Powered by Blogger.

 

Pengumuman Sun Woo tentang hubungannya dengan Bong Sun jelas saja mengejutkan semua orang, terutama para asisten yang awalnya tidak mempercayai gosip itu. Min Soo lah yang tampak paling tercengang sampai tidak bisa berkata-kata. Seo Joon santai-santai saja menanggapinya malah menyarankan agar mereka semua mengucapkan selamat untuk chef dan Bong Sun.


Dong Chul kaget dengan reaksi Seo Joon, jadi selama ini dia sudah tahu tentang hubungan mereka? Seo Joon mengaku iya, dia sudah menduga. Min Soo langsung emosi mendengar pengakuan Seo Joon dan menuduh Seo Joon sengaja merahasiakan masalah ini dari mereka, Seo Joon pasti sengaja membiarkannya mencaci dengan Bong Sun dengan tujuan untuk melihatnya hancur.

"Tidak, mereka sendiri merahasiakannya jadi kenapa juga aku memberitahu orang lain?" jawab Seo Joon


Min Soo benar-benar panik, apa yang harus dia lakukan sekarang? Apa dia harus berhenti? Ji Woong bilang tidak tapi kemudian dia dan Dong Chul langsung memegangi kedua kaki Min Soo lalu menyuruh Seo Joon mengambil pisau untuk membuat Min Soo jadi kasim. LOL!


Setelah sekian lama, Soon Ae akhirnya bangkit dari lantai. Ahjumma dengan penuh perhatian langsung menawari Soon Ae makanan tapi Soon Ae dengan lemah memberitahu ahjumma bahwa dia sudah membulatkan tekad untuk melakukan ritual kematian itu "Aku ingin unnie yang melakukannya agar tidak terasa terlalu sakit"


Ahjumma dukun langsung memeluknya dan berjanji akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membuat ritual ini tidak terlalu menyakitkan bagi Soon Ae. Ahjumma berjanji akan mengirim Soon Ae ke surga secepat mungkin agar Soon Ae tidak menderita lebih lama lagi. Karenanya, ahjumma memutuskan agar sebaiknya mereka melakukan ritual itu besok saja. Soon Ae setuju tapi dia ingin menemui ayah dan adiknya dulu untuk yang terakhir kalinya.


Setelah syutingnya selesai, So Hyeong memuji betapa kerennya Sun Woo hari ini. Sun Woo dengan pedenya berkata kalau dia memang selalu keren. Tapi So Hyeong menekankan bahwa hari ini Sun Woo jauh lebih keren dari biasanya dan romantis juga "Cinta bisa merubah seseorang"

Karena syuting sudah selesai dan restoran juga sudah tutup, So Hyeong langsung mengajak Sun Woo dan Bong Sun minum-minum. Sun Woo kaget karena So Hyeong mengajaknya dan Bong Sun juga.


Saat para asisten kembali ke restoran, mereka melihat Bong Sun sedang sibuk menata meja seorang diri. Sontak saja mereka semua (kecuali Seo Joon) langsung berlomba membantu Bong Sun. Min Soo bahkan langsung mengomeli asisten yang lain karena mereka membiarkan Bong Sun mengerjakan pekerjaan berat.


Min Soo lalu mendudukkan Bong Sun untuk menjilat pacar bosnya itu dengan memberitahu bahwa Bong Sun sangat berharga baginya, Min Soo beralasan bahwa semua omelannya pada Bong Sun selama ini hanya karena dia ingin melatih Bong Sun, walaupun selama ini dia sering memberikan banyak pekerjaan berat pada Bong Sun tapi semua itu dia lakukan agar Bong Sun punya pengalaman.


Min Soo terus mengucapkan berbagai kata-kata gombal pada Bong Sun bahkan memuji betapa cute-nya Bong Sun saat tersenyum. Tapi bukannya bilang Bong Sun cute seperti puppy, dia malah keceplosan bilang Bong Sun cute seperti anjing. LOL! Begitu menyadari kesalahannya, Min Soo cepat-cepat mengoreksinya lalu memberikan lolipop untuk Bong Sun.


Saat mereka melihat chef kembali, Min Soo langsung mendorong semua orang ke belakang agar chef bisa berduaan bersama sang pacar. Sun Woo mengaku cemas akan perasaan Bong Sun terhadap pengumuman dadakannya tadi tapi dia juga meminta Bong Sun untuk memahami situasinya tadi.

"Kau tidak mempermasalahkannya kan?" tanya Sun Woo

"Oh, iya. Aku tidak masalah selama chef juga tidak"

Sun Woo senang mendengar jawabannya "Kau memilih kata-kata yang sangat indah"


Sun Woo lalu memberitahu ajakan So Hyeong yang ingin minum-minum bersama mereka berdua, So Hyeong mengajak Bong Sun juga karena So Hyeong merasa bersalah pada Bong Sun atas kejadian tadi. Walaupun awalnya kaget tapi saat mengetahui apa alasan So Hyeong mengajaknya minum-minum, Bong Sun akhirnya setuju. Sun Woo memperhatikan Bong Sun membawa lolipop "Apa itu?"

"Kau mau, chef?"
"Siapa yang memberimu ini?"
"Sous chef"

Mendengar itu, Sun Woo langsung membuang lolipop itu. hahaha, dasar!


Saat mereka mulai bersulang minum soju, Sun Woo cemas melihat Bong Sun yang tampak tidak kuat minum soju (kadar alkohol dalam soju cukup tinggi). Dengan manisnya, dia menawari Bong Sun untuk pesan minuman lain yang lebih ringan tapi Bong Sun menolak dan bersikeras untuk tetap minum soju.


Melihat betapa romantisnya mereka, So Hyeong mengaku kalau dia sebenarnya iri pada Bong Sun. Tapi Bong Sun mengaku kalau sebenarnya dialah yang selalu merasa iri pada So Hyeong karena So Hyeong sangat keren, ceria, penuh percaya diri dan sangat mempesona.

"Benarkah?"

"Iya, sungguh. R-e-a-l" ujar Bong Sun dengan imutnya sampai membuat So Hyeong dan Sun Woo tertawa melihatnya. Keimutan dan ketulusan Bong Sun membuat So Hyeong jadi tidak bisa membenci Bong Sun. Gara-gara itu, kedua wanita jadi lebih akrab dan langsung bersulang berdua dan mengabaikan Sun Woo sampai Sun Woo protes.


Saat kedua wanita mulai minum-minum lagi, Sun Woo ditelepon Sung Jae yang memberitahu kalau Eun Hee sedang di tempat rehab sementara dia sedang ada urusan darurat jadi dia menelepon untuk minta tolong agar Sun Woo menjemput Eun Hee dan mengantarnya pulang.


Sun Woo menyetujuinya tapi dia bingung karena itu artinya dia harus meninggalkan Bong Sun. Tapi Bong Sun dan So Hyeong sama-sama meyakinkannya untuk pergi saja menjemput Eun Hee. Sun Woo heran melihat kedua wanita itu "Sepertinya kalian berdua ingin sekali menyingkirkanku"

"Pergi saja, chef"
"Jangan minum terlalu banyak"
"Baik"
"Kalau dia memukulmu, telepon aku"
"Kalau dia memukulku, aku akan balas memukulnya. hihihi"

Setelah Sun Woo pergi, kedua wanita kembali melanjutkan acara minum-minum mereka.


Sung Jae ternyata berbohong pada Sun Woo karena ternyata dia terlihat memakai pakaian serba hitamnya lagi dan mencuri sebuah mobil.


Sun Woo menjemput Eun Hee yang merasa tidak enak karena mengganggu Sun Woo. Sun Woo meyakinkannya untuk tidak mempermasalahkan hal itu karena Eun Hee akan selalu menjadi prioritasnya nomor satu. Eun Hee langsung menggodanya dan mengingatkannya kalau sekarang Sun Woo sudah punya orang lain yang menjadi prioritasnya nomor nol.

Sun Woo mengaku kalau dia sebenarnya juga tidak mengerti kenapa dia bisa jatuh cinta pada Bong Sun "Aku merasa seperti tersihir oleh hantu" (Pfft! emang iya)

"Kau terlihat sangat baik. Cinta membuat Kang Sun Woo menari-nari"

"Cinta apa? Kau ini berlebihan"

"Benar kok. Terlihat ada hati didalam matamu"

Selama ini Eun Hee memang selalu menyukai Bong Sun jadi dia sangat mendukung hubungan mereka. Sun Woo tentu saja senang banyak orang yang mendukung hubungannya dengan Bong Sun. Tapi bagaimanapun juga, dia meminta Eun Hee untuk merahasiakan masalah ini dari ibu mereka karena entah apa yang akan dilakukan ibu mereka jika dia mengetahui masalah ini. Tapi Eun Hee merasa sepertinya ibu mereka sudah tahu karena belakangan ini ibunya tanya-tanya padanya tentang Bong Sun.


Soon Ae pergi ke restoran ayahnya dan melihat ayahnya sedang sibuk seorang diri membersihkan lantai restoran sementara Kyung Mo malah enak-enakan main game. Soon Ae mengucapkan pesan terakhir untuk mereka berdua dengan tangis sedih. Soon Ae berpesan pada ayahnya untuk tidak lupa mematikan kompor dan gas sebelum dia menutup restorannya. Entah bagaimana walaupun ahjussi tidak bisa mendengar Soon Ae tapi pesan itu bisa sampai padanya saat tiba-tiba saja ahjussi teringat belum mematikan gas.


"Jangan mengangkat barang-barang berat, punggung ayah bisa sakit nanti. Suruh Kyung Mo saja yang melakukannya. Hei anak nakal, sekarang hanya kau satu-satunya yang ayah miliki jadi kau harus dewasa, mengerti? Noona sudah tahu kau punya hati yang baik. Kau harus menjaga ayah baik-baik"


Saat dia berjalan didepan sebuah toko elektronik yang sedang menanyangkan acara masaknya Sun Woo. Begitu melihat wajah Sun Woo di TV, Sun Woo memutuskan untuk melihat Sun Woo sekali lagi untuk yang terakhir kalinya.


Bong Sun dan So Hyeong sudah hampir menghabiskan 2 botol soju. Sementara So Hyeong tidak merasa mabuk sama sekali, Bong Sun tampak sudah mulai mabuk. Entah apakah karena pengaruh alkoholnya, tapi Bong Sun terlihat sangat ceria. So Hyeong menyadari sikap Bong Sun yang sekarang agak berbeda dengan yang dulu (waktu MT). So Hyeong merasa kedua sikap Bong Sun itu membuat Bong Sun jadi unik dan dia yakin pasti karena inilah Sun Woo jatuh cinta pada Bong Sun.


So Hyeong langsung cemas saat melihat Bong Sun tampaknya sudah mulai mabuk tapi Bong Sun ngotot kalau dia tidak mabuk, saat ini suasana hatinya sangat baik jadi dia tidak mabuk sama sekali.


"Kau sangat cute saat sedang mabuk" ujar So Hyeong "Tolong lupakan masalah yang kuperbuat saat MT. Dan tolong buatlah Sun Woo bahagia mulai sekarang"

"Iya, tentu saja" jawab Bong Sun sambil menjabat tangan So Hyeong dengan antusias. Sikapnya itu benar-benar membuat So Hyeong merasa Bong Sun sangat imut dan karena keimutannya itulah, So Hyeong merasa tidak bisa membenci Bong Sun.


Bong Sun lalu pulang dengan langkah agak sempoyongan. So Hyeong cemas dan berniat mengantarkan Bong Sun pulang tapi Bong Sun menolaknya dan bersikeras kalau dia baik-baik saja dan tidak mabuk sama sekali, dia bahkan berusaha meyakinkan So Hyeong dengan cara berdiri dengan satu kaki tapi jelas-jelas dia mabuk karena dia hanya bisa bertahan dalam posisi itu sedetik.


Tapi kemudian, Bong Sun jadi lebih serius saat dia bertanya "PD Lee, manusia itu pada dasarnya memang egois kan? Jika kau punya banyak masalah yang membebanimu dan berada dalam siatusi yang sangat buruk mkaa kau pasti tidak akan memikirkan orang lain kan? Manusia memang seperti itu kan?"

"Iya... karena kita manusia" So Hyeong heran kenapa Bong Sun menanyakan masalah ini, apa karena Bong Sun merasa bersalah padanya?

"Iya. Aku merasa bersalah padamu, PD Lee. Aku merasa bersalah pada hantu dan pada chef. Tapi sekali ini, aku akan menutup mata"


Bong Sun lalu pamit pulang seorang diri. Dia berusaha menyemangati dirinya sendiri dengan menyanyikan lagu bahwa segalanya pasti akan baik-baik saja dan berjalan dengan lancar. Dia juga mengingatkan dirinya sendiri bahwa dia tidak pernah merasa sebahagia seperti saat ini.


[Flashback] Sejak kecil, Bong Sun selalu didatangi oleh hantu yang mengajaknya bermain bersama. Bong Sun selalu ketakutan dan benci dengan hantu-hantu yang mendatanginya hingga akhirnya dia tumbuh tanpa memiliki teman.


Bong Sun berusaha mengusir kenangan masa lalunya itu dengan meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidak pernah merasa sebahagia ini "Segalanya baik-baik saja. Semuanya akan berjalan lancar"


Saat Soon Ae berjalan ke arah restoran, dia melihat Bong Sun berjalan pulang seorang diri. Saat itu juga, Soon Ae melihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan sangat tinggi ke arah Bong Sun. Panik, Soon Ae langsung berlari menyelamatkan Bong Sun dari mobil itu dengan mendorongnya. Mobil itu berlalu menembus tubuh Soon Ae tapi Soon Ae terlalu panik hingga dia tidak sempat memperhatikan pengemudinya.


Setelah mobil itu pergi, Soon Ae pun langsung berpaling pergi tapi Bong Sun cepat-cepat bangkit untuk menghentikannya dan bertanya apakah Soon Ae kemari untuk menemui Sun Woo? Soon Ae menjawab tidak dan beralasan kalau dia berada di sekitar tempat ini untuk mengucapkan selamat tinggal pada ayahnya.


Soon Ae berusaha memecahkan kecanggungan diantara mereka dengan memuji dirinya sendiri yang menyelamatkan Bong Sun dari mobil tadi. Ia berpesan agar Bong Sun berhati-hati dengan mobil sebelum pamit pergi.


Tapi Bong Sun cepat-cepat menghentikannya "Maafkan aku... dan terima kasih"

"Kau ini bicara omong kosong apa. Apa yang kau sesalkan? Siapa yang merasuki tubuh seseorang tanpa izin dan membuat masalah? Kau membuatku jadi malu... Na Bong Sun. Berbahagialah, kumohon. Aku benar-benar akan pergi sekarang. Hiduplah dengan baik"


Soon Ae pun berlalu pergi... tapi di tengah jalan, langkahnya terhenti saat dia melihat mobil yang tadi hampir menabrak Bong Sun sedang terparkir di sebuah jalan yang sepi. Perlahan-lahan, Soon Ae melihat siapa pengemudinya dan langsung kaget melihat Sung Jae. Dia lebih terkejut lagi saat dia melihat Sung Jae menggeram marah "Shin Soon Ae!" sambil memukul setir mobilnya dan membuat klaksonnya berbunyi.


Bunyi klakson itu mengagetkan seorang pria yang lewat disana. Pria itu jadi marah pada Sung Jae dan menuntut Sung Jae keluar. Sung Jae yang saat itu sedang emosi, langsung menatap pria itu dengan pandangan menakutkan... Entah apa yang dilakukan Sung Jae tapi beberapa saat kemudian, pria itu berlumuran darah dan diseret Sung Jae ke sebuah gang gelap dimana Sung Jae kemudian menginjak dada pria itu sampai pria itu mati. Dari kejauhan, Soon Ae menyaksikan kebiadaban Sung Jae dengan ketakutan.


Ahjumma dukun baru keluar dari kamar mandi saat dia terkejut melihat kedatangan Soon Ae yang tiba-tiba. Apa yang disaksikannya tadi membuat Soon Ae sangat tercengang sampai dia tidak mendengar ocehan ahjumma. Dia lalu memberitahu ahjumma bahwa dia harus menunda ritual kematiannya. Ahjumma bingung kenapa, apa karena Soon Ae tidak tega meninggalkan ayahnya?


"Tidak, bukan. Ada sesuatu yang... aneh. Dia bukan orang yang kukenal. Aku punya perasaan yang sangat buruk. Kurasa tidak seharusnya aku pergi sekarang"

Karena ahjumma tidak mengerti apa yang Soon Ae bicarakan, dia menduga jangan-jangan Soon Ae mengucapkan semua itu hanya sebagai alasan untuk menghindari ritual kematiannya, atau jangan-jangan Soon Ae tidak mau pergi gara-gara tadi dia menemui Sun Woo.


"Bukan begitu. Orang itu, ingin membunuh Na Bong Sun"
"Siapa? Si pria kuat itu?"
"Bukan, opsir Choi"
"Opsir Choi? Maksudmu adik iparnya si pria kuat?"


Sun Woo dan Bong Sun pulang pada saat yang bersamaan. Sun Woo memperhatikan sepertinya Bong Sun sedang bad mood, dia jadi cemas apa tadi terjadi sesuatu dengan So Hyeong? Bong Sun langsung menyangkalnya lalu cepat-cepat tersenyum untuk meyakinkan Sun Woo kalau dia sedang bahagia.

Lega, Sun Woo pun langsung meminta Bong Sun memasak untuknya. Bong Sun bertanya Sun Woo ingin makan apa? Dan Sun Woo langsung menjawab nasi, nasi goreng seperti yang pernah Bong Sun (Soon Ae sebenarnya) buat dulu.


Bong Sun menurutinya walaupun dia terkejut dan heran karena Sun Woo kan tidak makan nasi. Sun Woo berkata bahwa mulai sekarang dia akan mulai makan nasi "Kau kan pernah bilang kau tipe orang pemakan nasi jadi aku perlu berlatih agar aku bisa makan nasi bersamamu"

Bong Sun langsung terdiam canggung karena bukan dia yang pernah mengatakan itu pada Sun Woo. Setelah nasi gorengnya jadi, Sun Woo langsung memuji rasanya... dan tak lupa memuji dirinya sendiri sebagai guru yang hebat "Buatkan nasi untukku mulai sekarang yah? Bantu aku agar jadi lebih Korea"

"Baik" jawab Bong Sun lemah


Sun Woo heran melihat kemurungan Bong Sun tapi Bong Sun tetap bersikeras kalau dia baik-baik saja. Saat Sun Woo masih belum mempercayainya, Bong Sun langsung membuat-buat alasan kalau dia cuma capek saja. Untuk membuat Bong Sun merasa lebih baik, Sun Woo langsung mengajaknya keluar.


Sun Woo mengajak Bong Sun jalan-jalan ke Namsan karena bukankah Bong Sun pernah bilang kalau dia ingin pergi ke Namsan. Bong Sun tentu saja terkejut dan bingung karena bukan dia yang mengatakan itu. Bong Sun makin murung dan sedih saat Sun Woo mengingatkannya pada apa yang pernah dia (atau lebih tepatnya Soon Ae) katakan bahwa dia belum pernah pergi ke Namsan, belum pernah berpesiar dan lain-lain jadi dia ingin membantu Bong Sun untuk melakukan segala hal yang selama ini belum pernah dilakukannya itu.

"Aku ini sangat perhatian kan?" kata Sun Woo bangga "Biasanya aku tidak mempedulikan omongan orang lain tapi aku pasti akan mengingat apapun yang kau katakan. Kau kagum kan?"

Bong Sun sangat sedih karena semua perhatian Sun Woo itu sebenarnya bukan untuknya tapi dia tetap berusaha untuk tetap tersenyum dan berkata kalau dia menyukainya.


Mereka lalu naik ke atas menara dan bersama-sama melihat pemandangan malam kota Seoul yang indah. Sun Woo pura-pura menggerutu karena biasanya dia tidak suka menikmati keindahan malam seperti ini tapi gara-gara Bong Sun, dia jadi melakukan banyak hal. Mereka lalu selfie bersama.


Sun Woo lalu memberitahunya bahwa dia merasa sangat berterima kasih pada Bong Sun saat teman-teman sekolahnya datang ke restoran. Pertemuan itu membuatnya jadi menggila tapi saat dia mulai sadar, dia mulai menyadari saat itu adalah saat paling memalukan, menyedihkan dan membuatnya sangat kesepian "Tapi pancake yang kau buat dan bagaimana kau mengusiliku dan berbincang denganku, semua itu membuatku tenang"

Bong Sun semakin murung mendengar semua pengakuan Sun Woo, dia berkata dalam hatinya "Itu bukan aku"

Sun Woo mengaku sejak kecil dia selalu sendirian dan karenanya dia sudah terbiasa menyembunyikan semua perasaannya "Tapi, memiliki seseorang disisiku... cukup menghiburku"

"Bukan aku" pikir Bong Sun dengan sedih "Alasan kenapa chef ingin makan nasi. Orang yang menghibur chef. Semua itu bukan aku"


Sun Woo memeluk Bong Sun dan berterima kasih padanya "Telah membuatku melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah ingin kulakukan dan terima kasih juga karena kau berada disisiku"

Bong Sun makin sedih dan berkaca-kaca menyadari semua itu bukan dia.


Mereka lalu turun dengan menggunakan gondola. Karena mereka sudah pergi ke Namsan, Sun Woo dengan antusias menyarankan sebaiknya mereka berpesiar setelah ini. Soon Ae menatapnya dengan sedih sebelum akhirnya dia berkata "Tidak. Bukan aku yang chef sukai"


Jelas saja Sun Woo bingung apa maksudnya bukan Bong Sun yang dia sukai? Bong Sun berkaca-kaca saat dia menjawab bahwa yang Sun Woo sukai selama ini adalah hantu. Sun Woo jadi semakin bingung mendengarnya. Tapi Bong Sun terus melanjutkan perkataannya dengan suara gemetaran, dia mengaku kalau dia sebenarnya bisa melihat hantu dan hantu yang Sun Woo sukai, merasuki tubuhnya.

"Karena itulah, yang kau sukai adalah aku yang dirasuki hantu itu... bukan aku yang kau lihat sekarang. Maafkan aku"


Bong Sun menangis saat sekali lagi dia meminta maaf pada Sun Woo yang hanya bisa terbengong-bengong, sama sekali tidak mengerti apa yang Bong Sun ucapkan barusan. Sun Woo menghapus air mata Bong Sun dan meminta Bong Sun untuk menjelaskan apa maksudnya tapi Bong Sun hanya menatapnya dengan air mata yang terus mengalir.


Saat gondolanya berhenti, Bong Sun meminta maaf sekali lagi lalu cepat-cepat pergi meninggalkan Sun Woo yang membisu kebingungan sampai dia tidak sadar saat gondolanya bergerak naik lagi.


19 comments

BongSun oh BongSun...
gak tau harus komen apa...
keep fighting mb ima...😊

This comment has been removed by the author.

Tanpa gambar, serasa baca cerita berseri. Tp pas dah ada gbrnya mlh gak kepingin baca lg. Mgkn krn lbih tertarik ama klanjutan ceritanya.
Mksh mb ima

akhirnya kelakuan adik iparnya sun woo sebentar lagi akan terbongkar....
jadi makin penasarannn...
semangat kaaa....
semangat buat ngelanjutin ke episode berikutnya,,,
gg sabarrr

Kok gak ada gambar.a sih? Jadi gak greget bca.a

Ngak tau harus komen apa,,,
Endingnya sedih bangett,,ikut meleleh liat na bong su nangiss

kok jd kasian ma BongSun ya..kn dia yg pertama kali suka ma Sun Wo
tp gara2 dirasuki Sun Wo jd suka ma sifatnya Soon Ae deh..
gmn akhirnya nanti y..

Tapi sebenarnya ada perbedaan sikap Sun Wo menghadapi SA & BS. Kalau dengan BS perlakuannya lembut dan sangat intens perhatiannya, tapi kalau dg SA kayak cacing kepanasan bisa bercanda & mengejek. Jadi sebenarnya siapa dong yg pling disukai ?????

Mkasih mba ima sinopsis y... semangat mba ima d tunggu sinopsis ep berikutnya...😊

Mkasih mba ima sinopsis y... semangat mba ima d tunggu sinopsis ep berikutnya...😊

ending2 gmna y endingnya...... jatuh cinta ama master's sun trus oh my ghost jua...
keep fighting mbak...

baca estafet dari episode 1 smpai 12 ini, jadi makin jatuh hati ma ni drama. love love BGT!! Tetap semngat melnjutkan nulisnya yah mba, n maf slma ni cuma jadi silent reader... Makasih!! *,*

Knapa bgini sih jadinya paraaaaaahhh deh, sung jae bener2 malaikat maut.

Mba semangat buat sinopnya.. . Aku dukung sampe tamat >_<

Kenapa Bong Sun harus ngaku...
Gumawo buat sinop nya ;) :D

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon