Powered by Blogger.


Se Ro diberitahu oleh Kim Hong bahwa dia sudah berusaha mencari Soon Ok tapi dia tidak bisa menemukannya. Se Ro langsung beranjak pergi dengan cemas untuk mencari keberadaan Soon Ok di segala tempat, tapi dia tetap tidak bisa menemukannya dimanapun.

Karena saat itu Soon Ok dibawa oleh Young Won ke studionya. Young Won menyiapkan tempat tidur untuk mereka tempati berdua dan mengatakan pada Soon Ok bahwa dia sendiri tidak bisa pulang malam ini karena ayah dan ibunya sedang bertengkar. 



Tapi bagaimanapun juga Soon Ok merasa tidak enak karena telah mengikuti Young Won sampai ke studionya. Saat Soon Ok hendak beranjak pergi, Young Won mengatakan pada Soon Ok bahwa dia punya hadiah untuk Soon Ok. 

Dia lalu memberikan sebuah kotak perhiasan yang berisi perhiasan-perhiasan milik Soon Ok yang pernah Young Won ambil dan sudah ia bersihkan. Young Won memberitahu Soon Ok bahwa dia bekerja membuat cincin dan kalung di studio ini.


Saat Soon Ok dan Young Won berbaring bersama, Soon Ok bertanya apakah benar Young Won kehilangan orang yang ia cintai karena Se Ro. Dan saat Young Won langsung mengiyakannya, Soon Ok langsung sedih. Young Won lalu memberitahu Soon Ok bahwa ayahnya yang telah mengusir Soon Ok dari rumahnya sendiri.

"Aku tidak mau mengatakan maaf pada nenek"


Young Won beralasan bahwa dia membawa Soon Ok kesini hanya karena mereka berdua sama-sama tidak punya tempat untuk tidur malam ini. Soon Ok menangis saat dia berusaha meyakinkan Young Won bahwa jika Young Won bertemu dengan Se Ro sekali saja maka Young Won pasti akan mempercayainya.

"Tidak benar... tidak benar" Soon Ok menangis karena dia yakin Se Ro tidak bersalah

"Nenek... bisakah kau nyanyikan lagu itu untukku?" pinta Young Won

Tapi Soon Ok langsung menolaknya maka Young Won pun menyanyikannya sendiri.


Setelah tidak bisa menemukan Soon Ok dimanapun, Se Ro akhirnya kembali ke rumah lamanya dan melihat semua barang-barang di rumahnya bertebaran. Se Ro terduduk di lantai dengan lemas melihat rumahnya seperti itu.

"Nenek, aku pulang"


Se Ro bersumpah akan membayar mereka kembali sebanyak yang telah mereka lakukan padanya, dia akan mengambil semua yang mereka miliki.

"Aku melakukannya dengan baik kan, nek? Aku hebat kan? Kau sangat bangga padaku kan?"

Se Ro menangis saat dia bertanya apakah Soon Ok tahu bahwa ayahnya sudah meninggal dunia "Apa nenek mengetahuinya?!"


Keesokan harinya, Nan Joo bertemu dengan seseorang untuk meminta bantuan orang itu dan ternyata semua pembicaraan mereka dicatat oleh Ha Ma yang diam-diam mengikuti Nan Joo.


Sementara itu Se Ro datang menemui Tae Oh untuk menanyakan kembali masalah kontrak dengan FL Gemstone, apakah Tae Oh sudah mempertimbangkannya kembali. Tapi Tae Oh tetap berpegang teguh pada pendiriannya tidak mau bekerja sama dengan FL Gemstone. Tae Oh lalu mengusir Se Ro dan memperingatkan Se Ro untuk tidak pernah lagi datang ke kantornya.


Saat Se Ro melihat punggung Tae Oh yang berpalig pergi darinya, dia langsung teringat saat dia masih di Thailand dan sempat melihat punggung seorang pria tua sebelum dia diseret pergi di kantor polisi. Punggung pria tua di Thailand waktu itu sama persis dengan punggungnya Tae Oh.

"Anda akan menyesalinya" Se Ro mengancam Tae Oh sebelum dia pergi meninggalkan kantornya Tae Oh.


Setelah keluar dari kantornya Tae Oh, Se Ro menelepon Kang Jae untuk memberitahunya bahwa Tae Oh sama sekali tidak tertarik dengan rencana mereka. Dan Kang Jae pun memberitahunya tentang rencana Nan Joo yang sedang berusaha meyakinkan para direktur perusahaan.

"Apa menurutmu wanita itu (Nan Joo) bisa menang?" tanya Se Ro

"Entahlah"


Maka Se Ro pun langsung meminta Kang Jae untuk mengubah rencana mereka yaitu menurunkan Young Won dari jabatannya dan membantu Young Joon menggantikan tempat Young Won.

"Karena dia telah mengusir nenekku dari rumah kami, mari kita usir putri yang ia anggap yang sangat berharga di seluruh dunia itu"

"Kalau begitu haruskah aku membantu nyonya Baek Nan Joo sekarang?"

"Akan kuperiksa suasana diantara para direktur"


Kang Jae lalu pergi menemui Nan Joo yang merasa sangat senang setelah ia mendengar bahwa Kang Jae bersedia untuk membantunya menjalankan rencananya menaikkan Young Joon ke kursi presdir Belle la Fair. 

Nan Joo tahu bahwa dengan membantunya, Kang jae pasti menginginkan sesuatu darinya karena itulah ia meminta Kang Jae untuk mengatakan apa saja syarat yang ia inginkan.

"Saya ingin mendengar rencana anda terlebih dulu" ujar Kang Jae.



Nan Joo mengatakan bahwa minggu depan Tae Oh akan pergi ke Hong Kong, saat Tae Oh pergi itulah dia akan mengadakan rapat dewan direksi darurat untuk membahas masalah pemecatan presdir Belle la Fair saat ini. 

Dan sebagai hadiah atas bantuan Kang Jae, Nan Joo berjanji bahwa dia akan membeli berlian biru yang akan dilelang Kang Jae sehari sebelum rapat dewan direksi dengan harga tinggi.

"Kalau begitu datanglah bersama dengan direktur Choi (ke acara lelang berlian birunya), saya akan meyakinkan direktur Choi" ujar Kang Jae

Saat Nan Joo memandanginya dengan kebingungan, Kang Jae mengatakan bahwa dia sudah mencari sedikit informasi karena masalah ini juga merupakan sebuah masalah penting baginya.Nan Joo langsung mempercayai kata-kata Kang Jae itu.


Setelah pemimpin tim Kang memeriksa batu safir pink yang berhasil didapatkan oleh Se Ro, dia langsung mendesah bingung karena ia merasa ada sesuatu yang aneh.


Saat ia bertemu dengan Se Ro, dia langsung bertanya bagaimana Se Ro mendapatkan batu safir pink itu karena dia sudah bertanya sana-sini dan dari informasi yang didapatkannya, ia mendengar bahwa dealer yang menemukan batu safir pink itu bukan Se Ro tapi seorang pria paruh baya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya pemimpin tim Kang dengan curiga

Kim Hong langsung gugup saat mendengarnya tapi Se Ro tetap tenang "Aku tidak tahu apa maksudnya itu? Aku juga tidak tahu kenapa kau memberitahuku. Aku sangat sibuk"


Se Ro lalu pergi dan saat ia keluar, ia langsung kaget melihat Soon Ok sedang berjalan di halaman gedung Belle la Fair. Air mata Se Ro langsung menetes saat dia melihat Soon Ok. Se Ro langsung berjalan untuk menghampiri neneknya, tapi suara Young Won yang memanggil Soon Ok langsung membuat langkahnya terhenti.


Se Ro langsung naik ke atas dan mengacuhkan Young Won yang memanggilnya saat Young Won melihatnya naik. 


Sesampainya di atas, diam-diam Se Ro melihat saat Young Won dan ketua staf Min saling bekerja sama untuk membujuk Soon Ok supaya tidak pergi dan tinggal bersama ketua staf Min.

"Aku punya uang. Tapi aku tidak mau membebani nona" Soon Ok menolak tawaran ketua staf Min

Ketua staf Min berusaha membujuk Soon Ok dengan alasan kesepian di rumah, jadi Soon Ok bisa tinggal bersamanya. Soon Ok langsung berhasil terbujuk saat ketua staf Min memberitahu Soon Ok bahwa dia punya seekor anak anjing di rumah.


Se Ro lalu mendatangi Young Won di studionya untuk pura-pura bertanya siapa nenek itu.

"Hanya seseorang" jawab Young Won


Young Won lalu meminta Se Ro untuk memeriksa dokumen catatan pembelian dan catatan pemeriksaan keuangan dari Hong Kong 5 tahun yang lalu.

"Jika itu catatan 5 tahun yang lalu bukankah itu sama saja dengan memperbaiki lumbung setelah sapi dicuri"(menyesali kesalahan yang telah terjadi)

Saat sedang memeriksa catatan-catatan itu, Se Ro bertanya apakah simpati yang Young Won berikan pada nenek itu berguna, tidak banyak yang akan berterima kasih pada simpati yang tidak berguna.

"Kau juga bersimpati padaku" ujar Young Won setelah ia teringat bagaimana Se Ro memohon pada Tae Oh untuk melindunginya.

Sejujurnya, saat Se Ro mengatainya sebagai orang-orangan sawah waktu itu, dia tidak menyukainya tapi sekarang setelah ia memikirkannya lagi, Young Won merasa ia harus berterima kasih pada Se Ro.


Se Ro lalu meminta Young Won untuk keluar menemui pemimpin tim Kang sementara dia memeriksa catatan-catatan itu disini karena tadi pemimpin tim Kang curiga padanya dan terus mengajukan pertanyaan padanya, Se Ro meminta Young Won untuk bertanya kenapa pemimpin tim Kang melakukan itu padanya.

Young Won langsung memberitahu Se Ro bahwa Se Ro sendiri orang yang sangat aneh, jadi rasanya akan jauh lebih aneh jika orang tidak mencurigai Se Ro. Karena Young Won sepertinya tidak mau bertanya pada pemimpin tim Kang maka Se Ro mengatakan bahwa dia yang akan bertanya sendiri padanya nanti.

"Tidak aku akan bicara padanya nanti" ujar Young Won dengan ceria

Tapi Se Ro memaksa Young Won bicara pada pemimpin tim Kang sekarang juga. 


Maka Young Won pun langsung pergi menemui pemimpin tim Kang yang memberitahunya bahwa dia mencurigai Se Ro karena saat dia mencari tahu tentang Se Ro pada orang-orang yang pernah bersekolah di TCA, tidak ada seorangpun yang merasa pernah mengenal Lee Eun Soo.

"Mungkin dia seorang penyendiri" Young Won berpendapat

Tapi hal itu tidak cukup meyakinkan pemimpin tim Kang, ia lalu memberi saran bagaimana jika mereka meminta catatan akademis-nya Se Ro dari TCA saja. 

"Kita sekarang satu keluarga, jadi cobalah untuk mengerti dia pemimpin tim. Masalah Lee Eun Soo-ssi adalah dia terlalu jujur. Dia tidak akan berbohong pada orang" Young Won berusaha meyakinkan pemimpin tim Kang 


Tapi yang tidak diketahui oleh Young Won adalah orang yang dianggapnya sangat jujur ternyata sedang menggeledah meja kerjanya untuk mencari dokumen rapat dewan direksi.


Malam harinya, Se Ro menyerahkan dokumen itu pada Kang Jae. Se Ro juga memberitahu Kang Jae bahwa dia sudah menemukan neneknya tapi tidak memberitahukan detilnya dan meminta Kang Jae untuk tidak khawatir. Tapi Kang Jae memaksa Se Ro untuk memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi.

"Hyung, kenapa selama ini kau selalu berada disisiku?" tanya Se Ro tiba-tiba

Se Ro hanya penasaran karena dia tahu bahwa hubungan Kang Jae dan ayahnya tidak terlalu baik. 



Kang Jae langsung mengingatkan Se Ro bahwa sejak Se Ro kecil, Se Ro sangat menyukainya. Se Ro juga selalu mengikutinya kemana-mana seperti permen karet. Se Ro langsung tertawa mendengarnya.


"Mari kta selesaikan yang satu ini dulu dan setelah itu ayo kita pergi ke Hawai. Kita bangun rumah yang sangat besar disana..."

"Jae In juga ada di rumah itu?"

Kang Jae langsung canggung mendengarnya lalu meminta Se Ro untuk tidak membicarakan Jae In diantara mereka. 


Kang Jae lalu melanjutkan rencana masa depannya membangun sebuah rumah dengan pemandangan langsung menghadap lautan, juga membeli sebuah yacht.

"Mari kita hidup dengan penuh gairah. Jika kita merasa bosan, kita bisa langsung berenang" ujar Kang Jae

"Apa kau bisa berenang?"

"Tentu saja. Memangnya ada yang tidak kubisa?"

"Eih, kau membual lagi" Se Ro tidak percaya


Tapi bagaimanapun juga, Se Ro sangat menyukai ide bagus itu. Mereka kemudian saling berteriak dengan penuh semangat untuk menikmati hidup setelah bekerja keras. Kang Jae lalu melingkarkan lengannya ke pundak Se Ro dan mereka berdua saling tertawa bersama.


Keesokan harinya, Ha Ma dan komplotannya membuka sebuah koper yang berisi sebuah berlian biru asli. Saat Kim Hong hendak menyentuh berlian biru itu, Ha Ma langsung memukul tangannya dengan ancaman jika Kim Hong sampai membuat berlian itu tergores maka hidup Kim Hong pun akan tergores.

"Aigoo... kau membual seolah berlian ini milikmu. Berlian ini milik ketua Shin!" Kim Hong protes


Jae In menduga bahwa ketua Shin yang bernama lengkap Shin Pil Do pasti punya banyak uang. Kim Hong penasaran orang seperti apa ketua Shin Pil Do itu. Kang Jae mengatakan jika Kim Hong ingin tahu maka dia bisa bertemu sendiri nanti karena ketua Shin sebentar lagi akan segera datang ke Korea.

"Sekarang, ayo kita kembali bekerja" perintah Kang Jae


Kim Hong lalu pergi dengan penuh semangat sementara Ha Ma tetap duduk dengan lesu menyatakan pada Kang Jae bahwa dia tidak punya kerjaan. Saat kang Jae menyuruhnya untuk mencari pekerjaan, Ha Ma langsung mengingatkan Kang Jae bahwa Kang Jae sendiri yang menyuruh Ha Ma untuk tetap tinggal diam.

"Sebenarnya kenapa aku datang kesini? Akhir-akhir ini aku mengalami krisis identitas" keluh Ha Ma dengan sedih


"Saat kau tidak punya kerjaan, wajar jika kau punya banyak hal untuk dipikirkan. Kau beruntung ahjussi" ujar Jae In sambil beranjak pergi

Namun Kang Jae tiba-tiba menghentikannya dengan canggung mengatakan bahwa ia ingin bicara sebentar dengan Jae In. Tapi sebelum itu, Kang Jae berusaha meminta Ha Ma untuk keluar tapi Ha Ma malah tetap duduk di tempatnya untuk mendengarkan basa-basi canggung Kang Jae yang meminta Jae In untuk mempersiapkan acara lelang ini sebaik mungkin.



"Kurasa kau menjatuhkan sesuatu disana" ujar Kang Jae dengan canggung sambil menunjuk ke lantai

Jae In dan Ha Ma langsung berpaling ke tempat yang ditunjuk Kang Jae dengan bingung. Karena Ha Ma masih belum mau pergi juga maka Kang Jae pun langsung menyeret Ha Ma keluar dengan alasan akan memberi Ha Ma kerjaan.

"Kau harus mengambilnya" ujar Kang Jae pada Jae In sambil menyeret Ha Ma yang tertawa senang karena akan diberi kerjaan.


Setelah mereka pergi, Jae In yang masih kebingungan mencoba mencari apa yang dibilang Kang Jae dia jatuhkan. Dia melihat ada sebuah kotak hitam kecil tergeletak di lantai dan saat Jae In membukanya, isinya ternyata sebuah perhiasan.


Sementara itu Se Ro di Belle la Fair, diperintahkan oleh kang Jae lewat telepon supaya Se Ro memastikan Young Won tidak muncul di acara lelang hari ini. Kang Jae juga menyuruh se Ro untuk membawa Young Won pergi karena besok rapat dewan direksinya akan dimulai.

"Setelah besok, apakah Han Young Won akan turun dari jabatan presdir? Baguslah, aku akan memintanya untuk pergi ke pantai" ujar Se Ro.


Namun sayangnya, saat dia menanyakan keberadaan Young Won pada ketua staf Min, ketua staf Min memberitahunya bahwa Young Won sudah pergi ke acara lelang berlian biru beberapa saat yang lalu. 


Bersambung ke part 3

2 comments

Seharian bolak balik ngecek akhirnya keluar juga lanjutannya,dan akhirnya saya jd makin penasaran...

Hahahah # Knapa Ha ma Gk nyambung2 padahal D,suruh Kluar. Kan Kang Jae mau Berdua sma Jae in . Gumawo^^

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon