Powered by Blogger.


Keesokan paginya, Ji Young mendatangi kamar Ha Ni dengan membawa teko air untuk Ha Ni. Ji Young yang jatuh cinta pada Ha Ni berusaha membuat Ha Ni terkesan dengan mengubah penampilannya memakai baju jas dan semprotan bau mulut. Setelah berhasil mengatasi kegugupannya, akhirnya dia memberanikan diri mengetuk kamar Ha Ni.

Saat Ha Ni keluar dari kamarnya, Ji Young dengan malu-malu memberikan teko airnya pada Ha Ni. Ji Young beralasan kalau dia membawakan air itu untuk Ha Ni karena Ha Ni selalu minum air kalau bangun tidur. Ha Ni berterima kasih lalu meminumnya sampai habis.



"Apa kau masih mencari cinta sejati?" tanya Ji Young malu-malu

Setelah Ha Ni mengiyakannya, Ji Young langsung berusaha memberi Ha Ni petunjuk bahwa cinta sejati itu mungkin sudah berada didekat Ha Ni (maksudnya Ji Young sendiri). Tapi Ha Ni sama sekali tidak paham dengan petunjuk yang diberikan Ji Young karenanya dia terus saja meneguk air tekonya tanpa terpengaruh petunjuk Ji Young itu.

"Apa kau mau makan ramen?" tanya Ji Young

Ramen? Tentu saja Ha Ni mau makan ramen yang enak itu. 


Maka Ji Young pun mulai memasak ramen untuk Ha Ni dengan berbagai gaya dan bumbu. Mulai dari memasukkan air galon kedalam panci sampai terciprat kemana-mana, mengiris daun bawang dengan gaya samurai. Berbagai macam bumbu dia masukkan sembarangan kedalam panci tapi walaupun begitu dia berhasil membuat ramen yang enak dan menggoda selera.


Saat Ha Ni menikmati ramennya, Ji Young menatapnya dengan senyum bahagia sementara Big langsung protes karena Ji Young memasak ramen miliknya untuk Ha Ni.

"Atas izin siapa kau memberikan ramenku pada nuna (Ha Ni)?" protes Big

Ji Young cepat-cepat mengedip-ngedip memberi isyarat pada Big. Big pun langsung mengerti bahwa Ji Young sedang berusaha mendekati Ha Ni.


Ha Ni bertanya pada mereka apakah jika perasaan yang bertepuk sebelah tangan itu bisa disebut sebagai cinta sejati. Menurut Ji Young perasaan seperti itu tidak bisa disebut sebagai cinta sejati. Contohnya Hyun Myung yang telah memberikan segalanya untuk Jin Ah tapi sekarang malah dicampakkan bagai sampah.

Belum sempat melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Ji Young muncul sambil menatap tajam Ji Young sampai membuat Ji Young terdiam. 


"Sudah kuduga, cinta sejati haruslah saling menyukai satu sama lain" ujar Ha Ni.

Menurut Big tidak cuma itu, cinta sejati itu juga harus tulus. Contoh saja perasaannya Big pada Suzy yang tulus bahkan sekalipun Suzy tidak tahu tentang perasaannya.

"Aku juga (tulus)" kata Ji Young sambil menatap Ha Ni


Big tiba-tiba mendapat kejutan berupa telepon dari seorang wanita bernama Suzy. Big langsung gugup dan berusaha menjernihkan tenggorokannya sebelum mengangkat teleponnya Suzy. Big mengubah nada suaranya menjadi lebih macho saat bicara dengan Suzy. Suzy mengajak Big bertemu dan dengan sok-nya Big mengatakan kalau dia akan meluangkan waktu sibuknya hanya untuk menemui Suzy.


Setelah mematikan teleponnya, Big langsung berteriak-teriak kegirangan lalu cepat-cepat membawa beberapa jenis pakaian ke kamarnya Hye Young. Sambil melompat-lompat kegirangan seperti anak kecil, Big meminta Hye Young untuk memberinya nasehat baju apa yang harus dipakainya untuk menemui Suzy.

"Terserah" jawab Hye Hyoung cuek

"Aaa~h nuna, tolonglah, aku akan berkencan dengan Suzy" mohon Big penuh harap


Hye Young akhirnya bersedia membantu Big tapi karena dia harus live show acara makannya lagi, maka dia menyuruh Big untuk cepat-cepat. Satu-persatu Big memperlihatkan berbagai macam baju pada Hye Young (sambil diiringi lagu OST Pretty Woman) tapi tidak ada satupun yang menarik perhatian Hye Young.

Baju terakhir yang Ji Young perlihatkan baju jas formal-casual. Hye Young cukup terkesan dengan penampilan Big memakai baju ini, maka dia pun langsung menyetujui Big pergi kencan dengan memakai baju ini.


Big pergi ke taman menemui seorang wanita cantik yang tengah menunggunya. Big menggandeng tangan Suzy dan menuntunnya untuk pergi nonton bersama saat seorang pria lain tiba-tiba datang menemui Suzy. Melihat kedatangan pria itu, Big langsung melepaskan genggaman tangannya dari tangan Suzy.


Pria itu adalah pacarnya Suzy yang datang terlambat karena baru saja mengantarkan temannya. Pacarnya Suzy heran melihat pakaian yang dipakai Big, apakah dia memakai pakaian itu karena dia mau pergi dengan Suzy. Big langsung menyangkalnya lalu berbohong mengatakan kalau dia memakai baju itu karena baru saja pulang dari wawancara kerja.

Pacarnya Suzy percaya lalu menasehati Big tentang pekerjaan. Suzy dan pacarnya tidak enak pada Big karena mereka hanya punya 2 tiket nonton tapi Big tidak mempermasalahkannya. Big beralasan kalau dia sebaiknya tidak ikut nonton dengan alasan harus belajar. Setelah Suzy dan pacarnya pergi, Big hanya bisa menatap kepergian mereka dengan sedih.


Di JH Food, para pegawai dan Shi Kyung sedang sibuk melakukan plating (seni menata makanan di atas piring) untuk nantinya dinilai oleh direktur Hong. Saat direktur Hong datang, dia langsung kecewa dengan plating yang menurutnya terlihat kuno itu. Tidak hanya bagian platingnya saja yang mengecewakan direktur Hong, bahkan rasa makanannya pun membuat direktur Hong kecewa.


Makanan pertama tidak berhasil, Shi Kyung langsung menyajikan makanan kedua, daging sapi premium yang direndam dengan kecap kedelai berusia 20 tahun. Direktur Hong mulai mencicipinya tapi kali ini dia butuh waktu cukup lama untuk menilai makanan kedua ini.

"Aku baru saja merasakan neraka" ujar direktur Hong

Semua pegawai langsung patah semangat mendengarnya. Tapi direktur Hong ternyata masih belum selesai bicara. Menurur direktur Hong makanan itu terasa segelap neraka dan membuatnya tersesat kedalam rasanya yang enak. Ada rasa segar dari lobak, rasa dagingnya juga enak. Tapi makanan itu tidak sepenuhnya sempurna, menurut direktur Hong bumbunya terlalu kuat sampai agak mengalahkan rasa dagingnya.


"Usahakan rasa dagingnya lebih menonjol" direktur Hong mulai memberikan pengarahan dan semua pegawai langsung mencatatnya "Lalu tonjolkan rasa jahenya, tambahkan kecambah juga tingkatkan rasa panggangan dari arangnya"

Setelah selesai memberi pengarahan direktur Hong langsung memuji Shi Kyung lalu pergi. Setelah direktur Hong pergi, semua orang langsung bersorak kegirangan dan bertepuk tangan memuji Shi Kyung.


Saat mereka keluar dari ruang rapat, mereka melewati seorang chef tanpa menyapanya sama sekali. Chef itu langsung berteriak marah. Kemarahannya terutama ditujukan pada Shi Kyung, tapi Shi Kyung malah bingung dengan chef itu. Chef itu langsung menyerang Shi Kyung dengan marah. Kenapa Shi Kyung tidak melihatnya? Apa sekarang Shi Kyung jadi sombong setelah dia sukses?

Pegawai yang lain berusaha menjauhkan chef itu dari Shi Kyung dan mendorongnya pergi terutama saat chef itu terus menerus mencaci maki Shi Kyung. 


Setelah chef itu sudah pergi, Shi Kyung terus berdiam diri dengan gugup. Manager Kim mengenali chef itu adalah chef Choi, manager Kim cukup terkejut dengan penampilan chef Choi yang terlihat lebih kurusan sekarang, pasti chef Choi seperti itu karena penyakit diabetes yang dideritanya.

Manager Kim menasehati Shi Kyung untuk lebih perhatian lagi pada orang-orang di sekitarnya apalagis udah banyak orang yang mengatai Shi Kyung sombong. Memang orang yang bertalenta itu perlu sombong tapi...

Belum sempat melanjutkan nasehatnya, Shi Kyung langsung menyela, dengan marah dia menyuruh manager Kim untuk tidak asal menghakiminya apalagi manager Kim tidak tahu apapun tentangnya. Manager Kim sangat terkejut dengan ketusnya sikap Shi Kyung, sekarang dia baru mengerti kenapa semua orang mengatai Shi Kyung sombong.


Setelah kejadian itu, Shi Kyung mendatangi dokternya dan memberitahu dokter tentang keadaannya yang semakin lama semakin memburuk. Bahkan sekarang dia tidak mengenali chef Choi, chef yang dulu sangat Shi Kyung kagumi. Shi Kyung membuka matanya untuk menatap dokter tapi dia tidak bisa melihat dokter dengan jelas karena pandangannya kabur.


Shi Kyung ternyata menderita Agnosia (ketidakmampuan mengenali benda, orang, suara, bentuk atau bau walaupun indera si penderita tidak cacat dan tidak pula terjadi kerusakan memori. Penyakit ini biasanya terjadi karena cedera otak atau penyakit syaraf).

Penyakit ini menjelaskan kenapa Shi Kyung tidak mengenali Ha Ni, Jin Ah dan juga chef Choi. Dokter yang cemas berusaha menasehati Shi Kyung jangan stres karena stres sangat berbahaya bagi penderita Agnosia. Dia juga meminta Shi Kyung untuk memberitahu semua orang tentang penyakitnya agar semua orang mengerti dan hidup Shi Kyung pun jadi lebih mudah. Tapi Shi Kyung merasa hal itu cukup sulit dilakukan.


Dia kembali ke kantor bersamaan dengan Jin Ah yang baru keluar kantor, Jin Ah menyapanya dan Shi Kyung langsung tersenyum mengenalinya.


Hyun Myung sedang berjalan ke apartemennya Jin Ah sambil menggerutu kesal karena Jin Ah sudah menemukan pria lain, dan yang membuat Hyun Myung semakin kesal adalah pria itu mirip belalang. Tiba-tiba dia melihat Jin Ah sedang berjalan pulang berduaan dengan Shi Kyung sambil bercanda tawa bersama.

Hyun Myung langsung salah paham, mengira Jin Ah membawa pacar barunya pulang ke apartemennya karena itulah dia langsung mengikuti mereka bahkan sampai naik lift bersama mereka berdua. Jin Ah pura-pura tidak mengenali Hyun Myung, maka Hyun Myung pun langsung berusaha menyindir Jin Ah dengan cara pura-pura menelepon Ji Young dan mengeluhkan kelakuan wanita jaman sekarang yang suka membawa pria pulang ke rumah bahkan sekalipun hubungan mereka baru seumur jagung.


Tapi sindirannya itu jadi canggung saat Jin Ah sudah sampai di lantai 8 tempat kamar apartemennya berada, ia pun langsung meninggalkan Hyun Myung berduaan dengan Shi Kyung di lift. Saat itulah, Hyun Myung menyadari Shi Kyung memang tinggal di gedung apartemen yang sama dengan Jin Ah. Setelah Shi Kyung keluar di lantai 20 tempat kamar apartemennya berada, Hyun Myung langsung turun ke lantai 1 lagi.


Tapi tiba-tiba lift itu berhenti di lantai 8. Jin Ah lah yang telah menghentikan lift itu untuk mengkonfrontasi Hyun Myung karena Hyun Myung telah melakukan sesuatu yang sangat buruk padanya. Walaupun tidak mengatakan apapun tapi Hyun Myung pun merasa bersalah atas apa yang dilakukannya.


Keesokan harinya, Ha Ni sedang menemani Ma Nyeo bekerja menjual takoyaki di pinggir jalan. Ma Nyeo memberitahu Ha Ni kalau dia menjual takoyaki karena istrinya suka takoyaki. Ma Nyeo ternyata punya banyak pekerjaan paruh waktu yang setiap hari harus dilakukannya mulai dari subuh hingga malam. Ha Ni jadi cemas apakah dia harus bekerja sekeras itu jika dia menjadi manusia.

"Apa kau pikir makanan akan turun dari langit?" ujar Ma Nyeo

"Aish!! Kupikir aku akan berakhir bahagia jika aku menemukan cinta sejati! Aku tertipu!" Ha Ni kesal

"Sama halnya seperti takoyaki yang punya bentuk unik. Kita semua juga memiliki hidup dan kisah cinta yang unik" ujar Ma Nyeo


Saat Ma Nyeo hendak berdiri, tiba-tiba Ma Nyeo pingsan di atas wajan takoyaki. Ha Ni langsung berteriak-teriak panik berusaha membangunkan Ma Nyeo.


Ha Ni kemudian membawa Ma Nyeo ke rumah sakit, dimana salah satu suster yang tampaknya sudah mengenal Ma Nyeo memarahi Ma Nyeo karena lagi-lagi Ma Nyeo pingsan karena kecapaian.

"Aku tahu kau hidup terpisah dar keluargamu tapi kau tetap harus menjaga kesehatanmu" suster mengomeli Ma Nyeo

Ha Ni tidak menyangka ternyata Ma Nyeo hidup terpisah dari keluarganya. Saat itu tiba-tiba Ma Nyeo mendapat telepon dari putrinya. Ma Nyeo langsung panik, buru-buru mencari handuk untuk dia gunakan di atas kepalanya seolah dia sedang berada di sauna.

Saat mengangkat teleponnya, Ma Nyeo langsung mengubah nada suaranya menjadi lebih manja untuk menggoda putri kesayangannya itu. Agar putrinya tidak mencemaskannya, Ma Nyeo berbohong mengatakan kalau dia sedang berada di sauna. Putrinya Ma Nyeo juga memberitahu kegiatannya yang saat ini sedang belajar dengan menggunakan ipad yang Ma Nyeo belikan untuknya.


Istrinya Ma Nyeo ternyata sudah meninggal dunia dan putrinya Ma Nyeo meneleponnya karena hari ini hari kematian ibunya dan dia cemas kalau ayahnya akan kesepian. Ha Ni yang sedari tadi hanya diam, langsung memandang Ma Nyeo dengan iba sementara Ma Nyeo berusaha menahan tangis harunya mendengar perkataan sang putri.

"Apa putri kebanggaan ayah sedang mengkhawatirkan ayah? Apa kau rajin belajar? Kau tidak perlu rajin belajar, ayah hanya ingin kau sehat dan bahagia"

"Ayah, aku mencintaimu. puing puing" ujar putrinya Ma Nyeo sambil melakukan aegyo

"Ayah juga mencintaimu, putriku. puing puing" Ma Nyeo pun membalas dengan aegyo yang sama sambil berusaha menahan tangis.


Ha Ni tersenyum mendengarkan percakapan mengharukan dan penuh cinta antara Ma Nyeo dan putrinya tersebut.


Malam harinya, Jin Ah berjalan pulang sendirian melewati jalan yang sepi saat tiba-tiba ia merasa ada yang sedang mengikutinya dari belakang. Karena ketakutan, Jin Ah berusaha mempercepat langkah kakinya tapi orang misterius yang membuntutinya itu langsung menyerangnya.

Jin Ah langsung berteriak-teriak dan berusaha memberontak dari cengkeraman penjahat itu. untunglah saat itu Hyun Myung tiba-tiba muncul menyelamatkan Jin Ah dan menangkap penjahat itu.


Setelah penjahat itu di bawa polisi, Hyun Myung mengantarkan Jin Ah sampai ke depan apartemennya. Sebelum Jin Ah masuk, Hyun Myung memberikan sebuah tas berisi barang-barang kenangan mereka berdua selama masih pacaran. Hyun Myung tidak sanggup membuang semua itu tapi jika Jin Ah mau maka Jin Ah saja yang membuangnya.


Hyun Myung juga berpesan agar Jin Ah selalu pulang bersama dengan Shi Kyung saja karena jalan menuju apartemennya ini sangat sepi. Setelah itu, Hyun Myung pamit pergi sambil berusaha tetap tersenyum pada Jin Ah. Jin Ah memandang kepergian Hyun myung dengan sedih.


Ha Ni berkata "setiap orang memiliki definisi yang berbeda mengenai cinta. Cinta bagi seseorang adalah melepaskan orang yang dicintainya meski rasanya sakit"

Seperti Hyun Myung yang walaupun sedih tapi dia tetap merelakan wanita yang dicintainya pergi.


"Sementara orang lain akan menyerah pada cintanya demi mendapatkan seseorang yang lebih baik"

Seperti Jin Ah yang walaupun dia mencintai Hyun Myung dan sedih dengan perpisahan mereka tapi dia lebih memilih putus demi mendapatkan pria yang lebih baik dan lebih mapan.


"Cinta terkadang dimulai dengan khayalan"

Seperti Ji Young yang sedang berusaha mendekati Ha Ni dengan berbagai cara, kali ini dia mengajak Ha Ni untuk pergi bersamanya ke acara festival ramen.


"Bagi beberapa orang lainnya, cinta adalah motivasi untuk hidup"

Seperti Ma Nyeo yang bekerja keras demi membahagiakan putri tercintanya.


"Bagi yang lainnya, cinta itu adalah misteri untuk dipecahkan"

Seperti Shi Kyung yang masih bingung dengan siapa wanita yang menciumnya di bawah sungai dan meninggalkan sebuah sisik ikan yang dia kira sebuah kerang.


"Bagaimanapun juga, cinta adalah perasaan bahagia yang membuat jantung berdebar"

Seperti perasaan yang dirasakan Hye Young saat diam-diam dia mengintip Sun Kyu.


"Cinta juga sebuah harapan"

Seperti Big yang masih berharap Suzy akan membalas cintanya.


Ma Nyeo mengantar Ha Ni pulang saat tiba-tiba Ha Ni melihat sesuatu yang menarik perhatiannya sampai-sampai dia langsung berteriak-teriak menyuruh Ma Nyeo untuk menghentikan mobilnya. Yang menarik perhatian Ha Ni ternyata acara masaknya Shi Kyung yang ditayangkan di TV depan gedung perusahaan JH Food.

Ha Ni tersenyum bahagia menonton acara itu dari dalam mobil "Cinta juga bisa membawa senyum kebahagiaan di wajah semua orang"


Ha Ni melihat Shi Kyung baru keluar dari kantor, saking senangnya Ha Ni langsung keluar dan berlari menghampiri Shi Kyung. Perasaan bahagia yang dia rasakan saat melihat Shi Kyung, membuat Ha Ni yakin bahwa cinta sejatinya pasti Shi Kyung.

Saat Ha Ni tiba didepan Shi Kyung, dia langsung menyatakan tekadnya yang tidak mau melepaskan Shi Kyung. Tidak masalah jika Shi Kyung tidak mengenalinya tapi yang pasti Ha Ni berjanji dia tidak akan melepaskan Shi Kyung selamanya.

"Bagiku cinta itu seperti bom waktu yang akan meledak dalam waktu 100 hari. Aku akan mati ataukah aku akan jatuh cinta, hanya ada dua pilihan. Tunggu dan lihat saja. Aku yakin kau akan jatuh cinta padaku.... Segitu saja, selamat malam" 


Setelah mengatakan semua itu, Ha Ni langsung berlari pergi dengan terburu-buru sampai sandalnya terlepas. Shi Kyung tersenyum melihat tingkah Ha Ni tersebut. Sayangnya Ha Ni sama sekali tidak menyadari bahwa sedari tadi penyakit Shi Kyung sedang kambuh karena itulah sedari tadi Shi Kyung tidak bisa melihat wajah Ha Ni dengan jelas.


Sesampainya di rumah kos, Ha Ni sedang menikmati mandi busa saat tiba-tiba saja kakinya berubah menjadi ekor ikan kembali. Ha Ni langsung panik dan kebingungan, kenapa kakinya berubah jadi ekor ikan lagi. Kepanikan Ha Ni semakin menjadi-jadi saat dia menyadari ada seseorang sedang mengintip kedalam kamar mandinya.


~ D-Day 95 ~

3 comments

ditunggu kelanjutannya ya ..... ^_^

Idiiihhhhhhhh,,, penasarann bingitzzzz... aNNa suka klu Hani sma Shi Kyung aj...... heheheeh
Btw mksh bt Mbak Ima yg udah bt sinopnya.. :3

selalu menunggu sinopsis selanjutnya, drama koreanya keren gan

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon