Powered by Blogger.


Setelah pergi dari rumah Soon Ok, Young Won kembali ke kantornya Woo Jin di Belle la Fair. Ia termenung sambil menyentuh gelang pemberian Woo Jin sampai akhirnya ia tertidur. Sementara itu di apartemennya, Se Ro menerima sebuah kotak berisi uang yang lalu ia lempar ke udara dengan kesal.



Kang Jae dan Jae In sedang berada di sebuah bar, mereka kembali membicarakan masalah kemungkinan Tae Oh adalah pembunuh Woo Jin. Jae In bertanya-tanya apakah Tae Oh benar-benar membunuh kekasih putrinya sendiri, Kang Jae juga tidak begitu yakin karena itulah sebaiknya mereka mencari informasi dulu.

"Apakah lebih baik jika kita tidak memberitahu Se Ro?"

"Iya, karena kita sendiri masih belum yakin"


Jae In lalu meminta Kang Jae untuk tidak memberitahu Se Ro. Bahkan sekalipun dugaan mereka benar, sebaiknya mereka tidak pernah memberitahu Se Ro. 

Sekarang ini Se Ro sudah cukup marah karena dia telah disalahpahami sampai dijebloskan kedalam penjara. Jae In tidak bisa membayangkan akan seperti apa hidup Se Ro jika dia tahu bahwa dia dikambing hitamkan secara sengaja.

"Dan juga, jika dugaan kita benar, ayo kita hancurkan keluarga itu"

Kang Jae terlihat gugup tapi kemudian dia langsung menyetujui usul Jae In itu.


Setelah Tae Oh berhasil mendapatkan dokumen aslinya, dia langsung menaruhnya di laci kosong di ruang rahasianya. Tae Oh mengeluh bahwa butuh 5 tahun untuk mendapatkan dokumen yang sudah mendatangkan banyak masalah itu, dan sekarang dia berharap masalah ini selesai sampai disini.


Sementara itu, Nan Joo menelepon Jae In dan memperkenalkan dirinya sendiri sebagai ibu dari presdir Belle la Fair. Dan setelah mendapat telepon dari Nan Joo itu, Jae In langsung melaporkannya pada Se Ro. Dia memberitahu Se Ro bahwa Nan Joo ingin bertemu secara diam-diam (dengan Kang Jae) tanpa sepengetahuan Young Won.


Young Won membawa perhiasan milik Soon Ok ke Belle la Fair untuk membersihkannya saat ketua staf Min datang untuk membawakan beberapa butir batu safir pink yang berhasil didapatkan oleh Se Ro. Ketua staf Min merasa sangat senang dan kagum dengan keberhasilan se Ro mendapatkan semua batu safir pink itu tapi Young Won hanya diam saja. 

Saking kagumnya ketua staf Min bahkan sampai membanding-bandingkannya dengan Woo Jin sampai membuat Young Won langsung protes. 


Se Ro tiba-tiba datang untuk mengajak Young Won pergi ke suatu tempat dengan alasan ada hubungannya dengan keluarganya.


Kang Jae datang ke sebuah ruang private di sebuah restoran dimana Nan Joo dan Young Joon sudah menunggunya. Nan Joo menyapanya dengan ramah tapi Young Joon bersikap agak sinis pada Kang Jae. 

Dan ternyata percakapan mereka didengar oleh Young Won dan Se Ro di ruang sebelah. Mereka mendengar saat Nan Joo mengatakan bahwa dia dan Young Joon bisa membantu rencana bisnis Kang Jae yang ditolak oleh Young Won. 


Young Won tidak tahan mendengar percakapan itu, tapi saat dia hendak beranjak pergi, Se Ro langsung menghentikannya dan menyuruhnya mendengarkan semuanya sampai selesai. 

Nan Joo mengatakan pada Kang Jae bahwa ia ingin bermitra dengan Kang Jae karena sebentar lagi Young Joon akan segera menggantikan Young Won sebagai presdir Belle la Fair. Kali ini Young Won benar-benar tidak tahan mendengarnya dan langsung pergi. 


Se Ro mengikutinya lalu bertanya kenapa Young Won malah melarikan diri.

"Apa yang sebenarnya kau takutkan sampai kau bahkan tidak bisa bersuara? Apa kau masih bersabar setelah mendengarkan semuanya?"

"Tolong rahasiakan kejadian hari ini" pinta Young Won

Karena selama ini Young Won merasa selalu menunjukkan tentang segala hal dalam dirinya pada Se Ro padahal dia sendiri tidak pernah tahu apapun tentang Se Ro. 


Tentang kejadian tadi, Young Won hanya akan berpikir bahwa ibu tirinya hanyalah manusia yang tamak akan uang. Jika suatu saat nanti Nan Joo menyesali perbuatannya maka saat itulah Young Won akan bertanya kenapa Nan Joo melakukan ini padanya.

"Di matamu orang-orang itu mungkin orang yang jahat. Tapi bagiku mereka adalah keluarga. Aku tidak bisa kehilangan dan merelakan orang-orang lagi"


Saat Young Won hendak pergi, Se Ro langsung menghentikannya untuk bertanya apakah Young Won benar-benar tidak tahu tentang dokumen yang ayahnya dapatkan dari Jung Se Ro.

"Aku tidak tahu, aku hanya tahu sedikit. Aku bahkan tidak tahu banyak tentang keluargaku"

Se Ro langsung kesal mendengarnya "Seharusnya kau tahu apa yang seharusnya kau tahu. Apakah tidak mengetahui sesuatu itu patut untuk dibanggakan? Tidak tahu, pura-pura tidak tahu, tidak mau tahu... semua itu adalah dosa!"

"Bahkan sekalipun aku tahu, aku tidak bisa mengatakannya"

"Kenapa?" teriak Se Ro kesal

"Karena aku... seperti yang pernah kau bilang, aku adalah putri seorang penipu"


Saat Se Ro kembali ke apartemenya. Dia mengatakan pada Jae In bahwa Young Won bukan penjahat yang sebenarnya, dia yakin itu karena Young Won mengatakan apa yang hanya diketahui oleh Se Ro.

"Mata wanita itu tidak berbohong"


Tapi Se Ro tidak mengerti kenapa dokumen itu bisa berada dibawah meja kerja Woo Jin. Jae In menduga mungkin Tae Oh dan Woo Jin bekerja sama. Tapi Se Ro punya dugaan lain, mungkin waktu itu Woo Jin sedang mengejar jejak Tae Oh. 

Se Ro tiba-tiba teringat saat dia mendengar Tae Oh mengancam akan membunuh Se Ro palsu ditelepon dan saat itulah dia menyadari bahwa penjahat yang sebenarnya adalah Tae Oh bukan Young Won.


Setelah menyadari semuanya, Se Ro langsung pergi. Jae In langsung mengejarnya dengan cemas karena dia juga menyadari bahwa Se Ro akhirnya punya dugaan yang sama dengan Kang Jae. Tapi sayangnya, Se Ro langsung melajukan mobilnya sekencang mungkin sampai Jae In tidak berhasil mengejarnya.


Se Ro datang ke rumah Young Won untuk mencari Young Won tapi ahjumma pembantu rumah mengatakan bahwa Young Won sedang tidak ada di rumah.

Young Won ternyata sedang berada di kantornya Woo Jin untuk membereskan semua barang-barang peninggalan Woo Jin saat Se Ro datang menemuinya. Young Won bertanya apa lagi yang ingin Se Ro katakan.


"Ayahmu... ayahmu..." ujar Se Ro terbata-bata

Young Won langsung berpaling menghadapnya untuk bertanya apakah masih ada lagi yang perlu ia ketahui tentang ayahnya, jika iya maka Se Ro bisa mengatakannya lagipula tidak ada yang benar-benar bisa membuatnya terkejut.


Se Ro teringat saat Young Won pernah mengatakan bahwa mereka semua adalah keluarganya dan dia tidak bisa lagi kehilangan orang-orang. Karena teringat oleh perkataan Young Won itulah, Se Ro akhirnya hanya mengatakan bahwa ayahnya Young Won adalah orang jahat.

Young Won tahu bahwa bukan hanya itu yang Se Ro ingin katakan. Young Won memberitahu Se Ro bahwa sekarang dia membersihkan ruang kantor Woo Jin supaya se Ro bisa menggunakannya mulai besok.


"Aku akan kuat, aku akan bertahan dan melewatinya. Dan aku akan melindungi keluargaku dan Belle la Fair. Jadi jika ada lagi yang perlu kuketahui maka..."

Se Ro langsung memotongnya "Tidak ada"

Young Won tahu Se Ro sedang berbohong dan hal itu langsung membuatnya semakin kesal. Dia langsung mengingatkan Se Ro tentang kata-katanya sendiri yang mengatakan bahwa tidak tahu itu dosa dan dia harus mengetahui apa yang harus ia ketahui.


"Ayahmu..."

"Ada apa dengan ayahku?" teriak Young Won

Young Won lalu bertanya apakah Se Ro pikir mudah baginya untuk menerima Se Ro, orang seperti Se Ro yang sangat sulit untuk dimengerti. Apakah Se Ro pikir mudah baginya untuk memberikan kantor dan meja Woo Jin pada Se Ro. Se Ro memang banyak membantu Young Won tapi bagi Young Won kehadiran Se Ro terasa menyakitkan.

Walaupun begitu Young Won tetap akan memberikan kantor Woo Jin pada Se Ro "Bukan karena aku mempercayaimu, tapi karena aku sangat membutuhkanmu. Karena itulah, katakan sejujurnya padaku" 


Apa yang sebenarnya Se Ro sembunyikan darinya. Kenapa Se Ro datang mencarinya di tengah malam seperti ini. Saat itu tiba-tiba saja kaki Young Won jadi lemas dan Se Ro langsung menangkapnya sebelum ia terjatuh.

"Woo Jin-ssi..." gumam Young Won 

"Tunggu... tunggu sebentar"


1 comments:

Terima kasih mbak ima..di tunggu episode 6..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon