Powered by Blogger.



Episode 4


Setelah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Ji Qing, Zi Qi langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyingkirkan poster besar Ji Qing yang bertengger di rumahnya itu. Saat dia melihat berita di internet tentang dirinya dan Xiao Jie yang tidur ranjang display dan juga statusnya Xiao Jie di weibo, Zi Qi tiba-tiba punya ide licik (dengan memanfaatkan Xiao Jie... Brengs**!)

Xiao Jie berjalan pulang dengan murung karena sebentar lagi valentine tapi dia merasa kesepian, kesedihan hatinya semakin lengkap saat tiba-tiba saja hujan deras mengguyurnya. Xiao Jie langsung mencurahkan kegundahan hatinya lewat chatting dengan Tom.

Xiao Jie mengatakan bahwa dia sangat iri pada teman-temannya yang telah menemukan cinta mereka masing-masing bahkan sekarang dia sudah lupa seperti apa rasanya jatuh cinta. Kebetulan saat itu juga, Tang Jun lewat dan melihatnya. Ia lalu keluar dari mobil dan mendekatinya tapi tidak benar-benar menghampirinya.

 

Saat itulah dia menerima pesan curhatan Xiao Jie, Tang Jun berkata dalam pesan balasannya bahwa saat Xiao Jie jatuh cinta maka dia akan merasa sangat bahagia sampai tidak bisa berpikir dan satu-satunya yang ingin dia lakukan adalah terus menerus memandangnya.

"Kalau benar-benar ada seseorang yang bisa membuatku ingin terus menerus memandangnya dan memikirkannya, mungkin aku tidak akan begitu kesepian" ujar Xiao Jie dalam pesan balasannya


Untuk menghibur Xiao Jie, Tang Jun menyarankan agar Xiao Jie makan es krim saja. Dengan makan es krim, Xiao Jie pasti bisa menjernihkan pikirannya dan merasa lebih baik. Xiao Jie langsung tersenyum membaca pesan itu dan langsung mampir ke sebuah toko untuk membeli es krim. Es krim itu benar-benar sukses membuat senyum Xiao Jie kembali merekah dan Tang Jun pun senang melihat Xiao Jie bahagia.

Xiao Jie mengaku pada Tom bahwa dulu dia mengira jatuh cinta itu mudah tapi sekarang dia menyadari sepertinya hal itu akan cukup sulit karena sekarang yang dia perhatikan dari seorang pria adalah apakah pria itu punya kemampuan ataukah pria itu bisa membantunya dalam karir.

Tang Jun bertanya, saat cinta benar-benar muncul dalam hidupnya, apakah Xiao Jie masih akan memikirkan semua hal itu? Bagaimana kalau ada seorang pria yang bisa membantu Xiao Jie sukses dalam cinta maupun karir dan berani menghadapi segala rintangan untuk menyatakan perasaannya pada Xiao Jie? Apakah Xiao Jie akan menerimanya?

"Jika ada memang benar-benar ada pria sehebat itu, apakah dia akan memilih wanita biasa sepertiku?" balas Xiao Jie


Tang Jun hendak menjawab pertanyaan itu dengan berjalan mendekati Xiao Jie tapi tepat saat itu juga Jia Yi dan pacarnya kebetulan lewat didepan Xiao Jie dan langsung menawarinya tumpangan pulang. (yaaaah... kenapa ga sedari tadi aja sih? telat deh)

"Di mata orang lain, kau mungkin terlihat biasa. Tapi justru itulah yang membuat sang pangeran tersentuh. Sang pangeran mungkin telah berada disisimu tapi kau masih belum menyadarinya" ujar Tang Jun dalam chattingnya.


Keesokan harinya di kantor, Xiao Jie dipanggil untuk menghadap direktur yang kemudian memberitahunya bahwa hari ini harus melakukan konferensi press tentang event valentine yang akan dihadiri Ji Qing dan Xiao Jie hanya punya waktu 15 menit untuk menghafal pidatonya. Xiao Jie tentu saja langsung panik.


Karena keterbatasan waktu dan juga kurangnya pengalaman, membuat Xiao Jie jadi agak tergagap saat dia mempresentasikan pidatonya di hadapan para reporter yang tampaknya tidak terlalu tertarik dengan pidatonya. Para reporter itu malah sibuk sendiri membahas sesuatu di internet yang tampaknya lebih menarik perhatian mereka.


Setelah Xiao Jie selesai menyampaikan pidatonya, para reporter itu langsung mengerubunginya untuk menanyakan pertanyaan yang jauh lebih menarik perhatian mereka. Apakah Xiao Jie dan Zi Qi juga akan hadir di event valentine itu? Xiao Jie dengan gugup menjawab bahwa pada hari itu dia dan Zi Qi tidak akan menghadiri event valentine karena pada hari itu juga mereka akan melakukan acara pembukaan supermarket.

Direktur berusaha mengusir para reporter itu tapi mereka sama sekali tidak mau menyerah dan terus bertanya. Apakah Xiao Jie dan Zi Qi pacaran saat mereka tidur bersama di display? Dan apa jawaban Xiao Jie terhadap penyataan cinta Zi Qi?

Dia berusaha menjelaskan bahwa mereka salah paham, dia dan Zi Qi sama sekali tidak punya hubungan apapun bahkan mereka sama sekali tidak dekat. Tapi para reporter itu tidak percaya karena mereka sudah melihat sendiri jawaban Zi Qi atas statusnya Xiao Jie di weibo.


Xiao Jie tentu saja langsung kaget. Tepat saat itu juga, Zi Qi tiba-tiba datang dan memberitahu Xiao Jie bahwa dia sendiri cukup terkejut dan tidak tahu kenapa dia mulai peduli pada Xiao Jie.

"Kau peduli padaku? Kenapa kau peduli padaku? Kita kan tidak dekat" tanya Xiao Jie

Zi Qi bersikeras kalau dia peduli pada Xiao Jie dan sekarang dia mulai memahami perasaan pangeran dalam dongeng puri tidur, wajah putri yang sedang tidur sangat mempesona. Xiao Ji pun seperti itu, wajah Xiao Jie yang tidur sangat manis. Zi Qi lalu bertanya apakah Xiao Jie mau jadi pacarnya?


Xiao Jie sama sekali tidak menyadari kalau semua ini hanyalah akting, malah dia merasa tersentuh dengan pernyataan cinta Zi Qi dan senang karena akhirnya menemukan pangerannya (Aigooo). Saat Xiao Jie teringat perkataan Tom kemarin malam, dia langsung menjawab pertanyaan Zi Qi dengan anggukan kepala. Zi Qi pun langsung mengecup Xiao Jie sampai membuat Xiao Jie tersipu malu.


Pernyataan cinta Zi Qi itu langsung menjadi berita utama di TV yang ditonton Zi Hao dengan kesal karena Zi Hao tahu betul itu hanyalah taktik yang Zi Qi gunakan untuk menutupi berita event valentine miliknya.


Setelah konferensi press selesai, Xiao Jie dengan polosnya bertanya pada Zi Qi. Apakah hubungan mereka tidak cepat mengingat mereka masih belum seberapa dekat? Xiao Jie menyarankan agar sebaiknya mereka memulai hubungan mereka pelan-pelan saja, misalnya menjadi teman dulu. Tapi Zi Qi tidak mau, menurutnya sebaiknya mereka langsung pacaran saja karena tidak akan bedanya mereka memulai hubungan mereka dari pertemanan dulu ataupun langsung pacaran, lagipula berita tentang hubungan mereka sudah keluar.


Tang Jun sedang berada di pub saat dia menonton berita pernyataan cinta Zi Qi pada Xiao Jie. Walaupun sedih tapi dia tetap mengucapkan selamat untuk Xiao Jie yang telah menemukan kebahagiaannya.


Setelah menonton berita pernyataan cinta Zi Qi pada Xiao Jie, Ji Qing langsung menelepon Zi Qi karena dia yakin kalau pernyataan cinta itu palsu. Ji Qing yakin kalau Zi Qi tidak mungkin menyukai Xiao Jie. Zi Qi mengaku kalau dia menyukai Xiao Jie hanya sebagai rekan kerja dan dia cuma memanfaatkan Xiao Jie untuk melupakan Ji Qing tapi bukan berarti dia tidak akan jatuh cinta pada Xiao Jie nanti.

 

Tang Jun tengah melampiaskan kesedihannya dengan minum arak saat Xiao Jie chatting dengannya (seolah mereka duduk berdampingan di pub). Xiao Jie berterima kasih pada Tom karena Tom lah akhirnya dia menyadari kebahagiaannya ternyata berada sangat dekat dengannya. Xiao Jie lalu memberitahu Tom bahwa besok dia akan kencan dengan Zi Qi tapi karena dia sudah lama tidak kencan, dia meminta Tom untuk memberinya saran untuk kencan pertamanya dengan Zi Qi.


Tom baik banget sih... walaupun sedih tapi dia tetap memberikan berbagai nasehat untuk kencan pertama Xiao Jie. Misalnya, Xiao Jie sebaiknya jangan bersikap terlalu antusias tapi juga jangan bersikap terlalu pasif. Baju yang Xiao Jie pakai juga sangat penting, Tom menyarankan agar Xiao Jie tidak memakai baju yang terlalu terbuka. Tom menyarankan agar sebaiknya Xiao Jie memakai celana jeans saja.


Sayangnya, nasehat Tom itu sama sekali tidak dituruti Xiao Jie. Karena saat Zi Qi menjemputnya, Xiao Jie malah memakai rok dan tersenyum sangat lebar pada Zi Qi.

Seolah Tom sedang berada di mobil bersama mereka, ia mengkomplain baju yang Xiao Jie pakai. Tom makin ngomel-ngomel saat Zi Qi tiba-tiba menyarankan supaya mereka kencan makan malam di rumahnya saja sekalian membicarakan masalah pekerjaan. Tom menasehati Xiao Jie untuk menolak ide itu karena ini adalah kencan pertama jadi tidak seharusnya mereka langsung kencan di rumah Zi Qi. Awalnya Xiao Jie berniat menuruti nasehat Tom. Tapi saat Zi Qi meyakinkan Xiao Jie untuk mempercayainya, Xiao Jie langsung mengacuhkan nasehat Tom dan dengan antuasias menyetujui kencan di rumah Zi Qi bahkan menawarkan diri untuk memasak makan malam mereka nanti.


Mereka kemudian pergi ke sebuah supermarket untuk belanja bahan-bahan makan malam. Xiao Jie tampaknya benar-benar sangat antuasias dengan kencan mereka ini, dia bahkan terus menerus memandangi Zi Qi dengan penuh kekaguman. Xiao Jie lalu memasukkan beberapa bahan makanan kedalam troli tapi Zi Qi tampaknya tidak suka dengan pilihan Xiao Jie dan langsung mengembalikan semua barang pilihan Xiao Jie kembali ke rak.


Saat mereka sedang sibuk memilih barang, pemilik supermarket menghampiri Zi Qi dan mengundangnya untuk rapat membahas proposal bisnis yang pernah ia kirimkan pada Zi Qi dulu. Saat ia bertanya apakah Zi Qi sudah membaca proposalnya, Zi Qi langsung teringat saat dulu dia pernah membuang beberapa proposal bisnis yang menurutnya tidak penting. Zi Qi mengaku kalau dia belum membaca proposalnya tapi dengan cepat dia berbohong mengatakan bahwa dia datang kemari dengan tujuan untuk melihat langsung bisnis supermarket mereka ketimbang cuma membaca proposal.


Xiao Jie ingin membeli sebuah melon yang harganya murah tapi Zi Qi langsung mengembalikannya dan memberitahu Xiao Jie kalau dia cuma mau membeli buah ceri impor yang harganya mahal. Saat itulah bayangan Tom tiba-tiba muncul disisi Xiao Jie dan memberitahunya bahwa selera pria bisa dilihat melalui isi dompetnya. Dan kalau Zi Qi hanya mau membeli barang-barang yang disukainya saja, itu berarti Zi Qi adalah pria egois.


Mendengar nasehat Tom itu, Xiao Jie langsung mengembalikan ceri impor kembali ke rak dan bersikeras membeli melon. Zi Qi pun tetap ngotot ingin membeli ceri impor bahkan berusaha meyakinkan Xiao Jie untuk tidak mencemaskan masalah harga karena dia yang akan membayar belanjaan mereka. Tapi Xiao Jie tetap bersikeras untuk membeli melon karena walaupun Zi Qi adalah orang kaya yang bisa mencari uang dengan mudah dan membeli semua barang dengan mudah, tapi tidak seharusnya Zi Qi menunjukkannya secara terang-terangan apalagi keadaan ekonomi saat ini sangat buruk.

"Kau bilang apa tadi?" tanya Zi Qi

Seketika itu pula bayangan Tom muncul lagi dan bersama Xiao Jie menjawab pertanyaan Zi Qi "Kalian orang-oang kaya bisa mendapatkan uang dengan mudah" (cute banget deh mereka ini ^^)


Perkataan Xiao Jie tadi tiba-tiba memberinya sebuah ide bagus untuk menyuplai barang-barang di supermarket Baiyue yang dengan barang-barang yang cocok dengan kebutuhan para pelanggan supermarket Baiyue yang rata-rata adalah wanita-wanita karir dan wanita-wanita kelas atas. Bayangan Tang Jun sangat senang saat mereka membicarakan masalah pekerjaan tapi saat mereka mulai membahas kencan makan malam mereka lagi, dia langsung cemberut.


Saat mereka mulai makan malam, Zi Qi memuji masakan Xiao Jie tapi kencan makan malam mereka dengan cepat berubah menjadi pembicaraan rencana kerja, kali ini membahas makanan untuk orang-orang single.


Keesokan harinya, para petinggi mall Haiyue meeting dengan presdir mall Huang Hai (presdir Tang alias mamanya Tang Jun). Zi Qi dan Tang Jun juga ikut serta dalam meeting itu, tapi Tang Jun tampaknya tidak terlalu tertarik dengan meeting itu malah dia sibuk sendiri dengan ponselnya. Saat presdir Tang melihat kelakuannya, dia langsung menyadarkannya dengan kesal dan mengisyaratkannya untuk fokus pada meeting mereka. Tapi Tang Jun tetap saja tidak bisa fokus karena saat ini yang dia pikirkan hanya Xiao Jie.


Xiao Jie menerima sebuah telepon dari seseorang (sepertinya reporter) yang menanyakan tentang acara spesial untuk pembukaan mall Baiyue dan Xiao Jie pun tanpa ragu-ragu memberitahu orang itu tentang rencana mereka membuat paket makanan untuk orang-orang single. Si reporter itu lalu memberitahu Xiao Jie bahwa kemarin ada orang yang melihat Zi Qi belanja di supermarket dan membeli melon, si reporter lalu bertanya kenapa Xiao Jie membeli melon itu? Xiao Jie pun dengan jujur menjawab karena melon itu harganya murah.


Setelah meeting selesai, presdir Tang berusaha membujuk Tang Jun untuk mengambil alih posisi presdir mengingat kesehatannya sudah semakin menurun saat ini. Tapi Tang Jun malah tidak percaya dengan alasan kesehatan itu dan tetap bersikeras tidak mau bekerja di perusahaan mereka. Presdir Tang langsung kesal dan mengancam akan memutuskan hubungan keluarga mereka dan mengambil semua milik Tang Jun termasuk saham, uang, dan kartu kredit. Presdir Tang bahkan menyuruh Tang Jun untuk tidak memanggilnya mama di luar, Tang Jun harus memanggilnya presdir Tang dan bekerja sebagai asistennya sampai Tang Jun bisa melunasi hutangnya (hutang perkebunan anggurnya Tang Jun).


Saat mereka melihat berita tentang gosip Zi Qi dan Xiao Jie yang terlihat belanja bersama di sebuah supermarket, Tang Jun tiba-tiba memberitahu presdir Tang bahwa dia bersedia menerima pekerjaan jadi asistennya tapi dia punya satu permintaan.


Di Haiyue, Xiao Jie dimarahi direktur karena Xiao Jie membuat skandal (kata-kata yang Xiao Jie ucapkan pada si reporter yang tadi meneleponnya sepertinya disalahartikan hingga jadi skandal besar).


Xiao Jie dengan sedih menceritakan masalah ini pada Tom. Tom meyakinkan Xiao Jie untuk tidak cemas karena sebentar lagi akan ada seseorang yang datang membantu Xiao Jie.


Tapi Xiao Jie tidak bisa cuma berdiam diri saja dan memutuskan untuk pergi menemui Zi Qi di rumahnya dan memberitahu Zi Qi bahwa dia meminta maaf dan bersedia melakukan apapun untuk menyelesaikan masalah ini. Zi Qi menenangkan Xiao Jie dan meyakinkannya untuk tidak cemas karena dia sudah memikirkan solusi untuk masalah ini dan yang perlu Xiao Jie lakukan hanya tersenyum.

Xiao Jie langsung menangis haru mendengarnya. Melihat Xiao Jie seperti itu, Zi Qi tiba-tiba berpikir sepertinya ia hampir jatuh cinta pada Xiao Jie, ia lalu menghapus air mata Xiao Jie dan menciumnya.


Tapi saat dia melihat Ji Qing datang, dengan sengaja dia mencium Xiao Jie lagi untuk memanas-manasi Ji Qing. Aarrgh! brengs**!

1 comments:

Mksih sinopx mb..
Ditunggu eps berikutx..
Mb ngikuti The Four 2015 jga G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡  mb..
Ada abang Zhang Han jga...
Hehehehe...

Smga sehat selalu
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon