Powered by Blogger.

Episode 5: Pengakuan yang akan kau sesali besok.


Tae Ha melihat Yeo Reum mengobati luka di wajah Ha Jin dengan kesal. Tae Ha menggerutu dalam hatinya, bisa-bisanya Yeo Reum memukulnya padahal yang salah adalah pacarnya yang berselingkuh.

Yeo Reum bertanya-tanya kenapa mereka berkelahi dan Ha Jin mengatakan kalau mereka berkelahi karena Tae Ha lah yang bersalah. Dalam hatinya, Ha Jin menyindir Tae Ha karena dia telah membuat kesimpulan yang salah. Yeo Reum percaya kalau Ha Jin memang tidak bersalah, dia sangat yakin tidak mungkin Ha Jin yang bersalah.


Mendengar keyakinan Yeo Reum pada pacarnya membuat Tae Ha berusaha keras menahan emosinya. Diam-diam dalam hatinya, ia berharap akan ada seseorang yang akan memberitahu Yeo Reum kalau pacarnya itu berselingkuh.


"Ya Tuhan, wajahmu jadi rusak" Yeo Reum cemas melihat luka di wajah Ha Jin. Yeo Reum langsung melirik kesal pada Tae Ha karena membuat wajah Ha Jin terluka.


Kecemasan Yeo Reum pada Ha Jin membuat Tae Ha teringat pada masa lalu mereka dulu.


Flashback,
Yeo Reum cemas saat dia melihat luka di bahu Tae Ha. Yeo Reum mengobati lukanya sambil menuntut Tae Ha memberinya penjelasan kenapa dia sampai terluka seperti ini. Tae Ha memberitahu bahwa dia terluka karena mengangkat kayu. Yeo Reum langsung marah-marah kenapa Tae Ha selalu mementingkan pekerjaan daripada memperhatikan tubuhnya sendiri.


"Apa tubuhmu milikmu sendiri?" protes Yeo Reum

"Kalau bukan milikku lalu milik siapa?"

"Milikku"

Tae Ha tersenyum senang mendengarnya "Lalu bagaimana dengan tubuhmu?"

"Masa kau tidak tahu. Aku milik Kang Tae Ha"

Senang dengan pernyataan Yeo Reum itu, Tae Ha memperingatkan Yeo Reum untuk tidak melupakan perkataannya sendiri barusan.


Dia lalu mengajak Yeo Reum ke pabrik kayu untuk memperlihatkan kayu bagus yang baru saja didapatkannya. Tapi Yeo Reum tidak suka dengan kayu itu karena hanya demi kayu itu Tae Ha sampai terluka. 

Saking kesalnya, Yeo reum langsung menendangi kayu-kayu itu dengan kesal sampai membuat Tae Ha protes, ia berusaha menyelamatkan kayu-kayu itu dari tendangan Yeo Reum sambil memberitahunya bahwa dia sudah susah payah untuk mendapatkan kayu-kayu itu.

Yeo Reum tidak mengerti memangnya kayu-kayu itu mau Tae Ha pakai untuk apa. Tae Ha ternyata berusaha keras mendapatkan kayu-kayu itu demi Yeo Reum. Dia bahkan tidak menyuruh pegawainya untuk mencarikannya kayu itu karena hanya dia yang tahu kayu apa yang bagus dan semuanya itu dia lakukan demi Yeo Reum.


Yeo Reum menyuruhnya berjanji untuk tidak terluka lagi dan suruh saja pegawainya jika dia ingin mencari kayu tapi Tae Ha tidak mau melakukan itu karena pegawainya tidak tahu barang bagus.

"Kau tidak pernah mau mendengarkanku! Apa kau akan melukai dirimu lagi?!" seru Yeo Reum marah sambil memukul bahu Tae Ha yang terluka secara tak sadar.

Yeo Reum baru sadar kalau dia memukul bahu Tae Ha yang terluka dengan keras saat Tae Ha mengeluhkan lukanya. Yeo Reum langsung panik dan cemas tapi Tae Ha langsung memeluknya dan berjanji bahwa dia akan lebih berhati-hati.


Kembali ke masa kini,
Tae Ha duduk bersama dengan Yeo Reum dan Ha Jin lalu meminta Yeo Reum meminjaminya cermin. Yeo Reum dengan galaknya memberikan tasnya dan menyuruh Tae Ha untuk mencari cermin sendiri di tasnya itu. Dia juga memberikan obatnya dan menyuruh Tae Ha untuk mengobati lukanya sendiri.


Saat Tae Ha sedang mengobati lukanya, Yeo Reum protes dengan menggunakan bahasa tidak formal pada Tae Ha karena Tae Ha baru saja melukai seorang dokter, bagaimana bisa Tae Ha melukai seorang dokter yang setiap hari harus berhadapan dengan banyak pasien.

Tae Ha langsung membentak Yeo Reum dan menyuruhnya tutup mulut saja kalau tidak tahu apa-apa. Ha Jin langsung marah karena Tae Ha berani berkata kasar pada Yeo Reum. Yeo Reum berusaha menenangkan Ha Jin sampai membuat Tae Ha emosi lagi  karena Yeo Reum menyukai pria brengs**k seperti Ha Jin.


Yeo Reum menendang kaki Tae Ha, mengisyaratkannya untuk minta maaf. Tapi Tae Ha membalas tendangannya memberinya isyarat kalau dia tidak mau meminta maaf. Sementara Ha Jin hanya bisa menatap mereka bolak-balik secara bergantian, merasa ada yang aneh dengan komunikasi mereka.

"Dasar brengs**k" maki Yeo Reum saat Tae Ha bersikeras tidak mau minta maaf

"Kau selalu saja memanggilku brengs**k padahal kau tidak tahu apa-apa" protes Tae Ha


Komunikasi mereka yang sedari tadi terlalu casual membuat Ha Jin terheran-heran, sejak kapan mereka berkomunikasi dengan bahasa tidak formal satu sama lain, apakah Tae Ha selalu bicara tidak formal pada semua partner bisnisnya. 

Yeo Reum dan Tae Ha langsung terdiam canggung mendengar pertanyaan Ha Jin itu. Karena mereka tidak punya penjelasan apapun, akhirnya Tae Ha pura-pura tidak sadar kalau dia bicara dengan memakai bahasa informal lalu meminta maaf pada Yeo Reum. Yeo Reum menerima maafnya dan memberitahu Tae Ha untuk hati-hati kalau bicara lain kali.

Ha Jin memberitahu Yeo Reum kalau dia duluan yang mulai bicara tidak formal pada Tae Ha. maka Yeo Reum pun langsung minta maaf pada Tae Ha.

"Kenapa kau melakukannya? Apa aku terlihat gampangan di matamu?" goda Tae Ha

Tapi Yeo Reum langsung menatapnya dengan kesal. Ha Jin yang masih bingung, terus memperhatikan keanehan dalam cara Yeo Reum dan Tae Ha berkomunikasi.



Waktu mereka berjalan menuju mobil masing-masing, Tae Ha dengan sengaja menyenggol Ha Jin dengan kesal. Saat dia melihat Yeo Reum hendak naik ke mobilnya Ha Jin, dia berkata dalam hatinya bahwa dia ingin sekali bertemu dengan Yeo Reum lagi tapi dia tidak menyangka akan mengalami kejadian ini. 

Dia lalu menantang Ha Jin main Bilyar lagi lain kali dan tanpa kehadiran wanita. Ha Jin mau-mau saja bermain bersama Tae Ha lagi tapi jika mereka mau main dengan taruhan maka Ha Jin akan memikirkannya dulu apa yang ingin dia pertaruhkan dalam permainan itu nanti apalagi dia sama sekali tidak menginginkan apapun yang Tae Ha miliki.


Dalam perjalanan pulang, Yeo Reum menyandarkan kepalanya di bahu Ha Jin tapi Ha Jin terlalu marah sampai dia tidak mau melihat sikap aegyo-nya Yeo Reum.


Sesampainya di rumah Yeo Reum, Yeo Reum meminta Ha Jin untuk memberitahunya alasan perkelahiannya dengan Tae Ha dan kenapa Ha Jin marah-marah padanya tapi Ha Jin menolak menjawabnya. Yeo Reum berusaha meminta ciuman tapi Ha Jin menolaknya juga karena dia terlalu marah bahkan hanya untuk memberinya satu ciuman. 

"Apapun yang kau lakukan hari ini tidak akan membuat keadaan menjadi lebih baik" ujar Ha Jin

Yeo Reum langsung berkaca-kaca mendengarnya. Ha Jin langsung panik melihat tangisannya, kenapa Yeo Reum menangis? Memangnya apa yang telah dilakukannya sampai dia menangis? Karena tidak tahan melihat tangisan Yeo Reum, Ha Jin langsung memeluk Yeo Reum.

"Kenapa kau menangis? Kau membuat hatiku sakit" ujar Ha Jin


Dalam hatinya, Yeo Reum mengaku kalau air matanya hanya akting untuk mendapatkan jawaban dari Ha Jin dan aktingnya itu benar-benar berhasil. Ha Jin akhirnya mau menjelaskan alasan perkelahiannya dengan Tae Ha tapi Ha Jin tidak mengatakan yang sebenarnya dan hanya mengatakan kalau perkelahian itu terjadi gara-gara Tae Ha yang bermain curang.


Di rumahnya, Tae Ha sedang menyobek-nyobek cumi-cumi kering dengan kesal. Dia hendak minum kaleng bir lagi saat dia mendapat telepon dari Yeo Reum yang tanpa basa basi sama sekali langsung mengomeli Tae Ha karena Tae Ha bermain curang di permainan Bilyar. Yeo Reum memperingatkan Tae Ha untuk tidak melakukan hal itu lagi jika dia bermain Bilyar dengan Ha Jin lagi dan terima saja kekalahannya. Dan setelah mengucapkan semua itu, Yeo Reum langsung mematikan teleponnya tanpa memberi Tae Ha kesempatan untuk bicara.


Dalam wawancaranya, Tae Ha mengeluh marah akan sikap Yeo Reum padanya. Tae Ha tidak percaya sekarang Yeo Reum bersikap seperti ini padanya padahal dulu Yeo Reum sangat tergila-gila padanya. Kenapa Yeo Reum tidak mengenang masa-masa indah mereka bersama dulu. Bukankah jika mantan pacarnya muncul, Yeo Reum seharusnya mengingat kenangan indah mereka bersama, melihat foto album lama mereka dan merasakan sedikit rasa sakit di hatinya.


Di rumah Yeo Reum, Yoon Sol menjawab wawancara Tae Ha dan memberitahu bahwa dia dan Yeo Reum sama sekali tidak seperti itu. Karena bagi mereka mantan pacar adalah 'mobil bekas'.


Tae Ha tambah kesal mendengarnya, bagaimana bisa dia disebut sebagai mobil bekas. Bagaimana bisa Yeo Reum menganggapnya sebagai mobil bekas. Jika dia mobil bekas, lalu apa sebutan untuk Ha Jin?


Yoon Sol menjawab "Mobil baru. Mobil paling mewah yang baru dilaunching. Kenapa juga kau harus menggunakan mobil bekas kalau bisa mendapat mobil baru?"


Joon Ho heran dengan Yoon Sol, kenapa Yoon Sol selalu pintar bicara jika menyangkut masalah orang lain tapi tidak dengan masalahnya sendiri. Joon Ho penasaran, Eun Gyu itu Yoon Sol anggap sebagai apa?


Yeo Reum memergoki mereka berdua didepan kamarnya dan Joon Ho langsung mengalihkan perhatian Yeo Reum dengan pura-pura ngomel kesal karena Yoon Sol minum-minum lagi hanya karena Eun Gyu.


Yoon Sol melihat Eun Gyu pulang dari kantor bersama dengan rekan-rekan kerja wanitanya yang cantik. Diam-diam dia membuntuti Eun Gyu dari belakang.


Saat Eun Gyu naik ke tangga menuju sebuah cafe, Yoon Sol berusaha mengikutinya tapi malah bertubrukan dengan seorang ahjussi yang sedang membawa banyak barang. Yoon Sol langsung minta maaf dan membantu ahjussi itu mengumpulkan barang-barangnya yang berceceran tapi ahjussi itu tidak mau menerima maaf saja dan menuntut Yoon Sol membayar ganti rugi. 


Yoon Sol ingin membayarnya tapi sayangnya saat itu Yoon Sol sedang tidak membawa dompetnya. Ahjussi itu langsung berteriak marah saat tiba-tiba Eun Gyu datang dan berusaha menyelamatkan Yoon Sol dari kemarahan ahjussi itu dan bersedia membayarkan ganti ruginya Yoon Sol.

Ahjussi itu langsung memanfaatkan keadaan dengan meminta ganti rugi yang banyak dan Eun Gyu bersedia membayar berapapun yang dia minta. Ahjussi itu jadi heran, apakah wanita ini pacarnya Eun Gyu.

"Tidak, dia teman saya" jawab Eun Gyu. Sebuah jawaban yang membuat Yoon Sol jadi sedih.


Setelah itu, mereka duduk bersama di cafe tapi Yoon Sol terus terdiam bahkan tidak mau makan apapun. Yoon Sol tidak mau makan karena dia tidak membuat Eun Gyu merasa tenang dan nyaman jika dia melihat Yoon Sol makan dan hidup dengan baik. Yoon Sol bertekad kalau dia tidak akan hidup dengan baik, dia tidak mau makan dan akan terus minum-minum setiap hari. Setiap hari pula dia akan menangis dan membuntuti Eun Gyu kemana-mana.

Setelah memikirkannya baik-baik, Yoon Sol yakin kalau Eun Gyu juga menyukainya tapi Eun Gyu tidak mau mengakuinya karena harga diri Eun Gyu jauh lebih tinggi daripada hatinya. Yoon Sol yakin kalau Eun Gyu tidak mau mengakui perasaannya karena dia tidak mau statusnya yang merupakan seorang pegawai perusahaan terkenal pacaran dengan seorang wanita biasa yang toko mebelnya selalu merugi. Karena itulah Yoon Sol bertekad untuk menelepon dan mengirimi Eun Gyu pesan setiap hari. 

"Aku tidak mau menjadi temanmu lagi" ujar Yoon Sol

"Kalau kau tidak mau, sayang sekali kalau begitu" ujar Eun Gyu cuek


Dir. Yoon sedang mengunjungi sebuah cafe yang dulu pernah dibangun oleh perusahaannya Tae Ha saat dia berpapasan dengan Yoon Sol. Dir. Yoon menyapanya dengan ceria tapi Yoon Sol saat itu sedang sangat bersedih sampai dia meminta dir. Yoon untuk pura-pura tidak melihatnya saja.

Yoon Sol berlalu pergi tapi dir. Yoon cepat-cepat menghentikannya untuk memeriksa sepeda Yoon Sol yang bannya pecah. Dia juga melihat kaki Yoon Sol lebam dan memar. Dia lalu menawari Yoon Sol tumpangan pulang.


Dalam perjalanan mengantarkan Yoon Sol pulang, bukannya menghibur Yoon Sol dengan memutar lagu ceria, dir. Yoon malah memutar lagu sedih tentang perpisahan sepasang kekasih. Yoon Sol langsung mematikannya dan bertanya-tanya apakah dir. Yoon orang yang tidak cepat tanggap.

Dari situlah baru dir. Yoon sadar kalau Yoon Sol pasti baru saja dicampakkan pacarnya. Yoon Sol langsung kesal karena dir. Yoon malah mengucapkan hal itu terang-terangan.

Melihat Yoon Sol menangis, Dir. Yoon berusaha menawari tisu tapi ternyata tisunya sudah habis dan cuma tinggal bungkus kosongnya saja. Akhirnya karena cuma punya satu saputangan kotor, dir. Yoon memberikan saputangan itu untuk Yoon Sol. (gross!)


Sesampainya di rumah, dir. Yoon berusaha menghibur Yoon Sol dengan memberi nasehat bahwa dunia ini luas dan pria di dunia ini banyak tapi sayangnya nasehat semacam itu sama sekali tidak berpengaruh bagi Yoon Sol karena siapa juga yang tidak tahu kalau nasehat semacam itu adalah nasehat yang sudah umum. 

"Apa kau pikir orang yang menangis karena cinta tidak tahu kenyataan itu? Apa gunanya punya dunia yang luas dan pria yang banyak kalau pria yang kusukai tidak menyukaiku?!" seru Yoon Sol

Dari hal seperti inilah ketidakberuntungan dalam cinta dimulai, bukan karena dunia ini sempit ataupun karena jumlah pria sedikit.


Karena nasehat itu tidak berhasil, Yoon Sol langsung menuntut cara kedua yang akan dir. Yoon pakai untuk menghiburnya. 
Tapi sayangnya, dir. Yoon sendiri bingung harus menghibur Yoon Sol dengan cara apa lagi. Yoon Sol langsung tertawa sinis melihat kebingungan dir. Yoon. Karena inilah dia menangis, karena tidak ada jawaban atas masalah yang sedang dialaminya.

"Jadi, apa kau akan terus menangis?" tanya dir. Yoon

"Apa aku bilang kalau aku akan terus menangis? Apa kau tidak melihatku bekerja? Aku bekerja, aku makan, minum-minum dan nongkrong dengan teman-temanku dan jika ingatan itu muncul maka aku akan menangis. Itulah yang namanya hidup" seru Yoon Sol

Perkataan itu tampaknya sangat mengena di hati dir. Yoon.


Keesokan harinya, dir. Yoon dan Tae Ha sedang berada di lokasi proyek. Dir. Yoon memberitahu Tae Ha kalau dia merasa Yoon Sol itu sangat manis tapi Tae Ha memberitahu dir. Yoon kalau dir. Yoon tidak akan bisa mendekati Yoon Sol karena ada seorang pria yang selalu berada disisi Yoon Sol selama 32 tahun.


Di rumah, Joon Ho marah-marah pada Yoon Sol karena lagi-lagi Yoon Sol tidak membilas tolietnya setelah buang air. Tapi Yoon Sol tidak mau peduli. Joon Ho sangat marah pada Yoon Sol sampai-sampai dia tidak mau mengantarkan Yoon Sol pergi bekerja.


Di lokasi proyek, Tae Ha sedang melihat luka di wajahnya lewat layar ponselnya saat tiba-tiba dia mendapat pesan dari Yeo Reum yang bertanya apakah Tae Ha masih marah padanya. Tae Ha sangat senang mendapat pesan itu tapi kemudian dia membalas pesan Yeo Reum dengan pura-pura masih marah. Demi membuat Tae Ha tidak marah lagi padanya, Yeo Reum pun berinisiatif mentraktir Tae Ha makan siang di green salad.

"Green salad yang dimana?" tanya Tae Ha dalam pesannya

"Green salad yang dekat dengan studioku <3" balas Yeo Reum.

Pesan balasan yang ini langsung membuat mata Tae Ha terpanah tak percaya karena Yeo Reum memberi embel-embel heart di bagian akhir pesannya.


"Sebenarnya aku sangat sibuk, tapi karena kau bersikeras mentraktirku sebagai permintaan maaf maka aku bersedia makan siang bersamamu" ujar Tae Ha dalam pesannya

"Sok jual mahal? Sampai jumpa 30 menit lagi <3" balas Yeo Reum lagi-lagi dengan embel-embel heart (kayaknya Yeo reum salah kirim deh)

Tae Ha tidak percaya Yeo Reum mengiriminya heart 2 kali, ada apa ini? tapi bagaimanapun juga Tae Ha merasa sangat senang dengan embel-embel heart itu. Saking senangnya, dia langsung loncat-loncat kegirangan dan membuat para pekerja melihat tingkah anehnya dengan bingung.


Di Green salad, Yeo Reum sedang berdandan sambil menunggu kedatangan Tae Ha. Tapi saat Tae Ha muncul, Yeo Reum bingung sendiri kenapa Tae Ha datang ke restoran ini. 

"Kau yang mengirimiku pesan untuk datang kemari" ujar Tae Ha

Yeo Reum mengecek ponselnya dan langsung terkejut karena pesan yang seharusnya ia tujukan pada Ha Jin malah dia kirimkan pada Tae Ha. (haha sudah kuduga)


Ha Jin sendiri sedang mengunjungi studionya Yeo Reum tapi hanya ada Yoon Sol disana. Yoon Sol heran kenapa Ha Jin berada disana, bukankah Yeo Reum sudah mengiriminya pesan yang mengajaknya makan siang. Ha Jin malah bingung karena dia tidak mendapat pesan apapun dari Yeo Reum. Yoon Sol akhirnya memberitahu Ha Jin kalau Yeo Reum sudah pergi 10 menit yang lalu untuk makan siang di Green salad.


Di Green salad, Yeo Reum dan Tae Ha sedang mengambil makanan saat Tae Ha ngomel-ngomel karena kemarin Yeo Reum hanya mentraktirnya makan mie dingin sementara Ha Jin malah dia traktir di restoran sebagus ini.

"Karena kita sudah disini, makan saja lalu pergi" ujar Yeo Reum

"Aku jauh-jauh datang kemari dan baru tahu kalau aku mendapat pesan yang salah. Bagaimana bisa aku makan siang dengan tenang"

"Kalau begitu jangan makan!"


Tae Ha lalu bertanya apakah Ha Jin memberitahu Yeo Reum tentang apa alasan mereka sampai berkelahi. Yeo Reum memberitahukan apa yang dikatakan Ha Jin bahwa mereka berkelahi karena Tae Ha bermain curang. Tae Ha langsung emosi mendengarnya, apa Yeo Reum percaya dengan perkataan Ha Jin itu? apa Yeo Reum tidak tahu kalau Tae Ha adalah orang yang sangat menjunjung tinggi keadilan dan sangat tidak suka dengan kecurangan?

Yeo Reum tahu, dia sangat tahu kalau Tae Ha adalah orang yang tidak suka berbasa-basi, selalu melakukan yang terbaik dalam apapun yang dikerjakannya dan selalu menginginkan imbalan yang adil. Yeo Reum tahu kalau Tae Ha tidak suka bermain curang karena hal itu hanya akan melukai harga dirinya. Karena itulah, Yeo Reum jadi bingung sendiri.


"Bagaimana kalau aku yang memulai perkelahian itu?" ujar Tae Ha "Apa kau tidak berpikir bahwa aku melakukan itu demi melindungimu?"

"Kenapa kau melindungiku? Memangnya aku milikmu?"

Perkataan sinisnya Yeo Reum itu mengingatkan Tae Ha pada masa lalu mereka bersama, saat Yeo Reum menyatakan bahwa dirinya adalah milik Kang Tae Ha. Yeo Reum ingin mereka lebih berhati-hati mulai sekarang, karena dia tidak mau membuat Ha Jin curiga padanya.


Saat Tae Ha melihat kedatangan Ha Jin, Tae Ha langsung mendorong kepala Yeo Reum menunduk di bawah meja dan memberitahunya kalau Ha Jin baru saja datang ke restoran itu. Yeo Reum langsung panik apalagi saat dia melihat Ha Jin meneleponnya dan dia baru sadar kalau dia telah meninggalkan ponselnya di meja.


Ha Jin melihat ponsel Yeo Reum yang bergetar di salah satu meja tapi dia bingung karena Yeo Reum malah tidak ada dan yang lebih aneh lagi, dia juga melihat ada sebuah jaket putih pria yang tersampir di kursi depan.

Yeo Reum dan Tae Ha sendiri sedang bersembunyi di balik tembok dengan gugup. Tae Ha menyuruh Yeo Reum untuk keluar duluan dan bersikap biasa saja karena mereka kan tidak sedang tertangkap basah berselingkuh atau semacamnya. Yeo Reum setuju dengannya lalu keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Ha Jin dengan tenang.


Yeo Reum menjelaskan kesalahan pengiriman pesannya tadi dan meminta maaf pada Ha Jin dan saat itulah Tae Ha akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya dan dengan tenangnya pura-pura heran dengan kesalahan Yeo Reum mengirimkan pesan-pesan itu padanya.

Ha Jin langsung melotot mengetahui pesan-pesan itu salah terkirim pada Tae Ha. Yeo Reum cepat-cepat membuat alasan kalau pesan itu salah terkirim gara-gara akhir-akhir ini dia sering bicara dengan Tae Ha masalah pekerjaan.

Tae Ha pura-pura makan dengan tenang walaupun sebenarnya dia merasa ingin mati karena harga dirinya sangat terluka.


Saat Ha Jin pergi mengambil makanan, Yeo Reum membisikkan permintaan maaf pada Tae Ha tapi Tae Ha sama sekali tidak menanggapinya. Yeo Reum jadi merasa tidak enak sampai tidak bisa makan dengan tenang. Saat Tae Ha memperhatikan ketidaknyamanan Yeo Reum, dia akhirnya mau mengalah dan meminta Yeo Reum untuk makan dengan nyaman dan tidak perlu mengkhawatirkannya. Yeo Reum akhirnya bisa makan dengan nyaman.


Saat Tae Ha hendak mengambil makanan lagi bersama Ha Jin, Ha Jin langsung mengomentari masalah banyaknya insiden kebetulan yang terjadi antara Tae Ha dan Yeo Reum.

"Dulu ada seorang gadis yang mengatakan padaku bahwa jika kebetulan terjadi terus menerus maka itu namanya takdir" ujar Tae Ha tanpa memberitahu kalau yang penah mengatakan kalimat itu adalah Yeo Reum.

Ha Jin bertanya apakah waktu Tae Ha mengatakan kalau dia menyukai Yeo Reum itu sungguh-sungguh atau cuma cara yang Tae Ha gunakan untuk memprovokasinya saja.

"Bagaimana kalau aku sungguh-sungguh"


Ha Jin tidak ingin mengekang Yeo Reum dan tidak ingin pula menghalangi Yeo Reum dari apapun yang ingin Yeo Reum lakukan, karena itulah Ha Jin tidak akan mempermasalahkan jika Tae Ha menyukai Yeo Reum tapi Ha Jin melarang Tae Ha untuk menunjukkan perasaannya itu pada Yeo Reum.

Tae Ha langsung tersenyum sinis karena Ha Jin terlihat sangat kekanak-kanakan, lagipula bahkan sekalipun Ha Jin menikahi Yeo Reum, Ha Jin tetap tidak punya hak untuk mengekangnya ataupun menghalangi Yeo Reum melakukan apapun yang Yeo Reum inginkan.

Ha Jin menyadari betul sikap kekanak-kanakannya itu karena itulah dia berusaha untuk tidak melakukan hal-hal kekanak-kanakan itu "Tapi kalau kau sampai menunjukkan perasaanmu itu pada Yeo Reum, kau akan mati di tanganku! Kau tahu sendiri kalau aku tidak selalu baik, iya kan?"


Tae Ha tertawa geli mendengarnya, apakah Ha Jin cemas kalau Yeo Reum akan goyah olehnya. Tidak, Ha Jin sama sekali tidak mengkhawatirkan masalah itu. Yang Ha Jin cemaskan adalah jika Yeo Reum sampai tahu tentang perasaan Tae Ha padanya maka Yeo Reum tidak akan merasa nyaman.

Ha Jin tidak akan memberitahu Yeo Reum tentang perasaan Tae Ha itu karena dia ingin Yeo Reum menyelesaikan proyek kerja samanya bersama Tae Ha dengan baik.

Karena Ha Jin tidak mau memberitahukan masalah perasaannya pada Yeo Reum, Tae Ha langsung menantang Ha Ji untuk mengatakan pada Yeo Reum tentang hal yang lainnya, sesuatu yang diketahui oleh Tae Ha malam itu, wanita lain yang dipeluk Ha Jin.


Di klinik Bom-Bom, Ah Rim meminta Joon Ho untuk memberitahunya tentang alamat Ha Jin. Ah Rim ingin tahu alamat Ha Jin karena dia ingin membalas kebaikan Ha Jin padanya, Ah Rim ingin memberikan minuman jus segar untuk Ha Jin karena Ha Jin sangat keren.


Di restoran, Tae Ha bertanya apakah Yeo Reum tahu kalau malam itu Ha Jin memeluk wanita lain. Ha Jin tidak mau menjelaskan masalah itu pada Tae Ha dan dia juga tidak merasa perlu untuk menjelaskannya tapi yang pasti Tae Ha sudah salah paham padanya.

"Tapi ngomong-ngomong, kenapa kau tidak memberitahukan masalah ini pada Yeo Reum?" tanya Ha Jin

"Apa kau pikir aku anak kecil yang suka membuka rahasia orang lain?" balas Tae Ha


Mereka bertiga lalu duduk bersama dan makan sambil saling melirik dengan canggung. Ha Jin dan Yeo Reum berusaha mencairkan suasana dengan saling menanyakan kesibukan masing-masing tapi malah jadi tambah canggung.

Tae Ha juga berusaha ikut bicara dan mengajak Yeo Reum pergi bersamanya mencari kayu daur ulang yang Yeo Reum inginkan. Dan apapun usaha mereka, tetap saja suasana canggung diantara mereka bertiga sama sekali tidak bisa mencair.



Selesai makan siang, Ha Jin menggenggam tangan Yeo Reum dan memintanya untuk tidak lagi salah mengirim pesan. Ha Jin juga heran kenapa selama makan siang tadi Yeo Reum sama sekali tidak tersenyum padanya, apakah dia melakukan sesuatu yang salah atau apa?

Yeo Reum langsung menyangkalnya dan beralasan bahwa dia begitu karena situasi tadi terasa tidak nyaman. Ha Jin membenarkan bahwa situasinya memang tidak nyaman tapi bukan berarti Yeo Reum harus merasa gugup karena ketidaknyamanan tadi terjadi karena perselisihan antar pria dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Yeo Reum.


"Kalau kau tidak marah padaku, cium aku" perintah Yeo Reum dan Ha Jin pun langsung menurutinya dan mencium kening Yeo Reum.


Saat Yeo Reum pergi, Ha Jin berkata dalam hatinya bahwa dia ingin sekali memberitahu Yeo Reum untuk berhati-hati dengan Tae Ha tapi tidak ada manfaatnya juga jika Yeo Reum tahu tentang perasaan Tae Ha. Lagipula rasanya kekanak-kanakan memperingatkan Yeo Reum duluan.


Bersambung ke part 2

3 comments

Keren Tae Ha & Ha Jin berkelahi tp mengalah dgn Yeo Reum

Ada yang tau judl lagu yang pas Tae ha keinget sama han yoe reum di mobil ? kasih tau plis

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon