Powered by Blogger.

 

Para asisten memberitahu Eun Hee dan Sung Jae tentang retaknya hubungan Bong Sun dan chef bahkan sekarang Bong Sun sudah pergi. Awalnya mereka mengira kalau Bong Sun cuma telat saja tapi mereka setelah mereka mengecek lokernya Bong Sun dan mendapati semua barangnya sudah tidak ada, mereka menyadari kalau Bong Sun benar-benar pergi. Ditambah lagi hubungan Bong Sun dan chef memang tidak terlalu baik sejak kemarin jadi kepergian Bong Sun pasti karena pertengkaran mereka.


Eun Hee sedih mendengarnya sementara Sung Jae hanya terdiam memikirkan kalau Bong Sun pergi maka itu artinya Soon Ae sudah tidak lagi merasuki Bong Sun, lalu dimana Soon Ae sekarang?


Bong Sun yang tampak sangat pucat, terbangun di sebuah tempat asing dengan dikerumuni oleh ahjussi Shin dan Kyung Mo yang menatapnya dengan cemas. Ternyata dia tidur di kamarnya Soon Ae. Bong Sun langsung bangkit dengan bingung, kenapa dia bisa berada di tempat ini?

"Aku menemukanmu pingsan saat aku olahraga pagi" ujar ahjussi Shin "Awalnya aku ingin menelepon ambulance tapi sepertinya kau tidak sepenuhnya tidak sadar"

"Apa kau tahu betapa takutnya aku waktu ayah meneleponku? Kakiku sampai gemetaran gara-gara menggendongmu sampai kemari. Kau anemia kan? Wajahmu sangat pucat jadi pasti anemia"


Bong Sun meminta maaf karena telah menjadi beban mereka dan langsung beranjak bangkit tapi ahjussi Shin langsung melarangnya dan meyakinkannya untuk istirahat dulu disini sampai sembuh lagipula dilihat dari semua tasnya, ahjussi yakin kalau Bong Sun pasti sudah meninggalkan pekerjaannya.

Bong Sun menolak dengan sopan karena dia akan pulang saja ke rumah neneknya. Kali ini, Kyung Mo lah yang mengomelinya dengan cemas dan mengingatkannya kalau Bong Sun pulang ke rumah neneknya dalam keadaan seperti ini maka neneknya pasti tidak akan senang, makanya Bong Sun harus sembuh dulu. Kyung Mo sangat cemas sampai tidak mau pergi meninggalkan Bong Sun tapi ahjussi Shin langsung menyeretnya bangun agar Bong Sun bisa istirahat dengan tenang.


Sung Jae pergi ke restoran ahjussi untuk mencari keberadaan Soon Ae tapi dia tidak melihat siapapun atau apapun di tempat itu.

 

Setelah Sung Jae pergi, Soon Ae datang mengunjungi ayahnya yang sedang sibuk memasak bubur. Seperti biasanya, Soon Ae menyapa dan mengajak ayahnya bicara walaupun tidak pernah dijawab. Soon Ae curhat pada ayahnya bahwa dia merasa tidak tenang gara-gara Sung Jae dan Bong Sun.


Soon Ae heran kenapa ayahnya memasak bubur? Apa Kyung Mo sakit gara-gara mabuk lagi? Soon Ae menggerutui adiknya saat dia mengikuti ahjussi yang herannya tidak masuk ke kamarnya Kyung Mo tapi malah ke kamarnya. Dan betapa terkejutnya dia mendapati Bong Sun ternyata berada di kamarnya.

Bong Sun pun sama terkejutnya melihat Soon Ae. Ahjussi Shin bingung kenapa Bong Sun melotot kaget sampai seperti itu "Kau seperti melihat hantu saja"

Ahjussi Shin menasehati Bong Sun untuk makan sesuatu walaupun dia tidak punya selera makan sebelum beranjak pergi sambil mengedarkan pandangannya sekeliling kamar dengan bingung akan apa yang membuat Bong Sun melotot sekaget itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Soon Ae "Aku pergi ke kamar gudang di atap dan langsung cemas saat kau tidak ada disana"

"Aku pingsan dan ayahmu yang menemukanku"


Soon Ae bertanya apakah Bong Sun meninggalkan restoran karenanya? Saat Bong Sun bergumam mengiyakannya, Soon Ae langsung meminta maaf, dia tidak menyangka kalau akan jadi seperti ini. Bong Sun mengaku kalau dia memang agak sedikit sebal dengan Soon Ae tapi setelah dia memikirkannya baik-baik, dia menyadari kalau dia sendiri juga bersalah.

"Setidaknya, aku punya kenangan bersama chef" bagi Bong Sun sedikit kenangan itu sangat berarti bagi Bong Sun karena dulu dia bahkan tidak bisa menatap mata chef.


Kebaikan hati Bong Sun membuat Soon Ae jadi makin merasa bersalah. Tapi kemudian dia mulai teringat dengan misi pentingnya dan memberitahu Bong Sun bahwa orang yang hampir menabraknya malam itu adalah Sung Jae. Jelas saja Bong Sun kaget dan bingung, kenapa Sung Jae ingin membunuhnya?

Soon Ae juga tidak tahu kenapa tapi dia akan berusaha mencari tahu. Untuk saat ini, dia menasehati Bong Sun untuk tidak sampai terlihat oleh Sung Jae dan tinggal saja didalam rumah ini selama mungkin. Sebelum pergi untuk menyelidiki Sung Jae, Soon Ae memberitahu Bong Sun bahwa dia sudah memikirkannya dan dia merasa kalau dendamnya di dunia sepertinya bukan keperawanannya.


Saat restoran buka, Sun Woo bersikap seperti biasanya memberi perintah sana sini, dia bahkan tampak tersenyum bahagia. Para asisten yang melihatnya langsung terheran-heran. Sepertinya Sun Woo sama sekali tidak peduli dengan kepergian Bong Sun. Ji Woong yang mulai menyukai Bong Sun, jadi merasa dikhianati melihat kebahagiaan Sun Woo.

"Aku sangat kecewa padamu, chef" desah Seo Joon


Min Soo lagi-lagi tidak sependapat dengan semua orang. Dia justru merasa kalau Sun Woo sama sekali tidak baik-baik saja "Aku mengenal chef cukup lama. Makin besar masalah yang dihadapinya, dia akan semakin berpura-pura baik-baik saja. Dia punya kebiasaan seperti itu. Dia punya pandangan itu dalam matanya, kesedihan"


Kali ini, Min Soo membuktikan kebenaran dugaannya saat mereka diam-diam mengintip chef bersedih di dalam gudang.


Melihat opsir Kang mengangkat sebuah kotak berat, opsir Han langsung membantunya dengan mengambil alih kotak itu karena dia cemas kalau opsir Kang akan sakit lagi. Tapi opsir Kang bersikeras mengambil kotak itu lagi dan mengerjakan semua pekerjaannya sendiri. Opsir Kang orang yang agak ceroboh dan lemah sampai membuat opsir Han dan Sung Jae tersenyum geli melihat kecanggungannya.


Soon Ae tiba di kantor polisi tepat saat opsir Kang menyerahkan kotak beratnya pada polisi lain dengan susah payah sebelum akhirnya duduk di tanah karena kakinya pegal. Menyadari opsir Kang orang yang lemah dan gampang dirasuki, Soon Ae langsung berlari memasuki tubuh opsir Kang.


Ia lalu cepat-cepat masuk ke kantor polisi dan melihat Sung Jae membuka laci mejanya yang didalamnya tersimpan buku diarynya, sayangnya Sung Jae mengunci laci itu dan membawa kuncinya bersamanya.


Soon Ae pun langsung memberitahukan masalah ini pada ahjumma dukun. Sekarang Soon Ae mulai menyadari keanehan sikap Sung Jae yang waktu itu bersikeras ingin menyimpan diarynya. Ahjumma yakin sekali pasti ada sesuatu dalam diary itu yang membuat Sung Jae ingin menahan diary itu. Saat Soon Ae bertanya-tanya penasaran apa kira-kira yang ada dalam diarynya, ahjumma dukun langsung memukul kepalanya sambil mengingatkannya bahwa itu diarynya Soon Ae jadi seharusnya Soon Ae yang paling tahu.


Ahjumma dukun menyuruhnya untuk mengingatnya maka Soon Ae pun langsung berusaha keras mengingat kematiannya. Tapi satu-satunya ingatan yang berhasil diingatnya hanya saat dia tenggelam dan suara musik yang aneh. Ahjumma tidak memaksanya lagi tapi karena diary itu sangat penting, jadi dia menyuruh Soon Ae untuk mengambil diary itu dulu sekarang.


Setelah restoran tutup ke-4 asisten berusaha menghibur Sun Woo dengan membujuk Sun Woo untuk keluar minum-minum bersama mereka. Saat Sun Woo menolak ajakan mereka, mereka langsung merayunya dengan gaya manja sampai Sun Woo akhirnya menyerah dan mau juga keluar bersama mereka.


Saat mereka minum-minum bersama, para asisten berusaha menyemangati Sun Woo dengan berkata bahwa semua wanita itu licik dan mereka sama sekali tidak membutuhkan wanita.


Saat Sun Woo ke kamar kecil, kebetulan Seo Joon juga berada disana dan langsung bertanya, Sun Woo tidak akan menyerah akan Bong Sun kan? "Bong adalah orang yang baik. Bong yang kukenal, sejak pertama kali dia datang, dia selalu melihatmu. Baik saat dia mencuci piring atau melayani pelanggan dan bahkan saat dia sedang istirahat. Matanya selalu mengikutimu chef. Aku menghormatimu chef. Tapi jika kau melepaskan Bong Sun seperti ini, kurasa aku akan kecewa padamu. Aku tahu aku melewati batas dengan mengatakan ini, aku hanya ingin dua orang yang kusukai bahagia"


Soon Ae merasuki tubuh opsir Kang untuk mencari kesempatan mengambil diarynya. Saat opsir Han datang, dia heran melihat opsir Kang masih belum pulang padahal seharusnya dia istirahat saja. Kesempatan yang ditunggunya datang saat Sung Jae tiba-tiba mengajak semua orang untuk makan di luar. Soon Ae pun langsung menolak tawaran itu dengan alasan kalau dia akan tinggal disini saja karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya dan menyuruh mereka semua keluar saja tanpanya.


Setelah semua orang pergi, Soon Ae langsung berusaha membuka paksa kunci laci meja kerjanya Sung Jae dengan errr... obeng. hadeeh Soon Ae. Jelas saja dia tidak berhasil malah ketangkap basah oleh opsir Han. Opsir Han langsung bertanya apakah opsir Kang punya alasan khusus untuk mencurigai Sung Jae.


Soon Ae pura-pura berkata bahwa dia mendapat perintah dari atasan untuk menyelidiki Sung Jae karena Sung Jae dicurigai menerima suap. Opsir Han mempercayainya dan langsung mendesah menyadari kejahatan yang Sung Jae lakukan ternyata cukup banyak. Ia lalu memberitahu opsir Han/Soon Ae bahwa saat ini dia juga mencurigai Sung Jae. Beberapa waktu yang lalu dia baru saja mengambil rekaman CCTV kasus tabrak larinya Eun Hee tapi tiba-tiba dia diserang dan sebelum dia pingsan, dia yakin kalau dia melihat Sung Jae.

Opsir Han tidak mencurigai bahwa Sung Jae mungkin pelakunya, dia hanya merasa kalau Sung Jae melakukan itu untuk menutupi identitas si pelaku, opsir Han yakin kalau Sung Jae mungkin disuap oleh pelaku. Walaupun saat ini hanya berupa kecurigaan tapi dia tengah berusaha untuk menyelidiki masalah ini. Opsir Han bahkan sedang memeriksakan barang bukti yang dia dapatkan dari celah lantai TKP tempat dia diserang dan sekarang dia hanya perlu menunggu hasil tesnya.


Sung Jae dan salah seorang polisi lainnya makan di restorannya ahjussi. Sementara rekannya bertanya-tanya bingung kemana perginya opsir Han, Sung Jae celingukan mencari keberadaan Soon Ae. Tepat saat itu Bong Sun hendak keluar dan melihat Sung Jae, sontak saja dia langsung bersembunyi dan masuk kembali ke dalam. Untunglah Sung Jae tidak melihatnya.


Saat Sun Woo kembali ke atap, dia kembali ke kamarnya Bong Sun yang sekarang sudah kosong. Saat dia menatap kamar kosong itu dengan sedih, tak sengaja dia melihat beberapa sobekan kertas yang terjatuh di kolong rak. Dia langsung mengambil sobekan kertas itu dan melihat tulisan tangan Bong Sun tentang resep bubur kubis yang dia baca di blog You're My Sunshine.


Sun Woo langsung membuka blog You're My Sunshine dan menemukan postingan baru tentang resep pancake yang dulu pernah ia dan Bong Sun (asli) makan bersama di sebuah restoran pancake. Dalam postingannya, Bong Sun berkata bahwa dia memakan pancake istimewa itu bersama 'dia' pada malam musim panas yang sangat panas.

"'Dia' berkata padaku bahwa orang yang memasak adalah seorang konduktor sebuah orkestra di dapur" ujar Bong Sun dalam postingan blognya. Sun Woo menyadari bahwa kata-kata itu adalah kata-kata yang dulu pernah ucapkan pada Bong Sun yang asli saat mereka kencan makan pancake berdua.

Lalu dalam postingan yang kedua, Bong Sun bercerita tentang saat dia latihan merasakan berbagai rasa bumbu masakan dan saat Sun Woo memberitahunya bahwa dengan memahami rasa berbagai bumbu masakan maka dia bisa memasak berbagai makanan yang dia suka. Dia juga menceritakan saat Sun Woo memberinya segelas teh jahe untuk menyegarkan mulutnya setelah merasakan berbagai rasa bumbu dapur.

Dia membaca kembali komentarnya tentang bubur kubis dan balasan komentar dari Bong Sun. Sun Woo sekarang menyadari kalau Bong Sun adalah Sunshine. Sun Woo langsung membaca resume Bong Sun untuk mencari alamat kampung halamannya dan beranjak pergi saat itu juga.


Bong Sun tampaknya tengah menulis pesan terakhir untuk blognya tapi pada akhirnya dia merasa ragu. Kyung Mo datang membawakan es krim untuknya. Kyung Mo membawa es krim itu karena dia cemas setelah dia dengar dari ayahnya kalau Bong Sun tidak makan apapun seharian ini.

Saat Bong Sun menolak es krim itu dengan bahasa formal, Kyung Mo langsung emosi. Kenapa Bong Sun memakai bahasa formal padanya, apa Bong Sun sengaja ingin menarik batas diantara mereka? "Pasti karena Kang Sun Woo kan? Kau meninggalkan tempat itu karena dia kan? Dasar gadis bodoh. Kalau kau membuangku dan memilih dia, maka seharusnya kau berbahagia tapi kau malah dicampakkan seperti orang tolol. Berhenti dari pekerjaanmu dan bahkan tidak makan sama sekali. Hei bodoh, kenapa kau menyukai seseorang seperti dia"


Neneknya Bong Sun sudah mendapat firasat akan kedatangan tamu, jauh sebelum Sun Woo tiba disana. Saat Sun Woo akhirnya tiba, neneknya Bong Sun bisa langsung tahu hanya dengan sekali melihat bahwa Sun Woo berasal dari Seoul dan orang yang hidup dengan menggunakan pisau. Nenek memuji pilihan karir Sun Woo yang sangat bagus. Ia bahkan melihat 4 energi positif Yang-nya Sun Woo sangat cocok dengan 4 energi positif Yin-nya Bong Sun.


Sun Woo memperkenalkan dirinya sebagai seniornya Bong Sun di tempat kerja dan langsung celingukan mencari Bong Sun. Nenek bingung kenapa Sun Woo datang kemari, apakah terjadi sesuatu pada Bong Sun. Menyadari Bong Sun tidak berada disana, Sun Woo berbohong mengatakan kalau dia sedang ada urusan di sekitar area ini dan dia datang hanya untuk menyapa neneknya Bong Sun karena Bong Sun bilang kalau dia berasal dari daerah ini.

Sun Woo meyakinkan nenek bahwa Bong Sun baik-baik saja "Dia orang yang sangat jujur"

"Aku tahu. Aku tidak pernah mengkhawatirkannya. Dia sudah sangat dewasa sejak dia kecil. Dia kehilangan kedua orang tuanya sejak dia masih kecil dan tidak pernah hidup tenang dibawah asuhan neneknya yang seorang dukun ini. Biarpun begitu, dia tidak pernah sekalipun mengeluh. Dia selalu menyiapkan makanan untukku tiap pagi dan malam dan selalu menungguku. Aigoo, dia benar-benar berhati baik. Alangkah bagusnya seandainya dia tidak mewarisi darahku. Tapi sejak kecil dia bisa melihat hantu. Dia tumbuh seorang diri tanpa memiliki teman"


Menyadari dia sudah membocorkan rahasia Bong Sun yang bisa melihat hantu, nenek langsung berhenti bicara dan mengomeli dirinya sendiri karena bersikap bodoh dihadapan tamu. Nenek lalu menyuruh Sun Woo menunggunya sebentar sementara dia pergi membeli minuman.

Sun Woo berusaha menolaknya tapi karena nenek bersikeras, akhirnya dia menunggu sendirian disana. Sun Woo melihat rumah tempat Bong Sun tumbuh itu dan membayangkan Bong Sun seorang diri menyiapkan makanan untuk neneknya dan menunggu neneknya pulang sambil terkantuk-kantuk. Sun Woo menyadari selama ini Bong Sun ternyata sangat kesepian, sama sepertinya dulu.


Saat Sun Woo kembali ke restoran, Kyung Mo datang sambil marah-marah padanya dan mencaci makinya. Dia lebih kesal lagi saat dia melihat Sun Woo tampak baik-baik saja setelah mempermainkan lalu mencampakkan seorang gadis lugu. Saat Sun Woo tidak mengerti apa maksudnya, Kyung Mo langsung menamparnya dengan sangat keras.


Dengan air mata tulus yang mengalir di wajahnya, Kyung Mo melabrak Sun Woo "Kau mau tahu? Apa kau benar-benar tidak tahu apa maksudku, brengs*k? Kenapa kau melakukan itu pada Na Bong Sun? Kenapa kau menyakiti hati gadis yang lemah? Aku tidak pernah bertemu dengan gadis yang begitu ceria dan positif selain noona ku. Apa yang kau lakukan padanya sampai dia jadi layu seperti itu hanya dalam semalam? Dia bahkan tidak mau makan sesendok nasi! Apa kau bahkan manusia?!"

Sun Woo heran dari mana Kyung Mo mengetahui semua itu? Kyung Mo berteriak kesal memberitahunya kalau Bong Sun saat ini sedang berada di rumahnya. Mendengar itu, Sun Woo langsung berlari secepat mungkin ke restoran ahjussi dan Kyung Mo dengan sedih mendoakan semoga mereka berdua bahagia.


Bong Sun keluar restoran untuk mengangkat telepon dari neneknya yang bertanya apakah Bong Sun baik-baik saja. Bong Sun meyakinkan neneknya kalau dia baik-baik saja. Saat neneknya memberitahunya bahwa tadi ada orang yang datang mencarinya, tiba-tiba dia mendengar suara Sun Woo berteriak memanggil namanya.

Dengan napas terengah-engah, Sun Woo berjalan mendekati Bong Sun sambil melabraknya "Jadi kau masih hidup yah? Hah? Kau melarikan diri cuma sampai sejauh ini? Kau sengaja yah tinggal disini agar aku menjemputmu?"

Bong Sun hendak membantahnya tapi tiba-tiba Sun Woo langsung menariknya kedalam pelukannya dan memeluknya erat-erat.

 

Dengan napas berat dan suara gemetaran, Sun Woo memberitahu Bong Sun untuk tidak salah paham "Aku datang kemari bukan karena aku memaafkan kebohonganmu tapi hanya karena aku sangat cemas. Aku memelukmu karena hatiku yang menyuruhku makanya aku memelukmu sekarang... aku akan memelukmu sebentar"

"Aku merindukanmu, chef"

"Jangan bicara seperti nyamuk, aku tidak dengar"

Bong Sun pun langsung meninggikan suaranya "Aku sangat-sangat merindukanmu, chef"


Sun Woo tersenyum tipis lalu cepat-cepat melepaskan pelukannya dan berkata "Aku sudah memikirkannya dan aku yakin akan satu hal. Aku, jauh sebelum... jauh sebelum kau dirasuki hantu. Aku selalu mengawasimu, memikirkanmu dan mencemaskanmu. Karena itulah, jangan menghilang lagi dari hadapanku. Aku sangat khawatir sampai mau gila rasanya"


Bong Sun begitu terharu dan langsung melingkarkan lengannya memeluk Sun Woo. Dan saat itulah, Sun Woo akhirnya bisa menghela napas lega.

15 comments

dan akhirnya bongsun dijemput sunwoo juga. sblum bca part 2 neh kukira sunwoo msh blm bisa menerima kebohongan bongsun. emg tkdir ya. tnyta bongsun dan sunwoo udh tekoneksi lwt blog sblum ada soon ae. ah sunwoo bongsun daebakkkk :D

Ga usah pake gambar dulu jg gpp ..he..he..lanjut terus mba ke ep 14

wah cepat jg mba updatenye, ga apa2 kalo blum ada gambarnya jg, dgn baca sinopsisnya aja jd lbh ngerti ceritanya. makasi ya mba, kalo blh tahu next project nya apa? spt nya happy ending nie. ihhh nih sung jae jahat bingit.

yeeee akhirnya sunwoo menyadari perasaannya tumbuh sbelum bongsoon kerasukan soon ae...
love bgt deeeh ngebayangin bong soon yg bahagia...hihi
thanks mbak imaaa...

Wah gk sabar nunggu lanjutanya 😊thanks ya semangat

Wah gk sabar nunggu lanjutanya 😊thanks ya semangat

Thanks sinopsisnya mbak ima semangat gk sabar numggu lanjutanya

Jd ga sabar nunggu next episodenya...

This comment has been removed by the author.

Kyung Moo oppa jjang *terharu*
Unnie faithing nulisnya^_^

Seo jooon ..my love....arghhhh....suka suka..

Makin penasaran dg kelanjutannya. Semangat mb ima. 😊

Suuuuka bget dengan ceritanya. Makasih. Tetep ditunggu lanjutannya.

suka sinopsisnya. terimakasih
tulisannya rapih, jelas, pembicaraanya juga di tulis dan enggak terburu buru. pembaca nyaman membacanya. bakal sering mampir di blog ini 😉

Akhirnya sun woo sadar juga akan perasaannya ^.^ iya ini drama campuran master sun sama pasta.. . Keren banget >.< semangat buat sinopnya ya mba fighting

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon