tidak, aku tidak bisa"

"Kalau begitu supaya kita bertengkar. Bagaimana kalau kita melanjutkan yang tadi saja" kata Joong Won sambil menarik Gong Shil untuk menciumnya lagi.


~ THE END ~




 


 

 

 

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon