Powered by Blogger.

 

Sun Woo mengantarkan Eun Hee pulang setelah dari rumah duka sementara Sung Jae tetap disana untuk mengurusi prosesi pemakaman opsir Han. Eun Hee sangat sedih atas kematian opsir Han padahal baru beberapa waktu yang lalu opsir Han keluar dari rumah sakit, dan sekarang dia cemas mungkin akan terjadi sesuatu yang buruk pada Sung Jae.


Sun Woo berusaha menyemangati Eun Hee dan meyakinkannya untuk tidak cemas "Oppa ada disini jadi kenapa kau harus cemas? Kau kan anak yang kuat"

"Tidak, aku cuma pura-pura demi oppa, ibu dan dia (Sung Jae)"

"Aku tahu. Tapi untuk pura-pura kuat, kau harus kuat. Oppa percaya padamu"

Saat mereka kembali melanjutkan perjalanan, Sun Woo ditelepon Bong Sun yang memintanya untuk bertemu sekarang.


Setelah mengantarkan Eun Hee pulang, Sun Woo menunggu kedatangan Bong Sun di restoran. Bong Sun datang bersama Soon Ae. Saat Bong Sun memberitahu Sun Woo bahwa dia datang bersama hantu, Sun Woo langsung memandang sekeliling dengan ketakutan. Bong Sun memberitahu Sun Woo bahwa Soon Ae ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada Sun Woo.


Sun Woo menyuruh Bong Sun duduk dulu. Saat dia sendiri hendak duduk, dia ingat untuk bersikap sopan dengan mempersilahkan si hantu untuk duduk di kursinya. Sun Woo benar-benar canggung sampai-sampai dia bicara pada si hantu yang tidak bisa dilihatnya dengan menggunakan bahasa formal.


Bong Sun lalu memberitahu Sun Woo bahwa Sung Jae sepertinya terlibat dalam kasus tabrak larinya Eun Hee karena diduga Sung Jae menerima suap untuk menutupi identitas si pelaku dan kecelakaan opsir Han kemungkinan bukan kecelakaan karena kematian opsir Han terjadi saat opsir Han tengah menyelidiki kasus tabrak larinya Eun Hee. Bong Sun juga memberitahu bahwa Soon Ae juga menduga kalau Sung Jae ada hubungannya dengan kematiannya.


Sun Woo jelas sangat kaget dan bingung mendengarnya. Tapi tiba-tiba dia teringat berbagai keanehan tentang Sung Jae yang baru-baru ini diketahuinya. Seperti misalnya pesan terakhir opsir Han yang memintanya untuk tidak memberitahu Sung Jae dan juga kebahagiaan Sung Jae yang jelas sangat aneh di acara pemakaman opsir Han.

Sun Woo benar-benar bingung kenapa adik iparnya melakukan semua itu? Soon Ae memberitahu Bong Sun bahwa mereka harus menyelidikinya dulu dan juga dia ingin Sun Woo mengambil diary miliknya yang saat ini dipegang Sung Jae. Jika Sung Jae menyembunyikan diary itu maka pasti ada sesuatu yang sangat penting dalam diary itu. Bong Sun pun langsung menyampaikan hal itu pada Sun Woo yang masih sangat tercengang.


Sun Woo keluar untuk menjernihkan pikirannya yang saat ini sangat kalut. Bahkan saat Bong Sun bertanya apakah Sun Woo baik-baik saja, Sun Woo mengaku tidak. Dia tidak ingin mempercayai apa yang barusan didengarnya tapi dia mengaku kalau sebelum opsir Han meninggal, opsir Han meneleponnya dan mengajaknya bertemu tanpa sepengetahuan Sung Jae untuk membahas masalah kasus tabak larinya Eun Hee.


Sun Woo pergi minum-minum karena dia masih sulit menerima kenyataan tentang adik iparnya yang selama ini begitu berharga bagi keluarganya, ternyata malah seorang penjahat.


Sun Woo mengingat kembali saat Sung Jae menyelamatkan Eun Hee saat Eun Hee hendak bunuh diri dulu. Betapa mulianya Sung Jae dulu saat dia mengomeli Eun Hee bahwa manusia tidak punya hak untuk menentukan kapan dia hidup atau kapan dia mati dan menyuruh Eun Hee untuk terus hidup walaupun dia ingin mati.


Lalu suatu hari, Eun Hee tiba-tiba datang bersama Sung Jae ke restoran. Waktu itu Eun Hee tampak begitu bahagia saat dia mengumumkan kalau dia dan Sung Jae mau menikah.


Sun Woo lalu kembali ke rumah duka untuk menemui Sung Jae. Sun Woo menatap Sung Jae dengan sedih dan beralasan kalau dia kembali kesini secara tak sadar gara-gara dia tadi minum-minum. Saat mengantarkan Sun Woo keluar, Sung Jae memberitahunya bahwa sepertinya dia harus menginap di sini untuk mengurusi pemakaman opsir Han.


"Adik ipar, aku dan Eun Hee sangat bergantung padamu"

Sung Jae jelas langsung curiga dengan perkataan Sun Woo yang sangat tiba-tiba itu. Tapi seperti biasanya, dia mampu menutupinya dengan berkata manis bahwa dia juga sangat bergantung pada mereka karena mereka adalah satu-satunya keluarganya. Tapi setelah Sun Woo pergi, senyum manis Sung Jae langsung menghilang seketika.


Saat Sun Woo hendak naik tangga ke atap, dia terkejut mendapati Bong Sun ternyata sedang menunggunya. Bong Sun begitu lega melihat Sun Woo datang, dia sangat cemas makanya dia menunggu Sun Woo untuk memastikan Sun Woo pulang dengan selamat "Kukira kau akan kesulitan kalau kau mabuk"


"Apa kau akan menggendongku kalau aku mabuk?"

"Iya"

Sun Woo langsung tersenyum mendengarnya "Kau itu seukuran kacang polong, mending aku digendong Stalker saja"

"Aku jauh lebih baik daripada Stalker"


Bong Sun cemas melihat kemurungan Sun Woo. Dia menawarkan air madu tapi Sun Woo menolaknya, dia hanya ingin mabuk tapi walaupun dia sudah minum-minum tetap saja dia tidak mabuk.

"Pasti sulit yah chef?"

"Tentu saja. Hatiku tidak tenang selama beberapa hari gara-gara gadis seukuran kacang polong. Kukira sekarang aku akan bisa tenang, tapi kenapa selalu terjadi sesuatu silih berganti?"


Bong Sun jadi makin cemas mendengarnya, sepertinya penderitaan Sun Woo jauh lebih besar dari yang ia kira. Yah bagaimana tidak, Sung Jae yang telah jadi bagian dari keluarganya selama 3 tahun dan betapa berartinya Eun Hee bagi Sun Woo. Bong Sun menggenggam tangan Sun Woo saat dia berusaha menyemangatinya untuk kuat dan menemukan inner peace seperti yang ada dalam film Kungfu Panda.


"Apa?"

"Inner peace. Saat kau menderita, biarkanlah kedamaian hati yang mengambil alih" ujar Bong Sun sambil bergaya meniru adegan dalam Kungfu Panda.


Saat Sun Woo menertawainya, Bong Sun langsung menjelaskan bahwa sejak kecil setiap kali mengalami kesulitan dia akan selalu menutup mata untuk menemukan inner peace "Bagaimanapun, segalanya pasti akan berlalu chef. Baik itu hal yang membahagiakan maupun hal-hal yang menyedihkan"

Sun Woo menyadari Bong Sun benar. Segalanya pasti akan berlalu "Tapi, kau tahu... aku lega kau berada disisiku di saat seperti ini"


Saat Bong Sun merentangkan kedua tangannya untuk mengundang Sun Woo kedalam pelukannya, Sun Woo langsung berkata kalau kepribadian Bong Sun sekarang sudah banyak berubah dan dia jadi curiga jangan-jangan dia Bong Sun, jangan-jangan dia sedang dirasuki hantu.


Bong Sun meyakinkannya kalau dia Na Bong Sun yang asli sambil terus merentangkan tangannya mengundang Sun Woo kedalam pelukannya. Sun Woo pun langsung melebur kedalam pelukan Bong Sun yang meyakinkannya bahwa segalanya pasti akan baik-baik saja.


Keesokan paginya, Sun Woo pergi ke rumah ibunya pagi-pagi sekali untuk mencari diary yang disembunyikan Sung Jae. Setelah memastikan Sung Jae masih belum pulang, Sun Woo pura-pura kelaparan dan langsung minta ibunya untuk membuatkannya roti panggang. Dia juga meminta Eun Hee untuk membantu ibu mereka dengan alasan supaya Eun Hee mengawasi masakan ibu mereka agar tidak gosong.

Setelah mereka masuk dapur, Sun Woo langsung buru-buru masuk kamarnya Eun Hee... tepat saat Sung Jae tiba di depan gedung apartemen. Oh My!!! ottoke? ottoke?


Sun Woo bergerak secepat mungkin mencari diarynya Soon Ae sampai akhirnya dia menemukannya di koper harta karunnya Sung Jae. Ia buru-buru menyembunyikan buku diary itu di balik bajunya... tepat saat Sung Jae masuk rumah yang ternyata memutuskan pulang untuk ganti baju. Untunglah dia tidak langsung masuk kamar karena Eun Hee meminta bantuannya untuk membuka tutup botol selai.


Tepat saat Sun Woo hendak pergi, Sung Jae melihatnya. Sun Woo beralasan kalau dia datang untuk mengambil sesuatu di kamarnya lalu pamit pergi. Mendengar Sun Woo mau pergi, Hae Young langsung buru-buru menghampirinya dengan bingung kenapa Sun Woo mau pergi sekarang padahal tadi dia bilang mau sarapan? Sun Woo beralasan kalau dia harus pergi ke pasar lalu buru-buru pergi tanpa mempedulikan protes ibunya. Jelas saja sikap aneh Sun Woo itu membuat Sung Jae jadi curiga.


Di restorannya ahjussi, Bong Sun membantu ahjussi menyiapkan sayuran. Bong Sun merasa tidak enak karena dengan tinggal disini, dia jadi membebani ahjussi. Tapi bagaimanapun dia harus tetap tinggal disini karena ada sesuatu yang harus diurusnya. Ahjussi sama sekali tidak mempermasalahkannya "Belakangan ini aku sangat gelisah dan lesu tapi berkat kau disini aku merasa lebih tenang. Aku jadi tidak merasa bosan sama sekali. Rasanya kau sudah seperti putriku sendiri"

"Anggap saja saya putri anda" Bong Sun memberitahu ahjussi bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia sejak dia masih kecil dan karenanya dia tidak punya ingatan akan ayahnya "Saya berharap ayah saya seperti ahjussi"


Tentu saja ahjussi sangat senang mendengarnya. Bong Sun lalu bertanya kenapa putrinya ahjussi bunuh diri padahal dari foto-fotonya, putrinya ahjussi tampak selalu bahagia dan tidak kelihatan seperti orang yang akan melakukan hal semacam itu pada dirinya sendiri.

Ahjussi mengaku kalau dia sendiri juga tidak mengerti kenapa. Kadang dia berpikir Soon Ae mungkin mengalami kesulitan. Ahjussi mendesah penuh penyesalan, menyesal karena malam itu ahjussi tidak mengangkat telepon dari Soon Ae karena waktu itu ponselnya mati gara-gara lowbet. Gara-gara tidak dia tidak mengangkat teleponnya, Soon Ae meninggalkan voicemail. Tapi anehnya dia tidak mendengar Soon Ae mengatakan apapun karena yang terdengar dalam voicemail itu hanya suara-suara aneh. Lalu tak lama kemudian, dia mendapat sms terakhir dari Soon Ae yang meminta maaf padanya karena pergi meninggalkannya. Ahjussi merasa sangat bersalah karena malam itu dia tidak mengangkat telepon terakhir dari Soon Ae. Dan karenanya sampai sekarang, dia masih belum menghapus pesan dan voicemail itu dan tidak pernah pula mematikan ponselnya lagi.

Saat itu, seorang pelanggan datang. Ahjussi pun langsung beranjak pergi untuk melayaninya dan Bong Sun diam-diam memanfaatkan kesempatan itu untuk memandangi ponselnya ahjussi.


Bong Sun dan Sun Woo lalu pergi ke rumahnya ahjumma dukun. Sun Woo tampak agak canggung berada di rumah yang banyak jimat-jimat bertebaran di sana sini itu. Sun Woo meminta ahjumma dukun untuk tidak memberitahukan kedatangannya ini pada ibunya dan ahjumma meyakinkannya untuk tidak cemas.


Soon Ae ingin melihat diarynya dan Bong Sun pun langsung menyampaikan keinginan Soon Ae itu pada Sun Woo. Sun Woo mengeluarkan diarynya dan menunjukkannya pada hantu didepannya yang tidak bisa dia lihat. Tidak cuma Sun Woo, Bong Sun ternyata membawa ponselnya ahjussi. Bong Sun memberitahu Soon Ae bahwa pada malam kematiannya, Soon Ae sempat meninggalkan voicemail untuk ayahnya dan sekarang dia membawa ponsel ahjussi kemari karena dia berpikir mungkin ada petunjuk dalam voicemail itu.


Karena tidak bisa melihat ataupun mendengar suara si hantu, Sun Woo langsung protes "Kenapa kau tidak melibatkan aku juga daripada kalian bicara sendiri?"


Ahjumma dukun merasa kalau dengan memberitahukan semua yang dikatakan si hantu padanya akan sangat lama jadi untuk mempermudah, ahjumma menyuruh Soon Ae untuk merasukinya saja. Hahaha! jelas saja Soon Ae langsung tertawa karena dia tidak pernah merasuki wanita seperti ahjumma tapi saat ahjumma mengingatkannya bahwa saat ini bukan waktunya pilih-pilih tubuh untuk rasuki, akhirnya dia mau juga merasuki ahjumma.


Begitu Soon Ae merasuki ahjumma, dia langsung menyampirkan rambutnya di belakang telinga layaknya yang dilakukan gadis-gadis pada umumnya jika bertemu gebetannya sambil memandang Sun Woo dengan penuh cinta dan berkata dengan sangat manis "Kita bisa bicara sekarang, chef" (hahaha!)

Jelas saja Sun Woo langsung menatap Soon Ae dalam tubuh ahjumma dukun dengan bengong, bingung, ga tahu musti bereaksi bagaimana. hahaha!


Bong Sun lalu membuka-buka diarynya Soon Ae sampai Soon Ae menyuruhnya berhenti di halaman terakhir karena di halaman paling akhir itu ada tulisan 4 angka (2368) yang menarik perhatian Soon Ae. Bukan karena dia tahu itu angka apa, justru karena dia tidak ingat sama sekali tentang 4 angka itu. Tapi karena angka itu tertulis di halaman paling akhir, jadi kemungkinan 4 angka itu dia tulis sebelum dia mati.


Bong Sun lalu memainkan voicemail-nya, tapi yang terdengar hanya suara ketikan. Soon Ae tidak ingat kalau dia pernah mengirimkan voicemail ini untuk ayahnya. Bong Sun mengingatkannya bahwa Soon Ae mengirimkan voicemail ini pada tanggal 15 agustus jam 11:10 malam. Lalu setelah itu jam 11:55 Soon Ae mengirim pesan permintaan maaf yang tampak seperti pesan bunuh diri.


"Kedengarannya seperti suara keypad ponsel" ujar Sun Woo.

Sun Woo pernah melihat di TV bahwa setiap tombol keypad punya nada yang berbeda dan cara pengiriman pesan seperti ini biasanya digunakan untuk menangkap penjahat. Jadi mungkin saja voicemail ini digunakan Soon Ae untuk mengirimkan pesan tentang angka. Bersama-sama mereka memutar ulang voicemail itu sambil menyamakan nadanya dengan menggunakan ponselnya Sun Woo sendiri. Dan beberapa saat kemudian, mereka akhirnya berhasil memecahkan misteri voicemail itu dan mendapatkan angka 535 yang jika digabungkan dengan angka 2368 maka hasilnya seperti nomor telepon. Mereka pun mencoba menghubungi nomor itu tapi ternyata tidak ada nomor itu.


Frustasi, Soon Ae langsung mengomeli dirinya sendiri karena tidak bisa mengingat apapun padahal itu kan pesannya sendiri. Sun Woo meyakinkannya untuk tidak terlalu memaksakan diri karena Soon Ae tidak mengingatnya bukan atas keinginannya sendiri. Awalnya Sun Woo mengucapkannya dengan bahasa tidak formal tapi saat Soon Ae mulai menatapnya, Sun Woo jadi canggung lalu buru-buru menambahkan kata 'seyo' di akhir kalimatnya dan membuat kalimatnya tadi jadi lebih formal dan sopan.


Bong Sun menduga mungkin angka 5 yang terakhir bukan angka tapi huruf 'OH' (yang dalam bahasa Korea bisa dibaca sebagai angka 5). Jika dugaannya benar maka jika semua digabung akan jadi 53OH-2368 yang bisa jadi angka pelat mobil. Menyadari Bong Sun benar, Sun Woo langsung ber-high five dengan Bong Sun. Soon Ae juga mengulurkan tangan ingin ikut ber-high five tapi langsung kecewa saat mereka mengacuhkannya.

Soon Ae dengan canggung pamit pergi untuk merasuki tubuh opsir Kang lagi dan menyelidiki pelat mobil ini, dia harus menyelidiki pelat itu sebagai polisi karena pasti akan sulit melakukannya jika dia merasuki tubuh warga biasa.


Setelah itu, Sun Woo mengantarkan Bong Sun kembali ke restoran ahjussi, dia cemas bagaimana kalau pelat mobil itu benar-benar miliknya Sung Jae? Apa yang akan terjadi nanti? Bong Sun berkata bahwa jika terbukti benar pelat itu pelat mobilnya Sung Jae maka mereka harus mengajukan laporan resmi untuk meminta diadakan penyelidikan tentang hubungan kecelakaannya Eun Hee dan kematiannya Soon Ae.

"Aku benar-benar berharap tidak ada satupun yang benar. Aku berharap kita salah" desah Sun Woo

"Aku juga berharap begitu"


Sun Woo menggenggam tangan Bong Sun karena dia sangat cemas dan ingin Bong Sun kembali tinggal bersamanya. Dia bahkan menawarkan agar Bong Sun tinggal kamarnya saja kalau Bong Sun tidak mau tinggal di kamar gudang. Tapi Bong Sun menolaknya karena dia tidak mau tiba-tiba pergi tanpa pamit pada ahjussi. Walaupun masih sangat cemas tapi dia mengerti keinginan Bong Sun dan tidak memaksanya lagi. Bong Sun mengisyaratkan tanda semangat untuk Sun Woo lalu masuk.


Saat Sun Woo kembali ke restoran, dia mendapati So Hyeong berada di sana. Dia sudah dengar semuanya dari Eun Hee betapa banyaknya hal yang terjadi pada mereka belakangan ini. Saat So Hyeong mulai membahas masalah syuting acara mereka, Sun Woo langsung memberitahunya bahwa dia harus berhenti dari acara itu. So Hyeong heran kenapa? Apakah Sun Woo sedang bertengkar hebat dengan Bong Sun lagi? Sun Woo langsung menyangkalnya tapi dia juga tidak bisa memberitahukan alasan yang sebenarnya sekarang. Tapi Sun Woo berjanji jika dia sudah menyelesaikan semuanya maka dia pasti akan memberitahu So Hyeong.

"Aku minta maaf tapi kuharap kau mengerti"

"Baiklah. Aku tahu kau tidak akan melakukan ini tanpa alasan yang jelas"

Sun Woo berterima kasih padanya tapi pandangannya terus tertuju pada Eun Hee dengan cemas.


Soon Ae pergi ke kantor polisi untuk mearsuki tubuh opsir Kang lagi. Tapi sesampainya disana, dia malah mendapati opsir Kang tengah menangis sedih meratapi kematian opsir Han sambil bersandar ke bahunya Sung Jae. Terpaksanya Soon Ae bersembunyi untuk menunggu kesempatan.


Tak butuh waktu lama bagi Soon Ae karena kesempatan itu langsung datang saat opsir Kang mendadak berlari keluar dengan tangis sedih. Soon Ae pun langsung memasuki tubuh opsir Kang lalu menghapus air matanya. Supaya tidak membuat Sung Jae curiga, dia memutuskan untuk menunggu sebentar.


Saat dia akhirnya masuk, dia langsung duduk didepan komputer. Augh! aku ngerasa ga enak karena Soon Ae ceroboh banget melakukannya tepat didekat Sung Jae. Dia tidak bisa langsung melakukan misinya karena ternyata komputernya butuh password. Dia mencoba mengetik passwordnya dengan menggunakan tanggal lahir opsir Kang, tapi ternyata bukan itu passwordnya. Stres memikirkan apa passwordnya, akhirnya dia asal saja menekan sembarang tombol... tapi ternyata malah berhasil.


Soon Ae pun langsung mencari informasi pelat mobil itu dan ternyata benar, pelat mobil itu memang pelat mobilnya Sung Jae. Soon Ae tentu saja sangat terkejut lalu cepat-cepat keluar untuk menelepon Bong Sun dan memberitahu kalau pelat mobil itu memang benar pelat mobilnya Sung Jae "Aku berusaha memberitahu orang lain melalui diaryku dan ponselku sebelum aku mati. Pergilah memberitahu chef, Na Bong Sun. Akan kutemui kau nanti"


Tepat setelah dia menutup teleponnya, Sung Jae tiba-tiba datang dari belakangnya dan berkata dengan manisnya "Aku tidak tahu kalau kau sangat tertarik padaku, opsir Kang"

Jelas saja Soon Ae langsung ketakutan melihatnya. Sung Jae mendekatinya lalu bertanya kenapa opsir Kang sangat penasaran dengan mobilnya? Memangnya ada apa dengan mobilnya? Soon Ae dengan suara gemetaran berkata kalau dia tidak penasaran lalu cepat-cepat berlalu pergi.


Tapi seketika itu pula Sung Jae langsung mencekik leher opsir Kang dan wajah manisnya langsung berubah menakutkan "Kau... siapa sebenarnya kau?"


Soon Ae tidak bisa bernapas dan berusaha melepaskan cekikan Sung Jae tapi Sung Jae semakin memperat cekikannya. Tiba-tiba ponselnya Sung Jae berdering dan suara dering ponselnya, langsung membuat Soon Ae teringat kejadian pada malam kematiannya.


Malam itu, Eun Hee terlihat terkapar di jalan setelah Sung Jae menabraknya. Mengira jalanan sepi dan tidak ada saksi mata, Sung Jae langsung masuk kembali ke mobilnya dan pergi meninggalkan Eun Hee. Saat itulah, Soon Ae tak sengaja lewat di jalan itu dan menyaksikan kejadian tabrak larinya Eun Hee. Lalu tak lama kemudian, dia terkapar di kamar mandinya Sung Jae. Dan sebelum mati, dia mendengar dering ponselnya Sung Jae.


Soon Ae keluar dari tubuh opsir Kang begitu opsir Kang pingsan. Sung Jae langsung membuang tubuh pingsan opsir Kang untuk menatap Soon Ae dengan senyum yang sangat menakutkan "Akhirnya kau muncul juga... Shin Soon Ae"


***

Aarrgh! ottoke??? apa yang akan dilakukan Sung Jae pada Soon Ae nanti? Gila bener yah Sung Jae err... atau roh jahat yang merasukinya ini, dia sendiri yang nabrak Eun Hee tapi dia juga yang menghentikan Eun Hee bunuh diri dan menikahinya lalu membunuh siapa saja orang-orang yang bakalan mengungkap kejahatannya.

17 comments

astaga sie sungjae akhirnya btemu soon ae. jdi pnsran nunggu sinop 2 epi terakhir..

Sung jae kq bs liat soon ae. Aduuuh jd mkin pnasaran klanjutan'a..

Sung jae kq bs liat soon ae. Aduuuh jd mkin pnasaran klanjutan'a..

Makasih sinopnya ka.. semangat ya ka nerusin sinopnya \(^_^)/ tinggal 2 episode lagi >_< mdh2an happy ending..
Wah, kok sung jae bs liat soon ae ya? Sbnrnya karakter asli sung jae itu memang jahat, ato dia jahat krn kerasukan ya? Makin ngeri liat sung jae..

-JJ-

makasih....ya sinopsisnya...duh penasaran sm episode selanjutnya....

hi...hi...lebih menakutkan dari hantu asli nih bang sung jae ni,...sung jae bisa ngliat soon ae karena roh jahat yang ditubuhnya udah menguasai sung jae seutuhnya....jadi sung jae udah jadi stengah hantu.....penasaran gimana sun woo bisa hadapi kenyataan ini.....smangat buat nulis sinopnya ya mba....

gomawo... fighting mbak... makin smangat plus H2C nunggu klanjutannya

Daebak banget ini drama!! Masih dua episode lagi. Semangat nulis Eonni!!

Sumpahh sungjae serem banget............ nasib soon ae gimanaa T.T btw, makasih banget buat sinopsisnya mbaak :") semangaat 2 episode lagi :) smg akhirnya bahagiaaaaa......

Makin penasaran sama sung jae knp bosa liat hantu apa mungkin karna roh jahat tp masa roh jahat nyelamatin manusia haha
Unnie semangat nulisnya^^

SungJae oh SungJae...serem banget sihhh...
kemana Urri ParkKyu yg imut bin cool...😱
Mb ima tetep semangat smpe akhir tinggal 2 episod lagi...
hwaiting...!!!

Iya yah. Ni hantu gimana sih, knp coba dia malah ttp tinggal disekitar eunhee. Cb dy jauh2 aja deh.

Itu sung jae punya kepribadian ganda kali yaa ? Penasarann kok bisa ngeliat soon ae

Itu sung jae punya kepribadian ganda kali yaa ? Penasarann kok bisa ngeliat soon ae

Makasih sinopsisnya kakaaaa
Makin semangat nulisnyaaa^^

Ihh sung jae makin nyeremin.. . Dia udah dikendalikan sma roh jahat seutuhnya. Brpa eps lagi nih. .. Makin deg deg an tiap baca. ..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon