Powered by Blogger.

 

Saat Soon Ae pergi ke pasar untuk membeli daun bawang, dia bertemu dengan ahjussi Shin yang sedang membeli tauge. Soon Ae langsung menghampirinya dan membantu ahjussi memilih tauge yang tepat untuk dijadikan sup. Ahjussi Shin langsung kagum mendengar pengetahui Soon Ae, mungkin karena dia adalah chef terkenal yang masuk TV makanya dia lebih mengerti tentang hal-hal seperti ini.


Ahjussi Shin berterima kasih atas sarannya tapi Soon Ae malah membalasnya dengan sindiran "Tidak masalah, aku tidak tahu apakah aku membebani anda dengan mencampuri urusan anda"

"Tidak, sama sekali bukan beban. Kau pasti juga sedang berbelanja"

"Iya lah, aku kesini kan bukan untuk bersenang-senang. Kelihatannya anda berbelanja banyak. Sini kubantu"

"Tidak usah"

"Anda merasa ini juga beban yah?" sindir Soon Ae


Ahjussi Shin langsung tertawa mendengar sindiran Soon Ae. Beberapa saat kemudian, Soon Ae membantu ahjussi Shin membawakan belanjaannya sampai ke warungnya. Saat ahjussi Shin menawarinya yogurt, Soon Ae menerimanya sambil menyindir lagi mengatakan bahwa dia bukan orang yang suka mengira menerima minuman seperti ini sebagai beban.


Ahjussi Shin mengaku bersalah dan meminta maaf atas kata-kata yang pernah ia ucapkan pada Soon Ae waktu itu, sekarang dia mengerti kalau kata-katanya waktu itu telah menyakiti perasaan Soon Ae. Ahjussi Shin berkata bahwa Soon Ae menyimpan dendam sama persis seperti putrinya dulu.

Ahjussi Shin bercerita bagaimana dulu putrinya ingin mengkeriting rambutnya tapi dia menyuruh putrinya untuk mengkeriting rambutnya nanti saja karena waktu itu mereka sedang sibuk-sibuknya dan gara-gara itu putrinya langsung marah.

"Aiyoo, kenapa aku mempermasalahkannya? Seharusnya kubiarkan saja dia mendapatkan apapun yang dia inginkan" sesal ahjussi Shin


Ahjussi Shin meminta maaf karena dia malah membicarakan putrinya setiap kali dia bertemu Bong Sun. Ahjussi Shin mengaku bahwa dia cemas karena Bong Sun mungkin tidak akan datang lagi. Saat ahjussi Shin ingin membantu Soon Ae membuang botol yogurtnya dan mengulurkan tangannya yang gemetaran hebat, Soon Ae langsung bertanya cemas apakah ahjussi Shin sering minum-minum akhir-akhir ini?

Karena tidak mungkin melarang ahjussi minum-minum sebagai Bong Sun, Soon Ae akhirnya berinisiatif meminta ahjussi Shin untuk minum-minum bersamanya. Soon Ae tidak peduli walaupun ahjussi Shin merasa hal ini sebagai beban atau semacamnya, pokoknya kalau ahjussi ingin minum soju maka dia harus minum dengannya. Soon Ae bahkan memaksa ahjussi berjanji jari kelingking dengannya.


Setelah itu Soon Ae pamit kembali ke restoran. Di luar, dia bertemu dengan Kyung Mo yang langsung bertanya-tanya dengan nada menyindir bantuan apa lagi yang dia berikan pada mereka kali ini. Soon Ae dengan kesalnya membentak Kyung Mo untuk membantu ayahnya kalau dia tidak suka dengan bantuan orang lain.


Kyung Mo lagi-lagi mengira Soon Ae itu wanita mata duitan yang tengah mengejar ayahnya demi uang. Kyung Mo memberitahu Soon Ae untuk tidak berpikir seperti itu karena ayahnya sama sekali bukan pria kaya, bahkan warung itu pun mereka sewa. Soon Ae benar-benar kesal pada Kyung Mo yang bisanya cuma berpikir buruk.

"Kau! Bicaralah dengan sopan kecuali kau mau mati" bentak Soon Ae sebelum berlalu pergi


Kyung Mo benar-benar heran kenapa Bong Sun selalu datang kemari? Tiba-tiba sebuah ide terbersit dalam benaknya, jangan-jangan Bong Sun menyukainya? "Pasti aku. Wah, pantas saja. Aduh, aku benar-benar tidak suka mematahkan hati wanita" (hahaha)


Sun Woo yang sedari tadi pagi sudah merasa tidak enak badan, sekarang malah benar-benar sakit padahal restoran sudah buka dan sedang sibuk-sibuknya. Para asisten menyuruhnya istirahat saja dan Sun Woo pun langsung naik ke kamarnya, meminum obat dan berbaring.

Saat So Hyeong menelepon, dia langsung menyadari perubahan suara Sun Woo dan bertanya apakah dia sedang sakit? So Hyeong cemas tapi sayangnya dia tidak bisa datang karena banyak pekerjaan. So Hyeong menelepon untuk memberitahu bahwa lokasi syuting akan diganti dan waktunya pun akan diundur. So Hyeong bertanya cemas apakah Sun Woo benar-benar sakit? Tapi Sun Woo cepat-cepat berkata tidak dan menutup teleponnya dan tidur sampai restoran tutup.


Soon Ae kembali ke restoran setelah pura-pura pulang ke rumah. Dia lega karena tidak melihat hantu yang kemarin. Soon Ae bertanya-tanya apakah Sun Woo benar-benar sakit? Apakah dia harus membuatkan bubur? Ah lupakan saja, kenapa juga musti repot-repot.


Tapi beberapa saat kemudian, Soon Ae naik ke kamarnya Sun Woo dengan membawakan bubur. Soon Ae menyadari Sun Woo benar-benar sakit saat dia melihat Sun Woo berkeringat dingin dan tidak bangun saat dia berusaha memanggilnya. Soon Ae berusaha membangunkannya lagi. Saat Sun Woo akhirnya membuka matanya dengan lemah, Soon Ae langsung memintanya untuk makan bubur dan minum obatnya. Tapi dalam keadaan sakitnya, yang Sun Woo lihat sama sekali bukan Soon Ae melainkan So Hyeong.


Saat Soon Ae hendak pergi, Sun Woo langsung menghentikannya dan menarik tangan Soon Ae ke dahinya. Soon Ae bertanya apakah Sun Woo pusing? Apakah dia harus mengambilkan handuk basah? Tapi Sun Woo malah menjawabnya dengan menarik wajah Soon Ae dan menciumnya.


Soon Ae tentu saja kaget dan bingung... tapi sesaat kemudian dia mulai menikmati dan membalas ciuman Sun Woo. Sementara di luar kamar, anjing peliharaannya Sun Woo terus menerus menggonggong keras. Hmm... kayaknya anjing ini bisa ngerasain kehadiran hantu.


Sun Woo tiba-tiba membuka matanya saat mereka masih berciuman dan langsung melotot sadar kalau yang diciumnya bukan So Hyeong. Sun Woo langsung bangkit panik dan bertanya bingung kenapa dia datang kemari? Soo Ae memberitahu bahwa dia datang membawakan bubur dan Sun Woo duluan lah yang tiba-tiba menciumnya.


Sun Woo akhirnya ingat dengan perbuatannya sendiri tapi kemudian dia langsung mengusir Soon Ae. Saat Soon Ae tidak segera pergi, Sun Woo langsung mendorongnya keluar.

 

Saat Soon Ae sudah keluar dari kamarnya Sun Woo, dia baru menyadari kalau Sun Woo baik-baik saja setelah mereka berciuman.


Sun Woo tengah mengomeli dirinya sendiri saat Soon Ae tiba-tiba kembali ke kamarnya untuk bertanya apakah dia baik-baik saja? Apakah jantung/hatinya Sun Woo berdebar kencang? Apakah suhu tubuhnya menurun drastis dan apakah Sun Woo merasa kedinginan? Soon Ae bahkan langsung meraba-raba tubuh Sun Woo untuk memastikan keadaannya tubuhnya benar-benar baik-baik saja.

Tapi Sun Woo tampaknya salah paham dengan pertanyaan Soon Ae yang memang terdengar seolah menanyakan perasaannya pasca ciuman, dan dengan panik mendorong Soon Ae keluar dan mengunci pintunya.


Soon Ae lalu berlari pergi ke sauna untuk menemui si hantu pemakan telur yang mengkonfirmasi bahwa Soon Ae akhirnya menemukan pria kuat. Soon Ae langsung bersorak bahagia, akhirnya dia menemukan pria kuat yang akan bisa membantunya melepaskan status keperawanannya dan setelah itu dia bisa pergi meninggalkan dunia ini dengan tenang.


Mereka berdua lalu berpelukan, berteriak, berputar-putar dan melompat-lompat kegirangan tanpa mempedulikan pandangan orang-orang di sauna yang menonton Soon Ae seperti menonton orang gila. Yah bagaimana tidak disangka orang gila, Soon Ae teriak-teriak sendirian hehe...


Sejak saat itu, Soon Ae tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. Saat Sun Woo belum turun dari kamarnya, Soon Ae terus menerus memandang ke atas menanti kedatangan Sun Woo. Saat Sun Woo akhirnya muncul, yang Soon Ae lakukan terus menerus memandangi Sun Woo.


Min Soo heran melihat Sun Woo tampak baik-baik saja pagi ini padahal kemarin Sun Woo tampak seperti mau mati "Pasti terjadi sesuatu yang baik yah kemarin malam?" goda Min Soo.

"Apa maksudmu sesuatu yang baik?!" teriak Sun Woo "Pergi ambil daging sana!"


Saat para asisten pergi, Soon Ae langsung mendekati Sun Woo dengan penuh semangat sementara Sun Woo berusaha keras menghindari kontak mata dengan Soon Ae saat dia mengucapkan permintaan maaf atas kesalahannya tadi malam. Sun Woo menegaskan bahwa terlepas dengan kejadian kemarin, tidak ada yang akan berubah diantara mereka dan Soon Ae asal manggut-manggut mengiyakan semua perkataan Sun Woo.


Saat Sun Woo sedang ganti baju di kamarnya, tiba-tiba Soon Ae menerobos masuk dan mengunci pintu kamarnya. Saat itu Sun Woo hendak ganti baju tapi Soon Ae malah menghentikannya bahkan melarangnya pakai baju. hahaha. Sun Woo berusaha melawannya tapi malah membuat mereka berdua terjatuh ke kasurnya Sun Woo.


"Apa kau sudah gila?"

"Iya iya. Anggap saja aku sudah gila, akan lebih mudah bagimu dengan pikiran itu" ujar Soon Ae yang berusaha keras membuka paksa bajunya Sun Woo dengan semangat menggebu-gebu. Saat Sun Woo masih saja berusaha melawannya, Soon Ae merubah taktik dengan cara meminta Sun Woo untuk membantunya.

"Bantuan? Bantuan apa?"

"Sekali saja... lakukanlah denganku sekali saja"


Hujan deras mulai mengguyur saat Sun Woo yang tadinya begitu tercengang, akhirnya mulai bisa bicara lagi "Apa kau bilang?"

Soon Ae dengan antusias mengkonfirmasi bahwa yang Sun Woo pikirkan sama dengan yang dia pikirkan "Kau orang dewasa dan dia ini... maksudku aku juga orang dewasa. Ini kan bukan masalah besar"

"Kurasa kau sudah benar-benar gila. Pergilah ke rumah sakit" Sun Woo langsung mendorong Soon Ae dan melarikan diri.


Soon Ae tidak mau menyerah begitu saja dan terus membuntuti Sun Woo sembari memohon-mohon agar mereka melakukannya sekali saja, mereka tidak perlu melakukannya dua kali karena dia hanya perlu satu kali saja. Sun Woo benar-benar heran bagaimana bisa seorang gadis tidak punya harga diri seperti ini.

"Aku sama sekali tidak membutuhkan harga diri atau semacamnya. Tutup saja matamu dan lakukanlah sekali saja. Tubuhmu tidak akan berubah hanya karena melakukannya satu kali"

"Kau siapa? Seperti inikah kau yang sebenarnya? Apa kau seorang penipu? Apa kau berencana melakukan sesuatu padaku?"

Soon Ae menyangkal semua tuduhannya. Soon Ae tahu kalau Sun Woo punya perasaan pada wanita lain, karena itulah dia memohon agar mereka melakukannya satu kali saja "Tidak bisakah kau menganggap ini sebagai memberikan hadiah untukku? Satu kali saja"


Sun Woo tetap tidak mau tapi Soon Ae terus mengejarnya kemana-mana sambil memohon-mohon 'satu kali saja'. Saat para asisten melihatnya, mereka bingung sendiri apa yang Soon Ae minta dari Sun Woo dengan 'satu kali saja'?

Sepanjang hari, Soon Ae terus menerus membuntuti Sun Woo kemana-mana tanpa lelah sembari memohon 'satu kali saja'. Sementara Sun Woo terus berusaha menghindarinya sampai-sampai dia kesandung.


Soon Ae datang ke kamarnya Sun Woo dengan membawa makanan lalu berbaring di kasurnya Sun Woo. Tapi Sun Woo tahu betul apa niat Soon Ae yang sebenarnya dan langsung membungkus Soon Ae dalam selimut lalu membawanya keluar.


Soon Ae masih saja belum menyerah. Kali ini dia diam-diam menyelinap ke kamarnya Sun Woo tapi anjing perliharaannya menyalak keras mengabarkan kedatangan Soon Ae. Ketangkap basah, terpaksalah Soon Ae turun kembali dan Sun Woo langsung mengacungkan jempol untuk anjingnya.


Saat Sun Woo hendak tidur, Soon Ae tiba-tiba muncul dari balik selimutnya untuk meminta 'satu kali saja' lagi. Capek sudah Sun Woo menghadapi tingkah Soon Ae dan akhirnya dia memutuskan untuk mengizinkan Soon Ae tidur di sini... tapi kemudian dia sendiri beranjak pergi untuk tidur di tempat lain.


Sun Woo melarikan diri ke rumah ibunya yang kebingungan melihat Sun Woo datang tengah malam begini. Hae Young berusaha jadi ibu yang baik dengan menawari Sun Woo makan sebelum akhirnya menyadari kalau Sun Woo lebih pintar masak. Dia lalu merecoki Sun Woo untuk mandi dulu sebelum tidur tapi Sun Woo menolaknya karena dia cuma mau tidur.


Eun Hee dan Sung Jae sama herannya dengan Hae Young melihat Sun Woo datang untuk tidur di sini, padahal biasanya Sun Woo cuma mampir sebentar. Hae Young tidak tenang dengan sikap anehnya Sun Woo dan memutuskan untuk menelepon ahjumma dukun untuk menanyakan sikap anehnya Sun Woo ini. Ahjumma dukun menyuruhnya datang besok dan Hae Young berinisiatif untuk mengajak Eun Hee juga.


Keesokan harinya, Soon Ae menanyai Sun Woo tentang dimana dia tidur kemarin malam tapi Sun Woo tidak mau memberitahu. Soon Ae menyadari Sun Woo sama sekali tidak mudah dihadapi, karena itulah sepertinya dia perlu membuat rencana baru secepat mungkin.


Para asisten yang lain melihat wajah Soon Ae tampak memerah, mereka bertanya-tanya apakah Soon Ae habis minum-minum? Saat Soon Ae menyangkalnya, mereka menduga jangan-jangan Soon Ae demam. Mereka mengecek suhu tubuhnya dan dugaan mereka benar. Soon Ae terserang flu.

Awalnya Soon Ae tidak percaya kalau dia sakit tapi saat dia teringat ciuman mereka kemarin malam, barulah dia menyadari kalau dia pasti ketularan flunya Sun Woo. Soon Ae langsung mengumpat kesal menyadari 'dia' telah memberikan penyakit ini padanya.

"Dia tidak mau melakukannya malah memberiku penyakit" gerutu Soon Ae

Para asisten bingung siapa si 'dia' yang Bong Sun maksud? Soon Ae tidak memberitahukan identitas pria itu dan hanya memberitahu kalau dia adalah pria kuat. Walaupun tidak mengerti siapa si pria kuat itu dan apa yang tidak dilakukan pria kuat itu untuk Bong Sun, tapi Dong Chul langsung mengumpati si pria kuat itu dengan kesal karena pria kuat itu tidak mau melakukan permintaannya Bong Sun malah memberikan penyakit untuk Bong Sun.


Seo Joon bertanya apakah Bong Sun membutuhkan uang? Dia menduga mungkin Bong Sun membuntuti Sun Woo kemana-mana dan meminta 'satu kali saja' itu karena Bong Sun sedang membutuhkan uang. Seo Joon menawarkan bantuannya jika Sun Woo tidak mau meminjaminya uang.

Soon Ae langsung kagum mendengarnya "Dia itu sangat menggoda"


Hae Young dan Eun Hee menemui ahjumma dukun yang menyarankan agar mereka mengadakan upacara pengusiran setan untuk Sun Woo. Setelah menerima seamplop uang dari Hae Young, ahjumma dukun meminta horoskop-nya Sung Jae untuk melihat kapan Eun Hee dan Sung Jae akan punya anak.

Tapi setelah memeriksanya, ahjumma dukun berkata bahwa suaminya Eun Hee sangat dingin... suami Eun Hee itu bagaikan sebuah pulau terpencil yang jauh dari daratan utama, rumahnya sangat jauh di puncak gunung dan tidak akan ada seorangpun yang akan menemuinya. Suaminya Eun Hee tidak punya nasib baik dengan orang lain, tidak dengan orang tuanya, istri ataupun anak-anak. Ahjumma dukun heran, orang seperti suaminya Eun Hee ini seharusnya akan sendirian seumur hidup, lalu bagaimana bisa dia malah menikah?

Saat Hae Young memaksanya untuk memberikan jawaban pasti tentang apakah mereka bisa punya anak atau tidak, ahjumma dukun merasa tidak enak dan akhirnya hanya mengomeli Eun Hee untuk makan dengan baik agar dia bisa cepat punya anak.


Sung Jae dan rekannya pergi ke sebuah tempat penampungan barang rongsokan setelah mendapat keluhan tentang anjing di sana. Setelah selesai dengan selamat tanpa digigit si anjing yang terus menyalak tanpa henti, mereka pun memutuskan untuk pergi. Sesaat sebelum pergi, Sung Jae menatap anjing itu entah dengan ekspresi apa karena hanya bagian punggungnya saja yang di-shoot. Anehnya setelah mereka pergi, terdengar suara seseorang memukuli anjing itu.


Di restoran, Soon Ae berdandan sebelum masuk kamarnya Sun Woo. Tapi sesampainya di sana, dia malah mendapati kamarnya Sun Woo terkunci. Sayangnya, dia sudah menduga hal ini akan terjadi dan karenanya dia sudah menyiapkan sesuatu untuk membuka paksa pintunya Sun Woo.

Saat ia tengah berusaha keras membuka pintunya, Sun Woo tiba-tiba datang dari belakangnya dan langsung menyeretnya turun.


Soon Ae menggerutu heran karena dia dengar pria bisa melakukannya bahkan sekalipun mereka tidak menyukai si wanita, tapi kenapa Sun Woo jual mahal banget? Dia berusaha meyakinkan Sun Woo sekali lagi bahwa dia punya masalah makanya dia meminta bantuan Sun Woo. Tapi saat Sun Woo menuntutnya untuk memberitahukan apa masalahnya, Soon Ae tidak bisa menjawabnya.

Sun Woo tentu saja langsung menuduhnya berbohong dan memperingatkan Soon Ae bahwa dia tidak suka adanya skandal di tempat kerja jadi jika dia terus seperti ini maka Soon Ae tidak akan lagi bisa bekerja di sini. Soon Ae bertanya apakah ini karena So Hyeong? Jika iya maka dia berjanji akan merahasiakannya.


Dia terus berusaha membujuk Sun Woo bahkan memberitahu Sun Woo kalau dia ketularan flunya Sun Woo tapi Sun Woo masih tidak percaya dan langsung berlari kembali ke kamarnya tanpa peduli kalau Soon Ae sakit beneran. Soon Ae merasa badannya benar-benar panas dan langsung membuka freezer untuk mendinginkan tubuhnya.

Sun Woo mendapat pesan dari So Hyeong yang menanyakan keadaannya. Dia hendak mencabut kabel chargernya tapi anehnya kabel charger itu tidak mau terlepas bahkan sekalipun dia berusaha menariknya sekuat tenaga.


Tidak tahan lagi dengan sakitnya, Soon Ae akhirnya berbaring di sofa. Saat itulah, roh Soon Ae tiba-tiba tampak berkedip-kedip dalam tubuh Bong Sun.


Sun Woo akhirnya bisa mencabut kabel chargernya... bersamaan dengan Soon Ae yang terjatuh dari sofa. Dan sesaat kemudian, rohnya Soon Ae tiba-tiba keluar dari tubuh Bong Sun. Saat Soon Ae melihat ke bawah, dia melihat tubuh Bong Sun terbaring lemah dalam keadaan sakit. Soon Ae terheran-heran menyadari dia sudah keluar dari tubuh Bong Sun.


Sun Woo benar-benar heran ada apa dengan kabel chargernya? Lebih anehnya lagi, entah kenapa dia merasa tidak tenang memikirkan apakah Bong Sun benar-benar sakit. Dia kemudian turun untuk mengecek keadaan Bong Sun. Saat Soon Ae melihat kedatangan Sun Woo, dia langsung mengumpat kesal karena Sun Woo turun di saat yang tidak tepat. Sun Woo melihat Bong Sun pingsan di lantai dan langsung menghampirinya dan berusaha membangunkannya dengan panik.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon