Powered by Blogger.


Episode 6


Ji Qing baru tiba di Haiyue untuk menghadiri event valentine saat tak sengaja dia berpapasan dengan Zi Qi. Ji Qing menyapanya dengan akrab dan menanyakan acara pembukaan supermarketnya tapi Zi Qi langsung menanggapinya dengan sindiran tajam, mengkritik Ji Qing yang lebih memilih event valentine hanya demi memakai baju bagus dan perhiasan mahal.

Ucapannya itu begitu menyakitkan Ji Qing sampai Ji Qing menangis di tangga. Kebetulan Tang Jun lewat dan mendengar isak tangisnya. Tang Jun lalu menghampirinya dan memberikannya sebuah saputangan. Tang Jun tidak mengenali Ji Qing dan menduga kalau dia menangis di hari valentine pasti karena dicampakkan oleh pacarnya.


Tang Jun berusaha menghiburnya dengan memberitahunya bahwa dia adalah seorang wanita yang cantik dan jika pacarnya mencampakkannya di hari valentine ini, maka pria itu pasti akan menyesal. Ji Qing menangis dan memberitahu Tang Jun bahwa dialah yang memutuskan hubungan mereka dan sekarang dia menyesali perbuatannya sendiri.

Tang Jun berkata bahwa setiap pasangan yang berpisah bisa bersatu kembali. Jadi jika Ji Qing masih sangat mencintai pacarnya maka sebaiknya Ji Qing berusaha mengambil hati pacarnya kembali. Jika dia tidak berusaha memperbaiki hubungannya dengan pacarnya maka bisa saja suatu saat nanti akan ada orang lain yang akan merebut pacarnya itu. Nasehat Tang Jun itu membuat Ji Qing jadi punya semangat baru, dia lalu mengembalikan saputangan Tang Jun dan berterima kasih padanya.


Ternyata kencan pribadi yang dimaksud Tang Jun adalah membantu Xiao Jie membagi-bagikan brosur pada para pengunjung supermarket sambil tersenyum bahagia setiap kali dia melihat Xiao Jie walaupun Xiao Jie tidak memperhatikannya karena dia juga sedang sibuk. Tang Jun tidak menyadari bahwa saat dia sedang sibuk membagi-bagikan brosurnya, Xiao Jie melihatnya dengan senyum bahagia.


Event valentine akhirnya dimulai dan Ji Qing pun dipanggil ke atas panggung untuk memilih pasangan terbaik lalu membantu pasangan itu memakai cincin pasangan. Si pria berterima kasih pada pacarnya karena sejak mereka mulai pacaran, dia selalu berada disisinya dan menjaganya, menyemangatinya dan mendukungnya setiap kali dia mengalami kesulitan. Ucapan pria itu membuat Ji Qing menyesali keegoisannya pada Zi Qi.


Ji Qing hendak pergi saat dia tak sengaja dia mendengar anak buahnya Zi Qi bicara dengan panik pada seseorang ditelepon karena orang itu memberitahunya bahwa sang koki akan telat karena terhambat oleh acara syuting yang lain. Awalnya Ji Qing hendak mengacuhkan masalah ini, tapi saat dia teringat akan kata-kata Zi Qi (yang tidak mau kalah dari Zi Hao) dan nasehat Tang Jun, Ji Qing memutuskan untuk membuat kejutan untuk Zi Qi.


Setelah persiapan acaranya sudah selesai, Xiao Jie cemas karena koki terkenal yang mereka undang ke acara pembukaan supermarket masih belum datang sampai sekarang apalagi sudah banyak ibu-ibu yang berkumpul menanti sang koki. Melihat para ibu-ibu itu, Zi Qi tiba-tiba menyadari bahwa mereka telah salah strategi. Mengundang koki terkenal memang akan menarik banyak pengunjung yang rata-rata ibu-ibu rumah tangga. Tapi hal itu tidak akan membuat proyek single point happiness mereka sukses, karena proyek ini lebih mentargetkan kalangan wanita-wanita karir yang masih muda dan single.


Tapi karena pembukaan sudah dimulai dan kokinya juga belum datang, Xiao Jie pun berinisiatif mengawali acara pembukaannya dengan mendemonstrasikan keahlian memasaknya pada para pengunjung. Acara masaknya cukup sukses menarik perhatian pengunjung tang rata-rata ibu-ibu sampai saat Ji Qing muncul dan saat itulah Tan Jun akhirnya menyadari kalau Ji Qing adalah seorang artis terkenal.

Xiao Jie sangat senang melihat kedatangan Ji Qing sementara Zi Qi tampak kesal. Kehadiran Ji Qing sukses menarik lebih banyak pengunjung ke supermarket terutama para wanita-wanita muda. Ji Qing mencoba memasak paket makanan itu dan berkata pada para penontonnya (tapi sambil melirik Zi Qi) bahwa memasak makanan single happiness di hari valentine untuk pacar bisa menunjukkan rasa cinta kita pada sang pacar. Ji Qing lalu membujuk Zi Qi untuk mencoba makanannya sembari berkata bahwa walaupun sekarang dia tidak punya pacar tapi dia masih berharap untuk menghabiskan hari valentine dengan makan bersama pacarnya.


Tang Jun tampaknya mulai curiga. Sayangnya, Xiao Jie tidak curiga sama sekali malah dengan antuasias mengisyaratkan Zi Qi untuk mencoba masakan Ji Qing. Zi Qi pun mendekat ke Ji Qing. Ji Qing menyuapi Zi Qi dan memberitahu Zi Qi bahwa dulu dia tidak tahu bagaimana cara menghargai usaha orang lain dan tidak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu demi orang yang berada disisinya. Karena itulah dia berharap dengan masakannya ini dia bisa berubah dan belajar untuk melakukan sesuatu demi kekasihnya dan membuat kekasihnya bahagia. Ji Qing lalu bertanya bagaimana rasa masakannya? Zi Qi tampak terharu mendengarnya lal menjawab bahwa masakannya Ji Qing sangat lezat dan membuatnya bahagia. Jawaban itu membuat Ji Qing langsung tersenyum bahagia mendengarnya.

Aigooo... Xiao Jie kenapa kamu tidak curiga sama sekali malah senyam-senyum dan mendoakan semoga Ji Qing bisa menemukan kembali kebahagiaannya. Tang Jun yang melihat semuanya dari kejauhan saja bisa langsung melihat dengan jelas hubungan rahasia Ji Qing dan Zi Qi.


Setelah Ji Qing pergi, semua penonton langsung berbondong-bondong membeli paket makanan single happiness dan membuat Xiao Jie langsung sibuk bukan main. Zi Qi langsung memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelinap pergi mengejar Ji Qing untuk menuntut penjelasan kenapa Ji Qing tiba-tiba memutuskan untuk membantunya?

Ji Qing berkata bahwa dia datang karena acara ini adalah acara yang sangat penting bagi Zi Qi tapi dia melihat Zi Qi tampak bahagia bersama Xiao Jie jadi dia memutuskan untuk pergi. Ji Qing mengklaim kalau Zi Qi tidak tahu seberapa besar rasa cintanya pada Zi Qi, dia ingin tetap menjadi pacarnya Zi Qi tapi Zi Qi malah mencampakkannya untuk wanita lain. Ji Qing berharap semoga Zi Qi bahagia bersama dengan Xiao Jie lalu berpaling pergi. Zi Qi berkaca-kaca penuh haru mendengarnya dan cepat-cepat mencegah Ji Qing pergi, Zi Qi berkata bahwa dia tidak pernah berniat untuk membiarkan Ji Qing pergi darinya lalu menciumnya. Mereka tidak menyadari bahwa Tang Jun melihat semuanya dari kejauhan.


Xiao Jie mengundang Tang Jun makan malam bersama untuk merayakan keberhasilan pembukaan supermarket. Saat Jia Yi dan anak buah Zi Qi sibuk makan dan minum-minum, Xiao Jie terus menerus mengecek ponselnya dengan gelisah karena sedari tadi Zi Qi sama sekali tidak menelepon dan tidak bisa dihubungi juga. Walaupun mengetahui semua kelicikan Zi Qi, tapi Tang Jun tetap diam malah berusaha menenangkan Xiao Jie dengan memberitahunya bahwa mungkin Zi Qi sedang sangat sibuk lalu cepat-cepat mengalihkan perhatian Xiao Jie pada anak buah Zi Qi yang bertingkah aneh karena mabuk.


Setelah makan malam selesai, Tang Jun mengajak Xiao Jie naik kincir ria di taman hiburan. Awww... Tang Jun takut pada ketinggian tapi dia tetap mengajak Xiao Jie naik kincir ria untuk membuat Xiao Jie bahagia dan melupakan kesedihannya karena tidak bisa merayakan valentine dengan pacarnya.


Xiao Jie bercerita pada Tang Jun bahwa waktu kecil orang tuanya berniat mengajaknya ke taman hiburan tapi sebelum mereka pergi, orang tuanya meninggal dunia. Karena itulah dia tidak pernah pergi ke taman hiburan karena tempat ini adalah tempat yang tidak membahagiakan baginya, bahkan baru pertama kali ini dia naik kincir ria. Tapi walaupun begitu, sekarang dia merasa bahagia karena Tang Jun baginya sudah seperti keluarga.

"Aku tidak mau menjadi keluargamu" ujar Tang Jun "aku punya seorang kakak perempuan. Dia sangat berisik dan menjengkelkan"

Tang Jun bertanya apakah Xiao Jie tidak pernah berpikir bahwa hubungan mereka bisa menjadi sesuatu yang lain? Xiao Jie tidak menjawabnya malah mengalihkan topik pembicaraan.


Xiao Jie pulang dengan senyum bahagia. Saat dia menceritakan tentang kencan valentinenya dengan Tang Jun pada Jia Yi, Jia Yi langsung heran kenapa Tang Jun yang selalu berada di sisi Xiao Jie padahal pacarnya Xiao Jie adalah Zi Qi? Mendengar itu, senyum bahagia Xiao Jie langsung menghilang. Dia berusaha menghubungi Zi Qi lagi tapi lagi-lagi Zi Qi tidak mengangkat teleponnya.


Bangun tidur keesokan paginya, Xiao Jie berusaha menghubungi Zi Qi lagi. Zi Qi ternyata tidak bisa dihubungi semalaman karena dia sedang bersama Ji Qing. Saat mereka melihat Xiao Jie menghubungi Zi Qi, Ji Qing menyuruhnya untuk mengangkat telepon itu. Zi Qi mengangkat teleponnya dan berbohong bahwa kemarin malam dia sangat sibuk dan Xiao Jie tentu saja mempercayai kebohongan Zi Qi.


Zi Qi memberitahu Ji Qing bahwa dia sebenarnya tidak tahu bagaimana caranya memberitahu Xiao Jie, apalagi dia sendiri yang memulai semua kekacauan ini. Walaupun dia tidak mencintai Xiao Jie tapi tetap ingin melakukan sesuatu untuk Xiao Jie, setidaknya melindunginya dan tidak membuatnya terluka. Dia akan membuat Xiao Jie memutuskan hubungan mereka, dengan cara itu Xiao Jie akan meninggalkan mereka dengan tetap mempertahankan harga dirinya. Zi Qi menyadari bahwa cara ini tidak adil untuk Ji Qing (hah? memangnya cara ini adil untuk Xiao Jie gitu? brengs**!), tapi dia berjanji bahwa dia akan mengembalikan hubungan mereka seperti dulu lagi.

Ji Qing cemberut dan menggerutu karena dia merasa perkataan Zi Qi itu sepertinya lebih mementingkan Xiao Jie daripada dirinya dan membuatnya terlihat seperti orang ketiga padahal Xiao Jie lah orang ketiga diantara mereka berdua. Dia pacarnya Zi Qi, tapi malah Xiao Jie yang bisa menggenggam tangan Zi Qi dihadapan publik dan mengklaim Zi Qi sebagai pacarnya (bleh... salahmu sendiri). Ji Qing mengatakan bahwa mulai sekarang, dia tidak akan pernah melepaskan Zi Qi dan berjanji akan menunggu Zi Qi menyelesaikan permasalahannya dengan Xiao Jie.


Presdir Gao memuji kesuksesan event valentine-nya Zi Hao dan pembukaan supermarket-nya Zi Qi. Zi Hao tidak senang mendengar pujian presdir Gao untuk Zi Qi apalagi saat Zi Qi pamer kesuksesan proyek single point happiness-nya, karenanya dia langsung berusaha menjatuhkan kesuksesan Zi Qi dengan mentarget Xiao Jie dan menyuruh Xiao Jie bertanggung jawab atas skandal yang disebabkannya.


Zi Qi berusaha membela Xiao Jie tapi presdir Gao memutuskan untuk mencabut posisi Xiao Jie sebagai juru bicara perusahaan. Zi Qi langsung protes sementara Zi Hao diam-diam tersenyum puas. Sayang, senyuman liciknya menghilang dengan cepat saat presdir Gao malah menawari Xiao Jie untuk menangani proyek kerja sama Haiyue dengan mall Huang Hai. Xiao Jie tentu saja langsung menerima tawaran itu dengan senang hati.


Tang Jun menelepon Xiao Jie tapi Xiao Jie tidak mengangkatnya karena masih rapat. Presdir Tang mengajak Tang Jun untuk kembali ke Shanghai segera setelah mereka menyelesaikan semua urusan di Taiwan dan menyuruh Tang Jun untuk menangani proyek promosi VIP mall Huang Hai.

Tang Jun berusaha menghindar dengan meminta agar kakaknya saja yang menangani proyek ini karena proyek ini adalah proyek tahunan yang sangat penting... alasan yang sebenarnya sih biar dia tetap tinggal di Taiwan mengurus proyek kerja sama dengan mall Haiyue sekaligus tetap dekat dengan Xiao Jie.

Tapi presdir Tang tetap bersikeras agar Tang Jun menangani proyek VIP dan mengingatkannya bahwa dia punya hutang jadi kalau dia tidak mau menangani proyek ini lalu dari mana dia akan mendapatkan uang untuk membayar hutangnya.


Xiao Jie tengah sibuk bekerja saat tiba-tiba dia mendapat telepon darurat yang menyuruhnya untuk segera ke rumah sakit sekarang juga. Xiao Jie langsung bergegas pergi ke rumah sakit dengan cemas karena Jia Yi lah yang sedang dirawat di rumah sakit. Tapi Jia Yi cepat-cepat menenangkan Xiao Jie dengan memberitahunya bahwa dia pingsan karena kelelahan padahal dia sedang hamil. Xiao Jie sangat terkejut tapi dia bahagia untuk Jia Yi.


Tak lama kemudian pacarnya Jia Yi datang dengan cemas. Xiao Jie mengumumkan kehamilan Jia Yi sambil berpura-pura memarahi pacarnya Jia Yi dan memperingatkannya untuk memperlakukan Jia Yi dengan sangat baik dan bekerja kerja untuk membeli berbagai perlengkapan bayi.

Pacarnya Jia Yi langsung memeluk Jia Yi erat-erat lalu berlutut untuk melamar Jia Yi, dia meminta Jia Yi untuk meninggalkan pekerjaannya dan menjadi nyonya bos di bar kecilnya yang tugasnya cuma bersantai sambil mengumpulkan uang saja. Dia memberikan sebuah cincin yang ukurannya kebesaran untuk jari Jia Yi tapi Jia Yi menerima lamarannya dengan tangis haru dan Xiao Jie pun ikut bahagia untuk mereka.

6 comments

Akhirnya..setelah bolak balik lihat blognya mba ima..makasih sinopsisnya..mudah2an episode selanjutnya bisa cepat Ɣªª sinopsinya...

akhirnya ada juga. lanjut mba. fighting aja aja

Semangat mba ima....lanjutkan^_^

Mba ima..thanks yah sinopsisnya..aku juga sama bolak balik blog mbak..salam kenal..sebenernya aku dah lama suka baca blog Mbak..cuma barus sekarang bisa kasih comment..karena baru ngerti caranya..

Jngn lupa sinopsis the legendary witchnya ya mbak...please.tks.GBU

Aku baru pertama kali juga komentar tapi makasih ya mba udah mau buatin sinopsisnya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon