Powered by Blogger.

Episode 13: Haruskah aku pura-pura mabuk dan menciummu?


Setelah Yeo Reum menerima lamarannya, Ha Jin akhirnya memberitahu Yeo Reum bahwa cerita dua anak panti asuhan yang pernah ia ceritakan pada Yeo Reum waktu itu sebenarnya adalah kisah masa kecilnya bersama Ah Rim. Dialah anak yang diadopsi dan Ah Rim adalah anak yang dia tinggalkan di panti asuhan.

"Aku ini jahat dan pengecut kan?"

"Tidak, tidak sama sekali"

Ha Jin cukup terkejut mendengar jawaban itu, apakah Yeo Reum sungguh-sungguh berpikir seperti itu. Yeo Reum langsung memeluk Ha Jin dan meyakinkannya bahwa dia tidak jahat dan bukan pengecut karena waktu dia diadopsi dia masih kecil dan tidak tahu apa-apa.



Saat memeluk dan menghibur Ha Jin, Yeo Reum teringat waktu Tae Ha memeluknya karena menangis mengingat ayahnya. Sekarang Yeo Reum menyadari bahwa dia sekarang bisa menghibur orang lain karena dia pun pernah dihibur Tae Ha.

Ha Jin berbaring dalam pangkuan Yeo Reum saat dia berkata bahwa saat dia diadopsi, dia berumur 12 tahun. Waktu itu, Ha Jin menyadari bahwa adopsinya merupakan sebuah kesempatan yang berharga karena bisa diadopsi di umur yang sudah mulai menginjak usia remaja yang pastinya cukup sulit bagi si anak maupun bagi keluarga angkatnya.


Flashback,
Saat semua anak panti asuhan termasuk Ah Rim tengah tertidur lelap, Jin Soo diam-diam mengelus kepala Ah Rim untuk yang terakhir kalinya sebelum dia pergi.


Kembali ke masa kini,
Ha Jin berkata bahwa sejak saat itu, dia tidak pernah kembali ke panti asuhan sampai beberapa waktu yang lalu bersama Ah Rim. Yeo Reum penasaran kenapa Ha Jin tidak pernah menceritakan masalah ini padanya. Ha Jin mengaku bahwa merahasiakan masalah ini karena dia cemas, apakah Yeo Reum akan bisa memahaminya atau tidak. Terlebih lagi, dia tidak ingin melawan ibunya karena ibunya selalu mempelakukannya seperti anak kandung sendiri.


"Siapa namamu waktu kecil?" tanya Yeo Reum

"Namaku... Ahn Jin Soo" jawab Ha Jin

Yeo Reum tersenyum mendengarnya lalu memeluk Ha Jin dan berkata "Senang bertemu denganmu, Ahn Jin Soo-ssi"


Keesokan harinya, Tae Ha sedang lari pagi saat ponselnya yang berbentuk jam tangan berdering. Yang meneleponnya adalah dir. Yoon yang memberitahu Tae Ha bahwa dia sedang berada di rumah Tae Ha dan memasak sarapan.

"Ah, kenapa kau terus datang ke rumahku? Memangnya kau istriku?" protes Tae Ha


Dir. Yoon berkata bahwa dia datang setiap pagi untuk mengecek apakah Tae Ha masih hidup atau sudah mati. Dir. Yoon menyuruh Tae Ha untuk cepat pulang dan makan sarapan bersamanya. Di meja makan terlihat ada banyak sekali kaleng bir kosong yang Tae Ha habiskan sendirian. 

"Cinta... pada akhirnya akan membunuh seseorang" gumam dir. Yoon sambil membuang kaleng-kaleng bir kosong itu.


Yeo Reum dan Ha Jin sedang sarapan bersama. Ha Jin menceritakan pada Yeo Reum tentang keinginannya membantu Ah Rim kuliah di luar negeri tapi Ah Rim malah menolaknya dan saat ini dia sedang berusaha untuk meyakinkan Ah Rim agar mau menerima bantuannya.


Yeo Reum memberitahu Ha Jin bahwa semalam Ah Rim memandang ke atas apartemennya Ha Jin dan menangis, karena itulah semalam Yeo Reum salah paham. Yeo Reum mengaku bahwa semalam dia dan Ah Rim berdebat dan dia dengan kejamnya memberitahu Ah Rim bahwa Ha Jin baik pada Ah Rim hanya karena kasihan. Yeo Reum sekarang merasa bersalah atas kata-kata kasarnya pada Ah Ri semalam dan sekarang dia berjanji untuk memperbaiki temperamennya itu.

Ha Jin langsung tersenyum mendengarnya, tapi dia meminta Yeo Reum untuk tidak terlalu menjadikannya beban. Ha Jin berjanji bahwa dia akan menyesuaikan dirinya dengan sifatnya Yeo Reum.


Tae Ha baru pulang ke rumah saat dia melihat dir. Yoon sedang mengepel lantai rumahnya sambil ngomel-ngomel "Hanya dengan sekali pandang, tempat ini adalah tempat orang yang dicampakkan. Bersihkan rumahmu!"


Mereka lalu sarapan bersama tapi Tae Ha tidak berselera makan karena pikirannya penuh dengan Yeo Reum. Ia bertanya-tanya dalam hatinya apakah semalam Yeo Reum telah menerima lamarannya Ha Jin. 

Melihat Tae Ha yang begitu stres, dir. Yoon berusaha menghiburnya dan berkata bahwa walaupun butuh waktu cukup lama tapi Tae Ha pasti akan melupakannya. Tapi Tae Ha tidak yakin akan bisa melupakannya.


Tae Ha teringat saat Yeo Reum menangis karena hampir setiap malam dia mendatangi studio Yeo reum sampai membuat Yeo Reum selalu menunggu kedatangannya. Tae Ha mengaku pada dir. Yoon bahwa dia sebenarnya berharap perasaan yang Yeo Reum rasakan itu tidak akan berlalu begitu saja.

Tae Ha teringat saat Yeo Reum mengantarkannya pulang setelah dia mengantarkan Yoon Sol pulang. Saat itu sebenarnya dia bertanya-tanya kenapa Yeo Reum melakukan ini? apakah Yeo Reum masih punya perasaan padanya?

Saat Tae Ha mengantarkan Yeo Reum ke apartemennya Ha Jin semalam, waktu itu sebenarnya dia bertanya-tanya dalam hatinya, haruskan ia menahan Yeo Reum supaya Yeo Reum tidak bisa pergi?

Dengan kesalnya Tae Ha memberitahu dir. Yoon bahwa setiap hari dia berjuang melawan pikiran-pikirannya itu dan dia sangat berharap bisa berhenti memikirkan semua itu.


"Orang yang berpengalaman berkata bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya" ujar dir. Yoon

"Memangnya kekuasaan apa yang dimiliki waktu?" protes Tae Ha

"Hiduplah sedikit lebih lama. Kau akan menyadari bahwa betapa menakutkannya waktu"

Dir. Yoon berkata bahwa wanita yang sekarang menurutnya sangat spesial dan hanya ada satu di dunia, seiring berjalannya waktu akan menjadi wanita biasa. Saat itulah Tae Ha akan menyadari bahwa waktu sangatlah menakutkan. Karena itulah sebaiknya sekarang Tae Ha berhenti bersikap seolah-olah dia baik-baik saja dan menghadapi rasa sakitnya agar Tae Ha bisa melupakannya dengan cepat.

Tae Ha jadi penasaran kenapa dir. Yoon bisa memberinya nasehat sebagus itu? apakah dir. Yoon pernah punya pengalaman cinta yang tidak Tae Ha ketahui? Dir. Yoon tampak gugup dengan pertanyaan itu tapi dengan cepat dia berkata bahwa orang yang tidak pernah pacaran punya pengetahuan lebih banyak.


Joon Ho mendatangi kantornya Yoon Hee untuk meminta bantuan asistennya menuliskannya sebuah surat cinta karena walaupun dia dokter dan pintar tapi dia tidak bisa menulis surat cinta. Asisten Jang bertanya seperti apa gadis itu dan Joon Ho pun memberi gambaran bahwa gadis itu bodoh, selera makannya tinggi, tapi dia dan gadis itu sama-sama suka makan ramen, mulutnya tajam, kadang suka menggunakan kekerasan, kakinya pendek tapi dadanya lumayan bagus.

"Kenapa kau menginginkan wanita seperti itu?" tanya asisten Jang heran

"Haruskah aku tidak menginginkannya? Argh, Aku berharap seseorang akan menghentikanku!" keluh Joon Ho


Asisten Jang bertanya Joon Ho ingin ia menulis apa dalam surat cintanya dan Joon Ho berkata bahwa dia ingin asisten Jang menulis sesuatu yang romantis seperti yang percakapan romantis yang biasanya ada didalam drama. Kata-kata romantis seperti misalnya...

"Apa kau mencium bau gosong?" (pwahahaha... apanya yang romantis?)

Asisten Jang setuju tapi dia menginginkan bayaran maka Joon Ho pun menawarinya Botox.


Yeo Reum memperlihatkan cincin lamarannya pada Yoon Sol. Yeo Reum merasa setelah dia menerima cincin itu, dia dan Ha Jin akan bahagia bersama untuk waktu yang lama. Yeo Reum memberitahu bahwa dia akan menyiapkan pernikahannya segera setelah proyek wine bar dan proyek town house selesai.


Mereka kemudian melanjutkan pekerjaan mereka tapi Yoon Sol tidak bisa konsentrasi kerja karena pesan-pesan terus berdatangan ke ponselnya. Pesan-pesan itu dari dir. Yoon dan Eun Gyu.

"Siapa yang lebih kau sukai?" tanya Yeo Reum

Yoon Sol merasa dir. Yoon sangat perhatian dan membuatnya nyaman dan aman karena dir. Yoon lebih tua darinya. Sedangkan Eun Gyu punya pengaruh cukup besar padanya. Tapi ada pria lain yang membuatnya merasa terganggu dan pria itu adalah Joon Ho.

"Joon Ho? Do Joon Ho dari rumah kita?" tanya Yeo Reum kaget dan Yoon Sol langsung menggangguk dengan sedih.


Flashback,
Yoon Sol hendak pergi ke studio saat Joon Ho tiba-tiba memanggilnya untuk menawarkan tumpangan. Saking bersemangatnya untuk mengantarkan Yoon Sol, Joon Ho sampai terjatuh dari tangga.


Suatu hari, Yoon Sol secara tak sengaja memergoki Joon Ho yang ingin menggantikan bunga pemberian Eun Gyu yang sudah layu di vas dengan bunga pemberiannya sendiri. Saat itu Joon Ho langsung cepat-cepat menyembunyikan bunganya di belakang punggungnya dan saat bunganya terjatuh, Joon Ho langsung terduduk di lantai hanya demi menyembunyikan bunga itu.


Kembali ke masa kini,
Yoon Sol tersenyum memikirkan segala tingkah aneh yang dilakukan Joon Ho. Tapi anehnya tingkah aneh Joon Ho itu malah membuat Yoon Sol merasa gelisah.

Ada 2 syarat yang Yoon Sol inginkan dari pria. Yang pertama pria yang memperlakukannya sebagai wanita dan yang kedua pria yang memperlakukannya sebagai manusia. 

Karena itulah dia sangat kesal pada Joon Ho karena Joon Ho tidak memperlakukannya sebagai wanita saat Joon Ho memberinya hadiah berupa toilet. Yoon Sol benar-benar kesal karena gara-gara perasaannya pada Joon Ho, dia jadi tidak bisa berkencan dengan dir. Yoon dan Eun Gyu.


Yeo Reum menyadari bahwa Yoon Sol menyukai dir. Yoon dan Eun Gyu karena ada alasan tapi Yoon Sol menyukai Joon Ho tanpa ada alasan sama sekali. Sambil mengenang saat dia pertama kali jatuh cinta pada Tae Ha, Yeo Reum memberitahu Yoon Sol bahwa ada seseorang jatuh cinta pada orang asing tanpa alasan sama sekali. Orang itu tidak tahu apapun tentang orang yang disukainya itu tapi walaupun orang itu tidak mengenalnya sama sekali, orang itu tetap jatuh cinta pada orang asing itu.

"Dan pada saat yang sama ketika kau mulai menyukainya. Kau mulai menyadari bahwa ini adalah cinta. Hatimu menyadarinya lebih dulu daripada pikiranmu. Hal itu terjadi secara alami. Apa kau tidak tahu tentang itu?" ujar Yeo Reum


Tapi Yoon Sol langsung marah mendengar perkataan Yeo Reum itu karena dia tahu kalau orang asing yang dimaksud Yeo Reum itu adalah Tae Ha. Dengan marah, Yoon Sol memberitahu Yeo Reum bahwa Yeo Reum sudah mulai jatuh cinta lagi dengan Tae Ha, hati Yeo Reum telah menyadarinya jauh sebelum otak Yeo Reum menyadarinya. Yoon Sol marah karena Yeo Reum menceritakan kisah cintanya dengan begitu indah tapi tidak mengatakan apapun tentang bagaimana saat Tae Ha membuatnya menangis.

"Apa kau pikir aku tidak mengerti perasaanmu? Apa kau tahu betapa beratnya bagiku untuk pura-pura tidak tahu apapun? Aku sama sekali tidak mengerti dengan kalian berdua. Dia memintamu untuk putus padahal kalian sudah putus dan setelah itu kau pulang dan menangis tanpa alasan. Aku benar-benar tidak mengerti dengan kalian berdua! Kau jatuh cinta pada Kang Tae Ha kan?"


Yeo Reum gugup mendengar semua ucapan Yoon Sol. Dia berusaha bangkit untuk menghindari pertanyaan Yoon Sol itu tapi akhirnya dia mengaku dengan jujur dia memang mulai jatuh cinta dengan Tae Ha. Tentu saja dia jatuh cinta pada Tae Ha karena dia bukan orang lain tapi Kang Tae Ha.

"Apa kau tahu siapa Kang Tae Ha bagiku?"

Dia dan Tae Ha bertemu saat mereka masih muda dan menjalin hubungan cinta selama 5 tahun. Bahkan sampai sekarang pun Tae Ha tahu segala hal tentangnya, Tae Ha bahkan mengenalnya jauh lebih baik daripada Joon Ho dan Yoon Sol yang telah berteman baik dengannya selama 30 tahun. Jadi bagaimana bisa Yeo Reum tidak jatuh cinta padanya.

Yeo Reum mengaku bahwa dia memang muali jatuh cinta pada Tae Ha. Tapi dia tidak merasa telah melakukan sesuatu yang salah karena dia tidak tidur dengan Tae Ha dan tidak pula berencana melarikan diri bersama Tae Ha. Yeo Reum tahu dimana dia seharusnya berada yaitu disisi Ha Jin.

"Aku bukan plastik ataupun besi. Bagaimana mungkin aku tidak jatuh cinta padanya?"


Ucapan Yeo Reum itu akhirnya membuat emosi Yoon Sol mereda dan ia langsung bangkit untuk memeluk Yeo Reum.


Tae Ha dan dir. Yoon tengah melihat-lihat gambar design-nya Yeo Reum dan mereka langsung terkagum-kagum melihat semua design itu. Saking bagusnya, dir. Yoon merasa design-design itu bisa lebih cocok untuk pameran furniture ketimbang hanya untuk wine bar.

"Han Yeo Reum sangat hebat" puji dir. Yoon

"Karena dia Han Yeo Reum" ujar Tae Ha dengan senyum bangga


Di studio, Yoon Sol meminta maaf pada Yeo Reum atas kata-kata kasarnya tadi. Yeo Reum tidak mempermasalahkannya karena die mengerti kalau Yoon Sol pasti kesulitan untuk memahaminya. Yoon Sol berkata bahwa dia bukannya tidak mengerti tapi hanya cemas. Yeo Reum mengerti karena dia sendiripun sulit memahami hubungan orang lain.

"Tapi kau kan temanku. Bahkan sekalipun semua orang melempariku dengan batu, kau jangan ikut-ikutan mereka. Kalau kau melakukannya kurasa aku akan sangat terluka" pinta Yeo Reum

Yeo Reum berkata bahwa dia menyukai Ha Jin dan sekarang dia sudah mengenal dan memahami Ha Jin dengan lebih baik karena itulah dia tidak akan putus dengan Ha Jin dan tidak punya niat untuk putus dengannya.


Ha Jin menelepon Ah Rim tapi Ah Rim tidak menjawab teleponnya. Ha Jin akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan untuk bertanya apakah Ah Rim sudah membaca dokumen informasi sekolah di luar negeri.

Ah Rim sedang duduk sambil menatap semua dokumen itu sedih. Tapi bukannya membacanya, Ah Rim malah memasukkan semua dokumen itu kembali ke map. Dia lalu memandangi foto masa kecilnya bersama Jin Soo tapi kemudian dia membalik foto itu dan menangis.


Joon Ho tengah latihan menyatakan cintanya pada Yoon Sol dengan menggunakan hasil tulisan asisten Jang, tapi tulisan asisten Jang itu terdengar terlalu cheesy, maka Joon Ho pun mengubah kata-kata itu agar tidak terlalu berlebihan.

"Hei, memangnya apa kekuranganku dibandingkan kedua pria ini? Wajah dan latar belakang... aku jauh lebih baik dalam segalanya. Kalau kau sangat ingin pacaran, pacaran denganku saja. Jadilah milikku"


Tapi kalimat itu rasanya agak kasar maka Joon Ho mengubahnya lagi. Kali ini dia latihan menyatakan cinta sambil berlutut. Dalam latihan pernyataan cintanya, Joon Ho berjanji akan selalu berada disisi (Yoon Sol) selamanya dan dia juga berjanji akan memperlakukan (Yoon Sol) dengan baik.

"Kau sedang apa?" tanya Yoon Sol

Joon Ho begitu terkejut dengan kedatangan Yoon Sol. Yoon Sol menebak kalau Joon Ho pasti sedang menyukai seorang wanita. 


Joon Ho dengan malu-malu membenarkannya. Yoon Sol dengan kesalnya menebak bahwa gadis yang disukai Joon Ho itu pasti gadis gila karena Joon Ho kan tidak bisa memilih wanita.

"Wanita itu kau, Sol" desah Joon Ho dalam hati

Yoon Sol menyarankan Joon Ho untuk tidak menyatakan cintanya dengan cara seperti itu karena kalau Joon Ho memakai cara itu maka dia pasti akan langsung ditolak. Nasehat Yoon Sol itu membuat Joon Ho lega, untung dia tidak menyatakan perasaannya kalau tidak pasti dia tadi sudah ditolak.


Dir. Yoon cemas karena hari ini seharusnya mereka pergi ke lokasi proyek bersama Yeo Reum tapi dia malah harus pergi menghadiri rapat. Dir. Yoon cemas harus meninggalkan Tae Ha berduaan dengan Yeo Reum tapi Tae Ha meyakinkan dir. Yoon untuk tidak cemas. 


Yeo Reum dan Tae Ha tiba di lokasi proyek berupa contoh rumah townhouse. Saat Yeo Reum melihat Tae Ha masuk kedalam rumah itu, tiba-tiba Yeo Reum terkenang masa lalu mereka berdua.


Flashback,
Yeo Reum dan Tae Ha tengah piknik berdua. Waktu itu Yeo Reum menggambar mebel sementara Tae Ha menggambar rumah. Yeo Reum bertanya apakah rumah yang Tae Ha gambar adalah rumah masa depan mereka tapi Tae Ha langsung menggoda Yeo Reum mengatakan bahwa itu bukan rumah masa depan mereka dan mungkin saja mereka tidak akan menikah karena ada gadis lain yang jauh lebih baik dari Yeo Reum. Tae Ha lalu menggambar sebuah rumah masa depan mereka.


Kembali ke masa kini,
Yeo Reum berpikir bahwa dulu dia merasa kalau dia dan Tae Ha pasti akan menikah bahkan sekalipun tanpa lamaran ataupun cincin.

Mereka berdua lalu berkeliling rumah itu. Yeo Reum sibuk memotret tapi Tae Ha terus menerus menatap Yeo Reum dengan penuh kerinduan. Setiap kali Yeo Reum menyadari tatapan Tae Ha, ia langsung menatap balik. Saat mereka saling memandang, bersama-sama mereka mengenang saat-saat mereka merundingkan tentang rumah masa depan dan pernikahan mereka.


Setelah itu mereka pergi ke sebuah cafe untuk mendiskusikan masalah konsep mebel yang akan mereka pakai untuk rumah itu. Saat tengah memikirkan ide, tiba-tiba Yeo Reum teringat akan model mebel yang dulu rencananya ingin mereka gunakan untuk rumah masa depan mereka.

Yeo Reum tidak ingin Tae Ha tahu kalau dia mengingat kenangan itu karena itulah Yeo Reum berusaha untuk menghindari konsep model mebel itu tapi Tae Ha kalau Yeo Reum ingin menggunakan konsep model mebel kenangan mereka itu.

"Apa aku... membuatmu tidak nyaman?" tanya Tae Ha


Tae Ha heran kenapa Yeo Reum seperti ini padahal sejak mereka putus waktu itu, dia sudah tidak pernah lagi mengatakan bahwa dia menyukai Yeo Reum. Yeo Reum langsung mengingatkan Tae Ha bahwa sejak perpisahan mereka waktu itu, Tae Ha sering pergi mengunjungi studionya.

Tae Ha berkata bahwa dia memang pergi ke studionya Yeo Reum tapi sejak melakukan hal itu, dia jadi bisa melupakan Yeo Reum dan sekarang dia sudah tidak pernah pergi ke studionya Yeo Reum lagi. Saat Yeo Reum mengatakan bahwa Yeo Reum selalu menunggu kedatangan Tae Ha, Tae Ha tahu kalau perasaan Yeo Reum itu hanyalah perasaan semu. Tae Ha berjanji tidak akan pergi kesana lagi bahkan sekalipun Yeo Reum menunggunya.

Saat Tae Ha melihat cincin lamaran di jari Yeo Reum, dengan sedih ia berkata "Lagipula aku memang tidak boleh pergi kesana lagi"


Bersambung ke part 2

5 comments

Semangat ya mbak, lanjutin part 2 nya makasih

poor tae ha..... berharap tae ha bersatu ama yeo reum dah..... semangat trz ya mb nulis sinopsisny...... :-)

Tae ha ssi ,kapan dirimu akan bersatu dg yeo rum lagi..????

Apakh endng ini spt drakor" yg lalu memenangkn CLBK??? Huumm.. Qt tunggu aj nanti... Hahaha...

Sumpah ngenes... bgettt sii tae ha...
Tpii q sangaat sukkaa
Gomawo..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon