Powered by Blogger.


Setelah pertengkaran mereka, Se Ro dan Young Won saling menatap dengan penuh kebencian sampai akhirnya Se Ro melepaskan tangan Young Won. Young Won berusaha menjelaskan bahwa dia masih belum siap untuk membuang barang-barang milik Woo Jin tapi Se Ro tetap tidak mau peduli.

Hal itu membuat Young Won langsung mengingatkan Se Ro tentang bagaimana sakitnya ditinggalkan orang yang mereka sayangi, karena Se Ro sendiri pernah merasakannya saat dia kehilangan ayahnya. 

"Cerita itu tidak perlu dibawa-bawa disini" protes Se Ro



"Kenapa? Tidak suka? Tapi kenapa juga aku harus peduli seberapa sakitnya kau? Rasanya sakit kan? Itulah yang barusan kau lakukan padaku. Ada bekas luka yang tidak seharusnya kau sentuh"

"Jadi kau menusuk bekas lukaku karena aku menusuk bekas lukamu?" Se Ro langsung tersenyum dan menyerah kalah.


Sebelum pergi dia ingin membantu Young Won untuk meletakkan semua barang-barang itu kembali ke tempatnya. Saat Se Ro hendak memasukkan laci kembali ke tempatnya, entah kenapa dia merasa kesulitan untuk memasukkannya.

Dan ternyata Se Ro tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang tertempel dibawah meja yang menghalangi lacinya masuk. Dan Se Ro baru mengetahui halangan itu setelah dia berhasil mendorong lacinya kembali masuk dan sebuah map terjatuh. Saat Young Won berpaling padanya untuk mengusirnya, Se Ro cepat-cepat menendang map itu sampai map itu masuk ke sebuah kolong. Dan setelah itu Se Ro lalu pamit pergi.


Setelah keluar dari Belle la Fair, Se Ro kebut-kebutan dijalan saat dia mengingat kembali masa-masa kelamnya 5 tahun yang lalu. Jae In yang mengkhawatirkannya, langsung ikut mengebut menyusulnya. Jae In berusaha membunyikan klakson, menyalakan lampu mobilnya dan saat Se Ro masih mengacuhkannya, 

dia langsung menelepon Se Ro untuk memberitahunya bahwa jika Se Ro tidak mau berhenti mengebut maka dia akan terus mengikuti Se Ro dengan nyawanya sebagai taruhan.


Mereka terus ngebut menyelip diantara mobil-mobil lain sampai akhirnya Se Ro menyerah dan berhenti di pinggir jalan. Se Ro langsung berteriak marah-marah pada Jae In supaya Jae In meninggalkannya sendiri tapi Jae In langsung mengingatkannya bahwa dia memang sudah sendirian, Se Ro sudah sendirian sampai ke tingkat yang memuakkan.

"Dalam saat-saat seperti ini setidaknya kau harus bersama orang-orang yang memahami situasimu"

Se Ro berteiak marah karena Young Won menangis dan terluka tanpa mau tahu tentang penderitaan orang lain. Jae In mengerti perasaan Se Ro tapi Se Ro langsung mengatakan bahwa Jae In tidak mengerti perasaannya. Sekarang ini hal paling membuatnya tidak tahan adalah Han Young Won yang bersikap seolah dia adalah orang yang paling menyedihkan.

"Dia bahkan tidak tahu betapa murahannya cintanya itu"


Sementara itu di Belle la Fair, semua pegawai sedang sibuk mempersiapkan pameran Angel's Tear. Saat Young Won datang, dia langsung marah karena hanya demi pameran Angel's Tear, perhiasan buatan ibunya sampai harus dipindahkan. 

Young Won mengingatkan ketua staf Min bahwa ibunya adalah pendiri Belle la Fair dan semua perhiasan buatan ibunya adalah bagian dari sejarah Belle la Fair. Ketua staf Min langsung meminta maaf dan mengisyaratkan para pegawai untuk membawa pergi kalung Angel's Tear-nya. 


Tapi saat para pegawai hendak membawanya pergi, Young Won cepat menghentikan mereka untuk melihat kalung itu. Young Won lalu bertanya dimana Se Ro saat ini.


Se Ro kembali ke markas untuk membakar barang-barang lamanya kecuali peluitnya dan sebuah kartu pos yang bergambar pameran perhiasan Bangkok. Young Won lalu meneleponnya untuk menyuruhnya berhenti bekerja saja jika dia terus bekerja dengan menggunakan emosinya seperti ini. 

Young Won mengaku bahwa dia sebenarnya merasa tidak nyaman bekerja bersama Se Ro lagipula Se Ro pasti bisa bekerja dimanapun dengan kemampuannya yang hebat itu. Young Won juga meminta Se Ro untuk membawa kalung Angel's Tear pergi bersamanya.

Tapi Se Ro tidak mau dan menyuruh Young Won untuk bersiap-siap karena sebentar lagi opening pameran Angel's Tear akan segera dimulai. 


Se Ro lalu masuk ke dalam markas dan membunyikan peluitnya. Se Ro lalu menulis sesuatu di kartu pos yang tidak ikut dia bakar itu.


Keesokan harinya, Kang Jae berlatih menembak demi mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan seorang klien penting. Anak buahnya yang menemaninya bertepuk tangan kagum saat dia berhasil menembak semua sasarannya dengan tepat, tapi Jae In malah ngomel-ngomel karena Kang Jae tidak mau menemui Se Ro.

"Aku sudah bilang kalau aku tidak pernah melihat Se Ro semarah itu! Menurutmu apa yang Se Ro pikirkan saat ini?"


Saat Kang Jae masih saja mengacuhkannya, Jae In langsung mengingatkannya bahwa semua kejadian ini tidak akan terjadi jika mereka tidak mencuri berlian dan jika Kang Jae tidak menyekap Woo Jin.

"Apa kau pikir aku tahu kalau hal ini akan terjadi?"

"Aku menyaksikan pembunuhan itu" ujar Jae In

Saat Kang Jae menembak lagi, Jae In langsung memalingkan mukanya dengan takut. Dia teringat kembali saat dia melihat sniper menembakkan senjatanya dan saat dia melihat Se Ro ketakutan karena Woo Jin tertembak. 

Kenangan buruk itu langsung membuat Jae In mengingatkan Kang Jae sekali lagi bahwa semua kejadian ini juga disebabkan oleh mereka berdua yang sama-sama tutup mulut karena mereka takut terkena imbasnya.


Kang Jae mengingatkan Young Won bahwa dia juga merasa bersalah tapi selama Se Ro berada di penjara 5 tahun, dialah yang banyak membantu Se Ro, jadi bukankah sekarang ini sudah saatnya mereka berhenti merasa bersalah.

"Cuma itu saja yang bisa kau katakan?"

"Jangan bercanda, Jae In. Masalah ini tidak seberat itu"

"Masalah ini berat bagiku. Setiap kali aku melihat Se Ro menderita karena masa lalunya, aku merasa sangat bersalah padanya" 


Tae Oh bertemu dengan salah seorang klien untuk menandatangani sebuah dokumen transaksi dan menerima beberapa lembar cek. Setelah acara penandatanganan usai Tae Oh membuka sebuah ruang rahasia yang didalamnya berisi laci-laci, ia lalu menaruh dokumen yang barusan ia tanda tangani di salah satu laci.

Tae Oh memberitahu sekretaris Ahn bahwa setiap laci itu menyimpan takdir seseorang. Tae Oh tertawa jahat membayangkan tumpukan laci-laci itu adalah pohon kesemek yang jika ia goyang dengan keras akan banyak sekali kesemek yang terjatuh. 

Tapi ada satu laci yang membuatnya mengeluh penuh penyesalan karena laci itu kosong padahal seharusnya laci itu diisi dengan dokumen asli yang dimiliki oleh Woo Jin.


Sekretaris Ahn berpendapat selama 5 tahun ini tidak terjadi apapun, jadi bagaimana jika mereka menganggap dokumen asli itu sudah tidak ada lagi di dunia ini. Sekretaris Ahn juga memberitahu Tae Oh bahwa neneknya Se Ro tidak tahu menahu tentang keberadaan Se Ro, sepertinya neneknya Se Ro bahkan tidak tahu bahwa cucunya sudah dibebaskan.

"Apa maksudmu 'sepertinya'?" Tae Oh kesal karena sekreataris Ahn tidak bisa mencari informasi tentang Se Ro


Saat Tae Oh dan sekretaris Ahn keluar dari ruang rahasia, mereka melihat Nan Joo dan Young Joon sedang menunggu Tae Oh di ruang kerjanya. 

Nan Joo mengatakan bahwa mereka hari ini ada janji pergi bersama. Tapi Tae Oh langsung menolak ajakannya dan menyuruh Young Joon saja yang menemani Nan Joo. 

Nan Joo kecewa dengan penolakan Tae Oh. Saat Young Joon mengiyakan perintah Tae Oh, Nan Joo cepat-cepat memberinya isyarat, lalu berusaha membujuk Tae Oh untuk mau keluar bersama mereka. 


Segera setelah Young Joon menerima isyarat dari ibunya, Young Joon langsung berubah membela ibunya dan membujuk Tae Oh supaya mau ikut keluar bersama mereka.

"Pria macam apa yang hidup dibawah rok ibunya" Tae Oh menghina Young Joon

Tae Oh lalu beralasan bahwa dia tidak bisa pergi bersama mereka karena dia sudah ada janji. 


Saat Nan Joo dan Young Joon keluar dengan hanya diantarkan oleh sekretaris Ahn, Nan Joo langsung bertanya tentang Jung Se Ro yang sudah dibebaskan dari penjara. Ternyata saat Nan Joo sedang menunggu Tae Oh di ruang kerjanya, tak sengaja dia mendengar pembicaraan mereka.


Ketua staf Min mendatangi seorang pegawai Bella la Fair yang bernama pemimpin tim Kang untuk menyampaikan pesan dari Young Won yang meminta bantuan pemimpin tim Kang untuk mencari tahu informasi tentang Lee Eun Soo. Karena di dalam resume Lee Eun Soo tertulis bahwa dia pernah bersekolah di TCA academy dan pemimpin tim juga pernah bersekolah di tempat yang sama.

"Cari tahu bagaimana reputasinya (di sekolah itu) dan apakah dia sebenarnya pernah bersekolah di situ"

Pemimpin tim bingung apakah Eun Soo tidak menyerahkan ijazah pada mereka, ketua staf Min mengatakan bahwa mereka menerima ijazah yang diserahkan Eun Soo pada mereka tapi presdir tetap ingin pemimpin tim Kang mencari tahu.


Salah seorang pegawai datang membawakan surat-surat yang isinya rata-rata tagihan kartu kredit perusahaan dan ada hanya ada satu yang ditujukan pada presdir, yaitu sebuah kartu pos. Saat ketua staf Min membaca kartu pos itu, dia langsung terkejut.


Ketua staf Min langsung berlari sambil memanggil-manggil presdir. Saat Young Won menghampiri dan bertanya apakah ketua staf Min sudah berhasil mencari informasi tentang Eun Soo, ketua staf Min langsung menyangkalnya dengan canggung. Young Won jadi heran melihat sikap canggung ketua staf Min. 

Saat Young Won menunduk dia melihat ketua staf Min membawa sebuah kertas, ketua staf Min sadar bahwa Young Won memperhatikan kartu pos yang sedang dibawanya maka dia cepat-cepat berusaha mengalihkan perhatian Young Won dengan cara mengeluhkan tingkah para pegawai. Young Won heran para pegawai memang biasa bertingkah lalu kenapa wajah ketua staf Min terlihat tidak baik.


Young Won melihat kertas yang dibawa ketua staf Min dan curiga jangan-jangan ketua staf Min bertingkah aneh gara-gara kertas yang dibawanya.

"Apa itu?" tanya Young Won sambil bergerak hendak mengambil kartu pos yang dipegang ketua staf Min

Ketua staf Min langsung cepat-cepat menyembunyikannya di belakang punggungnya dan membuat Young Won jadi semakin penasaran. Young Won langsung merenggutnya dari tangan ketua staf Min.


Young Won melihat kartu pos itu adalah kartu pos pameran perhiasan Bangkok 5 tahun yang lalu. Dan setelah membaca pesan yang tertulis di belakang kartu pos itu, Young Won langsung terkejut sampai ia terjatuh lemas ke lantai. Yang tertulis dalam kartu pos itu adalah:

From: Jung Se Ro
To: Lee Young Won


Naman itu langsung mengingatkan Young Won saat dia meminta ketua staf Min untuk selalu mengingat nama Jung Se Ro untuknya. Young Won berkata dalam hatinya bahwa dia berharap agar Se Ro tidak akan pernah dibebaskan dari penjara. 

"APA INI?!" teriak Young Won


Nan Joo dan Young Joon mengajak sekretaris Ahn ke sebuah cafe. Nan Joo lalu memberi sekretaris Ahn sebuah hadiah perhiasan untuk istri sekretaris Ahn karena sebentar lagi adalah hari ulang tahun pernikahan sekretaris Ahn. 

"Terima kasih karena anda selalu mengingatnya nyonya" 

Nan Joo langsung tersenyum senang "Apa kau pernah melupakan sebuah acara?"

Namun niat licik Nan Joo yang sebenarnya terlihat jelas saat dia berusaha membujuk sekreataris Ahn untuk saling berbagi hadiah dan informasi. Sekretaris Ahn membenarkan kembalinya Se Ro ke Korea, namun dia merasa kembalinya Nan Joo tidak perlu tahu detilnya. 


Young Joon tahu benar apa maksud ibunya yang sebenarnya dengan memberi sekretaris Ahn hadiah, Young Joo lalu mengingatkan sekretaris Ahn 

tentang apa saja yang sudah dilakukan ibunya untuk seluruh keluarga sekreataris Ahn.

"Jadi bukankah sudah saatnya kau memberi kami hadiah yang pantas (maksudnya balas budi). Inilah maksud ibu" ujar Young Joon

Nan Joo tersenyum senang mendengar perkataan Young Joon. Setelah Young Joon pergi meninggalkan mereka, Nan Joo langsung bertanya-tanya pada sekretaris Ahn, apa kekurangan Young Joon dibandingkan dengan Young Won.


Malam harinya, Young Won pulang ke rumah dengan langkah lemas. Nan Joo menyapanya dengan ceria dan menawarinya makan malam, tapi Young Won langsung menolak tawarannya. Melihat ekspresi wajah Young Won, Nan Joo langsung cemas takut Young Won sakit. Nan Joo mencoba mengukur suhu tubuh Young Won tapi sepertinya Young Won sehat.

"Apa terjadi sesuatu?" tanya Nan Joo 


Young Joon memperhatikan Young Won dari kejauhan lalu dengan santainya dia memberitahu Young Won bahwa Se Ro sudah dibebaskan dan sekarang sudah kembali ke Korea. Young Won langsung terkejut mendengarnya sementara Nan Joo langsung mengomeli Young Joon untuk masuk kamar.

Tapi dengan santainya Young Joon berkata bahwa masalah ini memang harus diketahui oleh Young Won karena masalah ini bukan masalah yang tidak penting. 


Young Won sangat terkejut karena mereka semua sudah tahu tapi tidak memberitahunya. Nan Joo memberitahunya bahwa mereka juga baru mengetahuinya hari ini.

"Sampai kapan pria itu..." Young Won berteriak marah pada Nan Joo namun cepat-cepat menghentikannya saat dia menyadari bahwa dia sedang berteriak


Tiba-tiba mereka mendengar Tae Oh pulang, maka Nan Joo langsung menyeret Young Won keruangan lain untuk bicara berdua. Nan Joo meminta Young Won untuk berhenti bersikap seperti ini, 5 tahun sudah berlalu, apa pentingnya Se Ro dibebaskan atau tidak.

"Hanya 5 tahun berlalu. Apakah dosa membunuh orang selesai hanya dalam 5 tahun? Pria yang bernama Jung Se Ro itu mendekatiku, mendekati kita semua"

"Aku tidak mau apa yang terjadi pada keluarga kita dulu terjadi lagi sekarang. Berapa lama lagi kami semua harus mengkhawatirkanmu?" teriak Nan Joo dengan marah


Mendengar kemarahan Nan Joo, Young Won langsung meminta Nan Joo untuk mengabaikannya saja lagipula dia tidak pernah meminta Nan Joo memahaminya. Nan Joo semakin marah mendengarnya, karena dia bersikap seperti ini karena dia hanya khawatir. Setiap kali Young Won kesusahan, mereka juga ikut kesusahan.


"Bahkan sekalipun kami tidak mau, kami tetap harus mengawasimu. Karena kita keluarga" ujar Nan Joo dengan marahSaat Tae Oh datang, Young Won langsung pergi. Tae Oh jadi heran apakah Nan Joo baru saja mengatakan hal-hal yang tidak ingin didengar oleh Young Won. Tapi Nan Joo langsung menyangkalnya.


 Bersambung ke part 2

3 comments

Akhirnya muncul juga..makasih mb..lanjut..

Makasih tetap dilanjutin nulisnya,saya suka melodrama balas dendam seperti ini,jadi pasti sangat ditunggu kelanjutannya ya...

Gumawo unni sdh d lnjutkan ^.~

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon