Powered by Blogger.


Untuk infonya baca disini yah ^^

*****


Seorang pria berjalan melintasi tanah lapang yang bersalju, dari tangannya mengalir tetesan darah sementara di tangan satunya, ia membawa sepucuk pistol. Air mata kesedihan mengalir membasahi wajahnya. Dia adalah Jung Se Ro, dengan suara bergetar ia bernarasi.

"Seandainya aku bisa kembali ke masa kecilku, kembali ke saat aku meniup peliut saat ayah menggendongku di punggungnya dan berlari sambil menggendongku... atau ke usia 20 tahunan-ku yang ceria, saat pertama kali aku bertemu dengannya. Atau, ketika segalanya mulai berantakan. Seandainya aku bisa kembali ke saat itu..."


Dalam narasinya terdapat beberapa potongan adegan seperti anak kecil yang digendong ayahnya, seorang wanita yang tersenyum, berlian, kaca pecah, seorang pria yang berlumuran darah dan Se Ro yang sedang melihat seorang wanita yang menangis.

Jung Se Ro berhenti di tengah-tengah tanah lapang itu lalu mengangkat pistol ke pelipisnya dan kembali melanjutkan narasinya "Lalu, seandainya aku bisa menyeka air matamu... aku sebagai diriku sendiri, sebagai Jung Se Ro. Bisakah aku terus hidup?"



Episode 1:



5 tahun yang lalu,
Seorang wanita, Han Young Won, sedang mengelas bagai seorang ahli. Kegiatannya terganggu saat Jung Se Ro yang saat itu bekerja paruh waktu sebagai pengantar bunga datang untuk mengantarkan pesanan se-pot besar bunga mawar putih untuknya. 

Sebelum Se Ro sempat menaruh pot besar dan berat di meja, Young Won cepat-cepat menghentikannya hanya untuk menikmati keharuman wangi bunganya sampai membuat Se Ro yang kelelahan langsung protes. 

"Maaf, aku lelah" protes Se Ro


Young Won langsung sadar dan menjelaskan dengan ramah bahwa dia ingin mencium wanginya selagi bunga-bunga itu masih segar. Young Won lalu mencium aroma bunganya lagi dan kali ini Se Ro terpanah memperhatikannya.


Saat Young Won kembali melanjutkan pekerjaannya, Se Ro melihat Young Won sedang mengelas, ia lalu menawari Young Won bantuan karena sepertinya Young Won kurang berpengalaman dalam mengelas dan Se Ro takut dia terluka.

"Ini bukan pengelasan" ujar Young Won dengan ceria.

Se Ro lalu mengedarkan pandangannya ke ruangan itu dan melihat beberapa perhiasan menggantung di atas sebuah meja kerja yang berantakan. Maka tahulah ia bahwa Young Won sedang membuat perhiasan. Ia lalu memperhatikan Young Won yang sedang memukul-mukul perhiasannya dengan palu.


Tiba-tiba Young Won teringat dengan jam, dia lalu meletakkan palunya dan bangkit untuk mencari jam dengan terburu-buru dan ceroboh sampai-sampai ia menyenggol palunya dan membuat Se Ro kaget, tapi untunglah palu itu tidak sampai terjatuh menimpa kaki Young Won.

"Kau sedang mencari jam atau cuma ingin tahu jam berapa? Disini banyak benda berbahaya" ujar Se Ro cemas

Saat Young Won melihat Se Ro memakai jam tangan, ia langsung menarik tangannya dan melihat jamnya. Young Won terkejut karena ternyata dia sudah terlambat.


Se Ro terus memandangi Young Won saat Young Won bersiap-siap untuk pergi, dan saking terpanahnya Se Ro sampai terjatuh. Young Wan yang melihatnya terjatuh langsung tersenyum ramah dan memintanya untuk berhati-hati.


Young Won masuk ke toko perhiasannya yang mewah dengan pakaian yang sangat casual sampai membuat salah seorang pegawainya yaitu ketua staf Min protes, ketua staf Min sudah pernah bilang agar Young Won datang dengan pakaian yang jauh lebih pantas jika datang ke toko.

Tapi Young Won malah mengacuhkan protesnya dan langsung menyuruh ketua staf Min untuk merubah dekorasi menjadi putih karena mawar putihnya sudah tiba.

Ketua staf Min langsung protes lagi karena jadwal kerja Young hari ini sangat padat. Ada pertemuan dengan penjual bunga, designer kalatog juga pertemuan dengan designer perhiasan tapi Young Won bahkan tidak menata rambutnya dengan benar.


Sayangnya Young Won tetap mengacuhkan protesnya karena fokus perhatian Young Won saat ini adalah pertemuannya dengan seorang pria tampan. Young Won bertanya pada ketua staf Min apakah pria yang dia maksud sudah datang.

"Dia sudah datang. Manager tim Gong Woo Jin. Dia kembali dari perjalanan bisnis" kata ketua staf Min

Young Won langsung senang mendengarnya, lalu berlari penuh semangat untuk menemui pria yang dimaksudnya itu.


Young Won melihat pria itu sedang menunggunya di luar, dengan senyum bahagia Young Won berteriak memanggilnya "Gong Woo Jin-ssi"

Gong Woo Jin langsung berpaling ka arah Young Won dan mereka berdua langsung saling melambaikan tangan dan membuat tanda cinta besar diatas kepala mereka masing-masing.


Setelah selesai bekerja menjadi pengantar bunga, kali ini Se Ro melakukan pekerjaan paruh waktu lainnya yaitu sebagai pengantar laundry.


Sesampainya di toko laundry, Se Ro langsung memilih-milih jas yang akan ia kenakan lusa untuk wawancara kerjanya. Ahjussi pemilik laundry langsung melarangnya karena baju-baju itu milik pelanggan yang tidak boleh dipakai tanpa izin pemiliknya. Mendengar larangan dari bosnya, Se Ro langsung berusaha untuk merayunya.

"Bagaimana ahjussi akan bertanggung jawab jika aku gagal karena tidak punya jas setelan? Jika kali ini aku gagal, maka aku benar-benar akan menyerah"

"Kalau kau gagal kau akan menyerah?"

"Aku harus berhenti, mengingat situasiku"

Ahjussi itu akhirnya termakan rayuannya dan menyerah karena dia tidak bisa menolak Se Ro. Se Ro berjanji jika dia lulus maka dia akan membelikan jas setelan untuk ahjussi.

Young Won dan Woo Jin pergi makan di sebuah restoran. Young Won menunjukkan 2 buah kartu pada Woo Jin dan memberitahunya bahwa kartu yang pertama berisi berita bagus dan yang kedua berisi berita yang jauh lebih bagus lagi. 

Young Won lalu menyuruh Woo Jin untuk memilih, Woo Jin memilih yang kartu yang kedua. Maka Young Won memberikan kartu yang dipilih Woo Jin padanya, kartu itu ternyata sebuah kartu undangan pernikahan mereka.

"Selamat, kita akan menikah" ujar Young Won dengan ceria 

Namun mendengar hal itu, senyum Woo Jin langsung menghilang (lah! itu undangan dibuat tanpa sepengetahuan Woo Jin?!). Young Won mengatakan bahwa mereka akan menikah di sebuah gereja kecil yang indah dengan hanya orang-orang terdekat.


Woo Jin lalu meminta Young Won untuk tidak terlalu terburu-buru karena mereka masih harus mendapat restu orang tua. Mendengar tentang orang tua, Young Won langsung meminta maaf atas sikap ayahnya yang tidak menyetujui hubungan mereka.

"Kurasa aku sangat mencintaimu. Karena itulah sebaiknya kita menikah dulu"


Woo Jin memandanginya sesaat sebelum akhirnya dia tersenyum kembali lalu memberi Young Won sebuah hadiah berupa gelang.

Woo Jin mengatakan bahwa itu adalah hadiah pertunangan mereka, sementara cincin pernikahan akan Woo Jin berikan dalam waktu tak lebih dari 2 bulan yang akan datang, di hari pernikahan mereka di sebuah gereja kecil yang indah.


Woo Jin memberitahu Young Won bahwa nama gelang itu adalah 'silver lining' yang berasal dari idiom 'every cloud has a silver lining' (dibalik semua masalah selalu ada sisi baik). Woo Jin menjelaskan bahwa awan tergelap selalu bersinar karena matahari. 

"Walaupun saat ini sulit tapi jika kita mampu melewati awan itu, matahari akan bersinar dengan cerah. Inilah pertunangan kita" ujar Woo Jin sambil menggenggam tangan Young Won

Young Won lalu protes karena mereka bertunangan di tempat yang seperti ini, tapi Woo Jin langsung menyalahkan Young Won karena melamarnya di tempat ini. Woo Jin lalu bertanya tentang kartu yang satunya lagi, Young Won menyerahkan kartu yang satunya pada Woo Jin lalu beranjak pergi keluar restoran.


Woo Jin lalu membuka kartunya dan isinya adalah undangan pameran perhiasan di Bangkok, Thailand. Woo Jin langsung tersenyum senang setelah membacanya. Ia lalu keluar untuk menemui Young Won yang sedang menunggunya di luar restoran dengan senyum bahagia.


Saat Young Won melihat Woo Jin keluar dia langsung berlari memeluknya. Woo Jin bertanya apakah Young Won lulus tes dan Young Won langsung membenarkannya, perusahaan perhiasan miliknya 'Belle a Fair' adalah satu-satunya perusahaan Korea yang mendapat undangan.


Woo Jin memuji kehebatan Young Won dan Young Won dengan bangganya mengatakan bahwa Woo Jin akan menikahi wanita yang hebat ini.

"Almarhum ibumu pasti akan sangat bangga" ujar Woo Jin

Ia lalu mencium kening Young Won dan Young Won langsung mengajak Woo Jin untuk pergi ke Bangkok bersamanya sebagai perayaan pertunangan mereka.


Saat neneknya Se Ro, Hong Soon Ok, pulang ia mendengar Se Ro sedang bicara dengan ayahnya, Jung Do Joon, di telepon. Se Ro bertanya, di Bangkok mana tepatnya Do Joon tinggal, karena dia ingin pergi kesana untuk bertemu dengannya.

Do Joon mengatakan bahwa Se Ro tidak perlu melakukannya karena dialah yang akan kembali ke Korea, lagipula sudah lama dia tidak bertemu dengan ibunya.


Tiba-tiba Soon Ok muncul disampingnya Se Ro sampai Se Ro kaget. Soon Ok mendengarkan pembicaraan Doo Joon lalu merebut ponsel itu dari tangan Se Ro untuk berteriak pada anaknya karena Do Joon tidak pernah menghubunginya bahkan untuk mengecek apakah ibunya masih hidup atau tidak.


Soon Ok cepat-cepat menutup teleponnya tanpa memberi kesempatan pada Do Joon untuk bicara. Saat Se Ro memandanginya dengan pandangan protes, Soon Ok cepat-cepat beralasan bahwa panggilan internasional itu mahal. Se Ro langsung tertawa dan menggoda neneknya itu.


Sementara itu di Bangkok, Do Joon bertemu dengan rekan-rekannya yang bernama Seo Jae In dan Park Kang Jae. Mereka mengagumi beberapa butir berlian palsu yang terlihat sempurna seperti berlian asli dan hanya bisa diketahui dengan menggunakan alat pendeteksi. 

Do Joon lalu menyuruh Kang Jae untuk memberitahukan rencananya, Kang Jae sudah menemukan tempat dimana mereka bisa menukar berlian palsu itu dengan berlian yang asli.

Jae In bertanya jika berlian itu asli berapa harga per butirnya, Do Joon mengatakan baha harga tertinggi adalah 10 kali lipat maka sama artinya dengan 10 juta Won.

Kang Jae lalu memberitahu mereka bahwa rencananya adalah menukarkan berlian palsu itu dengan berlian asli di tempat yang sudah dia tentukan. Ia lalu menunjukkan tempat yang akan menjadi sasaran tindak kejahatan mereka yaitu pameran perhiasan di Bangkok.


Soon Ok mendatangi Se Ro di kamarnya untuk memberitahu Se Ro bahwa akan banyak tempat lain yang akan mempekerjakan Se Ro, Soon Ok pun tidak merasa khawatir karena itulah saat wawancara kerja nanti, Se Ro harus menetapkan pikiran bahwa jika dia gagal maka perusahaan itulah yang akan rugi bukan Se Ro.

"Apa benar-benar tidak akan rugi jika aku gagal?"

Soon Ok mengangguk dengan yakin tapi Se Ro tahu Soon Ok sedang berbohong karena jika iya untuk apa Soon Ok membeli kue beras. Soon Ok meyakinkan Se Ro bahwa dia benar-benar tidak mengharapkan apapun.


"Aku hanya tidak ingin kau hidup seperti ayahmu"

"Baiklah pada ayah, seperti saat nenek baik padaku" pinta Se Ro

"Aku baik kalau kau baik. Jangan bergaul dengan ayahmu. Bajing** itu... dia akan kembali kalau dia sudah tidak punya apa-apa" ujar Soon Ok

"Oh, sekarang nenek mengajariku tentang ayah. Aku pasti mewarisi kepintaranku dari nenek"

"Apa maksudmu pintar? Ayahmu juga pintar"


Setelah neneknya pergi, Se Ro mengeluarkan peluit masa kecilnya, ia lalu meniupnya dan hal itu langsung membuatnya teringat akan kenangan masa kecilnya.


Flashback ke masa kecil Se Ro,
Se Ro kecil berlarian sambil meniup peluitnya dan saat mendengar peluit itu, Do Joon langsung berlari dengan panik menghampiri Se Ro kecil lalu menggendong Se Ro kecil di punggungnya, Se Ro kecil lalu menyuruh ayahnya untuk lari dan dia pun langsung berlari. Dan ternyata mereka berdua sedang melarikan diri dari polisi.


Kembali ke masa kini,
Se Ro sedang melakukan wawancara kerja dengan menggunakan bahasa inggris yang cukup fasih. Dia memberitahu pewawancara bahwa dia menghabiskan masa kecilnya di luar negeri seperti di Filipina, Hong Kong dan Thailand. Pewawancara agak bingung dengan latar belakang keluarga Se Ro karena ayah Se Ro berkeliling ke luar negeri padahal dia bukan diplomat dan hanya bekerja dalam bisnis perdagangan.

Se Ro mengatakan bahwa ayahnya pernah ikut perang karena itulah dia tidak merasa takut, dan seorang pebisnis memang tidak boleh memiliki ketakutan.


Namun para pewawancara merasa ada kejanggalan dari perkataan Se Ro tentang ayahnya, karena dia hanya mengatakan ayahnya adalah seorang pebisnis tanpa memberitahu mereka bahwa ayahnya pernah dipenjara 7 kali. Se Ro mengatakan bahwa ayahnya memang melakukan dosa di masa lalu namun dia telah menerima hukuman ats dosa-dosanya dan sekarang ayahnya hanya pebisnis biasa.

"Apa anda mencintai ayah anda?" tanya salah seorang pewawancara

"Iya"

"Kenapa?"

"Karena beliau ayah saya"

Pewawancara lalu menyudahi sesi wawancaranya, namun Se Ro ingin mengatakan sesuatu sebelum dia pergi. 


"Ada seseorang yang berjalan mengikuti rute yang tergambar di peta dan ada seorang lainnya yang mengembara tanpa mengikuti rute di peta, keduanya lalu bertemu di puncak gunung. Mereka lalu duduk di sebuah batu besar dan saling mengatakan satu hal yang sama pada satu sama lain 'sulit bukan?'. Lalu mereka berteriak 'YAHO'"

Bagi Se Ro, tempat inilah puncak gunung itu. Saat ini dia adalah orang yang berdiri di puncak bersama-sama dengan orang-orang lainnya yang yang telah memanjat sejauh ini. Dan dia pun akan mengatakan hal yang sama seperti yang akan dikatakan oleh orang lain yang sedang diwawancara.

"Saya akan bekerja keras" janji Se Ro


Young Won menunjukkan undangan pernikahannya pada keluarganya. Ayahnya Young Won, Han Tae Oh, sangat shock setelah mendapat undangan pernikahan putrinya.

Sementara ibu tirinya, Baek Nan Joo, langsung mengomelinya karena Young Won bertingkah seperti anak kecil. Tapi Young Won sama sekali tidak mempedulikan protes ibu tirinya karena pesawatnya sebentar lagi akan segera berangkat.


Young Won berjanji pada ayahnya bahwa dia akan membawa hasil yang bagus dari pameran perhiasan ini agar Tae Oh bangga dengan putrinya.

"Dengan menikah seperti ini?" protes Tae oh

"Mengenali permata adalah pekerjaanku. Woo Jin-ssi adalah pria yang seperti permata. Dia adalah orang yang bersinar bahkan sekalipun dia berada didalam lumpur"

Young Won meminta ayahnya untuk percaya pada putrinya yang merupakan perwakilan Korea di ajang pameran perhiasan ini. Dia lalu pamit dan berlalu pergi.


Nan Joo lalu keluar untuk menemui Young Won yang langsung mengingatkan Nan Joo bahwa dia menerima pernikahan ayahnya dan Nan Joo bahkan sekalipun saat itu belum setahun sejak ibunya meninggal dunia, jadi sekarang Nan Joo juga harus membantu pernikahannya dengan Woo Jin.

Saat Nan Joo tersinggung karena Young Won mengungkita masalah pernikahannya dengan ayahnya Young Won, Young Won cepat-cepat meminta maaf. 

"Aku setuju kau menikah dengan orang yang kau cintai. Tapi kalau kau menikah dengan cara seperti ini, bagaimana dengan ayahmu?" 

"Ayah? Tolong ibu saja yang mengurus ayah. Ayah kan milik ibu" ujar Young Won dengan ceria


Di luar rumahnya Young Won, Woo Jin sedang berada di dalam mobilnya. Ia melihat kepergian Young Won namun dia tetap diam didalam mobilnya.

Beberapa saat kemudian, Woo Jin diantarkan oleh Nan Joo untuk menemui Tae Oh. Tae Oh menyatakan dengan tegas bahwa dia tidak mau Woo Jin menjadi keluarganya dan tinggal di rumah mewahnya ini.

Woo Jin mengatakan bahwa dia tidak meminta apapun, jika Tae Oh ingin dia menandatangani surat kontrak pernikahan atau semacamnya, Woo Jin bersedia untuk menandatanganinya. Tae Oh langsung tersenyum sinis mendengarnya dan menyuruh Woo Jin untuk tidak bercanda. 

Tae Oh menyuruh Woo Jin untuk mengenyahkan tiket pesawatnya ke Thailand langsung didepannya sekarang juga karena Tae Oh tidak mau Woo Jin ikut ke Thailand bersama putrinya. Woo Jin mengatakan bahwa dia pergi bukan untuk berlibur, dia juga akan bekerja.

"Bagimu pernikahan adalah bisnis. Karena itulah kau tidak bisa menyerah. Karena ini adalah bisnis dengan hidupmu sebagai taruhannya" tuduh Tae Oh


Woo Jin mengatakan bhawa yang bermain bisnis dengan Young Won bukan dirinya tapi Tae Oh. Tae Oh langsung terkejut mendengar perkataan Woo Jin itu.

Woo Jin tahu bahwa perusahaan yang di Hong Kong adalah perusahaan fiktif, Woo Jin juga tahu bahwa Tae Oh mencuri aset melalui perusahaan fiktif itu dengan memanfaatkan Young Won sebagai boneka.

"Anda telah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya anda lakukan sebagai seorang ayah. Aku tahu semaunya" ujar Woo Jin


"Apa kau sedang mengancamku?"

"Aku mohon pada anda"

"Bantuan macam apa dari orang yang mendapatkan gajinya dari putriku?"

"Biarkan aku melindunginya selamanya. Biarkan Young Won menjalani hidupnya dengan melakukan apapun yang dia inginkan"

"Kau mengancamu, kau meremehkan kekayaanku dan kau memandang rendah perusahaanku dan kau bilang kau menyukai putriku. Kau tidak tahu dasar-dasar dari bisnis"


Woo Jin lalu menyerahkan sebuah dokumen yang isinya adalah copy dari bukti-bukti perusahaan fiktif di Hong Kong. Sekarang Tae Oh mengerti bahwa dia telah kalah.

"Apa kau memberitahu Young Won?"

"Aku belum memberitahu siapapun"


Didalam pesawat menuju Bangkok, Se Ro memandangi awan diluar jendela pesawat dan hal yang sama juga dilakukan oleh Young Won dan Woo Jin.


Sesampainya di Bangkok, Young Won mempresentasikan dan memperkenalkan kalung model terbaru perusahaannya, dan juga beberapa berlian.


Dan setelah selesai menyelesaikan presentasinya dengan lancar, Young Won mondar mandir dengan cemas menunggu kedatangan Woo Jin. Beberapa saat kemudian Woon Jin akhirnya datang dengan membawa 2 butir berlian. 


Young Won lalu mengangkat berlian itu ke cahaya matahari, Woo Jin lalu menyuruh Young Won untuk melihat berlian itu dengan mikroskop dan Young Won langsung bisa melihat namanya terukir dalam berlian itu.


Woo Jin mengatakan bahwa dia mengukir nama Young Won di berlian itu karena berlian itu akan digunakan Young Won dalam produk-produk perhiasannya nanti. Dengan begitu orang-orang akan tahu tentang nama orang yang membuat perhiasan itu bahkan sampai ratusan atau ribuan tahun.

Young Won sangat senang lalu memeluk Woo Jin. Young Won lalu bertanya apa yang akan Woo Jin lakukan jika dia berhasil menjadi pemenangnya.

Woo Jin mengatakan bahwa dia tahu ada sebuah vila yang bagus. Percakapan romantis mereka langsung membuat ketua staf Min kaget dan protes karena mereka bersikap sangat kelewatan, memangnya mereka saja yang pacaran.


Saat Se Ro menemukan rumah ayahnya di Bangkok, ayahnya malah tidak ada di rumah. Ia lalu menunggu kedatangan ayahnya dan saat ia melihat foto dirinya, ayahnya dan Kang Jae, Se Ro langsung tersenyum.


Ayahnya Se Ro ternyata pergi ke pameran perhiasan dengan memakai samaran bersama dengan Jae In. Mereka bertemu dengan Woo Jin yang mengira mereka adalah calon pembeli dan menyapa mereka dengan ramah.

Woo Jin lalu menunjukkan katalog kalung model terbaru dari Belle la Fair yang akan dipamerkan malam ini. Jae In bertanya bahwa tentang pameran berlian yang pernah ia dengar, apakah berliannya bagus. Woo Jin mengatakan bahwa berlian itu adalah yang terbaik.


Jae In mengatakan bahwa dia ingin melihat berlian itu dulu. Maka Woo Jin pun menunjukkan berliannya pada mereka.

Jae In terlihat gugup saat melihat berlian itu sementara Do Joon memeriksa sertifikat keaslian berlian itu seperti seorang ahli. Jae in lalu meminta izin untuk memeriksanya secara pribadi dan Woo Jin mengizinkannya.

Do Joon lalu memeriksa berliannya dengan mikroskop dan melihat ukiran nama Young Won didalamnya. Do Joon langsung kesal melihat ukiran nama itu. Tapi kemudian dengan tenangnya dia mengatakan bahwa berlian itu palsu. 


Woo Jin meyakinkan mereka bahwa berlian itu asli tapi Jae In langsung meminta bicara dengan direktur. Karena pelanggannya tidak percaya maka Woo Jin langsung meminta mereka untuk memeriksakan berlian ini ke penguji berlian. Maka berlian itu pun dibawa ke seorang ahli untuk diuji.


Seorang enterpreter datang ke ruangan penguji ahli itu untuk menanyakan tentang keaslian berliannya dan si interpreter itu ternyata adalah Kang Jae.

Penguji memberitahu bahwa itu adalah berlian asli berkualitas tinggi, maka Kang Jae meminta penguji ahli untuk membuatkan sertifikat keaslian untuk kliennya. Dan saat penguji itu sedang membuat sertifikat, Kang Jae memperhatikan koper penyimpan berliannya.


Setelah itu mereka membawa berliannya, Kang Jae memberitahu kliennya bahwa berlian itu asli dan saat dia menyerahkan sertifikatnya, dengan sengaja dia menyenggol walkie talkie miliknya Woo Jin sampai terjatuh dan saat itulah perhatian Woo Jin teralih. Do Joon lalu mambantu mengambilkan walkie talkienya. Err... mungkin ada yang terjadi waktu pengambilan walkie talkie, tapi tidak tahu juga sih.


Bersambung ke part 2

4 comments

Wah akhrnya mb ima buat jg sinopsis nya beyond the clouds. Aku udh muter2 mpe blog sebelah ternyata disini sinopsisnya mksh ya mbk.hehe

Bakalan seru ne ceritanya... Semangat ya mba nulis sinopnya.. :-)

Ternyata Mb ima yg Bwat Sinopnya - Gumawo Mb^^ Smangat ..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon