Powered by Blogger.



Soon Ae berusaha melarikan diri dari ahjumma dukun. Saat ahjumma dukun hampir saja berhasil menangkap Soon Ae dengan tongkatnya, Soon Ae langsung melepaskan diri dari tubuh Bong Sun lalu masuk kedalam bis. Ahjumma dukun mengejarnya dengan taksi sementara Bong Sun hanya bisa celingukan bingung mendapati dirinya sendiri berada di jalanan.



Langkah Bong Sun tiba-tiba terhenti saat dia melihat Sun Woo yang langsung protes karena Bong Sun membuatnya menunggu lama. Bong Sun tentu saja tidak mengerti tapi dia langsung mengucapkan kata maafnya lagi dengan tergagap. Sun Woo kaget mendengar kata maafnya Bong Sun keluar lagi dan langsung mengecek suhu tubuh Bong Sun.


"Kau tidak demam. Kenapa lagi kau sekarang? Apa kau merasa depresi lagi? Kau selalu mengucapkan kata maaf berulang kali saat kau sedang depresi"

"Tidak, bukan seperti itu... eh iya, mungkin, sedikit"

"Jadi kau sedang depresi atau tidak? Ah sudahlah, terserah mau kau sedang mania atau depresi pokoknya kita harus makan sesuatu dulu, masuklah"


Dalam perjalanan, Bong Sun berusaha menanyai Sun Woo tentang apakah kompetisi masak saat dia menumpahkan tepung itu sukses? Sun Woo mengiyakannya tapi dia mengira kalau Bong Sun membahas hal itu karena Bong Sun ingin menyombongkan dirinya yang berhasil mengatasi masalah itu dengan usahanya sendiri.


Sun Woo lalu menyuruh Bong Sun mencari arah restoran pancake lewat gps ponselnya. Soon Ae pun membuka ponselnya dan langsung kaget mendapati wallpapernya sekarang sudah ganti jadi foto selfienya bersama Sun Woo. Tapi dia berusaha untuk tetap bersikap tenang dan tidak mengatakan apapun.


Setelah turun dari bis, Soon Ae langsung celingukan mencari keberadaan ahjumma dukun. Dia lega begitu melihat keadaan sudah aman. Ia tengah menggerutukan pintarnya ahjumma dukun dalam melacaknya saat tiba-tiba saja ahjumma dukun muncul dari tempat persembunyiannya dan langsung menarik Soon Ae lalu mengikat kedua tangan Soon Ae dengan seutas tali.


Soon Ae berusaha meronta dan berteriak-teriak tapi tentu saja yang bisa didengar oleh para pejalan kaki lainnya hanya suara teriakannya ahjumma dukun. Ahjumma dukun jadi tontonan ramai para pejalan kaki yang mengira dia orang gila yang berteriak-teriak sendirian sambil menyeret udara kosong.


Di restoran pancake, Sun Woo memberitahu Bong Sun tentang kata-kata yang pernah diucapkan Leonardo Da Vici bahwa makanan bukan cuma sekedar konsumsi tapi seperti musik dan seni "Itu artinya kau harus makan dengan cara yang sama seperti saat kau menikmati musik dan seni"


Saat makan, jangan cuma makan tapi pikirkan segala sesuatu tentang makanan yang kau makan, ujar Sun Woo. Bong Sun juga harus memikirkan minyak apa yang digunakan dalam memasak makanan itu, apa saja yang dimasukkan kedalam adonannya dan apa saja bumbu-bumbunya.

"Memasak itu seperti seorang konduktor sebuah orkestra di dapur, mengerti?"

"Iya, chef"

Seperti biasanya, Sun Woo langsung memuji dirinya sendiri karena quote tentang konduktor itu bukan quote milik orang lain tapi murni quote ciptaannya sendiri. Dan dia langsung tersenyum lebar begitu Bong Sun memujinya keren.


Saat mereka mulai makan, Sun Woo langsung menanyai pendapat Bong Sun tentang pancake itu. Bong Sun bilang teksture pancake itu renyah. Kenapa bisa begitu? tanya Sun Woo. Bong Sun menduga mungkin karena mereka memakai tepung jagung. Tapi Sun Woo bilang tidak karena tepung jagung malah bisa merusak adonannya, jawaban yang benar adalah bawang. Bawang bisa menjaga kelembaban adonannya dan membuat pancakenya jadi renyah.


"Hanya dengan bahan-bahan makanan saja, kau bisa membuat berbagai macam teksture tanpa perlu menambahkan bahan buatan. Contohnya kalau kau ingin membuatnya jadi kenyal maka kau bisa menambahkan kentang. Kalau kau ingin membuatnya jadi lembut hanya perlu menambahkan susu. Jika kau ingin menambah cita rasanya maka kau bisa menambahkan minyak wijen"

Bong Sun termenung memikirkan betapa berbedanya sikap Sun Woo padanya dulu dan sekarang. Untunglah dia tidak sepenuhnya melamun dan bisa menjawab pertanyaan Sun Woo saat Sun Woo mengetes apakah dia mendengarkan ajarannya atau tidak.


Saat mereka hendak pulang, Bong Sun terlalu melamun menatap Sun Woo sampai tidak lihat jalan dan hampir terjatuh. Sun Woo langsung mengomelinya untuk lihat jalan dan menyuruh Bong Sun berolahraga karena Bong Sun sangat lemah. Gara-gara Bong Sun seperti inilah semua orang asal memanggilnya 'Bong Bong'.

"Kenapa kau tidak bilang pada mereka 'aku bukan Bong, aku Na Bong Sun'. Kau harus percaya diri"

"Baik, chef"

Tapi baru saja memberikan nasehat seperti itu pada Bong Sun, Sun Woo sendiri malah memanggilnya Bong. Bong Sun kaget tapi Sun Woo cepat-cepat beralasan kalau dia boleh memanggil Bong Sun seperti itu, hanya dia seorang.


Bong Sun tiba-tiba melihat pengamen jalanan yang sedang menyanyi sambil memainkan gitarnya, Bong Sun langsung terpaku penuh kekaguman pada pengamen jalanan itu. Sun Woo menggerutu tidak mengerti sama sekali apa kerennya pengamen jalanan itu? Sun Woo memanggil Bong Sun menjauh dari sana tapi Bong Sun malah terus melamun menatap pengamen jalanan itu, dia baru mau bergerak pergi saat Sun Woo mulai berteriak memanggilnya.


Soon Ae diseret ahjumma dukun kembali ke rumahnya. Soon Ae berusaha membujuk ahjumma dukun untuk melepaskannya karena sebentar lagi dia akan bisa melepaskan dendam perawannya. Tapi ahjumma dukun tidak percaya karena biasanya tidak mudah bagi hantu untuk menuntaskan dendamnya.


Soon Ae terus berusaha membujuknya bahkan memberitahu ahjumma dukun kalau dia sudah menemukan targetnya. Ahjumma dukun langsung kaget menyadari Soon Ae sudah menemukan pria kuat. Soon Ae berkata bahwa dia menemukan pria itu berkat memasuki tubuh Bong Sun karena pria itu dekat dengan Bong Sun.

"Jangan bilang kalau kau membicarakan chef di restoran itu?"


Saat Soon Ae membenarkan dugaannya, ahjumma dukun langsung tidak setuju. Soon Ae tidak boleh memakai pria itu karena ibunya Sun Woo adalah klien sekaligus temannya. Soon Ae tidak mengerti apa hubungan masalah itu dengannya? Lagipula kenapa juga dia harus mempedulikan masalah itu saat dia harus menuntaskan dendamnya?

Ahjumma dukun tetap ngotot tidak melarang Soon Ae memanfaatkan Sun Woo. Soon Ae benar-benar bingung, kenapa ahjumma dukun melindungi Sun Woo seperti anak sendiri? Jangan-jangan ahjumma dukun bersikap seperti ini karena dia mengambil banyak uang dari ibunya Sun Woo?


Dugaan Soon Ae memang benar tapi ahjumma dukun tetap bersikeras melarang Soon Ae memanfaatkan Sun Woo. Sebagai gantinya, ahjumma dukun menawarkan bantuannya untuk membuat Soon Ae pergi ke surga lebih cepat dengan cara melakukan ritual arwah. Soon Ae ketakutan mendengarnya dan langsung menolak, dia dengar ritual itu sangat amat menyakitkan.

"Cuma sebentar" bujuk ahjumma dukun "Kau hanya perlu menahannya sebentar saja"

"Tidak mau. Aku tidak mau melakukannya. Pokoknya tidak mau"


Sun Woo dan Bong Sun akhirnya tiba di atap restoran. Sun Woo menggerutu karena biasanya dia tidak makan larut malam, tapi hari ini dia melakukannya gara-gara salah seorang pegawainya. Mendengar itu, Bong Sun lagi-lagi langsung meminta maaf. Sun Woo langsung tertawa geli mendengar kata maafnya Bong Sun lagi.

Bong Sun mengucapkan selamat malam padanya tapi Sun Woo berkata bahwa dia tidak yakin apakah malam ini dia akan selamat. Karena siapa tahu Bong Sun akan berubah mania dan menyerangnya lagi.


Mereka kemudian kembali ke kamar masing-masing. Walaupun tadinya mengkritiki pengamen jalanan, tapi saat kembali ke kamarnya Sun Woo malah langsung mengambil gitarnya lalu mulai memainkannya. Bong Sun baru saja menyalakan dupanya saat tiba-tiba dia mendengar suara alunan gitar dari kamar sebelah. Bong Sun lalu menempelkan telinganya ke tembok dan langsung kagum begitu mendengar suara nyanyian Sun Woo.


Keesokan paginya, Sun Woo membangunkan Bong Sun. Begitu Bong Sun membuka pintunya, Sun Woo langsung mengkritiknya karena bangun kesiangan padahal sebagai seorang chef dia harus bisa bangun pagi untuk belanja ke pasar. Sun Woo lalu mengajak Bong Sun untuk olahraga pagi. Bong Sun punya masalah dengan kebugarannya, jadi kalau Bong Sun masih ingin bekerja di dapurnya maka Bong Sun harus melatih kebugarannya.

"Lihat aku. Karena aku sering olahrga.. lihat ototku ini" ujar Sun Woo memamerkan otot lengannya "Kalau kau sering berolahraga maka otot lenganmu akan semakin kuat dan mentalmu pun akan sehat"


Sun Woo menyewa sepeda untuk Bong Sun tapi ternyata Bong Sun tidak bisa bersepeda. Sun Woo heran kenapa Bong Sun tidak pernah berlajar bersepeda? Bong Sun berkata bahwa dia sebenarnya ingin belajar bersepeda tapi dia tidak terlalu atletis. Sun Woo heran memangnya apa susahnya belajar bersepeda? Bahkan untuk membuktikan betapa mudahnya bersepeda, Sun Woo langsung unjuk kebolehan berputar-putar dengan sepedanya dan sukses membuat Bong Sun terkagum-kagum.


Sun Woo lalu mengajari Bong Sun bersepeda, tapi dia langsung stres sendiri saat Bong Sun tetap saja tidak bisa. Saat Bong Sun terjatuh, Sun Woo bergerak cepat mengulurkan lengannya untuk mencegah kepala Bong Sun terbentur aspal. Alhasil, tangannya jadi sakit dan Bong Sun langsung meminta maaf lagi.


Sun Woo hendak membeli minuman kaleng di vending machine tapi uangnya kurang. Bong Sun mengira mereka tidak akan bisa membeli minuman itu tapi Sun Woo tidak kekurangan ide. Dia meraba-raba bagian bawah mesin dan sukses menemukan satu uang koin tambahan.


Tapi tetap saja uangnya kurang satu koin lagi untuk membeli 2 kaleng minuman. Awalnya, Sun Woo berinisiatif agar mereka membeli satu kaleng saja. Tapi tiba-tiba saja Bong Sun memukul mesinnya dan sukses mengeluarkan satu koin lagi. Sun Woo heran apakah Bong Sun sudah pernah melakukan hal ini sebelumnya?

Saat Bong Sun menyangkalnya, Sun Woo langsung memuji dirinya sendiri. Mengklaim Bong Sun mempelajari hal ini darinya "Kalau gurunya cepat maka muridnya juga pasti cepat"


Setelah sukses membeli 2 kaleng minuman, mereka kembali ke sepeda mereka. Tapi langsung kaget saat melihat sadel sepedanya Sun Woo menghilang. Mereka melihat seorang pria baru saja melarikan diri dengan sadel sepeda curiannya dan Sun Woo langsung mengejar si pencuri itu. Bong Sun juga ikut mengejar tapi saat dia mulai ketinggalan jauh, dia langsung mencari jalan lain untuk mencegat si pencuri.


Sun Woo mulai kelelahan. Saat si pencuri mengira keadaan sudah aman, dia malah dicegat Bong Sun. Dia berusaha melarikan diri melewati Bong Sun tapi Bong Sun langsung mencegahnya dengan menangkap kaki si pencuri sambil berteriak "Ahjussi maafkan aku, maafkan aku"

"Kalau kau menyesal, lepaskan aku"

"Ahjussi, maafkan aku" teriak Bong Sun sebelum akhirnya menggigit kaki si pencuri.


Sun Woo akhirnya datang tak lama kemudian dan mereka langsung menyeret si pencuri ke polisi yang lega karena akhirnya si pencuri yang selama ini telah mencuri banyak sadel sepeda, tertangkap. Sung Jae bertanya-tanya bagaimana caranya mereka menangkap si pencuri itu?

"Bukan aku, Na Bong Sun yang menangkapnya. Dia tidak bisa menangkapnya dengan kekuatan jadi dia menggigit kakinya. Menakutkan sekali"


Bong Sun langsung menyangkal, tidak sampai semenakutkan itu karena dia cuma menggigit sedikit saja. Sun Woo langsung tersenyum mendengarnya. Sung Jae berterima kasih atas jasanya Bong Sun dan langsung menawarinya traktiran makan tapi Bong Sun langsung menolaknya dengan sopan.

"Lihat kan? Sekarang setelah kau berolahraga denganku, kekuatan ototmu dan genggamanmu jadi semakin lebih baik" ujar Sun Woo memuji dirinya sendiri


Sung Jae heran mendengar mereka berolahraga bersama. Sun Woo beralasan kalau dia mengajak Bong Sun berolahraga karena Bong Sun kurang fit sampai tidak bisa menggenggam teflon dengan baik. Setelah Sun Woo dan Bong Sun pergi, Sung Jae dan rekannya terheran-heran melihat kedekatan Sun Woo dengan pegawainya yang sangat tidak biasa.


Saat mereka kembali ke atap restoran, Sun Woo mengajak Bong Sun memakan kue kesukaannya yang biasanya tidak dia bagi-bagi ke orang lain. Awalnya Bong Sun menolak tapi Sun Woo memaksa karena Bong Sun kan belum sarapan. Bong Sun akhirnya mau juga memakannya sambil tersenyum malu-malu.


Sun Woo menatapnya dengan penuh cinta dan sangat senang melihat Bong Sun yang hari ini banyak senyum. Sun Woo suka sekali melihat Bong Sun dalam keadaan netral seperti ini dan bukannya menyemburkan kata maaf berkali-kali "Aku sangat menyukaimu hari ini, Na Bong Sun. Kau bahkan berhasil menangkap seorang pencuri dengan auuung..."


Bong Sun tentu saja langsung bahagia mendengarnya apalagi saat Sun Woo tiba-tiba mengacak-acak rambutnya. Tepat saat itu juga, So Hyeong datang dan melihat kemesaraan mereka dengan pandangan tidak suka. So Hyeong tampak kecewa saat dia melihat Sun Woo sedang makan kue kesukaannya padahal dia juga datang membawakan kue yang sama.


Saat So Hyeong menanyainya tentang Bong Sun yang tinggal di gudang atap, Sun Woo menjelaskan kalau Bong Sun hanya akan tinggal di situ sampai dia menemukan tempat tinggal baru. Sun Woo juga menjelaskan kalau Bong Sun diusir dari kamar kosnya dan dia mengizinkan Bong Sun tinggal di atap karena kasihan. So Hyeong heran biasanya Sun Woo selalu memisahkan antara urusan pribadi dan urusan publik. Sun Woo beralasan kalau Bong Sun itu sudah jadi bagian dari keluarga. So Hyeong lama-lama jadi curiga karena Sun Woo terus menjelaskan sampai sedetil itu.


Sun Woo mengalihkan pembicaraan dan bertanya kenapa So Hyeong datang pagi-pagi begini? So Hyeong berkata kalau dia cuma ingin mampir setelah melihat kue kesukaan Sun Woo di coffe shop. Karena Sun Woo sudah memakan kue yang sama, So Hyeong berniat membawanya kembali saja tapi Sun Woo mencegahnya dengan beralasan kalau dia sangat menyukai kue itu sampai memakannya 3 kali sehari.

Para asisten datang tak lama kemudian. Tapi begitu melihat So Hyeong, mereka langsung minta izin keluar lagi karena mereka mengira Sun Woo dan So Hyeong pacaran dan mereka tidak ingin menganggu. Sun Woo cepat-cepat menyangkal dugaan mereka dan langsung menyuruh mereka masuk dan bersiap-siap. So Hyeong pamit pergi sementara di ruang ganti, para asisten langsung menggosipkan So Hyeong yang cantik dan sangat metropolitan.


Ahjumma dukun menyeret paksa Soon Ae untuk menjalani ritual arwah demi kebaikan Soon Ae sendiri. Soon Ae yang sangat ketakutan, terus berusaha memberontak dan memohon agar dia naik ke surga dengan caranya sendiri. Tapi ahjumma dukun langsung mengingatkan kalau dia sudah pernah membiarkan Soon Ae melakukan caranya sendiri tapi tetap saja dia tidak berhasil menuntaskan dendamnya, Soon Ae malah membuat para pria menderita karena tidak tahan dengan hawa dinginnya Soon Ae.


Bahkan sekalipun Soon Ae sekarang sudah berhasil menemukan pria kuat, tapi apakah Soon Ae pikir dia akan bisa mendapatkan pria itu dengan mudah? Waktu Soon Ae hanya tinggal beberapa bulan lagi sebelum akhirnya dia berubah jadi roh jahat. Soon Ae berusaha meyakinkan ahjumma dukun kalau dia pasti akan berhasil tapi ahjumma dukun tetap pesimis.


Ahjumma dukun memulai ritual arwahnya dimana dia mendudukkan Soon Ae di dekat meja altar dan mengikatnya dengan lebih banyak tali. Soon Ae sangat ketakutan dan terus berusaha meronta tidak mau melakukan ritual ini. Soon Ae meronta sekeras-kerasnya hingga tiba-tiba saja asap hitam muncul dari dalam tubuhnya dan membuatnya sangat marah, kemarahannya sangat kuat sampai dia punya kekuatan melempar barang altar ke ahjumma dukun dan melukai wajahnya. Saat Soon Ae mulai tenang, asap hitam itu pun mulai menghilang.


So Hyeong kembali ke kantornya dengan pikiran tidak tenang, gelisah memikirkan kemesraan Sun Woo dan Bong Sun. Sunbaenya yang suka menggodainya datang dan langsung menawari So Hyeong untuk kencan buta dengan temannya. Saat So Hyeong menolak tawarannya, sunbae curiga jangan-jangan So Hyeong menolak gara-gara dia punya hubungan khusus dengan Sun Woo, apalagi banyak kru yang bergosip kalau cara Sun Woo memandang So Hyeong sangat tidak biasa.


So Hyeong tercengang mendengar perkataan sunbae tapi kemudian dia menyangkal gosip itu dan menegaskan kalau dia dan Sun Woo cuma teman biasa. Mendengar itu, sunbae terus membujuk So Hyeong untuk kencan buta dengan temannya itu. So Hyeong ragu tapi kemudian dia berkata kalau dia akan memikirkannya.


Di restoran, Min Soo mengajak teman-temannya untuk makan bersama lagi setelah pulang kerja nanti tapi mereka langsung membuat-buat alasan untuk menolaknya. Min Soo yang kesal dengan kebohongan mereka, asal memukulkan pisau yang tengah dipegangnya ke sebuah panci dan membuat pisau itu jadi cacat sedikit. Awalnya dia mengira itu pisaunya sendiri tapi begitu menyadari pisau yang dirusakkannya itu adalah pisaunya Sun Woo, Min Soo langsung panik. Sun Woo pasti akan marah besar kalau dia sampai tahu.

"Kenapa kau memakai pisaunya chef? Dia benci sekali ada orang yang melakukan itu pada pisaunya"

"Aku tidak tahu kalau itu pisau miliknya, aku asal ambil sembarang pisau"


Panik, Min Soo langsung menyuruh Bong Sun mengawasi keadaan sementara dia mengasah pisaunya Sun Woo. Saat Sun Woo datang dan melihat pisaunya tidak berada di tempat yang seharusnya, dia langsung curiga. Dia melihat pisau itu dengan mata jelinya dan langsung menyadari pisau itu jadi agak pendek beberapa milimeter.

Min Soo beralasan kalau dia cuma mengasahnya dan tidak mungkin pisau itu jadi pendek. Sun Woo sangat yakin dan langsung berniat membandingkannya dengan pisaunya Min Soo sendiri. Tapi belum sempat melakukannya, So Hyeong tiba-tiba menelepon. Sun Woo langsung keluar untuk mengangkat teleponnya sementara Sun Woo langsung mengasah pisaunya sendiri sebelum Sun Woo menyadari perbandingan pisau mereka.


So Hyeong beralasan kalau dia menelepon hanya untuk memberitahu Sun Woo kalau mereka sudah selesai mengedit acara masak mereka dan meyakinkan Sun Woo untuk tidak mencemaskan masalah Bong Sun karena dia sudah bicara dengan atasannya. Sun Woo mengira kalau So Hyeong cuma mau membicarakan itu saja tapi tujuan utama So Hyeong menelepon sebenarnya untuk memberitahu Sun Woo tentang tawaran kencan buta lalu menanyakan pendapat Sun Woo, apakah dia harus melakukannya atau tidak.

Sun Woo tercengang mendengarnya. Tapi kemudian dengan agak tergagap, Sun Woo memberitahu So Hyeong untuk melakukannya saja. So Hyeong kecewa mendengar jawaban Sun Woo.



Bersambung ke part 2

6 comments

Gomawo mbak imaaaa, ditunggu part 2 nya ya mbak ​(˘⌣˘)ε˘`)

Sepp... tapi kok ga ada gambar nya ya... kurang seru...

kerennya pas sun woo nyanyi...suka suka suka

Kerennn. . Ditunggu mbak part 2 nya udah gak sabar !!

suka banget bacanya, gambarnya ditambahin dong min:(

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon