Powered by Blogger.

 

 Episode 7
 

Setelah Jia Yi menerima lamarannya, pacarnya Jia Yi langsung pergi untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Xiao Jie memperingatkan Jia Yi untuk menghubunginya saat mereka mendaftarkan pernikahan mereka nanti karena dia tidak mau melewatkan kesempatan untuk menjadi saksi pernikahan mereka. Jia Yi meyakinkannya untuk tidak cemas karena Xiao Jie pasti akan menjadi saksi pernikahannya.

Xiao Jie bertanya apakah Jia Yi benar-benar akan berhenti bekerja? apakah dia tidak akan merindukan pekerjaannya nanti? Jia Yi dengan peuh keyakinan menjawab tidak. Berbeda dengan Xiao Jie yang melakukan apa saja demi karirnya, Jia Yi lebih ingin menjadi ibu rumah tangga dan memiliki keluarga yang bahagia.

Bukan cuma Jia Yi yang punya kabar bahagia, Xiao Jie pun punya sebuah kabar bahagia. Dia baru saja dipromosikan menjadi ketua proyek. Begitu mendengarnya, Jia Yi tentu saja ikut bahagia untuk Xiao Jie. Walaupun belum benar-benar berpisah, tapi mereka sudah saling merindukan saat-saat kebersamaan mereka tinggal bersama.


Di Haiyue, Zi Qi mondar-mandir dengan bingung memikirkan bagaimana caranya memutuskan hubungannya dengan Xiao Jie. Dia lalu menelepon Xiao Jie dan mengajaknya makan malam bersama malam ini. Xiao Jie langsung senang karena dia mengira kalau mereka mau makan malam bersama untuk merayakan promosi jabatannya.


Saat makan malam, Zi Qi mengucapkan selamat atas promosinya Xiao Jie. Setelah beberapa saat membicarakan masalah pekerjaan, Zi Qi berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk memutuskan hubungan mereka. Tapi sebelum dia mengatakan apapun, Xiao Jie tiba-tiba mendapat telepon dari Tang Jun.


Tang Jun memberitahu Xiao Jie bahwa saat ini dia sedang berada di restoran BBQ dan memesan banyak sekali makanan. Tapi masalahnya, saat ini dia punya masalah keuangan dan tidak punya uang untuk membayar tagihan. Karena itulah, sekarang dia sangat membutuhkan bantuan Xiao Jie untuk membayarkan tagihannya.

Xiao Jie berusaha menolak dengan memberitahu Tang Jun bahwa dia sedang kencan dengan Zi Qi lagipula Tang Jun juga masih punya hutang yang masih belum dia bayar (hutang waktu mereka makan malam di penginapan). Mendengar itu, Tang Jun langsung pura-pura berkeluh kesah tentang hidupnya yang sangat menyedihkan... padahal niat aslinya untuk mengingatkan Xiao Jie tentang jasanya yang pernah melompat ke sungai di Inggris demi menyelamatkan dokumennya Xiao Jie.

"Kau mengatakan itu untuk mengancamku yah? menyebalkan! sekalian saja kuserahkan diriku padamu karena aku tidak punya uang" ujar Xiao Jie

"Oh, itu saran yang sangat bagus. Kalau begitu berikan dirimu padaku. Istriku, tolong berikan uang untuk suamimu sekarang juga. Kalau tidak, aku, suamimu tidak akan bisa makan malam" Tang Jun pura-pura merengek.


Xiao Jie akhirnya luluh dan pergi meninggalkan Zi Qi untuk menemui Tang Jun di restoran BBQ. Sesampainya di restoran BBQ, Xiao Jie berniat langsung membayar tagihannya agar dia bisa cepat kembali ke Zi Qi. Tapi Tang Jun (dengan wajah memelas) berusaha keras membujuk Xiao Jie untuk makan dulu apalagi pesanannya sangat banyak. Xiao Jie akhirnya memutuskan untuk makan saja dulu, lagipula dia yang akan membayar tagihannya nanti.


Tang Jun berusaha memberi isyarat pada Xiao Jie tentang keanehan sikap Zi Qi akhir-akhir ini, tapi Xiao Jie dengan kesal malah menuduh Tang Jun lah yang aneh karena dia menganggu orang yang sedang kencan. Walaupun kesal dengan Tang Jun, tapi Xiao Jie kembali tersenyum bahagia saat dia memberitahu Tang Jun tentang promosinya menjadi ketua proyek dan betapa baiknya Zi Qi padanya dengan mengajaknya makan malam untuk merayakan promosinya.


Ji Qing menelepon Zi Qi untuk menanyakan tentang pembicaraannya dengan Xiao Jie. Ji Qing mendesak Zi Qi untuk segera memutuskan hubungannya dengan Xiao Jie karena dia sudah tidak sabar untuk menjadi satu-satunya kekasih Zi Qi lagipula kalau Zi Qi terus menundanya maka masalah ini akan menjadi semakin rumit bagi semua orang.


Tang Jun masih belum menyerah untuk memberi Xiao Jie isyarat tentang hubungan Zi Qi dan Ji Qing dengan cara mengungkit kemunculan Ji Qing yang begitu tiba-tiba di acara pembukaan supermarket waktu itu. Tapi Xiao Jie malah mengira kalau Tang Jun tertarik pada Ji Qing.

"Dasar bodoh" gumam Tang Jun

Tang Jun akhirnya menyerah dan hanya menasehati Xiao Jie agar dia tidak memandang Zi Qi sebagai pria sempurna karena suatu hari nanti Xiao Jie pasti akan menyesalinya. Sayangnya, Xiao Jie lagi-lagi salah paham dan menuduh Tang Jun mengatakan hal itu karena Tang Jun cemburu pada Zi Qi yang tampan, kaya, perhatian dan manis.

"Benar, aku iri padanya. Dia tampan, kaya dan manis. Aku tidak kaya, tidak manis dan tidak tampan" keluh Tang Jun


Tang Jun lalu mengalihkan topik pembicaraan dan mengucapkan selamat atas promosinya Xiao Jie. Saat Xiao Jie bertanya apa sebenarnya pekerjaan Tang Jun, Tang Jun memberitahunya bahwa mendapat tugas baru untuk menangani proyek VIP jadi dia akan kembali ke Shanghai. Tang Jun lalu meminta saran Xiao Jie tentang bagaimana caranya agar pelanggan VIP di mall Huang Hai tetap setia pada mall Huang Hai saja karena biasanya pelanggan VIP punya akses untuk berbelanja di mall-mall lain.

Xiao Jie menyarankan agar Tang Jun tidak terlalu fokus pada pelanggan VIP yang sekarang saja, tapi juga anak-anaknya para pelanggan VIP yang nantinya akan menjadi pelanggan VIP di masa depan nanti. Xiao Jie menyarankan agar Tang Jun mengadakan sebuah pesta dansa dimana orang-orang kaya bisa saling memperkenalkan anak-anak mereka yang baru beranjak dewasa. Itu adalah sebuah ide yang sangat bagus sampai-sampai Xiao Jie memuji dirinya sendiri. Tang Jun pun jadi punya banyak inspirasi berkat Xiao Jie.


Saat waktunya bayar tagihan, Xiao Jie langsung membentak Tang Jun dengan marah karena tagihannya benar-benar mahal. Tapi Tang Jun dengan santainya mengingatkan Xiao Jie bahwa dia juga ikutan makan. Saat Xiao Jie masih saja mempelototinya, Tang Jun akhirnya menawarkan dirinya sebagai ganti rugi.

Xiao Jie sangat suka dengan tawaran itu karena kebetulan dia memang sedang membutuhkan seorang pria yang masih muda dan bertubuh kuat. LOL! Mendengar itu, Tang Jun langsung mencopot bajunya dengan antusias. Sayangnya dia harus kecewa karena yang Xiao Jie maksud adalah dia membutuhkan pria muda dan kuat untuk membantu mengangkat barang-barang Jia Yi yang mau pindahan besok.


Saking asyiknya ngobrol dan minum-minum dengan Tang Jun, Xiao Jie hampir saja melupakan Zi Qi yang dia tinggal. Dia pun langsung cepat-cepat beranjak pergi.

Saat Xiao Jie kembali, Zi Qi menyadari kalau Xiao Jie sedang mabuk. Karenanya dia langsung membawa Xiao Jie keluar untuk mencari udara segar. Zi Qi heran kenapa Xiao Jie minum banyak sekali padahal dia gampang mabuk. Xiao Jie berkata bahwa dia minum-minum karena hari ini dia sangat bahagia, sejak bertemu dengan Zi Qi hidupnya berubah menjadi lebih indah.

Saat Xiao Jie menyadari Zi Qi tampak tidak bahagia, Xiao Jie langsung panik karena dia menduga kalau Zi Qi pasti ingin memutuskan hubungan dengannya karena dia bersikap tidak baik. Kehisterisan Xiao Jie membuat Zi Qi jadi tidak enak dan karenanya dia langsung berusaha menenangkan Xiao Jie dengan memberitahunya bahwa dia bersikap sangat baik.


Xiao Jie pun langsung ceria lagi. Xiao Jie hendak menyeberang jalan raya sambil terhuyung-huyung saat Zi Qi menyadari sebuah mobil yang hendak melintas ke arah Xiao Jie. Zi Qi langsung menarik Xiao Jie dan menyelamatkannya dari mobil itu.


Saat Zi Qi pulang, dia mendapati Ji Qing menyambut kedatangannya dengan segelas wine. Mereka lalu bersulang untuk merayakan awal hubungan baru mereka. Zi Qi meminumnya dengan senyum bahagia sampai membuat Ji Qing ikut bahagia, karena Ji Qing menyadari senyum bahagia Zi Qi adalah karenanya. Ji Qing mengaku baru kali ini dia menyadari bahwa melihat Zi Qi tersenyum bahagia membuatnya jadi merasa bahagia juga. Zi Qi tidak memberitahu Ji Qing bahwa dia masih belum putus dengan Xiao Jie, ia malah mengalihkan topik pembicaraan tentang bahagianya disambut oleh seseorang saat dia pulang.


Keesokan harinya, Tang Jun membantu Jia Yi pindahan tanpa mengeluh sama sekali. Dia bahkan melarang Jia Yi mengangkat barang paling ringan sekalipun. Saat Tang Jun mendengar Xiao Jie berjanji akan datang ke acara pendaftaran pernikahannya Jia Yi, dia langsung menyatakan dirinya mau ikut datang juga. Walaupun bahagia untuk Jia Yi tapi Xiao Jie mendesah sedih karena sekarang dia akan benar-benar sendirian.


Anak buahnya Zi Qi memberitahu bahwa sebentar lagi ultahnya Ji Qing, jadi dia menyarankan agar Zi Qi merayakannya dengan melamar Ji Qing. Lagipula sekarang hubungan mereka mulai bersemi lagi jadi saat ini adalah saat yang paling tepat untuk mengambil hati Ji Qing dan menikah dengannya.

Tapi bagaimanapun juga ada satu masalah yang masih mengganjal, yaitu Xiao Jie. Anak buah Zi Qi menyarankan agar Zi Qi cepat-cepat memutuskan Xiao Jie dan tidak terus menerus menghindari masalah ini. Jika Zi Qi terus menunda-nunda maka masalah ini lama-lama akan jadi semakin rumit dan Xiao Jie pun akan menjadi korban yang dituduh menjadi pihak ketiga.


Tang Jun mendatangi kantornya Xiao Jie untuk menjemputnya ke acara pendaftaran pernikahan Jia Yi. Tapi sesampainya disana, tenyata Xiao Jie sedang sibuk meeting. Tang Jun memutuskan untuk menunggu Xiao Jie di meja kerjanya dimana dia menemukan sebuah mug bergambar Peter Rabbit dan berbagai barang bernuansa Inggris.


Setelah beberapa lama menunggu, Xiao Jie ternyata masih belum selesai meeting. Tang Jun pun memutuskan untuk menyela meetingnya dan menyeret Xiao Jie keluar. Saat Xiao Jie memprotesnya, Tang Jun langsung mengingatkannya bahwa hari ini adalah hari pendaftaran pernikahannya Jia Yi dan sekarang mereka sudah terlambat setengah jam. Xiao Jie langsung pergi dengan panik.


Xiao Jie meminta maaf pada Jia Yi karena dia hampir saja melupakan pernikahannya Jia Yi. Jia Yi sama sekali tidak mempermasalahkannya, dia malah menasehati Xiao Jie untuk tidak melupakan hari terpentingnya sendiri hanya karena masalah pekerjaan. Jia Yi memberikan buket bungannya pada Xiao Jie dan mendoakan Xiao Jie bisa menemukan kebahagiaannya sendiri.

Sebelum pergi, Jia Yi menasehati Xiao Jie beberapa hal yang membuat Xiao Jie terisak penuh haru mendengarnya (jangan minum kopi saat perut sedang kosong, selalu ingat untuk makan siang, jangan tidur terlalu larut dan jangan menangis sendirian saat sedang sedih).


Setelah Jia Yi dan suaminya pergi, Tang Jun tetap setia menemani Xiao Jie karena dia cemas kalau harus meninggalkan Xiao Jie dalam keadaan sedih seperti ini. Xiao Jie memberitahu Tang Jun bahwa dia menangis karena baginya Jia Yi sudah seperti keluarganya sendiri.


Wanita berbeda dari pria, desah Xiao Jie. Saat pria menikah, keluarga mereka bertambah. Tapi saat wanita menikah, keluarga mereka berkurang. Karena itulah sekarang dia merasa hatinya hampa melihat Jia Yi pergi.

Xiao Jie berkaca-kaca saat dia bercerita bahwa dia mulai bekerja dan mandiri sejak ia masih muda. Dia bertemu dengan Jia Yi saat dia masuk ke perusahaan, dan sejak itulah dia dan Jia Yi melakukan segala-galanya bersama. 

Bersama Jia Yi membuat Xiao Jie benar-benar merasa memiliki keluarga dan tidak merasa kesepian. Tapi sekarang setelah Jia Yi menikah dan pindah rumah, Xiao Jie merasa sangat kesepian. Kemarin malam dia memotong 2 apel untuknya dan Jia Yi sebelum akhirnya dia menyadari kalau Jia Yi sudah pindah rumah.
 

2 comments

:* ♏αα º°˚ ˚°κ᧧ϊϊϊн....¨;;) sinopsisnya...ditunggu episode selanjutnya...

Makasih ya mbak tunggu sinopsis selanjutnya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon