Powered by Blogger.


Keesokan harinya, setelah Tae Ha melihat-lihat design baru buatan Yeo Reum dia lalu mengajak Yeo Reum keluar untuk sarapan. Tae Ha tahu kalau Yeo Reum tidak suka zaitun maka dia pun langsung memesan makanan tanpa zaitun khusus untuk Yeo Reum.

Yeo Reum memberitahu Tae Ha bahwa dia akan berusaha menyelesaikan design-nya malam ini juga agar dia bisa pulang secepatnya dan istirahat. Yeo Reum bekerja terus menerus sampai dia sudah tidak tahu lagi hari ini hari apa. Saat dia melihat tanggal di ponselnya, Yeo Reum menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya Tae Ha. Dalam hatinya Yeo Reum mengaku bahwa dia selalu ingat ulang tahun Tae Ha setiap kali dia melihat tanggal hari ini di kalender.



Operasi Ah Rim pun akhirnya dimulai. Setelah itu, Ha Jin mengunjunginya di ruang pasien tapi dia memperhatikan sepertinya Ah Rim tampak tidak bahagia. Ah Rim mengatakan bahwa dia baru menyadari bahwa proses operasinya sangat cepat dan mudah, karena itulah dia heran sendiri kenapa selama ini dia begitu keras kepala selama 20 tahun hanya untuk mengoperasi bekas lukanya itu.


Ha Jin mengatakan bahwa operasinya Ah Rim ini jauh lebih mudah daripada operasinya Tae Gyung dan Ah Rim pun bisa pulang hari ini juga. Dia lalu bertanya apakah Ah Rim sudah membaca file informasi sekolah di luar negerinya. Ah Rim memberitahu bahwa dia bisa pergi lebih cepat karena dia sudah mengambil TOEFL dan nilainya cukup bagus. Ha Jin ingin memegang tangan Ah Rim tapi kemudian dia menarik tangannya lalu pergi.



Di kantornya Tae Ha, Yeo Reum diajak untuk merayakan ulang tahun. Para pegawai, Yeo Reum dan Tae Ha mengelilingi sebuah kue ultah sambil menyanyikan lagu ultah. Selama mereka bernyanyi, Yeo Reum memandang Tae Ha dengan senyum sampai saat ia mengetahui bahwa ulang tahun yang sedang mereka rayakan ternyata bukan ulang tahunya Tae Ha tapi ulang tahun salah satu pegawainya Tae Ha.


Setelah acara perayaan ultah itu selesai, Yeo Reum bertanya pada dir. Yoon apakah mereka tidak tahu tentang ulang tahunnya Tae Ha. Dir. Yoon mengatakan bahwa Tae Ha tidak peduli dengan ulang tahunnya dan Tae Ha hanya pernah memberitahu bahwa ulang tahunnya sekitar musim dingin.


Ha Jin dan Ah Rim tengah mendiskusikan sekolah di luar negeri yang cocok untuk Ah Rim. Ha Jin ingin Ah Rim bersekolah di sekolah yang bagus, dia juga tidak mau Ah Rim melakukan kerja paruh waktu agar dia bisa fokus belajar sepenuhnya. Karena itulah selain beasiswa, dia juga memberi Ah Rim tabungan untuk biaya hidup.

Ah Rim bertanya apakah selama dia sekolah di luar negeri nanti, dia boleh menghubungi Ha Jin lewat email karena dia pasti penasaran akan keadaan Ha Jin dan sebagai orang yang telah membiayai sekolahnya pasti Ha Jin juga akan penasaran dengan nilai-nilai. Ha Jin akhirnya mengizinkan Ah Rim untuk mengiriminya email.



Tiba-tiba Ha Jin merasa sakit kepala, dia lalu meminum obatnya. Ah Rim yang melihat langsung cemas apakah Ha Jin sedang sakit. Ha Jin meyakinkan Ah Rim bahwa penyakitnya tidak parah. Untuk membantu Ha Jin mengatasi rasa sakitnya, Ah Rim lalu menawari Ha Jin sebuah file audio yang isinya adalah suara serangga, Ah Rim selalu mendengarkan audio itu saat dia merasa tidak nyaman.


Malam harinya, Ha Jin mendapat pesan dari Yeo Reum yang memberitahunya bahwa pekerjaannya akan selesai malam ini. Tak lama kemudian, Ah Rim mengiriminya file audio yang dijanjikannya. Ha Jin memutar filenya dan suara serangga itu langsung membuatnya tertidur dengan tenang.


Yeo Reum dan Tae Ha mendiskusikan pekerjaan mereka. Dan kali ini, Tae Ha menyetujui design baru Yeo Reum. Setelah itu, Tae Ha memberikan setumpuk dokumen untuk Yeo Reum yang isinya adalah segala informasi pameran furniture internasional. Tae Ha memberikan semua file itu supaya Yeo Reum mengerjakan sesuatu yang berbeda. Tae Ha mengaku bahwa dia merasa bersalah karena Yeo Reum kehilangan impiannya untuk mengerjakan seni furniture.

"Sejak ayahmu meninggal, semuanya jadi terhenti dan impianmu hanya tinggal impian" kata Tae Ha

"Kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Yeo Reum

"Seharusnya aku memperlakukanmu dengan lebih baik. Seharusnya aku lebih memahamimu. Seharusnya aku mencintaimu lebih banyak lagi. Maafkan aku. Tidak banyak yang bisa kulakukan untukmu sekarang" sesal Tae Ha


Tae Ha kemudian kembali membicarakan pekerjaan tapi Yeo Reum melihat jam tangannya dan saat dia mengetahui bahwa sekarang sudah hampir tengah malam, dia langsung memberi Tae Ha kameranya supaya Tae Ha melihat gambar-gambar lokasi proyek yang dia ambil lalu minta izin pergi sebentar.

Yeo Reum pergi ke dapur untuk menyiapkan kue ultah untuk Tae Ha sementara Tae Ha melihat gambar-gambar lokasi proyek di kameranya Yeo Reum. Di antara semua foto-foto itu dia menemukan banyak foto-fotonya sendiri yang diambil Yeo Reum saat mereka pergi melihat lokasi proyek townhouse bersama. Foto-fotonya yang Yeo Reum ambil tanpa sepengetahuannya saat dia sedang tidak memperhatikan.


Foto-foto itu membuat Tae Ha bingung tapi belum sempat memikirkannya lebih jauh, lampu tiba-tiba padam dan Yeo Reum kembali dengan membawa sepiring buah-buahan dan sebuah lilin ultah. 

"Aku tidak bisa menyanyikan lagu ultah untukmu. Selamat ulang tahun Kang Tae Ha" ucap Yeo Reum

Perayaan ultah berdua ini membuat mereka mengenang masa lalu.


Flashback ulang tahunnya Tae Ha yang ke-27 tahun,
Yeo Reum dan Tae Ha merayakan ulang tahun Tae Ha berdua dengan penuh kegembiraan. Yeo Reum memberikan hadiah berupa beberapa kupon. Diantaranya adalah: kupon tidur larut malam, kupon dimaafkan jika terlambat, kupon jangan ngomel, kupon ciuman dan juga kupon hot night.


Setelah itu Yeo Reum mengulurkan tangannya sebagai microphone dan menyuruh Tae Ha untuk mengatakan harapan ultahnya. Dengan menggunakan tangan Yeo Reum sebagai mic, Tae Ha mengatakan bahwa harapannya adalah dia ingin lebih sering bersama Yeo Reum, membuat banyak uang untuk membangun sebuah studio untuk Yeo Reum dan dia berharap semoga Yeo Reum menang penghargaan di kontes furniture internasional.

"Oke, aku pasti akan memenangkan penghargaan itu!" janji Yeo Reum


Kembali ke masa kini,
Setelah Tae Ha meniup lilinnya, Yeo Reum menggunakan tangannya sebagai mic sama seperti yang pernah dilakukannya dulu dan menyuruh Tae Ha untuk mengatakan harapan ultahnya.

Tae Ha memikirkannya sejenak lalu berkata "Aku... aku ingin menjadi Han Yeo Reum. Aku berharap bisa menjadi dirimu. Aku ingin tahu kenapa kau menungguku dan aku ingin tahu kenapa kau menangis. Aku juga ingin tahu kenapa ada foto-foto ku dalam kameramu"


Tae Ha berharap bisa menjadi Yeo Reum agar dia ingin mencari tahu apa yang Yeo Reum rasakan dalam hatinya karena dia tahu kalau Yeo Reum tidak akan pernah memberitahunya.

"Kalau begitu jika kau tahu apa yang terjadi dalam hatiku, apa yang akan kau lakukan?"

Tae Ha berjalan mendekat lalu menjawab bahwa jika tebakannya benar maka dia akan memegang tangan Yeo Reum dan membawa Yeo Reum pergi bersamanya sejauh mungkin.

"Aku masih menyukaimu. Aku masih menginginkanmu. Aku tidak mau kau bersama orang lain. Tinggallah bersamaku malam ini. Kau hanya perlu maju satu langkah"

Yeo Reum menangis mendengar ucapan Tae Ha tapi kemudian dia sadar untuk menolak semua permintaan Tae Ha lalu cepat-cepat mengambil semuaa barang-barang.

Saat hendak pergi Yeo Reum mengatakan "Aku tidak bisa kembali padamu. Bahkan sekalipun demi ayahku, aku tetap tidak bisa. Jika aku melakukan itu padamu... Jangan pernah membuatku goyah seperti ini lagi"



Dalam perjalanan keluar, Yeo Reum berkata dalam hatinya bahwa dia berharap bisa mengikuti Tae Ha pergi kemanapun. Yeo Reum merasa perasaannya ini tidak akan berubah, dia langsung terjatuh, meringkuk dan menangis. Dia tidak menyadari bahwa Ha Jin tengah berada di depan kantornya, shock melihatnya meringkuk dan menangis di lantai.


Ha Jin lalu masuk dan menghampiri Yeo Reum, berteriak menuntut Yeo Reum memberinya penjelasan tentang apa yang terjadi sampai Yeo Reum menangis seperti ini.


Tae Ha menyadari kameranya Yeo Reum ketinggalan, karena itulah dia langsung keluar untuk mengembalikan kameranya Yeo Reum tepat saat Ha Jin berteriak menuntut penjelasan Yeo Reum. Ha Jin langsung menatap Tae Ha dengan penuh kebencian sementara Tae Ha cepat-cepat menyembunyikan kamera itu di punggungnya 

Ha Jin lalu memberi Yeo Reum kunci mobilnya dan menyuruh Yeo Reum untuk menyetir pulang sendirian sementara dia akan bicara berdua dengan Tae Ha.


Ha Jin dan Tae Ha lalu pergi ke restoran dan minum soju dimana Ha Jin mengatakan bahwa dia tidak ingin lagi bertemu Tae Ha dan Yeo Reum pun akan berhenti dari proyek ini.

"Kenapa kau yang memutuskan masalah itu?" protes Tae Ha "Kau pernah bilang kalau kau tidak mau mengikat Yeo Reum"

Ha Jin mengatakan bahwa awalnya dia memang ingin seperti itu tapi sekarang dia ingin Yeo Reum berhenti. Dan setelah mengatakan semua itu, Ha Jin langsung beranjak pergi.



Tapi Tae Ha cepat-cepat menghentikannya dengan berkata "Kau tidak yakin dengan Han Yeo Reum, bukan? Kau tidak cocok untuk Yeo Reum"

Kata-kata itu membuat Ha Jin langsung marah, dia menarik kerah baju Tae Ha lalu menyudutkan Tae Ha ke sebuah tiang "Memangnya apa yang kau tahu?"


"Kau mencintai Yeo Reum tapi yang dicintai Yeo Reum adalah dirinya sendiri. Kau bahagia selama Yeo Reum berada disisimu kan? Tapi Yeo Reum tidak akan puas hanya dengan tinggal disisimu. Dia tidak akan bahagia hanya karena seseorang bersamanya. Kau tidak tahu apapun tentang apa yang Yeo Reum inginkan, apa impian Yeo Reum, apa yang dia korbankan hanya untu berada disisimu. Karena itulah kau tidak cocok untuknya" ujar Tae Ha

Ha Jin tampak menyadari kebenaran dari semua yang Tae Ha ucapkan tapi kemudian dia langsung memukuli Tae Ha dengan marah.


Yeo Reum baru tiba di rumah saat dia berpapasan dengan Joon Ho yang terburu-buru keluar setelah mendapat telepon. Setelah mematikan teleponnya, Joon Ho langsung berteriak marah pada Yeo Reum karena Yeo Reum penyebab kekacauan ini.


Di kantor polisi, pak polisi tengah menginterogasi identitas Tae Ha dan Ha Jin. Tapi belum sempat menjawab apapun, unni pemilik restoran langsung memberitahu bahwa Tae Ha adalah presdir perusahaan konstruksi dan Ha Jin adalah dokter bedah plastik. 

Unni pemilik restoran lalu ngomel-ngomel karena setiap kali Tae Ha dan Ha Jin datang, mereka selalu saja bertengkar hanya karena masalah cinta. 

"Memangnya dia satu-satunya wanita di dunia ini?" omel unni pemilik restoran

Saat pak polisi bertanya apa alasan mereka sampai berkelahi, unni pemilik restoran memberitahu bahwa Ha Jin memukuli Tae Ha sampai Tae Ha terluka sementara Tae Ha menghancurkan restorannya.

"Seorang dokter memukuli orang dan presdir perusahaan konstruksi menghancurkan restoranku. sadar dong! Memangnya apa bagusnya cinta? Bertahan hidup saja sudah susah!" omel unni pemilik restoran


Beberapa saat kemudian, Tae Ha dijemput oleh dir. Yoon. Saat mereka keluar, dia melihat Yeo Reum. Tae Ha terus berjalan pergi tapi mereka terus saling memandang.


Saat Ha Jin keluar dengan ditemani Joon Ho, sesaat Yeo Reum masih memandang Tae Ha sampai akhirnya dia mengalihkan pandangannya dan menatap Ha Jin.

Mereka saling menatap dalam diam sampai Joon Ho lah yang memecahkan kesunyian diantara mereka dengan memberitahu mereka bahwa kali ini adalah kali keduanya berada di kantor polisi, karena itulah dia menyuruh mereka untuk lebih berhati-hati mulai dari sekarang.


Sesampainya di rumah, Yeo Reum dan Ha Jin masih sama-sama berdiam diri. Joon Ho lalu keluar dari mobil tapi sebelum dia masuk rumah, dia menatap mereka sesaat dengan pandangan cemas.


Setelah mereka hanya berduaan, Ha Jin menyuruh Yeo Reum untuk memberinya penjelasan tentang kenapa dia menangis. Kali ini Ha Jin tidak akan melepaskan masalah ini begitu saja karena kali ini ini adalah kali kedua dia melihat Yeo Reum menangis. Ha Jin juga menyuruh Yeo Reum untuk berhenti dari proyeknya bersama Tae Ha.

Dalam hatinya, Yeo Reum menyadari bahwa dia dan Ha Jin telah saling menjauh, apakah itu artinya hubungan mereka berakhir. Apakah ada orang-orang di dunia ini yang mengucapkan kata perpisahan seperti itu. Jika perpisahan seperti itu benar-benar ada, maka dia ingin berpisah dengan cara seperti itu.


Setelah memikirkan semua itu, Yeo Reum langsung melepaskan cincin lamarannya dan menaruhnya diatas dashboard. Ha Jin kaget lalu bertanya, apa yang Yeo Reum lakukan. Tapi Yeo Reum hanya menjawab pertanyaannya dengan keluar dari mobil tanpa mengucapkan apapun.


Ha Jin cepat-cepat mengambil cincinnya dan mengejar Yeo Reum keluar. Ha Jin mengembalikan cincinnya kembali ke tangan Yeo Reum dan meminta Yeo Reum untuk tidak melakukan ini. Tapi Yeo Reum berkata bahwa dia ingin berhenti. Berhenti bertengkar seperti ini, karena sudah jelas bahwa pada akhirnya mereka pasti akan berpisah.

Ha Jin langsung marah "Bagaimana kau tahu apakah kita akan berpisah ataukah hubungan kita akan semakin menguat"

"Aku tahu" ujar Yeo Reum


Yeo Reum yakin hubungan mereka sudah semakin memburuk sampai ke dasar paling bawah karena itulah hubungan mereka pasti akan berakhir. Ha Jin berkata bahwa dia tidak percaya bahwa hubungan mereka telah sampai ke dasar paling bawah karena dia bisa menjalani hubungan mereka jauh lebih kebawah lagi.

"Seberapa jauh kau bisa menjalaninya? Berapa banyak lagi kau ingin tersakitiki olehku? Kau pikir aku akan bahagia? Berapa banyak lagi kau ingin membenciku? Kenapa kau ingin mengambil jalan yang telah bisa kau lihat dengan jelas?" seru Yeo Reum

Ha Jin tidak percaya mendengar semua ucapan Yeo Reum itu, apakah Yeo Reum tahu banyak tentang hubungan cinta, dari siapa Yeo Reum mempelajari tentang hubungan cinta?

"Aku mempelajarinya dari Kang Tae Ha? Puas? Kita sudah mencapai dasar paling bawah. Kita tidak bisa melanjutkannya lebih jauh lagi"


Yeo Reum lalu mengembalikan cincin lamarannya ke Ha Jin dan berjalan masuk ke rumahnya meninggalkan Ha Jin yang tampak sangat terluka. Cincin lamaran itu terjatuh dari tangan Ha Jin ke tanah.


Saat masuk kedalam rumah, Joon Ho yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka berkata pada Yeo Reum "Han Yeo Reum, kau wanita jalang!"


Tae Ha minum bir sendirian didalam rumahnya yang gelap sementara Ha Jin masih berdiri didepan rumah Yeo Reum, menatap cincin lamarannya dengan sedih.


Di dalam rumah, Yeo Reum pun menangis. Dalam wawancaranya, Yeo Reum mengaku bahwa Joon Ho benar, dia memang wanita jalang "Memang benar aku adalah wanita jalang... selain Kang Tae Ha dan Nam Ha Jin, siapa lagi yang boleh memanggilku sebagai wanita jalang?"

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon