Powered by Blogger.


Setelah menolak permintaan Young Won, Young Joon berjalan di toko bersama dengan Se Ro yang tidak mengerti kenapa Young Joon ingin melewatkan acara inaugurasi. Young Joon tidak mau ada acara semacam itu karena dia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri, lagi pula dia tidak melakukan sesuatu yang hebat atau apa.

"Kau bau alkohol... kau pasti gugup dengan hari pertama kerjamu, atau mungkin kau merasa tidak nyaman?" ujar Se Ro

Young Joon mengaku dengan jujur bahwa dia memang minum-minum sebelum berangkat kerja. Saat Se Ro memberitahunya bahwa orang-orang dari FL Gemstone sedang menunggunya, Young Joon langsung heran karena Se Ro sepertinya sangat mempercayai orang-orang dari FL Gemstone itu.



Di ruang kantor presdir, Kang jae mengucapkan selamat pada Young Joon atas terpilihnya dia sebagai presdir baru dan Young Joon pun balas berterima kasih atas bantuan Kang Jae. Dia juga berterima kasih atas karangan bunga yang Kang Jae berikan.

Saat Jae In meminta Young Joon untuk menandatangani surat kontrak yang sudah direvisi, Young Joon langsung menolaknya dengan alasan belum mempunyai stempel yang baru. Jae In langsung bingung dengan penolakan itu, maka Kang Jae pun langsung ambil tindakan dengan memberikan surat pernyataan persetujuan tanggal penandatanganan kontrak mereka secara resmi.

"Dan saya juga ingin anda mengkonfirmasi kembali beberapa barang dari kontrak rahasia kita waktu itu" ujar Kang Jae


Young Joon pun langsung menyetujuinya dan mengambil pulpennya, saat dia hendak menandatangani surat pernyataan itu, semua orang langsung tegang melihatnya, tetapi tiba-tiba Young Joon berhenti dan tidak jadi menandatanganinya. Karena tepat saat itu, Young Joon tiba-tiba merasa curiga pada FL Gemstone. 

Dengan tenangnya Young Joon memberitahu mereka bahwa dia sangat berbeda dari Young Won, dia adalah orang yang punya banyak keraguan. Karena itulah, Young Joon ingin mempelajari tentang FL Gemstone dulu secara mendetil. Wah! ternyata dia pintar!

"Surat pernyataan ini tidak penting, jadi sebaiknya kita tidak terburu-buru"

Jae In tidak terima dengan sikap Young Joon dan langsung mengingatkan Young Joon bahwa dia telah memanfaatkan mereka untuk mencapai kursi presiden. 


Namun sebelum Jae In sempat mengatakan apapun lebih jauh, Se Ro langsung menyela dan meminta mereka untuk mengakhiri acara meeting mereka ini.

"Kurasa mulai sekarang kita tidak akan sering bertatap muka. Saya akan segera mengirim pengacara" Kang Jae tetap tenang menghadapi kecurigaan Jae In lalu ia pun pamit pergi. Dan Young Joon langsung membalasnya dengan senyum licik.


Setelah Kang Jae dan Jae In keluar dari toko Belle la Fair, Jae In langsung marah-marah karena anak kecil nakal itu baru saja memukul kepala mereka dari belakang. Mendengar Jae In marah-marah, Kang Jae langsung menggodanya untuk tidak marah-marah seperti itu karena membuatnya takut.

Jae In penasaran apakah Young Joon bersikap seperti itu karena dia menemukan bukti-bukti tentang mereka. Menurut Kang Jae mungkin Young Joon hanya merasakan sesuatu saja, tidak mungkin dia menemukan bukti karena perusahaan mereka adalah perusahaan yang resmi secara hukum.

Tapi Jae In tetap tidak mengerti kenapa Young Joon bisa curiga sampai seperti itu. Kang Jae berusaha menenangkan Jae In dengan menyuruhnya untuk menikmati pekerjaan mereka ini, apa lagi yang bisa mereka lakukan selain bekerja keras.

"Percayalah padaku" ujar Kang Jae


Mereka lalu masuk ke mobil tanpa menyadari ada seseorang yang secara diam-diam sedang memotret mereka. Saat Kang Jae mengemudikan mobilnya, orang itu langsung mengikuti mobil mereka.


Se Ro sedang bersama Kim Hong di kantornya, masih bingung memikirkan kejadian dengan Young Joon tadi. Dia merasa perlu untuk mencari tahu apa yang dipikirkan oleh Young Joon. Maka dia langsung meminta bantuan Kim Hong untuk menyadap kantornya Young Joon.


Tepat saat itu, Young Won masuk ke kantornya untuk mengucapkan selamat tinggal pada Se Ro, walaupun sebenarnya dia tidak tahu apa yang harus diucapkannya. 

"Sayang sekali" hanya itulah yang bisa dikatakan oleh Se Ro saat dia melirik ada Kim Hong yang turut mendengar percakapan mereka.

Young Won mengatakan bahwa dia akan kembali untuk mengambil barang-barangnya dan mungkin saat itu dia tidak akan bisa bertemu dengan Se Ro. 


Se Ro lalu menghampirinya hanya untuk mengucapkan perpisahan dengan cuek. Saat Young Won memandanginya dengan cemberut, Se Ro langsung beralasan sangat sibuk.

"Baiklah" ujar Young Won dengan suara lemah


Dia lalu keluar dari kantor Se Ro dan Se Ro pun langsung menutup pintu kantornya. Young Won sedih dengan perlakuan Se Ro padanya tapi Se Ro pun merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya pada Young Won.


Young Won akhirnya pulang ke rumahnya dan langsung disambut oleh Nan Joo yang bertanya kenapa Young Won tidak menghadiri rapat dewan direksi. 

Ternyata Young Won tahu tentang pemecatan dirinya karena Nan Joo sendiri yang pernah memberitahunya. Young Won pun memberitahu alasan ketidakhadirannya adalah karena dia tahu bahwa Nan Joo lah yang akan menjadi pemenangnya, Young Won tidak mau menyerah bahkan sekalipun dia hancur.

"Aku hanya ingin menang secara adil dan jujur" ujar Nan Joo

"Saat ayah sedang pergi?" sindir Young Won


"Aku sudah mengatur jadwal kencan buta untukmu mulai minggu ini, beristirahatlah dan jaga kulitmu" Nan Joo mengacuhkan sindiran Young Won dengan tenang

"Kenapa tidak sekalian saja kau suruh aku keluar dari rumah ini?" 


Di dalam kamarnya, Young Won berusaha memperbaiki gelang pemberian Woo Jin saat dia teringat oleh perkataan Se Ro yang pernah menyuruhnya untuk mengatakan dengan lantang apapun yang sedang dirasakannya. Dan ingatan itu membuat Young Won langsung berkaca-kaca.


Keesokan harinya di markas, Ha Ma memakai setelan jas sambil mendendangkan lagu dengan bahagia. Kim Hong memuji penampilan Kim Hong karena akhirnya dia punya kerjaan yang membuatnya punya alasan untuk hidup. Ha Ma sangat senang karena akhirnya dia menjadi pusat perhatian.

Ha Ma sangat senang karena dia akan pergi bersama-sama dengan komplotannya untuk menemui ketua Shin sebagai anggota komplotan tertua. Tapi anehnya Kang Jae malah terlihat gugup tidak enak hati saat melihat Ha Ma. 

"Baiklah, ayo kita pergi bekerja dan cari tahu apa yang diinginkan oleh Han Young Joon" perintah Kang Jae

"OKAY" teriak Ha Ma dengan penuh semangat


Mendengar semangat Ha Ma, Kang Jae jadi semakin merasa tak enak dengan kebohongannya "Ahjussi, bagaimana kalau kita pergi bersama lain kali saja"

Ha Ma langsung kecewa apa dia harus sendirian di markas lagi. Kang Jae langsung berusaha merayunya dengan memuji kehebatan Ha Ma sebagai ahli perhiasan, sementara Kim Hong berpura-pura membela Ha Ma lalu kemudian merayu Ha Ma untuk melakukan pekerjaan lain saja.

"Ahjussi, kau tahu cara melakukan penyadapan kan?"

"Tentu saja"

"Kau harus melakukannya untuk kami" Kim Hong berusaha merayu Ha Ma

Tapi Ha Ma langsung kecewa mendengarnya dan langsung pergi sambil menangis.


Saat Kang Jae menemui ketua Shin di kamar hotelnya, Kang Jae berusaha meminta ketua Shin untuk memberinya lebih banyak modal lagi. Tapi ketua Shin langsung menolaknya dengan cara mengeluhkan hidupnya sendiri yang sudah hancur dan hanya menyisakan sebuah tambang yang bahkan tidak menghasilkan berlian biru asli.


Kang Jae tidak menyerah dan terus membujuknya untuk memberi uang modal dengan begitu orang-orang akan percaya bahwa FL Gemstone mempunyai seorang investor besar dari luar negeri yang mendukung mereka.

"Jadi maksudnya aku investor besar dari luar negeri itu?" tanya ketua Shin

"Anda kan berasal dari Thailand dan anda besar, jadi tentu saja anda"

Ketua Shin pun akhirnya bersedia memberi Kang Jae uang tapi dengan syarat Kang Jae harus membantunya. 


Ketua Shin lalu bertanya apakah Kang Jae tahu tentang korupsi yang dilakukan Han Tae Oh. 

"Kurasa dia sedang mengelola sejumlah besar uang gelap" ujar ketua Shin


Setelah Kang Jae keluar dari kamar hotel ketua Shin, anak buah Kang Jae mengeluhkan sulitnya menangani Young Joon. Padahal ayahnya saja sangat mudah ditangani, saat Tae Oh mendengar kata perusahaan fiktif dia langsung menawarkan uang juta 200 juta.


Dan lagi-lagi Kang Jae tidak menyadari kehadiran orang asing yang secara diam-diam memotret apapun yang dilakukannya. 


Dan orang yang memotret Kang Jae itu ternyata mengirimkan hasil foto jepretannya pada Young Joon. Segera setelah mendapat kiriman foto itu, Young Joon langsung meneleponnya dan orang itu langsung memberitahu Young Joon tentang Kang Jae yang tahu tentang perusahaan fiktif ayahnya. 


Kang Jae, Jae In dan Se Ro bertemu di sebuah restoran. Se Ro memberitahu mereka Young Joon masih belum punya bukti sementara Kang Jae memberitahu bahwa pertemuannya dengan ketua Shin berjalan lancar dan rencana mereka bisa terus dilaksanakan.

Se Ro memberi saran agar dia dan mereka sebaiknya berpisah dulu untuk sementara waktu apalagi Kang Jae berencana untuk menuntut Belle la Fair atas pelanggaran kontrak dengannya.

"Mereka mungkin akan mencari tahu identitas kita" ujar Se Ro

"Kau juga?"

"Tidak mereka masih belum mencurigaiku. Aku akan mengikuti Han Young Joon"


Tapi Jae In merasa kecewa jika harus berpisah dan tidak bisa melihat Se Ro, dan Jae In lebih tidak suka lagi jika dia tidak bisa melihat Se Ro sementara Young Won bisa. Se Ro langsung menenangkan Jae In dengan memberitahunya bahwa mereka hanya berpisah sementara saja untuk berhati-hati dan Young Won juga sudah berhenti.

"Seharusnya kita melawan Han Young Won saja. Dia lambat jadi pasti mudah sekali untuk membodohinya"

Se Ro tidak mengerti kenapa Jae In bersikap seperti ini, apa yang sebenarnya ingin Jae In katakan. 

"Nanti, akan kukatakan nanti, biarkan aku menunggu dan melihat dulu" ujar Jae In



Se Ro lalu pergi dan Kang Jae yang sedari tadi hanya terdiam melihat perdebatan Se Ro dan Jae In, langsung beranjak pergi untuk mengejar Se Ro.

"Lee Eun Soo-ssi" panggil Kang Jae

Kang Jae memanggilnya seperti itu karena mulai sekarang mereka harus berhati-hati saat mereka saling memanggil nama. Kang Jae hanya ingin bertanya satu hal pada Se Ro, apakah Young Won benar-benar sudah berhenti. Dan saat Se Ro mengiyakannya, Kang Jae pun mengizinkan Se Ro pergi. 


Mereka sama sekali tidak menyadari mata-mata Young Joon sedang dan mengintai dan memotret mereka.


Dalam perjalan pulang, Jae In mengeluhkan sikap Se Ro yang aneh. Jae In yakin bahwa Se Ro pasti punya perasaan pada Young Won. Saat Kang Jae tidak mempercayainya, Jae In langsung heran kenapa Kang Jae tidak menyadarinya padahal dia bisa langsung melihatnya. 

"Mungkin dia hanya kasihan"

Jae In langsung tidak percaya, tidak mungkin Se Ro hanya merasa kasihan pada Young Won apalagi alasannya itu kedengarannya seperti kelinci yang memberi makan harimau, tidak mungkin seorang pengemis memberi sumbangan pada orang kaya.


Kang Jae langsung mengeluh karena Jae In bersikap kekanak-kanakan, kenapa dia harus mendengarkan kecemburuan Jae In. Jae In mengatakan bahwa kecemburuannya ini berarti ada sesuatu yang salah. Saat Jae In mengeluhkan sikapnya yang penuh dengan kecemburuan ini, Kang Jae langsung menyuruhnya untuk tidak pernah menunjukkan sikapnya itu pada pria lain.

"Bagaimana bisa Se Ro disebut sebagai pria lain?" keluh Jae In

"Jika dia hadir diantara kita berarti dia adalah pria lain"

Kang Jae lalu menyatakan bahwa di masa depan nanti dia akan hidup bersama dengan Jae In. Tidak masalah jika Jae In ingin melakukan apapun yang Jae In inginkan asalkan Jae In tetap kembali padanya.

"Lagipula kau akan menjadi milikku" ujar Kang Jae


Malam harinya, saat keluarga Han sedang makan malam bersama, Tae Oh kesal karena Nan Joo dan Young Joon memnfaatkan FL Gemstone untuk meyakinkan para dewan direksi. Dia langsung memberitahu mereka bahwa FL Gemstone itu penipu. Young Won dan Nan Joo sangat terkejut dengan kabar itu, sementara Young Joon sama sekali tidak kaget.

Young Joon juga yakin mereka cuma penipu dan sekarang dia sedang mencari bukti-bukti. Jika dia bisa menemukan buktinya maka nanti saat dia membatalkan kontrak maka pihak FL Gemstone tidak akan bisa mengatakan apa-apa.


Tae Oh tidak mengerti jika Young Joon memang sudah tahu lalu kenapa dia masih belum memutuskan kerja samanya dnegan FL Gemstone. Young Joon mengaku bahwa dia tahu baru-baru ini. Jika Young Joon terlambat menyadari mereka adalah penipu maka sebaiknya dia tidak bekerja di Belle la Fair saja.

Tapi Young Joon langsung mengingatkan Tae Oh bahwa Young Won juga pernah hampir tertipu bahkan hampir menandatangani kontraknya yang asli. Mendengar itu, Tae Oh langsung memandangani Young Won yang tertunduk malu sementara Nan Joo langsung tersenyum senang. 


Young Joon lalu memberitahu Tae Oh bahwa Young Won meminta untuk tetap bekerja dia Belle la Fair sebagai designer perhiasan tapi Young Joon menolaknya.

"Aku bisa mengeloloa studionya..." Young Won berusaha meminta pengertian ayahnya

Tapi Tae Oh langsung menyuruhnya untuk beristirahat saja atau pergi liburan. 


Melihat sikap ayahnya yang seperti ini membuat Young Won tidak mengerti bagaimana caranya Young Joon bersabar selama ini. Young Won lalu pamit untuk pergi ke Belle la Fair mengemasi barang-barangnya.

"Supaya Young Joon bisa memindahkan barang-barangnya" ujar Young Won dengan marah


Namun sayangnya, sebelum Young Won tiba di Belle la Fair, para pegawai Belle la Fair malah sedang membersihkan semua barang-barang dia meja kerjanya bahkan mengganti pelat nama Young Won dnegan pelat nama Young Joon.

Kim Hong datang membawa kotak barang dan berusaha membantu para pegawai. Dia lalu mengeluarkan lampu baca yang ternyata sudah dipasangi alat penyadap oleh Ha Ma. Saat para pegawai melihat lampu baca itu, mereka heran apakah lampu itu lampu yang pernah mereka pesan. Kim Hong berusaha meyakinkan mereka bahwa lampu itu memang benar lampu yang mereka pesan.


Kim Hong lalu cepat-cepat keluar ruang kantor itu sambil membawa kotak lain dari ruang kantor itu sebelum para pegawai menyadari bahwa dia sedang membawa pergi lampu baca yang asli.

Dalam perjalanan keluar, Kim Hong bertemu dengan Young Won yang bertanya apakah kotak yang dibawa Kim Hong itu berisi barang-barangnya. Kim Hong memberitahu Young Won bahwa barang-barangnya sedang dikemasi oleh para pegawai yang saat ini sedang berada di ruang kantornya.


Kim Hong lalu kembali ke ruang kantor Se Ro dan langsung mengeluh karena dia merasa bersalah pada Young Won. Kim Hong memberitahu Se Ro bahwa tadi dia berpapasan dengan Young Won yang hendak mengambil barang-barangnya dan dia terlihat tidak punya energi.

"Benarkah?" Se Ro pura-pura cuek


Kim Hong lalu menyalakan alat penyadapnya dan bersama-sama mereka mendengar Young Won yang sedang mengucap perpisahan pada para pegawainya.


Saat Young Won hendak pergi dengan membawa kotak barangnya, ketua staf Min menghentikannya dengan terburu-buru untuk memberitahunya bahwa Soon Ok baru saja pergi dari rumahnya, ketua staf Min tidak tahu kenapa mungkin Soon Ok merasa tidak nyaman di rumahnya, dia juga tidak memberitahu kemana dia pergi. 

Soon Ok juga ingin ketua staf Min menyampaikan pesan bahwa bahwa Soon Ok merasa sangat berterima kasih pada Young Won. Ketua staf Min khawatir dengan Soon Ok apalagi saat ini udara sangat dingin, Young Won pun sama khawatirnya dengan ketua staf Min.


Saat Young Won melewati tempat parkir, dia bertemu dengan Tae Oh yang datang khusus untuk menjemput Young Won. Tapi Young Won langsung meletakkan kardus barangnya di lantai parkir untuk memohon pada Tae Oh agar dia mengembalikan rumah neneknya Se Ro. Saat Tae Oh terkejut, Young Won langsung memberitahu Tae Oh bahwa selama ini dialah yang telah menampung Soon Ok.


Tepat saat itu, Se Ro juga baru tiba di tempat parkir dan melihat mereka. Se Ro cepat-cepat bersembunyi di belakang dinding dan mendengar Young Won mengatakan pada Tae Oh bahwa dia sudah membaca surat Tae Oh yang ditujukan untuk Se Ro.


"Kau mengatakan bahwa kau akan membuatnya tidak bisa hidup di tanah ini. Aku tidak bisa percaya apakah ini benar-benar ayahku?"

Tapi Young Won tahu bahwa surat itu berasal dari ayahnya dan Young Won langsung merinding karenanya. Tae Oh langsung balas melabraknya, Young Won sudah pernah menerobos kantornya dan sekarang dia menjaga keluarga musuhnya, apa Young Won tidak berpikir dulu, apa dia tidak tahu siapa Jung Se Ro.


"Nenek tidak bersalah. Jung Se Ro-lah yang bersalah tapi neneknya tidak"

Young Won tidak mau menangkap Se Ro dengan cara mengusir nenek yang lemah, jika dia melakukan itu maka dia tidak akan bisa melawan Se Ro dengan benar karena Se Ro juga akan punya alasan untuk melawannya yang telah menyakiti neneknya.

"Kenapa ayah membuatku menjadi orang yang sama dengan Jung Se Ro?" teriak Young Won

Jung Se Ro-lah yang telah membunuh Woo Jin dan Young Won-lah orang yang paling ingin membunuh Se Ro lebih dari siapapun.


Bersambung ke part 3

3 comments

makasih mba'ima.
di tunggu part 3 nya ^^

penasaran ending nya.. sad kah or happy kah

This comment has been removed by the author.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon