Powered by Blogger.


Setelah mendengar Young Won bersimpati atas kemalangan yang menimpanya dan ayahnya, Se Ro langsung sedih sekaligus marah. 

Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, Se Ro memberitahu Young Won bahwa dia tidak terluka karena dia memang tujuan utamanya adalah bertemu dengan orang-orang yang telah membuat hidupnya sengsara, dia ingin mengalahkan mereka dan menginjak-injak mereka.

"Dan akhirnya setelah aku bertemu dengan mereka, aku merasa lega dan senang. Kenapa juga aku terluka?"

Se Ro bersikeras bahwa dia tidak merasa terluka sama sekali. Tapi Young Won tidak mempercayainya, karena jika memang dia tidak terluka kenapa sekarang dia menangis.

"Sekarang, matamu penuh dengan air mata" Young Won memberitahu Se Ro



Mendengar hal itu, Se Ro langsung berpaling membelakangi Young Won. Se Ro berusaha menahan tangisnya saat dia bertanya kenapa Young Won datang ke perkampungan ini.

"Ada seseorang yang kukenal. Keu sendiri kenapa datang ke sini?"

"Ada seseorang yang kukenal" ujar Se Ro

Saat Sekretaris Ahn memanggil-manggilnya, Young Won langsung mengembalikan jaketnya Se Ro lalu pamit pergi. Dan setelah Young Won pergi, Se Ro langsung menangis.


Beberapa saat kemudian, Se Ro menggedor pintu apartemen Kang Jae dalam keadaan mabuk sambil meneriakkan nama Kang Jae berkali-kali. Saat Kang Jae membuka pintunya, Se Ro langsung masuk lalu meletakkan sebuah map di atas meja lalu tertidur di lantai. 


Se Ro memberitahu Kang Jae bahwa map itu berisi dokumen asli bukti-bukti pencucian uang yang dilakukan oleh HK distribution di Hong Kong.

"Kuberikan padamu, hyung. Simpanlah"

"Sekarang setelah kau mabuk, kau jadi baik?" sindir Kang Jae 

Saat Kang Jae hendak pergi, Se Ro mengatakan bahwa apa yang dikatakan Kang Jae tentangnya yang ingin memaafkan musuh-musuhnya itu tidak benar, karena itulah Se Ro ingin Kang Jae menarik semua kata-katanya itu. 


"Dibelakang punggung seseorang dia (Young Won) melakukan segalanya sementara Didepanmu dia bersikap seolah dia adalah orang yang polos. 

Apa kau tahu seberapa menjijikkannya wanita itu? Apa kau tahu seberapa menakutkannya wanita itu? Apa kau tahu betapa anehnya wanita itu?" gumam Se Ro

Karena itulah, Kang Jae boleh mengambil dokumen asli itu dan melakukan apapun yang Kang Jae mau dengan dokumen itu. Kang Jae sebenarnya tidak mau mempedulikannya dan hanya melemparkan bantal dan selimut untuk Se Ro. Namun kemudian dia kembali untuk menaruh kepala Se Ro di bantal dan menyelimutinya. 


"Hyung, wanita itu aneh sekali"

"Apanya?"

"Entahlah, pokoknya aneh"

Se Ro memberitahu Kang Jae bahwa Young Won pernah mengatakan bahwa dia akan mengutuk Jung Se Ro dan ingin Se Ro pergi ke neraka. Se Ro juga memberitahu Kang Jae bahwa tadi neneknya menyiram air pada Young Won. 

"Wanita itu aneh"


Keesokan harinya, Se Ro bersama dengan Kim Hong berjalan mengelilingi toko Belle la Fair. Se Ro lalu memperkenalkan Kim Hong pada para pegawai sebagai pegawai baru dalam tim dealer.


Sementara itu, Young Won bersama dengan ketua staf Min pergi ke ruang kontrol kamera CCTV dimana ketua staf Min memperlihatkan rekaman CCTV di hari opening pameran pada Young Won. Dalam rekaman itu, mereka melihat Se Ro yang mereka kenal dengan nama Lee Eun Soo sedang berbincang dengan 2 orang di sebuah lorong sepi.

Ketua staf Min mengatakan bahwa sebenarnya mereka melihat CCTV untuk mengecek adanya orang-orang mencurigakan tapi ketua staf Min malah mencurigai map berwarna coklat yang dibawa Eun Soo di rekaman CCTV itu karena di hari opening pameran, Young Won juga menerima map berwarna coklat yang berasal dari Jung Se Ro.


Saat ketua staf Min men-zoom rekaman Se Ro bersama 2 seorang wanita dan pria lain sedang berbincang di sebuah lorong, Young Won langsung mengenali si wanita adalah sekretaris Seo dari perusahaannya Kang Jae.


"Apa tidak ada orang lain yang terlihat mencurigakan?" tanya Young Won

Ketua staf Min tidak terlalu yakin karena di dekat area studio tempat Young Won biasa bekerja tidak ada kamera CCTV-nya. Young Won jadi curiga pada Eun Soo.


Saat Young Won dan ketua staf Min bertemu dengan Se Ro dan Kim Hong di luar, Young Won langsung memandangi Kim Hong dengan curiga namun dia berusaha untuk tetap bersikap biasa saat dia menanyakan siapa Kim Hong pada Se Ro. Se Ro memperkenalkan Kim Hong sebagai pegawai baru yang akan membantunya dalam tim dealer. 

Ketua staf Min tidak terlalu peduli tentang Kim Hong karena dia ingin bicara berdua dengan Se Ro, tapi Young Won cepat-cepat menghentikannya. Sebelum berlalu pergi, Young Won langsung mengingatkan Se Ro tentang jadwal meeting mereka nanti sore dengan nada yang dingin.


Setelah Young Won pergi, Kim Hong langsung mengeluhkan sikap dinginnya Young Won sementara Se Ro langsung curiga dengan sikap dingin Young Won barusan.


Nan Joo sedang menikmati spa kelopak bunga mawar saat sekretaris Ahn menelepon untuk memberitahunya tentang apa saja yang selama ini ternyata telah diketahui oleh Young Won tentang Nan Joo dan apa saja yang selama ini sekretaris Ahn lakukan untuk Nan Joo. 

Nan Joo sama sekali tidak mengkhawatirkan masalah itu, tapi sekretaris Ahn takut bagaimana jika Tae Oh sampai tahu juga. 

Sambil menikmati wine, Nan Joo mengatakan "Sebelum itu terjadi, kita harus mengangkat Young Joon masuk kedalam perusahaan"

Selain memiliki seorang putra, tidak ada lagi yang bisa Nan Joo pamerkan. Sudah terlalu lama baginya untuk hidup dengan cara menyedihkan sampai membuatnya kesal.


Walaupun sudah dilarang oleh Young Won, ketua staf Min tetap mendatangi Se Ro untuk mengajaknya bicara berdua di luar. Ketua staf Min lalu memberitahu Se Ro tentang kejadian yang ia lihat di CCTV dan kecurigaannya pada map coklat yang dibawa Se Ro waktu itu.

"Apa isi map itu, Lee Eun Soo-ssi?"

Se Ro langsung berpura-pura tersinggung dengan pertanyaan itu lalu memberitahu ketua staf Min jika memang ketua staf Min sangat penasaran maka dia bisa bertanya langsung pada Young Won.


Saat acara meeting di mulai, Young Won memperkenalkan sample produk barunya pada para pegawai. Namun pemimpin tim Kang tidak terlalu setuju dengan model perhiasan terbaru yang ditunjukkan Young Won karena di rancangan produk terbaru itu, Young Won menaruh berlian dibawah batu safir.

"Bukankah sia-sia saja menaruh berlian dibawah batu safir? Jika kau ingin menonjolkan produk ini, bukankah lebih baik jika kita meletakkan berliannya diatas batu safir" ujar pemimpin tim Kang


"Berlian tetaplah berlian bahkan sekalipun kau menutupinya. Bahkan sekalipun berada didalam safir tapi berlian tetaplah bersinar"

Young Won lalu mengambil sample produk terbarunya yang berupa cincin lalu memperlihatkannya pada Se Ro dan meminta pendapatnya. Saat Se Ro mengatakan bahwa dia menyukai cincin itu, pemimpin tim Kang langsung tersenyum sinis. 


Model cincin terbaru itu memang bagus tapi menurut pendapat pemimpin tim Kang, para konsumen pasti akan lebih menyukai bentuk perhiasan yang jauh lebih besar karena itulah jauh lebih baik jika perhiasan yang mereka jual berhiaskan batu permata yang besar juga.

"Itu tidak penting karena perhiasan ini bukan untuk memamerkan seberapa besar kekayaan seseorang" ujar Young Won


Saat pemimpin tim Kang tidak bisa lagi membantah Young Won, dia langsung berpaling pada Se Ro dengan kebingungan karena Se Ro hanya diam saja padahal sebagai dealer seharusnya dia yang menentang model cincin terbaru itu. 

"Apa kau bisa mendapatkan rose cut (batu safir pink berbentuk rose cut)?" tanya pemimpin tim Kang pada Se Ro

"Aku akan mendapatkannya" ujar Se Ro


Pemimpin tim Kang langsung tertawa mendengarnya karena rose cut saat ini sudah cukup langkah, bagaimana bisa se Ro mendapatkan apapun yang mereka inginkan. Tapi Se Ro tetap yakin bahkan meyakinkan pemimpin tim Kang bahwa dia pasti akan mendapatkan rose cut.

"Apa satu minggu cukup (untuk mendapatkan rose cut)?" tanya Young Won 

"Iya" ujar Se Ro dengan penuh percaya diri


Setelah rapat usai dan semua orang pergi, Se Ro tetap tinggal di ruang meeting bersama Young Won lalu bertanya pada Young Won apakah dia harus mencari batu safir pink atau mencari Jung Se Ro dulu. Young Won langsung curiga mendengar pertanyaan Se Ro itu.


Sementara itu di luar, ketua staf Min dan pemimpin tim Kang mendiskusikan masalah rose cut tadi. Pemimpin tim Kang yakin bahwa Young Won memberi batas waktu seminggu hanya untuk menguji Se Ro karena tidak mungkin dia bisa mendapatkannya dalam waktu seminggu. Tapi ketua staf Min malah merasa tindakan Young Won ini antara menguji atau mencurigai Se Ro.

"Mencurigai?" tanya pemimpin tim Kang 


Ketua staf Min tidak mau memberitahukan masalahnya pada pemimpin tim Kang maka dia langsung mengalihkan pembicaraan pada permintaan Young Won untuk mencari informasi akademisnya Se Ro, apakah pemimpin tim Kang sudah menemukan seseorang yang mengenal Se Ro misalnya teman alumninya. Tapi pemimpin tim Kang hanya menjawabnya dengan helaan napas.


Se Ro memberitahu Young Won bahwa dia sudah berusaha mencari keberadaan Se Ro dengan meminta bantuan beberapa orang karena Se Ro tidak bisa menolak permintaan Young Won yang sangat tulus saat di kantor polisi waktu itu.

"Dimana dia? Apa orang-orang itu bisa menemukannya?" tanya Young Won

"Sebelum itu, ada yang ingin kutanyakan"

Se Ro bertanya kenapa ketua staf Min menginterogasinya tentang dokumen yang ia terima di hari opening pameran, apakah ada hubungannya dengan dokumen yang pernah disebut-sebut di kantor polisi.


Young Won langsung menunduk diam mendengar pertanyaan itu. 

Melihat Young Won hanya diam, Se Ro langsung berkata dalam hatinya "Katakanlah dengan mulutmu yang berpura-pura tak berdosa itu, kebenaran tentang keterlibatanmu dalam pencucian uang"


Young Won akhirnya bicara mengatakan bahwa apa yang dikatakan ketua staf Min hanyalah omongan yang tidak penting.

"Kurasa omongannya bukan tidak penting"

"Kau bilang kau sudah menemukan Jung Se Ro. Jika aku memberitahumu (tentang dokumennya), lalu apakah kau akan memberitahuku tentang Jung Se Ro? Apa kau ingin membuat perjanjian denganku?"

Mendengar hal itu, Se Ro langsung meminta maaf atas ketidak sopanannya, tapi Se Ro langsung mengingatkan Young Won bahwa Young Won harus berterima kasih padanya (karena dia telah membantu Young Won mencari Se Ro).


Se Ro lalu membawa Young Won pergi ke sekolah SD tempat Se Ro dulu bersekolah, tapi pihak sekolah tidak bisa memberikan informasi apapun tentang Se Ro pada Young Won tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan. Young Won kecewa karenanya dan Se Ro diam-diam tersenyum senang.

"Aku tidak tahu akan seperti ini. Apa yang harus kita lakukan?" Se Ro pura-pura merasa kasihan pada Young Won


Saat mereka keluar dari gedung sekolah, Se Ro memberitahu Young Won bahwa ayahnya (Se Ro) memiliki catatan kriminal tapi Se Ro sendiri hidup dengan jujur. Dari informasi itu Young Won menduga bahwa Se Ro pastilah seperti ayahnya yang seorang penjahat.

"Kurasa dia belajar untuk menjadi sampah dibawah asuhan orang tuanya yang kriminal" ujar Young Won sengit

Se Ro langsung berusaha menahan emosinya mendengar perkataan Young Won itu lalu bertanya pada Young Won, apakah ada hukum yang mengatakan bahwa anak penjahat akan tumbuh menjadi seperti orang tuanya.


"Dia mungkin hanyalah seorang anak biasa yang ingin menjadi dokter atau presiden" ujar Se Ro

Sayangnya perkataan Se Ro itu tetap tidak berhasil meyakinkan Young Won, maka se Ro pun memberitahu Young Won bahwa semua anak-anak bisa berubah menjadi penjahat berkat orang-orang seperti Young Won, orang-orang yang suka menghakimi orang lain.


"Apa sekarang ini kau menyuruhku untuk bersimpati pada Jung Se Ro?"

"Tidak. Tapi apa kau tidak penasaran siapa Jung Se Ro yang sebenarnya, kenapa dia datang padamu"

Apakah Young Won merasa tidak aneh dengan apa yang dilakukan Se Ro padanya saat ini, Young Won tidak menjebaknya sebagai pembunuh ataupun memasukkannya ke penjara, lalu kenapa Se Ro menghubungi Young Won.


Sementara itu di markas, Ha Ma melotot saat dia membaca daftar batu safir pink yang harus didapatkannya. Saking kesalnya membaca daftar itu, Ha Ma langsung memakan kertasnya. Ha Ma langsung marah-marah pada Kim Hong apakah dia datang ke Korea untuk menjadi bayangannya  (pembantunya) Lee Eun Soo.


"Kau ingin aku yang mendapatkan semua batu permata ini? Bagaimana bisa aku mendapatkan semuanya di Korea dalam waktu sesingkat ini? Jika aku punya kemampuan seperti ini, aku pasti yang akan menjadi Lee Eun Soo" teriak Ha Ma kesal

Kim Hong langsung balas berteriak untuk mengingatkan Ha Ma bahwa mereka bisa meneruskan pekerjaan mereka jika orang-orang itu mempercayai Lee Eun Soo.

"Apa ahjussi tidak tahu seberapa pentingnya dirimu ahjussi. Ahjussi harus lebih percaya diri dan jangan bersikap seperti ini" rayu Kim Hong

Tapi Ha Ma malah semakin emosi mendengarnya sampai-sampai ia mengejar Kim Hong untuk memukulinya.


Tae Oh sedang makan siang berdua bersama Nan Joo di sebuah restoran mewah. Tae Oh lalu menggoda Nan Joo, kenapa ingin makan dan kencan di restoran seperti ini, apakah dia menginginkan sesuatu.

"Apa kau ingin berliannya Young Won?" 

"Belle la Fair-nya Young Won"


Saat mendengar jawaban Nan Joo, senyum Tae Oh langsung menghilang. Nan Joo lalu memberitahu Tae Oh bahwa Young Won sudah tahu apa saja yang sudah Tae Oh lakukan dengan menggunakan Belle la Fair.

"Jadi?"

"Pasti sulit bagi orang sebaik Young Won untuk menangani toko. Apa kau ingin melihat Young Won menjadi semakin menyedihkan?" Nan Joo berusaha merayu Tae Oh


Tae Oh mengerti niat licik Nan Joo karena itulah dia meminta Nan Joo untuk berhenti bicara. Tapi Nan Joo tetap melanjutkan berpura-pura kasihan pada situasi Young Won jika semua orang sampai tahu tentang uang kotor yang diperoleh Tae Oh menggunakan Belle la Fair.

"Jadi aku harus membiarkan Young Joon menanganinya (Belle la Fair)?"

"Jika kita tetap membiarkannya seperti ini, maka hubunganmu dengan Young Won hanya akan berakhir dengan buruk. Semua itu cuma masalah waktu"

Nan Joo mengatakan bahwa dia bukan sedang mengekspresikan ketamakannya dia hanya menyarankan agar Tae Oh memberikan Belle la Fair dan semua aset yang dimilikinya pada Young Joon, lagipula tidak ada orang yang bisa membantu Tae Oh selain Young Joon.


"Tahun ini berapa umur Baek Nan Joo-ssi?" tanya Tae Oh tiba-tiba

Nan Joo langsung kecewa mendengar Tae Oh tidak tahu umur istrinya sendiri. Dia bertemu dengan tae Oh pertama kali saat dia berumur 20 tahun dan sekarang dia telah berumur 45 tahun.

"Kau masih muda. Orang-orang mengataiku 'pencuri' karena kau masih sangat muda. Kau sendiri mungkin merasa tak adil" ujar Tae Oh

Dalam usianya yang masih muda pasti banyak sekali yang ingin Nan Joo lakukan. Tapi Tae Oh langsung mengingatkan Nan Joo bahwa sejak Nan Joo masih berusia 20 tahun sampai sekarang dia berumur 45 tahun, Tae Oh sudah berusaha keras memenuhi tanggung jawabnya pada Nan Joo sebisa mungkin.


Tae Oh lalu melemparkan setangkai bunga mawar untuk Nan Joo "Jika kau memang wanita yang masih tinggal bersamaku maka lebih baik kau memintaku untuk membelikanmu bunga saja"

Penghinaaan Tae Oh itu langsung membuat Nan Joo marah namun dia berusaha untuk menahannya karena dia masih menyukai Tae Oh sebagai seorang pria, Tae Oh langsung tersenyum sinis mendengarnya.


Bersambung ke part 2

4 comments

Thank u atas sinopnya.tetap semangat nulisnya ya..karena saya makin penasaran dgn kelanjutan hubungan se ro dan young won...

Akhrnya...sinopnya came out jga...feel curious...tq ya m' ima...sehat sllu ya

Gimana y Klanjutanx .Pengen Lhat Gmana Sero bsa ska sma young won . Gumawo Mb^^ Ditunggu part 2x . Hwaiting# =]

Part 2 ditunggu ya mbak ima..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon