Powered by Blogger.


Episode 2


Xiao Jie tengah menumpuk kaleng-kaleng bir sambil mendengarkan lagu di headphone sampai-sampai dia tidak menyadari kehadiran Zi Qi dibelakangnya. Saat dia menoleh dan melihat pria asing tengah memandanginya, Xiao Jie tentu saja langsung berteriak panik. Saking kagetnya, Xiao Jie langsung oleng. Refleks, dia langsung menarik baju Zi Qi dan membuat mereka berdua terjatuh menimpa tumpukan kaleng bir yang barusan ditata Xiao Jie.

Setelah sesaat mengamati pria itu, Xiao Jie ingat dia adalah pria yang pernah menjatuhkan koper-kopernya di bandara tapi Zi Qi sama sekali tidak mengingatnya bahkan dengan angkuhnya dia berkata bahwa dia bukanlah seseorang yang bisa ditemui oleh pegawai kecil sepertinya.


Saat Zi Qi hendak berlalu pergi, Xiao Jie langsung memanggilnya dengan cara yang sama saat mereka pertama kali bertemu di bandara. Saat itulah Zi Qi akhirnya mulai ingat siapa wanita dihadapannya ini. Tidak terima ditinggal kabur seperti dulu, Xiao Jie langsung menarik baju Zi Qi dan menuntut Zi Qi untuk bertanggung jawab menata kaleng-kaleng bir itu lagi.

"Kalau kau tahu siapa aku, kau pasti akan menyesal" Zi Qi memperingatkan Xiao Jie

Tapi Xiao Jie menganggap perkataan Zi Qi itu cuma omong kosong dan terus berteriak-teriak memaksa Zi Qi untuk menata kaleng-kaleng bir itu lagi.


Zi Qi akhirnya terpaksa menurutinya menata kaleng-kaleng bir itu lagi dengan setengah hati. Saat dia melakukannya dengan asal-asalan, Xiao Jie langsung mengatai Zi Qi orang bodoh lalu mengajarinya bagaimana cara menata kaleng-kaleng bir dengan benar.

Sambil menunjukkan bagaimana cara yang benar menata kaleng-kaleng bir, Xiao Jie bercerita tentang perjuangannya saat dia baru pertama belajar menata kaleng-kaleng bir sampai akhirnya dia benar-benar mahir. Tapi sayangnya kemahiran itu sama sekali tidak berguna karena setelah selesai menata setumpuk kaleng bir, besok akan ada lagi tumpukan kaleng bir lain dan seterusnya setiap hari sampai membuatnya jadi bosan.

"Kenapa supermarket di perusahaan ini sangat membosankan?" gerutu Xiao Jie


Zi Qi heran mendengar gerutuan Xiao Jie ini kan memang cuma sebuah supermarket jadi tentu saja tempat ini tidak menarik, bagaimana caranya tempat ini bisa menarik? Xiao Jie berkata tempat ini bisa menjadi tempat yang menarik jika mereka kreatif.

Xiao Jie pun lalu menunjukkan ide-idenya yang menurutnya bisa meningkatkan penjualan bir sekaligus membuat supermarket membosankan ini jadi tempat yang menarik, sebuah ide yang dia namakan karnaval bir. Idenya adalah menarik perhatian pelanggan dengan hiburan, seperti misalnya menyewa seorang badut untuk menjadi sales penjualan bir atau mengajak pelanggan bermain games.

Walaupun cuma diam saja mendengarkan ide Xiao Jie itu, tapi Zi Qi tampak sangat kagum dengan idenya. Saat Zi Qi cuma terdiam sambil memandanginya, Xiao Jie langsung membentaknya untuk kembali menata kaleng-kaleng bir itu.


Keesokan paginya, Xiao Jie terbangun dalam sebuah troli. Tapi saking banyaknya alkohol yang dia konsumsi kemarin malam, sekarang dia tidak ingat sama sekali tentang kejadian kemarin. Bahkan saat dia mendapati kaleng-kaleng birnya sudah tertata rapi, dia langsung bingung sendiri kapan dia selesai mengerjakan semua itu? Apa ada seseorang yang membantunya?


Xiao Jie pulang ke rumah dalam keadaan lesu, temannya (Li Jia Yi) pun langsung membuatkannya kopi dan meminta maaf karena kemarin dia membiarkan Xiao Jie bekerja lembur sendirian sampai membuat Xiao Jie berkhayal. Xiao Jie langsung bingung sendiri apa maksud Jia Yi?

Ternyata kemarin malam Xiao Jie menelepon Jia Yi dan memberitahu kalau dia sedang menata kaleng bir bersama seorang pria tampan, Xiao Jie juga memberitahu kalau dia sudah menemukan sebuah rumah di Inggris. Tapi karena sekarang Xiao Jie tidak mengingat apapun, akhirnya dia memutuskan untuk tidak ambil pusing tentang khayalan itu.


Sesampainya di kamar, Xiao Jie langsung menyalakan laptop dan seketika itu pula dia mendapat pesan yang bertanya apakah Xiao Jie ingin menyewa rumahnya? Pesan itu pastinya dari Tang Jun tapi Xiao Jie tahunya pesan itu berasal dari pemilik rumah yang bernama Tom and Jerry.

Pesan itulah yang membuat Xiao Jie langsung tersadar kalau kejadian kemarin ternyata bukan khayalan. Saat Xiao Jie membalas pesannya dan mengiyakan pertanyaannya, Tom berkata bahwa untuk menyewa rumahnya Xiao Jie harus mau dia wawancarai dulu.


Pertanyaan pertama yang Tom tanyakan adalah, menurut Xiao Jie dia orang seperti apa? Xiao Jie berkata dalam pesan balasannya bahwa berdasarkan boneka Peter Rabbit yang Tom miliki, menurutnya Tom adalah banci (hahaha...). Tapi Xiao Jie cepat-cepat menghapus pesan itu dan mengganti jawabannya bahwa menurutnya Tom adalah orang yang punya kekuatan.

Tom bertanya apakah maksud Xiao Jie itu dia orang liar? Xiao Jie menyangkalnya dan berkata bahwa maksudnya dia merasa Tom adalah orang yang sopan, ramah dan sangat manis seperti Peter Rabbit. Tom langsung tertawa dan protes kenapa kata-kata itu terdengar seperti sumpah serapah? (aku suka adegan ini, mereka chatting sambil ngetik tapi seperti sedang ngobrol berhadapan)


Pertanyaan kedua, kenapa Xiao Jie ingin ke London? Xiao Jie memberitahunya bahwa dia ingin pergi ke London untuk memenuhi impiannya kuliah di Inggris.

Tapi Tom malah tidak percaya dengan jawaban itu dan menuduh Xiao Jie berbohong karena dia yakin kalau Xiao Jie pergi ke London karena dicampakkan, bukan dicampakkan oleh pacar tapi oleh pekerjaannya. Tom yakin pekerjaan yang dilakukan Xiao Jie setiap hari hanyalah menjadi pesuruh. Bagi wanita 29 tahun seperti Xiao Jie, menjalani hidup dan pekerjaan seperti ini pasti membuatnya lelah dan karena itulah Xiao Jie memutuskan untuk ke luar negeri untuk meningkatkan kemampuannya. Tapi apa menurut Xiao Jie cara ini cukup berharga?

Xiao Jie langsung tersinggung dan membalasnya dengan pedas "Berusaha untuk meraih masa depan yang kuharapkan apakah itu namanya tidak berharga? Sekali lihat aku langsung tahu pria sepertimu bahkan tidak tahu apa itu impian!"


Kata-kata itu tampaknya cukup mengena di hati Tang Jun yang tiba-tiba saja langsung terdiam seribu bahasa sampai membuat Xiao Jie cemas karena takutnya Tom marah. Setelah beberapa saat termenung, Tang Jun berkata kalau Xiao Jie lulus tes wawancara ini.


Saat Tang Jun bertanya kapan Xiao Jie akan ke London, Xiao Jie mengaku kalau dia masih belum tahu kapan. Tang Jun lalu bertanya Xiao Jie ingin kuliah dimana, apa Xiao Jie butuh rekomendasi? Tapi Xiao Jie malah bingung sendiri karena keputusannya untuk pergi ke London ini sebenarnya sangat mendadak.

"Selain masalah harga sewa, apa kau punya permintaan lainnya?" tanya Tom / Tang Jun

Xiao Jie mengiyakannya, dia ingin di kamarnya nanti ada korden berwarna krem dan jendelanya dihiasi dengan bunga-bunga segar supaya dia merasa bahagia setiap kali bangun tidur.


Zi Qi sedang mempelajari dokumen saat anak buahnya datang sambil membawa poster besar Ji Qing untuk menemani Zi Qi di hari valentine ini. Zi Qi ternyata mencuri ide karnaval bir milik Xiao Jie dan ide itu sukses meningkatkan laba supermarket Star Mall (Zi Qi tidak bekerja di Haiyue). Tapi saat anak buahnya memuji kehebatan proposal karnaval bir itu, ia mengaku dengan jujur bahwa ide ini sebenarnya bukan miliknya.


Presdir Gao mengajak Zi Qi untuk bertemu di sebuah restoran. Saat Zi Qi tiba di restoran, presdir Gao langsung memuji proposal karnaval bir milik Zi Qi. Tapi yang presdir Gao permasalahkan adalah supermarket Mall Haiyue sendiri saat ini sedang mengalami penurunan laba. Memang masalah ini seharusnya menjadi tanggung jawab Zi Hao apalagi Zi Qi bekerja di mall lain tapi presdir Gao tetap menginginkan Zi Qi yang mengatasi masalah ini.


Di Inggris, Tang Jun (wow... jambulnya) benar-benar menuruti keinginan Xiao Jie dengan membeli beberapa bunga, sayangnya dia lupa membeli korden berwarna krem pesanan Xiao Jie. 

Adam heran untuk apa Tang Jun membeli bunga-bunga itu kalau dia mau pergi ke Perancis, siapa yang nanti akan menyirami bunga-bunga itu? Tang Jun pun memberitahunya kalau ini semua adalah permintaan calon penyewa rumahnya. Mendengar itu, Adam semakin heran kenapa Tang Jun berbaik hati menuruti keinginan si penyewa baru itu.


Saat Tang Jun tiba-tiba bertanya tentang universitas yang bagus sambil tersenyum malu-malu, Adam langsung menduga dengan benar jangan-jangan calon penyewa rumahnya itu seorang wanita dan Tang Jun pasti menyukai wanita itu. Dan Tang Jun langsung membenarkan dugaannya dengan senyum malu-malu.


Xiao Jie sedang bersepeda bersama Jia Yi. Xiao Jie bertanya apakah Jia Yi yakin kalau dia benar-benar tidak mau ikut dengannya ke Inggris? Jia Yi mengiyakannya, dia tidak punya keinginan untuk meningkatkan karirnya karena dia hanya ingin menjalani pekerjaan dan kehidupan yang sederhana, lagipula dia dan pacarnya sudah memutuskan untuk menikah tahun depan. Xiao Jie berjanji saat dia kembali dari Inggris nanti, dia akan menjadi wanita yang jauh lebih kuat.


Keesokan harinya, Xiao Jie berniat ingin menyerahkan surat pengunduran diri saat ketua tim tiba-tiba memerintahkannya untuk keluar menemui presdir. Xiao Jie tentu saja langsung bingung kenapa dia harus menghadap presdir?

Saat Xiao Jie menemui presdir, dia langsung mengenalinya sebagai bapak yang membeli setelan jas waktu itu. Presdir Gao memuji kinerja Xiao Jie di toko baju waktu itu dan karenanya dia bertanya, apakah Xiao Jie mau dipindahkan ke departemen marketing dan public relation agar Xiao Jie bisa menggunakan kekuatannya untuk mengubah Haiyue?


Tawaran itu tentu saja membuat Xiao Jie jadi bingung karena dia sudah berniat untuk berhenti bekerja untuk kuliah di Inggris tapi bagaimanapun juga dia tidak bisa melewatkan kesempatan emas ini.

 

Setelah beberapa lama merenungkan masalah ini, akhirnya dengan berat hati Xiao Jie memberitahu Tom bahwa dia tidak jadi pergi ke Inggris. Walaupun kecewa mendengar berita ini, tapi Tang Jun tetap bahagia untuk Xiao Jie dan mengucapkan selamat atas promosinya Xiao Jie. Tang Jun memberitahunya bahwa dia akan selalu mendukung Xiao Jie entah Xiao Jie tetap tinggal di Taiwan ataupun datang ke Inggris. Kebaikan Tom padanya membuat Xiao Jie bertanya-tanya pada dirinya sendiri, kenapa Tom sangat baik padanya?


Seperti kebiasaan mereka setiap pagi, Jia Yi bergegas membangunkan Xiao Jie. Tapi sesampainya di kamar Xiao Jie, dia langsung tercengang melihat Xiao Jie ternyata sudah bangun bahkan sudah berdandan rapi. Hari ini adalah awal dari kehidupan barunya, jadi tentu saja Xiao Jie tidak mau terlambat.


Departemen baru tempat Xiao Jie bekerja tampaknya jauh lebih sibuk daripada departemen lamanya. Bahkan saat Xiao Jie baru datang, salah satu rekannya langsung menunjuk meja kerja baru Xiao Jie lalu cepat-cepat mengacuhkannya dan kembali mengerjakan pekerjaannya.

Jam 9.30 tepat, semua orang tiba-tiba berbaris sambil membawa proposal masing-masing untuk menyambut kedatangan seorang direktur. Saat direktur itu datang, semua orang langsung memberikan proposal mereka tapi direktur itu langsung menolak semuanya tanpa mau melihat sedikitpun dan memberi mereka waktu 15 menit untuk memperbaiki proposal mereka.


Saat Xiao Jie melapor padanya dan memberikan resumenya, direktur itu malah mengacuhkannya dan membiarkan resume Xiao Jie terjatuh. Bahkan saat dia berlalu pergi, dengan angkuhnya dia menginjak resume Xiao Jie.


Tak lama kemudian, semua orang berkumpul di ruang rapat dimana direktur terus menerus mengkritiki proposal semua orang. Saat rapat hampir berakhir, Xiao Jie yang sedari tadi cuma diam akhirnya memberanikan diri angkat tangan untuk meminta pekerjaan. Direktur akhirnya menyuruh Xiao Jie untuk menangani display valentine.


Zi Hao mendatangi rumah Zi Qi dengan kesal setelah dia mendengar kabar kalau Zi Qi akan kembali ke Haiyue. Zi Hao bersumpah dia akan membuat Zi Qi menyesali keputusannya kembali ke Haiyue.


Xiao Jie sangat senang karena dia langsung mendapat kerjaan di departemen baru, tapi masalahnya dia sama sekali tidak punya ide untuk proyek display valentine itu. Ditengah-tengah kebingungannya, Tom tiba-tiba mengiriminya pesan (kali ini mereka chatting seolah Tom duduk disampingnya).


Saat Xiao Jie menceritakan masalahnya, Tom bertanya apakah Xiao Jie tahu sejarah valentine? Kenapa orang-orang saling memberi hadiah pada hari valentine? Xiao Jie menjawab karena pada hari valentine semua toko seperti toko bunga atau restoran akan membuat promosi besar-besaran.

"Benar sekali" ujar Tom dalam chattingnya "dan sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana kita harus mempromosikan hari valentine"

Xiao Jie harus memikirkan bagaimana caranya untuk membuat pelanggan membeli cinta agar perusahaan bisa mendapat untung. Tom memberitahu Xiao Jie bahwa kaca display di mall punya peran sangat penting karena kaca display adalah wajah mall itu sendiri, karena itulah Xiao Jie harus berpikir bagaimana caranya membuat display yang berbeda dari yang lain untuk menarik perhatian pelanggan.


Setelah chatting dengan Tom, Xiao Jie langsung menyendiri di tangga untuk mengerjakan proposalnya sambil mendengarkan lagu di headphone.

Pada saat yang bersamaan, Zi Qi hendak naik lift saat dia melihat Zi Hao juga sedang menunggu lift. Tidak mau berurusan dengan Zi Hao lagi, Zi Qi pun langsung memutuskan untuk naik tangga saja. Sesampainya di tangga, dia mendengar suara nyanyian seorang wanita dan mendapati Xiao Jie sedang sibuk mengerjakan proposal sambil mendendangkan lagu.

Saat Xiao Jie melihatnya, dia langsung ingat kalau dia adalah pria bir tidak sopan malam itu. Saat Zi Qi melihat gambar-gambar proposalnya, dia langsung bertanya apakah Xiao Jie tidak bosan dengan ide display seperti ini? Xiao Jie mengaku kalau dia sendiri sebenarnya tidak suka tapi display valentine akan diadakan dalam waktu singkat dan mereka tidak punya dana untuk membeli persediaan baru jadi mereka hanya bisa menggunakan barang-barang bekas tahun lalu.


Mendengar itu, Zi Qi langsung duduk disamping Xiao Jie dan memberinya nasehat bahwa orang yang memilih cara paling mudah adalah orang yang tidak mau berusaha. Dan menurutnya, saat ini Xiao Jie masih belum berusaha keras seperti malam itu saat mereka menata kaleng bir, Xiao Jie tiba-tiba saja tertidur dan dia harus menata kaleng bir sendirian sampai subuh.

Zi Qi menasehati Xiao Jie untuk tidak menyerah walaupun dia tidak suka, dan jika dia masih saja tidak suka maka dia harus mengubahnya. Xiao Jie harus bisa memilih, yaitu membuktikan kemampuannya atau diam saja dan menerima kenyataan. Boleh-boleh saja menerima kegagalan tapi tidak berusaha untuk tidak gagal adalah tindakan yang salah.


Malam harinya, Xiao Jie menerima sebuah paket dari Tom. Paket itu berisi boneka Peter Rabbit yang dulu tidak mampu dibeli Xiao Jie karena harganya yang kemahalan. Dalam paket itu juga ada kartu pos dari Tom yang mengatakan, karena Xiao Jie tidak bisa datang ke Inggris maka dia mengirimkan boneka Peter Rabbit ini untuk menemani Xiao Jie bekerja, Peter Rabbit ini juga membawa sesuatu yang khusus dari Inggris supaya Xiao Jie bisa menikmati keindahan kota London.


Sesuatu yang khusus itu ternyata foto-foto polaroid Peter Rabbit keliling Inggris. Ternyata setelah Xiao Jie membatalkan kepergiannya ke Inggris, Tang Jun langsung berkeliling London dengan membawa boneka Peter Rabbit. Sayangnya, dari semua foto-foto itu sama sekali tidak ada foto Tom, Xiao Jie dan Jia Yi jadi penasaran seperti apa wajah Tom?



5 comments

Lnjut mb, smngatt!!
Mkasih...

yeaay keren..lanjut mba
jd penasaran nich...hehehhe
makasih mba

Tengkyu mba Sinopsisnya...
Pengen nonton sich tp sama komennya.. 'Zhang Han kurus bngt di drama ini... Gantengan Feng Teng...wkwkwk... Pdahal sm aj ya.. ^_^
Nonton ah.... ^_^

Uey...
terimakasih,
oh iya mbak ima, mau tanya . Apakah SOP Queen ada versi koreanya?
sepertinya pernah baca juga sinopsisnya hampir sama gitu .

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon