Powered by Blogger.


Terdengar suara tembakan dan peluru yang menembus kaca tempat Se Ro dan Woo Jin berada. Se Ro langsung berpaling pada Woo Jin yang hanya terdiam. Mereka berdua terdiam beberapa saat sebelum akhirnya Woo Jin terjatuh pingsan. 

Se Ro langsung ketakutan melihatnya, dia lalu mencoba membangunkan Woo Jin dengan panik dan saat itulah dia melihat luka tembak di perut Woo Jin. Se Ro lalu melepaskan jaketnya untuk ia gunakan menyumbat pendarahan Woo Jin.

"Hei, kau tidak boleh mati! Hei, hei, hei! Sadarlah!" teriak Se Ro ketakutan




Ponsel yang tadinya terjatuh di tanah berbunyi lagi dan Se Ro langsung mengangkatnya. Ternyata itu adalah ponselnya Woo Jin dan yang meneleponnya adalah Young Won.

"Woo Jin-ssi, kau dimana? Apa terjadi sesuatu?" tanya Young Won 

Tapi saat dia mendengar suara pria lain yang menjawab teleponnya, Young Won langsung bingung "Anda siapa?"

Se Ro dengan panik memberitahu Young Won bahwa Woo Jin sedang kritis "Kurasa orang ini akan mati"

Young Won langsung menyuruh Se Ro untuk memberikan teleponnya pada Woo Jin sekarang juga.

"Cepat berikan teleponnya pada Woo Jin!" teriak Young Won


Se Ro benar-benar panik sampai-sampai ia menjatuhkan ponselnya. Ia berteriak dengan panik memohon agar Woo Jin bangun, tepat saat itu, Jae In datang dan langsung melongo ketakutan melihat Woo Jin dan Se Ro.


Jae In lalu menyeret Se Ro keluar. Se Ro yang tidak mengenal Jae In langsung menampik tangannya dan bertanya siapa Jae In. Jae In mengatakan bahwa dia adalah teman Do Joon, Jae In juga tahu siapa Se Ro karena dia pernah melihat foto Se Ro bersama ayahnya. 

Se Ro dengan panik memberitahu jae In bahwa ada senjata di luar, ia lalu meminta Jae In untuk memanggil ambulance. Tapi Jae In langsung menamparnya agar Se Ro sadar bahwa jika ada orang bersenjata di luar maka tempat ini berbahaya dan sebaiknya mereka keluar dulu.


"Dan juga ayahmu baru saja mengalami kecelakaan" kata Jae In

"Apa?"

"Do Joon ahjussi sedang dioperasi di rumah sakit sekarang. Karena itulah sebaiknya kita keluar dari sini dulu. Akan kupanggil ambulance atau semacamnya" ujar Jae In sambil menyeret Se Ro


Dalm perjalanan menuju rumah sakit, Jae In menelepon ambulance lalu membuang ponselnya ke jalanan sementara hanya memandangi tangannya yang gemetaran dan berlumuran darah. 

Jae In mengatakan pada Se Ro bahwa ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi sebaiknya Se Ro tidak bertindak gegabah karena kejadian itu terjadi di tempat ayahnya, Do Joon mungkin akan diinterogasi karenanya.

"Orang itu, apakah dia ada hubungannya dengan pekerjaan ayah?" tanya Se Ro

Jae In langsung menyangkalnya karena saat kejadian itu terjadi, Do Joon sedang dioperasi. Se Ro lalu bertanya tentang keadaan ayahnya, tapi Jae In tidak menjawabnya.


Mereka lalu berhenti di sebuah pom bensin, bukan untuk membeli bahan bakar untuk mobilnya tapi untuk membeli kaos milik penjaga pom bensin. Setelah mengganti kaosnya, Se Ro lalu membasuh tangannya yang berlumuran darah. 


Sementara itu, Jae In menelepon Kang Jae yang saat itu sedang berada di rumah sakit untuk memberitahunya masalah insiden penembakan itu dan sekarang Se Ro sedang bersamanya. Kang Jae terkejut mendengar kabar itu.

"Apa oppa benar-benar tidak tahu tentang masalah ini?"

"Tentu saja"

"Lalu kenapa oppa menyekap orang disitu?"

Kang Jae menyuruh Jae In untuk membawa Se Ro ke rumah sakit dulu, dia lalu menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu tentang insiden penembakan itu.


Polisi, ambulance dan Young Won datang ke TKP. Ketua staf Min menangis tapi Young Won yakin bahwa korbannya pasti bukan Woo Jin, Young Won yakin karena dia masih belum melihat wajah korban. Saat Woo Jin dibawa keluar, Young Won langsung berjalan pergi karena dia tetap tidak mau percaya kalau korban itu adalah Woo Jin.

Namun saat dia mendengar ketua staf Min terisak-isak dengan panik, Young Won langsung berhenti dan berpaling kembali untuk melihat wajah korban.


Dan saat itulah Young Won sadar bahwa korbannya memang Woo Jin. Young Won langsung memanggil-manggil namanya dengan panik. Young Won terus menerus memanggil namanya bahkan saat mereka sampai ke rumah sakit dan Woo Jin dibawa ke ruang operasi.


Se Ro dan Jae In juga tiba di rumah sakit dan langsung menemui Kang Jae yang sedang menunggui Do Joon di luar kamar rawatnya. Kang Jae memberitahu Se Ro bahwa operasinya sudah selesai tapi kepalanya Do Joon terluka cukup parah.


Saat Se Ro masuk ke kamar Do Joon, Jae In bertanya bagaimana keadaan Do Joon.

"Dia mungkin harus dioperasi lagi" ujar Kang Jae

Saat Jae In mengajaknya masuk ke kamar rawat Do Joon, Kang Jae merasa bersalah dan tidak sanggup untuk masuk, ia lalu pergi.


Se Ro duduk disamping ranjang ayahnya dan menggenggam tangannya. Se Ro lalu melingkarkan kedua jari kelingking mereka dan meminta Do Joon untuk berjanji agar tetap hidup.

"Hiduplah, ayah"


Di TKP, polisi menemukan sebuah jaket yang bersimbah darah dan berlian didalam kantong jaket itu. Kepala polisi lalu menyuruh anak buahnya untuk mencari pemilik jaket itu.


Saat sedang menjaga Do Joon, Soon Ok meneleponnya. Se Ro lalu keluar kamar untuk mengangkat telepon dari Soon Ok yang bertanya apakah Se Ro sudah bertemu dengan Do Joon. Se Ro berusaha menahan tangisnya dan menjawab pertanyaan neneknya dengan suara bergetar dan memberitahu Soon Ok bahwa ia sudah bertemu dengan ayahnya.

"Lalu kenapa suaramu seperti itu? Apa terjadi sesuatu pada ayahmu? Kalau dia marah kau kembali saja" ujar Soon Ok

Se Ro berusaha berbohong dengan menyangkalnya dan memberitahu Soon Ok bahwa dia dan Do Joon bergaul dengan baik, mereka bahkan makan dan jalan-jalan bersama.


Saat Soon Ok minta bicara pada Do Joon, Se Ro cepat-cepat memberitahu Soon Ok bahwa dia sedang berada di hotel dan sedang sendirian jadi Soon Ok tidak bisa bicara dengan Do Joon.

"Benarkah? Seperti tidak seperti itu" ujar Soon Ok yang tidak mempercayai omongan Se Ro

Se Ro berusaha ceria dan menyuruh neneknya untuk tidak membuang-buang uang hanya untuk merasa ragu apalagi ini panggilan internasional.

"Ayah benar-benar baik-baik saja. Aku akan menelepon nenek besok" ujar Se Ro 

Setelah menutup teleponnya, Se Ro langsung menangis.

Ia lalu pergi ke luar untuk menangis sementara itu di belakangnya ada Young Won yang duduk di pinggir sungai, Young Won menangis dan memohon pada almarhum ibunya untuk menyelamatkan Woo Jin.

"Aku tidak bisa mengirimnya ke tempat yang jauh seperti ibu. Selamatkan dia. Kumohon, selamatkan dia"


Se Ro yang termenung akhirnya mendengar suara permohonan Young Won. Se Ro teringat kalau wanita itu adalah wanita yang ia temui saat mengantarkan bunga mawar putih.


Keesokan harinya, Se Ro marah-marah pada dokter karena pihak rumah sakit tidak mau mengoperasi Do Joon karena Do Joon tidak punya uang.

Se Ro berteriak meminta pada dokter untuk memulai operasinya dan berjanji bahwa dia akan membawakan uangnya. Saat Se Ro hendak mengejar dokternya, Jae In cepat-cepat menghentikannya dan mengajak Se Ro pergi karena mereka tetap butuh uang bahkan sekalipun mereka memohon.


Se Ro langsung marah mendengar perkataan Jae In itu "Jika sampai terjadi sesuatu dengan ayahku maka aku tidak akan membiarkan kalian. Aku tidak akan membiarkan kalian!"

"Kang Jae oppa yang akan membawakan uangnya! Dia bukan orang yang berpura-pura seolah tidak mengenal ahjussi. Dia menyukai ahjussi atau tidak, Kang Jae oppa menganggapnya sebagai keluarga. Kau tahu itu lebih baik dariku" ujar Jae In

Kang Jae menemui seorang ahjussi yang kemarin mengaku sebagai temannya Do Joon untuk menggadaikan berlian curiannya pada tahjussi itu. Saat ahjussi sok jual mahal tidak mau membeli berliannya, Kang Jae langsung menarik kerah bajunya dan mengingatkan si ahjussi bahwa dia bisa mendapat banyak keuntungan berkat Do Joon. 

"Ini penting, sekarang juga" perintah Kang Jae

Ahjussi itu langsung ketakutan dan akhirnya bersedia membelinya.


Sementara itu di rumah sakit, ketua staf Min datang bersama polisi dan memberitahu Young Won bahwa dia harus melakukan investigasi. Young Won langsung bersedia untuk melakukannya bahkan walaupun Woo Jin masih belum sadar karena Young Won ingin menangkap orang yang telah melakukan hal ini pada Woo Jin.

Saat Young Won hendak pergi, ketua staf Min langsung menghentikannya dan memberinya kabar bahwa salah satu berlian mereka yang dicuri ditemukan di TKP tempat Woo Jin ditembak.

"Apa? Apa maksudnya?"

"Polisi menduga bahwa Woo Jin melakukan tindak kejahatan"

Young Won langsung terkejut mendengarnya "Woo Jin ku, melakukan apa?"


Setelah mendapatkan uangnya, Kang Jae lalu menyerahkan uangnya pada Se Ro yang langsung berterima kasih pada Kang Jae. Se Ro lalu kembali ke rumah sakit. Dan saat Jae In hendak ikut kembali ke rumah sakit, Kang Jae langsung menghentikannya dan memberitahu Jae In bahwa Woo Jin ada didalam rumah sakit itu juga.

"Selebihnya, kita serahkan saja pada Se Ro" ujar Kang Jae

Kang Jae memerintahkan Jae In untuk tidak dekat-dekat di sekitar rumah sakit sekarang karena Woo Jin ditembak, dan jika polisi melihat mereka pastilah mereka yang akan dicurigai duluan. Mereka lalu pergi.


Jae In lalu bertanya sekali lagi tentang keterlibatan Kang Jae dalam insiden penembakan itu. Jae In meminta Kang Jae untuk mengatakan yang sejujurnya dan Kang Jae langsung menyangkalnya lagi.

Keraguan Jae In membuat Kang Jae sedikit kecewa, karena ia mengira Jae In mengenalnya.

"Maaf, aku salah paham"

"Tidak, tidak apa-apa. Ini bukan yang pertama kalinya juga"

"Jangan marah, Kang Jae" goda Jae In sambil mengecak-acak rambutnya Kang Jae



Saat Jae In memandang keluar jendela dia teringat malam saat ia datang ke rumahnya Do Joon.


Ternyata malam itu, Jae In melihat sniper yang bersembunyi di gedung sebelah TKP dan melihat pula saat sniper itu menembakkan senjatanya. Namun karena tempat itu sangat gelap, Jae In jadi tidak bisa melihat wajah snipernya.


Di sebuah tempat parkir, ada seorang pria yang menyerahkan 2 buah tas berisi uang pada seorang pria lain.


Dan setelah pria kedua, pria pertama menelepon bosnya dan memberitahu bosnya untuk tidak mengkhawatirkan masalah polisi. Pria itu memberitahu bosnya bahwa polisi sudah menemukan orang lain yang akan mereka kambing hitamkan sebagai pembunuhnya.


Se Ro berlari secepat mungkin untuk membayar operasi ayahnya dan saat dia mengeluarkan semua uangnya, tiba-tiba 2 orang polisi datang untuk menangkapnya. Se Ro berteriak dan berusaha meronta saat kedua polisi itu membawanya sementara polisi lainnya langsung menyita tas berisi uangnya Se Ro.


Di kantor polisi, Young Won meyakinkan polisi bahwa Woo Jin bukan pelaku pencurian berliannya, dia bahkan berani menjamin bahwa Woo Jin bukan orang seperti itu. Saat Young Won hendak pergi kembali ke rumah sakit, polisi langsung memerintahkannya untuk duduk kembali. Perintah polisi itu langsung membuat Young Won frustasi.


Young Won mengatakan pada polisi bahwa dugaan polisi itu salah, Woo Jin tidak mungkin menipunya karena pada malam dia kecelakaan Woo Jin sebenarnya hendak melamarnya.

"Dia adalah yang sangat mencintaiku dan orang yang sangat kucintai. Apa yang kau tahu tentangnya sampai kau bicara seperti itu?!" teriak Young Won pada polisi

Tapi polisi itu masih berpegang teguh pada dugaannya karena ada bukti berlian yang ditemukan di TKP. Young Won langsung berteriak pada polisi untuk mencari tahu kenapa Woo Jin bisa berada di tempat itu.

Young Won yakin saat itu Woo Jin tidak sendirian karena ada seorang pria yang bicara di telepon dengannya dan memberitahunya bahwa Woo Jin mengalami kecelakaan. Young Won yakin pria yang bicara dengannya di telepon malam itu pasti tahu kenapa Woo Jin bisa berada di tempat itu.


Sementara itu Se Ro sedang diinterogasi tentang masalah uang yang dibawanya. Se Ro menjelaskan bahwa uang itu adalah uang yang akan digunakannya untuk mengoperasi ayahnya. Polisi menunjukkan jaket berlumur darah milik Se Ro lalu bertanya apakah jaket itu miliknya.

"Akan kujelaskan tentang ini nanti, sekarang kembalikan dulu uangku. Jika operasinya tertunda, ayahku akan mati" pinta Se Ro


Tapi polisi itu tetap tidak mempedulikannya lalu bertanya tentang berlian yang ditemukan di jaketnya. Saat melihat berliannya, Se Ro langsung teringat pada perkataan ahjussi yang mengatakan padanya bahwa ayahnya menyuruh ahjussi mengambil berliannya lalu memberi Se Ro uang agar Se Ro bisa kembali ke Korea.

Se Ro lalu berbohong pada polisi dengan mengatakan bahwa dia tidak tahu menahu tentang berlian itu dan memohon sekali lagi pada polisi agar ayahnya bisa dioperasi. Se Ro lalu bertanya apakah orang yang ditembak itu masih belum sadar, karena hanya orang yang ditembak itulah yang bisa menjelaskan semua kesalah pahaman ini.


Se Ro tiba-tiba teringat pada wanita yang bicara dengannya ditelepon malam itu, Se Ro meengatakan pada polisi bahwa ia memberitahu tempat kejadiannya pada wanita itu. Jika dia penjahatnya maka tidak mungkin dia akan memberitahukan lokasinya pada wanita itu.

"Biarkan aku bertemu dengan wanita yang bicara denganku ditelepon"

Permintaan yang sama juga diajukan oleh Young Won pada polisi yang menginvestigasinya, dia ingin bicara pada pria yang bicara dengannya di telepon. Penerjemah lalu memberitahu Young Won bahwa polisi akan mempertemukannya dengan Se Ro.


Se Ro lalu dibawa untuk menemui Young Won oleh polisi yang menginterogasinya, polisi ittu mengingatkannya untuk tidak bertindak bodoh.

Saat mereka hampir sampai ke ruangan tempat Young Won berada, polisi yang tadinya menginvestigasi Young Won, langsung menghentikan polisi yang menggandeng Se Ro lalu membisikinya sesuatu.

Lalu kedua polisi itu menggandeng Se Ro yang kebingungan. Kedua polisi itu lalu menyeretnya pergi. Se Ro berusaha meronta dalam kebingungannya, kenapa polisi itu tidak mempertemukannya dengan wanita yang bicara di telepon dengannya.


Dan tepat saat Se Ro diseret pergi, dia berpaling ke tempat Young Won berada dan melihat kedatangan 2 orang pria.


Ternyata yang datang adalah Tae Oh bersama dengan sekretarisnya. Dan ternyata sekretarisnya itu adalah pria yang tadinya berada di tempat parkir, memberi sejumlah uang pada seseorang. (kemungkinan yang disogok itu polisi)

Tae Oh protes karena polisi-polisi itu berani mengurung Young Won di tempat seperti ini, sekretarisnya meminta maaf karena dia sendiri juga tidak mengira bahwa Young Won akan diinvestigasi.

"Ada orang lain yang akan dikambing hitamkan, lalu apa masalahnya?" protes Tae Oh


Ketua staf Min mendatangi Young Won dengan wajah sedih. Young Won bertanya apakah Woo Jin sudah bangun. Ketua staf Min berusaha menahan tangisnya sebelum ia memberitahu Young Won bahwa ayahnya datang. Namun akhirnya, ketua staf Min tidak bisa lagi menahan tangisnya.

"Gong Woo Jin-ssi. Telah menutup mata" ketua staf Min menangis saat ia menyampaikan berita duka itu.


Saat mendengar berita itu, Young Won langsung diam membisu. Dia lalu beranjak pergi dengan linglung bahkan sampai tidak mempedulikan kedatangan ayahnya.


Se Ro masih diinterogasi tentang masalah berliannya, polisi curiga bahwa Se Ro pasti tahu tentang berliannya karena sidik jari Se Ro ditemukan di berlian itu.

"Apa kau mengakui bahwa kau yang mencuri berlian itu?" tanya penerjemah

Se Ro berusaha menjelaskan bahwa dia tidak menembak pria itu, ada peluru yang menembus kaca jendela, jika polisi menyelidikinya sekali lagi mereka pasti akan tahu. Tapi polisinya tetap tidak mau tahu, malah berteriak pada Se Ro untuk memberitahukan dimana Se Ro membuang senjatanya.


Tiba-tiba ponselnya Se Ro berbunyi. Polisi menyerahkan ponselnya pada penerjemah agar penerjemah yang membaca pesan yang terkirim di ponsel itu. Pesan itu berisi pemberitahuan bahwa Se Ro dinyatakan lulus ujian penerimaan pegawai negeri dan akan ditempatkan di kementerian luar negeri di Thailand.

Saat penerjemah memberitahu Se Ro bahwa dia lulus ujian penerimaan pegawai negeri, Se Ro langsung meminta ponselnya dikembalikan.

Namun polisi itu tidak mau mengembalikannya maka Se Ro langsung berusaha untuk merebutnya. Saat ia berhasil mengambil ponselnya dan membaca pesannya, Se Ro langsung menangis.


Sementara itu di rumah sakit, dokter berusaha menyelamatkan nyawa Do Joon yang sedang kritis dengan melakukan CPR namun tidak berhasil dan Do Joon akhirnya meninggal dunia.


Se Ro berusaha memberontak saat dia diseret kedalam penjara, dia berteriak membela diri bahwa dia tidak bersalah, dia tidak membunuh orang, bahkan tidak tahu apa-apa.


Young Won yang telah kembali ke Korea sedang berbaring di kamarnya sementara Nan Joo mengobati telapak kakinya yang terluka. Nan Joo mengatakan bahwa obat itu akan membuat lukanya perih tapi Young Won malah tidak bersuara sama sekali sampai membuat Nan Joo bingung sendiri.

"Young Won-ah. Apapun yang dikatakan orang lain, kita ini keluarga. Kau tidak sendirian"

"Aku ingin sendirian"


Tae Oh lalu datang dan langsung bertanya apakah Young Won tidak akan pergi bekerja. Nan Joo lalu mengajak Tae Oh pergi supaya Young Won bisa istirahat. Namun Tae Oh masih ingin bicara dengan Young Won. Tae Oh heran karena Young Won bersedih seperti ini padahal saat ibunya meninggal Young Won masih bisa tabah.

Tae Oh lalu melemparkan lembaran kertas yang berisi berita online tentang Young Won yang memamerkan berlian palsu di acara pameran perhiasan di Bangkok. Tae Oh memberitahu Young Won bahwa banyak orang yang menuding perusahaan mereka telah mempermalukan bangsa dan sebagainya.

"Dan juga dealer Bella la Fair (Woo Jin) telah mencuri berliannya" ujar Tae Oh

"Pencurinya bukan Woo Jin" ujar Young Won


Tae Oh mengatakan jika Woo Jin memang tidak bersalah lalu kenapa dia bisa sampai ditemukan di tempat persembunyian pemalsu berlian. Young Won hanya tidak mengenal siapa Woo Jin yang sebenarnya. Tapi Woo Jin tetap yakin bahwa Woo Jin bukan pencurinya karena tidak ada bukti.

"Semua orang menduga Gong Woo Jin yang mencurinya. Mereka berpikir bahwa dia mati saat dia mencuri berlian itu. Itulah kenyataannya"

"Tidak, aku tahu itu"


Young Won memang tidak tahu kenapa Woo Jin berada di sana malam itu, dia juga tidak tahu kenapa ada orang yang melakukan hal itu padanya. Tapi dia tahu Woo Jin bukan orang yang akan meninggal dunia dengan cara buruk seperti itu, Young Won sangat yakin akan hal itu.

"Jika mempercayai hal itu membuatmu merasa lebih baik, maka percayailah"

"Pembunuh itu... aku akan menemukannya. Orang itu mungkin tahu kenapa Woo Jin ku pergi kesana? Tidak, maksudku... kenapa dia membunuh Woo Jin? Aku akan menanyakan hal itu padanya" ujar Young Won

Young Won berteriak marah pada Tae Oh, kenapa Tae Oh membawanya kembali ke Korea. Tae Oh sedih melihat Young Won bersedih, dia berjanji bahwa dia tidak akan mengatakan apapun lagi, karena itulah Young Won juga tidak boleh menangis didepannya.

"Kenapa orang itu membunuhnya, aku harus bertanya kenapa dia membunuhnya" Young Won berteriak dan menangis pada Tae Oh


Bersambung ke part 2

5 comments

Kasihan sero udah di jadi.in slah tangkap .. smangat tulis part2 nya Mb ima ..

Hai ima.. udah lama gak berkunjung kesini, ternyata bikin sinopsis ini juga ya... tadinya diantara kegalauan aku berencana untuk nulis setelah Miss Korea selesai, syukurlah udah ada yang nulis.. :)

bagus... semangat chingu terusin yaa!

hai mbak,mbak mumu mau nulis sinop full sun jg toh? kok ga da pengumumannya di blogx mbak, aku bc next project-nya mbak choe yeong hehe... thanx yah mbak da berkunjung ^_^

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon