Powered by Blogger.


Seo Joon mau kembali ke dapur tapi Soon Ae menghentikannya untuk mengoleskan lebih banyak obat. Seo Joon mendesah kesakitan dan meminta Bong Sun untuk pelan-pelan. Tepat saat Seo Joon mengerang dan merintih, Sun Woo tiba didepan gudang dan mendengar suara rintihan dan erangan Seo Joon dan juga suara Bong Sun yang jelas-jelas terdengar sangat aneh.


Jelas saja Sun Woo langsung salah paham dan langsung menerobos masuk dan semakin curiga saat dia melihat sikap janggal mereka berdua begitu dia masuk. Bahkan saat dia bertanya apa yang mereka lakukan disini berdua, mereka berdua dengan canggung berkata kalau mereka berdua cuma sedang mendiskusikan masalah pribadinya Seo Joon.


Seo Joon cepat-cepat melarikan diri tapi saat Soon Ae hendak mengikutinya, Sun Woo langsung menghentikannya dan bertanya sejak kapan Bong Sun dekat dengan Seo Joon sampai mendiskusikan masalah pribadi segala.

"Mungkin minggu yang lalu, atau minggu sebelum-sebelumnya" jawab Soon Ae asal lalu cepat-cepat melarikan diri tanpa mempedulikan protesnya Sun Woo yang belum selesai bicara.


Sun Woo benar-benar sangat tercengang dengan Bong Sun "Denganku dia menarik garis batas yang jelas tapi yang dia lakukan barusan? Siapa yang mendiskusikan masalah pribadi dengan 'argh' seperti itu?"


Saat Seo Joon dan Soon Ae kembali ke dapur, asisten yang lain sedang makan es krim. Seo Joon lalu mengambil es krim di kulkas tapi mendapati es krimnya cuma tinggal satu. Ternyata Min Soo lah biang keladinya yang menghabiskan 2 es krim sekaligus. Saat Min Soo dan asisten lainnya mulai ribut gara-gara masalah itu, Soon Ae cepat-cepat menghentikan mereka dan meyakinkan mereka bahwa dia sama sekali tidak masalah walaupun tidak kebagian es krim.

Seo Joon dengan manisnya memberikan es krim terakhir itu untuk Bong Sun bahkan membukakan es krimnya untuk Bong Sun. Melihat itu, asisten yang lain langsung menggodai keromantisan mereka. Sun Woo kembali ke dapur tepat saat para asisten sedang menggodai keromantisan Bong Sun dan Seo Joon dan memuji-muji betapa serasinya mereka sebagai pasangan.


Jelas saja Sun Woo langsung cemburu apalagi saat Bong Sun dengan santainya menempel ke Seo Joon dan bertanya apakah dia dan Seo Joon benar-benar serasi? Mereka semua mengiyakannya lalu mulai menyanyikan lagu selamat untuk pasangan baru JoonBong. Sun Woo jadi makin marah dan langsung menyela mereka dengan memerintahkan mereka untuk bersiap-siap.

Saat mereka masih saja menyanyikan lagu selamat, Sun Woo langsung berteriak marah "Memangnya tempat ini tempat pacaran? Apa kalian cuma main-main disini? Apa kalian tidak akan membersihkan minyak di meja ini? Apa kau sudah mengecek persediaan seafood? Apa kalian harus diomeli dulu agar kalian mau kerja? Cepat kerja sana!"

Saat para asistennya mulai mengerjakan tugas mereka, Sun Woo diam-diam mengumam kesal karena mereka tidak memberikannya es krim. Bong Sun bertanya keheranan pada Ji Woong apakah Sun Woo marah-marah gara-gara dia tidak dikasih es krim?


Saat restoran buka, Soon Ae berusaha menggoda Sun Woo tapi Sun Woo mengacuhkannya, dia bahkan sengaja menyenggol Seo Joon dengan kasar.

 

Saat Sun Woo pergi ke gudang untuk mengambil minyak, Soon Ae langsung mengikutinya dan bertanya dengan gaya imut apakah Sun Woo marah padanya karena sesuatu. Sun Woo berkata tidak tapi dia sama sekali tidak mau menatap mata Bong Sun.

Jelas saja Soon Ae tidak percaya dan terus menuntut kenapa Sun Woo marah? Apakah karena kejadian kemarin? Sun Woo akhirnya mengaku kalau dia memang marah dan mumpung mereka sedang membicarakan masalah ini sekalian saja dia menuntut jawaban Bong Sun, apa yang sebenarnya Bong Sun lakukan? Apa sekarang dia bersikap sok jual mahal?


"Kau berkata padaku untuk pelan-pelan tapi kau malah bersenang-senang dengan Joon. Apa kau ingin berselingkuh? Joon lumayan, dia tampan dan kompeten"

Soon Ae sekarang mengerti kenapa Sun Woo marah-marah "Chef, kau tidak cemburu kan?"

"Yang benar saja. Hei, aku ini Kang Sun Woo. Kau Na Bong Sun dan aku Kang Sun Woo, Kang Sun Woo. Aku bersikap terlalu baik jadi kau pikir kau bisa bersikap seenaknya yah?"

Soon Ae memberitahunya kalau Sun Woo salah paham tapi saat Sun Woo menuntut dia salah paham apa, Soon Ae langsung terdiam tidak bisa memberinya jawaban karena dia sudah berjanji pada Joon untuk tidak memberitahu Sun Woo. Sun Woo jadi semakin marah karenanya dan langsung keluar dengan marah. Soon Ae benar-benar heran kenapa Sun Woo marah-marah dan cemburu tanpa alasan yang jelas.


Walaupun marah, ternyata Sun Woo masih menunggu Soon Ae di luar gudang sambil menutup mata. Soon Ae hendak mendekatinya tapi karena melihat banyak orang di luar, akhirnya dia mengurungkan niatnya dan langsung berlalu pergi begitu saja dan hal itu malah membuat kemarahan Sun Woo makin semakin menjadi-jadi.


Bahkan saat dia melihat kerang di dapur, dia langsung marah-marah menuntut siapa yang membersihkan kerang yang akan mereka pak ai sebagai menu spesial itu? Saat Soon Ae angkat tangan, Sun Woo langsung memarahinya habis-habisan dan menuduhnya tidak membersihkan kerangnya dengan bersih.

Soon Ae bingung padahal menurut pandangan matanya kerang itu sudah sangat bersih tapi Sun Woo tetap bersikeras masih banyak pasir di kerangnya dan memutuskan untuk mengganti menu spesialnya dengan udang lalu menyuruh Min Soo untuk menyuruh Soon Ae ke pasar membeli udang.


Soon Ae menggerutu kesal dalam perjalanan ke pasar, kecemburuan Sun Woo membuatnya menyadari bahwa semua pria itu sama, sama-sama kekanak-kanakan tapi lumayan manis juga.

Dia lalu mampir ke restoran ayahnya dan mendapati ayahnya sedang menelepon seseorang tapi langsung mematikannya saat dia melihat kedatangan Soon Ae. Soon Ae jadi tidak enak hati dan meminta ahjussi untuk meneruskan teleponnya saja. Tapi ahjussi berkata kalau dia menelepon seseorang yang tidak bisa tersambung.


Ahjussi mengaku bahwa dia menelepon putrinya yang sudah meninggal dunia. Kadang-kadang setiap kali teringat putrinya, dia selalu berusaha meneleponnya. Walaupun kedengarannya gila tapi dia merasa suatu hari ini putrinya akan muncul dan menjawab teleponnya. Ahjussi merasa dia tidak bisa memutuskan sambungan ponsel putrinya terlebih lagi karena ponsel putrinya menghilang. Soon Ae tentu saja kaget mendengar ponselnya menghilang pada saat kematiannya lalu bertanya apakah ponsel putrinya ahjussi hilang karena putrinya mengalami kecelakaan?

"Aku tidak mengerti apa yang begitu sulit baginya hingga ia mau mati. Dia... dia pergi dari dunia ini atas keinginannya sendiri"

Jelas saja Soon Ae sangat terkejut mengetahui kalau dia mati bunuh diri. Ahjussi lupa menawari Bong Sun minuman dan langsung keluar untuk membeli minuman. Soon Ae benar-benar heran dan tidak percaya, kenapa dia bunuh diri?


Tiba-tiba Soon Ae ingat saat dia mati tenggelam di air. Err... ingatan tenggelam ini rada beda dengan mimpi tenggelam yang dulu, dia seperti tenggelam karena dipaksa. Mungkin ingatan tenggelam ini waktu Soon Ae dibunuh Sung Jae di kamar mandinya.


Ia langsung pergi ke kamarnya untuk membaca diary-nya. Di dalam diary itu, Soon Ae menemukan 3 buah tiket pesawat atas namanya, ayahnya dan Kyung Mo. Tiket itulah yang membuatnya mulai teringat masa lalunya.


[Flashback] Beberapa hari menjelang hari ultahnya ahjussi yang ke-60, Soon Ae diam-diam membooking tiket liburan sebagai hadiah ultah untuk ayahnya.


Soon Ae jadi semakin bingung, kenapa dia bunuh diri seminggu sebelum hari ultah ayahnya? Diam-diam dia menyelundupkan diary-nya didalam kaosnya lalu cepat-cepat pamit pergi saat ahjussi kembali bersama Kyung Mo.

Kyung Mo langsung cemberut kenapa Bong Sun malah pergi begitu dia datang. Kyung Mo yakin perubahan sikap Bong Sun yang dulu sangat tergila-gila padanya, pasti karena chef itu. Kyung Mo yakin kalau chef itu berhasil mendapatkan Bong Sun karena chef itu kaya. Ahjussi cuma menanggapi dugaan ngawur Kyung Mo itu dengan tawa geli.


Aaaaarrgh!!! Soon Ae dengan polosnya menunjukkan diary itu pada Sung Jae dan memberitahu Sung Jae tentang Soon Ae dan kematiannya yang aneh. Saat Sung Jae bertanya kenapa diary Soon Ae ini ada di tangan Bong Sun, Soon Ae beralasan kalau dulu dia berteman dekat dengan Soon Ae karena mereka berdua pernah ikut sekolah memasak bersama-sama dan baru belakangan ini dia tahu kalau Soon Ae mati bunuh diri.

Soon Ae menunjukkan tiket pesawatnya dan keanehan hari kematiannya Soon Ae yang bunuh diri seminggu sebelum hari ultah ayahnya. Tidak mungkin kan orang yang mempersiapkan liburan keluarga, malah bunuh diri. Soon Ae yakin kematiannya pasti bukan bunuh diri, mungkin kecelakaan atau dibunuh.


Sung Jae dengan santainya mengkonfirmasi kalau Soon Ae memang bunuh diri bahkan berkata kalau dia ingat Soon Ae mengirim pesan terakhir pada ayahnya sebelum dia bunuh diri. Soon Ae tentu saja langsung kecewa mendengarnya "Kenapa dia bunuh diri? Kurasa dia tidak punya alasan untuk melakukan itu"

"Entahlah. Mungkin depresi" jawab Sung Jae sambil membuka-buka buku diarynya Soon Ae


Sung Jae dengan senyum liciknya, meyakinkan Soon Ae kalau dia akan membantu menyelidiki kasus itu lagi, siapa tahu ada sesuatu yang mencurigakan. Tiba-tiba sesuatu dalam diarynya Soon Ae itu menarik perhatian Sung Jae, tanggal 2012.9.16 dan angka 2368.

Begitu membaca angka-angka itu, Sung Jae langsung berkata kalau dia akan menahan buku diary itu dengan alasan siapa tahu ada sesuatu yang bisa dia jadikan referensi dalam menyelidiki kasus kematian Soon Ae. Soon Ae percaya-percaya saja dan mempercayakan buku diarynya dan tiket pesawatnya pada Sung Jae.


Di restoran, Sun Woo tak sengaja mendengar para asistennya berkumpul di gudang sedang mencemaskan Seo Joon yang punggungnya terkena luka bakar gara-gara teflon panasnya Sun Woo. Dari situlah, Sun Woo akhirnya menyadari kesalahannya.


Saat Seo Joon sendirian di dapur, Sun Woo langsung menghampirinya untuk bertanya apakah punggungnya baik-baik saja. Seo Joon meyakinkannya bahwa dia baik-baik saja tapi Sun Woo tidak percaya dan langsung melihat luka bakarnya Seo Joon. Sun Woo merasa sangat bersalah dan meminta maaf tapi Seo Joon sekali lagi meyakinkannya bahwa dia baik-baik saja karena luka bakarnya itu sudah diolesi obat.

Sun Woo bertanya apakah di gudang tadi Bong Sun membantu Seo Joon mengoleskan obat? Seo Joon mengiyakannya dan memberitahu kalau dia memang meminta Bong Sun untuk merahasiakannya dari Sun Woo karena dia tidak mau membuat Sun Woo cemas.


Sun Woo benar-benar merasa sangat bersalah dan menyesali kepicikannya. Saat Bong Sun kembali, dia berusaha untuk bersikap seperti biasa tapi Soon Ae hanya menanggapinya dengan lesu. Mengira kalau Bong Sun marah besar padanya, Sun Woo langsung mengomeli dirinya sendiri karena bersikap terlalu gegabah dan sekarang dia bingung bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini.


Soon Ae sangat bingung dan heran, kenapa dia bunuh diri? Soon Ae benar-benar merasa tidak tenang dan langsung memutuskan untuk keluar dari tubuh Bong Sun. Dia memberitahu Bong Sun kalau dia mau keluar untuk mencari tahu sesuatu lalu cepat-cepat pergi tanpa memberi penjelasan apapun pada Bong Sun dan membuat Bong Sun jadi kebingungan. Bong Sun keluar dari kamar mandi dan langsung tersenyum bahagia bisa melihat Sun Woo lagi.


Sung Jae pergi ke jembatan sungai teringat dugaan Bong Sun tentang keanehan kematian Soon Ae dan tiba-tiba saja dia mengeluarkan sebuah pisau.

Ahjumma dukun sedang sibuk meramal rumah tangga 2 klien wanitanya saat tiba-tiba Soon Ae muncul di hadapannya. Ahjumma dukun heran kenapa Soon Ae masih belum pergi ke surga. Gara-gara kemunculannya, 2 klien wanita itu jadi ketakutan dan langsung pergi. Ahjumma dukun tentu saja langsung kesal pada Soon Ae karena sudah cukup lama dia tidak kedatangan pelanggan dan saat dia baru punya pelanggan baru, Soon Ae malah datang dan mengganggunya. Ahjumma dukun juga heran, kenapa Soon Ae masih bergentayangan di dunia? Apa yang terjadi dengan liburan 2 hari 1 malamnya waktu itu?

"Itu tidak penting, unnie. Ternyata aku mengambil nyawaku sendiri"

"Apa? Kau bunuh diri?"

"Tapi bagaimanapun aku memikirkannya, aku sangat yakin tidak mungkin aku bunuh diri"


Lagipula Soon Ae juga tidak pernah melihat ada hantu yang mati karena bunuh diri. Ahjumma dukun berkata ada, hanya saja tidak banyak. Karena walaupun hantu-hantu itu bunuh diri tapi bisa saja mereka masih punya urusan dunia yang belum terselesaikan atau karena memiliki dendam yang sangat mendalam.

Soon Ae benar-benar heran jika dia memang bunuh diri, apa alasannya? Ahjumma dukun tidak terlalu ambil pusing tentang masalah itu dan menuntut Soon Ae untuk cepat-cepat pergi ke surga saja sebelum dia berubah jadi roh jahat.

"Ah, aku tahu, aku tahu. Aku akan naik ke surga" jawab Soon Ae kesal


Bong Sun mondar mandir di dapur, menunggu kedatangan Sun Woo untuk latihan masak. Tapi sesaat kemudian, tiba-tiba dia mendapat pesan dari Sun Woo yang berkata bahwa malam ini tidak ada latihan masak malah menyuruh Bong Sun untuk naik ke atap sekarang juga. Bong Sun sangat kecewa karena dia sudah cukup lama dia tidak melihat chef dan sudah sangat menanti-nantikan latihan masak ini.


Bong Sun naik ke atap dengan lesu tapi tiba-tiba Sun Woo muncul mengejutkannya dengan sebuket besar mawar merah sambil berkata "Aku memaafkanmu, Na Bong Sun" (hahaha... kok bisa loh, seharusnya kan dia bilang 'maafkan aku, Na Bong Sun')

Sun Woo dengan pedenya berkata bahwa sebenarnya dia sangat marah pada Bong Sun tapi karena mereka membangun cinta kasih mereka dari pertengkaran mereka dan juga karena Bong Sun tidak akan bisa hidup tanpanya maka dia akan berbaik hati memaafkan Bong Sun. Sun Woo juga bilang kalau dia tidak suka bunga karena bunga tidak bisa dimakan dan dia membeli bunga itu gara-gara Bong Sun saja.

Sun Woo lalu memaksa Bong Sun menerimanya, Bong Sun tentu saja kebingungan dan menerima bunga itu dengan terbengong-bengong. Begitu bunga itu sudah berada di tangan Bong Sun, Sun Woo langsung menyatakan kalau Bong Sun sudah menerima bunganya jadi itu artinya sekarang mereka sudah berbaikan.


Sun Woo lalu mengeluarkan sebuah kotak cincin berisi cincin pasangan sambil berkata kalau biasanya dia tidak menyukai segala barang berbau pasangan seperti ini. Sun Woo memakai salah satu cincinnya lalu untuk Bong Sun, dia menempatkan cincinnya Bong Sun pada sebuah kalung agar tidak ketahuan para asisten yang lain. Dia memakaikan kalung cincin itu di leher Bong Sun sambil memuji dirinya sendiri yang pintar memilih cincin pasangan yang bagus.


Walaupun bingung dan tidak mengerti apa yang terjadi, tapi semua ini membuat Bong Sun langsung tersenyum bahagia. Sun Woo pun senang melihat senyum lebar Bong Sun dan langsung mengelus kepala Bong Sun dan memeluknya sambil mendesah "Bagaimana bisa aku sampai jadi seperti ini? Kau benar-benar membuatku jadi gila, Na Bong Sun"


Soon Ae kembali ke restoran sambil menggerutu kesal karena tidak bisa ingat dengan kematiannya sendiri tapi kemudian dia memutuskan untuk cepat-cepat naik ke atap untuk bertemu Sun Woo yang pasti bisa membuatnya merasa lebih baik. Tapi sesampainya di atap, dia malah mendapati Sun Woo sedang memeluk Bong Sun dan memberitahu Bong Sun bahwa mulai sekarang dia tidak akan pernah lagi salah paham padanya.

"Kurasa aku benar-benar sangat menyukaimu lebih daripada yang kukira"

"Aku juga, chef"


Saat Sun Woo mendekati Bong Sun untuk menciumnya, tiba-tiba muncul asap hitam dari diri Soon Ae. Asap hitam yang membuatnya sangat marah dan langsung berlari ke arah Bong Sun dan mendorong Bong Sun sampai terjatuh.


Bong Sun tentu saja sangat terkejut apalagi saat dia melihat Soon Ae yang telah mendorongnya. Sun Woo juga terkejut dan bingung kenapa Bong Sun tiba-tiba terjatuh dan bertanya apakah Bong Sun baik-baik saja. Bong Sun sangat shock melihat Soon Ae sampai menjawab pertanyaan Sun Woo dengan bingung.


Saat Soon Ae menyadari perbuatannya sendiri, dia langsung menatap kedua tangannya yang gemetaran dengan shock lalu cepat-cepat melarikan diri. Soon Ae benar-benar terheran-heran dan ketakutan dengan perbuatannya sendiri.


Saat Bong Sun tidur, Soon Ae menatapnya dengan rasa bersalah teringat akan ucapan ahjumma tentang roh jahat dan segala perbuatan jahat yang akan akan dilakukannya jika dia jadi roh jahat. Soon Ae lalu merasuki tubuh Bong Sun untuk menulis sebuah surat lalu keluar lagi dan pergi ke kamarnya Sun Woo dan menatap Sun Woo yang tengah tidur nyenyak.


Bong Sun terbangun tengah malam dan menemukan secarik surat disampingnya, surat yang Soon Ae tulis untuknya. Soon Ae berjalan dengan langkah lesu dan sedih saat ia menarasikan suratnya...

Na Bong Sun, terima kasih atas semuanya. Maaf karena aku pergi tanpa pamit tapi aku tidak bisa lagi mendiami tubuhmu. Aku takut perasaanku akan semakin tumbuh besar dan ingin selalu tinggal disisinya. Dan aku takut tidak akan bisa memenuhi janjiku padamu. Walaupun tanpa aku, tapi segalanya akan berjalan baik antara kau dan dia. Aku sungguh-sungguh berharap kau akan bahagia. Satu hal lagi yang ingin kukatakan padamu adalah kau harus melakukan yang terbaik untuk mencintai selama kau masih hidup. Bukan hanya pada orang lain tapi juga pada dirimu sendiri.


Begitu membaca surat itu, Bong Sun langsung berlari mencari Soon Ae tapi tidak bisa menemukannya dimanapun. Bong Sun akhirnya menyadari kalau Soon Ae mulai menyukai chef. Soon Ae kembali ke ahjumma dukun dan menangis dalam pelukannya.


Sun Woo tersentak bangun karena mimpi buruk tapi saat dia hendak tidur lagi, dia mendengar stalker menyalak keras. Dia lalu keluar untuk melihat stalker tapi malah menemukan pintu kamarnya Bong Sun terbuka dan Bong Sun tidak ada di kamarnya. Tentu saja Sun Woo langsung cemas dan langsung keluar untuk mencari Bong Sun.


Bong Sun bertanya-tanya bingung pada dirinya sendiri apa yang harus dia lakukan sekarang saat Sun Woo meneleponnya dan langsung berteriak cemas menanyakan dimana Bong Sun sekarang. Bong Sun beralasan kalau dia ada urusan di luar, Sun Woo langsung ngomel-ngomel menceramahi Bong Sun karena keluar tengah malam seperti ini.

"Hei, kau! berjalan dengan kepala tertunduk seperti itu dalam kegelapan... bagaimana kalau kau sampai terjatuh?" omel Sun Woo


Jelas saja Bong Sun kaget, dari mana Sun Woo tahu dia berjalan dengan kepala tertunduk. Bong Sun mengedarkan pandangannya dan menemukan Sun Woo ternyata sedang berada di seberang jalan. Begitu melihat Sun Woo, Bong Sun langsung berlari ke arahnya dan memutuskan untuk tidak mundur "Chef memanggilku, dia menungguku karena dia cemas. Selama ini aku sangat menyukainya dan betapa sulitnya untuk bisa mendapatkan hatinya. Aku hanya akan memikirkan diriku sendiri, sekali ini saja. Apapun yang terjadi, aku akan menjaga hati chef"


Bong Sun berlari dan langsung memeluk Sun Woo erat-erat sampai membuat Sun Woo kaget. Tapi kemudian dengan pedenya Sun Woo berkata kalau Bong Sun ternyata jatuh cinta terlalu dalam padanya "Memang, sekali kau jatuh cinta padaku maka kau pasti akan jatuh sangat dalam"


Sun Woo menyuruh Bong Sun melepaskan pelukannya tapi Bong Sun tidak mau, dia tidak mau berpisah dari Sun Woo. Sun Woo jadi heran, kenapa lagi dengan Bong Sun? apa dia sedang mania lagi? "Dulu kau bahkan tidak membiarkanku menyentuhmu. Tarik ulur itu pasti hobimu" gerutu Sun Woo dengan senyum lebar lalu membalas pelukan Bong Sun.

8 comments

Kerennn... semangat ya nulis nya ♡

nambah seru..di tunggu gambar nya..untng lah chef tahu sndr sm kesalahpahmn nya tethadp bongsun dan seojoon seojoon kok manis bgt#salh fokus(padhl bln ada gbrnya ☺) soon ae udh ada tanda2 bakl jd roh jaht.. jd khawatir sm hubungn chef dan bongsun. tp untung soon ae nya cept nyadr. ma kasih sinopsis nya ..^^

Ihhh makin seru ni drama, masih penasaran dengan kematian soon ae ditmbah ada dgn ptunjuk diary peninggalan soon ae yg janggal. Tapi apa motifnya sung jae, jangan sampe soon ae jd roh jahat karna udh ada tnda2nya tuh dgn adanya asap hitam yg kluar dr tubuhnya. Heolll sungguh membuat orng prnasaran trimakasih untuk sinopnya dan maaf kalau dr kmarin aku jd sider hehe

akhirnyaaa setelah sekian lama jadi sider, bisa komen juga, sempet sebel sama soon ae karna ngambil waktunya bong sun habis"an, untungnya cepet sadar, makin sweet aja niih bong sun - sun woo, makasi eonni Ima atas sinopsisnya, SEMANGAT dan TETEP SEHAT SELALU :)

Semangat ya nulisnya....benar kata mbak ully nurmala(salam knal mbak ully) tetap sehat selalu n semangat nulis sinopnya...makasih...gomawo...

Bagus dramanya, bikin penasaran dan nonton truss...
makasih

Aigo drama ini salah satu favoriteku, belum sempat nonton jadi aku baru baca sinopnya.
Sudah di episode ini baru sempat komen, komawo..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon