Powered by Blogger.

 

Setelah ahjumma dukun mendapat petunjuk tentang keberadaan Sung Jae, Sun Woo langsung melaporkannya ke polisi dan meminta mereka untuk mencari Bong Sun ke semua tempat yang ada anak-anaknya misalnya sekolah di sekitar Seoul. Tapi sayang, polisi tidak menanggapi permintaannya dengan serius, mereka bahkan menolak karena sekolah di Seoul itu jumlahnya sangat banyak dan lagi mereka tidak percaya dengan ucapan seorang dukun.


Sun Woo langsung protes keras mengkritiki pekerjaan polisi yang seharusnya melindungi warga tapi mereka malah tidak peduli saat ada warga yang diculik. Pak polisi langsung protes balik karena mereka sudah berusaha keras mengecek semua CCTV dan segala informasi sepanjang malam sampai-sampai mereka tidak punya waktu untuk makan makanan yang sehat dan lagi mereka juga punya banyak kasus lain untuk ditangani.


Frustasi, Sun Woo langsung berlalu pergi untuk mencari Bong Sun seorang diri ke berbagai tempat yang bersangkutan dengan anak-anak seperti sekolah atau tempat penitipan anak. Bahkan saking cemasnya, dia mencari Bong Sun sampai ke panti pijat plus plus.


Sementara itu, Soon Ae pun berusaha mencari Bong Sun dengan menemui teman-teman sesama hantunya di sebuah acara pemakaman dan meminta mereka semua untuk mencari Bong Sun yang dia gambarkan dengan ciri-ciri mirip seperti puppy dan matanya seperti bulan sabit dan saat ini dia sedang diculik oleh seorang pria dan disekap di tempat yang banyak anak-anaknya.

Semua hantu langsung berkeliaran keliling Seoul untuk mencari wanita seperti yang digambarkan Soon Ae. Si hantu sauna yang dulu pernah bertengkar hebat dengan Soon Ae, mencoba mencari di panti asuhan karena tempat itu banyak anak-anaknya. Kebetulan panti asuhan yang ditujunya adalah panti asuhan tempat Sung Jae berada saat ini.


Dan kebetulan pula saat itu, dia melihat seorang pria tak dikenalnya baru keluar dari salah satu gedung kosong. Awalnya dia santai-santai saja menatap Sung Jae keluar dari gedung itu. Tapi saat Sung Jae berhenti dan menatapnya, hantu itu langsung kaget dan tidak menyangka ada manusia yang bisa melihatnya. Hantu itu bisa merasakan enerji Qi-nya Sung Jae yang sangat kuat dan dia langsung lari ketakutan karenanya.


Ahjumma dukun berdoa sekali lagi pada para dewa, meminta maaf dengan tulus atas kesalahannya karena tidak menunaikan tugasnya dengan baik dan memohon belas kasihan dewa untuk memberinya kekuatan untuk melawan roh jahat. Saat itu, lampu rumahnya tiba-tiba berkedip-kedip menandakan dewa telah mengabulkan doanya dan ahjumma pun langsung mengucap terima kasih.


Soon Ae berusaha mencari Bong Sun kemana-mana tanpa hasil. Dia mencoba mencari ke sebuah taman bermain tapi tetap saja dia tidak menemukan Bong Sun. Saat dia melihat ayunan, dia teringat saat dia dan Bong Sun duduk bersama di ayunan itu dan Bong Sun yang mencemaskannya karena waktunya di dunia sudah hampir habis.

"Seharusnya aku saja yang ditangkap. Tidak seharusnya aku lari" sesal Soon Ae "Maafkan aku"


Tiba-tiba si hantu sauna datang menghampirinya dan bertanya pasti Soon Ae belum menemukan wanita itu kan? Soon Ae membenarkannya dan memberitahu si hantu kalau dia harus menemukan Bong Sun "Dia (Bong Sun) membuka hatinya untukku dan bahkan mencemaskanku. Kalau sampai terjadi sesuatu padanya..."

"Kau tahu, bagi hantu kau itu sangat manusiawi" ujar hantu sauna kagum


Hantu sauna lalu memberitahu Soon Ae kalau dia sudah mencari ke berbagai tempat yang ada anak-anaknya. Tapi dia sama sekali tidak bisa menemukan wanita seperti yang Soon Ae gambarkan. Tapi dia tak sengaja bertemu dengan seorang pria yang bisa melihat hantu, pria itu punya Qi yang sangat kuat. Soon Ae langsung tahu siapa pria yang dimaksud si hantu sauna.


Bong Sun memikirkan cara untuk menyelamatkan dirinya dengan menghubungi seseorang tapi saat dia hendak mengambil ponselnya di saku celananya, ternyata ponselnya tidak ada. Tepat saat itu Sung Jae kembali. Dia mengisyaratkan Bong Sun untuk diam sebelum dia membuka bekapan mulut Bong Sun lalu menawari Bong Sun makanan.

Bong Sun menolaknya dan berusaha meyakinkan Sung Jae untuk segera menyerahkan dirinya sekarang demi keluarganya dan demi Eun Hee. Tapi semua itu malah membuat Sung Jae langsung berteriak marah dan membentak Bong Sun untuk diam.


Kesal, Sung Jae langsung mencekik leher Bong Sun... untunglah tepat saat itu petugas panti datang memanggil Sung Jae untuk minta bantuannya. Sung Jae langsung cepat-cepat membekap mulut Bong Sun lagi lalu keluar kamar.


Setelah Sung Jae keluar, hantu anak kecil itu kembali ke kamar. Bong Sun pun langsung cepat-cepat bicara pada hantu bocah itu, menyakinkan hantu bocah itu bahwa dia tidak perlu takut padanya dan meminta anak itu untuk menendang ponsel yang berada tak jauh darinya. Hantu bocah itu pun mencoba menendang ponsel itu dan setelah beberapa kali gagal, akhirnya dia sukses menendang ponsel itu ke dekat Bong Sun yang langsung berjuang keras untuk menelepon Sun Woo dalam keadaan tangan terikat.


Di restoran Sun, Min Soo seperti biasanya menyalah-nyalahkan orang lain atas perbuatan yang sepertinya dia lakukan sendiri. Tapi sejak mengetahui kalau Dong Chul adalah sunbaenya, Min Soo langsung bersikap lebih sopan saat Dong Chul datang. Sun Woo kembali ke restoran tepat saat dia mendapat telepon dari nomor tak dikenalnya.


Saat dia mengangkatnya, dia tidak mendengar suara orang bicara tapi dia langsung bisa menebak kalau Bong Sun lah yang menelepon. Sun Woo bertanya dimana Bong Sun sekarang tapi tidak ada jawaban. Menyadari Bong Sun tidak bisa bicara, Sun Woo langsung menyuruh Bong Sun untuk mengirim lokasinya lewat pesan saja. Para asisten yang tidak tahu apa-apa, jelas bingung dengan kepanikan dan kegugupan Sun Woo.


Bong Sun berusaha mengirim pesan secepat mungkin sebelum Sung Jae kembali. Tepat setelah dia mengetik kata rosemary, dia mendengar suara pintu dibuka. Bong Sun langsung cepat-cepat mengirim pesan itu lalu melempar ponsel itu ke tempat semula.

Sung Jae langsung mengecek ponselnya begitu dia masuk dan mendapati pesan 'rosemary' yang baru saja Bong Sun kirimkan pada Sun Woo. Begitu membaca pesan itu, Sung Jae langsung mendekati Bong Sun... tapi untunglah dia hanya ingin menutup tirainya lagi dan sama sekali tidak mencurigai arti pesan 'rosemary' itu.


Sun Woo bingung apa maksud pesan dari Bong Sun yang hanya satu kata 'rosemary' itu. Apakah Bong Sun ingin mengatakan kalau dia mencium bau rosemary di tempat dia disekap. Seo Joon yang sedari tadi kebingungan melihat keanehan sikap Sun Woo, akhirnya langsung angkat bicara dan bertanya ada apa? apakah terjadi sesuatu dengan Bong Sun?


Tapi saat ini Sun Woo sama sekali tidak punya waktu untuk bercerita dan langsung bertanya pada mereka semua tentang dari mana mereka biasanya mendapatkan rosemary? Seo Joon berkata bahwa biasanya mereka mendapatkannya dari beberapa sumber yang berbeda-beda.


Saat itu, tiba-tiba Sun Woo melihat sebuah pot berisi rosemary di meja kasir "Apa rosemary ini milik Eun Hee?" tanyanya.

Dong Chul langsung membenarkannya "Dia bilang, dia membelinya saat dia mengunjungi suatu tempat bersama opsir Choi. Dia bilang ada sebuah kebun herbal di sekitar tempat itu"


Informasi dari Dong Chul langsung mengingatkan Sun Woo pada beberapa surat yang pernah dilihatnya saat dia menggeledah kamarnya Eun Hee untuk mencari buku diarynya Soon Ae, surat-surat itu berasal dari panti asuhan tempat Sung Jae tinggal dulu. Sun Woo menduga kalau Eun Hee pasti pergi bersama Sung Jae ke panti asuhan itu.

Ahjumma dukun menelepon Sun Woo untuk mengabarkan kalau dia baru saja mendapat informasi dari hantu tentang seorang pria yang bisa melihat hantu di panti asuhan. Perkataan ahjumma itu langsung meyakinkan dugaan Sun Woo kalau Sung Jae pasti berada di panti asuhannya dulu.

Sun Woo langsung cepat-cepat pergi sambil menelepon polisi mengabarkan lokasi Sung Jae berada sekarang. Pada saat yang bersamaan, Soon Ae dan ahjumma pun naik taksi menuju lokasi yang sama.


Di rumah, Eun Hee menatap foto pernikahannya dengan tangis cemas dan bingung. Dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi tapi dia yakin ada sesuatu yang terjadi pada Sung Jae. Tepat saat itu, dia ditelepon nomor tak dikenal tapi dia yakin Sung jae lah yang meneleponnya.

Sung Jae ternyata menelepon dari telepon umum. Eun Hee langsung bertanya cemas, dia dimana? apakah terjadi sesuatu? Sung Jae menjawab tidak dan meyakinkan Eun Hee bahwa saat ini dia hanya sedang menjernihkan pikirannya saja. Tapi kemudian, dia bertanya cemas apakah Sun Woo mengatakan sesuatu tentangnya?


"Dia hanya memberitahuku untuk tidak cemas. Tapi aku sangat cemas Sung Jae-ssi. Kau disana bukan untuk sekedar menjernihkan pikiranmu kan? Apa yang terjadi? Tidak bisakah kau memberitahuku? Apa terjadi sesuatu yang buruk padamu?"

Sung Jae terus menyangkal tapi saat dia hendak menutup teleponnya, Eun Hee cepat-cepat mencegahnya "Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi kau harus tahu kalau aku akan selalu berada disisimu. Aku percaya padamu, Sung Jae-ssi. Kau orang yang baik"

Kata-kata itu membuat Sung Jae tampak err... merasa bersalah/tidak enak, lalu cepat-cepat menutup teleponnya.


Sun Woo bersama rombongan polisi tiba di panti asuhan tak lama kemudian lalu berpencar mencari Sung Jae. Mereka tidak menyadari Sung Jae tiba di belakang mereka dan langsung putar arah lewat belakang begitu dia melihat polisi lalu cepat-cepat mengeluarkan Bong Sun dari sana.


Saat Sun Woo berlarian keliling panti asuhan mencari Bong Sun, tak sengaja dia melihat mobilnya Sung Jae ngebut melewatinya. Sun Woo langsung tahu kalau itu Sung Jae setelah membaca 4 deret nomor pelat mobilnya. Sun Woo langsung berlari kembali ke mobilnya untuk mengejar Sung Jae tepat saat taksi yang ahjumma dan Soon Ae tumpangi tiba di panti asuhan dan langsung ikut mengejar Sung Jae dengan taksi.


Sun Woo dan taksinya ahjumma mengejar Sung Jae sampai ke jalan tol yang padat kendaraan. Di jok belakang, Bong Sun berusaha melepaskan ikatan kakinya sampai dia berhasil dan Sung Jae sama sekali tidak menyadarinya karena dia terlalu sibuk menghindari Sun Woo. Bong Sun lalu mengambil sebuah pisau dan langsung menusukkannya ke perutnya Sung Jae.


Gara-gara itu, Sung Jae jadi tidak bisa konsen menyetir dan membuat mobilnya oleng. Saat Sung Jae menghentikan mobilnya di tengah-tengah jalan, Bong Sun langsung keluar dari mobilnya. Sung Jae lalu langsung melarikan diri dengan mobilnya lagi.


Sun Woo pun langsung berhenti saat melihat mobilnya Sung Jae berhenti dan Bong Sun keluar. Dia langsung berlari keluar untuk menggendong Bong Sun menjauh dari mobil-mobil lain. Dan begitu Sun Woo melepas ikatan tangannya dan bungkaman mulutnya, Bong Sun langsung tak bisa menahan tangisnya.

Sun Woo berusaha menenangkannya tepat saat ahjumma dan Soon Ae tiba dengan taksi mereka. Soon Ae langsung berlari menghampiri Bong Sun dengan cemas dan meminta maaf "Semua ini salahku. Maafkan aku"


Ahjumma bertanya dimana Sung Jae dan roh jahatnya? Saat Sun Woo memberitahunya kalau Sung Jae sudah pergi melarikan diri, ahjumma langsung minta Sun Woo meminjamkan mobilnya untuk mengejar Sung Jae.


Ahjumma langsung ngebut dengan kecepatan sangat tinggi sampai membuat Soon Ae ketakutan. Ahjumma langsung heran dengan ketakutan Soon Ae "Hantu macam apa yang setakut ini? Apa kau pernah melihat ada orang menurunkan kecepatan saat sedang mengejar seseorang. Kalaupun ada yang akan mati, akulah yang akan mati. Kau tidak akan mati lagi"


Hari mulai menjelang petang saat akhirnya mereka menemukan mobilnya Sung Jae terparkir di tengah jalan. Mereka melihat mobil itu kosong tapi ada jejak darah di sepanjang jalan yang mereka jadikan petunjuk mencari Sung Jae.


Setelah mereka kembali ke restoran, Sun Woo memasakkan bubur untuk Bong Sun. Saat dia membawanya ke kamarnya, dia melihat Bong Sun ternyata sudah tidur. Dia menatap Bong Sun saat dia bergumam "Terima kasih, Na Bong Sun. Karena telah kembali dengan selamat"


Saat dia melihat Bong Sun tampak tidak tenang dalam tidurnya, Sun Woo langsung berbaring di sisinya dan menepuk-nepuk Bong Sun dengan lembut sampai Bong Sun tampak mulai tenang dalam tidurnya. Sun Woo terus berbaring disisinya sampai dia sendiri tertidur.


Ahjumma dan Soon Ae mengikuti jejak darah itu sampai mereka tiba di sebuah bangunan kosong yang tampak seram. Sung Jae memang berada dalam bangunan kosong itu. Dengan perutnya yang terluka, dia berjuang dengan susah payah untuk naik ke atas. Ahjumma dan Soon Ae langsung ikut naik.


Pada saat yang bersamaan di rumah, foto pernikahan yang sedari tadi dipegang Eun Hee, tiba-tiba saja terjatuh dan pecah. pertanda buruk.


Setibanya di atap gedung, Soon Ae dan ahjumma tidak melihat siapapun di sana. Tapi tiba-tiba saja Soon Ae mendengar suara teriakan Sung Jae yang berlari ke arah ahjumma. Refleks, Soon Ae langsung mendorong ahjumma dan menjauhkannya dari Sung Jae. Soon Ae tidak mengerti kenapa Sung Jae melakukan ini "Kalau kau memang tidak punya niat buruk, aku tidak perlu mati"

"Diam!!!" Sung Jae hendak mencengkeram Soon Ae tapi ahjumma bergerak cepat melemparkan beberapa biji-bijian pada Sung Jae sambil meneriakkan mantra.


Seketika itu pula, Sung Jae langsung terjatuh kesakitan dan roh jahat yang merasukinya akhirnya keluar. Roh jahat yang sangat seram itu, hendak menerjang Soon Ae tapi ahjumma berhasil menghalanginya dengan mantra-mantra. Si roh jahat langsung berpaling kembali ke Sung Jae yang tampak sangat shock.


Saat itu, tiba-tiba Sung Jae teringat pada Eun Hee yang berjanji akan selalu berada disisinya apapun yang terjadi dan berbagai saat-saat indah yang mereka habiskan bersama. Sung Jae teringat akan kenangan indahnya akan Soon Ae yang pernah memberinya lauk spesial untuknya dan saat Soon Ae mengikatkan tali sepatunya.

Sung Jae berkaca-kaca mengingat semua kenangan indah itu... tepat saat si roh jahat berjalan mendekatinya lalu masuk ke tubuhnya lagi.


Begitu roh jahat itu masuk kedalam tubuhnya, Sung Jae tiba-tiba tampak err... kesakitan. Entah apakah dia sebenarnya kesakitan ataukah dia berusaha keras untuk melawan roh jahat yang memasuki tubuhnya. Tapi begitu dia sudah bisa berdiri, dia menatap ahjumma dan Soon Ae dengan mata berkaca-kaca, kesedihannya terlihat tulus... lalu setelah itu dia langsung berlari ke tepi atap.


Dia berhenti untuk menatap ahjumma dan Soon Ae dengan sedih sebelum akhirnya dia menghela napas, menutup matanya lalu menjatuhkan dirinya dari atas gedung. Soon Ae langsung terjatuh lemas saat mereka mendengar tubuh Sung Jae mendarat dengan bunyi gedebuk keras dan darah tampak mengucur deras dari kepalanya.


***

Hmm... mungkin Sung Jae memutuskan untuk bunuh diri karena dia sudah berhasil melawan roh jahat yang merasuki tubuhnya agar si roh jahat itu tidak bisa merasuki tubuhnya lagi. Entah apakah dia mati atau masih hidup. Aigoo, kasihan Eun Hee yang selama ini begitu mencintainya dan mempercayainya.

4 comments

Omoo gk sabar nunggu episode terakhirnya

Kok jadi sedih ya liat Sung Jae jdi begini,apalagi pas matanya menunjukkan kesedihan,dan yang aku bingungkan kenapa roh jahatnya itu lebih mirip monster daripada manusia hahaha,abaikan saja,semangat mbak buat episode terakhir!Ditunggu~

hiks....aku harap happy ending to semua....sung jae selamat dan hidup bahagia dengan cinta eun hee di dalam penjara dan bong sun n sun woo nikah.....smangat nulis sinopnya ya mba....chamsahamida....

Kasian Sung Jae... Hrs mati bunuh diri krn tdk bisa melawan roh jahat.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon