Powered by Blogger.


Soon Ae menyesal dan meminta maaf atas insiden tadi, dia berusaha menjelaskan kalau itu terjadi hanya karena dia sangat marah tapi ahjumma dukun bersikeras kalau itu adalah roh jahat. Sudah hampir 3 tahun Soon Ae meninggal dunia dan sekarang roh jahat itu perlahan mulai menjelma dalam diri Soon Ae. Roh jahat itu akan tampak jika Soon Ae marah.


Setelah restoran tutup, Sun Woo memulai sesi pelatihan Bong Sun. Kali ini dia menyuruh Bong Sun untuk merasakan berbagai macam bumbu dapur. Garam misalnya, walaupun Bong Sun mengklaim rasanya asin semua tapi menurut Sun Woo rasa tiap-tiap jenis garam berbeda tergantung perusahaan pembuatnya dan daerah asalnya. Bong Sun harus merasakannya secara pelan-pelan baru dia akan bisa merasakan rasa asin, manis dan pahit dalam garam-garam tersebut.


"Garam juga ada rasa manisnya?"

"Tentu saja. Makanya kita melakukan pelajaran ini. Cepat cicipi. Kalau kau bisa mengingat semua rasanya dengan tepat maka kau akan tahu garam mana untuk digunakan saat masak" ujar Sun Woo sambil mengelus kepala Bong Sun. 

Setelah garam, selanjutnya adalah minyak zaitun. Saat Bong Sun mulai merasakan perbedaan rasa tiap-tiap minyak zaitun, Sun Woo langsung tersenyum sendiri.


Dia kemudian menyudahi acara latihan mereka dengan memberikan secangkir teh jahe yang berguna untuk menyegarkan mulut. Bong Sun sangat bahagia dengan perhatian Sun Woo itu.


Saat Bong Sun keluar dari restoran, dia bertemu dengan Sung Jae yang baru saja selesai patrol lalu mengajak Bong Sun untuk makan malam bersamanya. Bong Sun menolaknya dengan sopan tapi Sung Jae ngotot apalagi Bong Sun belum makan malam sampai selarut ini. Sung Jae terus ngotot bahkan menyuruh Bong Sun menunggunya di kedai dekat perempatan sementara dia akan kembali sebentar untuk melapor, Bong Sun sampai tidak enak sendiri untuk menolaknya.


Kyung Mo mengirim pesan pada Bong Sun untuk bertanya kenapa Bong Sun tidak datang. Tapi dia heran kenapa Bong Sun tidak menjawab pesannya. Saat Kyung Mo mulai jengkel gara-gara tidak mendapat pesan balasan dari Bong Sun, ahjussi Shin langsung tertawa melihat kelakuan putranya yang jelas-jelas berharap bertemu Bong Sun.


Kyung Mo menelepon Bong Sun yang kebetulan lewat dihadapan mereka. Tapi karena Bong Sun tidak mengenali mereka, jadi dia langsung lewat tanpa menyapa mereka dan terheran-heran melihat nomor tak dikenal meneleponnya. Kyung Mo dan ahjussi Shin jelas terheran-heran melihat Bong Sun lewat begitu saja. Kyung Mo langsung memanggilnya dan ngomel-ngomel bagai seorang pacar yang kesal gara-gara pacarnya tidak menjawab teleponnya.

"Aku? Kurasa kau salah orang" ujar Bong Sun


Kyung Mo dan ahjussi Shin benar-benar bingung dengan sikap Bong Sun. Kenapa Bong Sun tiba-tiba pura-pura tidak mengenali mereka? Kyung Mo yakin kalau Bong Sun cuma berakting tapi ahjussi Shin merasa ekspresi di wajah Bong Sun tadi menunjukkan kalau dia benar-benar tidak mengenali mereka.


Di kedai, Sung Jae berkata kalau Bong Sun itu sangat aneh. Dia menjelaskan bahwa dia merasa Bong Sun tampak seperti orang yang berbeda tiap kali mereka bertemu. Bong Sun membuat-buat alasan kalau moodnya memang sering naik turun. Lalu apakah ingatan Bong Sun juga seperti itu? tanya Sung Jae. Kali ini Bong Sun beralasan kalau dia memang rada-rada pikun.


Sung Jae meminta maaf atas semua pertanyaannya yang mungkin membuat Bong Sun tidak nyaman. Dia menjelaskan kalau dia bertanya-tanya seperti ini karena dia mengkhawatirkan Bong Sun. Saat mereka bertemu pagi itu, dia merasa Bong Sun tampak seperti dalam bahaya "Seperti seseorang yang berdiri di ujung jurang. Aku juga pernah mengalami beberapa momen seperti itu dalam hidupku"

Perkataan Sung Jae itu membuat Bong Sun ingin mengakui yang sebenarnya. Sung Jae tampak sangat bersemangat menanti-nanti kelanjutan ucapan Bong Sun. Tapi Bong Sun tiba-tiba berubah pikiran. Sung Jae jelas kecewa tapi dia tidak mempermasalahkannya lebih lanjut.


Sementara itu di kamarnya, Sun Woo menempelkan telinganya ke tembok dekat kamarnya Bong Sun dan terheran-heran karena tidak mendengar suara apapun dari kamarnya Bong Sun. Hae Young tiba-tiba menelepon dan memberitahu kalau dia sedang sakit.


Keesokan harinya, Sun Woo pulang ke rumah Hae Young yang kemarin malam mengaku sakit tapi ternyata dia sangat sehat. Hae Young beralasan kalau dia sudah sembuh berkat minum obat. Saat Sun Woo menuduhnya berbohong, Hae Young langsung mengalihkan topik pembicaraan.


Sepertinya Hae Young sengaja berbohong agar Sun Woo pulang dan mereka sekeluarga bisa berkumpul bersama makan roti panggang buatannya yang gosong. Sun Woo langsung tertawa melihatnya, bagaimana bisa Hae Young membuat rotinya jadi gosong padahal membuat roti panggang kan sangat mudah. Hae Young langsung protes, memasak bagi Sun Woo memang mudah tapi tidak baginya. Hae Young merasa mendapatkan gelar Ph.D jauh lebih mudah daripada memasak sup.

Hae Young lalu bertanya kapan Sun Woo akan pergi liburan lagi. Sun Woo menjawab minggu depan tapi dia tidak mengerti untuk apa Hae Young menanyakannya? Hae Young memperingatkan Sun Woo untuk hati-hati dengan air. Sun Woo langsung mendesah kesal mendengar ibunya kumat lagi.


Hae Young tiba-tiba bertanya apakah Sun Woo memakai celana dalam berjimat yang dia berikan waktu itu? Hae Young memperingatkan Sun Woo untuk memakainya dan langsung meraba-raba celananya Sun Woo untuk melihat apakah Sun Woo memakainya atau tidak. Saat Sun Woo mulai protes, Hae Young bingung memangnya kenapa? Dia kan ibunya Sun Woo sendiri?

"Kau boleh melihat milikku kalau itu membuatmu merasa lebih baik"

"Tidak, tidak! Aku tidak mau melihatnya"

Hae Young curiga Sun Woo pasti tidak memakai celana dalam berjimat itu. Saat kecurigaannya terbukti, dia langsung mengejar Sun Woo keliling rumah sambil ngomel-ngomel.


Peringatan ahjumma dukun tentangnya yang sebentar lagi akan menjadi roh jahat, membuat Soon Ae jadi murung dan ketakutan. Dia takut menjadi roh jahat tapi dia juga takut menjalani ritual arwah.


Saat ahjumma dukun sedang mencari soju di kulkas, Soon Ae melihat pintu rumah ahjumma dukun terbuka. Soon Ae langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur tapi ternyata ahjumma dukun memang sengaja membuka pintunya dan membiarkan Soon Ae kabur. Ahjumma dukun berkaca-kaca saat dia mendoakan semoga Soon Ae segera menuntaskan dendamnya.


Di restoran, Sun Woo tampak murung saat dia tengah memasak dan Bong Sun menatapnya dengan cemas. Dan ternyata semua itu terjadi karena So Hyeong dengan sengaja melakukan kencan buta di restorannya.
 

Para asisten yang lain langsung sibuk bergosip, mereka bingung baru kemarin So Hyeong tampak bersama Sun Woo tapi sekarang dia malah kencan buta dengan pria lain tepat di hadapan Sun Woo.

Ji Woong yakin kalau dugaan mereka mungkin salah. Pasti tidak ada hubungan spesial antara Sun Woo dan So Hyeong, jika iya maka tidak mungkin So Hyeong kencan buta di sini. Min Soo menduga mungkin So Hyeong melakukannya untuk memancing kecemburuan Sun Woo. Apapun itu, yang pasti suasananya terasa sangat aneh. Sun Woo sendiri tampak berusaha keras mengontrol ekspresi wajahnya. Acara gosip mereka cepat terhenti saat Sun Woo mulai mengomeli mereka.


Saat Sun Woo baru keluar dari kamar kecil, dia bertemu dengan So Hyeong yang ternyata memang sengaja mencari Sun Woo untuk bertanya apa pendapat Sun Woo tentang teman kencannya itu? Bong Sun diam-diam menguping saat Sun Woo berkata sepertinya dia pria yang jujur dan baik, bahkan menyemangati So Hyeong untuk terus kencan pria itu.

So Hyeong kecewa dengan reaksi cuek Sun Woo "Apa kau benar-benar tidak peduli sama sekali? Tiba-tiba aku jadi sangat kesal. Aku sendiri satu-satunya yang peduli"


Saat So Hyeong dan teman kencannya keluar dari restoran, pria itu masih ingin terus melanjutkan kencan mereka tapi So Hyeong langsung menolak. Dia jelas tidak tertarik dengan pria itu tapi beralasan kalau dia harus kembali bekerja.


Soon Ae langsung pergi ke restoran sambil bicara pada dirinya sendiri, bertekad bahwa dia akan menuntaskan dendamnya dengan caranya sendiri lalu pergi ke surga. Dia menghampiri Bong Sun yang langsung melotot kaget dan berusaha menghindar. Tapi Soon Ae terus mengejarnya sambil menjelaskan kalau dia sedang buru-buru. Dia sama sekali tidak ada waktu untuk minta izin merasuki tubuh Bong Sun dan karenanya dia mau memasuki tubuh Bong Sun sekarang juga.

"Kau sudah gila apa?"

"Aku tidak punya waktu. Aku akan menjadi roh jahat"


Bong Sun melarikan diri sampai ke kamarnya dan Soon Ae terus mengejarnya sambil terus ngotot ingin memasuki tubuh Bong Sun bahkan menuntut pertanggung jawaban Bong Sun kalau dia sampai jadi roh jahat gara-gara Bong Sun. Bong Sun tidak mau dan tidak peduli jadi Soon Ae juga tidak mau tahu dan langsung melompat untuk memasuki tubuh Bong Sun tapi Bong Sun langsung melompat menjauh.


Dalam usahanya menghindari Soon Ae, tak sengaja Bong Sun menabrak meja dan membuat bukunya terjatuh. Buku-buku yang berisi kumpulan potongan-potongan artikel tentang Sun Woo. Soon Ae melihatnya dan langsung curiga... jangan-jangan Bong Sun...

"Tidak" sangkal Bong Sun
"Apanya yang tidak?"
"Pokoknya semuanya tidak benar"
"Wah, jangan-jangan kau..."
"T-tidak"
"Benarkah?"


Soon Ae bertanya-tanya sejak kapan Bong Sun mulai menyukai Sun Woo? Apa selama ini Bong Sun selalu menyukai Sun Woo? Cinta bertepuk sebelah tangan? Sekarang Soon Ae mengerti kenapa Bong Sun bertahan bekerja disini walaupun dia selalu dimarahi. Keadaan Bong Sun ini, tentu saja kesempatan emas bagi Soon Ae yang langsung menawarkan kerja sama.


Soon Ae akan membantu Bong Sun untuk menjadikan Sun Woo jadi miliknya Bong Sun. Dengan kepribadiannya yang seperti ini, Bong Sun tidak akan bisa menggoda Sun Woo karena itulah dia akan merasuki tubuh Bong Sun dan membantu Bong Sun mendapatkan Sun Woo. Dengan begitu mereka sama-sama akan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Bong Sun mendapatkan Sun Woo dan dia bisa menuntaskan dendamnya dan pergi dari dunia ini.

Bong Sun tampak tertarik dengan tawaran itu... tapi akhirnya dia merasa cara itu tidak benar. Soon Ae jadi kesal, memangnya kenapa? Apa Bong Sun tidak tahu kalau Sun Woo menyukai So Hyeong. Kalau dibiarkan maka Sun Woo dan So Hyeong pasti akan jadian cepat atau lambat dan Bong Sun akan kehilangan Sun Woo.

Soon Ae mengingatkan Bong Sun bahwa berkat dialah Sun Woo belakangan ini mulai memperhatikan Bong Sun. Bong Sun tampak mulai tergoda... tapi lagi-lagi dia menolak dan langsung melarikan diri lagi. Soon Ae benar-benar frustasi dibuatnya tapi dia tidak mengejar Bong Sun lagi.


Ahjumma dukun sudah mulai kekurangan uang, bahkan persediaan mie instan-nya pun mulai berkurang. Tepat saat itu Hae Young meneleponnya. Ahjumma dukun cemas kalau sampai Hae Young minta bertemu, dia tidak enak bertemu dengan Hae Young setelah membiarkan Soon Ae pergi ke Sun Woo. Dia memutuskan untuk mengangkat teleponnya dan sesuai dugaannya, Hae Young mengajaknya bertemu untuk makan bersama. Mata ahjumma dukun langsung bersinar mendengar kata makanan, gratis lagi. Tapi dia memutuskan menolaknya dengan pura-pura sakit.


Soon Ae akhirnya pergi menemui ayahnya dan berjalan menemaninya jalan-jalan malam. Soon Ae mengeluh cemas kalau dia tidak akan bisa lagi ingat dengan ayahnya saat dia jadi roh jahat nanti, kenapa dia bergentayangan di dunia sementara hantu-hantu yang lain sudah naik ke surga. Tapi tentu saja ayahnya tidak bisa mendengarkan keluhannya.


Sesi latihan malam ini adalah cara mengiris tomat dengan benar. Saat Bong Sun salah memegang pisaunya, Sun Woo langsung membenarkannya bahkan menyuruh Bong Sun untuk menggenggam tangannya saat dia menunjukkan bagaimana cara memegang pisau yang benar untuk mengiris tomat. Bong Sun tentu saja sangat gugup dan bahagia saat dia menyentuhkan tangannya ke tangannya Sun Woo.


Sun Woo keluar setelah sesi latihannya selesai dan mendapati So Hyeong datang dalam keadaan mabuk berat. So Hyeong bahkan langsung memeluk Sun Woo begitu melihatnya. Sun Woo bertanya-tanya apakah So Hyeong minum-minum dengan pria teman kencannya tadi? So Hyeong menyangkalnya dan memberitahu kalau dia minum-minum sendirian karena hari ini moodnya benar-benar buruk.


Sun Woo berniat mengantarkannya pulang tapi So Hyeong langsung menolaknya dan bertanya sekali lagi "Apa kau benar-benar tidak keberatan aku bersama pria lain? Kalau aku, saat kau mencemaskan asistenmu... melihatmu mengkhawatirkannya membuatku sangat cemburu. Apa kau tidak merasa seperti itu?"

Percakapan mereka ternyata didengar oleh Bong Sun yang hendak keluar tapi mereka berdua sama sekali tidak menyadari kehadirannya. Sun Woo heran kenapa So Hyeong tiba-tiba jadi begini? So Hyeong sendiri juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba dia jadi seperti ini?

"Tapi, lupakan dulu tentangku. Kau tidak menganggapku hanya sekedar teman kan?"


Saat Sun Woo tidak menjawabnya, So Hyeong langsung menciumnya. Dia langsung malu saat menyadari perbuatannya barusan, Sun Woo sangat tercengang sementara Bong Sun kembali ke restoran sedih.


Soon Ae sedang makan sesajen bersama teman hantunya sambil curhat tentang betapa sulitnya hidup ini. Saat dia masih hidup dan bahkan setelah dia mati pun, hidupnya tetap saja susah. Teman hantunya sama sekali tidak mengerti kenapa masih belum ada perkembangan pasca ciuman dengan pria kuatnya padahal waktu Soon Ae sudah semakin terbatas. Dia menyarankan agar Soon Ae langsung sikat saja pria itu.


Soon Ae mendesah lemah karena dia tidak bisa merasuki wanita yang Sun Woo sukai sementara satu-satunya wanita yang bisa dia rasuki sama sekali tidak mengizinkannya. Jadi apakah Soon Ae akan menyerah? tanya teman hantunya. Soon Ae tidak tahu tapi mungkin dia memang harus menyerah.

"Aku sangat ingin melakukan itu sekali saja. Sesuatu yang sangat mudah bagi orang lain, kenapa begitu sulit bagiku?"

Teman hantunya menyarankan jika Soon Ae sudah tidak tahan lagi maka sebaiknya Soon Ae minta bantuan ahjumma dukun saja untuk mengirimnya ke surga. Cara itu jauh lebih baik daripada menjadi roh jahat, yah... walaupun ritual itu kabarnya sangat amat menyakitkan, jauh lebih menyakitkan daripada melahirkan bayi.


Bong Sun termenung sedih memikirkan saat-saat kebersamaannya dengan Sun Woo. Saat pertama kali dia datang ke restoran ini, saat Sun Woo mengajarinya bersepeda, saat Sun Woo membuatkannya bubur kubis, saat dia mendengarkan nyanyian Sun Woo dari balik tembok, saat Sun Woo mengelus kepalanya. Peringatan Soon Ae bahwa Bong Sun bisa saja kehilangan Sun Woo gara-gara So Hyeong, membuat Bong Sun tiba-tiba beranjak bangkit mencari Soon Ae. Bong Sun langsung mondar-mandir keliling restoran tapi tidak menemukannya.


Karena tidak menemukan keberadaan Soon Ae di dalam restoran, Bong Sun langsung berlari keluar dan akhirnya menemukan Soon Ae di jalan. Saat Bong Sun mengaku kalau dia mencarinya, Soon Ae langsung menyindirnya "Kenapa? Bukankah kau menyalakan api padaku dan menyuruhku pergi waktu itu? Aku penasaran kenapa kau mencariku, Na Bong Sun yang sangat kolot?"


"Aku akan mengizinkannya. Kau mengambil alih tubuhku"

"Hah?"

"Kau boleh merasukiku. Jadikan chef Kang milikku" pinta Bong Sun yang langsung membuat Soon Ae melotot kaget.

4 comments

Wah....daebak..gk tahu knp sll sedih klw soon ae di tolak bong sun utk merasuki tubhnya kasihn sm kelwrg soon ae kasihn ayah soon ae#jd curht. Seneng bgt akhr nta bong sun sndr yg nyari soon ae#mpe nangis. Bikn terharu.. ma kasih sinopsis nya di tunggu klnjtn nya..

semangat eonnie,, ditunggu next episode-nya...

ga sabar nunggu episode berikutnya eonnie ;(

Unik ya cerita nya.... makasih sinopsis nya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon