Powered by Blogger.


Se Ro lalu menghampiri Young Won untuk bertanya kenapa Young Won tidak menanyakan hal itu pada Se Ro sejak dulu saat dia punya kesempatan. Young Won mengatakan bahwa waktu itu pikirannya sedang bingung.

"Biarpun begitu seharusnya kau tetap mempertanyakan apa yang seharusnya kau tanyakan"

"Karena itulah aku akan menanyakannya sekarang"

Young Won ingin bertanya kenapa Se Ro datang padanya dan Young Won ingin melihat sendiri apakah Se Ro itu seorang manusia. Young Won berharap semoga hidup Se Ro akan selalu sial dan dikutuk. Jika dia bertemu Se Ro maka dia akan langsung memandang kedalam mata Se Ro dan memberitahu Se Ro bahwa Se Ro akan masuk neraka saat dia mati nanti.



Young Won lalu menggenggam tangan Se Ro dan memohon padanya "Kumohon temukan Jung Se Ro untukku. Kumohon Eun Su-ssi, biarkan aku bertemu dengan Jung Se Ro"


Saat Se Ro pulang ke apartemen mewahnya, tiba-tiba dia langsung jatuh sakit. Jae In datang membawakan obat untuknya tapi Se Ro tidak mau meminum obatnya. Jae In memmberitahu Se Ro bahwa dia sudah mengurus masalah tadi tanpa sepengetahuan Kang Jae. 

"Kau tidak perlu melakukannya"

"Tidak apa-apa, lagipula aku juga punya rahasia yang kusembunyikan dari Kang Jae"

Jae In memberitahu Se Ro bahwa dia ikut terlibat dalam aksi penipuan ini demi Se Ro bukan demi uang. Dia ingin membantu Se Ro, karena itulah Jae In tidak mempermasalahkan apapun yang Se Ro lakukan. Bahkan sekalipun aksi penipuan mereka nantinya gagal gara-gara Se Ro, Jae In akan selalu berada di samping Se Ro.

"Tapi aku tidak suka kalau kau sakit atau berada dalam bahaya. Karena aku harus membantu pria yang bernama Jung Se Ro"


Setelah Se Ro mendnegarkan semua perkataan Jae In itu, dia langsung bangkit untuk meminum obatnya. Se Ro berterima kasih pada Jae In, tapi Se Ro menyuruh Jae In untuk membantu Kang Jae saja, jangan dia. Jae In kecewa dengan penolakan Se Ro, tapi dia berusaha tetap tenang dan tersenyum pada Se Ro lalu cepat-cepat pamit pergi.


Kang Jae datang ke markas untuk mengkonfirmasi kecurigaannya bahwa Se Ro melakukan sesuatu yang membuat Young Won meneriakkan nama Se Ro di acara pameran tadi, Kang Jae yakin Kim Hong juga mengetahuinya tapi Jae In menyuruh Kim Hong untuk tetap diam. 

Kang Jae menyuruh Kim Hong menceritakan semuanya padanya sekarang. Kim Hong akhirnya menceritakan yang sebenarnya pada Kang Jae bahwa Se Ro menyerahkan copy dokumen perusahaan fiktif itu pada Young Won. Kang Jae langsung kesal lalu beranjak pergi untuk menemui Se Ro.


Saat Kang Jae sampai di apartemen Se Ro, dia langsung memukuli Se Ro dan melabarkanya karena Se Ro telah mengirim copy dokumen itu atas namanya, apakah Se Ro ingin pamer pada musuh-musuhnya agar mereka tahu bahwa Se Ro telah kembali. Apakah Se Ro ingin menyatakan perang dan membalas dendam pada mereka.

"Iya!" teriak Se Ro "Mendengar nama Jung Se Ro saja mereka langsung jijik. Aku harus membiarkan mereka tahu bahwa Jung Se Ro yang mereka anggap menjijikkan telah kembali! Ini baru permulaan!"


Kang Jae langsung menghajarnya lagi dan balas berteriak pada Se Ro supaya Se Ro mau memikirkan nasib anggota komplotan mereka juga.

Kang Jae bertanya-tanya apakah Se Ro kembali untuk berbaikan dengan musuh-musuhnya, Se Ro selalu penasaran tentang mereka. Apakah sekarang Se Ro sedang berusaha untuk menyelidiki apakah musuh-musuhnya memang sejahat itu, apakah mereka seburuk itu. Apakah itu yang Se Ro harapkan.

Apakah Se Ro juga ingin musuh-musuhnya memiliki kisah tragis karena kejahatan mereka. Apakah Se Ro ingin memahami kenapa mereka menuduhnya sebagai pembunuh. Atau Se Ro ingin menampar mereka lalu memaafkan mereka.

Se Ro langsung tertawa mendengar semua pertanyaan Kang Jae itu "Lucu sekali. Aku? Memaaafkan?"


Kang Jae bertanya-tanya berapa banyak lagi Se Ro harus disiksa oleh mereka sampai Se Ro kehilangan rasa simpati, berapa banyak lagi Se Ro harus diinjak-injak oleh mereka sampai dia menyerah untuk berharap.

"Tidak" ujar Se Ro

"Berdamailah dengan mereka, maafkanlah mereka. Lakukan apapun yang kau mau"

Jika Se Ro merasa nyaman hidup dengan cara seperti ini, maka Se Ro bisa terus hidup seperti ini. Tapi Kang Jae tidak mau dilibatkan dalam permainan emosi murahan Se Ro ini karena bagi Kang Jae rasanya sangat memalukan, Se Ro langsung tersinggung mendengarnya.


"Bagaimana bisa aku memaafkan mereka?!" teriak Se Ro

"Bagaimana memaafkan mereka? Bagaimana? Se Ro-yah... apa yang barusan kau katakan berarti kau ingin memaafkan mereka jika kau bisa"

Saat Kang Jae hendak pergi, Se Ro langsung mengejarnya dan berteriak marah pada Kang Jae "apa yang kau tahu? Itu tidak benar, kau salah hyung!"


Sementara itu Young Won pergi untuk menemui sekretaris Ahn dan meminta bantuannya untuk mempertemukannya dengan Se Ro. Young Won tahu selama ini serketaris Ahn menerima informasi dari ayahnya lalu memberikannya pada ibu tirinya. 

Young Won tahu bahwa bahwa sekretaris Ahn berusaha untuk memberikan kekayaan ayahnya pada ibu tirinya dan memindahkan apa yang dimiliki oleh Young Won pada Young Joon.

"Pada siang hari, kau sangat sibuk berada di pihak ayahku. Dan pada malam hari kau berada di sisi ibu. Aku tahu semuanya, sekretaris Ahn"


Se Ro pergi ke perkampungan tempat tinggal neneknya, sementara Soon Ok sedang bermain kartu sendirian didalam rumah. Saat Soon Ok mendengar suara seseorang mengetuk gerbang rumahnya, dia langsung keluar dan berteriak frustasi pada siapapun tamunya bahwa dia juga tak tahu apakah Se Ro masih hidup atau tidak.


Ternyata tamunya adalah Young Won. Se Ro yang baru tiba, melihat Young Won sedang menggedor pagar rumah Soon Ok dan memohon agar Soon Ok membukakan pintu untuknya. Se Ro berniat untuk menghampiri Young Won, tapi langkahnya terhenti saat dia melihat Soon Ok datang menemui Young Won.

Soon Ok bertanya siapa Young Won. Saat Young Won memberitahu Soon Ok bahwa dia datang untuk menemui Jung Se Ro, Soon Ok langsung mengatakan bahwa dia tidak tahu apapun. Dan saat Young Won tetap tidak menyerah bahkan memohon pada Soon Ok agar Soon Ok memberikan nomor telepon Se Ro padanya, Soon Ok langsung kembali masuk ke rumahnya. 


Dan saat dia kembali menghampiri Young Won, dia langsung menyiramkan air ke wajah Young Won. Setelah itu Soon Ok membuka pagar lalu marah-marah pada Young Won karena Young Won terus mengganggunya, memangnya apa yang akan Young Won lakukan jika dia bertemu dengan Se Ro.

Soon Ok tidak tahu siapa Young Won tapi dia tahu bahwa semua tuduhan pembunuh yang tertulis di tembok itu semuanya tidak benar. Soon Ok yakin pasti ada yang salah. 

"Karena itulah, tolong pergi dan jangan kembali lagi" Sook Ok lalu kembali masuk ke rumah dan mengunci pintu pagarnya. Namun saat Young Won hendak pergi, Soon Ok kembali lagi dengan membawakan handuk untuk mennyeka wajah Young Won yang basah. Dan saat itulah, Young Won akhirnya menangis.

"Aku tidak akan bertanya siapa nona, kenapa nona datang di tengah malam seperti ini. Nona juga tidak perlu memberitahuku."


Soon Ok menggenggam tangan Young Won dan meyakinkannya bahwa apapun yang diketahui Young Won tentang Se Ro tidak benar "Sungguh aku tidak berbohong"

Young Won tidak mengatakan apapun lalu cepat-cepat melepaskan genggaman tangan Soon Ok lalu memberikan sejumlah uang pada Soon Ok. Saat Soon Ok menolaknya, Young Won memaksa Soon Ok untuk menerimanya lalu pergi sambil menangis.


Saat Young Won pergi, Se Ro yang sedari tadi melihat Young Won bersama neneknya, langsung ikut pergi mengikuti Young Won. Namun saat Se Ro melihat sekretaris Ahn, dia cepat-cepat bersembunyi.


Sekretaris Ahn mengajak Young Won untuk pulang, tapi Young Won langsung menolak tawarannya lalu berbalik arah ke tempat Se Ro sedang bersembunyi. Young Won langsung kaget saat dia melihat Se Ro namun Se Ro cepat-cepat menyeret Young Won ke balik dinding sebelum ketahuan sekretaris Ahn.


Setelah sekretaris Ahn pergi, Se Ro langsung memberikan jaketnya untuk Young Won. Young Won melihat ada luka di wajah Se Ro lalu ia bertanya apakah Se Ro terlibat dalam sebuah pertengkaran, tapi Se Ro merasa ia tidak perlu menjelaskan apapun pada Young Won. 

"Tentang yang di kantor polisi tadi..."

"Aku sudah melupakannya" ujar Se Ro


Young Won bertanya-tanya apakah dalam kasus Se Ro, dia bisa memaafkan orang yang telah mengambil uang untuk operasi ayahnya. Tentu saja Se Ro tidak bisa memaafkannya. Young Won lalu bertanya apakah Se Ro sudah bertemu dengan orang itu dan Se Ro langsung mengiyakannya.


"Kau pasti sangat terluka juga. Semua ini pasti sulit bagimu"

Mendengar ketulusan dalam kata-kata Young Won, mata Se Ro langsung berkaca-kaca.

"Kau berdarah" ujar Young Won sambil mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Se Ro

Namun Se Ro langsung menampik tangannya. Young Won mencoba menyentuhnya lagi tapi Se Ro langsung menampiknya lagi.

"Jangan sentuh aku"


Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon