Powered by Blogger.


Setelah mengkonfirmasi keaslian berliannya, Woo Jin mengantarkan pelanggannya keluar. Jae In mengatakan bahwa dia akan memikirkannya sekali lagi apakah dia akan membelinya atau tidak.

Saat Woo Jin mengembalikan berliannya ke brangkas, tiba-tiba dia teringat pada ekspresi aneh kedua pelanggannya yang tadi saat ia mengantarkan kedua pelanggannya itu pergi. 



Dia jadi curiga maka dia langsung memeriksa berliannya dengan menggunakan mikroskop dan kecurigaannya terbukti saat ia tidak melihat ukiran nama Young Won didalam berlian palsu itu.


Dia lalu menghubungi pihak keamanan dan berlari keluar untuk mencari tersangkanya. Di luar, dia melihat Kang Jae. Saat melihatnya Woo Jin langsung menenangkan dirinya lalu menghampiri Kang Jae. Dengan tenangnya Woo Jin meminta Kang Jae untuk ikut dengannya karena ada sesuatu yang terjadi.


Kang Jae melihat pintu keluar sedang dijaga ketat maka dia berusaha meladeni Woo Jin dengan tenang juga sampai saat ia tiba-tiba mendorong Woo Jin lalu berlari dengan panik. Woo Jin langsung mengejarnya melewati lorong-lorong dalam gedung bahkan sampai ke tangga. Woo Jin tidak menyerah sampai akhirnya Kang Jae-lah yang menyerah dan berhenti karena kelelahan. 


Woo Jin menuntut keberadaan berlian aslinya tapi Kang Jae malah menawarinya sogokan 10 juta untuk menutup mata satu detik saja.

"Menutup mataku satu detik untuk 10 juta? Lalu bagaimana dengan 10 tahun yang akan datang? 20 tahun? 30 tahun? Aku hanya akan hidup dengan menjadi kriminal sepertimu" ujar Woo Jin 

Kang Jae mengira bahwa Woo Jin pasti menginginkan lebih maka dia menawari Woo Jin untuk mengambil berliannya yang Kang Jae taruh di sebuah kantong, Kang Jae bahkan menawari Woo Jin berlian lebih banyak lagi jika Woo Jin mau. Tapi Woo Jin tetap menuntut berliannya dikembalikan.


Saat Woo Jin hendak merebut berlian itu dari tangan Kang Jae, Kang Jae langsung mendorongnya ke tembok dan berusaha melarikan diri, tapi Woo Jin cepat-cepat menangkapnya dan berusaha merebut kantong itu sampai akhirnya kantong itu terjatuh ke lantai bawah dan berliannya pun ikut terjatuh.


Mereka berdua lalu terjun ke bawah dan saling berbut berebut berliannya sampai mereka saling menyerang, Kang Jae akhirnya berhasil mendapatkan salah satu berlian dan Woo Jin pun mendapatkan yang satunya lagi. 

Kang Jae menyuruh Woo Jin untuk menyerahkan berliannya tapi sebelum dia sempat melakukan apapun, tiba-tiba petugas keamanan datang. Kang Jae langsung melarikan diri dan Woo Jin langsung mengejarnya. 


Kang Jae berlari masuk ke sebuah mobil van yang langsung melaju kencang setelah Kang Jae masuk kedalamnya. Woo Jin berusaha mengejarnya sampai akhirnya dia menyerah saat mobil itu semakin ngebut dan menjauh.

Woo Jin lalu melaporkan bahwa penjahatnya sudah pergi pada pihak keamanan. Namun sayangnya, pihak keamanan itu ternyata sedang berada di mobil van yang sama bersama Kang Jae karena dia juga salah satu komplotannya.


Flashback waktu walkie talkie terjatuh,
Saat Do Joon mengambil walkie talkienya, dia memasukkan walkie talkie itu kedalam kopernya dan menggantinya dengan walkie talkie lain yang sudah ia persiapkan didalam lengan jasnya.


Kembali ke masa kini,
pihak keamanan palsu itu memberitahu Woo Jin bahwa dia akan segera mengirim agen ke tempat Woo Jin berada saat ini. Do Joon sangat senang akhirnya rencana mereka berhasil tapi Kang Jae tidak sesenang itu karena dia kehilangan salah satu berliannya. 

Sementara itu, Woo Jin yang masih berada di luar gedung pameran, tiba-tiba dihantam sampai pingsan oleh seseorang.

Ternyata orang yang menghantam Woo Jin adalah orang suruhan Kang Jae yang langsung menyuruh orang itu untuk membawa Woo Jin. Do Joon dan Jae In yang mendengar percakapan itu sangat tidak setuju dengan ide Kang Jae untuk memukuli orang. Tapi Kang Jae melakukan ini karena Woo Jin adalah satu-satunya orang yang mengenali wajah mereka.


Young Won yang sedang melatih seorang model untuk pemeran perhiasannya nanti malam, merasa frustasi karena pihak panitia akan menggunakan warna hijau sebagai background padahal kalung yang akan dipamerkan oleh Young Won nanti malam adalah berhiaskan batu ruby merah. 

Karena background yang tidak sesuai dengan perhiasannya, maka Young Won memutuskan untuk memamerkan berlian yang dibawa Woo Jin sebagai pengganti ruby-nya. 


"Sejujurnya aku merasa tidak yakin akan bisa menang dengan ruby" ujar Young Won

"Kau benar-benar ingin melakukan yang terbaik di acara ini yah?" tanya ketua staf Min

"Kalau aku mau menikah dengan Woo Jin maka aku harus berjuang melawan ayah. Jika aku ingin melawannya maka aku harus bisa dipercaya"

Young Won tahu bahwa dengan melakukan hal ini, dia jadi terlihat menyedihkan dan berpikiran sempit. Tapi ketua staf Min mengerti karena Young Won melakukannya dengan alasan cinta dan jika berliannya bisa membantu Young Won menang maka dia harus menggunakan berlian itu.


Sesampainya di rumah, Do Joon langsung mengomeli Kang Jae karena atas tindakannya menculik Woo Jin padahal dia yang lebih berpengalaman saja tidak pernah melakukan semacam itu. Kang Jae hanya menanggapi omelannya dengan anggukan cuek lalu menyuruh Do Joon untuk segera berkemas agar mereka bisa segera meninggalkan Thailand.

"Kalian dari mana saja?" tanya Se Ro yang langsung tersenyum senang melihat kedatangan mereka berdua.


Do Joon dan Kang Jae langsung kaget melihat kehadiran Se Ro dan bukannya menyambut kehadiran putranya dengan senang, Do Joon malah langsung mengomeli Se Ro karena datang ke Thailand padahal dia sudah bilang bahwa dia yang akan pulang ke Korea. 

"Kapan kau tiba?" tanya Do Joon

Mendengar ayanya tidak senang dengan kedatangannya, Se Ro langsung protes "Apa kau tidak senang bertemu denganku?"


Se Ro dan Do Joon lalu duduk berdua di pinggir sungai. Do Joon bertanya tentang keadaan neneknya Se Ro dan Se Ro memberitahunya bahwa neneknya baik-baik saja.

"Dia pasti akan baik-baik saja jika dia tidak melihatku" ujar Do Joon

Do Joon lalu mengatakan bahwa dia akan menyewakan hotel untuk Se Ro tinggal karena dia harus mengurus beberapa hal penting. Se Ro mengatakan bahwa dia punya hadiah untuk Do Joon. 


Se Ro lalu mengeluarkan sebuah hadiah dari dalam tasnya, sebuah hadiah yang sebenarnya ingin dia berikan pada Do Joon tahun lalu tapi tidak jadi gara-gara Do Joon tiba-tiba pergi ke Thailand tanpa pemberitahuan. Do Joon langsung beralasan bahwa dia pergi ke Thailand tanpa memberitahu Se Ro adalah karena waktu itu Se Ro sedang sibuk belajar.

Se Ro lalu mengeluarkan hadiah kedua berupa sepasang sepatu yang ingin Se Ro berikan waktu di Thailand tapi tidak jadi juga karena Do Joon harus bersembunyi. 

"Aigoo, ini kan bukan pertama kalinya kau tahu. Hei orang bilang jika tidak ada berita maka itu artinya berita bagus" ujar Do Joon


Hadiah ketiga adalah sebuah topi yang ingin Se Ro berikan pada Do Joon saat ia mengira akan ada berita baik. Do Joon langsung mengingatkan Se Ro dia selalu menelepon Se Ro agar Se Ro tahu dia baik-baik saja dan bukannya mati atau semacamnya. Hadiah keempat adalah beberapa buku.

"Aku berharap ayah masih hidup karena itulah aku membeli ini untuk ulang tahun ayah"

Lalu hadiah terakhir adalah sebuah syal untuk ulang tahun Do Joon tahun ini.

"Jadi, kau datang ke Thailand untuk berdebat denganku?"

"Aku datang karena aku ingin bertemu denganmu"


Se Ro datang dengan harapan bisa membawa Do Joon kembali ke Korea tapi setelah mendengar percakapan ayahnya dengan Kang Jae yang tadi, Se Ro tahu bahwa ayahnya harus pergi untuk bersembunyi lagi. Se Ro lalu bertanya dimana Do Joon akan bersembunyi kali ini, apakah dia akan pergi ke Filipina atau Myanmar.

"Berhati-hatilah dalam perjalanan. Ayah tidak perlu menghubungiku"

Se Ro memutuskan sebaiknya mereka tidak perlu saling bertemu lagi saja, Do Joon langsung protes dan berusaha menjelaskan bahwa ini adalah kejahatan terakhir yang akan dia lakukan. Tapi Se Ro tidak percaya.


"Hei, kau pikir kenapa aku melakukan semua ini?"

Se Ro langsung kaget mendengarnya "Semua ini karena aku?"

Se Ro lalu mengeluarkan peluitnya, satu-satunya barang yang pernah ayahnya berikan padanya agar Se Ro selalu meniupnya setiap kali ada orang yang mengejar ayahnya. Benda yang selalu Se Ro bawa saat ia kecil supaya ayahnya tidak sampai tertangkap, karena melihat Do Joon ditangkap adalah hal paling menakutkan bagi Se Ro.

"Pada akhirnya, hanya inilah yang kupunya, sebuah peluit. Sampai kapan aku harus meniup peluit ini?" ujar Se Ro dengan marah


Se Ro lalu pergi dan Do Joon langsung mengejarnya dan berusaha merayunya dengan memuji ketampanan Se Ro dan berjanji bahwa dia akan kembali ke Korea bersama Se Ro.


"Ayah bilang ayah harus melarikan diri?" 

Do Joon lalu berbohong dengan mengatakan bahwa dia sebenarnya ingin melakukan bisnis besar tapi dia tidak akan melakukannya. Dia lalu menyuruh Se Ro untuk menunggunya di pantai sementara dia akan menyelesaikan beberapa hal dulu.

"Aku harus mempercayaimu atau tidak?" Se Ro bertanya-tanya dengan ragu


Do Joon lalu menarik Se Ro kedalam pelukannya dan saat itulah Do Joon memasukkan sesuatu kedalam tasnya Se Ro. Do Joon lalu meyakinkan Se Ro bahwa dia akan kembali ke Korea bersama Se Ro setelah ia menyelesaikan urusannya.


Young Won mengeluarkan berlian disimpan oleh Woo Jin didalam berangkas (Young Won belum tahu kalau itu berlian palsu). 

Ia lalu mengeluarkan batu ruby yang merupakan permata utama dari kalung yang akan dipamerkannya nanti dan menggantinya dengan berlian (palsu) itu. 



Woo Jin disekap didalam sebuah gedung yang gelap. Ia berusaha meronta saat Kang Jae menggeledahnya untuk mencari berliannya. 

Dan setelah Kang Jae mengambil berliannya, dia mengatakan bahwa dia akan mengirim orang untuk membebaskan Woo Jin segera setelah ia berhasil melarikan diri ke luar negeri. Kang Jae dan anak buahnya lalu pergi meninggalkan Woo Jin. 


Di luar, Kang Jae memperharikan berliannya dibawah sinar matahari lalu bercerita pada anak buahnya tentang Se Ro. Tentang bagaimana dulu Se Ro kecil selalu mengikutinya kemana-mana dan memanggilnya hyung. 


Dan saat ia hendak mengambil berlian yang satunya lagi, barulah Kang Jae sadar bahwa berlian yang satunya menghilang. Dia lalu bertanya kemana Do Joon pergi karena dia yakin Do Joon-lah yang telah mengambil berliannya.

Sementara itu Do Joon sendiri sedang berada di jalanan, sedang berjalan dengan panik sambil menelepon seseorang dan memberi orang itu perintah agar orang itu mengambilkan barang-barangnya. 


Pameran perhiasan pun dimulai, para model mulai mondar mandir memperagakan berbagai macam perhiasan sampai pada akhirnya model yang memperagakan kalung milik Young Won muncul. Para juri menyukai kalung itu dan para penonton langsung berdiri dan bertepuk tangan. 

Ketua staf Min sangat senang dengan reaksi yang bagus itu tapi Young Won merasa tidak tenang karena sedari tadi tidak melihat keberadaan Woo Jin.


Se Ro datang ke hotel tempat pameran perhiasannya berlangsung saat seorang ahjussi tiba-tiba mendatanginya, ahjussi itu memperkenalkan dirinya sebagai teman ayahnya. 


Dia lalu mengajak Se Ro keluar lalu mengubek-ubek tas Se Ro dan menemukan sebuah boneka kecil didalamnya. 

Ahjussi itu lalu merobek bonekanya dan mengeluarkan berlian yang tersimpan didalamnya. Se ro langsung tahu kalau itu adalah barang curian lalu bertanya tentang keberadaan ayahnya.

"Dia ingin aku memberimu uang dan mengirimmu kembali ke Korea" kata teman Do Joon

Se Ro langsung merebut berlian itu dan membawanya pergi.


Di acara pameran perhiasan, Belle la Fair milik Young Won dinyatakan sebagai pemenang acara itu. Woo Jin lalu menggandengan model 

yang memperagakan kalungnya untuk naik ke atas panggung bersamanya.

"Woo Jin-ssi, aku berhasil. Kau dimana?" ujar Young Won dalam hatinya


Setelah menerima karangan bunga, MC mengumumkan bahwa berlian palsu dapat menarik magnet (gitu yah?! baru tahu aku XD!!), MC mengatakan bahwa ini adalah tradisi lama dari pameran ini dan selama ini belum pernah ada batu perhiasan yang didiskualifikasi. 

MC lalu mengeluarkan magnetnya dan menempelkannya ke kalung berlian Young Won, dan kalung itu langsung menempel ke magnetnya. Young Won yang awalnya tersenyum penuh percaya diri langsung kaget melihat kalungnya menempel di magnet. Ekspresi wajah yang sama muncul pula di wajah ketua staf Min dan semua penonton.


Kang Jae dan anak buahnya berhasil menyudutkan Do Joon di sebuah gang. Do Joon berusaha keras membela diri bahwa bukan dia yang mencuri berlian yang satunya, kenapa juga dia ingin mencuri dari Kang Jae.

"Kau tidak boleh melakukan ini padaku, aku yang membesarkanmu" ujar Do Joon 

Kang Jae langsung emosi mendengarnya karena walaupun Do Joon yang membesarkannya tetap saja dia membesarkannya dengan cara yang berbeda dari cara Do Joon membesarkan Se Ro. Do Joon menyekolahkan Se Ro tapi Kang Jae malah ia ajari menjadi pencuri.


"Serahkan berliannya padaku" tuntut Kang Jae

Jika Do Joon menyerahkan berliannya maka Kang Jae akan berpura-pura bahwa masalah ini tidak pernah terjadi dan dia akan melakukannya demi membalas kebaikan Do Joon yang sudah membesarkannya dengan cara buruk.

Kang Jae memaksa Do Joon untuk menyerahkannya tapi Do Joon tetap bersikeras bahwa dia bukan dia pelakunya sampai saat ia mendorong Kang Jae lalu melarikan diri. 


Kang Jae dan anak buahnya langsung mengejarnya sampai ke gang-gang yang sempit. Dan pada saat Do Joon telah sampai ke jalan besar, tiba-tiba sebuah mobil besar menabraknya.


Setelah berliannya ketahuan palsu, ketua staf Min kebingungan mencari keberadaan Young Won sampai saat dia menemukannya sedang duduk di pinggir sungai sedang meninggalkan voice mail untuk Woo Jin dan memberitahu Woo Jin bahwa berlian yang palsu.

"Woo Jin-ssi, kau dimana? Aku merindukanmu"


Setelah itu ia memohon pada ketua staf Min untuk pergi meninggalkannya sendiri. saat melihat gelangnya, Young Won teringat percakapannya dengan Woo Jin tetang apa yang akan Woo Jin lakukan untuknya jika dia menang dan Woo Jin mengatakan bahwa dia akan membawa Young Won ke sebuah villa yang indah.


Young Won lalu pergi ke villa yang dimaksud Woo Jin dan sesampainya ia disana, Young Won melihat villa itu sudah didekorasi dengan semua hal-hal romantis seperti balon dan lilin. Di dalam ruangan, ada foto mereka berdua dalam ukuran besar. 


Tiba-tiba sebuah layar besar dibelakangnya memainkan video rekaman yang direkam Young Won di hari perayaan tahun pertama hubungan mereka. 

Young Won meminta Woo Jin menyanyi lagu romantis untuknya tapi Woo Jin terlalu malu untuk melakukannya. Woo Jin lalu menggenggam tangan Young Won dan mengatakan bahwa dia menyukai Young Won karena sejak bersamanya Woo Jin jadi sering tertawa. Video rekaman itu membuat Young Won tersenyum haru.


Se Ro kembali ke rumah ayahnya untuk mencari Do Joon, saat ia tidak menemukan siapapun didalam rumah dan hendak pergi, tiba-tiba Se Ro mendengar suara -suara dari dalam sebuah kamar. Saat ia membuka pintu kamar tempat suara yang didengarnya berasal, ia melihat Woo Jin yang saat itu sudah berhasil melepaskan diri dari ikatannya.

Se Ro bingung siapa Woo Jin, tapi Woo Jin langsung menyuruhnya untuk tidak mendekat karena dia yakin bahwa Se Ro juga salah satu komplotan perampok. Se Ro membela diri bahwa dia bukan penjahat.

"Anda siapa? Apa anda disekap disini?" tanya Se Ro


Young Won masih menonton video rekaman dari Woo Jin yang mengatakan bahwa dibalik setiap awan selalu ada matahari. Dia meminta Young Won untuk tidak melupakan hal itu.

"Akan ada banyak hari baik dimasa depan nanti. Aku akan membuatmu tertawa lebih banyak lagi. Mari kita saling mencintai selamanya. Kau tidak tahan untuk menikah denganku kan? Aku mencintaimu"

Young Won benar-benar terharu melihat pesan video itu "Woo Jin-ssi, Woo Jin-ssi"

Dia lalu berbalik mencari keberadaan Woo Jin. Young Won menduga bahwa Woo Jin mungkin sedang bersembunyi, mungkin Woo Jin menghilang selama seharian dan membuatnya cemas dengan tujuan untuk mengejutkan Young Won dengan sebuah acara yang sudah ia persiapkan. 

Young Won menangis dan memohon agar Woo Jin keluar dari tempat persembunyiannya karena hari ini mereka mengalami sesuatu yang buruk.


Woo Jin masih berhadapan dengan Se Ri dan memandang Se Ro dengan curiga. Saat sebuah ponsel yang tergeletak di lantai berbunyi, Woo Jin cepat-cepat melemparkan sebuah benda pada Se Ro agar ia bisa melarikan diri. Tapi Se Ro langsung menghalangi pintu.

"Minggir" perintah Woo Jin

"Siapa kau? Apa kau disekap disini?" tanya Se Ro kebingungan


Se Ro lalu meminta Woo Jin untuk tenang dan bertanya apakah yang menyekapnya adalah orang tua pemilik tempat ini. Woo Jin yang masih curiga langsung menyerang Se Ro, tapi Se Ro berhasil menghindari serangan Woo Jin dan langsung mendorongnya sambil menjelaskan bahwa dia datang hanya untuk bertemu pemilik tempat ini.

"Katakan siapa yang menyekapmu disini!" teriak Se Ro pada Woo Jin

"Kalau kau memang tidak terlibat dalam masalah ini, minggirlah" pinta Woo Jin


Se Ro akhirnya menyerah dan menyuruh Woo Jin untuk pergi. Se Ro lalu berpaling untuk memberi Woo Jin jalan keluar. 

Namun yang tidak diketahui oleh mereka berdua adalah ada seorang sniper di luar yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka dan membidik senjatanya ke arah Woo Jin.


Dan tepat saat Woo Jin berjalan dibelakangnya Se Ro terdengar suara tembakan dan peluru yang menembus kaca. Mereka berdua terkejut karenanya, Se Ro langsung berbalik pada Woo Jin sementara Woo Jin hanya terdiam dengan lemas.


Se Ri bernarasi "Seandainya aku bisa kembali ke saat itu. Aku bertanya-tanya bisakah aku hidup sebagai Jung Se Ro"


2 comments

Yee part 2 nya udh keluar mksh ya mbk^^
Loh jadi yg bunuh woo jin bukan se ro toh??

Gumawo Mb ima . Tk Kira yg Bunuh Wo Jin Sero Eh Ternyata bkn .. ^^

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon