Powered by Blogger.


Kang Jae dan Jae In kembali ke Korea dengan pengawalan ketat, bukan pengawalan kayak narapidana tapi pengawalan kayak orang penting, Kang Jae juga datang dengan membawa sebuah koper kecil yang ia borgol tangannya. 

Dia disambut oleh berbagai dealer perhiasan, dan salah satu dari dealer itu bertanya apakah koper itu berisi Angel's Tear dan Kang Jae langsung mengangguk.



Flashback waktu Kang Jae masih di Thailand,
Pria yang ia temui di sebuah yatch, memberinya sebuah koper kecil dan mengatakan bahwa jika Kang Jae memiliki benda di dalam koper itu maka Kang Jae tidak akan dicurigai. Saat Kang Jae membukanya, didalamnya berisi sebuah kalung berlian berwarna biru.


Kembali ke masa kini,
Setelah acara pertemuan mereka usai, Se Ro pamit pada Tae Oh dengan janji untuk membawa kalung berlian Angel's Tear pada Tae Oh. 


Kang Jae dan Jae In keluar dari bandara dengan dijemput oleh Ha Ma dan Kim Hong, dan setelah itu mereka langsung pergi ke sebuah bar. Jae In memberikan uang untuk Ha Ma dan Kim Hong yang merupakan pemberian dari bos mereka yang bernama ketua Shin (mungkin pria yang di yatch). 


Ha Ma memuji Kang Jae karena dia menjadi anak buah Shin sehingga mereka bisa melakukan permainan sebesar ini (penipuan yang akan mereka lakukan dengan belian Angel's Tear), tapi walaupun begitu tetap saja Ha Ma merasa gugup dengan permainan ini. Jae In langsung menyemangati Ha Ma untuk tidak gugup, tapi Kim Hong merasa kegugupan Ha Ma sangat imut.


Se Ro akhirnya datang dan Jae In langsung menyambutnya dengan pelukan. 


Saat Se Ro memberitahu alasan keterlambatannya adalah karena harus bertemu dengan Tae Oh, semua orang langsung terdiam dan berpaling pada Kang Jae.


"Se Ro-ah, aku kan sudah bilang untuk tidak berbuat apapun sebelum aku datang"

"Memangnya penipuan itu olahraga? Siapa peduli siapa yang bertindak terlebih dulu? Sekarang aku hanya perlua membawa berliannya, jadi jangan khawatir. Jauh lebih baik untuk memulainya secepat mungkin"

Kang Jae merasa gugup dengan tindakan Se Ro yang gegabah itu dan langsung menyuruh Se Ro untuk bicara berdua dengannya di luar. 


Di luar, Kang Jae meminta Se Ro untuk tidak salah paham dengan apa yang akan mereka lakukan ini, karena penipuan ini bukan untuk membantu Se Ro membalaskan dendam pribadinya.

"Berapa lama kita mempersiapkan hal ini, siapa saja yang terlibat, dan seberapa pentingnya hal ini untukmu, aku tahu semunya"

Se Ro berjanji bahwa dia tidak akan membuat kesalahan dan tidak berniat untuk mengganggu kegiatan Kang Jae. Tapi tujuan mereka berbeda, Kang Jae melakukan ini demi uang dan dia demi Belle la Fair. Kang Jae jadi teringat keinginan Se Ro yang ingin menghancurkan Belle la Fair tanpa sisa, tapi apakah Se Ro pikir melakukan hal itu mudah.

"Karena itulah aku bekerja sama dengan ketua Shin dan kau"


"Bersabarlah sampai mereka sepenuhnya percaya padamu, sampai mereka menggenggam tangan kita erat-erat. Dengan cara itulah kau bisa menang"

Nasehat Kang Jae itu langsung membuat Se Ro tertawa karena selama ini dia sudah bersabar, dendamnya tidak akan terbalas hanya dengan bersabar, tersenyum dan bersikap baik pada orang-orang yang telah membuatnya menjadi seorang pembunuh tanpa sedikitpun memikirkannya.

"Apa mereka bahkan berusaha? Mereka hanya melumurinya dengan uang, semudah itu saja"

Se Ro ingin menginjak-injak orang-orang yang telah menghancurkannya dengan cara yang ia inginkan sama seperti yang dilakukan orang-orang itu padanya, semudah itu saja. 


Melihat sikap Se Ro yang seperti ini, Kang Jae akhirnya memutuskan agar Se Ro sebaiknya tidak terlibat dalam aksi mereka.

"Apa kau pikir kau bahkan bisa menusuk mereka dengan jarum dengan cara seperti ini? Mudah? siapa yang mudah? Apa yang mudah? Memangnya apa yang kau miliki?" teriak Kang Jae

"Hyung, nenekku memunguti kardus-kardus"

Se Ro memberitahu Kang Jae bahwa neneknya yang hidup di perkampungan miskin, memunguti kardus-kardus dalam cuaca yang sangat dingin. Kang Jae memang benar, dia tidak punya apapun. 


Dulu, waktu Se Ro masih belajar tanpa tahu bagaimana masa depannya. Dia hanya ingin memiliki setidaknya satu saja gedung. Tapi bahkan impian kecilnya itu telah dihancurkan oleh wanita pemilik gedung itu dan keluarganya, dan dia  bahkan tidak tahu apa alasannya. 


Se Ro tidak ingin hidup seperti ayahnya, tapi dia akan hidup seperti ayahnya, bahkan lebih buruk dari ayahnya.

"Kenapa? Karena ayahku sudah mati. Karena nenekku memunguti kardus-kardus. Karena aku tidak bisa hidup sebagai Jung Se Ro. Karena aku Lee Eun Soo. Karena aku seorang pembunuh. KARENA AKU PEMBUNUH!"

Se Ro meneriakkan kata pembunuh berulang kali dengan penuh emosi. Selama 5 tahun dia hidup di penjara Thailand, neneknya memunguti kardus dan ayahnya dikubur di tanah asing. 

Se Ro bersumpah dia akan mencari tahu kenapa mereka melakukan ini padanya, dan dia akan membayar semuanya kembali dengan cara yang sama. Kang Jae akhirnya mengalah dan memeluk Se Ro untuk menenangkannya.


Keesokan harinya, Kang Jae sedang diwawancara, ia memperkenalkan perusahaan perhiasan tempat ia bekerja dan alasan kenapa perusahaannya ingin memperluas bisnisnya di Korea yaitu karena dia ingin membuat Korea sebagai kiblat pasar perhiasan Asia. Kang Jae juga telah menentukan tuan rumah bagi pameran kalung berlian Angel's Tear.


Di rumahnya, Young Won kebingungan sendiri saat Nan Joo tiba-tiba mengucapkan selamat padanya dan memberinya sebuah koran. Saat Young Won membuka korannya, ia langsung terkejut membaca salah satu berita tentang Belle la Fair yang berhasil mendapatkan hak menjadi pameran berlian Angel's Tear.

"Lee Eun Soo ini benar-benar. Aku sangat menyukainya" Tae Oh yang sedang duduk di ruang tamu tertawa setelah membaca berita itu.


(Note: in case you're confuse, aku tetap memakai nama Se Ro walaupun sebenarnya mereka bicara dengan memakai nama Eun Soo ^_^)

Tae Oh lalu memberitahu Young Won bahwa dia pernah bertemu dengan Se Ro dengan niat awal untuk menjauhkan Se Ro dari Young Won dengan cara menantang Se Ro untuk membawa Angel's Tear padanya, jika Se Ro berhasil maka Tae Oh berjanji untuk mempekerjakannya. 

Young Won langsung protes karena Tae Oh membuat keputusan sendiri tanpa membicarakan masalah ini dulu dengannya. Jadi apakah sekarang dia harus mempekerjakan Se Ro. 

"Apa kau punya alasan untuk menolaknya?" tanya Tae Oh

Young Won tidak punya jawaban atas pertanyaan itu, maka diapun langsung pergi dengan kesal. 


Sementara itu Jae In membangunkan Se Ro yang sedang tidur di apartemen mereka yang mewah. Saat Se Ro tidak mau bangun, Jae In langsung membelai rambutnya.

"Kau bilang ini rumahku?" gumam Se Ro

"Ini rumah Lee Eun Soo"

"Aku tidak ingat membukakan pintu untukmu" protes Se Ro

"Kau pikir aku membobol pintu?"

"Tidak ada yang bisa dicuri disini"


Jae In lalu menyeret Se Ro untuk sarapan, hari ini Jae In memasak khusus untuk Se Ro. Jae In meminta Se Ro untuk tidak merasa terharu karenanya karena hal itu hanya akan membuatnya semakin ingin memasak untuk Se Ro terus.

Saat Kang Jae datang dan melihat meja makan tersedia menu sarapan untuk 2 orang, dia terlihat kecewa apalagi dia datang dengan membawa sarapan juga, Se Ro sepertinya tahu kalau Kang Jae suka Jae In. 


Kang Jae memperlihatkan koran berita pameran Angel's Tear saat Se Ro tiba-tiba mendapat telepon dari Young Won.

Young Won memberitahunya bahwa dia saat ini sedang berada di tempat parkir apartemennya. Se Ro memberitahu Young Won bahwa dia akan turun untuk menemuinya Setelah mematikan teleponnya, Se Ro memperingatkan Kang Jae dan Jae In untuk tidak turun karena ada Young Won.


Sesampainya Se Ro di tempat parkir, Young Won langsung menyambutnya dengan marah tapi Se Ro mengacuhkannya dan langsung naik ke mobilnya. Young Won langsung marah dan menyuruhnya keluar dari mobil, tapi Se Ro mengatakan bahwa mereka tidak punya waktu bicara di tempat parkir ini, jadi sebaiknya mereka bicara di jalan saja.

"Kau sangat menggelikan, presdir Belle la Fair itu aku! Kau tidak bisa masuk sembarangan terlepas dari apapun yang kau bawa bahkan sekalipun kau membawa Angel's Tear!"

"Walaupun sekarang aku sudah mulai bekerja, bisakah aku tetap memanggilmu Young Won-ssi?" Se Ro mengacuhkan protes Young Won


Karena Se Ro pergi, jadilah Kang Jae yang memakan sarapan buatan Jae In. Setelah merasakannya Kang Jae langsung menggoda karena tidak bisa masak, pasti karena inilah Jae In tidak pernah memasak untuknya. Tapi walau protes masakannya tidak enak, Kang Jae tetap memakannya dengan lahap.

"Iya, aku memang berniat untuk merahasiakan masalah ini sampai mati" Jae In tersinggung

"Tapi Se Ro akan mengetahuinya tadi, bukankah seharusnya aku yang mengetahuinya lebih dulu?"

"Apa kau cemburu?" 

"Apa aku tidak boleh cemburu?"


Dalam perjalanan menuju Belle la Fair, Se Ro membuat Young Won melongo saat dia mengatakan bahwa mereka harus segera bersiap-siap (untuk pameran) dan Young Won tidak perlu berterima kasih padanya karena dia melakukan ini karena dia menginginkannya saja. 

Young Won lalu mengarahkan mobilnya menuju ke arah lain dan menyuruh Se Ro untuk tidak bercanda, Se Ro mengatakan bahwa dia sudah mengatakan apa alasan dia membantu Belle la Fair mendapatkan hak menyelenggarakan pameran Angel Tear kepada Tae Oh, tapi Young Won langsung protes karena dialah presdir Belle la Fair.


Se Ro langsung tertawa mendengar protes Young Won itu "Kau kan selalu mengurung diri di studiomu. Alasan yang sebenarnya? Kau ingin tahu alasan yang sebenarnya. Haruskah aku memberitahumu? Alasan yang sebenarnya?"

"Aku masih bertanya padamu"


"Ayahku meninggal, karena dia tidak punya uang untuk operasi. Aku punya uang untuk mengoperasinya, tapi uang itu dibawa pergi, karena beberapa orang. Orang-orang itu tinggal di Korea. Aku akan tinggal di Korea sampai orang-orang itu meminta maaf"

Untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan waktu, karena itulah Se Ro berencana untuk melakukan hal itu sambil bekerja dan dia memilih Belle la Fair karena beberapa alasan.

"Kedengarannya seperti kebohongan bukan? Tapi itulah alasanku yang sebenarnya. Tidak bisakah kau sedikti membantuku. Bantulah aku bekerja di Belle la Fair"


Young Won lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan bertanya kenapa Se Ro memberitahunya tentang masalah ini. Se Ro mengatakan bahwa dia memberitahu karena Young Won bertanya. Sebenarnya Se Ro tidak mau memberitahu Young Won mengenai masalah ini karena ia merasa membicarakan masalah ini pasti kedengarannya lucu.

"Mulai bekerja hari ini sepertinya terlalu terburu-buru. Sampai jumpa besok" Se Ro lalu pergi keluar dari mobilnya Young Won


Sesampainya di Belle la Fair, Young Won disambut oleh konfeti dan ucapan selamat dari para pegawainya yang bertanya-tanya bagaimana bisa Belle la Fair mendapatkan hak untuk menyelenggarakan pameran Angel's Tear.

"Dealer Lee Eun Soo yang mendapatkannya untuk kita" Young Won memberitahu para pegawainya yang  terkejut dan langsung saling berpandangan dengan bingung.


Malam harinya, Soon Ok didatangi oleh sekretaris Ahn yang membawa oleh-oleh dan berpura-pura mengaku sebagai teman Se Ro. Sekretaris Ahn bertanya tentang keberadaan Se Ro dan apa yang Se Ro lakukan sekarang ini.


Keesokan harinya, Se Ro diperkenalkan pada para pegawai yang menyambutkan dengan tepuk tangan meriah, ketua staf Min juga kagum pada Se Ro, ia lalu meminta Se Ro untuk memperkenalkan Angel's Tear. Saat Se Ro hendak menceritakan tentang sejarah Angel's Tear, Young Won yang sedari tadi mengawasi dari lantai kantornya, langsung menyelanya.

Young Won memberitahu para pegawai bahwa Angel's Tear ditemukan pertama kali oleh seorang penambang dari Brazil dan pada akhirnya kalung ini dimiliki oleh raja Portugal. Raja lalu mewariskannya pada anaknya yang hidup jauh dari istana. Karena ulah raja inilah, anaknya akhirnya mati ditangan para pencuri berlian. 


"Setelah itu kalung ini dimiliki oleh seorang bankir dan setelah itu..." Young Won berpaling pada Se Ro "Dimiliki oleh seorang janda kaya raya"

Se Ro melanjutkan cerita Young Won "Dan janda itu juga mati karena kalung ini. Mayatnya ditemukan beberapa tahun kemudian dan ada rumor yang mengatakan bahwa anjing peliharaannya memakan setengah tubuhnya" (iiihhh!!!)

Tapi menurut Se Ro orang-orang mungkin lebih tertarik pada berlian biru 32 karat-nya daripada sejarah kelamnya.


Setelah acara perkenalannya usai, Se Ro mengikuti Young Won yang ngomel-ngomel karena Se Ro bersikap seperti anak kecil yang baru pertama kali masuk sekolah. 

Young Won lalu memanggil ketua staf Min dan meminta ketua staf Min untuk mengantarkan Se Ro berkeliling kantor dan memberitahunya tentang area yang boleh dia datangi dan area yang tidak boleh dilewatinya.


Saat Se Ro mengikuti ketua staf Min keluar, dia melihat ada sebuah ruang kantor tertutup. Ketua staf Min memberitahu bahwa tidak seorangpun boleh memasuki ruangan itu kecuali presdir, bahkan orang agresif seperti Se Ro tetap tidak boleh masuk ke sana. 


Tapi larangan itu tentu saja membuat Se Ro semakin penasaran tempat apa ruangan itu sampai semua orang dilarang masuk. Ketua staf Min memberitahunya bahwa ruangan itu adalah ruang kantor dealer terdahulu, Gong Woo Jin. 

Se Ro terkejut karena ruangan itu tetap dibiarkan kosong selama 5 tahun. Saat Se Ro bertanya apa alasannya, ketua staf Min langsung mengatakan bahwa Se Ro tidak perlu tahu sebanyak itu.


Tiba-tiba ketua staf Min diberitahu bahwa tamu yang ditunggu-tunggu sudah datang, maka diapun pergi meninggalkan Se Ro sendirian. Tamu itu ternyata adalah Jae In yang datang untuk mengurus masalah surat kontrak. 

Young Won bertanya apa alasan mereka memberikan hak pameran pada Se Ro, Jae In mengatakan bahwa mereka hanya memikirkan masa depan Belle la Fair bukan karena percaya omongan dealer.


Se Ro yang ditinggal sendirian, akhirnya nekat masuk ke kantor Woo Jin. Dia teringat saat ia pertama kali bertemu Woo Jin dan betapa takutnya dia saat dia melihat Woo Jin tertembak.

Namun di ruang kantor itu ada yang paling membuatnya terkejut yaitu foto mesra Woo Jin dan Young Won yang terletak di atas meja. Se Ro juga menemukan catatan dalam kalender tentang tanggal pernikahan mereka. Saat ia menggeledah isi lacinya, dia menemukan sebuah album foto berisi foto-foto Young Won bersama Woo Jin.


Se Ro mendengar ada orang datang maka dia langsung cepat-cepat menaruh album foto itu kembali ke laci. Young Won-lah yang datang dan langsung terkejut saat dia melihat Se Ro sedang duduk di meja kerjanya Woo Jin. 

Young Won langsung marah tapi Se Ro sendiri terlalu sibuk berpikir untuk menrespon kemarahan Young Won. Se Ro mengingat kembali saat Woo Jin tertembak, dia menerima telepon Woo Jin dan suara Young Won-lah yang saat itu ia dengar di telepon.

"Tolong pergilah sekarang juga! Apa kau tidak dengar?! Aku bilang keluar!" teriak Young Won


Se Ro meminta maaf dan mengutarakan bahwa dia hanya penasaran kenapa ruang kantor ini tetap dibiarkan padahal tidak ada orang yang bekerja didalamnya. Se Ro lalu beranjak itu pergi, tapi sebelum itu, dia bertanya apakah Young Won dan Woo Jin dulu adalah sepasang kekasih. 

Saat Young Won mengkonfirmasi pertanyaannya, Se Ro langsung mengerti kenapa ruang kantor ini dibiarkan tak tersentuh.  

"Lalu kenapa?"

"Pasti sulit bagimu" Se Ro pura-pura bersimpati

"LALU KENAPA?" teriak Young Won


Se Ro yakin Young Won pasti sangat mencintai Gong Woo Jin sampai Young Won berusaha keras mengubur kejadian pencurian berlian yang menurut gosip, melibatkan Woo Jin. (tambah salah paham lagi deh si Se Ro >.<)


Jae In yang sedari tadi mendengarkan pertengkaran mereka langsung masuk menyelah mereka, dia beralasan bahwa dia datang karena ia mendengar suara-suara saat dia sedang berkeliling.

Jae In lalu berpaling pada Se Ro "Ada yang perlu saya bicarakan dengan anda, Lee Eun Soo"


Jae In lalu menyeret Se Ro sampai ke parkiran dan menyuruh Se Ro untuk tidak marah-marah dan sadar dulu. 

"Karena cinta. Saat aku berteriak bahwa aku tidak bersalah, saat aku memohon untuk investigasi ulang. Alasan mereka menutup mulutku, cuma karena itu? Cinta?"


Se Ro lalu kembali ke ruang kantor Woo Jin untuk membereskan semua barang-barang milik Woo Jin ke sebuah kotak. Young Won yang diberitahu ketua staf Min tentang ulah Se Ro ini, langsung berteriak pada Se Ro agar dia tidak menyentuh barang-barang di ruang kantor itu. Se Ro mengerti, tapi dia tidak mau ditempatkan di kantor tim keuangan.

Sebagai dealer Belle la Fair bukankah seharusnya ruangan ini adalah ruang kantornya, dia bahkan sudah mendapat izin dari ayahnya Young Won setelah membawa Angel's Tear. Dengan semua yang telah dilakukannya itu, kenapa dia tidak boleh menempati ruang kerjanya ini.


"Aku tidak pernah bilang bahwa ruangan ini adalah ruang kerjamu. Jika aku menyuruhmu untuk menggunakan gudang maka kau harus pergi gudang. Sepertinya kau terus lupa bahwa aku adalah atasanmu! Aku adalah orang yang menggajimu"

Se Ro langsung tersenyum "Kau memang harus memberiku gaji, bonus dan kehormatan juga. Dengan begitu tidak akan ada konflik antara pihak manajemen dan pegawai, presdir"


Saat Young Won menyentuh kotaknya, Se Ro langsung melemparkan kotaknya ke lantai dengan marah lalu mendudukkan Young Won di meja dan menyuruh Young Won untuk diam sampai dia selesai membereskan semuanya. 


Young Won mengangkat tangan untuk menampar Se Ro tapi Se Ro langsung menangkap tangannya dengan cekatan. Se Ro mengingatkan Young Won bahwa sebagai presdir tidak seharusnya, Young Won memukul pegawai. Tidak seharusnya Young Won memukul orang lain hanya karena jabatannya yang lebih tinggi. 

Seberapa besar cinta Young Won pada pemilik ruangan ini, seberapa besar luka hati Young Won karena pemilik ruangan ini, Se Ro memang tidak akan mengerti sama sekali.

"Apakah ada alasan aku harus berkorban hanya demi cinta semacam itu? Tidak ada kan?"

Young Won langsung tersinggung mendengarnya "Kau bilang apa barusan? Hanya demi cinta semacam itu?"

"Iya, hanya demi cinta semacam itu"


2 comments

Aduh... Se Ro kasar bgt sih :(
kasian young woun nya !!
Unni aq tunggu kelanjutannya,
gumawoo ^.~

keren...ini sampai berapa eps ?

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon