Powered by Blogger.



Episode 8

 

Xiao Jie menangis saat dia menceritakan pada Tang Jun betapa dekatnya hubungannya dengan Jia Yi yang sudah seperti keluarganya sendiri dan betapa kesepiannya ia sejak ditinggal keluarganya. Tang Jun berusaha menghiburnya dengan memberitahunya bahwa walaupun dia sendirian dan kesepian tapi saat dia membuka jendela dia akan melihat banyak orang dan mendengar banyak suara.

Tang Jun bahkan memberitahu Xiao Jie untuk menghubunginya setiap kali Xiao Jie membutuhkannya. Misalnya jika Xiao Jie ingin jalan-jalan, Tang Jin bersedia menemaninya. Jika Xiao Jie ingin nonton film, dia akan menemani Xiao Jie nonton, bahkan dia mau jadi penyewa di apartemennya Xiao Jie.

Kata-kata Tang Jun itu mampu membuat Xiao Jie tersenyum kembali, dia bahkan menertawai tawaran terakhir Tang Jun karena dia yakin Tang Jun cuma ingin mendapatkan tempat tinggal gratis. Untuk lebih menghibur Xiao Jie, Tang Jun menawari Xiao Jie makan dan kali ini dia sendiri yang akan membayarnya.


Di rumah Zi Qi, Ji Qing ingin memasak makan malam untuk Zi Qi sampai membuat Zi Qi terheran-heran karena Ji Qing tiba-tiba ingin memasak? Ji Qing mengatakan bahwa dia ingin memasak untuk mendapatkan hati Zi Qi melalui makanan. Zi Qi berusaha membujuk Ji Qing untuk makan di restoran saja agar dia tidak perlu repot-repot memasak apalagi Ji Qing tidak pernah memasak sebelumnya.

Ji Qing langsung protes dengan wajah cemberut dan bersikeras untuk tetap memasak walaupun pada akhirnya semuanya jadi kacau balau. Zi Qi yang cemas berusaha menghentikannya dan memintanya untuk tidak memaksakan diri memasak untuknya. Tapi Ji Qing malah menangis dan menuntut Zi Qi untuk menjawab bagian mana darinya yang Zi Qi cintai sebenarnya? Bai Ji Qing yang memakai bikini untuk pemotretan? Bai Ji Qing yang memakai sepatu high heels dan berjalan di catwalk dengan elegan? Bai Ji Qing yang Zi Qi cintai itu hanyalah Bai Ji Qing yang ada di poster dan di TV.


Xiao Jie bisa menomorsatukan Zi Qi lebih daripada pekerjaannya sementara dia tidak bisa. Xiao Jie telah mencuri Zi Qi darinya (???????) dan sekarang dia takut kalau Xiao Jie akan mencuri hati Zi Qi juga. Ji Qing tidak mau menjadi dewi yang dipuja-puja semua orang, dia hanya ingin menjadi kekasihnya Zi Qi, wanita sederhana tapi bahagia. Zi Qi berusaha memeluknya dan menenangkannya tapi Ji Qing langsung mendorongnya menjauh, melarang Zi Qi menyentuhnya dan mengatakan bahwa dia butuh waktu untuk menenangkan diri.


Tak lama setelah Ji Qing pergi, anak buahnya Zi Qi datang dengan membawa majalah yang memberitakan hubungannya dengan Xiao Jie. Zi Qi membaca artikel berita itu lalu melemparnya dengan kesal. Zi Qi benar-benar frustasi karena baik Xiao Jie maupun Ji Qing sama-sama tidak bersalah dan hal itu membuatnya bingung apa yang harus dilakukannya?

Anak buahnya Zi Qi menasehati Zi Qi untuk segera memutuskan Xiao Jie. Putus hubungan baik dilakukan dengan cepat ataupun lambat, rasanya pasti sakit. Tapi daripada menyakiti secara perlahan-lahan, jauh lebih baik mengakhiri semuanya dengan cara cepat agar Zi Qi juga bisa melamar Ji Qing.


Tang Jun menemani Xiao Jie bersantai di rumah sambil minum bir. Tang Jun memberitahu Xiao Jie tentang proyek VIP yang pernah mereka bicarakan kemarin. Tapi sayangnya karena waktu itu Xiao Jie mabuk, dia sekarang tidak ingat tentang pembicaraan proyek itu. Tang Jun lalu menunjukkan proposal proyek VIP yang sudah dibuatnya. Kali ini Xiao Jie memberi ide lain yang jauh lebih baik, mengadakan pesta amal.


Xiao Jie memperingatkan Tang Jun untuk tidak lagi mengungkit-ungkit jasanya yang melompat ke sungai di Inggris karena sekarang dia sudah membayar hutang budinya pada Tang Jun. Membicarakan Inggris membuat Xiao Jie baru ingat tentang Tom, Xiao Jie heran kenapa Tom akhir-akhir ini tidak pernah online?

Tang Jun pura-pura tidak tahu siapa itu Tom dan Xiao Jie pun dengan polosnya memberitahu Tang Jun tentang Tom dan bagaimana mereka bisa jadi dekat. Xiao Jie berkata bahwa Tom adalah orang yang sangat manis, dia bahkan memberinya sebuah hadiah. Xiao Jie lalu berlari ke kamarnya dengan penuh semangat untuk mengambil hadiah pemberian Tom. Saat Xiao Jie pergi, Tang Jun diam-diam berteriak senang.


Xiao Jie menunjukkan boneka Peter Rabbitnya dengan antusias pada Tang Jun. Tapi saat dia kembali teringat kalau Tom akhir-akhir ini tidak pernah online, Xiao Jie langsung mendesah sedih mengira Tom sepertinya sudah melupakannya. Atau jangan-jangan Tom merasa dia menjengkelkan makanya dia tidak pernah online agar tidak perlu bertemu dengannya di dunia maya.

Tang Jun hampir saja keceplosan saat dia ingin menyangkal dugaan Xiao Jie tapi untunglah dia cepat sadar. Tang Jun berusaha menghibur Xiao Jie, dia merasa Tom tidak pernah online mungkin dia sedang sangat sibuk akhir-akhir ini. Dia yakin kalau Tom mungkin sebenarnya menyukai Xiao Jie.


Xiao Jie langsung tertawa mendengarnya, dia berharap semoga saja Tom memang menyukainya karena dia sendiri juga lumayan menyukai Tom. Mendengar itu, Tang Jun diam-diam tersenyum senang. Dia lalu bertanya, kenapa Xiao Jie menyukai Tom padahal dia tidak pernah sekalipun bertemu dengan Tom?

"Karena dia adalah orang pertama yang menyemangatiku untuk lebih berani mengejar impianku" jawab Xiao Jie

Xiao Jie berkata bahwa walaupun dia dan Tom tidak pernah bertemu tapi entah kenapa dia merasa sangat akrab dengan Tom seolah mereka sudah saling mengenal sejak lama. Selain itu, setiap kali terjadi sesuatu padanya atau dia sedang butuh bantuan, entah bagaimana rasanya Tom selalu muncul untuknya. Semua ucapan Xiao Jie itu serta merta membuat senyum Tang Jun semakin mengembang lebar.


Tang Jun lalu bertanya, diantara Tom dan Zi Qi, siapa yang akan Xiao Jie pilih? Xiao Jie butuh waktu cukup lama memikirkannya sebelum akhirnya dia menjawab Zi Qi... Tang Jun langsung kecewa... tapi Xiao Jie ternyata belum selesai bicara... Xiao Jie berkata bahwa Zi Qi mungkin kalah sedikit dari Tom. Senyum Tang Jun langsung kembali mengembang lebar mendengarnya.


Keesokan paginya, Xiao Jie terbangun dengan teriakan histeris karena mendapati Tang Jun tengah terbaring disisinya hanya dengan memakai pakaian dalam. Xiao Jie panik, jangan-jangan kemarin malam mereka...? Tang Jun mengangguk mengiyakannya, Tang Jun mendekat dengan menciumnya saat Xiao Jie terbangun dari mimpinya.


Semua itu cuma mimpi ternyata... tapi anehnya saat dia benar-benar bangun, dia mendapati Tang Jun tidur disampingnya (sama seperti mimpinya tadi). Gara-gara mimpinya tadi, Xiao Jie langsung memukuli Tang Jun dan mengatai Tang Jun maniak hidung belang lalu cepat-cepat mendorong Tang Jun keluar dari kamarnya tanpa mau mendengarkan penjelasan Tang Jun.


Di luar kamar, Tang Jun memberitahu Xiao Jie bahwa kemarin Xiao Jie mabuk berat sampai muntah-muntah di bajunya. Awalnya Xiao Jie tidak percaya. Tapi saat dia menemukan bajunya Tang Jun yang penuh noda muntahan, barulah dia sadar kalau semalam tidak terjadi apapun antara dia dan Tang Jun.


Tang Jun menunjukkan proposal proyek VIP-nya pada presdir Tang. Presdir Tang menyukai proposal itu. Tapi saat dia memuji Tang Jun, Tang Jun memberitahunya bahwa ide itu sebenarnya bukan miliknya. Tang Jun lalu memperkenalkan Xiao Jie pada presdir Tang.

Melihat Xiao Jie sangat gugup bertemu dengan presdir Tang, baik presdir Tang maupun Tang Jun sama-sama berusaha menenangkan Xiao Jie sampai akhirnya Xiao Jie bisa tertawa lepas. Presdir Tang memuji ide cemerlang Xiao Jie dalam membantu Tang Jun menangani proyek VIP itu dan karenanya dia langsung menawari Xiao Jie untuk bekerja di Huang Hai.

Xiao Jie sangat berterima kasih atas tawaran itu tapi sayang dia menolaknya karena dia belum ada rencana untuk meninggalkan Taiwan. Presdir Tang dan Tang Jun cukup kecewa mendengarnya, tapi presdir Tang sama sekali tidak mempermasalahkannya dan mengatakan bahwa dia akan menyambut Xiao Jie dengan tangan terbuka jika Xiao Jie berubah pikiran nanti.


Setelah presdir Tang kembali ke kamar hotelnya, Xiao Jie mengembalikan bajunya Tang Jun yang sudah dia cuci bersih. Tang Jun lagi-lagi hampir saja keceplosan saat dia mengeluh kenapa Xiao Jie tidak menerima tawaran ibunya. Untungnya dia cepat sadar dan cepat-cepat merubah kata-katanya, kenapa Xiao Jie menolak tawaran presdir Tang? Xiao Jie mengaku kalau dia menolaknya karena Zi Qi.


Sementara itu, Zi Qi sedang membeli sebuah cincin lamaran dan buket bunga. Awalnya, penjual bunga memberinya bunga mawar merah (didalamnya berisi sebuah surat), tapi ternyata Zi Qi minta bunga lili putih. Penjual bunga lalu memberinya lili putih. Pada saat yang bersamaan, bunga mawar merah yang tadi dibawa pergi oleh seorang kurir.


Di kantor, Xiao Jie menerima sebuah buket bunga mawar merah dan sebuah surat. Surat itu tidak dialamatkan dengan jelas pada siapa tapi dari isinya (permintaan maaf karena sikapnya yang dingin akhir-akhir ini dan ajakan makan malam bersama untuk merayakan hari spesial tanggal 10 april, hari ini), surat itu sepertinya ditujukan untuk Ji Qing. Xiao Jie sama sekali tidak curiga surat itu bukan untuknya malah dengan bingung ia bertanya-tanya ada perayaan apa tanggal 10 april?


Saat Tang Jun kembali ke kamar hotel, presdir Tang menyemangati Tang Jun untuk lebih berani jika Tang Jun memang menyukai Xiao Jie. Tang Jun menyangkalnya tapi sebagai ibu presdir Tang sama sekali tidak mempercayainya.


Gara-gara Xiao Jie menyinggung tentang Tom yang tidak pernah online akhir-akhir ini, Tang Jun pun langsung menyapa Xiao Jie lewat chatting sebagai Tom. Xiao Jie tentu saja sangat senang bisa chatting dengan Tom lagi.

Seolah Tom duduk disisinya, Xiao Jie memberitahu Tom bahwa dia baru saja mendapat buket bunga dari pacarnya disertai surat tentang hari spesial tanggal 10 april. Yang jadi masalah, dia sama sekali tidak tahu tanggal 10 april itu hari spesial apa? Tom menduga mungkin tanggal 10 april adalah hari perayaan 100 hari pertemuannya dengan Zi Qi. Xiao Jie mulai menghitung tanggal sejak saat mereka bertemu di malam tahun baru dan langsung menyadari kalau Tom benar. Aigooo Xiao Jie >_<


Tang Jun tiba-tiba punya pikiran buruk, jangan-jangan makan malam nanti Zi Qi mau melamar Xiao Jie? Tang Jun pun langsung menelepon Xiao Jie dan meminta Xiao Jie untuk bertemu dengannya setelah dia pulang kerja karena dia sedang membutuhkan bantuan Xiao Jie. Xiao Jie berusaha menunda besok saja karena hari ini dia ada janji penting, tapi Tang Jun bersikeras minta bertemu malam ini dan mengklaim kalau dia juga punya hal penting untuk dia sampaikan pada Xiao Jie.


Saat Xiao Jie masih ragu, Tom langsung muncul membujuk Xiao Jie untuk pergi menemui temannya itu dan meyakinkan Xiao Jie untuk mempercayai temannya itu. (hahahaha... lucu banget adegan ini) Bujukan Tom akhirnya sukses membuat Xiao Jie setuju bertemu Tang Jun tapi dia hanya mau bertemu selama 10 menit saja.


Seorang kurir mengantarkan sebuket bunga untuk Ji Qing. Tapi karena dia sedang wawancara, seorang wanita (entah dia siapa) mengambil buket bunga itu dan membaca surat yang berada didalam buket bunganya. Isi surat itu tampaknya sangat fenomenal sampai-sampai wanita itu langsung mengirim pesan pada beberapa reporter untuk mengabarkan sebuah berita eksklusif tentang Ji Qing.


Tang Jun tengah menunggu kedatangan Xiao Jie saat dia mendapat telepon dari presdir Tang yang mengajaknya untuk ikut makan malam bersama presdir Gao malam ini. Awalnya Tang Jun berusaha menolak tapi saat presdir Tang berkata kalau pertemuannya dengan presdir Gao malam ini adalah untuk membujuk presdir Gao memindahkan Xiao Jie ke Shanghai, Tang Jun langsung tertarik.


Xiao Jie hendak menemui Tang Jun saat taksi yang ditumpanginya tiba-tiba mogok di tengah jalan. Xiao Jie berusaha menghubungi Tang Jun tapi Tang Jun tidak bisa dihubungi karena tepat saat itu juga Tang Jun ditelepon presdir Tang. Karena taksinya mogok ditengah-tengah jalan raya, terpaksa Xiao Jie pergi menemui Tang Jun berjalan kaki.


Kiriman bunga lili itu akhirnya sampai ke tangan Ji Qing. Ternyata hari ini, tanggal 10 april, adalah tanggal ulang tahun Ji Qing dan bunga lili dipesan secara khusus oleh Zi Qi karena itu adalah bunga favoritnya Ji Qing. Surat yang berada didalam buket bunga lilinya ternyata sama persis dengan isi surat yang ditujukan pada Xiao Jie. (gimana ceritanya suratnya bisa ada 2?)


Pada saat yang bersamaan, Zi Qi tengah menunggu kedatangan Ji Qing dengan ditemani anak buahnya yang melaporkan jadwal acara lamarannya nanti dan meyakinkanya bahwa tidak akan ada seorangpun yang tahu tentang lamaran ini.

13 comments

Makasih buat penulis..........seru

Sepertinya surat itu sengaja dibuat oleh anak buah zi qi...supaya zi qi bisa putus dgn xiao jie

Mb.... lanjtin lg dong SOP nya.....msi suka bcanya����

Mbk
Kpn lnjut sinop quenn of s.o.p nya ni?
Please di lanjut ya mbk
Jia you ��

SOP Quenn nya lanjutin minnnn...
ceritamya baguss (y)
lagi tergila2 sm Zhang Han ;)
gr2 bca sinop Bos and Me

Mba semoga ngelanjutin nulis sinopsis ini saya suka sama jalan cerita bagus semangat ya mbak

Mba lnjutin dnk nulis sinopsis queen of sop ea ska bgt ma crta ea
Lnjutin ea mba klo bsa kmi smua nunggu sinopsis selanjutnya ni
Smngattt mba

Semangat mbak nulisnya, cepet di lanjut
Itu yang jadi tian tian pemain indonesia (anthony ) baru nyadar saya nya

Lanjutin dong...
kya sinopsis boss & me yg ampe tamat ,,

Mba lanjutin dong lanjutan sinopsisnya!!!! Sumpah penasaran mba lanjutan sinopsisnya 😢😢..semangat mba nulis lanjutan sinopsisnya ya..fighting 😊😊

iya ku harap sinop ini bisa dilanjut lagi mba :)

Mbak Ima, tolong dilanjut sinopsis drama ini ya. Terima kasih

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon